cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,554 Documents
Model Penilaian Bahaya Konstruksi Berbasis Linguistik: Pengembangan Construction Project Hazard Index (CPHI) Iqbal Prasetya Barrelvi; Tri Joko Wahyu Adi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6231

Abstract

Industri konstruksi minyak dan gas memiliki tingkat bahaya tinggi akibat kompleksitas pekerjaan multidisiplin, sistem proses, penggunaan alat berat, dan kondisi lapangan yang dinamis. Penilaian berbasis matriks risiko konvensional belum mampu merepresentasikan profil bahaya proyek secara hierarkis dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi Construction Project Hazard Index (CPHI) sebagai model penilaian bahaya berbasis linguistik pada proyek konstruksi migas. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan pengembangan model ini mengidentifikasi delapan komponen dan 24 atribut bahaya, kemudian menerapkannya pada Proyek EPF X di Sumatera Selatan. Tiga pemangku kepentingan menilai severity dan frequency setiap atribut. Penilaian linguistik dikonversi menggunakan Trapezoidal Fuzzy Number dan Fuzzy Risk Index, dibobotkan melalui Analytical Hierarchy Process, lalu diagregasi dengan Choquet fuzzy integral dalam kerangka Multi-Criteria Decision Making. Hasil menunjukkan nilai CPHI sebesar 0,5373 dalam kategori tinggi. Process and System Complexity memberikan kontribusi terbesar, sedangkan metode pelaksanaan dan ketidaksesuaian prosedur kerja memiliki nilai risiko atribut tertinggi sebesar 0,7144. Validasi expert judgment menghasilkan skor rata-rata 4,70 atau sangat valid. Analisis sensitivitas menunjukkan model stabil terhadap perubahan bobot global hingga ±10%, meskipun paling sensitif terhadap komponen Process and System Complexity. Disimpulkan bahwa CPHI layak digunakan sebagai alat penilaian untuk memprioritaskan pengendalian bahaya, inspeksi, dan alokasi sumber daya keselamatan pada proyek konstruksi migas.
Determinants of Government Performance Accountability Moderated by Electronic-Based Government System (Study on Construction Services Development Board) Sutri Rahayu; Roekhudin Roekhudin; Arum Prastiwi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6263

Abstract

This study analyzes the determinants of Government Performance Accountability, with the Electronic-Based Government System (SPBE) serving as a moderating variable within the Construction Services Development Board of the Ministry of Public Works. Amid the ongoing push toward digital transformation in Indonesia’s public sector, understanding how such systems influence accountability outcomes has become increasingly relevant to strengthening governance in non-structural public institutions. The factors examined in this study are grounded in Agency Theory and Institutional Theory and were formulated by considering the findings of relevant previous studies. This study employs a quantitative research approach using primary data. Data were collected through an online questionnaire distributed to 131 respondents at the Construction Services Development Board of the Ministry of Public Works and subsequently analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that governance, regulations and policies, human resources, leadership commitment, performance-based budgeting, and the Government Internal Control System (SPIP) each have a positive and significant effect on Government Performance Accountability. Furthermore, the findings reveal that the Electronic-Based Government System (SPBE) significantly strengthens the effects of these factors on Government Performance Accountability, confirming its role as an effective moderating variable. These results suggest that digitalization not only supports administrative efficiency but also reinforces the underlying mechanisms of institutional accountability. Therefore, to enhance accountability within non-structural public institutions, the implementation and utilization of SPBE should be further strengthened alongside continued improvements in governance practices, human resource capacity, and leadership commitment across relevant government agencies.
Menakar Keberhasilan Kebijakan Ketahanan Pangan pada Pengelolaan Dana Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat Made Agus Adi Indrawan; Agus Fredy Maradona
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6268

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang berkaitan erat dengan kemandirian desa dan kesejahteraan masyarakat. Dana Desa telah diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan, tetapi keberhasilannya masih dipengaruhi oleh kapasitas pengelola, kondisi wilayah, dan keberlanjutan kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberhasilan kebijakan ketahanan pangan dalam pengelolaan Dana Desa serta mengidentifikasi faktor penghambat dan dampaknya terhadap pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Jembrana. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus ekstrem dan multilokus di Desa Yehembang dan Desa Candikusuma. Data diperoleh melalui wawancara semiterstruktur terhadap 15 informan, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Evaluasi kebijakan mengacu pada enam kriteria William N. Dunn, sedangkan pemberdayaan dianalisis menggunakan teori Julian Rappaport. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan telah berjalan cukup efektif, efisien, merata, responsif, dan tepat serta mampu meningkatkan partisipasi, kapasitas usaha, akses terhadap sumber daya produktif, dan peran BUMDes. Penyerapan anggaran Desa Yehembang meningkat dari 63,27% pada 2024 menjadi 99,33% pada 2025. Namun, program belum optimal dalam menghasilkan Pendapatan Asli Desa karena keterbatasan sumber daya manusia, pendampingan, infrastruktur, akses pemasaran, fluktuasi harga ternak, tingginya biaya pakan, dan perubahan prioritas anggaran. Disimpulkan bahwa kebijakan mendukung pemberdayaan masyarakat, tetapi memerlukan pendampingan, penguatan tata kelola BUMDes, dan kepastian pendanaan berkelanjutan.
Perbedaan Pertumbuhan Varietas Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Catur Prayoga; Filli Pratama; Merynda Indriyani Syafutri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6351

Abstract

Produktivitas kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) sangat ditentukan oleh keunggulan genetik dan kualitas fisik komponen buahnya. Pemilihan varietas yang tepat menjadi faktor krusial dalam upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi minyak sawit secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi serta menganalisis perbedaan pertumbuhan morfologi dan karakteristik fisik di antara empat varietas unggul komersial kelapa sawit produksi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), yaitu Simalungun, PPKS 718, Avros, dan Langkat, dengan kelompok non varietas sebagai kontrol. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengamati tiga parameter fisik utama, yaitu berat sampel, diameter buah, dan panjang buah, yang berperan penting dalam menentukan kualitas dan rendemen minyak yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kontras yang cukup nyata pada keragaman dimensi fisik di antara kelompok yang diuji di bawah kendali genetik yang kuat. Varietas PPKS 718 menunjukkan performa fisik paling dominan dengan mencatatkan rata-rata berat sampel tertinggi sebesar 22,00 kg dan dimensi buah terpanjang mencapai 3,75 cm, yang mengindikasikan efisiensi metabolisme unggul dalam akumulasi asimilat. Sebaliknya, varietas Simalungun dan Langkat menunjukkan karakteristik buah yang lebih kompak dengan bobot masing-masing sebesar 9,00 kg dan 9,60 kg. Sementara itu, kelompok non varietas menunjukkan bobot yang cukup tinggi, yaitu 14,80 kg, yang secara agronomis dapat menyesatkan karena berkorelasi dengan struktur cangkang yang tebal, bukan kandungan minyak yang tinggi, sehingga penilaian produktivitas tidak dapat hanya didasarkan pada bobot semata. Dengan demikian, penggunaan varietas unggul bersertifikat memberikan kepastian morfologi buah yang seragam dan terprediksi, yang berfungsi sebagai parameter acuan vital untuk mengoptimalkan efisiensi ekstraksi minyak pasca panen di pabrik pengolahan kelapa sawit.
Penatalaksanaan Mukokel Bibir Bawah melalui Eksisi Bedah dengan Anestesi Lokal pada Pasien Anak Intan Winari; Meirina Gartika
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6070

Abstract

Mukokel adalah lesi pseudokistik pada mukosa mulut yang terbentuk akibat ekstravasasi atau retensi lendir dari kelenjar ludah minor, dengan bibir bawah sebagai lokasi yang paling umum, terutama menyerang anak-anak dan remaja. Trauma lokal akibat kebiasaan parafungsional atau iritasi mekanis oleh struktur anatomi seperti tepi gigi seri yang tajam merupakan faktor predisposisi yang sering terjadi. Laporan ini menyajikan kasus mukokel bibir bawah pada pasien anak yang ditangani dengan eksisi bedah di bawah anestesi lokal, dikombinasikan dengan penghilangan faktor predisposisi melalui pengasahan tepi gigi seri yang tajam. Seorang pasien laki-laki berusia 10 tahun 4 bulan datang dengan lesi persisten pada mukosa labial bawah kiri berukuran sekitar 6 mm, yang tidak kunjung sembuh setelah lima kali kunjungan observasi. Pada kunjungan keenam, lesi tersebut telah bertangkai, dan dilakukan eksisi bedah. Prosedur dilakukan dalam kondisi aseptik dengan anestesi infiltrasi yang diberikan melalui jarum suntik aspirasi. Penjepit arteri dipasang di dasar tangkai dan ditekan hingga iskemia lokal tercapai; lesi kemudian dieksisi di atas penjepit menggunakan gunting bedah. Penutupan dilakukan dengan jahitan 5-0 menggunakan dua simpul terputus, diikuti dengan penggerindaan tepi insisal gigi 21 yang tajam untuk menghilangkan faktor predisposisi. Prosedur berjalan lancar. Pemeriksaan tindak lanjut satu minggu menunjukkan penyembuhan jaringan yang baik dan jahitan dilepas. Pada pemeriksaan tindak lanjut satu bulan, mukosa telah sembuh sepenuhnya tanpa keluhan atau tanda-tanda kekambuhan. Eksisi bedah di bawah anestesi lokal yang dikombinasikan dengan penghilangan faktor predisposisi merupakan modalitas yang efektif dan aman untuk penanganan mukokel bibir bawah pada anak, memberikan hasil penyembuhan optimal dengan risiko kekambuhan yang rendah.
The Implementation of Bloom's Taxonomy in Islamic Religious Education Learning During the Merdeka Curriculum Era: A Systematic Literature Review Laode Muhamad Khalifah; Retno Ayupi Jaya
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6073

Abstract

The implementation of Bloom’s Taxonomy has become increasingly important in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam / PAI) following the adoption of the Merdeka Curriculum, which emphasizes competency-based learning, character development, and Higher Order Thinking Skills (HOTS). However, previous studies have generally examined Bloom’s Taxonomy from limited perspectives, such as HOTS, assessment, learning models, or educational technology, while comprehensive reviews remain limited. This study aims to examine the application of Bloom’s Taxonomy in Islamic Religious Education instruction and identify significant trends related to the Merdeka Curriculum. Employing a Systematic Literature Review (SLR) methodology, this library research reviewed twelve journal articles published between 2025 and 2026, which were obtained through Google Scholar. The data were analyzed using thematic, comparative, and critical analysis approaches. The findings revealed four major trends. First, the cognitive domain was primarily implemented through HOTS-oriented learning, active learning, and problem-solving strategies. Second, the affective domain was developed through religious character education, value internalization, and affective assessment. Third, the psychomotor domain was strengthened through practice-based and experiential learning activities. Fourth, technology integration supported interactive learning, digital assessment, and the development of higher-order thinking skills. The study concludes that the effective implementation of Bloom’s Taxonomy in Islamic Religious Education requires the integration of cognitive, affective, psychomotor, and technological dimensions. This study contributes a conceptual framework that can support curriculum implementation, instructional design, and assessment practices in Islamic Religious Education within the Merdeka Curriculum context
Normatifikasi Pelarangan Circular Shareholder dalam Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia Farsya Azzahra; Rosmini Rosmini; Ivan Zairani Lisi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6075

Abstract

Penelitian ini berangkat dari rumusan masalah mengenai bagaimana kedudukan circular shareholder dalam skema tindak pidana pencucian uang di Indonesia serta bagaimana normatifikasi dan pelarangan praktik tersebut sebagai upaya pencegahan tindak pidana pencucian uang. Permasalahan ini muncul karena struktur kepemilikan saham sirkular dalam jaringan holding subsidiary berpotensi menyamarkan pemilik manfaat (beneficial owner) dan memutus rantai pertanggungjawaban pidana korporasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kedudukan pemilik saham sirkular dalam perspektif pertanggungjawaban pidana korporasi serta merumuskan bentuk normatifikasi yang tepat guna mencegah penyalahgunaan struktur kepemilikan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode doktrinal dengan menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin hukum pidana korporasi, serta konsep transparansi pemilik manfaat dalam rezim pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif di Indonesia belum secara eksplisit melarang praktik circular shareholder, sehingga membuka celah penyelundupan hukum dalam struktur kepemilikan korporasi. Skema ini berpotensi mengaburkan identitas pengendali korporasi dan menyulitkan pembuktian mens rea dalam penegakan hukum tindak pidana pencucian uang. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi norma melalui pelarangan eksplisit atas kepemilikan saham sirkular yang bersifat manipulatif, penguatan transparansi pemilik manfaat, serta perluasan doktrin pertanggungjawaban pidana korporasi guna menutup celah impunitas dan meningkatkan efektivitas penegakan hukum
Reciprocal Teaching as a Catalyst for Cognitive Transformation: Enhancing Reading Comprehension and Critical Thinking Among Indonesian Pre-College Students Fatimah Firdaus; Absharini Kardena; Melyann Melani; Widya Syafitri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6078

Abstract

This quasi-experimental study investigated the effect of the Reciprocal Teaching Strategy (RTS) on the reading comprehension abilities and critical thinking skills of Indonesian pre-college students in Kecamatan Ampek Angkek, West Sumatera. Against a national backdrop in which only 6.06% of Indonesian students demonstrate reading proficiency, this study addressed a critical educational need. A sample of 42 students was divided into experimental and control groups. Pre- and post-test instruments assessed both reading comprehension (20 multiple-choice items) and critical thinking (open-ended HOTS items aligned with Bloom's Taxonomy levels C4–C6). Statistical analyses included Shapiro–Wilk normality tests, Levene's homogeneity tests, paired-samples t-tests, independent-samples t-tests, and multivariate analysis of variance (MANOVA). For reading comprehension, the experimental group's mean score increased from 47.75 to 65.50 (t = ?6.427, p < .001), while the control group achieved a mean score of 65.3 compared with 78.5 for the experimental group (t = 4.223, p = .001). For critical thinking, mean scores increased from 48.25 to 64.75 (t = ?7.422, p < .001), with the experimental group outperforming the control group by 11.8 points (t = 5.690, p < .001). Multivariate analysis (MANOVA; Wilks' ? = .018, F = 616.06, p < .001) confirmed a robust and statistically significant effect of RTS on both outcomes simultaneously. These findings provide compelling evidence that RTS is a transformative pedagogical intervention capable of fostering higher-order literacy skills in high-stakes pre-college contexts. The implications for curriculum integration, teacher professional development, and national literacy policy in Indonesia are discussed.
Tinjauan Yuridis terhadap Kepastian Hukum dalam Sengketa Pengelolaan Wakaf Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Achmad Sofyan; Fernando Silalahi; Diana Ria Winanti Napitupulu
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6079

Abstract

Aset wakaf mendukung pelayanan publik berkelanjutan, tetapi konflik kelembagaan dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai status hukum dan kewenangan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepastian hukum dalam sengketa pengelolaan Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap, mengidentifikasi penyebabnya, dan merumuskan upaya penyelesaian yang tepat. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan historis. Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dikumpulkan melalui studi kepustakaan serta analisis dokumen, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan penafsiran gramatikal, sistematis, historis, dan teleologis, silogisme hukum, serta teori Gustav Radbruch mengenai kepastian, keadilan, dan kemanfaatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa tidak bersumber dari kekosongan hukum ataupun perubahan status aset sebagai harta wakaf, melainkan dari persoalan representasi hukum dan legitimasi pengelolaan akibat tumpang tindih peran yayasan dan nazhir, dualisme kelembagaan, lemahnya sinkronisasi administrasi, serta belum efektifnya pengawasan preventif. Litigasi baru menghasilkan kepastian hukum formal secara parsial karena putusan belum diikuti harmonisasi kelembagaan dan administrasi yang terpadu. Konflik berkepanjangan akhirnya menghambat tata kelola rumah sakit dan mengurangi kemanfaatan sosial wakaf produktif bagi pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa kepastian hukum substantif memerlukan pemisahan tegas aset wakaf dari kekayaan yayasan, penetapan nazhir yang sah, penguatan mediasi dan pengawasan BWI, serta koordinasi pascaputusan antara Kementerian Agama dan BPN secara efektif, terpadu, dan berkelanjutan.
Developing a Sustainable Business Model for Bio-Propylene Glycol Based on Crude Glycerol in Indonesia Pungki Prayuda Ferdian; I Nyoman Pujawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6083

Abstract

Indonesia remains dependent on imported propylene glycol despite the availability of crude glycerol from the biodiesel industry, creating an opportunity for domestic low-carbon chemical production. This study aimed to develop and evaluate a sustainable business model for crude glycerol-based bio-propylene glycol production at PT Kilang Pertamina Internasional. The study developed a Business Model Canvas and an Operating Model Canvas, integrated them with the Triple Bottom Line framework, assessed financial feasibility using discounted cash flow analysis, conducted sensitivity analysis, and validated the model through site visits, stakeholder discussions, and focus group discussions. The 30,000-ton-per-year Balongan project demonstrated financial feasibility, generating a net present value of USD 49.8 million, an internal rate of return of 18.14%, a profitability index of 1.50, and a discounted payback period of 10.87 years. Product selling price, crude glycerol price, and capital expenditure were identified as the most influential variables affecting project feasibility. Integration with the existing Balongan refinery could improve utility utilization and operational efficiency, while the proposed model could create economic value through import substitution, social value through employment generation, and environmental value through waste valorization. The study concluded that the project was strategically promising, provided that PT KPI secured long-term feedstock supply, prospective offtakers, technology transfer, investment efficiency, and workforce readiness to support successful and sustainable commercial implementation.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue