Jurnal Ilmiah Buana Bastra: Bahasa, Susastra, dan Pengajarannya
The purpose of publishing this journal is to disseminate conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the fields of Language, Literature, and Learning. The Buana Bastra journal specifically focuses on the main problems in the development of the field of Language, Literature, and Learning education.
Articles
191 Documents
KONFLIK GENDER DALAM KUMPULAN CERPEN WANITA TANPA TISU, LAKI-LAKI TANPA KAOS KAKI KARYA CAK SARIBAN
M. Shoim Anwar
Buana Bastra Vol 10 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bastra.vol10.no2.a8643
ABSTRAK Konflik terkait gender dalam karya sastra merupakan masalah yang tidak pernah basi. Posisi perempuan dalam karya sastra menarik untuk diteliti. Kumpulan cerita pendek Wanita Tanpa Tisu, Laki-laki Tanpa Kaos Kaki karya Cak Sariban (2010) menampilkan konflik gender yang dapat dianalisis dari perspektif feminisme. Dalam kumpulan cerita pendek tersebut, kekerasan terhadap perempuan sebagai basis konflik tampak dominan. Implikasinya, perempuan yang mengalami kekerasan ada yang melakukan perselingkuhan. Sebagai akhir eksistensi, para tokoh banyak yang mengalami kematian.
POSTMODERNISME JEANFRANÇOIS LYOTARD DALAM NOVEL THE GREAT GATSBY KARYA F. SCOTT FITZGERALD
Novita Dwi Indriyani
Buana Bastra Vol 10 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bastra.vol10.no2.a8656
Bagi postmodernism ide rasionalitas dan humanisme merupakan konstruksi historis, konstruksi sosial budaya dan bukan sesuatu yang bersifat alami(kodrat) dan universal. Sehingga kedua ha! tersebut tidak dapat diseragamkan tanpa mempertimbangkan kondisi sosial-historis sertabudaya lokal. Keanekaragaman pemikiran menurut Lyotard hanya dapat dicapai dengan melakukan penolakan terhadap kesatuan (unity), dengan mencari disensus (ketidaksepakatan) secara radikal. Sebuah permainan bahasa menunjukkan bahwa tidak ada konsep atau teori yang dapat menangkap bahasa dalam totalitasnya secara memadai jika upaya untuk melakukannya merupakan suatu permainan bahasa itu sendiri. Oleh sebab itu, di sini, permainan bahasa juga tidak bisa dipercaya karena mereka adalah bagian dari permainan bahasa yang juga anggota keberagaman permainan bahasa. Permainan bahasa yang lazim dimainkan adalah (I) The denotative game, (2) The prescriptive game, dan (3) The technical game.
KRITIK SOSIAL DALAM NOVEL BEDEBAH DI UJUNG TANDUK KARYA TERE LIYE
Indayani Indayani;
Agustin Clarita Jamlean
Buana Bastra Vol 10 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bastra.vol10.no2.a8692
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik sosial dalam novel Bedebah di Ujung Tanduk karya Tere Liye. Penelitian ini menarik untuk dibahas karena belum ada yang meneliti. Fokus penelitian ini adalah kritik sosial masalah moral. Moral merupakan sistem nilai tentang cara kita harus hidup secara baik sebagai manusia. Sistem nilai tersebut terbentuk dari nasihat, wejangan, peraturan, perintah dan semacamnya yang diwariskan secara turun menurun melalui agama dan kebudayaan tertentu tentang bagaimana manusia harus hidup. Kritik masalah moral ini lebih mengacu ke perilaku baik atau buruk seorang manusia sebagai individu. Moral pada prinsipnya mengacu pada penilaian baik dan buruk terhadap sesuatu. Ukuran dan penilaian tentang hal baik dan buruk tidak dapat ditentukan begitu saja. Penilaian tersebut juga dipengaruhi oleh etika yang berkembang pada diri seseorang ataupun masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode hermeneutik. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Bedebah di Ujung Tanduk karya Tere Liye. Data yang digunakan berupa pilihan kata, frasa, dan kalimat kritik sosial masalah moral. Hasil penelitian yang diperoleh dalam novel Bedebah di Ujung Tanduk yaitu kritik sosial masalah moral. Hasil penelitian ini adalah kritik sosial masalah moral dalam novel Bedebah di Ujung Tanduk karya Tere Liye berupa kejujuran, kerja keras, bertanggung jawab, keberanian, dan kerendahan hati.
TUTURAN YOUTUBER DALAM KONTEN KULINER: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
Ira Eko Retnosari
Buana Bastra Vol 10 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bastra.vol10.no2.a8732
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan campur kode dalam tuturan konten kuliner Budiono Sukses (BS) yang ditayangkan di dalam YouTube. Fokus penelitian ini adalah tuturan BS yang mengandung campur kode. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penggunaan campur kode pada konten kuliner BS. Sumber data penelitian ini adalah tuturan BS yang memiliki konten kuliner. Data penelitian ini adalah kata, frasa, dan kalimat yang mengandung campur kode. Prosedur pengumpulan data penelitian ini adalah (1) mengunduh konten dari YouTube, (2) menyimak konten, (3) mengidentifikasi konten, (4) mengklasifikasi konten, (5) mentranskripsi konten, (6) mengode data berdasarkan indikator. Teknik analisis data penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa tuturan BS mengandung campur kode ke dalam dan campur ke luar. Prosedur penganalisisan data penelitian ini adalah (1) menganalisis data, (2) menginterpretasi data, (3) menyimpulkan.
PENGGUNAAN CAMPUR KODE PADA YOUTUBER
Sri Budi Astuti
Buana Bastra Vol 10 No 2 (2023): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bastra.vol10.no2.a8745
Penelitian ini memaparkan penggunaan campur kode dalam tuturan konten kuliner Budiono Sukses (BS) yang ditayangkan di dalam YouTube. Fokus penelitian ini adalah tuturan BS yang mengandung campur kode. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penggunaan campur kode pada konten kuliner BS. Sumber data penelitian ini adalah tuturan BS yang memiliki konten kuliner. Data penelitian ini adalah kata, frasa, dan kalimat yang mengandung campur kode. Prosedur pengumpulan data penelitian ini adalah (1) mengunduh konten dari YouTube, (2) menyimak konten, (3) mengidentifikasi konten, (4) mengklasifikasi konten, (5) mentranskripsi konten, (6) mengode data berdasarkan indikator. Teknik analisis data penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa tuturan BS mengandung campur kode ke dalam dan campur ke luar.
MENDALAMI MAKNA DAN PESAN MORAL DALAM NOVEL BENDERA SETENGAH TIANG KARYA ANNISA LIM
Izzatuna, NADIA FARHA IZZATUNA
Buana Bastra Vol 11 No 1 (2024): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bastra.vol11.no1.a8841
Kegiatan kreatif dan karya seni mengungkapkan pikiran melalui tulisan adalah karya sastra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dimana penelitian ini menggunakan teknik pustaka, catat untuk pengumpulan data serta teknik baca untuk menganalisis novel dan mendalami makna serta menyangkt pautkan dengan kehidupan di dunia nyata. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan penelitian sastra dan memberikan inspirasi untuk pembelajaran dan pengetahuan lebih lanjut. Sastra akan menyumbangkan tata nilai figur dan tatanan tuntutan masyarakat. Hal ini merupakan ikatan timbal balik antara karya sastra dengan masyarakat. Walaupun karya sastra tersebut berupa fiksi namun pada kenyataannya, sastra juga mampu memberikan manfaat yang berupa nilai-nilai moral bagi pembacanya. Wujud dalam menghargai sastra adalah dengan mengapresiasinya. Apresiasi ini berupa makna, kebahasaan, tokoh, latar belakang. Tujuan apresiasi sastra adalah memperoleh pengalaman, mengapresiasi karya sastra secara langsung melalui pengalaman interaksi, memahami dan menghayati nikmatnya karya sastra, memperluas wawasan, memperluas kepribadian, serta memperdalam dan meningkatkan ilmu pengetahuan dan kemampuan bahasa
ANALISIS MAKNA SLOGAN PERINGATAN MEMBUANG SAMPAH DENGAN MENGGUNAKAN UNSUR HUMOR: TINJAUAN SEMANTIK
meimei, May Syaroh
Buana Bastra Vol 11 No 1 (2024): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bastra.vol11.no1.a8953
Penelitian ini membahas analisis slogan peringatan membuang sampah yang mengandung unsur humor dalam bayangan semantik. Dengan menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data kajian literatur, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana unsur komedi digunakan dalam slogan-slogan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur komedi digunakan untuk membuat peringatan membuang sampah lebih efektif dan menarik perhatian masyarakat. Analisis semantik dilakukan untuk memahami makna dan fungsi elemen komedi dalam slogan-slogan tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa unsur komedi digunakan untuk menciptakan humor yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membuang sampah secara tepat. Penelitian ini berharap dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi peringatan membuang sampah yang lebih efektif dan menarik.
METODE SNOWBALL THROWING DENGAN PENGAJARAN BERBASIS INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 4 SURABAYA
Nurhaya, Dwi;
Rokib, Mohammad
Buana Bastra Vol 11 No 1 (2024): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bastra.vol11.no1.a9006
ABSTRAK Secara umum pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Menengah Pertama saat ini sering kali mengalami kendala, fakta yang terjadi menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia masih menjadi mata pelajaran yang sulit untuk dipahami apabila dilihat dari hasil belajar peserta didik. Hal ini diketahui berdasarkan observasi peneliti di SMP Negeri 4 Surabaya bahwa hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh metode mengajar Bahasa Indonesia yang disajikan kurang tepat sehingga kurang menarik minat peserta didik untuk belajar Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Dalam pengumpulan yang akan dilakukan di gunakan teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil keseluruhan siklus menunjukkan terdapat peningkatan berbagai aspek yaitu nilai rata-rata, ketuntasan klasikal, dan jumlah ketuntasan peserta didik. Sebelum diberikan metode Snowball Throwing pada pengajaran berbasis Inkuiri diperoleh jumlah ketuntasan peserta didik sejumlah 11 dari total 32 peserta didik dengan presetase ketuntasan 35,5% dan nilai rata-rata 69,76. Pada siklus 1 diperoleh jumlah ketuntasan peserta didik sejumlah 19 dari total 32 peserta didik dengan presentase ketuntasan 65,2% dan nilai rata-rata 65%. Pada siklus 2 diperoleh jumlah ketuntasan peserta didik sejumlah 28 dari total 32 peserta didik dengan presentase ketuntasan 80,34% dan nilai rata-rata 83,58. Kata Kunci : Snowball Throwing, Pengajaran Berbasis Inkuiri, Hasil Belajar
TINDAK TUTUR LOKUSI PADA PODCAST PWK - PRILLY LATUCONSINA SEBAGAI MOTIVASI PENDIDIKAN
Khoirul Lutfi, nuurdwiarini
Buana Bastra Vol 11 No 1 (2024): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bastra.vol11.no1.a9067
Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan peran lokusi percakapan dalam podcast "PWK-Prilly Latuconsina". Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh dari unggahan pada podcast YouTube PWK- prilly Latuconsina berjudul “Pernah Menjadi Duta Kemenpora, Duta Pajak Hingga Jadi Dosen Di Ugm”. Penelitian ini menemukan beberapa tindak lokusi ; seperti bentuk pernyataan, pertanyaan, dan perintah. Misalnya saat Prilly Latuconsina menceritakan pengalaman sebagai Duta Kemenpora dan Duta Pajak. Lokusi dalam podcast ini memiliki peran untuk menyampaikan informasi, membangun hubungan antarmitra tutur, dan memandu percakapan dengan memperhatikan konteks tuturan.Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan peran lokusi percakapan dalam podcast "PWK-Prilly Latuconsina". Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh dari unggahan pada podcast YouTube PWK- prilly Latuconsina berjudul “Pernah Menjadi Duta Kemenpora, Duta Pajak Hingga Jadi Dosen Di Ugm”. Penelitian ini menemukan beberapa tindak lokusi ; seperti bentuk pernyataan, pertanyaan, dan perintah. Misalnya saat Prilly Latuconsina menceritakan pengalaman sebagai Duta Kemenpora dan Duta Pajak. Lokusi dalam podcast ini memiliki peran untuk menyampaikan informasi, membangun hubungan antarmitra tutur, dan memandu percakapan dengan memperhatikan konteks tuturan.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA TATARAN SINTAKSIS DALAM BERITA JAWA POS EDISI 2020/2021
Ainun Jariyah, Filaili;
Hidayah, Nuril;
Fadhilasari, Icha;
Kholifatu Amalia Shofiani, Arisni
Buana Bastra Vol 11 No 1 (2024): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/bastra.vol11.no1.a9107
Penulisan pada berita di koran kerap kali ditemukan kekeliruan pada penggunaan kaidah bahasa Indonesia terutama dalam ilmu sintaksis. Kesalahan berbahasa dalam berita dapat membingungkan pembaca berita. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kesalahan dalam Bahasa yang telah digunakan pada koran Jawa Pos. Penelitian ini menerapkan pendekatan kulitatif deskriptif, peneliti melakukan observasi pada koran untuk mengumpulkan data yang berupa kesalahan berbahasa dalam berita di koran. Penelitian ini menghasilkan deskripsi bentuk-bentuk deskripsi bentuk-bentuk kesalahan berbahasa: a) Kata kerja yang kurang tepat, b) Pola kalimat kurang lengkap, dan c) Kalimat tidak logis.