cover
Contact Name
nazaruddin
Contact Email
nazr@unida-aceh.ac.id
Phone
+62651-4434942098
Journal Mail Official
jitu@unida-aceh.ac.id
Editorial Address
Jl. Kampus UNIDA No 15 Desa Surien Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Kode Pos 23234
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida)
ISSN : 25487205     EISSN : 27216861     DOI : https://doi.org/10.55616/jitu
Core Subject : Engineering,
JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida) merupakan jurnal ilmiah dan wadah seluruh penelitian, analisis kebijakan dan kajian-kajian tioritis untuk berbagi dalam ilmu pengatahuan dan teknologi
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2023): Des" : 19 Documents clear
Penggunaan Manganeese Greensand Untuk Menurunkan Kadar Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Dalam Air Tanah
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.665

Abstract

Air tanah adalah air hujan atau air permukaan yang meresap ke dalam tanah dan batu-batuan, kemudian air tersebut tersimpan di dalam tanah. Air tanah mengalami kontak dengan berbagai macam material yang terdapat di dalam bumi. Sehingga pada umumnya air tanah mengandung kation dan anion terlarut dan beberapa senyawa organik. Ion ion yang sering ditemui pada air tanah adalah Besi (Fe) dan Mangan (Mn). Menurut data analisa kualitas air bahwa kandungan Besi (Fe) dalam air sumur di Desa Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya adalah 1,453 mg/L, dan kadar Mangan (Mn) adalah 1,097 mg/L. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persen penurunan kadar Fe dan Mn pada proses adsorbsi menggunakan Manganeese Greensand dengan perubahan berat Manganeese Greensand dengan volume air tanah (gr/L) : 10, 20, 30, 40, 50 dan lama adsorbsi (menit) 10, 20, 30, 40, 50. Kesimpulan penelitian ini adalah : penurunan kadar Besi (Fe) terbesar 65,98% pada kondisi operasi 30 gram/1L dan lama adsorbsi 40 menit. Dan diperoleh prosentase penurunan kadar Mangan (Mn) terbesar 10,44% pada kondisi operasi 50 gram/1L dengan lama adsorbsi 30 menit.
Pengujian Berbagai Produk Tawas Berdasarkan Kadar Alumina Oksida Didik Purwanto
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.666

Abstract

Limbah aluminium foil dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan karena tergolong limbah anorganik, yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Penelitian ini memanfaatkan limbah aluminium foil sebagai bahan baku untuk pembuatan tawas, Aluminium Sulfat KAl(SO4)2. Tawas dimanfaatkan sebagai koagulan, penjernih air dan juga penguat warna tekstil. Penelitian diawali dengan tahap persiapan, tahap pembuatan tawas, dan tahap analisa produk tawas. Percobaan dilakukan dengan mereaksikan limbah aluminium foil dengan larutan KOH dan larutan H2SO4 berbagai konsentrasi sebagai variabel. Analisa kualitas tawas yang kami lakukan yaitu analisa %Al2O3. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tawas terbaik pada kondisi operasi konsentrasi larutan KOH 2M dan larutan H2SO4 9M dengan kadar Al2O3 sebesar 15,483%..
Evaluasi Purna Huni Pasar Tradisional : (Studi Kasus: Pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan) Dela Andriani
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.675

Abstract

Pasar merupakan fasilitas umum yang digunakan sebagai tempat untuk mewadahi aktivitas masyarakatnya dalam memperoleh kebutuhan hidup seharihari, seperti kebutuhan sandang dan pangan. Pasar Sangkumpal Bonang merupakan pasar induk di Kota Padangsidimpuan yang terdiri dari 3 lantai. Namun sejalan dengan berfungsinya pasar, ditemukan fenomena yaitu fisik bangunan yang sudah terbilang tidak layak dan belum berfungsinya kios-kios yang berada di lantai dua bangunan dengan maksimal. Kios-kios tersebut terlihat sepi dan tidak digunakan untuk usaha. Evaluasi purna huni didefinisikan sebagai pengujian efektivitas sebuah lingkungan binaan bagi kebutuhaan manusia, baik pengujian efektivitas bangunan sendiri maupun efektivitas programnya terhadap kebutuhan pengguna. Evaluasi purna huni (EPH) ini bertujuan untuk mengetahui performa bangunan pasar berdasarkan standar yang ada dan faktor penyebab tidak optimalnya ruang lantai 2 sehingga dapat menggambarkan tingkat kualitas performansi dan fungsi bangunan pasar. Cakupan evaluasi penelitian ini terdiri dari 3 aspek yaitu elemen teknis, fungsional dan perilaku. Metode yang digunakan pada kajian ini adalah mix method yang dilaksanakan dengan pendekatan studi kasus, serta menggunakan teknik evaluasi purna huni induktif. Hasil evaluasi yang ditemukan bahwa performa bangunan pasar pada pendekatan teknis, fungsional, dan perilaku dengan total elemen yaitu 12, memiliki performa yang kurang baik dimana terdapat 7 elemen dalam kondisi kurang baik dan perlu diperbaiki, 5 memiliki performa yang cukup baik dan sudah banyak yang sesuai dengan standar peraturan. Penyebab pedagang tidak menempati ruang dalam lantai 2 bangunan pasar disebabkan penentuan fungsi (fisik) yaitu keamanan dan kenyamanan ruang serta pertimbangan karakter uang sewa dalam keberhasilan berdagang. Temuan penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah lanjutan pada Pasar Sangkumpal Bonang.Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mix method) yang merupakan penelitian yang menggabungkan antara data kuantitatif dan data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan atau observasi, dan metode wawancara yang terdiri dari kuisioner serta depth interview. Wawancara difokuskan pada pengguna ruang yaitu pedagang baik berupa pedagang formal maupun pedagang kaki lima.
Analisis Parkir Inap (Zona B) Kendaraan Roda Empat Bandara Internasional Kualanamu Muhammad Fadli; Marwan Lubis; Ronal H.T Simbolon
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.676

Abstract

Transportasi mendukung berkembangnya aktivitas masyarakat, menjadikan mobil pribadi sebagai kebutuhan. Fasilitas parkir yang buruk dapat menyebabkan masalah pada jalan di sekitarnya. Pada kendaraan roda empat diperlukan penataan yang baik agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, informasi tentang karakteristik parkir seperti akumulasi parkir, volume parkir, dan perputaran parkir diperlukan. Pada studi kasus ini dilakukan pengujian pada tempat parkir inap roda empat zona B di Bandara Kualanamu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh parkir inap roda empat zona B pada hari yang berbeda. Penelitian dilakukan selama tujuh (7) hari dalan waktu lima (5) jam dan metode pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh dari studi langsung dan data sekunder yang diperoleh menggunakan peta tempat parkir inap kendaraan roda empat zona B Bandara Kualanamu. Dari hasil penelitian akumulasi kendaraan yang masuk maksimal sebanyak 106 mobil di hari Sabtu dengan hasil pergantian parkir < 1 yang menunjukan bahwa tersedia banyak ruang area parkir inap B Bandara Kualanamu dan didominasi di isi oleh kendaraan umum.
Kajian Kearifan Lokal Pada Rumah Tradisional Melayu Tamiang di Desa Binjai Risti Aura; Adi Safyan; Hendra Aiyub
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.682

Abstract

Kearifan lokal dalam arsitektur tradisional mencakup aspek guna dan citra. Aspek guna berkaitan dengan fungsi-fungsi bangunan sedangkan citra berkaitan dengan gambaran atau kesan yang ditunjukkan oleh suatu bangunan. Rumah tradisional Melayu Tamiang merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Rumah tradisional Melayu Tamiang memiliki nilai dan unsur budaya yang kuat meliputi fungsi, tata letak pembuatan bangunan dan respon terhadap iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat nilai kearifan lokal pada rumah Melayu Tamiang dari aspek guna dan citra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan survei dan dokumentasi langsung ke lokasi objek penelitian. Bentuk bangunan pada rumah Melayu Tamiang merupakan hasil dari respon terhadap lingkungan setempat. Pada rumah Melayu Tamiang terlihat citra jiwa yang mengerti keindahan, kenyamanan, kebersihan dan kerapian.
Evaluasi Performa Pencahayaan Alami Ruang Kelas : (Studi Kasus : Sekolah Dasar Islam Terpadu Muhammadiyah 6 Lhokseumawe)
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.683

Abstract

Krisis energi yang dimulai sejak pertengahan tahun 1970 memaksa manusia untuk memprioritaskan kembali manfaat dari pencahayaan alami. Menurut data dari International Energy Agency (2023) sektor bangunan memiliki persentase sebesar 30% dari total konsumsi energi global untuk kebutuhan pencahayaan dan penghawaan buatan. Lechner (2015) berpendapat bangunan sekolah seharusnya bisa mengurangi penggunaan pencahayaan buatan hingga 70%, dikarenakan rata-rata waktu belajar mengajar dilakukan saat matahari bersinar. Selain itu, pemanfaatan pencahayaan alami juga terbukti dapat meningkatkan performa belajar siswa. Mengingat Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan potensi sinar matahari yang besar untuk dimaksimalkan pada sebuah bangunan sekolah. Namun pada realitanya masih banyak ruang kelas sekolah yang masih memiliki sistem pencahayaan alami yang kurang baik seperti Sekolah Dasar Islam Terpadu 6 Muhammadiyah Lhokseumawe. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pencahayaan alami ruang kelas Sekolah Dasar Islam Terpadu Muhammadiyah 6 Lhokseumawe dengan menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Evaluasi dilakukan dengan pengukuran on site dengan alat lux meter untuk mengukur intensitas pencahayaan rata-rata setiap ruang kelas dan simulasi menggunakan software DIAlux Evo untuk mengukur distribusi pencahayaan alami setiap ruang kelas. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan hampir keseluruhan ruang kelas tidak memiliki performa pencahayaan yang sesuai ketentuan yang ada.
Identity Of Place Samudera Pasai Melalui Bentuk Fasad: (Studi kasus: Kampus Arsitektur Universitas Malikussaleh) Nurhayati; Effan Fahriza; Yenny Novianti
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.686

Abstract

Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam tertua dan pertama di Asia Tenggara yang berdiri sejak abad ke-13 - 16 M dan warisan sejarah dan kebudayaan Indonesia yang berada di pesisir Utara Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara. Eksistensi sejarah dan budaya mulai redup disebabkan kurangnya kesadaran sejarah yang dimiliki. Hadirnya persepsi fasad pada bangunan kampus Prodi Arsitektur menyerupai bentuk lainnya, sebagai latar belakang untuk mengkaji filosofi bentuk fasad. Tujuan penelitian yaitu identifikasi identity of place Samudra Pasai sebagai bentuk identitas tempat dengan hadirnya situs cagar budaya Samudera Pasai dengan nilai budaya Islam dari luar seperti Persia, Mesir, Arab dan India. Hal ini, penting untuk dipertahankan eksistensinya sejarah dan budaya dimasa depan. Penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif, dengan observasi (kualitatif), wawancara dan kuesioner (kuantitatif). agar data valid dan reliable. Populasi adalah situs cagar budaya pada makam peninggalan Samudera Pasai di Kecamatan Samudera dan Sampel yang diambil adalah fasad Kampus. Hasil akhir menemukan bentuk yang sama dengan Artefak Makam Sultan di Kerajaan Samudera Pasai, menunjukan pengaruh tipologi bentuk dapat diwujudkan sebagai identity of place dan persepsi masyarakat sangat tinggi terhadap nilai peninggalan dan ciri khas adalah identitias suatu tempat. Karakteristik identy of place Samudera Pasai sebagai wujud fasad Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh.
karakteristik pola permukiman di pesisir pantai
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.689

Abstract

Kawasan pantai merupakan daerah yang sangat menarik untuk ditata dan diolah menjadi suatu kawasan area terbuka (open space) atau dengan cara eksplorasi waterfront city, namun kenyataan yang terjadi justru kawasan pantai ini menjadi daya tarik tersendiri oleh para nelayan untuk mendirikan bangunan hunian / pemukiman dengan tujuan agar dekat dengan tempat mencari nafkah mereka. Bangunan yang terdapat pada area tepian pantai (pesisir) secara teori harus memiliki karakter tersendiri yang berbeda dengan karakter bangunan yang ada di daerah daratan. Perbedaan itu bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, baik faktor internal (menyangkut pola hidup/perilaku masyarakat, budaya dan sebagainya) maupun faktor eksternal (menyangkut iklim, lokasi dan sebagainya). Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi jenis dan karakter bangunan yang ada di sepanjang pesisir Kampung Nelayan Kampung Jawa Lama Dusun Mutadhahuddin. Lokasi penelitian dilakukan yakni di pesisir pantai, sepanjang pesisir Kampung Nelayan Kampung Jawa Lama Dusun Mutadhahuddin Kota Lhokseumawe, Kecamatan Banda Sakti. Pusat penelitian ini berada di kawasan permukiman (hunian) masyarakat. Karaktersitik hunian pesisir diteliti berdasarkan fisik bangunan dan perilaku masyarakat pesisir terhadap penarapan pada pola bermukim. Kata kunci : Waterfront city, Karakteristik hunian, Pola permukiman masyarakat pesisir
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal (Apill) Berdasarkan Pkji 2014 (Studi Kasus Simpang Aksara) Jl.Letda Sujono-Jl.Prof.H.M.Yamin Dwiki Prasetyo; Marwan Lubis; Hamidun Batubara
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 2 (2023): Des
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i2.719

Abstract

Sering terjadinya kemacetan di simpang empat Aksara dan dikarenakan simpang empat Aksara merupakan salah satu simpang dikota Medan yang disekitaranya terdapat sekolah, pasar, serta terminal angkutan umum. Serta hal ini pula merupakan salah satu faktor pendukung terjadinya kemacetan. Untuk menganalisanya menggunakan metode PKJI (Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia) tahun 2014. Pengambilan data langsung dilapangan selama 3 hari yaitu senin, rabu, dan sabtu pada jam-jam puncak yaitu pagi, siang, dan sore dengan interval waktu selama 2 jam dalam periode 15 menit dengan arah LRS, BKi, dan BKa yang dipakai untuk perhitungan analisa adalah jam puncak tertinggi di 3 hari. Memakai data formulir dan bantuan video. Hasil analisa data yang diperoleh yaitu terjadi di jam puncak tertinggi pada hari senin pagi pukul 07.00-08.00 didapat DJ (Derajat kejenuhan) untuk kaki simpang Letda Sujono (0,34), Prof.H.M.Yamin (0,34), Williem Iskandar (0,25), dan Aksara (0,17). Tundaan simpang rata-rata seluruh simpang (TI) pada simpang empat jalan Letda Sujono-Prof.H.M.Yamin dan jalan Williem Iskandar-Aksara 46,80 detik/skr. Tingkat pelayanan simpang empat bersinyal pada jalan Letda Sujono, Prof.H.M.Yamin, William Iskandar, dan Aksara memiliki tundaan rata-ratanya sebesar 46,80 detik/smp, untuk tingkat pelayanannya D deskripsi umumnya mendekati aliran arus yang tidak stabil (tundaan dapat ditoleransi, terkadang kendaraan menunggu lebih dari satu siklus untuk melanjutkan perjalanan).

Page 2 of 2 | Total Record : 19