cover
Contact Name
Rinto Susilo
Contact Email
rintosusilo88@gmail.com
Phone
+6282317004608
Journal Mail Official
medicalsains@gmail.com
Editorial Address
https://ojs.stfmuhammadiyahcirebon.ac.id/index.php/iojs/about/editorialTeam
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian
ISSN : 25412027     EISSN : 25482114     DOI : 10.37874/ms
Core Subject : Health,
The Medical Sains journal is a scientific publication media published by the Muhammadiyah Cirebon College of Pharmacy which is published 4 (four) times in 1 (one) year, namely January-March, April-June, July-September and October-December. The journal contains research in the field of pharmacy covering the fields of formulation, pharmacology, communication pharmacy, A natural chemical chemistry, pharmacognomy and other health sciences which is a means for lecturers and researchers in the health sector to share knowledge and establish cooperation in implementing the Tri Dharma of Higher Education. Purpose and Scope The objective of the publication of the Medical Science journal is to publish articles in the field of pharmacy and other health as well as application of pharmaceutical . Based on this, the editorial board of Medical Sains invites lecturers and researchers to contribute to submit research articles related to the following themes: 1. Pharmaceutical formulation technology 2. Pharmacology 3. Community pharmacy 4. Clinical Pharmacy 5. Natural material chemistry 6. Pharmacognosy 7. Pharmaceutical Analysis and Medicinal Chemistry
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2020)" : 10 Documents clear
REVIEW ARTICLE : AKTIVITAS SITOKTOSIK MANGGU LEWEUNG (Garcinia celebica L.) PADA BERRBAGAI LINI SEL KANKER Komang Suma Triyasa; Ajeng Diantini; Melisa Intan Barliana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.44 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i1.143

Abstract

ABSTRAKKanker merupakan penyakit yang mengancam jiwa yang sangat serius bagi semua manusia. Menurut data GLOBOCAN 2018 kasus populasi kanker masih meningkat menjadi 18,1 juta dan 9,6 juta dan kematian dan hampir dari setengah populasi terjadi di Asia. Ekstrak, fraksi hingga isolat Garcinia Celebica (manggis hutan) dilaporkan mempunyai aktivitas sitoktosik yang dapat menghambat pertumbuhan dalam berbagai sel kanker diantaranya MCF-7 (kanker payudara), A549 (kanker paru),  Hela (kanker servik),  KB (karsinoma epidermoid), B16F10 (melanoma), DBTRG (glioma).
Uji Daya Hambat Ekstrak Rimpang Temu Putri (Curcuma petiolata Roxb) terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli Abdul Wahid
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.332 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i1.145

Abstract

Tanaman Temu Putri (Curcuma petiolata Roxb) merupakan tanaman asli Indonesia yang sering dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisonal yang memiliki kaya akan manfaat bagi kesehatan dan bagian yang paling sering digunakan sebagai obat adalah rimpang . Penelitan ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan daya hambat ekstrak Rimpang Temu Putri terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode disk diffusion (Test Kirby dan Bauer). Dari hasil penelitian ini diperoleh data yang menunjukkan bahwa Pemberian ekstrak Rimpang Temu Putri pada kosentrasi 1%, 2% dan 3% b/v menunjukkan efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Konsentrasi 3% b/v menunjukkan efek yang paling baik terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Eschericia coli.. Hasil analisis uji t menunjukkan tidak ada perbedaan efek yang nyata pada ekstrak Rimpang Temu Putri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Ekstrak Rimpang Temu Putri paling efektif menghambat  Eschericia coli dibandingkan Staphylococcus aureus.
ISOLASI SENYAWA AKTIF FLAVONOID RUTIN MADU SEBAGAI METABOLIT SEKUNDER BAHAN BAKU PENGEMBANGAN OBAT DIABETES MELITUS Iis Inayati Rakhmat; Euis Reni Yuslianti; Fikri Alatas
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.191 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i1.149

Abstract

Metabolit sekunder sebagai bahan baku pengembangan obat modern dibutuhkan terutama untuk penyakit kronis diantaranya diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia. Bahan alami berpotensi sebagai antidiabetes adalah madu rambutan yang mengandung flavonoid rutin dan diduga mampu melindungi sel beta pankreas dengan mengurangi stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan mengisolasi komponen aktif flavonoid (rutin) dari madu rambutan sebagai bahan baku untuk pengembangan obat diabetes melitus. Penyiapan isolat dilakukan dengan mengekstraksi cair-cair madu diikuti dengan memfraksinasi dengan masing-masing pelarut air, n-heksanaa, dan etil asetat. Hasil fraksinasi dianalisis dengan kromatografi lapis tipis(KLT) pada plat prasalut Kiesel gel GF254. KLT preparatif dilakukan terhadap fraksi etil asetat menggunakan Plat Preparatif silica gel 60 GF254. Kemurnian Isolat diuji dengan KLT dua arah dengan menggunakan rutin trihidrat sebagai pembanding. Pola-pola kromatogram menunjukkan bahwa bercak senyawa hanya terdapat pada fraksi etil asetat. Hasil kromatogram uji kemurnian menunjukkan ada satu bercak di pengembangan pertama dan pengembangan kedua yang mengindikasikan bahwa isolat adalah senyawa murni rutin yang identik dengan pembanding. 
Aktivitas Senyawa Bioaktif Ekstrak Bunga Teratai Putih (Nymphaea alba L) terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus dengan Metode Bioautografi Ningsih Samsy Dhuha; Abdul Wahid
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.468 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i1.151

Abstract

Teratai putih (Nymphaea alba L) adalah tanaman yang memiliki banyak kandungan senyawa kimia sehingga banyak masyarakat menjadikannya sebagai obat tradisional. Salah satunya adalah antibakteri tetapi belum ada penelitian yang melakukan penelitian tentang senyawa yang dapat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol Bunga Teratai Putih  terhadap pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus secara bioautografi kontak. Berdasarkan hasil KLT diperoleh bercak noda yang tidak begitu jelas, tetapi setelah diamati dibawah sinar UV 366 nm diketahui bahwa pada ekstrak eter Bunga Teratai Putih (Nymphaea alba L) terhadap Pseudomonas aeruginosa memperlihatkan aktivitas menghambat dengan diameter hambatan 8,33 mm. Sedangkan pada Staphylococcus aureus memperlihatkan aktivitas menghambat dengan dimeter hambatan 8,45 mm. Sedangkan pada ekstrak n-butanol Bunga Teratai Putih (Nymphaea alba L) terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus tidak didapatkan senyawa yang dapat menghambat Staphylococcus aureus. Dari hasil KLT yang telah dilakukan senyawa bioaktif dari ekstrak Bunga Teratai Putih (Nymphaea alba L) yang bertindak sebagai antibakteri yaitu senyawa flavanoid. Hal ini dilihat dari bercak dengan nilai Rf dan noda dari senyawa.
PROFIL PENCAMPURAN INTRAVENA DI RUANG MELATI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA M. Ikbal Fauzi; Ilham Alifiar; Firman Gustaman
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.003 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i1.155

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kualitas sediaan intravena (IV) dipengaruhi oleh ketercampuran obat (compatible) yang berperan dalam keberhasilan terapi pasien di Ruang Melati Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini melihat pola incompatible dan persentase incompatible pada sediaan intravena (IV) di  Ruang Melati Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan observasional deskriptif pada pasien di Ruang Melati Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya selama periode februari – April 2020. Pada penelitian ini pembanding yang digunakan Handbook on Injectable Drugs Edisi 15 (2009) dan Injectable Drugs Guide sebagai acuan untuk analisis kompatibilitas pada sediaan intravena (IV). Hasil penelitian di Ruang Melati didapatkan 103 pasien yang diamati, dan terdapat data yang incompatible pada pencampuran ceftriaxone + RL. Berdasarkan 2 pembanding didapatkan data yang tidak diketahui kelarutannya sehingga dikategorikan Not Information (laki – laki 4,3%, perempuan 3,5%). Kemudian peneliti melakukan pengujian langsung dikarenakan didapat hasil yang Not Information, uji yang dilakukan yaitu uji visual dan uji pH. Hasil dari uji visual pada jam ke – 24 dikatakan incompatible karena mengalami perubahan warna, sedangkan untuk uji pH didapatkan hasil incompatible berdasarkan data yang didapat dengan nilai selisih perubahan pH obat lebih dari 0,5 dihitung dari waktu ke waktu pengamatan. Dari hasil penelitian ditemukan pola inkompatibilitas obat intravena pada pasien di Ruang Melati Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya antara obat dengan cairan infus. Dari hasil analisis, persentase potensi terjadinya inkompatibilitas pada penggunaan obat intravena pada pasien di Ruang Melati Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya adalah 1,0%.
Persepsi dan Perilaku Swamedikasi Penyakit Jamur Kulit di Kelurahan Panjang Wetan Kota Pekalongan Tahun 2020 Viya Amalia; Ainun Muthoharoh; Fitriyani Fitriyani; Wulan Agustin Ningrum
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.084 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i1.156

Abstract

Kelurahan Panjang Wetan Kota Pekalongan merupakan salah satu daerah di wilayah pesisir yang rawan terhadap kejadian bencana banjir rob. Salah satu dampak signifikan banjir rob adalah masalah kesehatan, yaitu timbulnya penyakit jamur kulit. Salah satu respon seseorang apabila merasakan sakit yaitu dengan melakukan tindakan mengobati sendiri (swamedikasi) yang salah satunya dipengaruhi oleh persepsi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi tentang penyakit jamur kulit terhadap perilaku swamedikasi di Kelurahan Panjang Wetan Kota Pekalongan tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode deskriptif korelatif. Desain penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 96 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan lembar kuesioner yang telah tervalidasi, terdiri dari penyataan persepsi tentang penyakit jamur kulit dan perilaku swamedikasi. Data yang diperoleh kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh informasi untuk melakukan swamedikasi berasal dari pengalaman pribadi atau keluarga (71,9%); penyakit jamur kulit yang pernah dialami akibat rob ialah kutu air (tinea pedis) (97,9%); obat yang paling banyak digunakan ialah salep 88® (33,3%), salep 24® (31,3%), soffel® (13,5%). Sebagian besar responden memiliki persepsi tentang penyakit jamur kulit buruk (68,8%) dan perilaku swamedikasi buruk (51%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chi square didapat nilai signifikansi sebesar 0,563 (p>0,05), yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan antara persepsi tentang penyakit jamur kulit terhadap perilaku swamedikasi.
Evaluasi Kuantitas Penggunaan Antibiotik Pasien Demam Tifoid di Instalasi Rawat Inap RSUD Kraton Pekalongan Tahun 2019 Ulfatun Alkhodiyah; Ainun Muthoharoh; Yulian Wahyu Permadi; St Rahmatullah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.139 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i1.157

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella thypi. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat merugikan pasien serta menyebabkan resistensi obat terhadap bakteri Salmonella thypi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menjadi prediksi awal kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Instalasi Rawat Inap RSUD Kraton Pekalongan tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Pengambilan data secara acak sistematik dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan. Evaluasi dilakukan menggunakan metode ATC/DDD sesuai dengan ketentuan WHO 2020. Sebanyak 96 data rekam medik yang masuk kriteria inklusi. Jenis kelamin perempuan sebanyak 53 pasien dengan kategori umur dewasa madya (41-60 tahun). Penyakit penyerta yang banyak dialami pasien adalah DHF, Bronchopneumonia dan Hipertensi. Sebanyak 70 pasien menjalani rawat inap selama 4-7 hari. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan untuk pengobatan demam tifoid di RSUD Kraton Pekalongan tahun 2019 adalah ceftriaxon dengan jumlah DDD/100 patient-days sebesar 45,23. Perlunya evaluasi lebih lanjut secara prospektif.
EVALUASI KESESUAIAN DOSIS INSULIN PADA PROLANIS BERDASARKAN LITERATUR DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2019 Nadliyatul Umah; Ainun Muthoharoh; Wulan Agustin Ningrum; Wirasti Wirasti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.251 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i1.159

Abstract

Kasus penyakit diabetes melitus di Kabupaten Batang pada urutan dua setelah penyakit hipertensi. Jumlah prevalensi penyakit diabetes melitus sebanyak 17,53%. Kesesuaian dosis insulin sangat diperlukan, apabila tidak sesuai hiperglikemik tidak terkontrol. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh gambaran tentang evaluasi kesesuaian dosis insulin pada prolanis selama menjalani perawatan diabetes melitus. Metode yang digunakan yaitu deskriptif retrospektif univariat. Kriteria insklusi yaitu data rekam medik pasien yang mempunyai riwayat diabetes melitus yang menjalani prolanis dan menggunakan insulin. Kriteria eksklusi yaitu rekam medik yang tidak lengkap. Hasil dari evaluasi kesesuaian dosis berdasarkan literatur Standard of Medical Care In Diabetes 2018, Drug Information Handbook 19th Edition (Lacy dkk, 2010), The Renal Drug Handbook, MIMS edisi 17, ISO volume 51 yang sesuai sebanyak 100%, kemudian berdasarkan guideline Comparison of 2 intravenous insulin protocols : glycemia variability in critically ill patients yang sesuai sebanyak 34,1% dan guideline Update On Management Of In-hospital Hyperglycemia yang sesuai sebanyak 27,1%. Hasil dari karakteritik prolanis di RS X yaitu pada kelompok usia 60-74 tahun (lansia) sebanyak 49,4%, jenis kelamin lebih banyak laki-laki yaitu 52,9%, hasil diagnosa pasien prolanis yang paling banyak yaitu diabetes militus komplikasi 52,9%, jenis insulin yang sering diberikan untuk pasien prolanis yaitu novomix 30 flexpen sebanyak 84,7%, dan tingkat kepatuhan pasien prolanis yaitu 100%. Bagi pengguna insulin sebaiknya mengikuti anjuran dari program prolanis dan menjaga pola hidup yang sehat agar terapi insulin berhasil.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (ZIZIPHUS MAURITIANA LAMM) DALAM FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR SEBAGAI ANTISEPTIK TERHADAP BAKTERI STAPYLOCOCCUS AUREUS ATCC 25923 Khoirunnisak Khoirunnisak; Wulan Agustin Ningrum; Wirasti Wirasti; St Rahmatullah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.377 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i1.161

Abstract

Daun bidara (Ziziphus mauritianaLamm) mempunyai senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid dan terpenoid yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan sabun cair  ekstrak daun bidara (Ziziphus mauritiana Lamm) dan menguji efektifitas antibakteri sediaan sabun cair dengan pemberian ekstrak daun bidara pada formula 1 yaitu 0,3%, formula 2 yaitu 0,5% dan formula 3 yaitu 0,7%. Hasil uji  antibakteri pada formula 1 mempunyai daya hambat 5,0003 mm, formula 2 mempunyai daya hambat sebesar 9,0137 mm dan formula 3 memiliki daya hambat sebesar 12,003 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil analisis one way ANOVA pada uji antibakteri dengan nilai sig 0,00< 0,05 menunjukan adanya perbedaan dari masing-masing konsentrasi terhadap pengaruh daya hambat bakteri Staphylococcus aureus.Katakunci : Daun bidara, Sabun cair, Staphylococcus aureus
FORMULASI DAN UJI IRITASI KRIM EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa Linn.) Sulistiorini Indriaty; Deni Firmansyah; Rani Dwi A; Diah Rodiah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.973 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i1.166

Abstract

Kunyit merupakan salah satu sumber antioksidan karena kandungan kurkuminoidnya. kurkuminoid terdiri dari tiga komponen utama yaitu kurkumin (77%), desmethoxycurcumin (17%) dan bisdesmethoxycurcumin (3%). Untuk mempermudah penggunaannya kunyit dapat dibuat dalam sediaan krim. Krim mempunyai keuntungan dalam penggunaannya dengan mengoleskan pada kulit, mudah dibilas dengan air dan mudah merata. Sediaan kosmetik sebelum diedarkan dipasaran salah satunya perlu adanya uji iritasi, dilakukan sebelum pemakaian pada manusia sehingga mencegah reaksi hipersensitifitas. Iritasi adalah gejala inflamasi yang terjadi pada kulit atau membrane mukosa setelah perlakuan berkepanjangan atau berulang dengan menggunakan bahan kimia atau bahan lain. Tujuan penelitian ini ialah untuk membuat sediaan krim dengan menggunakan konsentrasi rimpang kunyit yang berbeda yaitu 5% dan 10% dan untuk mengetahui stabilitas dari krim tersebut. Uji stabilitas menggunakan metode Cycling test yaitu disimpan pada suhu 4oC selama 24 jam kemudian dipindahkan ke suhu 40oC selama 24 jam (1 siklus) yang dilakukan sebanyak 6 siklus dengan parameter yang diamati yaitu uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH dan tipe emulsi. Sedangkan viskositas dan sifat alir dilakukan hanya siklus 0 dan 6 dan tujuan ke dua untuk mengetahui apakah sediaan krim ekstrak etanol rimpang kunyit berpotensi mengiritasi dan berapa nilai indeks iritasinya. Metode uji iritasi yang digunakan metode Draize test dengan teknik Patch test yang dilakukan pada 4 ekor marmut jantan yang diamati eritema dan edema pada 24 jam dan 72 jam. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini meliputi SLS 30% (kontrol positif), basis krim (kontro negatif), kontrol normal, formula 1, formula 2 dan ekstrak etanol rimpang kunyit. Hasil uji organoleptis dan homogenitas menunjukkan bahwa kedua formula krim dan basis memiliki warna yang stabil dan homogen. Formula I memiliki nilai daya sebar sekitar 5,57-6,11 cm dan nilai pH sekitar 6,66-7,53, formula II memiliki nilai daya sebar sekitar 5,64-6,09 cm dan nilai pH sekitar 6,95-7,57 cm, serta basis memiliki nilai daya sebar sekitar 5,67-7,49 cm dan nilai pH sekitar 6,92-7,70. Formula I, II dan basis memiliki tipe emulsi M/A. Hasil uji sifat alir basis, formula I dan II menunjukkan sifat alir plastis tiksotropik. Hasil uji iritasi menunjukan bahwa krim ekstrak etanol rimpang kunyit tidak memiliki potensi iritasi karena memiliki indeks iritasi 0,00.

Page 1 of 1 | Total Record : 10