cover
Contact Name
Riviera
Contact Email
publishingriviera@gmail.com
Phone
+62859117272881
Journal Mail Official
publishingriviera@gmail.com
Editorial Address
Jl.sendang perumahan greenland sendang kecamatan sumber kabupaten cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Published by Riviera Publishing
ISSN : 28295439     EISSN : 28297334     DOI : https://doi.org/10.36418/locus
Jurnal Locus: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pengabdian, double-blind and open-access academic journal in the Multidisiplin. This journal is published once a month by CV. Riviera Publishing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,474 Documents
Hubungan Kompetensi dan Pelatihan dengan Kinerja Tenaga Kesehatan: Kajian Teoritis Yusnita Yusfik; Zulaika Zulaika; Kurnia Nawangwulan; Wawan Hermansyah
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6337

Abstract

Kinerja tenaga kesehatan merupakan salah satu komponen penting dalam keberhasilan penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Kinerja tidak hanya berkaitan dengan kemampuan individu, tetapi juga dipengaruhi oleh proses pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan peningkatan kompetensi. Artikel ini bertujuan menganalisis secara teoritis hubungan kompetensi dan pelatihan dengan kinerja tenaga kesehatan berdasarkan sintesis beberapa penelitian yang membahas manajemen sumber daya manusia rumah sakit, human capital, pengembangan kompetensi, pelatihan, dan kinerja. Metode yang digunakan adalah kajian teoritis dengan melakukan identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis terhadap hasil penelitian yang tersedia. Hasil kajian menunjukkan adanya pola yang relatif konsisten bahwa kompetensi merupakan komponen strategis dalam human capital dan memiliki keterkaitan kuat dengan kualitas kinerja tenaga kesehatan. Temuan empiris pada Pusdiklat RSUD dr. Soedarso Pontianak menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dengan koefisien jalur 0,949, T-Statistik 4,521, dan P-Value 0,000. Sebaliknya, pelatihan tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja, dengan koefisien jalur 0,002, T-Statistik 0,011, dan P-Value 0,991. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keberadaan pelatihan belum secara otomatis menghasilkan peningkatan kinerja apabila tidak diikuti pengembangan kompetensi, penerapan keterampilan, supervisi, mentoring, dan evaluasi pascapelatihan. Dengan demikian, kompetensi dapat dipandang sebagai mekanisme penting yang menjembatani proses pengembangan sumber daya manusia dengan pencapaian kinerja tenaga kesehatan.
Partisipasi Masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Leti Kabupaten Maluku Barat Daya Endya Fabrizia Katipana; Julista Mustamu; Sherlock Halmes Lekipiouw
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6339

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan daerah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan instrumen penting untuk mewujudkan perencanaan yang demokratis, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Di Kecamatan Leti, Kabupaten Maluku Barat Daya, terdapat persoalan mengenai keterlibatan masyarakat serta keterhubungan antara aspirasi masyarakat dengan penetapan prioritas pembangunan. Penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual ini bertujuan menganalisis pengaturan dan kedudukan hukum partisipasi masyarakat dalam Musrenbang serta akibat hukum ketiadaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu UU No. 25/2004, UU No. 23/2014, dan Perda Kabupaten MBD No. 10/2021. Masyarakat berkedudukan bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai subjek yang berhak menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam penetapan prioritas. Namun, forum Musrenbang belum menjamin partisipasi substantif, terutama dalam tindak lanjut aspirasi. Musrenbang tanpa partisipasi berpotensi mengalami cacat prosedural, meskipun tidak setiap usulan yang tidak terealisasi merupakan pelanggaran hukum jika proses penetapan prioritas tetap transparan, akuntabel, dan partisipatif. Penguatan partisipasi substantif memerlukan informasi terbuka, peningkatan kapasitas masyarakat, dan mekanisme umpan balik yang jelas.
Pengembangan Sistem Konstruksi Modular Hybrid Berbasis Kayu Lokal dan Limbah Tambang Nikel untuk Rumah Panggung Adaptif terhadap Beban Seismik di Wilayah Sulawesi Tenggara Armin Aryadi; Isramyano Yatjong; Arif Arif; Nurfasiha Nurfasiha; Nasrul Nasrul; Sahril Sahril
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i8.6341

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem konstruksi rumah panggung modular hybrid yang mengintegrasikan kayu lokal unggulan, yaitu kayu Bitti (Vitex cofassus) dan kayu Jati (Tectona grandis), dengan limbah tailing nikel dari PT ANTAM UBPN Kolaka, sebagai solusi hunian adaptif dan tahan gempa di Sulawesi Tenggara. Penelitian dilaksanakan melalui lima tahap: karakterisasi material, perancangan sistem modular, simulasi numerik, pengujian eksperimental, dan integrasi model. Kayu Bitti terpilih sebagai material utama karena densitas 0,94 g/cm³, kuat lentur 108,2 MPa, dan modulus elastisitas lentur (MOE) 18.600 MPa, melampaui SNI 7973:2013 kelas I, sedangkan limbah tailing nikel (SiO? 48,3%, Fe?O? 22,6%) digunakan sebagai filler komposit. Formulasi optimum komposit C-6 (50% kayu Bitti, 35% tailing nikel, 15% resin epoksi) menghasilkan kuat tekan 54,5 MPa dan kuat lentur 82,4 MPa. Sistem modular berbasis grid 600×600 mm dengan tiga tipe sambungan inovatif disimulasikan menggunakan SAP2000/ETABS, menunjukkan Model B (hybrid) memiliki frekuensi alami 32% lebih tinggi dibandingkan Model A (konvensional). Analisis respons dinamik gempa Palu 2018 menunjukkan Model B mereduksi simpangan antar lantai hingga 32,6% dan meningkatkan faktor daktilitas dari 4,65 menjadi 6,37. Validasi eksperimental skala 1:2 menunjukkan portal hybrid memiliki beban maksimum 28,6% lebih tinggi dan daktilitas siklik 50% lebih besar. Pengujian meja goyang skala 1:10 pada percepatan 0,35g membuktikan struktur hybrid hanya mengalami kerusakan non-struktural, sedangkan sistem konvensional runtuh total. Dari aspek ekonomi, sistem hybrid hanya 4,2% lebih mahal namun menurunkan jejak karbon hingga 10,3%. Penelitian ini membuktikan integrasi kayu Bitti, limbah tailing nikel, dan sambungan modular menghasilkan struktur rumah panggung yang kuat, daktail, kompetitif, dan berkelanjutan.
Analisis Strategi Komunikasi Rinso terhadap Konsumen Anak melalui Evaluasi Consumer-Based Brand Equity Pandu Dwi Putranto; Bagas Moehammad Bramarsa F; Via Damayanti Agustin
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6072

Abstract

Persaingan industri barang konsumsi bergerak cepat menuntut merek untuk mengomunikasikan bukan hanya manfaat fungsional, tetapi juga makna dan pengalaman yang konsisten. Anak merupakan penerima pesan penting karena paparan merek sejak dini dapat membentuk kesadaran, persepsi, dan hubungan masa depan dengan merek. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi Rinso kepada konsumen anak menggunakan kerangka Consumer-Based Brand Equity (CBBE) Keller. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima anak yang menjadi sasaran komunikasi merek Rinso. Identitas partisipan disamarkan menjadi A1–A5, sedangkan pertanyaan disederhanakan sesuai perkembangan kognitif dan bahasa mereka. Data dikelompokkan dan diinterpretasikan berdasarkan enam dimensi CBBE: brand salience, brand performance, brand imagery, consumer judgment, consumer feelings, serta consumer-brand resonance. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas partisipan mengenali Rinso sebagai deterjen, sementara seluruh partisipan memahami fungsi utamanya sebagai pembersih pakaian. Citra merek yang muncul berpusat pada kegiatan mencuci, kebersihan, keharuman, dan bentuk produk. Secara umum, partisipan memberikan penilaian dan respons emosional positif terhadap kinerja serta iklan Rinso. Namun, consumer-brand resonance belum konsisten: semua partisipan bersedia menggunakan Rinso, tetapi hanya tiga yang bersedia membicarakan atau merekomendasikannya. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi Rinso efektif membangun kesadaran, pemahaman fungsional, dan persepsi positif pada anak, meskipun keterlibatan emosional perlu diperkuat untuk mendorong advokasi merek aktif.
A Structural-Relational Taxonomy for Integrating Safety and Quality Cost Components for Indonesian Public Apartment Construction: A Validation Study Febriyan Kharisma Dewa; Rully Andhika Karim; Eko Kusumo
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6098

Abstract

Safety and quality costs are often managed separately in construction projects, although both domains involve shared resources related to planning, training, inspection, supervision, and documentation. This separation may result in duplicated budgeting, overlooked cost components, and limited expenditure traceability. This study aimed to develop and validate a structural-relational taxonomy for integrating safety and quality cost components in Indonesian public apartment construction. A qualitative, instrument-based, and artifact-oriented research design was employed. An initial inventory of 70 cost components was evaluated by six experts with 15–30 years of professional experience using the item-level content validity index. The retained components were paired and classified based on shared resources, outputs, and functions. The validation process retained 30 components, consisting of 20 safety-cost components and 10 quality-cost components, which generated 200 cross-domain relationships. The mapping identified 185 independent, 10 complementary, and five partial relationships, with no full relationships identified. The overlapping relationships were primarily concentrated in planning and documentation, inspection and appraisal, and training activities. These relationships were subsequently transformed into a 32-component cost breakdown structure. The findings demonstrate that integration should be implemented selectively rather than universally. Partial relationships should integrate only shared resources, complementary relationships should be coordinated while maintaining separate budgets, and independent components should remain separate to prevent double counting and maintain accountability.
From Beliefs to Action: Structural Pathways Influencing Household Waste Sorting Behavior in Pontianak City, Indonesia Muhammad Sami Al Haddad; Rukmini A.R; Silviani Silviani; Radjali Amin; Agus Suyanto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6101

Abstract

Household waste sorting is a critical behavioral component of sustainable urban waste management; however, its adoption often depends on complex interactions among beliefs, perceptions, social influences, and individual intentions. This study examines the structural pathways through which social, psychological, and environmental factors influence household waste sorting behavior in Pontianak Kota District, Indonesia. Grounded in an Extended Theory of Planned Behavior framework, this study employed a quantitative explanatory design involving 395 household respondents. Data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with bootstrapping to assess the significance of structural relationships. The findings show that intention is the strongest direct predictor of household waste sorting behavior, with a path coefficient of 0.775 and a T-statistic of 33.613. Behavioral beliefs significantly influenced both perception and attitude, while normative beliefs strongly shaped social norms. Social norms, perception, and attitude were also found to significantly influence intention, indicating that household waste sorting behavior emerges through interconnected cognitive and social pathways. Knowledge significantly influenced attitude but did not directly strengthen intention, suggesting that information-based interventions alone may be insufficient without motivational and social reinforcement. These findings highlight the importance of transforming beliefs into positive attitudes, perceived benefits, supportive norms, and strong behavioral intentions. The study contributes to the pro-environmental behavior literature by clarifying how belief-based constructs translate into household waste sorting actions within an urban Indonesian context.
Penerapan Sanksi Pidana dan Restitusi bagi Korban Kekerasan Seksual Berdasarkan UU TPKS dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana Nadila Achmad
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6116

Abstract

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) merupakan tonggak transformatif dalam sistem peradilan pidana Indonesia dan wujud nyata pembaharuan hukum pidana. Penelitian ini menganalisis efektivitas penerapan sanksi pidana dan mekanisme restitusi bagi korban kekerasan seksual berdasarkan UU TPKS, serta meninjaunya dari perspektif keadilan restoratif dan pembaharuan hukum pidana yang berorientasi pada perlindungan korban. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini mengkaji substansi hukum dan reformasi struktural yang dihadirkan undang-undang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU TPKS menghadirkan pergeseran paradigma dalam hukum pidana materiil dan formil melalui sistem pemidanaan dua jalur yang mengintegrasikan pidana pokok, pidana tambahan, dan tindakan rehabilitatif. Selain itu, undang-undang ini merevolusi hak restitusi korban dengan mengubahnya dari kompensasi perdata opsional menjadi kewajiban publik yang terintegrasi dalam putusan pengadilan, didukung mekanisme sita jaminan dan Dana Bantuan Korban untuk mengatasi ketidakmampuan pelaku. Meskipun kerangka hukumnya progresif, tantangan implementasi masih ditemukan berupa ego sektoral aparat penegak hukum, keterbatasan regulasi turunan, dan kompleksitas birokrasi penaksiran kerugian korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa UU TPKS telah berhasil mengorientasikan ulang hukum pidana Indonesia dari keadilan retributif menuju paradigma restoratif dan rehabilitatif, meskipun efektivitas optimal masih bergantung pada kesiapan kelembagaan, komitmen aparat, dan percepatan penyusunan peraturan pelaksana. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan reformasi hukum berkelanjutan yang memperkuat perlindungan korban di Indonesia.
How Much Protamine is Enough? Current Evidence and Controversies: A Narrative Review Brillyan T. Jehosua; Anas Alatas
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6120

Abstract

Protamine sulfate remains the standard agent for reversing unfractionated heparin following cardiopulmonary bypass (CPB). Conventional reversal is typically based on a fixed protamine-to-heparin ratio of 1 mg per 100 IU of heparin. However, increasing evidence indicates that this empirical approach may not accurately reflect residual circulating heparin levels at the end of CPB and may result in either inadequate reversal or protamine overdose. Excess protamine administration has been associated with platelet dysfunction, impaired thrombin generation, coagulopathy, and increased postoperative bleeding. This narrative review summarizes current evidence on individualized protamine dosing and discusses major controversies and future directions in precision anticoagulation reversal. A literature search was conducted in PubMed/MEDLINE, Embase, and the Cochrane Library for English-language studies published between 2021 and 2026, with earlier landmark studies included when relevant. Priority was given to randomized controlled trials, pharmacokinetic–pharmacodynamic studies, systematic reviews, and meta-analyses.Current evidence consistently demonstrates that individualized protamine dosing reduces total protamine exposure compared with conventional fixed-ratio protocols while maintaining effective heparin neutralization. Heparin concentration-guided strategies and low-dose protamine protocols have achieved comparable reversal outcomes without increasing postoperative bleeding or transfusion requirements. Pharmacokinetic–pharmacodynamic modeling suggests that a protamine-to-heparin ratio of approximately 0.625:1 may be adequate for most patients, substantially lower than traditional recommendations. Meta-analytic evidence further indicates improved coagulation-related outcomes and fewer bleeding complications with concentration-guided management, although definitive benefits regarding mortality, re-exploration for bleeding, and thrombotic events remain uncertain. Individualized protamine dosing represents a promising approach to optimizing anticoagulation reversal after CPB. Nevertheless, further large, multicenter randomized trials evaluating patient-centered outcomes are required before individualized dosing strategies can be recommended as the universal standard of care.
Nilai-Nilai Konseling dalam Kitab Syawariqul Anwar Karya Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani Royatul Khairiyah; Yohandi Yohandi; As'ad As'ad; Abdul Haqqi
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6133

Abstract

Kitab-kitab dzikir seperti kitab Syawariqul Anwar karya Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam tradisi pesantren memiliki peran penting tidak hanya sebagai media ibadah, tetapi juga sebagai sumber nilai-nilai konseling Islam yang bersifat spiritual dan terapeutik. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pendekatan kesehatan mental yang selaras dengan nilai-nilai keislaman, kajian terhadap khazanah kitab klasik semacam ini menjadi semakin relevan untuk digali secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai konseling Islam dalam kitab Syawariqul Anwar tersebut serta mengkaji relevansinya terhadap pembentukan kesehatan mental dan spiritual individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang diperkuat dengan data wawancara. Sumber data utama adalah kitab Syawariqul Anwar, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur pendukung dan wawancara dengan pengasuh pesantren, guru, serta ketua kamar, guna memperoleh pemahaman kontekstual mengenai praktik pengamalan nilai-nilai tersebut di lingkungan pesantren. Analisis data dilakukan secara mendalam menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Syawariqul Anwar mengandung tujuh nilai utama konseling Islam, yaitu sabar, tawakal, ikhlas, muhasabah, tazkiyah al-nafs, ketenangan batin, dan raja' (harapan). Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai mekanisme spiritual coping yang berperan dalam pengelolaan emosi, penguatan resiliensi, peningkatan kesadaran diri, serta pembentukan stabilitas psikologis dan spiritual. Temuan ini menegaskan bahwa kitab Syawariqul Anwar tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan dzikir dan doa, tetapi juga sebagai media konseling berbasis tasawuf yang relevan dalam pengembangan psikoterapi Islam kontemporer, sekaligus memperkaya khazanah kajian tasawuf dalam konteks keilmuan modern.
Construct Validity of The Values in Action Inventory Strengths-Revised (VIA IS-R) Instrument Among College Students: A Confirmatory Factor Analysis (CFA) Approach Ermawaty Puspitaningrum; Nanang Erma Gunawan
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i9.6170

Abstract

Character strengths are essential psychological resources that support students’ resilience, adjustment, well-being, and academic performance. However, the construct validity of the Indonesian version of the Values in Action Inventory of Strengths-Revised (VIA-IS-R) has not been formally established among university students. This study aimed to validate its three-factor structure—Inquisitiveness, Caring, and Self-Control—and assess its internal consistency. A quantitative psychometric design was employed involving 425 university students from the Special Region of Yogyakarta, Indonesia, recruited through convenience sampling. The 192-item instrument was adapted through forward translation, reconciliation, backward translation, expert review, harmonization, pretesting, and cognitive debriefing. Data were analyzed using confirmatory factor analysis (CFA) with the lavaan package in RStudio, while reliability was assessed using McDonald’s omega. The model demonstrated excellent fit: ?²(249) = 274.542, ?²/df = 1.102, p = .128, RMSEA = .016, CFI = .995, and SRMR = .031. All 24 first-order character-strength indicators demonstrated acceptable standardized factor loadings ranging from .595 to .856. Reliability was high for Inquisitiveness (? = .932), Caring (? = .902), and Self-Control (? = .857), with an overall reliability coefficient of .967. These findings confirm that the Indonesian VIA-IS-R is a valid, reliable, and psychometrically robust instrument for assessing character strengths among Indonesian university students and supporting strengths-based educational interventions and counseling practices.

Filter by Year

2022 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 9 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres) Vol. 5 No. 8 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 7 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 4 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 3 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 12 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 11 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 9 (2025): : JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 8 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 7 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 6 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 5 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 4 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 12 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 11 (2024): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 9 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 8 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 7 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 6 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 5 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 4 (2024): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 2 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 3 No. 1 (2024): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 12 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 11 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 10 (2023): jurnal locus penelitian dan pengabdian Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 7 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 5 (2023): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 4 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2023): Journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 12 (2022): journal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 9 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 8 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 7 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 6 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 4 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian More Issue