cover
Contact Name
Pratiwi Dian Ilfiani
Contact Email
jurnalsainteka@gmail.com
Phone
+6287863850000
Journal Mail Official
jurnalsainteka@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik-Universitas Samawa Jl. Raya Semongkat, Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 84316, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa, Kec. Unter Iwes, Kab. Sumbawa
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal SainTekA
Published by Universitas Samawa
ISSN : 28081056     EISSN : 27759474     DOI : https://doi.org/10.58406/sainteka
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini menerbitkan artikel dari hasil penelitian yang membahas sains dan teknologi di bidang sipil, mesin dan arsitektur
Articles 92 Documents
EVALUASI KINERJA RUAS JALAN DARI PASAR TRADISIONAL MENJADI PASAR MODERN (STUDI KASUS PASAR SEKETENG STA 0+000 – STA 0+200) Kusuma, Jaya Ade; Najimuddin, Didin; Purnama, Ady; Ilfiani, Pratiwi Dian
Jurnal SainTekA Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v6i3.2163

Abstract

Perubahan fungsi pasar dari tradisional ke modern seringkali berdampak signifikan terhadap kinerja ruas jalan di sekitarnya, terutama dalam hal volume lalu lintas, kapasitas jalan, dan tingkat pelayanan (Level of Service/LOS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruas jalan di Pasar Seketeng (STA 0+000 – STA 0+200) setelah transformasi pasar tersebut. Metode analisis yang digunakan meliputi pengamatan lapangan untuk menghitung volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan geometri jalan, serta penerapan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 untuk menilai kinerja jalan berdasarkan rasio volume terhadap kapasitas (V/C) dan LOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas harian rata-rata pada ruas jalan studi adalah 801,7 kendaraan/jam. Jam sibuk tertinggi terjadi pada pukul 16:00–17:00 dengan volume 992,2 kendaraan/jam. Komposisi lalu lintas didominasi oleh sepeda motor (69,48%), diikuti oleh mobil penumpang (26,87%), kendaraan berat (2,76%), dan bus (0,94%). Hasil analisis menunjukkan volume lalu lintas terkonversi sebesar 519,6 smp/jam, kapasitas 2.480,7 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) 0,20, dan LOS A (arus bebas). Namun, kecepatan kendaraan rata-rata hanya 8,89 km/jam akibat hambatan samping yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun secara teoritis kapasitas jalan masih longgar, kinerja operasional terganggu oleh aktivitas pasar di sekitar ruas jalan.
ANALISIS PERKUATAN DINDING PENAHAN TANAH JALAN SAMOTA LANJUTAN MENGGUNAKAN GEOTEKSTIL NON WOVEN Zulkarnaen Zulkarnaen; Ady Purnama; Didin Najimuddin; Nurma Suryani
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i1.2329

Abstract

Kestabilan struktur dinding penahan tanah (DPT) sangat krusial dalam pembangunan infrastruktur jalan, terutama pada area dengan karakteristik tanah yang menantang. Proyek Jalan Samota Lanjutan di Kabupaten Sumbawa menghadapi permasalah berupa indikasi ketidakstabilan pada konstruksi DPT di Area operasional PT. Nindya Karya, Dusun Ai Bari. Kondisi tanah yang rentan terhadap gangguan eksternal seperti beba\n getaran mesin, potensi gempa, dan pengaruh air tanah dapat menurunkan parameter fisik serta mekanik tanah, yang berisiko menyebabkan kegagalan struktur dan membahayakan keselamatan. Meskipun DPT eksisting telah memenuhi syarat keamanan, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan geotekstil non woven sebagai perkuatan tambahan. Masalah utama yang dianalisis adalah seberapa besar pengaruh geotekstil terhadap kekuatan DPT dan parameter apa saja yang mempengaruhi kinerjanya. Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder dari laporan proyek, seperti data geoteknik tanah dan geometri DPT, yang kemudian dianalisis dengan metode perhitungan stabilitas guling () dan geser (). Analisis ini membandingkan kondisi DPT tanpa perkuatan (eksisting) dengan kondisi setelah perkuatan geotekstil dengan asumsi peningkatan sudut gesek tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa DPT eksisting sudah aman dengan nilai sebesar 6.43 dan sebesar 2.46, keduanya diatas syarat minimum 1.5. Setelah Perkuatan dengan geotekstil, ditemukan peningkatan signifikan: naik menjadi 11.19 (peningkatan 74%) dan naik menjadi 3.73 (peningkatan 51.6%). Peningkatan ini terjadi karena geotekstil dapat mengurangi koefisien tekanan tanah aktif () dan gaya horizontal. Kesimpulannya, geotekstil non woven sangat efektif dalam meningkatkan stabilitas DPT, dan keberhasilannya bergantung pada parameter tanah yang akurat, seperti sudut gesek dalam ( dan kohesi (), serta prosedur pemasangan yang optimal.
KEBIJAKAN MANAJEMEN RESIKO LINGKUNGAN DALAM MEWUJUDKAN KEBERLANJUTAN SISTEM PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI PASAR SEKETENG Ady Purnama; Komang Metty Trisna Negara; Pratiwi Dian Ilfiani; Sri Salsa
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i1.2330

Abstract

Rendahnya efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pasar, yang menyebabkan kualitas air buangan belum memenuhi standar baku mutu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan manajemen risiko lingkungan dalam mewujudkan keberlanjutan sistem pengolahan air limbah di Pasar Seketeng, Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter BOD dan TSS hasil uji laboratorium masih jauh melebihi ambang batas SNI, dengan efektivitas pengolahan rata-rata hanya 32%. Faktor penyebab utama berasal dari keterbatasan kapasitas IPAL, pemeliharaan yang tidak terjadwal, lemahnya penegakan regulasi, serta rendahnya kesadaran pedagang dalam memilah limbah. Kebijakan yang diterapkan selama ini bersifat kuratif dan belum menyentuh aspek preventif. Untuk mencapai keberlanjutan sistem, perlu dilakukan peningkatan teknologi IPAL, pengawasan rutin oleh instansi terkait, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan dan pengawasan. Implementasi manajemen risiko lingkungan yang komprehensif dinilai mampu menurunkan risiko pencemaran dan meningkatkan efektivitas pengolahan air limbah secara berkelanjutan di Pasar Seketeng.
EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SUMBAWA Ady Purnama; Komang Metty Trisna Negara; Pratiwi Dian Ilfiani; Pande Anom Santoso
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i1.2332

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah cair dengan potensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RSUD Sumbawa berdasarkan kondisi eksisting, kesesuaian kualitas effluent terhadap baku mutu, serta efektivitas pengolahannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan mix method melalui observasi lapangan, wawancara, serta analisis laboratorium terhadap parameter BOD, COD, TSS, pH, amonia, minyak dan lemak, serta coliform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas IPAL sebesar 70 m³/hari masih mencukupi untuk mengolah debit limbah aktual sekitar 45,53 m³/hari. Pengujian laboratorium menunjukkan bahwa kualitas air limbah hasil pengolahan telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan dalam Permen LHK No. 68 Tahun 2016 dan Permen LH No. 5 Tahun 2014. Efektivitas pengolahan juga tergolong sangat baik, dengan persentase penyisihan mencapai 98,20% untuk BOD, 82,35% COD, 87,23% amonia, 73,11% minyak dan lemak, serta 99,99% coliform. Hasil ini menunjukkan bahwa IPAL RSUD Sumbawa berfungsi optimal dan mampu menurunkan kandungan pencemar secara signifikan. Dengan demikian, sistem IPAL yang diterapkan sudah sesuai standar dan efektif dalam mencegah pencemaran lingkungan, sehingga mendukung terciptanya lingkungan rumah sakit yang aman dan sehat.
EVALUASI DRAINASE PERKOTAAN TERHADAP BANJIR KOTA SUMBAWA Tri Satriawansyah; Didin Najimuddin; Ady Purnama; Nadha Sabilla
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i1.2333

Abstract

Kota Sumbawa sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial sering mengalami banjir pada musim hujan akibat curah hujan ekstrem, sedimentasi, penyumbatan saluran, serta perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas saluran drainase eksisting dalam menampung debit banjir rencana serta memberikan rekomendasi teknis perbaikan. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer berupa survei dimensi saluran drainase dan data sekunder berupa curah hujan harian dari Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Kaharuddin periode 2020–2025. Analisis hidrologi dilakukan dengan metode distribusi Log Pearson III untuk menentukan curah hujan rencana. Debit banjir rencana dihitung dengan metode rasional, sedangkan kapasitas saluran ditentukan menggunakan persamaan Manning. Hasil analisis menunjukkan bahwa debit banjir rencana (Qr) sebesar 1,8224 m³/det masih lebih kecil dibandingkan kapasitas saluran eksisting (Qc) sebesar 5,806 m³/det, sehingga secara teknis saluran mampu menampung limpasan hujan. Namun, banjir tetap terjadi akibat penyempitan saluran, timbunan tanah, sampah, serta kurangnya pemeliharaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem drainase Kota Sumbawa secara kapasitas masih memadai, tetapi perlu dilakukan upaya penanggulangan seperti normalisasi saluran, perbaikan infrastruktur, pengerukan sedimen, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan drainase.
PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ( K3) DI CV. TRIYUDA PERKASA UNTUK TERCAPAINYA PRODUKTIVITAS YANG MAKSIMAL Sudarto, Sudarto
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i2.2478

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan langkah pencegahan untuk menghindari berbagai potensi bahaya di tempat kerja, sehingga seluruh pekerja tetap aman dan sehat saat menjalankan tugasnya. Lingkungan kerja yang terjaga keselamatannya akan mengurangi risiko kecelakaan maupun insiden yang dapat berujung pada meningkatnya absensi serta menambah beban biaya bagi perusahaan. Kondisi tenaga kerja yang sakit atau cedera juga dapat menurunkan produktivitas dan mengganggu kelancaran operasional. Pelaksanaan K3 memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi setiap kelemahan maupun potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Dalam prosesnya, dilakukan analisis terhadap penyebab dan dampak kejadian tersebut, serta menilai apakah risiko bisa dikurangi atau dikendalikan. Produktivitas pekerja menjadi faktor penting dalam perkembangan bisnis. Semakin tinggi produktivitas, semakin besar hasil atau output yang dapat dicapai dalam waktu tertentu. Guna mencapai produktivitas optimal, perlu diperhatikan berbagai aspek pendukung seperti motivasi bekerja, kesempatan kerja yang baik, efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan tugas, kompetensi, serta pengalaman dan pengetahuan yang memadai. Pengukuran produktivitas tenaga kerja biasanya dilakukan dengan melihat output fisik per individu atau per jam kerja, yang dapat dihitung berdasarkan jam, hari, hingga tahun kerja. Dengan kata lain, produktivitas menggambarkan jumlah pekerjaan yang mampu diselesaikan oleh pekerja sesuai standar pelaksanaan dalam jangka waktu tertentu. Secara ringkas, penerapan K3 berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehingga proses kerja berjalan lancar dan produktivitas perusahaan dapat terus meningkat keselamatan kerja di tempat kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberhasilan seluruh perusahaan
PERBANDINGAN KINERJA BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN DINDING MENGGUNAKAN MATERIAL BATU KAPUR DAN BATA RINGAN israjunna israjunna; Risang Setyobudi; M. Ziaul Fikar; Nunuk Candra Setiyanta
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i2.2340

Abstract

Perkembangan sektor konstruksi yang semakin pesat menuntut penggunaan material bangunan yang efisien dari segi biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Pemilihan material dinding menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi, khususnya dalam upaya meningkatkan efisiensi pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efisiensi biaya dan waktu pekerjaan dinding menggunakan material batu kapur dan bata ringan per 1 m². Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan biaya pekerjaan dan pengukuran waktu kerja berdasarkan produktivitas tenaga kerja pada setiap tahapan pekerjaan dinding, yang meliputi pekerjaan pasangan, plesteran dan acian, serta penyelesaian (finishing). Data yang diperoleh kemudian dibandingkan untuk mengetahui tingkat efisiensi masing-masing material. Temuan penting penelitian menunjukkan bahwa total biaya pekerjaan dinding menggunakan batu kapur sebesar Rp 241.003,00, sedangkan menggunakan bata ringan sebesar Rp 341.775,65, dengan selisih biaya sebesar Rp 100.772,65, sehingga batu kapur lebih efisien dari segi biaya. Namun demikian, dari aspek waktu pelaksanaan, pekerjaan dinding menggunakan bata ringan membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu 32 menit per 1 m², dibandingkan dengan batu kapur yang memerlukan waktu 108 menit per 1 m². Pada kedua jenis material, tahap penyelesaian (finishing) merupakan tahapan yang paling dominan dalam penggunaan waktu kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan batu kapur lebih efisien dari segi biaya, sedangkan penggunaan bata ringan lebih efisien dari segi waktu pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu, pemilihan material dinding dalam proyek konstruksi perlu mempertimbangkan prioritas proyek, baik dari aspek penghematan biaya maupun percepatan waktu penyelesaian pekerjaan.
HAMBATAN ADMINISTRATIF DAN OPERASIONAL DARI ADOPSI TEKNOLOGI CETAK 3D PADA SEKTOR UMKM Didit Darmawan; Ahmad Rafi Faisal Izyan; Panji Prima Rosuli; Mochamad Saleh; Syaiful Anwar
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i2.2421

Abstract

Manufaktur aditif atau pencetakan 3D menawarkan peluang bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam produksi skala kecil dan kustomisasi massal. Namun, tingkat adopsi di kalangan UKM di negara-negara berkembang masih rendah. Studi literatur kualitatif ini mengkaji hambatan administratif dan operasional yang membatasi penerapan teknologi pencetakan 3D oleh UKM. Hambatan administratif meliputi ketidakhadiran standar produk, prosedur impor yang rumit untuk mesin dan bahan baku, serta perlindungan hak kekayaan intelektual yang lemah untuk file desain digital. Hambatan operasional mencakup kekurangan tenaga kerja terampil, pasokan bahan baku yang sulit, biaya pemeliharaan yang tinggi, ketidakcocokan kapasitas produksi, pengetahuan yang terbatas tentang optimasi desain, dan akses yang terbatas ke platform e-commerce. Kendala keuangan dan ketimpangan geografis semakin memperparah masalah-masalah ini. Model kebijakan yang berhasil dari Jerman dan Singapura memberikan pelajaran untuk perancangan intervensi. Pendekatan terkoordinasi antar kementerian diperlukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang saling terkait ini.
ANALISIS PERBANDINGAN PROGRES RENCANA DAN REALISASI TERHADAP KINERJA WAKTU PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG Ahmad Ridho; Ananta Kusuma; Dimas Aji Purnomo; Hari Pranoto
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i2.2424

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi gedung umumnya terjadi akibat ketidaksesuaian antara progres pekerjaan yang direncanakan dengan progres aktual di lapangan. Evaluasi terhadap progres rencana dan progres realisasi perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui tingkat pencapaian pekerjaan serta kinerja waktu proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan progres rencana dan realisasi terhadap kinerja waktu pada proyek konstruksi gedung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada proyek pembangunan gedung Pembangunan Rumah Pompa. Data penelitian diperoleh dari time schedule, kurva-S rencana, laporan mingguan, bobot pekerjaan, dan dokumentasi progres aktual. Analisis dilakukan dengan menghitung deviasi antara progres kumulatif rencana dan realisasi pada setiap minggu pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progres realisasi proyek mengalami deviasi terhadap progres rencana. Pada minggu ke-4, progres rencana sebesar 18,42%, sedangkan progres realisasi sebesar 15,77%, sehingga terjadi deviasi sebesar 2.55%. Nilai deviasi negatif menunjukkan bahwa proyek berada dalam kondisi terlambat dibandingkan jadwal rencana. Penyebab utama keterlambatan meliputi keterbatasan tenaga kerja, rendahnya produktivitas pekerjaan, perubahan desain, serta kurang optimalnya koordinasi antar pihak proyek. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semakin besar selisih negatif antara progres rencana dan progres realisasi, semakin rendah kinerja waktu proyek. Oleh karena itu, pengendalian jadwal perlu dilakukan melalui evaluasi mingguan, percepatan pekerjaan kritis, penambahan sumber daya, dan peningkatan koordinasi pelaksanaan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam bentuk evaluasi kinerja waktu berbasis kurva-S yang dapat digunakan sebagai alat monitoring dan pengendalian proyek konstruksi gedung.
ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DIDESA BATU TERING Ady Purnama; Adi Ahda Sapratama; Padusung Padusung; Zulkarnaen Zulkarnaen; M Wildan
Jurnal SainTekA Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal SainTekA
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/sainteka.v7i2.2458

Abstract

Di desa Batu Tering sudah terdapat sistem air bersih tapi belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih desa secara maksimal serta daerah cakupannya belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besar kebutuhan air bersih masyarkat di desa batu tering dan mengetahui sumber air yang ada dapat memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Batu Tering. Lokasi penelitian terletak didesa Batu Tering. Metode penelitian meliputi data primer dan sekunder. Data primer meliputi observasi lapangan, pengamatan terhadap kondisi lingkungan, dan melakukan pengukuran debit air dengan sebuah wadah. Data sekunder diperoleh dari kantor desa Batu Tering. Teknik pengolahan data penelitian adalah sebagai berikut menghitung proyeksi penduduk menggunakan metode geometri, analisa debit air, analisa kebutuhan domestik air bersih, analisis kebutuhan air, perhitungan pipa distribusi dan kehilangan air dalam pipa dengan mengunakan metode Hardy Cross dengan persamaan Hazen Williams. Dari hasil perhitungan diperoleh Keterediaan air bersih Desa Batu Tering pada tahun 2024 sebesar 2.29 l/d. kebutuhan total air bersih Desa Batu Tering sebesar 2.93 l/d. Dan Dari hasil analisis didapat kehilangan air pada masing masing dusun adalah Dusun Batu Tering A sebesar -0.0049 m/s, Dusun Batu Tering A sebesar -0.00341 m/s, Dusun Sela sebesar -0.00462 m/s dan Dusun Melung sebesar -0.002 m/s

Page 9 of 10 | Total Record : 92