cover
Contact Name
Zainal Abidin
Contact Email
edusifa@stitsifabogor.ac.id
Phone
+6285723117063
Journal Mail Official
edusifa@stitsifabogor.ac.id
Editorial Address
STIT Sirojul Falah Bogor Alamat Jl. Karadenan No. 6, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat WhatsApp 085723117063 Email admin@stitsifabogor.ac.id
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 25800582     EISSN : 28298322     DOI : https://doi.org/10.56146/edusifa
Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam is a journal published in Prodi Pendidikan Agama Islam STIT Sirojul Falah Bogor published twice a year in May and November. Furthermore, this journal is published in two versions, namely print and online. The Journal focuses on issues found in the field of Islamic Education, both as material objects and or as formal objects. The Journal kindly invites scientists, scholars, professionals, and researchers in the disciplines of Islamic education in the form of the contribution with articles to be published and disseminated through: the selection mechanism of the article, criticized by reviewer, and the editing process. P-ISSN 2580-0582 E-ISSN 2829-8322
Articles 81 Documents
Reorientasi Pendidikan Islam di Era Disrupsi Digital: Studi Kualitatif tentang Integrasi Nilai Akhlak dan Literasi Digital di Madrasah Edy; Syamsul Anwar
Edusifa: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 5 (2025): Edusifa : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/edusifa.v9i5.386

Abstract

Era disrupsi digital telah menciptakan tantangan paradigmatis bagi pendidikan Islam, terutama dalam mempertahankan dan menginternalisasikan nilai akhlak di tengah arus informasi yang masif dan tidak tersaring. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis reorientasi pendidikan Islam melalui studi integrasi antara literasi digital dan nilai-nilai akhlak di lingkungan madrasah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa reorientasi ini diwujudkan melalui tiga kerangka utama. Pertama, rekonstruksi komponen pendidikan—meliputi tujuan, kompetensi guru, metode, materi, dan evaluasi—untuk mencapai keseimbangan antara penguasaan teknologi dan penanaman karakter. Kedua, pengembangan model integratif-spirital dalam pembelajaran, di mana media digital tidak hanya menjadi alat penyampai konten, tetapi juga wahana untuk refleksi, keteladanan, dan pembiasaan nilai akhlak. Ketiga, respons pendidikan Islam yang mencakup level kurikuler, institusional, dan sosial untuk membendung degradasi akhlak akibat paparan konten negatif di media sosial. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi yang sinergis antara literasi digital kritis dan fondasi akhlak Islami merupakan kunci transformasi madrasah menjadi lembaga pendidikan yang tangguh, relevan, dan berkarakter di era digital. Implikasi penelitian ini adalah perlunya penguatan kapasitas guru, pengembangan kebijakan sekolah yang mendukung, serta kolaborasi dengan komunitas untuk mewujudkan pendidikan Islam yang holistik.