cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,474 Documents
Model Penilaian Bahaya Konstruksi Berbasis Linguistik: Pengembangan Construction Project Hazard Index (CPHI) Iqbal Prasetya Barrelvi; Tri Joko Wahyu Adi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6231

Abstract

Industri konstruksi minyak dan gas memiliki tingkat bahaya tinggi akibat kompleksitas pekerjaan multidisiplin, sistem proses, penggunaan alat berat, dan kondisi lapangan yang dinamis. Penilaian berbasis matriks risiko konvensional belum mampu merepresentasikan profil bahaya proyek secara hierarkis dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi Construction Project Hazard Index (CPHI) sebagai model penilaian bahaya berbasis linguistik pada proyek konstruksi migas. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan pengembangan model ini mengidentifikasi delapan komponen dan 24 atribut bahaya, kemudian menerapkannya pada Proyek EPF X di Sumatera Selatan. Tiga pemangku kepentingan menilai severity dan frequency setiap atribut. Penilaian linguistik dikonversi menggunakan Trapezoidal Fuzzy Number dan Fuzzy Risk Index, dibobotkan melalui Analytical Hierarchy Process, lalu diagregasi dengan Choquet fuzzy integral dalam kerangka Multi-Criteria Decision Making. Hasil menunjukkan nilai CPHI sebesar 0,5373 dalam kategori tinggi. Process and System Complexity memberikan kontribusi terbesar, sedangkan metode pelaksanaan dan ketidaksesuaian prosedur kerja memiliki nilai risiko atribut tertinggi sebesar 0,7144. Validasi expert judgment menghasilkan skor rata-rata 4,70 atau sangat valid. Analisis sensitivitas menunjukkan model stabil terhadap perubahan bobot global hingga ±10%, meskipun paling sensitif terhadap komponen Process and System Complexity. Disimpulkan bahwa CPHI layak digunakan sebagai alat penilaian untuk memprioritaskan pengendalian bahaya, inspeksi, dan alokasi sumber daya keselamatan pada proyek konstruksi migas.
Determinants of Government Performance Accountability Moderated by Electronic-Based Government System (Study on Construction Services Development Board) Sutri Rahayu; Roekhudin Roekhudin; Arum Prastiwi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6263

Abstract

This study analyzes the determinants of Government Performance Accountability, with the Electronic-Based Government System (SPBE) serving as a moderating variable within the Construction Services Development Board of the Ministry of Public Works. Amid the ongoing push toward digital transformation in Indonesia’s public sector, understanding how such systems influence accountability outcomes has become increasingly relevant to strengthening governance in non-structural public institutions. The factors examined in this study are grounded in Agency Theory and Institutional Theory and were formulated by considering the findings of relevant previous studies. This study employs a quantitative research approach using primary data. Data were collected through an online questionnaire distributed to 131 respondents at the Construction Services Development Board of the Ministry of Public Works and subsequently analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that governance, regulations and policies, human resources, leadership commitment, performance-based budgeting, and the Government Internal Control System (SPIP) each have a positive and significant effect on Government Performance Accountability. Furthermore, the findings reveal that the Electronic-Based Government System (SPBE) significantly strengthens the effects of these factors on Government Performance Accountability, confirming its role as an effective moderating variable. These results suggest that digitalization not only supports administrative efficiency but also reinforces the underlying mechanisms of institutional accountability. Therefore, to enhance accountability within non-structural public institutions, the implementation and utilization of SPBE should be further strengthened alongside continued improvements in governance practices, human resource capacity, and leadership commitment across relevant government agencies.
Menakar Keberhasilan Kebijakan Ketahanan Pangan pada Pengelolaan Dana Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat Made Agus Adi Indrawan; Agus Fredy Maradona
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6268

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang berkaitan erat dengan kemandirian desa dan kesejahteraan masyarakat. Dana Desa telah diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan, tetapi keberhasilannya masih dipengaruhi oleh kapasitas pengelola, kondisi wilayah, dan keberlanjutan kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberhasilan kebijakan ketahanan pangan dalam pengelolaan Dana Desa serta mengidentifikasi faktor penghambat dan dampaknya terhadap pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Jembrana. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus ekstrem dan multilokus di Desa Yehembang dan Desa Candikusuma. Data diperoleh melalui wawancara semiterstruktur terhadap 15 informan, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Evaluasi kebijakan mengacu pada enam kriteria William N. Dunn, sedangkan pemberdayaan dianalisis menggunakan teori Julian Rappaport. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan telah berjalan cukup efektif, efisien, merata, responsif, dan tepat serta mampu meningkatkan partisipasi, kapasitas usaha, akses terhadap sumber daya produktif, dan peran BUMDes. Penyerapan anggaran Desa Yehembang meningkat dari 63,27% pada 2024 menjadi 99,33% pada 2025. Namun, program belum optimal dalam menghasilkan Pendapatan Asli Desa karena keterbatasan sumber daya manusia, pendampingan, infrastruktur, akses pemasaran, fluktuasi harga ternak, tingginya biaya pakan, dan perubahan prioritas anggaran. Disimpulkan bahwa kebijakan mendukung pemberdayaan masyarakat, tetapi memerlukan pendampingan, penguatan tata kelola BUMDes, dan kepastian pendanaan berkelanjutan.
Perbedaan Pertumbuhan Varietas Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Catur Prayoga; Filli Pratama; Merynda Indriyani Syafutri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6351

Abstract

Produktivitas kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sangat ditentukan oleh keunggulan genetik dan kualitas fisik komponen buahnya. Pemilihan varietas yang tepat menjadi faktor krusial dalam upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi minyak sawit secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi serta menganalisis perbedaan pertumbuhan morfologi dan karakteristik fisik di antara empat varietas unggul komersial kelapa sawit produksi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), yaitu Simalungun, PPKS 718, Avros, dan Langkat, dengan kelompok non varietas sebagai kontrol. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengamati tiga parameter fisik utama, yaitu berat sampel, diameter buah, dan panjang buah, yang berperan penting dalam menentukan kualitas dan rendemen minyak yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kontras yang cukup nyata pada keragaman dimensi fisik di antara kelompok yang diuji di bawah kendali genetik yang kuat. Varietas PPKS 718 menunjukkan performa fisik paling dominan dengan mencatatkan rata-rata berat sampel tertinggi sebesar 22,00 kg dan dimensi buah terpanjang mencapai 3,75 cm, yang mengindikasikan efisiensi metabolisme unggul dalam akumulasi asimilat. Sebaliknya, varietas Simalungun dan Langkat menunjukkan karakteristik buah yang lebih kompak dengan bobot masing-masing sebesar 9,00 kg dan 9,60 kg. Sementara itu, kelompok non varietas menunjukkan bobot yang cukup tinggi, yaitu 14,80 kg, yang secara agronomis dapat menyesatkan karena berkorelasi dengan struktur cangkang yang tebal, bukan kandungan minyak yang tinggi, sehingga penilaian produktivitas tidak dapat hanya didasarkan pada bobot semata. Dengan demikian, penggunaan varietas unggul bersertifikat memberikan kepastian morfologi buah yang seragam dan terprediksi, yang berfungsi sebagai parameter acuan vital untuk mengoptimalkan efisiensi ekstraksi minyak pasca panen di pabrik pengolahan kelapa sawit.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue