cover
Contact Name
Pratiwi Dian Ilfiani
Contact Email
jurnalsainteka@gmail.com
Phone
+6287863850000
Journal Mail Official
jurnalsainteka@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik-Universitas Samawa Jl. Raya Semongkat, Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 84316, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal SainTekA
Published by Universitas Samawa
ISSN : 28081056     EISSN : 27759474     DOI : https://doi.org/10.58406/sainteka
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini menerbitkan artikel dari hasil penelitian yang membahas sains dan teknologi di bidang sipil, mesin dan arsitektur
Articles 81 Documents
ANALISIS PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL KELURAHAN PEKAT: Studi kasus Lingkungan Perikanan dan Karya Bakti Anugerah, Dandy Dwi; Purnama, Ady; Nuraini, Eni
Jurnal SainTekA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.89 KB) | DOI: 10.58406/sainteka.v3i1.701

Abstract

Lingkungan Perikanan dan Karya Bakti Merupakan daerah padat penduduk terutama Lingkungan karya bakti yang menjadi salah satu kawasan kumuh di Kelurahan pekat Sumbawa besar. Isu lingkungan seperti kondisi pengolahan air limbah dan sanitasi yang buruk pada kawasan ini mengakibatkan lingkungan yang kurang sehat. Perencanaan sanitasi yang tidak sesuai standar kerap terjadi pada daerah-daerah padat penduduk seperti Lingkungan Karya Bakti. Berdasarkan observasi menunjukkan bahwa jarak Septictank dan sumur air bersih warga ternyata ada yang kurang dari 5 m sehingga air sumur bisa saja terkontaminasi oleh air dari Septictank masyarakat yang mengandung zat dan mikroba berbahaya. Jika tidak cepat di atasi menjadi salah satu dampak yang sangat berbahaya terhadap lingkungan masyarakat maupun makhluk hidup lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan dan besarnya anggaran biaya untuk pembangunan IPAL Komunal di Kelurahan Pekat Lingkungan Perikanan dan Karya Bakti khususnya. IPAL adalah bangunan yang digunakan untuk memproses air limbah buangan penduduk yang difungsikan secara komunal (digunakan oleh sejumlah rumah tangga) agar lebih aman pada saat dibuang ke lingkungan atau lebih sesuai dengan baku mutu lingkungan (Karyadi,2010). Baku mutu lingkungan di sesuaikan dengan syarat kandungan yang terdapat di dalam air limbah seperti chemical oxygen demand (COD), biochemical oxygen demand (BOD) dan total suspended solid (TSS). COD adalah jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat organik yang sulit terurai dengan menggunakan oksidator kimia. BOD adalah jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh organisme untuk mengoksidasi bahan-bahan yang terlarut dalam air limbah. Sedangkan TSS adalah total limbah cair yang mempunyai kandungan zat tersuspensi tinggi tidak boleh dibuang langsung ke badan air. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan konsentrasi COD, BOD dan TSS secara umum penurunan konsentrasi air limbah untuk COD dari 353,43 mg/l menjadi 12,37 mg/l, BOD dari 615,01 mg/l menjadi 35,42 mg/l dan TSS dari 183 mg/l menjadi 1,85 mg/l dengan jumlah 10 bak kontrol, 1 bak equalizer, 1 Bak pengendap dan 6 kompartemen dengan diameter pipa inlet 110 mm dan sistem pipa penyaluran 100 mm. Dimensi panjang, lebar, dan ketinggian ABR yakni 12,9 meter, 2,6 meter, dan 2,6 meter. Bangunan instalasi pengolahan air limbah yang direncanakan dengan kapasitas pengolahan untuk 401 rumah dengan biaya total pembangunan sebesar Rp 158.595.000. Dengan adanya pengelolaan air limbah domestik ini, diharapkan pencemaran lingkungan dapat dikurangi dan taraf kesehatan masyarakat dapat meningkat.
ANALISIS PENGARUH GENANGAN AIR TERHADAP KERUSAKAN JALAN DI KELURAHAN UMA SIMA KECAMATAN SUMBAWA: Studi Kasus Jalan Tongkol Ramdani, Rahmad; Zulkarnaen, Zulkarnaen; Purnama, Ady
Jurnal SainTekA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.726 KB) | DOI: 10.58406/sainteka.v3i1.702

Abstract

Penyebab ketidak nyamanan para pengguna jalan raya adalah terdapatnya kerusakan pada jalan, dan system drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Sehingga menyebakan terjadinya genangan air dan bahkan dapat merusak konstruksi jalan. Permasalahan genangan air dapat terjadi di berbagai daerah terutama di daerah Kabupaten Sumbawa.Tepatnya di jalan tongkol Kelurahan Uma Sima sering kali terjadi kerusakan jalan akibat adanya genangan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh genangan air terhadap kerusakan jalan di Keluarahan Uma Sima Kecamatan Sumbawa. Adapun metode yang di lakukan untuk mengetahui dimensi kerusakan jalan adalah dengan metode binamarga, kemudian untuk menganalisis dimensi saluran di lakukan pengukuran langsung dilapangan dan mencatat setiap hasil pengukuran untuk di analisa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa Hasil dari analisa di dapatkan debit rencana saluran(Qr) = 4,55 m3/det sedangkan dari hasil survei di lapangan di dapat kapasitas saluran (Qs) = 0,896 m/s jadi saluran tersebut sudah mengalami penyempitan yang di sebab kan oleh sedimentasi sehingga menyebabkan perubahan kinerja pada saluran. Genangan air sangat berpengaruh terhadap kerusakan Jalan Tongkol dimana didapat persentase total kerusakan Jalan Tongkol akibat genangan air yaitu sebesar 72.72%. dan persentase kerusakan jalan pertahun sebesar 14.54%. Berdasarkan analisis tersebut maka perlu dilakukan perbaikan terlebih dahulu terhadap dreinasese hingga dapat mengatasi masalah genangan air yang menyebab kan terjadinyakerusakan di JalanTongkol.
PENGARUH PERUBAHAN TATAGUNA LAHAN TERHADAP KINERJA SALURAN DRAINAE STUDI KASUS DESA LABANGKA: STUDI KASUS DESA LABANGKA Imansyah, Adin Fikri; Najimuddin, Didin; Israjuna, Israjuna
Jurnal SainTekA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.324 KB) | DOI: 10.58406/sainteka.v3i1.703

Abstract

Akibat danya perubahan tata guna lahan di pulau Sumbawa saat ini mengalami penurunan debit air sebesar 32% dikarenakan intensitas hujan menurun akibat dari itu tanaman padi mengalami gagal panenen. Untuk mengatasi intensitas hujan yang kurang tersebut maka dioptimalkan drainasi pada derah irigasi sehingga kecepatan air meningkat dan resapan air tanah menurun. Rancangan saluran dranasi untuk mengalirkan air ke petak persawahan sangat tepat dikarenakan air yang mengalir bisa terbagi maksimal. Masalah utama yang yang dirasakan akibat penutupan lalahan tersebut adalah bagaimana menjaga agar umur layanan bangunan sesuai dengan apa yang direncanakan. Adanya penggundulan hutan pada daerah pengaliran sungai dan perubahan fungsi lahan menyebabkan terjadinya erosi pada tanah sekitar, sehingga mempercepat pendangkalan pada saluran hal ini disebabkan oleh rusaknya saluran sehingga terjadinya rembesan disamping itu juga tidak ada pemeliharaan saluran. Dari hasil peneitian menyimpulkan bahwa kondisi saluran draenase labangka debit airnya adalah 0,109 m3/det, dengan luas penampang saluran 2,021 m2 dengan kecepatan rata – rata 0,24 m/det.Adapun cara penangulaganya adalah dengan cara normalisasi saluran drainase dan pembuatan saluran beton.
ANALISIS PELESTARIAN SUMBER MATA AIR BUIN AI AWAK KELURAHAN SEKETENG KABUPATEN SUMBAWA Priago, Julius Ade; Satriawansyah, Tri; Ilfiani, Pratiwi Dian
Jurnal SainTekA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.721 KB) | DOI: 10.58406/sainteka.v3i1.704

Abstract

Kabupaten Sumbawa khususnya kelurahan Seketeng memiliki sumber mata air yang keberadaannya sudah ada sejak sistem pemerintahan Sumbawa masih berbentuk kerajaan. Cagar budaya ini dinamakan Buin Ai Awak yang terletak dikaki bukit dalam kota sumbawa yang sangat bermanfaat sebagai sumber air keperluan sehari-hari masyarakat setempat seperti mandi, mencuci hingga air minum masyarakat sekitar. Kondisi Buin Ai Awak yang kurang perawatan baik dari segi pemeliharaan maupun kondisi fisik bangunan yang sudah termakan usia menjadi penyebab tidak maksimalnya pemanfaatan air oleh masyarakat. Oleh karena itu, perlunya konservasi dan preservasi Buin Ai Awak yang bertujuan untuk memaksimalkan fungsi dan peran situs serta tempat-tempat bersejarah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai debit mata air dan mengetahui konsep pengelolaan pelestarian mata air Buin Ai Awak Kelurahan Seketeng. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode teknik sipil. Konservasi teknik sipil teknis atau mekanik adalah semua perlakuan fisik mekanis yang diberikan terhadap tanah, dan pembuatan bangunan yang ditujukan untuk mengurangi aliran permukaan dan erosi serta meningkatkan kelas kemampuan tanah.Berdasarkan hasil penelitian jumlah penduduk disekitar lokasi penelitian berjumlah 126 jiwa dengan kebutuhan air 151.2 m³/hari dapat dipenuhi oleh total debit yang dihasilkan Buin Ai Awak air 167 m3/hari. Debit air tanah yang dihasilkan oleh mata air Buin Ai Awak pada bak penampung permandian pria sebesar 66,528 m3/hari, bak penampung permandian wanita 1 sebesar 53,222 m3/hari, Bak penampung permandian wanita 2 sebesar 47,520 m3/hari. Konsep pengelolaan pelestarian mata air teknik vegetatif berupa pemilihan tumbuhan yang dapat menyimpan/menyerap air seperti penanaman pohon Tabebuya, tanaman Pisang, tanaman Beringin dan rumput Jepang. Sedangkan konsep pengolahan pelestarian teknik sipil berupa perencanaan teras bangku, teras batu, serta redesain Buin Ai Awak sehingga menjadi tempat wisata.
PERENCANAAN BENDUNG BRONJONG SEBAGAI ALTERNATIF PADA DAERAH IRIGASI KECIL Astama, Ricci Wahyu; Badaruddin, Badaruddin; Nuraini, Eni
Jurnal SainTekA Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.194 KB) | DOI: 10.58406/sainteka.v3i1.705

Abstract

Sejalan dengan perkembangan ekonomi yang setiap tahunnya semakin meningkat dan kebutuhan masyarakat akan produksi pangan yang semakin tinggi, maka harus dilakukan suatu alternatif atau upaya untuk meningkatkan produksi pangan yaitu melalui kegiatan perbaikan, peningkatan dan pengembangan dibidang irigasi. Di Indonesia terdapat daerah irigasi yang tidak cukup besar, dalam hal ini untuk mengatasi masalah tersebut peneliti merencanakan suatu alternatif untuk memecahkan masalah tersebut tampa mengeluarkan biaya yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas tubuh bendung jika menggunakan pasangan bronjong, mengetahui susunan bronjong pada tubuh bendung, mengetahui anggaran biaya yang dikeluarkan jika menggunakan pasangan bronjong pada tubuh bendung. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan metode kuantitatif dengan cara melakukan observasi di lokasi penelitian. Untuk hasil perencanaan mengunakan metode E. J. Gumble, metode Rasional. Dari hasil analisis stabilitas kostruksi bendung pasangan bronjong, kostruksi bendung aman terhadap geser sesuai dengan ketentuan SF = 1,544 > dari 1,50 dengan gaya-gaya yang bekerja yaitu : tekanan lumpur (F1) = 5,94 Kn, tekanan banjir (F2) = 15,079 Kn, serta akibat gempa (Ga) = 0,555 Kn. Susunan bronjong untuk tubuh bendung harus berbeda antara lapisan 1 (satu) dengan lapisan selanjutnya agar pasangan bronjong mengikat satu dengan yang lainnya. Pada lapisan pertama didalam pondasi terdapat dolken yang direncanakan untuk menambah kekuatan stabilitas bendung agar tahan terhadap geser. Hasil perhitungan rencana anggaran biaya yang didapatkan untuk pasangan bronjong menghasilkan total anggaran biaya sekitar Rp. 268.308.000,00 (Dua ratus enam puluh delapan juta tiga ratus delapan ribuh rupiah).
TINGKAT PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK KONSTRUKSI, STUDI KASUS PASAR SEKETENG SUMBAWA BESAR Syahbani, Muhammad; Satriawansyah, Tri; Padusung, Padusung
Jurnal SainTekA Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v3i2.975

Abstract

Peningkatan pembangunan di berbagai daerah di Indonesia khususnya di sumbawa membuat banyak kontaktor saling bersaing dalam melaksanakan sebuah proyek. Mulai dari kecepatan, mutu, dan biaya mereka sangat bersaing dalam 3 hal tersebut. Namun sekarang masih banyak kontraktor yang mengesampingkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pelaksanaan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek konstruksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan cara observasi, metode ini lebih cenderung pada hasil yang deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Instrumen yang digunakan yaitu instrumen yang berasal dari peraturan menteri PU No. 9 tahun 2008. Penelitian ini dilakukan pada proyek konstruksi dipasar seketeng Sumbawa besar, yaitu Dari hasil pengamatan dalam peyediaan fasilitas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proyek kontruksi Pasar seketeng sumbawa besar diketahui bahwa item-item kelengkapan sudah tersedia dilokasi setelah dilakukan kuisioner kepada tukang 14 orang.Kelengkapan yang mempengaruhi sumber resiko kecelakaan dalam fasilitas k3 yaitu Pada peringkat pertama (1) ditempati oleh Sepatu, pada peringkat ke dua (2) di tempati oleh Helm, peringkat ke tiga (3) ditempati oleh rambu-rambu , peringkat ke empat (4) ditempati oleh sarung tangan, Peringkat ke lima (5) ditempati oleh Masker, Peringkat ke enam (6) ditempati oleh jaring pengaman, diperingkat ke tujuh (7) ditempati oleh alarm peringatan, peringkat ke delapan (8) ditempati oleh Hydrant, peringkat ke sembilan (9) ditempati oleh spanduk peringatan K3, peringkat ke sepuluh (10) ditempati oleh Rompi, peringkat ke sebelas (11) ditempati oleh Lampu peringatan.
ANALISIS MODEL GERAKAN ALIRAN AIR TERHADAP KERUSAKAN JALAN: (STUDI KASUS : JALAN SAMOTA KABUPATEN SUMBAWA PROVINSI NTB) Na'im, Jannatun; Zulkarnaen, Zulkarnaen; Purnama, Ady
Jurnal SainTekA Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v3i2.976

Abstract

Kondisi pembangunan infrastuktur Jalan Samota mengalami permasalahan dikarenakan kondisi jalan yang mengalami berbagai kerusakan pada struktur jalan akibat dari gerakan aliran air pada segmen jalan. Gerakan aliran air akan menyebabkan terjadinya kerusakan jalan seiring berjalannya waktu. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh gerakan aliran air terhadap kerusakan jalan berdasarkan tinjaun hidrologi dan hidrolika, serta mengetahui jenis kerusakan dan tingkat kerusakan jalan pada Jalan Samota akibat gerakan aliran air.Objek dalam penelitian adalah STA 006+000 – STA 008+050 pada Jalan Samota, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi gerakan aliran air pada tiap segmen jalan yang menyebabkan kerusakan konstruksi jalan berdasarkan jenis dan tingkat kerusakan perkerasan jalan. Lokasi Penelitian dibagi menjadi 3 segmen, yaitu segmen 1 berada pada STA 006+000 – STA 006+045, segmen 2 yaitu pada STA 007+100 – STA 007+150, dan segmen 3 yang berada pada STA 008+000 – STA 008+050. Selanjutnya, analisis data secara hidrologi menggunakan metode CH Thiessen yang dilanjutkan analisis hidraulika menggunakan metode Angka Reynold untuk menentukan jenis gerakan aliran air.Penelitian ini mendapatkan hasil debit saluran pada segmen 1 yaitu 0,397 m3/detik, segmen 2 yaitu 0,293 m3/detik, dan segmen 3 yaitu 0,24 m3/detik. Tiap segmen jalan yang mengalami gerakan aliran air berupa turbulen akan menyebabkan tingkat kerusakan jalan semakin tinggi. Pada segmen 1 didapat Angka Reynold sebesar 1518 sehingga terjadinya gerakan aliran air turbulen dengan tingkat kerusakan 21,85%. Pada segmen 2 didapat Angka Reynold sebesar 1312 menyebabkan gerakan aliran air turbulen dengan tingkat kerusakan 16,57%. Sedangkan pada segmen 3 didapat Angka Reynold sebesar 911 sehingga terjadinya gerakan aliran air transisi dengan tingkat kerusakan 9,71%. Pada setiap segmen jalan yang mengalami gerakan aliran air turbulen menyebabkan tingkat kerusakan jalan semakin tinggi. Akibat dari gerakan aliran air tersebut, ketiga segmen mengalami jenis kerusakan jalan berupa pelapukan dan butiran lepas.
PERBANDINGAN METODE BINA MARGA DENGAN METODE NAASRA-87 TERHADAP TEBAL OVERLAY PADA RUAS JALAN SAMOTA KABUPATEN SUMBAWA Suryadi, Padli; Najimuddin, Didin; Padusung, Padusung
Jurnal SainTekA Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v3i2.977

Abstract

Perencanaan lapis tambahan (overlay desigh) merupakan penentuan ketebalan dari lapisan aspal beton atau lapisan butir yang akan melapisi perkerasan jalan yang ada, sebagai usaha dalam mengatasi penurunan kekuatan perkerasan serta melindungi struktur selama periode desain. Perencanaan lapis tambahan aspal beton untuk perkerasan lentur pada ruas jalan Samota didasarkan pada besarnya lendutan yang terjadi. Data lendutan tersebut diperoleh dari pengukuran dengan alat Benkelman Beam pada satu standar pembebanan. Materi yang dievaluasi meliputi karakteristik masing-masing metoda dan hasil luaran terlihat bahwa metode Bina Marga menghasilkan tebal lapis tambahan sebesar 92 mm, sedangkan metode NAASRA sebesar 105 mm. Maka kebutuhan tebal lapis tambahan pada metode NAASRA memberikan nilai lebih besar dari kedua metode yang dibandingkan melalui stadi kasus.
ANALISIS TUNDAAN EFEKTIF SIMPANG PESAWAT GERBANG KOMPLEKS KEMUTAR TELU CENTER KECAMATAN TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT Nugroho, Ilham Derry; Nuraini, Eni
Jurnal SainTekA Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v3i2.978

Abstract

Kondisi lalu lintas di simpang Pesawat Gerbang Kompleks Kemutar Telu Center (KTC) Taliwang Kecamatan Sumbawa Barat memiliki masalah dalam pengaturan lampu lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui kinerja simpang dan tundaan efektif untuk sebagai acuan untuk mendapatkan waktu lampu lalu lintas yang sesuai dengan keadaan di simpang pesawat. Metode yang digunakan menggunakan analisis berdasar kepada Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Dari hasil perhitungan tundaan rata-rata pada pendekat utara sebesar 15,8 det/smp dengan tingkat pelayanan C, pendekat timur sebesar 15,8 det/smp dengan tingkat pelayanan C, pendekat barat sebesar 15,8 det/smp dengan tingkat pelayanan C, pendekat selatan sebesar 15,8 det/smp dengan tingkat pelayanan C. Setelah penyesuaian tundaan efektif pada pendekat utara sebesar 11,9 det/smp dengan tingkat pelayanan B, pendekat timur sebesar 11,9 det/smp dengan tingkat pelayanan B, pendekat barat sebesar 11,9 det/smp dengan tingkat pelayanan B, pendekat selatan sebesar 11,9 det/smp dengan tingkat pelayanan B.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN KOMPOSIT DI DESA GONTAR Zakina, Nina; Badaruddin, Badaruddin; Purnama, Ady
Jurnal SainTekA Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v3i2.979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari tegangan yang terjadi pada balok setelah terjadi komposit. Lokasi sungai Gontar yang akan di rencanakan jembatan berada di desa Gontar, Alas Barat. Tiang sandaran yang direncanakan didapatkan hasil diameter pipa = 76,3 mm dengan jarak tiang sandaran 200 cm, penulangan tiang sandaran Mu = 2,3 x 106 Nm, dipakai tulangan lentur 2 Ø 10, dan tulangan geser didapatkan jarak sengkang Ø 8-120 mm. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan yaitu hasil tulangan lentur Ø 13-100 mm, tulangan pembagi Ø 10-300 mm.dimensi plat lantai trotoar dengan lebar 100 cm, dan tinggi dari pelat lantai 25 cm; hasil penulangan arah melintang (lx) digunakan tulangan pokok Ø 10-75 mm, dan penulangan arah memanjang (ly) digunakan tulangan pokok Ø 10-75 mm; jarak antar gelagar memanjang 1,88 meter dengan jumlah 11 buah, gelagar melintang 5 meter dengan jumlah 7 buah; plat injak menggunakan tulangan lentur Ø 16-210 mm dan tulangan pembagi menggunakan Ø 8-1000 mm.