cover
Contact Name
Mister Gidion Maru
Contact Email
mrgideonmaru@unima.ac.id
Phone
+6281340075651
Journal Mail Official
abdimas@unima.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Manado Tondano Minahasa
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
Abdimas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 19790953     EISSN : 25986066     DOI : https://doi.org/10.36412/abdimas.v13i1
Jurnal ABDIMAS diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Negeri Manado dengan fokus pada publikasi dosen, mahasiswa, peneliti, praktisi, profesional dan pengabdi yang mencerminkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditandai dengan pemanfaatan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni (Ipteks) untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam masyarakat. Jurnal ini juga terbuka untuk diseminasi hasil kegiatan pengembangan dan penguatan daya saing bangsa, kewirasuhaan, ekonomi kreatif dan kepariwisataan serta terobosan pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini. Jurnal ABDIMAS terbit tiga kali dalam setahun yakni April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
PENERAPAN MODEL KONTEKSTUAL PEMBELAJARAN BATUAN PADA SMAN 9 BINSUS MANADO Denny Maliangkay
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 9, No 01 (2016): JUNI 2016
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1158.645 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v9i01.578

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui penerapan CTL dan lingkungan sebagai sumber belajar dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran geografi khususnya tentang jenis batuan. Kegiatan dilaksanakan selama 3 bulan. Siklus I, guru menunjukkan jenis batuan sambil menjelaskan dan siswa mengerjakan kartu soal, siklus II siswa mengamati, mengidentifikasi, dan mengelompokan jenis batuan dengan mengerjakan tabel kerja pada LKS secara berkelompok di luar kelas/lingkungan sekolah kemudian mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan siklus III, siswa ditugaskan membawa 10 jenis batuan yang berbeda dari rumah kemudian diamati, diidentifikasi dan dikelompokan dengan mengerjakan LKS lalu dipresentasikan di depan kelas sambil menunjukkan jenis batuan satu persatu secara individu sesuai LKS. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman siswa akibat motivasi dan aktifitas belajar siswa dalam melakukan pengamatan, mengidentifikasi atau mengelompokan jenis batuan dan mengerjakan soal LKS baik secara kelompok maupun individu. Pada akhir tindakan, berdasarkan indikator keberhasilan terbukti bahwa tindakan yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman siswa hingga mencapai ketuntasan secara klasikal. Pada post test sebelum CAR (classroom action research) ketuntasan belajar siswa adalah 20%, setelah diberikan tindakan post test pada siklus I ketuntasannya 48,57%, siklus II 74,20% dan pada siklus III 88,57%. Oleh karena itu, penulis menyarankan apabila hendak meningkatkan pemahaman siswa tentang jenis batuan dapat menerapkan pendekatan CTL.
PKM PEMBELAJARAAN BAHASA TOULOUR BAGI PEMUDA DESA TOTOLAN KECAMATAN KAKAS BARAT Selviane Mumu
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14, No 3 (2021): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.758 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v14i3.3273

Abstract

Bahasa  Toulour  merupakan  salah  satu  bahasa  Daerah  yang  ada  di  Sulawesi  Utara  digunakan  sebagai alat  komunikasi  sehari-hari. Bahasa  Toulour  adalah  bahasa yang  dipakai  oleh  penduduk  asli yang  mendiami  seputaran  daerah  yang  mengelilingi  danau  Tondano  yang  merupakan salah satu  dari  sekian  banyak  bahasa  daerah  di  Indonesia. Bahasa Tondano atau bahasa Toulour, sebagai bahasa sub-etnis Toulour yang mendiami daerah sekeliling Danau Tondano sampai di pantai Timur Minahasa (Tondano pante). Bahasa Tondano terdiri atas tiga dialek yaitu dialek induk Tondano, dialek Kakas dan dialek Remboken. Dialek yang terbesar dalam daerah dan jumlah penutur terdapat di bagian Utara yaitu kota Tondano dan Eris-Kombi. Dialek Kakas di kecamatan Kakas dan dialek Remboken di kecamatan Remboken. Juga terdapat penutur bahasa ini di daerah kolonisasi (transmigrasi lokal Minahasa) di kecamatan Tompaso Baru dan Modoinding. Di Tompaso Baru, dengan dialek induk Tondano dituturkan pada kampung Pinaesaan, Kinalawiran, Kinaweruan, Liningaan, Bojonegoro, dialek Kakas di kampung Temboan dan Polimaaan dan dialek Remboken di kampung Kinamang. Di Kecamatan Modoinding terdapat penutur dialek Kakas di kampung Wulurmaatus Palolon, Makaaruyan, Pinasungkulan, Lineleyan dan penutur dialek Remboken di kampung Sinisir dan Kakenturan serta penutur dialek induk Tondano di kampung Mokobang. Bahasa  Toulour  menurut  pemakainya  yaitu  bahasa  umum,  bahasa  yang  dipakai dalam  percakapan  sehari-hari, kemudian  bahasa  sasaraha  yang  disebut  bahasa   Samaran,  biasanya  digunakan  pada  acara-acara  adat  untuk  menolak  malapetaka  dan  terakhir  bahasa  sastra.  (Bawole, dkk. 1971). Pemakaian  bahasa  Toulour  mulai  mengalami  masalah karena  pembauran  antar  penduduk  asli  dengan  para  pendatang  dari  luar  Minahasa  sehingga  pemakaian  bahasa  Toulour  semakin  menurun  atau  berkurang  digunakan  apalagi  dikalangan  generasi  muda. Menyikapi  berbagai  permasalahan yang  ada  di  desa, maka  UNIMA  sebagai  lembaga  pendidikan  yang  selalu  responsif  terhadap  berbagai  permasalahan  dan  kebutuhan  yang  ada  di tengah-tengah  masyarakat,  melalui  Lembaga  Pengabdian  kepada Masyarakat  bersama  tim  dosen  yang  ada  di  Fakultas  Bahasa  dan  Seni  (FBS),  hendak  melaksanakan  suatu  kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat  kepada  pemuda dan pemudi  di desa  Totolan  khususnya  pelatihan  bahasa Toulour  yang hampir  punah.  Kegiatan  pelatihan  bahasa  Toulour  adalah  wujud  upaya  UNIMA  untuk  memberdayakan  pembelajaran  bahasa  Toulour  bagi  pemuda  dan  pemudi,  dengan  harapan  bahwa  melalui  pelatihan  ini  akan  dihasilkan  buku  khusus  bahasa  Toulour untuk  menghindari  kepunahan  bahasa.
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN BAGI GURU-GURU BAHASA JEPANG DI MANADO Sherly Ferro Lensun
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 12, No 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.364 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v12i1.1040

Abstract

Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan, terutama untuk menghasilkan kualitas pengajaran para guru dengan melakukan kegiatan pelatihan penggunaan model-model pembelajaran  pembelajaran yang bervariasi untuk meningkatkan semangat dan motivasi siswa dalam belajar. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan dan informasi kepada para guru-guru untuk meningkatkan kualitas dalam pengajaran karena pembelajaran dengan berbagai macam media pembelajaran, merupakan solusi bagi beragam masalah pendidikan. Sasaran pelatihan yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini yaitu seluruh Guru-guru bahasa Jepang/MGMP Manado. Menerapkan model-model pengajaran yang koopratif yang mudah diserap oleh pembelajar adalah upaya pengajar untuk mencapai tujuan yang diharapkan yaitu dapat menguasai empat ketrampilan berbahasa yakni; ketrampilan berbicara, membaca, menulis, menyimak. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentuk pelatihan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi kepada Guru-guru bahasa Jepang/MGMP Manado telah berhasil dilaksanakan dengan baik.Pelaksanaan pelatihan ini telah mencapai tujuan yang dilaksanakan karena semua peserta dapat menguasai dan membuat media pembelajaran yang bervariasi
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) PENATAAN RUANG KAWASAN RESAPAN AIR DI KELURAHAN TOUNSARU KECAMATAN TONDANO SELATAN KABUPATEN MINAHASA Abdul Rahman Dilapanga; Jeane Mantiri
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 13, No 1 (2020): APRIL (2020) ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.686 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v13i1.2142

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah; (1) Analisis dalam menginterpretasiskan Implementasi Penataan Daerah Resapan Air di Kelurahan Tounsaru Kecamatan Tondano Selatan; (2) Melakukan sosialisasi mengenai faktor-faktor penghambat dalam Implementasi Penataan Daerah Resapan Air di Kelurahan Tounsaru Kecamatan Tondano Selatan untuk merealisasikan Penataan Daerah Resapan ; (3) Memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat yang masih minim mengetahui mengenai program, alur dan ketentuan dari Penataan Daerah Resapan Air di Kelurahan Tounsaru Kecamatan Tondano Selatan; (4) Menentukan vegetasi yang tepat untuk ditanam di daerah resapan. Beberapa diantaranya adalah bambu, beringin, bisbul (sejenis kesemek), rambutan, nangka, manggis, dan matoa. Penelitian ini bertempat di Kelutrahan Tonsaru Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa, dengan menggunakan metode kombinasi pendekatan Pilot Project dengan pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal) dan pemahaman desa secara cepat (Rapid Rural Appricial). Dan menghasilkan bahwa; (1) Pada umumnya Kelurahan suatu daerah lebih cenderung mempertimbangkan faktor kebutuhan ruang dan nilai ekonomis dibandingkan dengan faktor lingkungan; (2) Perlu adanya kajian potensi resapan air tanah dengan modelmodel penentuan resapan air tanah yang sudah ada, yang nantinya dipakai sebagai salah satu dasar dalam penyusunan RTRW suatu daerah; (3) Perlu adanya kriteria-kriteria (model) yang baku untuk menentukan suatu kawasan resapan air tanah; (4) Secara umum kriteriakriteria atau parameter yang dipakai sebagai dasar penentuan kawasan resapan air adalah : kelulusan batuan, curah hujan, tanah penutup, kemiringan lahan dengan bobot dan pengklasifikasian tertentu; (5) Distribusi kelas kesesuaian kawasan resapan air di Kelurahan Tonsaru Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa terdiri atas kurang sesuai, cukup sesuai, dan tidak sesuai.Kata Kunci: Resapan, Tonsaru, Aliran
BANTUAN TEKNIS DESAIN LANSEKAP AIR TERJUN KINAAPIAN DESA BATU KECAMATAN LIKUPANG SELATAN Ingerid Lidia Moniaga; Amanda Sutarni Sembel
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 11, No 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.058 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v11i1.545

Abstract

Desa Batu merupakan salah satu Desa yang berada di wilayah Kecamatan Likupang Selatan Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Desa Batu memiliki kekayaan alam yang mempesona, salah satunya yakni air terjun Kina-apiaan yang terletak di kawasan agrowisata buah.Jarak tempuh lokasi air terjun dari desa berjarak 2 Km. Desa Batu merupakan desa yang memiliki potensi sumberdaya alam yang menarik dan berpeluang dikembangkan sebagai obyek wisata baru. Potensi air terjun desa Batu menjadi sumber air bagi desa-desa disekitarnya, yang walaupun musim kemarau panjang tidak mengalami penurunan debit air, tetapi tetap tersedia untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Desa Batu dan desa sekitarnya. Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, yaitu memberi pembinaan dan pendampingan pada kelompok wisata desa Batu dalam Pengembangan Optimalisasi Ruang Luar atau Lanskap Air Terjun. Pembinaan dan pendampingan yang dilakukan untuk menangani beberapa masalah prioritas yang dilakukan dengan tahapandiantaranya : (1) Penyuluhan dan (2) Pelatihan. Target luaran yang ingin dicapai pada pembinaan dan pendampingan masyarakat desaBatu adalah (1) meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam Pengembangan Potensi Sumber Daya Alam yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik obyek wisata alam melalui desain-desain ruang luar atau lanskap wisata, (2) memahami dan melakukan kegiatanpraktek mengembangkan objek wisata alam, (3) memiliki kemampuan dalam mengelola lanskap wisata alam, (4) meningkatkan kualitas lingkungan desa, (5) menghasilkan artikel ilmiah yang dapat dipublikasikan pada seminar nasional.
PELATIHAN BAGI ORANGTUA MENGASUH ANAK PADA ERA PANDEMI COVID 19 DI KOTA MANADO Julduz R Paus
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14, No 2 (2021): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.937 KB) | DOI: 10.36412/abdimas.v14i2.3080

Abstract

Tujuan akan dicapai dalam kegiatan ini yaitu agar peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) dalam hal ini para orangtua yang memiliki anak usia dini mendapatkan seperangkat pengetahuan teoritis, sikap positif dan keterampilan fungsional disertai kemauan terkait dengan belajar anak usia dini atau cara belajar anak usia dini. Untuk mencapai tujuan tersebut ditempuh dengan pendekatan Diklat Pembelajaran Bagi para orangtua yang memiliki anak usia dini dan saat ini sedang mengikuti pendidikan di Raudatul Alfal (RA) Yayasan Baitush Sholohin Kelurahan Paniki Satu Kota Manado. Kegiatan Diklat dilakukan melalui prosedur: (a) perencanaan, (b) pelaksanaan dan (c) evaluasi. Kegiatan pada perencanaan antara lain dalam bentuk need asessman yang berhubungan dengan kebutuhan belajar calon warga belajar (peserta diklat), potensi lokal yang mendukung pelaksanaan kegiatan (budaya dan ketersediaan sarana prasarana). Kegiataan lainnya yaitu penentuan materi antara lain: (1) Perkembangan Anak Usia Dini,   (2) Cara Belajar Anak Usia Dini dan (3) Praktek Pembelajaran. Nara sumber terdiri dari, Akademisi (Dosen Prodi PLS FIP-UNIMA FIP UNIMA. Metode penyampaian (ceramah, diskusi, demonstrasi, brainstorming dan inquiri, waktu dan tempat pelaksanaan, acara pembukaan, pelaksanaan dan penutupan kegiatan. Dalam pelaksanaan pelatihan, setiap nara sumber wajib memiliki naskah dalam bentuk power point dan Print out materi lengkap dengan pre tes dan post test yang sebelumnya diserahkan kepada panitia. Menggunakan metode bervariasi dan berdiri disaat menyajikan materi. Usai penyajian seluruh materi dilanjutkan dengan praktek pembelajaran yang dilakukan dalam bentuk kelompok kecil peer teaching 8-10 orang. Hasil yang dicapai lewat pelatihan tersebut yaitu umumnya para peserta pelatihan memiliki pengetahuan dasar teoritis dan kemampuan mempraktekan cara membantu anak usia dini belajar dirumah  pada masa Pandemi Covid 19 ini. Disarankan agar ibu-ibu rumah tangga terutama yang memiliki anak usia dini dilibatkan dalam pelatihan tentang cara anak usia dini belajar. Pada acara penutupan diserahkan sertifikat bagi para peserta.
KAMPANYE MICROGREENS MELALUI INSTAGRAM DALAM MEMPERINGATI HARI TANI INDONESIA Aldi Adi Pratama; Kaniaareta Sadya Zafira; Kiki Yulianto
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15, No 2 (2022): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36412/abdimas.v15i2.3619

Abstract

This Community Service activity aims to create an understanding of microgreens in commemorating Indonesian Farmer's Day on September 24. Microgreens are mini plants that have many health benefits. Microgreens comes from the words micro (small) and greens (forage) which are harvested from 7 days to 14 days. The project was carried out through a persuasive communication system Instagram campaign, with the help of volunteers. Instagram was chosen because based on previous research by CupoNation, Indonesia is ranked 4th with the most Instagram users in the world as many as 56 million. Has evolved into a platform that allows users to create a visual identity for businesses. The campaign includes understanding, content, types, health benefits, differences with sprouts, advantages, cultivation, opportunities, suitable microgreens to plant, processed microgreens, bioprospects, and duration lighting microgreens. The author's analysis can conclude that persuasive communication methods are said to be very efficient in microgreens campaigns. This can be seen from the follower analysis of volunteers' Instagram, 45 users said they understood very well and 42 others said they understood, even though there were negative data.campaign system tends to be interesting, because it provides solutions and understanding based on current problems, such as the economy during and after a pandemic
PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DAN PRODUKSI SAYURAN MANDIRI DI DUSUN PULAU PANJANG, DESA PENUTUK, KECAMATAN LEPAR PONGOK, KABUPATEN BANGKA SELATAN Ardiansyah Kurniawan; Olivia Khanati; Eka Nurcahyono; Febi Kurniawati
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15, No 2 (2022): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36412/abdimas.v15i2.3609

Abstract

The people of Pulau Panjang, one of the islands in the South Bangka Regency, rely on capture fisheries for their livelihood. The problem in this area is the presence of non-economic by catch fish, including in districts with high early marriage rates, and the availability of vegetables that must be imported from other islands. Students of the Himpunan Kultur Akuatik carried out Village Development on Pulau Panjang to help solve the problem through aquaponics demonstration plots, counseling on early marriage, and joint activities. Counseling on early marriage and joint gymnastics was carried out with the enthusiasm of the residents, especially children. The aquaponics demonstration plot was successfully constructed using tarpaulin ponds and PVC pipes. The introduction of aquaponics was enthusiastically welcomed by the residents. Fish waste is used as fish feed. The demonstration plot management by the residents managed to start harvesting vegetables in the form of kale on the 27th day and reached a great harvest after 1.5 months. The success of the demonstration plot in vegetable production in an aquaponic system is expected to trigger the Pulau Panjang community to produce vegetables independently.
KARYA TULIS ILMIAH: WORKSHOP PENULISAN PROPOSAL DAN SKRIPSI BAGI MAHASISWA Mikhael Misa; Lasi Febronia
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15, No 2 (2022): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36412/abdimas.v15i2.3703

Abstract

AbstrakWorkshop ini bertujuan untuk dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait penulisan proposal dan skripsi serta karya tulis ilmiah lainnya. Mahasiswa dalam  menuangkan ide dan konsepnya masih mengalami hambatan dan kendala dalam penulisan proposal dan skripsi. Oleh karena itu, perlu dilakukan workshop menulis proposal dan skripsi serta karya tulis ilmiah lainnya dengan pendampingan yang lebih intensif agar mereka lebih mampu dalam menulis proposal pada saat menyusun skripsi.  Metode yang digunakan adalah  ceramah, praktek bimbingan dan tanya-jawab. Peserta yang menghadiri workshop ini berjumlah 124 orang mahasiswa, yang bertempat di Aula-FIP Unimor. Dalam workshop ini, peserta yang menghadiri telah menunjukkan antusiasmenya yang tinggi selama workshop berlangsung. Selain itu juga, peserta tidak hanya mendengarkan ceramah; tetapi juga mendapatkan bimbingan sehingga dapat meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan yang didapatnya dalam menulis proposal dan skripsi secara efisien dan efektif.
PKM KELOMPOK PENJUAL JAGUNG DI KAWASAN WISATA RELIGI BUKIT KASIH KANONANG KECAMATAN KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA SULAWESI UTARA Kimbal, Rahel Widiawati; Manaroinsong, Johny
ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15, No 3 (2022): ABDIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : LPPM UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36412/abdimas.v15i3.3118

Abstract

Keindahan Tempat Wisata Religi Bukit Kasih Kanonang sudah dikenal banyak kalangan. Maka tidak mengherankan dalam  rentang  Juni hingga Desember 2016 tercatat ada 35.028 wisatawan yang telah mendatangi objek wisata ini. Besarnya kunjungan ini telah mendorong lahirnya penawaran berbagai jasa. Salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat adalah  usaha penjualan jagung yang menjual jagung rebus dan bakar. Metode pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini melibatkan masyarakat khususnya penjual jagung  yang kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan mengelolah usaha mereka. Pemilik usaha penjual jagung juga bersedia dihimpun dan membentuk kelompok penjual makanan yang belum pernah ada. Di samping itu kegiatan ini akan melibatkan pemerintah desa dan tokoh agama atau adat setempat yang memiliki pengaruh kuat serta menjadi pribadi panutan dalam  masyarakat. Selain itu, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini juga menggunakan pendekatan  dengan cara  melibatkan mahasiswa ekonomi sebagai pendamping dan sekaligus mereka belajar dan membagi ilmu. Rencana kegiatan diawali dengan persiapan dengan pembahasan program dan langkah-langkah kerja yang akan dilaksanakan. Selanjutnya melakukan kordinasi dengan mitra untuk membahas serta mengindentifikasikan permasalahan mendasar yang harus segera diatasi. Rencana kegiatan diawali dengan persiapan dengan pembahasan program dan langkah-langkah kerja yang akan dilaksanakan. Selanjutnya melakukan kordinasi dengan mitra untuk membahas serta mengindentifikasikan permasalahan mendasar yang harus segera diatasi.