cover
Contact Name
Yogi Ginanjar
Contact Email
mechanicalxplore@ubpkarawang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mechanicalxplore@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
Jalan HS. Ronggo Waluyo, Puseurjaya,Sirnabaya, Kec. Telukjambe Timur., Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
ISSN : 27460045     EISSN : 27463672     DOI : https://doi.org/10.36805/jtmmx.v2i2
Mechanical Xplore journal is published by the Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Karawang-West Java-Indonesia. Mechanical Xplore journal is an open-access, peer-reviewed journal that mediates the dissemination of academicians, researchers, and practitioners in mechanical engineering. Mechanical Xplore journal accepts submissions from all over the world, especially from Indonesia. Mechanical Xplore publishes research journals, methodologies, and case studies on mechanical engineering in general. Scientific articles in this journal contain data and information advancing science in general and fundamental research. The scope of the paper included Manufacturing Engineering, Manufacturing Systems, Automation Engineering, Advance Material, Industrial Engineering, Energy Conversion, and Mechanical Design.
Articles 80 Documents
ANALISIS PENGARUH RADIUS BENDING PADA PROSES BENDING MENGGUNAKAN PELAT SPCC-SD TERHADAP PERUBAHAN STRUKTUR MIKRO Istianto Budhi Rahardja; Nana Rahdiana; Dodi Mulyadi; Sumanto; Abduh Al Afghani; Anwar Ilmar Ramadhan; Sukarman
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.682 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v1i1.1279

Abstract

Paper ini membahas tentang pengaruh radius bending pada kualitas hasil bending dan pengaruhnya terhadap perubahan microstructure. Proses bending merupakan salah satu proses pembentukan logam (metal forming) dengan metode pembentukan dingin. Pada proses bending salah satu hal yang harus diperhatikan adalah penggunaan radius bending dan besarnya gaya yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan menggunakan material baja carbon rendah SPCC-SD dengan ketebalan 1.0 mm. Spesifikasi material SPCC-SD mengacu pada JIS-3141. Peneitian dilakukan pada proses bending dengan menggunakan mesin power press berkapasitas 40 ton pada proses pembuatan omega clamp 1.5 Inchi. Pengamatan difokuskan pada zona radius bending R 0.8 mm dan R 2.5 mm. Hasil pengujian mengkonfirmasi bahwa terjadi keretakan disekitar zona bending R 0.8 mm sedangkan pada zona radius bending R 2.5 mm tidak ditemukan. Penelitian ini juga mengkonfirmasi adanya perubahan microstructure pada penggunaan radius bending R 0.8 mm. Pada penggunaan zona bending R 0.8 mm telah dikonfirmasi terjadi perubahan menjadi butiran pearlite berdiameter 3.09 -6.97 µm. Sementara pada zona bending R 2.0 hanya terjadi perubahan pergeseran pearlite ke pusat bending dan tidak sampai terbentuk butiran pearlite. Kata kunci: Struktur micro, Pembentukan baja, Baja karbon rendah, Pearlit, Radius penekukan This paper study the influence of bending radius on bending results' quality and its effect on microstructure changes. The bending process is one of the metal forming types with the cold forming process. In the bending process, one thing to consider is using a bending radius, and a total force applied. This study used an experimental method using low-carbon steel material SPCC-SD with a thickness of 1.0 mm. SPCC-SD material specifications used according to JIS-3141. The research was carried out in the bending process using a 40-ton capacity power press machine for the 1.5-inch omega clamp manufacturing process. The investigation focused on bending radius zones. It found cracks around R 0.8 mm' bending zone while the R 2.5 mm bending radius zone not observed. The investigation confirmed the changes in the microstructure in the use of a 1.0 mm bending radius. Using the R 0.8 mm bending zone, confirmed that there changed size grain to 3.09 μm-6.97 μm diameter pearlite. While in the bending zone R 2.0, there was only a change in the pearlite shift to the bending center and without changed the pearlite grain. Keywords: Microstructure, Metal forming, Low-carbon steel, Pearlite, Bending radius
ANALISIS PENGARUH PROSES STRESS RELEIVING PADA MATERIAL BAJA STRUKTUR SETELAH PROSES PENGELASAN SMAW Murtalim Murtalim
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.631 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v1i1.1280

Abstract

Dalam suatu proses pengelasan logam yang dipanaskan akan memuai dan mencoba memaksa pelat terpisah, akan tetapi ditahan sampai sejumlah besar oleh bahan sekelilingnya yang dingin. Begitu las berlangsung logam las mulai berkontraksi dan mempengaruhi gaya-gaya penyusutan untuk menarik pelat bersama-sama. Gaya ini dikombinasikan dengan temperature yang tinggi dari logam yang berdekatan sehingga bahan menjadi mulur (yield) dan mengubah bentuk secara plastis pada daerah yang dipengauruhi panas (distorsi). Hal ini menyebabkan dimulainya tegangan dalam (internal stress) yang disebut tegangan sisa.. Tegangan sisa yang terjadi sangat mempengaruhi sifat dan kekutan dari sambungan, salah satu cara yang paling banyak diterapkan untuk mengurangi tegangan sisa adalah dengan perlakuan panas stress relieving. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pembentukan tegangan sisa serta perubahan sifat mekanik. Hasil lasan dengan variasi parameter arus pengelasan, sehingga akan diketahui hasil pengelasan dengan parameter pengelasan yang tepat. Kata Kunci: pengelasan, tegangan sisa, sifat mekanik In a welding process the heated metal will expand and try to force the plates apart, but is held to a large amount by the cold surrounding material. As the welding progresses the weld metal starts to contract and influence the shrinkage forces to pull the plates together. This force is combined with the high temperature of adjacent metals so that the material becomes stretched and changes its shape plasticly in areas affected by heat (distortion). This causes an internal stress which is called a residual stress. The residual stress that occurs greatly affects the nature and strength of the joint, one of the most widely applied methods to reduce residual stress is by stress relieving heat treatment. This research is intended to determine the formation of residual stress and changes in mechanical properties. The results of welds with variations in the welding current parameters, so that the welding results will be known with the right welding parameters. Keywords: welding, residual stress, mechanical properties
ANALISIS PENGARUH BENTUK STIFFENER TERHADAP KEKUATAN MAIN-TANK PADA TRANSFORMATOR TENAGA Khoirudin Khoirudin
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.933 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v1i1.1281

Abstract

Transformator adalah perangkat statis yang digunakan untuk mentransfer energi listrik dari satu rangkaian ke rangkaian lain melalui induksi elektromagnetik tanpa perubahan frekuensi. Salah satu komponen utama transformator tenaga adalah tangki transformator. Struktur tangki transformator harus bisa menahan beban tekanan, vacuum, lifting, jacking, dan transportasi. Untuk mengurangi beban tekanan dan lendutan maka tangki transformator dipasang stiffener pada semua sisi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan tangki transformator dengan pendekatan numerik. Tangki transformator dipasang stiffener dengan tiga variasi yaitu tipe flat, tipe T dan tipe box dengan variasi tekanan yaitu sebesar 133 Pa dan 98 kPa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan, regangan, dan deformasi pada masing-masing desain tangki transformator tenaga 150/20 kV 60 MVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa desain tangki transformator dengan stiffener tipe T mempunyai tegangan (stress) dan regangan (strain) paling rendah dibanding desain yang lain. Pada tekanan 133 Pa tegangan (stress) yang terjadi pada tangki transformator dengan stiffener tipe T sebesar 0,255 MPa dan regangan (strain) sebesar 0,0000009, sedangkan pada tekanan 98 kPa tegangan (stress) yang terjadi sebesar 188 MPa dan regangan (strain) sebesar 0,000664. Desain tangki transformator dengan stiffener tipe box mempunyai deformasi (displacement) paling rendah dibanding dengan desain yang lain. Pada tekanan 133 Pa deformasi yang terjadi pada tangki transformator dengan stiffener tipe box sebesar 0,0049 mm, sedangkan pada tekanan 98 kPa sebesar 3,63 mm. Kata kunci: transformator tenaga, tangki transformator, tegangan, regangan, deformasi. Transformer is a static device used to transfer electrical energy from one circuit to another through electromagnetic induction without changes in frequency. One of the main components of a power transformer is a transformer tank. The transformer tank structure must be able to withstand pressure, vacuum, lifting, jacking and transportation loads. To reduce the pressure and deflection load, transformer tanks are installed with stiffener on all sides. This research was conducted to determine the strength of the transformer tank with a numerical approach. Transformer tank mounted stiffener with three variations of type namely flat type, T-type and box type with pressure variations that are 133 Pa and 98 kPa. This study aims to determine the stress, strain, and deformation in each 150/20 kV 60 MVA power transformer tank design. The results showed that the design of the transformer tank with T-type stiffener has the lowest stress and strain compared to other designs. At a pressure of 133 Pa the stress that occurs in a transformer tank with a T-type stiffener is 0.255 MPa and strain is 0.0000009, while at pressure 98 kPa the stress occurs at 188 MPa and strain is 0.000664. Transformer tank design with box type stiffener has the lowest deformation compared to other designs. At a pressure of 133 Pa, the deformation that occurs in a transformer tank with a box-type stiffener is 0.0049 mm, while at a pressure of 98 kPa is 3.63 mm. Keywords: power transformer, transformer tank, stress, strain, deformation.
PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL BERDASARKAN WAKTU BAKU PADA PROSES PRODUKSI BATIK CAP DI WORKSHOP BATIK KARAWANG Nana Rahdiana; Ari Kusumawardani
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.32 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v1i1.1282

Abstract

Workshop Batik Karawang merupakan salah satu UKM batik tradisional yang memproduksi batik cap dan batik tulis, dengan berbagai jenis motif khas Karawang. Strategi produksi yang dijalankan yakni make to order, belum ada pedoman waktu produksi untuk setiap stasiun kerjanya. Pada bulan Januari 2020 jumlah pesanan batik yang diterima sudah masuk antrian produksi bulan Juli 2020, dengan kata lain sudah terjadi penumpukan pesanan dengan antrian 7 bulan. Jika hal ini terus dibiarkan, dapat memiliki dampak buruk pada UKM tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan waktu baku dan jumlah tenaga kerja optimal pada setiap tahapan proses, dengan menggunakan metode pengukuran waktu langsung “metode jam henti”. Dari hasil penelitian dan perhitungan didapatkan waktu baku untuk masing-masing stasiun kerja, yaitu pemotongan 2,05 menit, pengecapan 34,03 menit, pewarnaan 22,10 menit, penglorodan 10,12 menit, dan Pengemasan 8,11 menit. Dan usulan tenaga kerja yang optimal untuk masing-masing stasiun kerja adalah pemotongan 1 orang, pengecapan 4 orang, pewarnaan 3 orang, penglorodan 2 orang, dan pengemasan 1 orang. Kata Kunci: metode jam henti, waktu baku, tenaga kerja Workshop of Batik Karawang is one of UKM traditional batik that produces stamp batik and written batik, with various types of typical motifs (legacy) from Karawang. The production strategy undertaken for making orders, there is no production schedule for each work station. In January 2020 the number of batik orders received had entered the queue in July 2020, in other words there had been a buildup of orders with a queue of 7 months. If this continues, it can have a bad impact on the UKM. The purpose of this research is to determine the optimal standard time and workforce at each stage of the process, using the direct time measurement with stopwatch time study. From the results of research and calculations obtained standard time for each work station, ei cutting 2,05 minutes, tasting 34,03 minutes, coloring 22,10 minutes, washing 10,12 minutes, and packaging 8,11 minutes. And the optimal workforce proposal for each work station is cutting 1 people, tasting 4 people, coloring 3 people, washing 2 people, and packing 1 people. Keywords: stopwatch time sudy, standard time, manpower
ANALISIS KERUSAKAN TUBE REFORMER DAN USAHA PENCEGAHANNYA Amir Amir
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.415 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v1i1.1283

Abstract

dengan steam atau air. Reformer tersebut berfungsi untuk memecahkan gas hidrokarbon menjadi hidrogen. Proses reforming adalah proses reaksi CH4 + H20 CO + 3H2 yang memerlukan temperatur dan tekanan tinggi, reformer tersebut dioperasikan pada suhu 800-1000ºC dengan tekanan 2.1 kg/cm2. Dikarenakan pengoperasinya pada temperature yang tinggi maka ada gejala kerusakan pada sisi elbow tube reformer tersebut. Kerusakan pada tersebut disebabkan oleh beberapa factor seperti oksidasi, karburisasi (metal dusting),Nitridasi, korosi oleh halogen, korosi oleh logam cair dan korosi oleh deposit abu atau garam Carburization (metal dusting), Creep, Thermal shock, Prolong overheating, dan Short term overheating. Untuk mengetahui penyebab kerusakan pada bagian elbow tube reformer tersebut, maka dilakukan beberapa pengujian seperti pengujian komposisi kimia, pengujian metalografi, pengujian kekerasan, Berdasarkan analisa pengujian Laboratorium, maka elbow dari tube reformer tersebut mengalami oksidasi yang berarti korosi erosi karena mengalami penipisan pada elbow yang tidak merata dan terbentuknya partikel-partikel kecil yang mengakibatkan pengikisan material pada elbow reformer tube, untuk Melakukan langkah pencegahan, maka pada daerah elbow diberikan pelapisan permukaan dengan coating boron carbida, agar mendapatkan lapisan permukaan yang tahan terhadap aus, dan rendah gesekan dan juga tahan terhadap erosi, pelapisan permukaan pada sisi elbow dapat dilakukan dengan cara coating boron carbide setebal, 05 µm – 1,00 µm untuk mendapatkan kekerasan permukaan yang tinggi dan tahan aus yang tinggi dan korfisien gesekan yang rendah. Melakukan pemeliharaan rutin yang sesuai dengan persyaratan operasional pemeliharaan dan pengaturan kecepatan aliran gas operasional tetap terjaga. Kata kunci: Reformer, oksidasi, karburasi, nitridasi, korosi Reformer is a reactor which reaction of steam reforming take places. The reaction involves natural gas with steam or air. The reformer is used to break hydrocarbon gas into hydrogen. Reforming process is reaction process of CH4 + H2OCO + 3H2 which requires temperature and high pressure and operated at 800 - 1000ºC with a pressure of 2.1 kg/cm2. Due to its high temperature process, the damage symptoms exist onto elbow sides of reformer. Those damages was caused by several factors such as oxidation, metal dusting, nitridation, corrosion by molten metal’s and corrosions by ash deposits or salt carburization, creep, thermal shock, prolog overheating, and short-term overheating. To determine the cause of damage to the elbow tube reformer, some testing were conducted such as chemical composition testing, testing metallographic, hardness testing, testing then the elbow of the tube reformer that undergo oxidation, which means erosion corrosion due to the depletion of the elbow uneven and the formation of small particles that lead to the erosion of material at the elbow reformer tube, to Perform preventive measures, then in given the elbow area of surface coating with boron coating carbida, in order to get a surface layer which is resistant to wear and low friction and also resistant to erosion, surface coating on the side of the elbow can be done by way of boron carbide coating thickness of 05 μm - 1.00 μm for get a high surface hardness and high wear-resistant and low friction korfisien. Perform routine maintenance in accordance with the operational requirements of managing and maintaining the operational gas flow rate is maintained. Keywords: Reformer, oxidation, carburizing, nitriding, corrosion
ANALISIS JENIS MINYAK PELUMAS TERHADAP KINERJA MESIN PADA MOTOR 110cc Agus Supriyanto; Wegie Ruslan
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.491 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v1i2.1389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai torsi dan daya sepeda motor matik berbahan bakar pertamax dengan SAE oli yang berbeda-beda. Pengujian ini bertujan untuk mengetahui performa mesin yang dilihat berdasarkan hasil dari pengujian Dynotest. Dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga kondisi yaitu oli SAE 5w-30, SAE 10w-30 dan SAE 20w-40. Hasil pengujian menunjukan daya dan torsi pada sepeda motor matik dengan SAE 20w-40 lebih besar dari SAE 5w-30 dan SAE 10w-30. Torsi motor maksimum sebesar 8,03 N.m pada putaran 5650 rpm sedangakn untuk daya motor maksimum sebesar 6,78 HP pada putaran 7390 rpm. Bervariasi nilai daya dan torsi tersebut disebabkan karena adanya perbedaan nilai kekentalan pada ketiga jenis oli yang di pakai. Dapat disimpulkan bahwa nilai kekentalan minyak pelumas memberikan pengaruh terhadap naiknya performa mesin tersebut.
ANALISIS GAYA PADA SILINDER UNTUK ALAT ANGKUT TIPE HYDRAULIC SCISSOR LIFT KAPASITAS 1.000 KG Ana Fitriani; Muchammad Chusnan Aprianto; Mochamad Abdul Muftinur; Dadang Amir Hamzah
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.605 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v1i2.1390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya yang bekerja pada bagian silider pada perancangan alat angkut dengan tipe scissor lift yang saat ini banyak digunakan di dunia industri. Alat yang dirancang mampu mengangkat beban 1000 kg berdasarkan perhitungan menggunakan standar ANSI MH29.1-2012. Selain dirancang secara perhitungan manual, simulasi model juga digunakan untuk mengkonfirmasi hasil perhitungan secara manual. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh gaya silider pada posisi terendah sebesar 23.641,74 N. Selain itu, beban gaya silider pada posisi tertinggi sebesar 74.473,03 N. Berdasarkan hasil perhitungan tegangan manual yang didapat dapat disimpulkan bahwa tegangan yang dihitung tidak melebihi tegangan normal yang diijinkan sehingga desain scissor lift kapasitas 1.000 kg berdasarkan standar ANSI MH29.1-2012 dinyatakan bisa dibuat untuk difabrikasi.
PENGARUH CAMPURAN BENSIN DAN MINYAK JAHE PADA GETARAN MESIN SEPEDA MOTOR Riyan Ariyansah; Murtalim; Adhes Gamayel; Ade Sunardi; Fitria Efendy
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.13 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v1i2.1391

Abstract

Motor bakar adalah suatu mesin knversi energi yang digunakan untuk alat transportasi yang banyak digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Menyadari akan hal itu telah banyak dilakukan penelitian dan pengembangan untuk mengefesiensikan energi yang digunakan oleh motor bakar, salah satunya adalah pencampuran bahan bakar bensin dengan minyak jahe. Hal ini tentunya akan memberi hasil kinerja pada mesin tersebut. Penelitian ini dilakukan utuk mengetahui pengaruh pencampuran bahan bakar bensin dengan minyak jahe pada getaran mesin, torsi dan emisi gas buang pada kendaraan sepeda motor tersebut. Dengan variasi campuran minyak jahe 5 %, 10% dan 15% pada putaran mesin 1000 Rpm dan 2000 Rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar campuran minyak jahe maka semakin besar getaran pada mesin, torsi yang dihasilkan oleh mesin semakin rendah dan hasil emisi gas buang semakin tinggi
ANALISIS HASIL MODIFIKASI MESIN SEPEDA MOTOR 4 LANGKAH 100 CC MENJADI 107 CC DENGAN MERUBAH DIAMETER PISTON DAN DIAMETER KATUP Sunandar; Amir
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.009 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v1i2.1392

Abstract

Peningkatan performa sebuah mesin sepeda motor untuk keperluan tertentu terkadang sering dilakukan oleh orang-orang yang hobi menggunakan sepeda motor. Sebelum memodifikasi mesin sepeda motor hendaklah terlebi dahulu tahu kekurangan dan kelebihannya, agar tidak berakibat fatal. Dalam perhitungan matematis modifikasi akan berpengaruh dalam beberapa hal. Perubahan tersebut antara lain terjadinya penurunan tekanan sebesar akibat dari pembesaran volume di dalam silinder tetapi tekanan kompresi akan bertambah. Akan meningkatkan daya efektif sebesar 9,2% dibanding dengan daya efektif yang dihasilkan motor standar dan meningkatkan daya indicator sebesar 9,7%. Tekanan efektif rata-rata yang dihasilkan motor modifikasi lebih kecil 0,5% dari tekanan efektif rata-rata yang dihasilkan motor standar. Adanya perbedaan pemakaian bahan bakar dari kedua motor, pada motor standar lebih rendah pemakaian bahan bakarnya, yaitu sebesar 10%.
EVALUASI KEKUATAN UJI TARIK PADA PROSES PENGELASAN BUSUR LISTRIK BEDA MATERIAL SPHC DAN S30-C Abdurahman; Sukarman; Apang Djafar Shieddieque; Safril; Dibyo Setiawan; Nana Rahdiana
Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Teknik Mesin Mechanical Xplore
Publisher : Mechanical Engineering Department Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.546 KB) | DOI: 10.36805/jtmmx.v1i2.1395

Abstract

Paper ini membahas tentang pengaruh pengauh parameter pengelasan busur listrik (shielded metal arc welding-SMAW) terhadap kekuatan pengujian tensile strength. Proses pengelasan shielded metal arc welding merupakan salah satu teknik penyambungan logam yang banyak digunakan. Pada proses pengelasan, beerapa variable yang harus diperhatikan adalah penggunaan kuat arus pengelasan, voltase/tegangan dan diameter filler yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental dengan menggunakan material baja carbon rendah SPHC dengan ketebalan 3.0 mm yang digabungkan dengan matrial S30-C. Peneitian dilakukan dengan menggunakan mesin las dengan input power 4.6 kVA. Hasil pengujian mengkonfirmasi bahwa nilai tensile strength tertinggi dicapai pada penyetingan parameter pengelasan kuat arus 135 A, tegangan/ voltase 8 volt dan diameter filler 3.2 mm didapatkan nilai tensile strength tertinggi yaitu 481.74 N/mm2. Sedangkan untuk nilai tensile strength terendah dicapai pada penyetingan pengelasan kuat arus 110 A, tegangan/ voltase 9 volt dan diameter filler 3.2 mm dengan nilai 232.21 N/mm2.