cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,474 Documents
Integrasi Lean Six Sigma dan Design Thinking untuk Perbaikan Proses Pemenuhan Pesanan E-Commerce Produk FMCG Khalida Agnia Malayin; Eko Ruddy Cahyadi; Alim Setiawan Slamet
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6290

Abstract

Lonjakan transaksi e-commerce FMCG di Indonesia mendorong perusahaan untuk mengelola sendiri pusat pemenuhan pesanan, namun operasi baru sering menghadapi inefisiensi dan kesalahan akibat proses yang belum terstandar serta tingginya perputaran tenaga kerja harian. Penelitian bertujuan menganalisis kinerja proses, mengidentifikasi akar penyebab inefisiensi dan kesalahan, merancang perbaikan, dan mengevaluasi dampaknya, melalui integrasi Lean Six Sigma (LSS) dan Design Thinking (DT) dalam siklus DMAIC yang disisipi Empathize, Ideate, Prototype, dan Test (desain studi kasus, metode campuran). Kinerja diukur dengan Process Activity Mapping, DPMO, dan level sigma; solusi diprioritaskan lewat kriteria desirability, viability, dan feasibility yang diagregasi dengan Simple Additive Weighting. Kondisi awal menunjukkan akurasi tinggi (DPMO 79 setara 5,3 sigma) tetapi efisiensi rendah (aktivitas bernilai tambah 19–20%), dengan akar penyebab sistemik pada sistem WMS-OMS yang memicu praktik kerja tidak terstandar. Setelah sembilan intervensi, uji coba satu bulan menaikkan aktivitas bernilai tambah menjadi 36,5% dan menurunkan kebutuhan tenaga kerja dari 16,53 ke 11,89 FTE (28%), menghemat sekitar Rp128 per pesanan dengan payback 76 hari. Temuan menegaskan keandalan proses padat karya lebih tepat dibangun melalui rancangan tahan-kesalahan daripada disiplin individu, dengan LSS sebagai diagnosis kuantitatif dan DT sebagai perancang solusi.
Model Manajemen Risiko dalam Meminimalkan Keterlambatan Proyek Konstruksi Jembatan Gantung Purwasari Purwakarta Dedi Permayadi; Didin Kusdian
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6292

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi menjadi salah satu kendala yang dapat menghambat pencapaian sasaran proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan mitigasi risiko terhadap keterlambatan proyek pada Pembangunan Jembatan Gantung Purwasari, Kabupaten Purwakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 104 responden yang berpartisipasi dalam pelaksanaan proyek. Datanya dikumpulkan melalui pembagian kuesioner dan dianalisis dengan metode SEM-PLS memakai SmartPLS 3. Hasilnya menginformasikan nilai R² sebesar 0,560 mengindikasikan bahwa model penelitian dapat menjelaskan 56,0% variasi keterlambatan proyek. Hasil pengujian hipotesis memperlihatkan bahwa identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan mitigasi risiko memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap keterlambatan proyek dengan nilai p < 0,05. Di antara variabel tersebut, mitigasi risiko menunjukkan pengaruh yang paling kuat dalam mengurangi keterlambatan proyek. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko secara sistematis dan efektif merupakan aspek penting dalam mengendalikan serta meminimalkan potensi keterlambatan pada proyek konstruksi.
Peran Hukum Perusahaan dalam Mendukung Kepemimpinan Direksi untuk Mewujudkan Good Corporate Governance Deni Kurniati; Paramita Prananingtyas
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6309

Abstract

Hukum perusahaan di Indonesia memiliki peran strategis dalam mengatur tata kelola perusahaan, termasuk dalam mendukung kepemimpinan direksi untuk mewujudkan Good Corporate Governance (GCG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran hukum perusahaan, khususnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), dalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab direksi guna menciptakan tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif (yuridis normatif) dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUPT memberikan landasan hukum yang kuat bagi peran direksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 92 yang mewajibkan direksi bertindak dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab, serta Pasal 97 yang mengatur kewajiban penyusunan laporan tahunan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, hukum perusahaan juga memperkuat penerapan prinsip-prinsip GCG, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran (fairness), melalui pengaturan pembagian kewenangan antara direksi, dewan komisaris, dan pemegang saham, serta kewajiban pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan hukum perusahaan secara efektif tidak hanya melindungi kepentingan pemegang saham dan investor, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya iklim usaha yang sehat, beretika, dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kesadaran dan pemahaman hukum bagi para pelaku usaha, khususnya direksi, serta penguatan pengawasan terhadap penerapan GCG di perusahaan.
Analisis Skenario Bahaya Banjir Berbasis Model Hidrodinamika 2D pada Kawasan Banyakan, Kabupaten Kediri Srie Harnanda Bagus Rahmantyas; Mohamad Bagus Ansori
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6310

Abstract

Kawasan Banyakan dan Grogol di Kabupaten Kediri berulang kali tergenang akibat luapan Sungai Bendo Krosok dan Bondo Mongal. Kedua DAS tidak memiliki stasiun ukur debit, sehingga penilaian bahaya banjirnya bergantung sepenuhnya pada pemodelan. Penelitian ini menyusun zonasi bahaya banjir pada kala ulang 20, 50, dan 100 tahun sekaligus menelusuri bagaimana kenaikan debit rancangan terkonversi menjadi bahaya di dataran hilir. Limpasan wilayah hulu dihitung menggunakan HEC-HMS dengan metode SCS Curve Number, hidrograf satuan SCS, dan Lag Routing, lalu dimasukkan sebagai hidrograf ke model HEC-RAS 2D bersolver Diffusion Wave pada domain hilir seluas 27,01 km² yang terdiri atas 230.205 sel komputasi. Model dikalibrasi terhadap kejadian banjir 23-24 Desember 2024 dan menghasilkan RMSE 0,0176 m serta NSE 0,9854 pada tujuh titik observasi. Tingkat bahaya diklasifikasikan menurut AIDR Guideline 7-3 berdasarkan hasil kali kedalaman dan kecepatan aliran. Dari T20 ke T100, debit puncak gabungan naik 40,7% dari 171,8 menjadi 241,8 m³/s, luas genangan bertambah 21,90% dari 618,08 menjadi 753,45 ha, kedalaman maksimum naik 16,20% dari 1,42 menjadi 1,65 m, sedangkan luas area berbahaya hanya bertambah 11,61% dari 1.199,31 menjadi 1.338,53 ha. Setiap indikator pada rantai tersebut tumbuh lebih lambat daripada indikator sebelumnya. Meskipun demikian, kelas bahaya menengah tumbuh paling cepat, yaitu H2 sebesar 32,13% dan H3 sebesar 39,98%, sedangkan luas kelas kedalaman 0,5 sampai 1,5 m bertambah 41,20%. Unit bangunan terdampak naik 8,38% dengan kelas H3 bertambah 45,24%. Ancaman utama pada kala ulang ekstrem berupa penguatan bahaya pada wilayah yang telah tergenang, bukan perluasan wilayah terdampak, sehingga mitigasi yang sesuai berbentuk intervensi titik pada lokasi prioritas.
Penegakan Hukum Pidana dan Kode Etik Profesi terhadap Anggota Kepolisian Pelaku Tindak Pidana Perzinaan Safina Aulia Malawat; Hadibah Z. Wadjo; Iqbal Taufik
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6316

Abstract

Kepolisian Negara Republik Indonesia mengemban fungsi ganda sebagai penegak hukum sekaligus teladan moral bagi masyarakat, sehingga setiap anggotanya dituntut menjunjung tinggi norma hukum dan etika secara bersamaan. Realitas menunjukkan masih ditemukan oknum anggota Polri yang melakukan tindak pidana perzinaan, sebagaimana kasus yang ditangani Subbid Wabprof Bidpropam Polda Maluku berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP-B/89/VIII/2023/Yanduan. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme penegakan Kode Etik Profesi Polri dan penegakan hukum pidana terhadap anggota Kepolisian yang melakukan tindak pidana perzinaan, serta menelaah relasi antara kedua rezim pertanggungjawaban tersebut. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif-empiris dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, didukung data primer hasil wawancara dan observasi di Subbid Wabprof Bidpropam Polda Maluku serta data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan bahan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme penegakan kode etik dilaksanakan melalui tahapan penerimaan laporan, pemeriksaan oleh Propam, sidang Komisi Kode Etik Polri, hingga penjatuhan sanksi administratif dan disiplin berdasarkan Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022. Sementara itu, penegakan hukum pidana tetap mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan hukum acara pidana dengan memperhatikan karakter tindak pidana perzinaan sebagai delik aduan absolut. Kedua mekanisme berjalan secara paralel dan komplementer dalam bingkai double track accountability, tanpa saling meniadakan, guna mewujudkan kepastian hukum, keadilan substantif, serta menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap institusi Kepolisian.
Strategi Produksi Berita KOMPAS.com Travel & Food dalam Era Digital dengan Orientasi Audiens Gen Z, Milenial, hingga Boomers Ferdian Sandiago; Arifin S. Harahap; Yumelda Sari; Erman Anom
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6317

Abstract

Perkembangan teknologi digital mengubah proses produksi dan distribusi berita. Penelitian ini mengkaji strategi produksi berita KOMPAS.com Travel & Food dan orientasinya terhadap audiens Gen Z, Milenial, hingga Boomers melalui teori Agenda Setting. Penelitian menerapkan paradigma konstruktivisme dan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal holistik. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, tiga sesi wawancara mendalam dengan durasi rata-rata 60–90 menit per sesi, dan dokumentasi terhadap tiga informan yang dipilih secara purposive, yaitu Editor sebagai key informan, Asisten Editor sebagai informan utama, serta peneliti yang berperan sebagai Reporter Magang sebagai informan pendukung. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, waktu, dan teori serta member check, sedangkan analisis mengacu pada model Miles & Huberman. Strategi produksi berita mencakup empat tahap yang saling terhubung, yaitu News Sourcing & News Gathering, News Writing, News Editing, serta News Production Evaluation. Keempat tahap berlangsung secara sirkular melalui feedback loop sehingga hasil evaluasi menjadi dasar bagi produksi berikutnya. Pada sourcing & gathering, redaksi menggabungkan riset lintas platform, data keyword Tim Riset War Room, dan nilai berita untuk menentukan isu dalam agenda media. Pada writing, redaksi menerapkan SEO, 5W+1H untuk hard news, dan modifikasi piramida terbalik untuk soft news. Pada editing, editor menekankan verifikasi, kelengkapan, serta penyaringan diksi subjektif yang tidak didukung data dengan mengutamakan akurasi dibanding kecepatan. Pada evaluation, redaksi menilai kinerja reporter serta mengembangkan artikel follow-up dan wrap-up sebagai umpan balik siklus berikutnya. Secara keseluruhan, keempat tahap memperlihatkan praktik Agenda Setting pada tingkat pembentukan agenda media dan orientasinya terhadap kebutuhan informasi publik, bukan bukti perubahan agenda publik karena persepsi audiens tidak diukur secara langsung.
Component-Level Characterization of A Low-Cost Ultrasonic–Inertial–Gnss Road Roughness Measurement System Eko Wahyu Utomo
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6321

Abstract

Reliable road-roughness monitoring typically requires dedicated profilers, whose cost and operational complexity can limit repeated surveys. This study characterized the sensing chain of a vehicle-mounted Ultrasonic Surface Roughness Meter (USR) developed as a lower-cost alternative for International Roughness Index (IRI) data acquisition. The component evaluation included 15 ultrasonic distance tests under stationary and horizontal-motion conditions, 15 accelerometer tests referenced to 9.806 m/s², and GPS distance checks against roadway kilometer references and vehicle speedometer measurements. To strengthen the evaluation, the component results were re-expressed using error-based metrology metrics rather than relying solely on internal consistency statistics. The ultrasonic subsystem achieved a mean absolute error of 0.174 cm, an RMSE of 0.187 cm, and a mean absolute percentage error of 1.07% relative to ruler measurements; all reported relative errors were below 2%. The accelerometer subsystem achieved a mean absolute error of 0.0252 m/s², an RMSE of 0.0327 m/s², and a mean absolute percentage error of 0.257% relative to the 9.806 m/s² reference value, with the largest observed relative error of 0.75%. GPS distance evaluation showed confidence levels above 96%, with correlations of 99.84% against kilometer-point distance and 99.80% against speedometer-derived distance. These results indicate that the sensing chain provides a sufficiently stable measurement foundation for subsequent IRI computation and field validation while demonstrating that component-level accuracy should be assessed separately from end-to-end road-profile agreement.
Pengaruh Pengendalian Risiko dan Pengawasan Proyek terhadap Kinerja Proyek Pembangunan Rumah Sakit Cimenyan Nurwina Djafar; Didin Kusdian
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengendalian risiko dan pengawasan proyek terhadap kinerja proyek pembangunan Rumah Sakit Cimenyan, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja proyek. Pengawasan proyek juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja proyek. Secara bersama-sama, pengendalian risiko dan pengawasan proyek berpengaruh signifikan terhadap kinerja proyek pembangunan Rumah Sakit Cimenyan. Pengawasan proyek memiliki pengaruh yang relatif lebih dominan dibandingkan pengendalian risiko dalam meningkatkan kinerja proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengendalian risiko yang sistematis dan pengawasan proyek yang konsisten dapat membantu menjaga pelaksanaan pekerjaan agar tetap sesuai dengan rencana, spesifikasi teknis, standar mutu, jadwal, dan anggaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, penguatan pengendalian risiko dan pengawasan proyek diperlukan untuk mendukung pencapaian kinerja proyek, khususnya dalam aspek waktu, biaya, mutu, dan keselamatan kerja.
Evaluasi Struktur Gedung Akibat Penambahan Lantai dengan Incremental Dynamic Analysis (Studi Kasus: Gedung 8 Lantai di Purwokerto) Bestiar Mahdani; Wibowo Wibowo; Halwan Alfiesa Saifullah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja seismik struktur gedung beton bertulang eksisting 8 lantai dan kondisi setelah penambahan 2 lantai menggunakan metode Incremental Dynamic Analysis (IDA). Pemodelan struktur dilakukan secara tiga dimensi menggunakan perangkat lunak SeismoStruct berdasarkan data as-built drawing serta mengacu pada SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019. Analisis dilakukan dengan menggunakan beberapa rekaman gempa yang telah diskalakan dan disesuaikan dengan spektrum respons wilayah studi. Respon struktur dianalisis secara nonlinier melalui analisis riwayat waktu bertahap hingga mencapai kondisi runtuh. Parameter utama yang ditinjau meliputi simpangan antar lantai (inter-story drift), perpindahan lateral, dan gaya geser dasar. Selain itu, kurva kerapuhan (fragility curve) disusun berdasarkan kriteria HAZUS MH-MR5 untuk mengevaluasi probabilitas kerusakan pada berbagai tingkat intensitas gempa. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur eksisting memiliki kinerja seismik yang lebih baik dibandingkan struktur setelah penambahan lantai. Penambahan massa dan tinggi bangunan menyebabkan peningkatan simpangan antar lantai serta mempercepat terjadinya perilaku nonlinier. Kurva kerapuhan menunjukkan pergeseran ke arah intensitas gempa yang lebih rendah pada kondisi struktur setelah penambahan lantai, yang mengindikasikan peningkatan tingkat kerentanan. Probabilitas terlampauinya batas kerusakan pada semua level (slight, moderate, extensive hingga complete damage) juga meningkat secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penambahan satu lantai tanpa perkuatan struktur menurunkan tingkat keandalan seismik bangunan. Untuk kasus ini tidak diperlukan tindakan retrofit untuk meningkatkan kapasitas struktur, karena masih memenuhi kinerja yang disyaratkan. Penambahan satu lantai pada struktur gedung menambah probabilitas kerusakan pada semua tingkat namun tidak signifikan dan nilainya kecil. Terlihat risiko terbesar ada pada kategori Complete dengan risiko 3,75 %
Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Keuangan melalui Penggunaan QRIS sebagai Variabel Intervening pada UMKM Perempuan di DKI Jakarta Siti Hamidah Nur Kumalasari; Didip Diandra
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6329

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan dengan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai variabel mediasi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 190 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis dengan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Hasil evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh indikator memenuhi validitas konvergen dan diskriminan, tidak mengalami masalah kolinearitas kritis, serta memiliki reliabilitas yang sangat baik. Hasil pengujian struktural menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan QRIS dengan koefisien sebesar 0,675 dan p-value <0,001. Literasi keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan dengan koefisien sebesar 0,112 dan p-value 0,031. Selain itu, penggunaan QRIS terbukti memediasi secara positif dan signifikan pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku keuangan dengan koefisien tidak langsung sebesar 0,477 dan p-value <0,001. Pengaruh tidak langsung yang lebih besar daripada pengaruh langsung menunjukkan bahwa QRIS berperan sebagai mediator komplementer parsial yang dominan. Temuan ini menegaskan bahwa pengetahuan keuangan akan lebih efektif membentuk perilaku keuangan apabila didukung oleh penggunaan teknologi pembayaran digital yang memudahkan transaksi, pencatatan, dan pemantauan arus kas usaha. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan program literasi keuangan yang terintegrasi dengan pelatihan pemanfaatan QRIS bagi UMKM perempuan.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue