cover
Contact Name
Ganjar Safari
Contact Email
healthyjournalkeperawatan@gmail.com
Phone
+6287825585265
Journal Mail Official
healthyjournalkeperawatan@gmail.com
Editorial Address
Gedung Baru Universitas Bale Bandung Jl. R.A.A. Wiranatakusumah No. 7, Baleendah, Kab. Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Healthy Journal
Core Subject : Health, Social,
Healthy Journal adalah jurnal ilmiah yang menyampaikan hasil penelitian, pemikiran maupun kreasi ilmiah dalam bidang ilmu kesehatan. Ilmu kesehatan sebagai suatu bidang keilmuan dan seni yang berfokus kepada pemenuhan kebutuhan dasar manusia untuk mencapai status kesehatan yang optimal. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Ilmu Keperawatan UNIBBA yang terbit dua kali dalam setahun yaitu setiap Maret dan Oktober dalam rangka menunjang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 166 Documents
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Santri Kelas 10 dan 11 MA Mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Nandar Wirawan; Dedi Kurnia; Waryantini; Rifaldi Faturahman
Healthy Journal Vol. 12 No. 2 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i2.1422

Abstract

Potensi bahaya yang dihadapi santri akibat kecelakaan dan implikasinya yang serius, adalah area yang mempunyai risiko kecelakaan yang tinggi dengan macam- macam kecelakaan yang terjadi dipesantren adalah terkilir, luka, pingsan, perdarahan dan keracunan. Penting bagi sekolah untuk mengimplementasikan program P3K dan pendidikan keselamatan. Melalui program UKS dan pelatihan P3K, peningkatan pengetahuan dalam memberikan pertolongan pertama telah terbukti efektif. Penelitian ini berfokus pada dampak pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa mengenai P3K di pesantren, dengan tujuan memperkuat program kesehatan dan keselamatan siswa secara komprehensif.Populasi dalam studi ini terdiri dari 46 santri di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Desa Cibeet Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Sampel yang diambil berjumlah 41 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling, dengan menggunakan metode proportionate stratified random. Sebelum intervensi pendidikan kesehatan mengenai P3K, 90,2% responden memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah intervensi, 78,0% mencapai pengetahuan yang cukup. Hasil analisis menunjukkan nilai p sebesar 0,00 < 0,05, mengindikasikan perbedaan yang signifikan setelah pendidikan kesehatan dan dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berdampak positif pada pengetahuan santri kelas 10-11 MA mengenai P3K, mendorong praktik yang benar dan efektif, serta melatih keterampilan P3K bagi santri untuk merespons kecelakaan. Penelitian lanjutan dan inovasi dalam pendidikan kesehatan di pesantren, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam P3K.
Hubungan Beban Kerja Dengan Kinerja Perawat Dalam Melakukan Asuhan Keperawatan Di Ruang Rawat Inap Erin Rika Herwina; Lisdianti; Mia Hardianti
Healthy Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v10i1.1468

Abstract

Beban kerja perawat dapat diartikan sebagai seluruh kegiatan atau aktifitas yang dilakukan oleh seorang perawat selama bertugas disuatu unit pelayanan keperawatan. Kinerja perawat merupakan ukuran keberhasilan dalam mencapai tujuan pelayanan keperawatan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja perawat di RSUD Soreang Kabupaten Bandung diantaranya keterampilan perawat, motivasi individu, fasilitas kurang di lingkungan kerja, dan perubahan lingkungan internal dan eksternal. Oleh karena itu tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Soreang Kabupaten Bandung. Desain penelitian ini adalah analitik kolerasional dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dengan total sampling dengan berjumlah 29 perawat yaitu perawat ruang rawat inap. Instrument penelitian menggunakan observasi dan lembar kuesioner dengan pengolahan menggunakan uji statistic Rank Spearman untuk mencari hubungan beban kerja dengan kinerja perawat. Hasil penelitian beban kerja perawat termasuk kedalam kategori beban kerja sedang dengan skor 2113 dan untuk kinerja perawat termasuk kedalam kategori cukup dengan skor 782. Uji Rank Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan p = 0,884 > (0,05) sehingga Ho diterima. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara beban kerja dengan kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Soreang Kabupaten Bandung.
Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat Dalam Melakukan Tindakan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pasien Di Instalasi Gawat Darurat (Igd) Dan Intensive Care Unit (Icu) Rumah Sakit Umum Daerah (Rsud) Nandar Wirawan; Susi Yulianingsih; Widianengsih
Healthy Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan hal yang menjadi bagian dari kehidupan manusia, dimana tubuh memberikan respon terhadap lingkungan yang dapat memproteksi diri yang juga merupakan bagian dari sistem pertahanan yang membuat tetap hidup. Salah satu penyebab stress kerja adalah pekerjaan atau keadaan, stress yang terlalu banyak bisa saja membuat kinerja seseorang menurun dan cenderung tidak produktif. Perawat berperan terhadap pemenuhan kebutuhan oksigen pasien, salah satu gangguan yang berhubungan dengan oksigenasi yaitu perubahan pola napas yang bisa saja mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stress kerja dengan kinerja perawat dalam melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan oksigenasi pasien. Penelitian ini menggunakan Deskriptif Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 33 orang perawat yang merupakan perawat IGD dan ICU RSUD Soreang. Teknik sampling dalam penelitian ini yaitu Total Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil uji spearman menunjukkan adanya hubungan yang negatif dan signifikan antara stress kerja dengan kinerja perawat, (rs = -0,735), p value =0,0001< ? (0,05%). Semakin rendah tingkat stres maka semakin tinggi kinerja perawat. Mempertahankan kinerja yang baik, konsultasi ataupun berlibur bersama keluarga, keterbukaan antara sesama rekan kerja dalam pemecahan masalah, perlu persamaan persepsi dengan cara mengikuti pelatihan atau seminar sehingga dapat mencegah terjadinya stres dan meningkatkan kinerja kearah yang lebih baik.
PENGARUH KOMPRES JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) TERHADAP PERUBAHAN INTENSITAS NYERI SENDI (RHEUMATOID ARTRITIS)PADA LANSIA Dedi Kurnia; Lisdianti; Sri Agustina
Healthy Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v10i1.1470

Abstract

Pada lansia sistem muskuloskeletal akan mengalami beberapa perubahan seperti perubahan pada jaringan penghubung (kolagen dan elastin),berkurangnya kemempuan kartilago untuk berdegenerasi,kepadatan tulang berkurang,perubahan struktur otot,dan terjadi penurunan elastisitas sendi.Hal ini menyebabkan sebagian besar dari lansia mengalami gangguan sistem muskuloskeletal,yang menyebabkan nyeri sendi. TRheumatoid artritis merupakan gangguan auto imun.Artinya, penyakit ini muncul ketika system kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh kita sendiri..Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi kompres jahe terhadap perubahan intensitas nyeri sendi pada lansia yang menderita rheumatoid artritis di Panti Sosial. Metode penelitian ini adalahquasy-eksperimendengan rancangan one grup pre-test-post test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 september 2018 sampai 14 september 2018. Sampel sebanyak 33 responden, dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan statistik ujit-test. Hasil penelitian menujukan rata-rata intensitas nyeri rheumatoid artritis sebelum (pre-test) dilakukan kompres jahe adalah 4,786 dengan standar deviasi 1,239. Sedangkan rata-rata intensitas nyeri setelah (post-test)kompres jahe adalah 3,357 dengan standar deviasi 1,031.Berdasarkan uji statistik t-testdidapatkan p-value 0,000(<0,05),berarti ada pengaruh yang signifikan kompres jahe terhadap intensitas nyeri rheumatoid artritis.Berdasarkan hasil penelitian tersebut kompres jahe dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis. Saran bagi praktek keperawatan kompres jahe dapat digunakan sebagai terapi komplamenter untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis.Pada lansia sistem muskuloskeletal akan mengalami beberapa perubahan seperti perubahan pada jaringan penghubung (kolagen dan elastin),berkurangnya kemempuan kartilago untuk berdegenerasi,kepadatan tulang berkurang,perubahan struktur otot,dan terjadi penurunan elastisitas sendi.Hal ini menyebabkan sebagian besar dari lansia mengalami gangguan sistem muskuloskeletal,yang menyebabkan nyeri sendi. TRheumatoid artritis merupakan gangguan auto imun.Artinya, penyakit ini muncul ketika system kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh kita sendiri..Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi kompres jahe terhadap perubahan intensitas nyeri sendi pada lansia yang menderita rheumatoid artritis di Panti Sosial. Metode penelitian ini adalahquasy-eksperimendengan rancangan one grup pre-test-post test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 september 2018 sampai 14 september 2018. Sampel sebanyak 33 responden, dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan statistik ujit-test. Hasil penelitian menujukan rata-rata intensitas nyeri rheumatoid artritis sebelum (pre-test) dilakukan kompres jahe adalah 4,786 dengan standar deviasi 1,239. Sedangkan rata-rata intensitas nyeri setelah (post-test)kompres jahe adalah 3,357 dengan standar deviasi 1,031.Berdasarkan uji statistik t-testdidapatkan p-value 0,000(<0,05),berarti ada pengaruh yang signifikan kompres jahe terhadap intensitas nyeri rheumatoid artritis.Berdasarkan hasil penelitian tersebut kompres jahe dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis. Saran bagi praktek keperawatan kompres jahe dapat digunakan sebagai terapi komplamenter untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis.
Status Gizi dan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Usia 1-4 Tahun Riska Fauziah; Linda Nurjanah; Devira Nurholis
Healthy Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v10i1.1471

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab kesakitan hingga kematian yang banyak dialami oleh balita. Beberapa faktor risiko penyakit ISPA pada balita diantaranya riwayat pemberian ASI ekslusif dan status imunisasi dasar. Tujuan: mengetahui hubungan riwayat ASI eksklusif dan imunisasi dasar terhadap frekuensi kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Kecamatan Makasar Jakarta Timur. Metode: penelitian menggunakan desain penelitian deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 76 responden. Hasil: ASI Eksklusif dengan kejadian ISPA kategori rendah (67,4%), ISPA kategori tinggi (32,6%). ASI tidak eksklusif dengan kejadian ISPA kategori rendah (20,0%), ISPA kategori tinggi (80,0%). Imunisasi dasar lengkap dengan kejadian ISPA kategori rendah (54,5%), ISPA kategori tinggi (45,5%). Imunisasi dasar tidak lengkap dengan kejadian ISPA kategori rendah (10,0%), ISPA kategori tinggi (90,0%). Kesimpulan: terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan frekuensi kejadian ISPA (p-value= 0,001) dan terdapat hubungan antara riwayat pemberian status imunisasi dasar dengan frekuensi kejadian ISPA (p-value= 0,014). Saran: sebaiknya para ibu tetap berusaha meningkatkan pemberikan ASI secara eksklusif 0-6 bulan dan memberikan imunisasi dasar sesuai usia agar balitanya mendapatkan kekebalan tubuh yang optimal dan dapat terhindar dari penyakit salah satunya penyakit ISPA.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kader Kesehatan Dengan Kinerja Kader Kesehatan Dalam Upaya Penanganan penyakit Tb Paru Di Puskesmas Dedi Kurnia; Wildan setiawan; Nur Damayanti
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1472

Abstract

Tuberculosis paru merupakan suatu penyakit infeksi yang di sebabkan oleh mycrcobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru serta termasuk penyakit menular. Angka kejadian kasus tuberculosis terus meningkat secara drastis di seuruh dunia setiap tahunnya. Indonesia dilaporkan pada tahun 2015 sebagai Negara ke-2 kasus TBC terbanyak. Salah satu upaya dalam memutuskan angka penularan TBC yaitu dengan melakukan pencegahan penularan, khususnya yang di lakukan pasien TBC kepada anggota keluarganya, dengan keluarga berperan aktif dalam memberi dukungan kepada pasien dalam mencegah penularan kepada anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien TBC yang sedang menjalani pengobatan dan tercatat di UPT Yankes Kecamatan Pameungpeuk, dengan jumlah populasi 53 orang. Jumlah kuesioner keseluruhan dalam penelitian ini yaitu 61 item soal yang di bagi kedalam 2 varibel diantaranya, pada variabel dukungan keluarga memiliki jumlah soal sebanyak 33 item soal, pada variabel perilaku memiliki 28 item soal. Dengan tekhnik sampling total sampling dan uji rank spearman, di dapat hasil koefisien sebesar 0.538 dengan nilai p value = 0,001 dimana hasil tersebut menunjukan adanya hubungan yang positif, dengan kategori tingkat hubungan sedang. Semakin meningkatnya dukungan keluarga, maka semakin baik perilaku pasien dalam pencegahan penluran TBC paru.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang Infeksi Nosokomial Dengan Perilaku Cuci Tangan Di Puskesmas Dewi Rosmawarsari; Lastri Rostita; Rosi Nurdiyanti
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1473

Abstract

Pengetahuan tentang infeksi sangat penting. Infeksi nosokomial atau sekarang disebut Health-care Associated Infection (HAIs) adalah infeksi yang didapat pasien saat perawatan atau kondisi pembedahan dan efek samping yang paling sering terjadi selama dirawat Infeksi nosokomial merupakan masalah utama bagi keselamatan pasien dan dampaknya mengakibatkan rawat inap menjadi lama, cacat permanen, meningkatnya resistensi mikroorganisme terhadap agen antimikroba menambah beban untuk biaya kesehatan, dan resiko meningkatnya kematian. Infeksi nosokomial bersifat universal dan meliputi setiap fasilitas kesehatan dan sistem diseluruh dunia tetapi keadaannya masih belum di ketahui di banyak Negara, khususnya di Negara berkembang salah satunya adalah indonesia Pengetahuan perawat tentang nosokomial sangat berpengaruh bagi perilaku mencuci tangan saat perawat sedang melakukan tindakan keperawatan dalam upaya peningkatan pencegahan infeski nosokomial. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan perilaku cuci tangan di Puskesmas Pamengpeuk kabupaten Bandung. Desain dalam penelitian ini adalah studi kolerasi dengan menggunakan metode pendekatan cros sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 60 perawat Puskesmas Pamengpeuk Kabupaten Bandung. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data menggunakan Uji Statistic Rank Spearman untuk mencari hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial dengan perilaku cuci tangan.
Peran Dan Fungsi Keluarga Terhadap Kejadian Kehamilan Di Usia Terlalu Muda Dewi Rosmawarsari; Leni Septiani; Resy Agustin
Healthy Journal Vol. 12 No. 2 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i2.1474

Abstract

Kehamilan resiko tinggi pada usia remaja merupakan salah satu masalah yang harus segera ditangani. Tingginya kasus kehamilan resiko tinggi pada remaja usia 15-18 tahun merupakan salah satu penyebab Angka kematian ibu (AKI) dan Angka kematian Bayi (AKB). Dalam hal ini remaja sangat memerlukan peran dan fungsi dari keluarga, karena disfungsi apapun yang terjadi pada satu anggota keluarga akan berpengaruh pada seluruh anggota keluarganya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan peran dan fungsi keluarga dengan kehamilan resiko tinggi pada remaja usia 15-18 tahun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan jumlah sampel 53 keluarga. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan instrument yang digunakan berupa kuesioner. Hasil uji validitas didapatkan semua item pernyataan valid dan reliable dibuktikan dengan nilai p-value yang diperoleh adalah > 0,632. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Chi Square. Dari hasil uji statistic diperoleh nilai p-value 0,000 < dari nilai alfa (0,05). Maka dari hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan antara peran dan fungsi keluarga dengan kejadian kehamilan resiko tinggi pada remaja usia 15-18 tahun. Sehubungan dengan fungsi keluarga yang termasuk pada kategori cukup memiliki persentase lebih tinggi dari kategori baik, disarankan perlu dilakukan penyuluhan dari tim kesehatan setempat mengenai fungsi keluarga guna mencegah terjadinya prevalensi kehamilan resiko tinggi pada remaja usia 15-18 tahun lebih tinggi lagi.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Santri Kelas 10-11 Ma Mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Nandar Wirawan; Waryantini; Ganjar Safari; Rifaldi; Dini Rubby
Healthy Journal Vol. 12 No. 2 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i2.1475

Abstract

Potensi bahaya yang dihadapi santri akibat kecelakaan dan implikasinya yang serius, adalah area yang mempunyai risiko kecelakaan yang tinggi dengan macam- macam kecelakaan yang terjadi dipesantren adalah terkilir, luka, pingsan, perdarahan dan keracunan. Penting bagi sekolah untuk mengimplementasikan program P3K dan pendidikan keselamatan. Melalui program UKS dan pelatihan P3K, peningkatan pengetahuan dalam memberikan pertolongan pertama telah terbukti efektif. Penelitian ini berfokus pada dampak pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa mengenai P3K di pesantren, dengan tujuan memperkuat program kesehatan dan keselamatan siswa secara komprehensif.Populasi dalam studi ini terdiri dari 46 santri di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Desa Cibeet Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Sampel yang diambil berjumlah 41 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling, dengan menggunakan metode proportionate stratified random. Sebelum intervensi pendidikan kesehatan mengenai P3K, 90,2% responden memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah intervensi, 78,0% mencapai pengetahuan yang cukup. Hasil analisis menunjukkan nilai p sebesar 0,00 < 0,05, mengindikasikan perbedaan yang signifikan setelah pendidikan kesehatan dan dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berdampak positif pada pengetahuan santri kelas 10-11 MA mengenai P3K, mendorong praktik yang benar dan efektif, serta melatih keterampilan P3K bagi santri untuk merespons kecelakaan. Penelitian lanjutan dan inovasi dalam pendidikan kesehatan di pesantren, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam P3K.
Pengaruh Breastfeeding terhadap Respon Nyeri pada Bayi yang dilakukan Prosedur Imunisasi Pentavalen I di Klinik Pratama Sahabat Ibu dan Anak Riska Fauziah; Mila Permatasari; Resy Agustin
Healthy Journal Vol. 11 No. 1 (2022): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v11i1.1476

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu prosedur yang dapat menimbulkan nyeri karena sebagian besar diberikan melalui penyuntikan, salah satunya pada saat bayi dilakukan prosedur imunisasi pentavalen I. Beberapa referensi merekomendasiakan penatalaksanaan nyeri non-farmakologi saat bayi dilakukan prosedur penyuntikan imunisasi khususnya imunisasi pentavalen I yaitu breastfeeding. Breastfeeding kegiatan yang dilakukan seorang ibu dalam memberi ASI (Air Susu Ibu) yang dilakukan secara langsung dari payudara ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Breastfeeding terhadap respon nyeri pada bayi yang dilakukan prosedur imunisasi pentavalen I di Klinik Pratama Sahabat Ibu dan Anak Kota Bandung. Desain penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan pendekatan Two Group Pretest-Posttest. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 responden, 22 responden kelompok intervensi kompres hangat dan 22 responden kelompok intervensi breastfeeding. Analisis perbedaan rata-rata respon nyeri bayi menggunakan Independent Sampel t-Test. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata skor respon nyeri pada bayi yang dilakukan prosedur imunisasi pentavalen I yang di ukur dengan MBPS pada kelompok intervensi breastfeeding adalah 3,00. Hasil uji statistik menunjukan dengan tingkat signifikansi 95% didapatkan nilai p=0,001 (p<0,05) bahwa rata-rata skor respon nyeri pada bayi pada kelompok intervensi breastfeeding lebih efektif saat dilakukan prosedur imunisasi pentavalen I. Peneliti menyimpulkan bahwa pemberian breastfeeding dapat menurunkan respon nyeri pada bayi yang dilakukan prosedur imunisasi pentavalen I.