cover
Contact Name
Netty Herawati
Contact Email
personfikasi@trunojoyo.ac.id
Phone
+6287886540349
Journal Mail Official
personifikasi@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Telang, Kamal - Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi
ISSN : 20877447     EISSN : 27210626     DOI : doi.org/10.21107/personifikasi
Personifikasi : Jurnal Ilmu Psikologi is a scientific journal in Psychology published by Psychology Program of Universitas Trunojoyo Madura. Personifikasi aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society. Personifikasi includes topics related to the theme of clinical psychology, industry and organizational psychology, educational psychology, developmental psychology, social psychology, psychology of tourism, and Madurese culture of psychology. In this journal, there are discussions related to the development of problem found in society. Personifikasi : Jurnal Ilmu Psikologi published twice in a year, in May and November. Each article sent to Personifikasi will be reviewed using blind review method and two-peer reviews method. Personifikasi published scientific articles of critical thinking and research results in the filed of Psychology.
Articles 168 Documents
SIKAP TERHADAP PERNIKAHAN PADA PENYINTAS PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Masrifah Masrifah
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.9 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v9i1.6758

Abstract

Kekerasan seksual merupakan isu penting dan paling rumit dari seluruh peta kekerasan terhadap perempuan, karena terdapat dimensi yang sangat khas bagi perempuan. Pada kasus kekerasan seksual, penyintas perempuan juga mengalami kekerasan fisik, psikis dan terutama seksual. Penyintas perempuan yang mengalami kekerasan seksual dalam penelitian ini berada pada fase dewasa awal. Dalam hal ini fase dewasa awal merupakan fase seorang individu memiliki salah satu tugas perkembangan untuk membina sebuah pernikahan. Tujuan dari penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini adalah untuk mengeksplorasi lebih mendalam mengenai sikap terhadap pernikahan pada penyintas perempuan korban kekerasan seksual di Jakarta Indonesia. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa subjek yang berinisial KK mampu menunjukkan sikap positif terhadap pernikahan dan memiliki kecenderungan untuk segera menikah muda, meskipun secara efktif subjek menunjukkan masih menyimpan beberapa kekhawatiran tekait pernikahan yang akan dijalaninya kelak. Sikap subjek terhadap pernikahan dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor eksternal yakni pengaruh orang lain (significant others), lembaga pendidikan dan lembaga agama. Sedangkan faktor internal yakni pengalaman hidup, kemampuan dan kompetensi serta kedewasaan.
Hubungan Antara Self-Efficacy dengan Kecemasan Komunikasi INterpersonal pada Mahasiswa Baru Nur Fitriyana; Diah Karmiyati; Muhammad Salis Yuniardi; Didik Widiantoro
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.982 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v11i1.7294

Abstract

Pengaruh Pelatihan Komunikasi Interpersonal Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Terhadap Pelanggan Pada Karyawan PT. Arina Multikarya Gartinia Nurcholis
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.114 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v5i2.6579

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh antara pelatihan komunikasi interpersonal untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan pada karyawan PT. Arina Multikarya. Jenis penelitian ini merupakan kuasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah non randomized pre-test post test control group design. Subyek dalam penelitian eksperimen ini berjumlah 30 orang yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara non random, jenis kuota sampling, dimana bagi peserta yang telah memenuhi kuota untuk mendaftarkan pelatihan, secara otomatis tergabung dalam kelompok eksperimen sedangkan kelompok kontrol. Kuota lebih diutamakan karyawan divisi marketing. Kelompok kontrol terdiri dari orang yang ditunjuk oleh atasan sebagai pembanding. Pelatihan Komunikasi Interpersonal dilaksanakan dalam 2 (dua) hari yang terbagi menjadi 8 (delapan) sesi dengan materi kemampuan dasar komunikasi meliputi ketrampilan mengirimkan pesan, mendengarkan, dan memberikan umpan balik. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh positif pelatihan komunikasi interpersonal untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan antara sebelum dan setelah diberikan pelatihan.  AbstractPurpose of this research is to examine positive effect of Communication Interpersonal Research to increase service excellence on employee of PT. Arina Multikarya. This type of research is a quasi experiment. The experimental design of this research is non randomized control group design. 30 participant of this research divided into two group, experiment and control group, which non randomized by quota sampling. The participant who is in the marketing department, automatically join in experimental group, and who isn’t in the marketing department, join in control group. This package of training of interpersonal communication applied into 8 session on two days, teaches basic communication skills, such as sending nterpersonal message skills, listening skills, and providing feedback skills. Based on result of data which analyze by repeated measures on experiment group, is shown that there is a positive influence between interpersonal communication training to increase service excellence.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MADURA BERBASIS PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL MELALUI SOCIAL ENTERPRENEURSHIP Jami’ah Triana; Fandi Sarwo Edi
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.1 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v8i1.3854

Abstract

Setiap masyarakat di suatu daerah memiliki corak khusus sebagai identitasnya. Ciri dari masyarakat Madura jika dilihat dari sudut pandang ekonomi adalah pekerja keras. peribahasa yang mencerminkan bagaimana masyarakat Madura yaitu Mon adagang, adaging(jika berdagang, akan berdaging).Perdagangan merupakan salah satu mata pencaharian yang dimiliki masyarakat Madura. Salah satu potret perdagangan di wilayah Madura dapat dilihat di area jembatan Suramadu.Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik penelitian yang digunakan ada dua teknik yang pertama, wawancara semi terstruktur adalah pengabungan antara wawancara berpedoman dan pertanyaan mendalam yang ditujukan pada pedagang di area Suramadu. Yang kedua observasi adalah metode pengumpulan data berlandaskan pada pengamatan langsung terhadap pengembangan ekonomi lokal masyarakat di sekitar Suramadu.Strategi yang tepat untuk memberdayakan masyarakat dapat difokuskan dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Dimana pemberdayaan dapat dilakukan dengan beberapa sektor penting diantaranya adalah sektor ekonomi dan sosial. Ketika pengembangan ekonomi lokal dilakukan maka secara tidak langsung akan memberikan dampak bagi pemberdayaan masyarakat dan begitu juga sebaliknya. Kata Kunci:Madura, Ekonomi Lokal, Social Enterpreneurship.
Perasaan Malu (Shyness) pada Mahasiswa Baru di Program Studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura Nur Aziz Afandi; Dwi Nurhayati Adhani; Isabella Hasiana
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.252 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v5i1.6570

Abstract

AbstrakPerasaan malu (shyness) dapat dialami semua orang. Akan tetapi perasaan malu (shyness) dapat menjadi suatu problem jika muncul secara menetap dengan disertai kesepian, kecemasan, dan frustrasi (Scott dalam Dwi Nurhayati Adhani, 2013). Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa perasaan malu (shyness) dapat menimbulkan beberapa dampak yaitu kurangnya self awareness, munculnya simptom depresi, bahkan minimnya interaksi sosial yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana perasaan malu (shyness) dari mahasiswa baru Program Studi Psikologi Universitas Trunojoyo Madura. Penelitian ini untuk melihat bagaimana bentuk perasaan malu (shyness) dengan aspek pikiran, perasaan, perilaku, dan situasi bagaimana yang memunculkan perasan malu (shyness) pada mahasiswa baru. Penelitian ini berfokus pada mahasiswa baru karena sebagai mahasiswa baru mengalami transisi dari meninggalkan bangku SMU menjadi seorang mahasiswa yang mengalami situasi dan lingkungan sosial yang baru yang membutuhkan usaha yang lebih dari seorang individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa pemalu (shyness) berjumlah 61 orang, sedangkan persentase situasi tertinggi yang memunculkan perasaan malu (shyness) situasi sosial yang baru berjumlah 8 mahasiswa (13,11%), ketakutan untuk dievaluasi negatif sebanyak 13 mahasiswa (21,31%), dan menjadi pusat perhatian sebanyak 40 mahasiswa (65,58%). Jumlah subjek peneliti yang ingin merubah perasaan malu (shyness) yang dimiliki karena merasa terganggu dan memiliki dampak negatif, seperti sulit berinteraksi sosial berjumlah 59 orang, sedangkan yang tidak merasa perasaan malu (shyness) sebagai gangguan sebanyak 2 orang.  AbstractShyness may be experienced by everyone. But shyness can be a problem if it arises permanently accompanied by loneliness, anxiety, and frustration (Scott in in Dwi Nurhayati Adhani, 2013) . Studies show that shyness  may lead to some impacts that the lack of self- awareness, the emergence of symptoms of depression, even the lack of social interaction. This study aims to determine the extent of shyness of new students of Psychology in Trunojoyo University. This research is to see how the shape of shyness with aspects of thoughts, feelings, behaviors, and how the situation that gave rise to shyness  in new students . This study focuses on new student because as new student make the transition from high school be a student who experienced the situation and the new social environment that requires more than an individual. The results showed that the number of students shy  (shyness) amounted to 61 people, while the highest percentage of the situation that gave rise to feelings of shame (shyness) is a new social situation amounts to 8 students (13.11 %), fear of negative evaluation were 13 students (21.31 %), and became the center of attention of as many as 40 students (65.58 %) . The number of researchers who want to change the subject shyness owned since being distracted and having a negative impact, such as social interaction difficult totaling 59 people, while not feeling a sense of shame (shyness) as impaired by 2 people.
Pemecahan Masalah pada Penderita Depresi Cut Metia
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.323 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v3i1.721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pemecahan masalah pada penderita depresi. Diathesis stress, kondisi psikososial yang menimbulkan tekanan, dan faktor keturunan merupakan berberapa faktor yang mempengaruhi responden mengalami depresi mayor. Meskipun tidak semua individu rentan terhadap depresi karena faktor tersebut, namun faktor tersebut merupakan pemicu awal terjadinya depresi yang diawali dengan stress ringan dan berkembang menjadi depresi apabila tidak ditangani sejak dini kemunculannya. Pemecahan masalah merupakan tindakan awal yang secara naluriah akan dilakukan individu apabila individu sedang terjebak dalam sesuatu kondisi penuh tekanan dan masalah. Menghindari sumber masalah, memahami inti masalah dan mencari jalan keluarnya, serta menggunakan pengalaman (insight) terdahulu yang sama untuk memecahkan masalah yang hampir sama merupakan berberapa tindakan yang umumnya akan dilakukan individu ketika mengadapi masalah. Namun tidak semua individu mampu bertindak secara tepat untuk mengatasi masalah yang berbeda. Hal ini disebabkan karena pengetahuan yang berbeda-beda terhadap kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan menggunakan dua orang responden wanita dengan karakteristik responden penderita mayor. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa proses pemecahan masalah pada kedua responden belum secara maksimal dapat menghilangkan episode depresi mayor secara menyeluruh, namun tindakan pemecahan masalah yang dilakukan kedua resoponden dapat mengurangi frekuensi terjadinya episode depresi mayor yang dialami kedua responden. Oleh karena itu, proses pemecahan masalah sangat berkontribusi untuk mengurangi frekuensi terjadinya kekambuhan depresi.
Hubungan antara Self Esteem dengan Kecenderungan Nomophobia pada Mahasiswa Perempuan di Surabaya Yusrina Tsabita Farhan; Rezkiyah Rosyidah
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.011 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v12i2.11921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan nomophobia pada mahasiswa perempuan di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasi. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif di Surabaya dengan jumlah 349 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala self-esteem dan skala kecenderungan nomophobia. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi product moment dengan bantuan program SPSS 23.0 for windows. Hasil penelitian memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (sig. 0,00 kurang dari 0,05) dengan koefisien korelasi -0,471 hal tersebut membuktikan ada hubungan negatif yang signifikan antara self-esteem dengan kecenderungan nomophobia pada mahasiswa perempuan di Surabaya. Dengan demikian hipotesis yang diajukan diterima, artinya ada hubungan antara self-esteem dengan kecenderungan nomophobia pada mahasiswa perempuan di Surabaya. Semakin tinggi self-esteem, maka semakin rendah kecenderungan nomophobia pada mahasiswa perempuan di Surabaya. Begitu sebaliknya semakin rendah self-esteem, maka semakin tinggi kecenderungan nomophobia pada mahasiswa perempuan di Surabaya.
Hubungan Self Confidence dengan Adversity Quotient pada Mahasiswa Pasca Drop Out di Universitas Trunojoyo Madura Illa Ilmiah; Triyo Utomo
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.472 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v11i1.7289

Abstract

PARIWISATA MADURA BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT Triyo Utomo
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.98 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v10i1.5692

Abstract

ABSTRAKPariwisata merupakan salah satu kebutuhan masyarakat. Masyarakat tidak hanya melakukan perjalanan untuk menghilangkan rasa jenuh terhadap rutinitas sehari-hari, tetapi juga guna mengikuti kegiatan yang sedang populer. Objek periwisata harus memiliki product positioning untuk menempatkan produknya supaya berada di benak konsumen. Pada konteks pariwisata di Madura, perlu adanya pengembangan agar mampu mendatangkan wisatawan baik dari dalam maupun luar Madura. Pengembangan wisata Madura salah satunya membutuhkan adanya dukungan aspek budaya. Perlu tindakan untuk menghidupkan kembali budaya-budaya yang ada di Madura guna menarik minat wisatawan berkunjung ke Madura. Perlu adanya partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata Madura. Ada beberapa paramater dalam mengukur partisipasi masyarakat. Selain itu, pariwisata di Madura harus memiliki model pembangunan kepariwisataan yang bertanggung jawab dan berdasarkan komunitas. Harapannya, masyarakat Madura diposisikan sebagai subjek pariwisata daerah.Kata Kunci: Pariwisata Madura, Kepariwisataan yang Bertanggung Jawab, Kepariwisataan Berbasis Komonitas, Pariwisata Berbasis Partisipasi Masyarakat
Hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Kecemasan Berbicara di Depan Umum pada Mahasiswa Sri Juwita; Ivan Muhammad Agung; Rosy Rahmasari
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.322 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v2i2.712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa. Partisipan berjumlah 166 mahasiswa Universitas Abdurrab Pekanbaru. Partisipan mengisi dua kuesioner, yaitu kepercayaan diri dan kecemasan berbicara di depan umum. Pengumpulan data menggunakan purposif sampling. Hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan berbicara di depan umum (r) = 0.461, p = 0.000 (p kurangdari 0.05). Implikasi hasil penelitian dibahas dalam artikel ini.

Page 4 of 17 | Total Record : 168