cover
Contact Name
Netty Herawati
Contact Email
personfikasi@trunojoyo.ac.id
Phone
+6287886540349
Journal Mail Official
personifikasi@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Telang, Kamal - Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi
ISSN : 20877447     EISSN : 27210626     DOI : doi.org/10.21107/personifikasi
Personifikasi : Jurnal Ilmu Psikologi is a scientific journal in Psychology published by Psychology Program of Universitas Trunojoyo Madura. Personifikasi aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society. Personifikasi includes topics related to the theme of clinical psychology, industry and organizational psychology, educational psychology, developmental psychology, social psychology, psychology of tourism, and Madurese culture of psychology. In this journal, there are discussions related to the development of problem found in society. Personifikasi : Jurnal Ilmu Psikologi published twice in a year, in May and November. Each article sent to Personifikasi will be reviewed using blind review method and two-peer reviews method. Personifikasi published scientific articles of critical thinking and research results in the filed of Psychology.
Articles 168 Documents
Workplace Spirituality Ditinjau dari Aspek Demografi: Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan, dan Lama Bekerja di Organisasi Kitara Harumi; Yus Nugraha; Anissa Lestari Kadiyono
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.518 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v12i1.8894

Abstract

Workplace spirituality merupakan sebuah topik yang sedang menjadi perhatian di dunia organisasi. Workplace spirituality adalah pengakuan bahwa karyawan memiliki inner life yang terpelihara dan dipelihara oleh pekerjaan yang bermakna dalam konteks komunitas. Workplace spirituality memiliki tiga dimensi yaitu inner life, meaning and purpose in work, dan a sense of connection and community. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji perbedaan workplace spirituality ditinjau dari aspek demografi meliputi: jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lama bekerja di organisasi. Sampel penelitian adalah 81 orang karyawan yang telah bekerja pada sebuah organisasi atau perusahaan selama minimal satu tahun. Alat ukur yang digunakan adalah The Meaning and Purpose at Work Questionnaire yang telah di adaptasi ke dalam konteks budaya Indonesia. Analisis yang digunakan adalah t-test dan uji Kruskal-Wallis. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan workplace spirituality ditinjau dari lama karyawan bekerja di organisasi, sedangkan bila ditinjau dari jenis kelamin dan tingkat pendidikan tidak terdapat pebedaan workplace spirituality. Hal ini menunjukkan bahwa lamanya karyawan bekerja pada sebuah organisasi lebih memiliki makna pada workplace spirituality dibandingkan jenis kelamin dan tingkat pendidikan karena karyawan yang memiliki masa kerja lebih lama pada sebuah organisasi akan merasakan keselarasan antara nilai organisasi dengan nilai pribadi karyawan yang dapat menjadi dasar dalam pemenuhan kebutuhan spiritual individu.
Kecemasan akan Kepuasan Pernikahan Istri-istri Pelaut Windah Riskasari
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.906 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v8i2.3859

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kecemasan akan kepuasan pernikahan pada istri-istri pelaut.  Kecemasan adalah sebagai bentuk simptom atau gejala yang muncul, kecemasan yang timbul bisa berupa kecemasan fisik maupun kecemasan Psikis.  Kecemasan fisik dapat berupa gemetar, tidak bisa tidur, keluar keringat dingin mual dan lainnya.  Sedangkan kecemasan psikologis dapat berupa takut untuk melakukan sesuatu dan lain-lainnya.  Pelaut merupakan suatu pekerjaan yang dikhususkan bagi orang-orang yang bekerja, berlayar bahkan berkehidupan dilaut.  Pelaut yang sering pergi berlayar selama berhari-hari bahkan bulan-bulan sehingga durasi untuk bertemu bahkan bertatap muka dengan keluarga anak dan istrinya minim sekali.  Kepuasan pernikahan merupakan bentuk seberapa besar istri-istri pelaut tersebut mampu menjalani hidup dan kehidupannya baik sebagai ibu rumah tangga maupun sebagai wanita pekerja.  Subyek penelitian ini adalah istri-istri pelaut yang berjumlah 43 subyek yang terdiri dari 29 subyek yang tinggal di Flat armada timur Surabaya dan 14 subyek yang terdapat di luar Flat, yang mana masing-masing subyek tersebut berstatus istri anggota, perwira dan pelaut (Swasta).  Sampel penelitian menggunakan teknik Purposive sampling, yaitu pengambilan sampel yang karakteristiknya sudah ditentukan dan diketahui terlebih dahulu berdasarkan ciri-ciri tertentu.  Hasil penelitian didapat Uji hubungan teknik korelasi product moment diperoleh hasil bahwa nilai koefisien korelasi (Rxy) adalah -0,019 lebih kecil dari R table untuk N=43 dengan taraf signifikansi 5% yaitu 0,301 dan diketahui juga bahwa nilai Sid (2-tailed) adalah 0,906 yang berarti lebih besar dari 0,05 sehingga kesimpulannya Tidak ada hubungan antara variable X dengan variable YKata kunci :  Kecemasan, Kepuasan pernikahan
Kontribusi Pola Asuh dan Religiusitas Orang Tua terhadap Moralitas Siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang Alief Budiyono
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 2, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.872 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v2i1.703

Abstract

Kemajuan teknologi banyak sekali membawa dampak, terutama bagi remaja. Remaja sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki moral yang baik sehingga nantinya terbentuk pribadi yang unggul. Untuk menanamkan moral pada diri remaja sangat dibutuhkan dukungan dari berbagai kalangan, terutama keluarga yang merupakan komunitas pertama yang dikenal remaja. Dari lingkungan keluarga inilah remaja mengenal semua hal termasuk agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi dari : (1) pola asuh otoriter terhadap moralitas siswa, (2) pola asuh demokratis terhadap moralitas siswa, (3) pola asuh permisif terhadap moralitas siswa, dan (4) religiusitas orang tua terhadap moralitas siswa SMA Islam Hidayatullah. Populasi penelitian adalah siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang. Data penelitian dianalisis dengan statistik korelasi dan regresi yang selanjutnya diuji dengan uji F dengan menggunakan analisis program SPSS 11.0 for windows. Hasil penelitian didapatkan : (1) ada kontribusi yang signifikan  antara pola asuh otoriter dengan moralitas siswa, dengan r = 0,387 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,150, kontribusi yang diberikan pola asuh otoriter terhadap  hasil belajar siswa sebesar 15 %. (2) Ada kontribusi yang signifikan  antara pola asuh demokratis dengan moralitas siswa, dengan r = 0,541 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,293,  kontribusi yang diberikan pola asuh demokratis terhadap  hasil belajar siswa sebesar 29,3 %. (3) Ada kontribusi yang signifikan  antara pola asuh permisif dengan moralitas siswa, dengan r = 0,334 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,112, kontribusi yang diberikan pola asuh permisif terhadap  hasil belajar siswa sebesar 11,2 %. (4) Ada kontribusi yang signifikan antara religiusitas orang tua dengan moralitas siswa, dengan r = 0,596 dan koefisien determinasinya (R2) = 0,355, kontribusi yang diberikan religiusitas orang tua terhadap  moralitas siswa sebesar 35,5 %. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar moralitas siswa SMA Islam Hidayatullah Semarang dapat ditingkatkan atau diprediksi melalui pola asuh orang tua (terutama pola asuh demokratis)  dan religiusitas orang tua yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap peningkatan moralitas siswa. Dengan terjawabnya penelitian ini, pihak sekolah lewat guru bimbingan konseling hendaknya memberikan informasi kepada orang tua tentang pentingnya pola asuh yang tepat, dan juga menghimbau orang tua untuk lebih meningkatkan ketaatan beragama.
Mengasuh Anak Usia Prasekolah vs Anak Usia Sekolah Dasar : Manakah yang Lebih Menimbulkan Stres Pengasuhan pada Ibu? Dewi Kumalasari; Izmiyah Afaf Abdul Gani
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.434 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v11i2.9102

Abstract

ABSTRACTPreschool-age and school-age are phases that have different parenting challenges, which can trigger parenting stress on mothers. This study aimed to examine the parenting stress differences between mothers of preschoolers and mothers of school-aged children. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design. Parenting stress is measured through the Parental Stress Scale (PSS) instrument. This study involved 249 respondents who were selected through convenience sampling methods. Analysis of the different tests with the Mann Withney technique showed that there were significant differences in parenting stress from the two groups. Mothers of school-aged children are found to experience higher parenting stress than mothers of preschool-aged children. Further studies involving culture-related variables and longitudinal design are suggested.  ABSTRAKUsia prasekolah dan usia sekolah dasar merupakan fase yang memiliki tantangan pengasuhan yang berbeda, yang dapat memicu stres pengasuhan pada Ibu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan stres pengasuhan pada Ibu yang mengasuh anak usia prasekolah dan usia sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Stres pengasuhan diukur melalui instrument Parental Stres Scale (PSS). Penelitian ini melibatkan 249 responden yang dipilih melalui metode convenience sampling. Analisis uji beda dengan teknik Mann Withney menunjukkan bahwa ada perbedaan stres pengasuhan yang signifikan dari dua kelompok tersebut. Ibu yang mengasuh anak usia sekolah ditemukan mengalami stres pengasuhan yang lebih tinggi daripada ibu yang mengasuh anak usia prasekolah. Untuk pengembangan studi, pelibatan variabel yang terkait dengan budaya dan penggunaan desain longitudinal disarankan. 
PENGUATAN PERAN LANGGAR SEBAGAI MEDIUM KELUARGA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK DI MADURA Mery Atika
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.132 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v10i2.6594

Abstract

Lingkungan keluarga memiliki peran besar terhadap proses pembentukan karakter anak. Upaya pembentukan pendidikan karakter di lingkungan keluarga di Madura bukan tidak pernah ada, justru termanifestasikan secara nyata dalam pola kehidupan masyarakat sehari-harinya. Warisan kultural yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat Madura menjadi suatu kekuatan yang sangat bernilai bagi berlangsungnya pendidikan karakter anak yaitu melalui media langgar. Langgar memiliki arti yang penting bagi masyarakat Madura. Langgar berfungsi sebagai pusat aktivitas laki-laki, yaitu transfer nilai religi, sebagai tempat bekerja pada siang hari, tempat menerima tamu, tempat istirahat dan tidur laki-laki, serta dipakai untuk melakukan ritual keseharian. Langgar bagi masyarakat Madura merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemukiman mereka. Pola pemukiman taneyan lanjang yang menjadi kekhasan pemukiman Madura sampai saat ini, menjadikan langgar adalah bagian utama dari pemukiman yang dimiliki masyarakat Madura pada umumnya. Langgar menjadi simbol utama dalam pola pemukiman ini, sehingga langgar selalu dapat dipastikan menjadi pusat interaksi dalam sistem kekerabatan atau keluarga di Madura. Langgar biasanya berada di tengah-tengah paling barat dalam tata urutan taneyan lanjang. Fungsi langgar dalam pemukiman keluarga Madura tidak hanya sebagai pusat ritual keagamaan namun menjadi pusat interaksi sosial antara keluarga atau kerabat didalamnya. Langgar menjadi simbol bagaimana masyarakat Madura memperlakukan laki-laki dan perempuan dalam interaksi keseharian dalam artian, langgar menjadi pusat bagaimana tatakrama, sopan-santun, nilai-nilai moral diberlakukan dalam keseharian kehidupan keluarga Madura, sehingga melakukan penguatan terhadap sumberdaya strategis yakni peran langgar sebagai media menjadi suatu alternatif yang paling mungkin dalam upaya keluarga membentuk pendidikan karakter anak dalam lingkungan pemukiman di Madura.
Sikap Kaum Gay terhadap Pernikahan Heteroseksual Rahmania Arisandi; Meita Santi Budiani
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.097 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v5i2.6575

Abstract

Penelitian fenomenologi ini bertujuan untuk menggali dan menggambarkan sikap kaum gay terhadap pernikahan dengan heteroseksual. Partisipan dalam penelitian ini adalah tujuh orang gay dalam usia dewasa muda di Kota Surabaya. Partisipan dipilih berdasarkan purpossive sampling, Informasi tersebut didapatkan dengan wawancara mendalam semi terstruktur, dan dianalisis menggunakan metode IPA (Interpretatif Phenomenological Analysis). Penelitian ini berhasil mengidentifikasi tiga tema besar yakni kognitif, afektif dan kecenderungan perilaku. Hasil dari penelitian ini adalah enam partisipan memiliki pengetahuan atau pengalaman baik mengenai pernikahan sehingga mereka bersikap positif pada pernikahan. Enam orang partisipan juga menilai pernikahan sebagai hal yang baik dan adil bagi mereka. Mereka memiliki keyakinan perilaku gay sebagai perilaku yang salah, pernikahan sebagai kodrat Tuhan, serta meyakini pernikahan dapat meredam perilaku gay mereka. Satu partisipan memiliki sikap negatif, Ia memandang pernikahan sebagai hal yang menyakitkan bagi kaum gay dan tidak ingin menikah dengan perempuan. Meskipun belum memiliki perasaan pada perempuan, lima partisipan percaya dan berharap kelak akan menikah dan sebagian dari mereka membayangkan keluarga yang bahagia dan memiliki anak. Lima orang partisipan juga ingin tetap berhubungan dengan sesama jenis, dan sebagian lagi ingin menutup masa lalunya. Sedangkan satu partisipan lainnya masih ragu-ragu untuk menikah dengan perempuan.
Penanggulangan Kenakalan Remaja Melalui Pendekatan Terapi Rasional Emotif Alief Budiyono
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.236 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v4i1.726

Abstract

Kenakalan remaja merupakan gambaran dari kepribadian antisosial atau gangguan tingkah laku remaja.  Hal ini kalau dibiarkan akan mengganggu banyak hal dan juga perkembangan remaja itu sendiri. Model pendekatan rasional terapi yang dikembangkan Albert Ellis kiranya sangat tepat untuk mengatasi kenakalan remaja. Karena terapi ini bertumpu pada pandangan utama bahwa individu merupakan makhluk yang rasional dan juga tidak rasional. Melalui pendekatan terapi rasional emotif ini diharapkan remaja yang berperilaku menyimpang mampu berfikir rasional sehingga mereka akan kembali ke perilaku yang sesuai dengan norma masyarakat.
ANALISIS KOMPONEN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KOMUNITAS VESPA ALIRAN EKSTREM Netty Herawati; Hasan Mauludi
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.075 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v9i2.5824

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui subjective well -being anggota komunitas vespa aliran ekstrem di Surabaya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, dengan metode pengumpulan data wawancara semi terstruktur. Teknik analisa data Milles dan Huberman. Triangulasi sumber dan triangulasi waktu sebagai uji keabsahan data.Informan berjumlah 3 orang (SB, ZA, PS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota komunitas vespa aliran ekstrem menunjukkan adanya subjective well being. Dengan berdasarkan pada beberapa komponen yaitu pertama, komponen kognitif menunjukkan bahwa anggota komunitas berfikir dengan bergabung di komunitas vespa akan memiliki banyak teman sehingga dapat mengembangkan diri dan dapat membangun hubungan baik dengan masyarakat, baik sesama anggota komunitas vespa maupun komunitas motor lain, lebih optimis menjalani hidup. Kedua, komponen afeksi positif menunjukkan perasaan bahagia, senang bergabung dan melakukan aktivitas di komunitas vespa karena disamping dapat menyalurkan bakat memodifikasi vespa, juga banyak teman, menumbuhkan kepekaan interpersonal seperti perhatian terhadap orang lain, saling menolong, bangga sebagai bagian dari komunitas vespa, memiliki solidaritas tinggi. Ketiga, komponen ketiadaan afeksi negatif menunjukkan tidak ada kondisi yang dirasakan berat, tidak memiliki konflik sesama anggota komunitas vespa dan komunitas motor lain, menanggapi stigma negative dengan tetap positif dalam sikap dan perilaku.
Pengaruh Persepsi Dukungan Suami terhadap Peningkatan Etos Kerja Wanita pada Guru PNS di Kecamatan Ungaran Prasetyo Ari Bowo
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.267 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v3i1.717

Abstract

Bekerja merupakan kemampuan alamiah yang dimiliki para pria maupun wanita. Pada masa lalu, seorang wanita hanya dijadikan pelengkap hidup pria, yaitu teman dalam mengatur rumah tangga belaka. Kemajuan jaman telah merubah pola pikir wanita untuk menjadi wanita mandiri dari segi emosional dan finansial. Berbagai cara ditempuh untuk mewujudkan keseimbangan sebagai seorang istri dan ibu bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mendapatkan data secara empirik pengaruh persepsi dukungan suami terhadap peningkatan etos kerja wanita. Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh persepsi dukungan suami terhadap peningkatan etos kerja wanita. Jumlah subjek penelitian ini adalah 98 wanita Guru PNS di Kecamatan Ungaran. Subjek penelitian diberikan dua macam skala yaitu skala persepsi dukungan suami dan skala etos kerja wanita. Metode analisis data yang digunakan adalah regression analysis. Analisis regresi membuktikan bahwa terdapat pengaruh persepsi dukungan suami terhadap peningkatan etos kerja wanita, sumbangan efektif sebesar 34,2%.
Halaman Depan Vol. 12 no. 1 Tahun 2021 Redaksi Personifikasi
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.663 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v12i1.10702

Abstract

Halaman Depan Volume 12 No. 1 Tahun 2021

Page 5 of 17 | Total Record : 168