cover
Contact Name
LAMIA DIANG MAHALIA
Contact Email
jfk@poltekkes-palangkaraya.ac.id
Phone
+6281349000042
Journal Mail Official
jfk@poltekkes-palangkaraya.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Jalan George Obos No.30 Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Forum Kesehatan : Media Publikasi Kesehatan Ilmiah
ISSN : 20879105     EISSN : 27152464     DOI : https://doi.org/10.52263
Jurnal Forum Kesehatan (JFK) adalah jurnal berbasis online dimana sumber tulisan berasal dari tulisan ilmiah bidang kesehatan terutama untuk hasil penelitian dari Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Kesehatan Masyarakat.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2017): Agustus 2017" : 8 Documents clear
Analisis Penyimpanan Dan Distribusi Alat Dan Obat Kontrasepsi Pemerintah Di Kota Palangkaraya Lamia Diang Mahalia
Jurnal Forum Kesehatan Vol 7 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.114 KB)

Abstract

Kontrasepsi merupakan alat/obat yang memiliki nilai yang sangat strategis dalam menunjang operasional program Keluarga Berencana. Pada tahun 2012, di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Badan PP dan KB) Kota Palangka Raya serta puskesmas se Kota Palangka Raya, masih ditemui masalah terkait penyimpanan dan distribusi alat/obat kontrasepsi (alokon). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai praktik pengelolaan penyimpanan dan distribusi alokon di Badan PP dan KB Kota Palangka Raya pada tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan rancangan case study yang menggunakan data retrospektif. Data kuantitatif diperoleh dengan pengisian daftar tilik dan observasi dokumen yang diambil secara retrospektif, sedangkan data kualitatif diperoleh dengan wawancara mendalam di Badan PP dan KB Kota Palangka Raya dan puskesmas se-Kota Palangka Raya yang dilaksanakan pada tahun 2012. Hasil menunjukkan bahwa persentase kecocokan antara barang dengan kartu stok di Badan PP dan KB Kota Palangka Raya adalah sebesar 100%, namun hal ini tidak terjadi di puskesmas. Penyimpanan alokon di Badan PP dan KB tidak 100% berdasarkan prinsip FEFO. Masih ditemukan alokon yang kadaluwarsa dan mengalami stok mati. Terdapat penyimpangan antara jumlah alokon yang diberi oleh Badan PP dan KB dengan yang diminta oleh puskesmas. Banyak puskesmas yang pernah mengalami kekosongan beberapa jenis stok alokon dalam satu tahunnya. Kegiatan penyimpanan dan distribusi alokon di Kota Palangka Raya pada tahun 2012 jika dilihat dari persentase pencapaian indikator penyimpanan distribusi serta pemenuhan unsur CDOB secara umum masih belum memenuhi standar yang berlaku.
Pengalaman Keluarga Merawat Lansia Demensia Di Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Missesa Missesa; Syam’ani Syam’ani
Jurnal Forum Kesehatan Vol 7 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.791 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hasil penelitian WHO (2013) menunjukkan bahwa peningkatan kasus demensia di wilayah Asia tenggara termasuk Indonesia tertinggi pada usia 75 – 79 tahun dengan estimasi prevalensi 6,4 % (termasuk tinggi sesuai standar internasional 6 – 9 %).Tujuan Penelitian : Mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang makna pengalaman keluarga tentang beban dan sumber dukungan dalam merawat lansia demensia di Wilayah Kerja Puskesmas Menteng.Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi fenomenologi. Sampel dalam penelitian ini adalah keluarga lansia dengan demensia di wilayah kerja Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya sebanyak 5 partisipan. Strategi pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan catatan lapangan. Penelitian ini memperhatikan prinsip etik selama penelitian dilakukan.Hasil Penelitian menemukan 7 tema yaitu 1) Pengetahuan Keluarga tentang lansia demensia, 2) Kondisi lansia yang demensia, 3)Beban keluarga yang demensia, 4)Strategi keluarga dalam merawat lansia, 5)Manajemen Koping Caregiver, 6) Sumber Dukungan Keluarga dalam merawat lansia demensia dan 7)Perawatan lansia yang terjangkau dan biaya efisien.Rekomendasi : Perawat bersama tenaga kesehatan lainnya mendukung partisipasi aktif keluarga dalam merawat lansia demensia di rumah melalui pelayanan kesehatan yang terjangkau baik dari segi tempat layanan maupun biaya.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) Secara Oral Terhadap Jumlah Eosinofil Pada Tikus (Rattus Norvegicus) Model Asma Alergi Adelgrit Trisia
Jurnal Forum Kesehatan Vol 7 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.162 KB)

Abstract

Pada masyarakat dayak di Kalimantan Tengah tanaman bawang dayak ini digunakan untuk alergi, asma dan meningkatkan daya tahan tubuh. Tampaknya tanaman obat ini dapat digunakan sebagai bahan yang bersifat modulasi imun sistem. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh pemberian ektrak etanol umbi bawang dayak terhadap eosinofil tikus model asma setelah pemberian secara oral ekstrak etanol umbi bawang dayak selama 21 hari. Penelitian ini bersifat eksperimental murni, dengan menggunakan Tikus Jantan sebagai hewan coba dengan jumlah 30 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok, masing-masing terdiri dari 6 ekor. Kelompok K(n) diberi placebo (CMC Na+) selama 21 hari, kelompok K(-) mendapat OVA IP pada hari ke 1,7 dan 14 serta pemberian secara aerosol hari ke 21, kelompok perlakuan 1 (P1) mendapat OVA kombinasi ektrak etanol bawang dayak 250 mg/KgBB selama 21 hari, kelompok perlakuan 2 (P2) mendapat OVA kombinasi ektrak etanol bawang dayak 500mg/KgBB selama 21 hari, kelompok perlakuan 3 (P3) mendapat OVA kombinasi ektrak etanol bawang dayak 1000 mg/KgBB selama 21 hari. Pelaksanaan pengambilan data (darah) segera setelah selesai penelitian. Sampel darah dianalisis dengan Advia 2120i untuk mengukur jumlah eosinofil. Hasil memperlihatkan nilai rerata jumlah eosinofil dalam sampel darah kelompok K(n) (3.18±1.77), kelompok K(-) (4.97±2.11), kelompok P1 (2.50±1.23), kelompok P2 (1.72±1.12) dan kelompok P3 (0.83±0.39). Uji statistik dengan uji Kruskal Wallis pada kelima kelompok berbeda bermakna dengan nilai p < 0,05. Ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang dayak yang diberikan secara oral dapat mempengaruhi penurunan jumlah eosinofil.
Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Pasien Resiko Perilaku Kekerasan di RSJD dr Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah Nuriza Choirul Fhadilah; Wien Soelistyo Adi; Shobirun Shobirun
Jurnal Forum Kesehatan Vol 7 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.535 KB)

Abstract

Resiko perilaku kekerasan merupakan salah satu bentuk perilaku yang memiliki resiko untuk melukai seseorang baik fisik maupun psikologis, dengan gejala perilaku kekerasan yang salah satunya diungkapkan melalui kemarahan. Marah merupakan emosi dasar yang terdapat pada setiap individu. Rasa marah biasanya terasa saat keteganggan otot mulai meningkat. Untuk mengurangi perasaan marah dapat diatasi dengan menggunakan tekhnik relaksasi, salah satunya adalah relaksasi otot progresif. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap pasien resiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi exsperiment dengan rancangan one group pre test and post test design, dilakukan pada 33 responden dengan tekhnik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian dianalisa menggunakan uji parametic wilcoxon, dengan hasil penelitian didapatkan nilai p value 0,000 (<0.05) dapat disimpulkan ada pengaruh relaksasi otot progresif terhadap penurunan emosi marah pada pasien resiko perilaku kekerasan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah.
Pengaruh Pemberian Diet Dash Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Pahandut Palangka Raya Fretika Utami Dewi; Sugiyanto Sugiyanto; Yetti Wira C
Jurnal Forum Kesehatan Vol 7 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.571 KB)

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan suatu keadaan terjadinya peningkatan tekanan darah yang memberi gejala berlanjut pada suatu organ tubuh sehingga timbul kerusakan lebih berat seperti stroke dan penyakit jantung koroner.Diet DASH (Dietary Approaches to stop Hypertension) merupakan suatu diet yang untuk menghentikan tekanan darah tinggi. Prinsip diet DASH adalah tinggi bahan makanan yang berasal dari buah dan sayuran, dengan menggunakan produk susu rendah lemak, serta konsumsi ikan secukupnya, kacang dan unggas yang bersumber Saturated Fatty Acid (SAFA). Tujuan : Mengetahui pengaruh intervensi diet DASH terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Pahandut Palangka Raya. Metodologi Penelitian :Rancangan penelitian ini bersifat eksperimen semu.Sampel diperoleh 20 orang yang diambil secara purposive sampling. Intervensi diberikan berupa buah dan susu rendah lemak sejumlah satu penukar selama 14 hari. Asupan mineral diet DASH (kalium, kalsium, magnesium dan natrium), diperoleh dengan menggunakan form food recall selama 14 hari, tekanan darah diperoleh dengan mengukur tekanan darah menggunakan alat tensi meter digital dan data dianalisis menggunakan uji Anova. Hasil : Sampel terbanyak pada umur berkisar antara 51-55 tahun danberjenis kelamin perempuan. Status gizi terbanyak pada kategori Obes I. Setelah dilakukan intervensi semua sampel mengalami penurunan tekanan darah. Ada perbedaan secara signifikan antara pengukuran sebelum intervensi dengan setelah intervensi selama 14 hari dan pengukuran ulang setelah intervensi pada hari ke 28. Pengukuran setelah intervensi selama 14 hari berbeda signifikan dengan pengukuran sebelum intervensi. Pengukuran ulang setelah intervensi pada hari ke 28 berbeda signifikan dengan pengukuran sebelum intervensi. Kesimpulan :Ada pengaruh yang signifikan intervensi diet DASH terhadap perubahan tekanan darah.
Penganggaran Dalam Rencana Pengembangan Program Jamkesda di Kabupaten Banjar Juni Ramadhani
Jurnal Forum Kesehatan Vol 7 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.733 KB)

Abstract

Latar Belakang: Anggaran yang harus disediakan oleh pemerintah Kabupaten Banjar di bidang kesehatan bertambah besar dengan diterapkannya program pelayanan kesehatan bersubsidi 24 jam. Dalam implementasinya biasa disebut dengan singkatan PKDG 24 jam. Anggaran untuk PKDG 24 jam ini bersumber dari APBD ditambah dari sumber-sumber lain yang diperbolehkan oleh peraturan yang berlaku. Pada tahun 2009 program ini akan dikembangkan menjadi Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) karena untuk meningkatkan perlindungan sosial kepada setiap warga masyarakat di daerah yang lebih baik dan penerapan PP No. 38 tahun 2007 tentang pembagian fungsi dan wewenang pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dalam proses penyusunan perencanaan pengembangan program tersebut ada dua opsi yang ditawarkan yaitu; pengembangan PKDG menjadi Jamkesda dan pengembangan Jamkesda dengan tetap mempertahankan program PKDG. Tujuan: Penelitian ini untuk mengkaji sistem penganggaran rencana pengembangan Program Jamkesda, mengidentifikasi tersedia atau tidaknya anggaran yang berkaitan langsung dengan program Jamkesda di Kabupaten Banjar, dan mengevaluasi penganggaran rencana program Jamkesda di Kabupaten Banjar. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan rancangan studi kasus dengan metode kualitatif. Variabel variabel yang digunakan dalam penelitian terdiri dari anggaran program Jamkesda, kesiapan sumberdaya manusia, kepesertaan program Jamkesda dan persepsi Stakeholder. Instrumen penelitian adalah wawancara mendalam. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa anggaran program Jamkesda sudah dialokasikan dalam DPA-SKPD sebesar Rp. 3.381.769.000, khusus untuk persiapan pelaksanaan Jamkesda dianggarkan sebesar Rp. 1.014.538.800 (30%). Sumberdaya manusia pengelola program Jamkesda masih masih belum siap terbukti pengelolaan belum dilakukan secara dasar pendidikan maupun dari pengalaman. Kepesertaan program Jamkesda adalah masyarakat miskin dan kurang mampu yang tidak terakomodir oleh program Jamkesmas (Askeskin). Persepsi stakeholder terhadap rencana pengembangan program Jamkesda di Kabupaten Banjar sangat positif terbukti dengan adanya persiapan baik dari segi anggaran dan sarana prasana dalam pelaksanaan program Jamkesda tahun 2010. Kesimpulan: Penganggaran pelaksanaan Jamkesda belum dianggarakan tersendiri karena masih menyatu dengan anggaran PKDB, yaitu sebesar 30%. Kesiapan sumberdaya manusia untuk pengelolaan Jamkesda belum siap. Jumlah sasaran program Jamkesda di kabupaten Banjar sebanyak 10.422 orang. Persepsi stakeholder terhadap rencana pengembangan Jamkesda adalah positif yang ditunjukkan dengan adanya anggaran untuk persiapan pelaksanaan.
Hubungan Pelaksanaan Kelas Antenatal Dengan Jenis Persalinan Pada Ibu Hamil di Puskesmas Pahandut Palangka Raya Tahun 2016 Sofia Mawaddah; Asih Rusmani
Jurnal Forum Kesehatan Vol 7 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.482 KB)

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) sebagai indikator kesehatan ibu, masih besar di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor yaitu pengawasan kehamilan belum menjangkau masyarakat secara menyeluruh dan bermutu, pertolongan ibu hamil dan persalinan belum memadai, rendahnya sistem rujukan dan pendidikan/ pengetahuan masyarakat serta berkaitan juga dengan karakteristik ibu yang meliputi umur, paritas, pendidikan dan perilaku yang berpengaruh terhadap kondisi ibu selama hamil yang memengaruhi jenis persalinan. Diperlukan upaya untuk mengurangi AKI tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah diselenggarakannya kelas ibu hamil/ antenatal. Kelas antenatal merupakan sarana untuk belajar bersama mengenai kesehatan ibu hamil dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, mitos, penyakit menular dan akte kehamilan. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan kelas antenatal dengan jenis persalinan pada ibu ha mil di Puskesmas Pahandut palangka Raya tahun 2016. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a). Distribusi frekuensi jenis persalinan pada ibu hamil yang mengikuti kelas antenatal di Puskesmas Pahandut Raya tahun 2016, (b). Distribusi frekuensi jenis persalinan pada ibu hamil yang tidak mengikuti kelas antenatal di Puskesmas Pahandut Palangka Raya Tahun 2016, (c). Hubungan pelaksanaan kelas antenatal dengan jenis persalinan pada ibu hamil di Puskesmas Pahandut Palangka Raya tahun 2016. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eskperimen dengan dua kelompok subjek penelitian. Kelompok pertama adalah kelompok kontol yaitu ibu hamil yang tidak mengikuti kelas antenatal dan kelompok kedua adalah kelompok eksperimen yaitu ibu hamil yang mengikuti kelas antenatal. Hasil : Ada hubungan yang signifikan antara kelas antenatal dengan jenis persalinan di Puskesmas Pahandut palangka Raya. Ibu hamil yang mengikuti kelas antenatal akan memiliki persiapan yang lebih baik dibandingkan ibu hamil yang tidak mengikuti kelas antenatal. Kesiapan diperoleh karena dukungan serta informasi yang diberikan melalui pendidikan kesehatan kepada ibu hamil mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh ibu hamil ketika menghadapi persalinan. Kesimpulan : (a). Ibu yang mengikuti kelas antenatal dalam proses persalinan normal sebanyak 12 orang (40%), ibu yang mengikuti kelas antenatal dengan proses persalinan abnormal sebanyak 3 orang (10%), (b). Ibu yang tidak mengikuti kelas antenatal dengan proses persalinan normal sebanyak 5 orang (16.7%) dan ibu yang tidak mengikuti kelas antenatal dengan persalinan tidak normal sebanyak 10 orang (33.3%), (c). Ada hubungan yang signifikan antara kelas antenatal dengan jenis persalinan di Puskesmas Pahandut Palangka Raya
Pengetahuan Orang Tua tentang Pendidikan Seks pada Anak Usia 6-10 Tahun di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Sri Eny Setyowati; Sri Widiyati; Fajar Surahmi
Jurnal Forum Kesehatan Vol 7 No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALANGKA RAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.839 KB)

Abstract

Latar Belakang: Komisi Nasional Perlindungan anak menyatakan bahwa Provinsi Jawa Tengah menyandang status darurat kekerasan terhadap anak dan menempati posisi ke 18 dari 34 propinsi di Indonesia dengan 2000 kasus selama bulan Januari hingga Juli 2015. Dari jumlah tersebut, 1570 kasus dari antaranya adalah kekerasan seksual. Dalam hubungan ini, orangtua mempunyai peran yang sangat penting dalam memberikan pendidikan seks kepada anak usia 6-10 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan orang tua dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia 6-10 tahun. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan orang tua siswa tentang pendidikan seks pada anak usia 6-10 tahun di Kecamatan Sumowono. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah para orang tua siswa yang mempunyai anak dengan usia 6- 10 tahun di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang berjumlah 100 orang. Hasil: Karakteristik responden menunjukkan bahwa sebagian orang tua siswa berumur 20-30 tahun (46%), sebagian besar berpendidikan SMP (48%) dan sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga (41%). Didapati bahwa sebagian besar orang tua siswa memiliki pengetahuan yang kurang tentang pendidikan sex pada anak (62%) seperti: sebagian besar dari mereka masih beranggapan bahwa membicarakan seks pada anak adalah tabu (53%) dan sebaiknya pendidikan seks diberikan setelah anak menikah (76%). Disarankan: Karena itu disarankan agar informasi tentang pendidikan seks diberikan kepada orang tua siswa yang anaknya berusia 6-10 tahun dengan cara ceramah atau pemutaran film.

Page 1 of 1 | Total Record : 8