cover
Contact Name
Fadil Abdullah
Contact Email
fadil@politeknikmeta.ac.id
Phone
+6281324123128
Journal Mail Official
lppm@politeknikmeta.ac.id
Editorial Address
Jln. Inti 1 Blok C1 no 7 Lippo Cikarang/Bekasi 1755
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Inkofar
ISSN : -     EISSN : 25812920     DOI : https://doi.org/10.46846/jurnalinkofar.v9i1
Inkofar adalah jurnal ilmiah multidisipliner yang memublikasikan hasil riset, tinjauan pustaka, studi kasus, dan komunikasi singkat pada ranah Teknik Industri, Ilmu Komputer/Teknologi Informasi, dan Ilmu Farmasi beserta irisan di antaranya
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 13 Documents clear
TANGGUNG JAWAB INDUSTRI FARMASI TERHADAP PENERAPAN ATURAN PEMERINTAH TENTANG CPOB Tisa Amalia
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.943 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.56

Abstract

Begitu pentingnya obat dalam hidup manusia sehingga dalam pembuatannya pun obat harus memenuhi kriteria efficacy, safety, dan quality. Kriteria tersebut harus terpenuhi mulai dari pembuatan, pendistribusian hingga penyerahan obat ke tangan konsumen harus diperhatikan agar kualitas obat tersebut tetap terjaga sampai pada akhirnya obat tersebut dikonsumsi oleh pasien. Pada tahap pembuatan obat, pemerintah sudah membuat suatu pedoman (guideline) yaitu Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) agar obat dapat memenuhi ketiga kriteria obat yang sudah disebutkan diatas. Penerapan CPOB dalam industri farmasi bertujuan untuk memastikan mutu obat yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan dan tujuan penggunaannya. Aspek yang diatur dalam CPOB meliputi Manajemen Mutu, Personalia, Bangunan Dan Fasilitas, Peralatan, Sanitasi Dan Higiene, Produksi, Pengawasan Mutu, Inspeksi Diri,Audit Mutu Dan Audit & Persetujuan Pemasok, Penanganan Keluhan Terhadap Produk Dan Penarikan Kembali Produk, Dokumentasi, Pembuatan Dan Analisis Berdasarkan Kontrak, Kualifikasi Dan Validasi. Salah satu industri farmasi yang ada di wilayah Cikarang Kabupaten Bekasi adalah PT. Pharma Laboratories, senantiasa melakukan upaya peningkatan kesehatan masyarakat dengan memproduksi obat yang aman, efektif dan bermutu dengan harga terjangkau dan menerapkan CPOB dalam seluruh proses produksinya. PT. Pharma Laboratories juga telah memiliki sertifikat CPOB.
PERANCANGAN SISTEM PEMBELIAN MATERIAL BERORIENTASI OBJEK PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI CIKARANG Agus Muharam; Dewi Yuliandari; Gustap Dimas Sutanto
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.687 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.45

Abstract

Perusahaan Manufaktur berupa perusahaan yang bergerak dalam bidang Pembuatan Cat. Sistem yang ada pada Perusahaan Manufaktur ini masih dilakukan secara manual, mulai dari pencatatan Supplier, sampai penyimpanan data-data lainnya yang berhubungan dengan proses pembelian hingga sampai pembuatan laporan, sehingga memungkinkan pada saat proses berlangsung terjadi kesalahan dalam pencatatan, kurang akuratnya laporan yang dibuat dan keterlambatan dalam pencarian data-data yang diperlukan. Perancangan sistem merupakan solusi yang terbaik untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada pada perusahaan ini, serta dengan program yang terkomputerisasi dapat tercapai suatu kegiatan yang efektif dan efisien dalam menunjang aktifitas pada perusahaan ini. Maka dari itu dengan program yang terkomputerisasi lebih baik dari sistem yang manual agar berjalan lebih efektif dan efisien serta sistem pembelian yang sekarang lebih kondusif dibandingkan dengan sistem yang terdahulu.
PEMBUATAN POIN PENILAIAN DAN TARGET PADA PERSPEKTIF BALANCED SCORECARD SEBAGAI TOLAK UKUR PENGUKURAN KINERJA Daniel Agung
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.468 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.47

Abstract

Pengukuran kinerja merupakan suatu hal yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan adanya pengukuran kinerja, akan diketahui dimana posisi perusahaan dan dapat digunakan untuk mengevaluasi serta melakukan perbaikan. Pengukuran kinerja yang baik adalah pengukuran kinerja yang dapat mewakili kinerja dari keseluruhan perusahaan, maka dari itu digunakan Balanced Scorecard sebagai metode pengukuran kinerja yang dapat mengevaluasi keseluruhan kinerja dari perusahaan. Dalam Balanced Scorecard terdapat 4 perspektif yang digunakan sebagai tolak ukur pengukuran kinerja, yaitu perspektif finansial, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan karyawan. Pengukuran Balance Scorecard dilakukan berdasarkan visi, misi, strategi dan KPI dari perusahaan BCD dan departemen Moldmaker . Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, didapat beberapa poin yang menjadi tolak ukur kinerja berdasarkan setiap perspektif yang ada, antara lain : ( 1 ) Perspektif finansial : Profit Loss per Project, Back Log Project, Order Intake, Sales ; ( 2 ) Perspektif pelanggan : OTD T0 & OTD Sales ; ( 3 ) Perspektif proses bisnis internal : Utilization, Non Quality Cost, Overtime ; ( 4 ) Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan karyawan : Training Employee ( Technical ), Training Employee ( Non Technical ),  Turn Over Rate, Head Count Personnel.
PERANCANGAN PENILAIAN KINERJA DENGAN METODE BEHAVIORALLY ANCHOR RATING SCALE DI PT. ZENO ALUMI INDONESIA Ogie Kustiadi
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.424 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.57

Abstract

Penilaian kinerja mempunyai peranan dan fungsi yang penting bagi sebuah perusahaan hal tersebut tentu saja akan berhubungan dengan keputusan yang akan diambil perusahaan sebagai strategi perusahaan dimasa yang akan datang. Hal ini berlaku juga untuk perusahaan PT. Zeno Alumi Indonesia yang merupakan perusahan injeksi alumunium untuk sparepart kendaraan roda dua maupun roda empat. Penilaian saat ini yang berjalan di PT. Zeno Alumi Indonesia adalah penilaian berdasarkan kriterian namun saat ini penilaian kriterian tersebut tidak memiliki standar yang baku sehingga penilaian karyawan berjalan secara subjektif, hal tersebut menimbulkan permasalahan pada karyawan sehingga penilaian saat ini dirasa kurang efektif dan kurang sejalan dengan tujuan perusahaan. Akibatnya karyawan merasa tidak nyaman dan tidak termotivasi dalam bekerja. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka disusun penilaian kinerja berdasarkan metode Behaviorally Anchor Rating Scale (BARS), metode BARS ini diharapkan dapat mengatasi masalah dalam penilaian kinerja karyawan yang semula bersifat subjektif menjadi lebih objektif lagi dimana pada akhirnya karyawan PT.Zeno Alumi Indonesia dapat berkerja dengan nyaman dan memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja.
PENGEMBANGAN SDM UNTUK MENINGKATKAN KINERJA TERKAIT KESELAMATAN KERJA (STUDI KASUS DI PT. XYZ) Gun Nanda Tian Purnama
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.719 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.51

Abstract

Bagian pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mengembangkan kepribadian personal dan keterampilan organisasional. Setiap organisasi akan berupaya dapat tercapainya tujuan organisasi. Kecelakaan kerja adalah sesuatu yang tidak terencana, tidak terkontrol, dan sesuatu hal yang tidak diperkirakan sebelumnya sehingga mengganggu efektivitas kerja. Penyebab kecelakaan kerja dibagi menjadi lima, yaitu faktor man, machine, material, method, dan environment. Suatu pencegahan kecelakaan kerja yang efektif memerlukan pelaksanaan pekerjaan dengan baik oleh setiap orang ditempat kerja. Semua pekerja harus mengetahui bahaya dari bahan dan peralatan yang mereka tangani, semua bahaya dari operasi perusahaan serta cara pengendaliannya. Untuk itu diperlukan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Pencapaian kinerja Key Performance Indicator (KPI) terkait keselamatan kerja yaitu dari nilai Frequency Rate (FR) dan Safe-T Score. Kedua KPI tersebut merupakan indikator dalam  penilaian kinerja keselamatan kerja yang ada di perusahaan. Hasil penerapan program pengembangan SDM tersebut adalah penurunan nilai KPI FR dari 2.29 pada periode 2015-2016 menjadi 0.91 pada periode 2017, hal ini menunjukan bahwa potensi terjadinya kecelakaan kerja semakin kecil. Pada KPI Safe-T Score diperoleh nilai -1.35 hal ini menunjukan telah terjadi perubahan kinerja perusahaan terkait keselamatan kerja setelah penerapan program.
Pengaruh K3 Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Cleaning Service PT X Di Jakarta Alfa Omega Hutagalung
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.165 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.58

Abstract

Penelitian ini didorong oleh kesadaran akan pentingnya sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan berkualitas di industri jasa kesehatan. Sumber daya berperan penting dalam memenuhi harapan pelanggan yang menggunakan jasa penyedia layanan kesehatan. Rumah sakit mata XYZ adalah rumah sakit khusus mata swasta yang memfokuskan diri menyediakan layanan kesehatan mata. Manajemen rumah sakit mempekerjakan tenaga cleaning service outsource sebanyak 36 orang. Populasi tenaga cleaning service ini semuanya diambil sebagai responden untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja karyawan cleaning service PT X di Jakarta. Hasil uji t parsial menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja dan displin kerja secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Uji regresi simultan dengan uji F ini menunjukkan bahwa kesehatan dan keselamtan kerja dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.  Besarnya efek koefisien determinasi (R Square) menunjukkan variabel independen memberikan pengaruh sebesar 73,4 % terhadap variabel independen dan sisanya sebesar 26,6 % dipengaruhi oleh variabel - variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian iniKata kunci  : Disiplin Kerja,  K3 (keselamatan dan kesehatan kerja), Kinerja
Pengaruh reward dan punishment terhadap kinerja welder studi kasus di proyek pipeline spread 4 labuan maringgai - tanjung karang Gunanto gunanto
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.819 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan sistem reward dan punishment terhadap kinerja Welder yang diterapkan dalam Proyek Pipeline Spread 4 Labuan Maringgai -Tanjung Karang untuk mengetahui implikasi terhadap pelaksaanaan proyek tersebut. Dalam penelitian ini diteliti hasil kinerja, reward dan punishment semua welder yang berjumlah 10 orang yang diolah dengan software SPSS. Hasil pengujian hipotesis diketahui Sig.F≤α (0,000≤ 0,05) menunjukkan ada pengaruh yang signifikan secara simultan dari variabel reward dan punishment terhadap (Y) kinerja Welder. Terdapat pengaruh yang signifikan dari (X1) reward  terhadap kinerja welder yaitu sebesar 0,996 atau 99,6% dan (X2) punishment sebesar 0,501 atau 50,1%.
USULAN PERANCANGAN KUISIONER PENILAIAN KINERJA TENAGA KEPENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI SWASTA DENGAN METODE 360 DEGREE FEEDBACK Fransisca Debora
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.938 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.52

Abstract

Metode 360 degree feedback merupakan penilaian yang dapat memberikan umpan balik kinerja dari diri sendiri, atasan, bawahan, dan rekan kerja. Hasil dari penerapan kinerja ini dapat menjadi sistem monitoring dan evaluasi bagi pihak kepegawaian dan pegawai terkait untuk mengembangkan dan menetapakan target kerja dan penentuan penghargaan (reward). Pada metode 360 degree feedback ini ditemukan juga penghambat dimana akan munculnya penilaian internal antar pegawai.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BALITA DENGAN DIAGNOSA ISPA BUKAN PNEUMONIA DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR sudrajat sugiharta
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.386 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.64

Abstract

Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) merupakan suatu masalah kesehatan utama di Indonesia karena masih tingginya angka kejadian ISPA terutama pada anak – anak dan balita. Salah satu penyakit ISPA adalah ISPA bukan pneumonia. Berdasarkan rekomendasi WHO (World Health Organization) penanganan ISPA bukan pneumonia pada balita cukup dengan pengobatan supportif dan tidak perlu pemberian antibiotik. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan pengawasan terhadap penggunaan antibiotik di tiap Puskesmas, dimana penggunaan antibiotik di tiap Puskesmas mempunyai indikator kesalahan dari peresepan antibiotik tersebut yaitu ≤ 20 %. Berdasakan hal tersebut, dilakukan penelitian mengenai evaluasi penggunaan antibiotik pasien balita dengan penyakit ISPA bukan pneumonia di Puskesmas Bogor Timur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian desktriptif non analitik terhadap data sekunder berupa rekam medis dan resep obat. Pengambilan data secara prospektif dan diperoleh 223 sampel data untuk analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISPA bukan pneumonia banyak terjadi pada umur > 1 tahun  - ≤ 3 tahun yaitu 42,22 %, dengan jenis kelamin laki – laki terbanyak yaitu 54,26 %, tanda dan gejala yang dialami oleh pasien yaitu batuk dan pilek dengan data sebesar  49,33 %. Diagnosa dan jenis penyakit yang dialami pasien yaitu ISPA bukan pneumonia 81,33 %, faringitis 15,11 %, dan common cold 8,56 %. Persentase penggunaan antibiotik mencapai 18,83% meski persentase  mendekati angka indikator namun hal ini menunjukkan bahwa hasil penelitian masih memenuhi standar indikator kesalahan penggunaan antibiotik yaitu ≤ 20%.
PERANCANGAN PENILAIAN KINERJA BERDASARKAN KOMPETENSI DAN KPI (KEY PERFORMANCE INDICATOR) PADA PT. KMI Doto Doto Kholil
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.636 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.44

Abstract

Sistem penilaian kinerja  yang dilakukan oleh PT. KMI saat ini berdasarkan pada absensi dan ingatan atasan terhadap sikap karyawan tersebut. Sistem penilaian saat ini menimbulkan ketidakpuasan karyawan karena prestasi kerja karyawan tidak termasuk dalam sistem penilaian prestasi kerja. Padahal penilaian ini berdampak pada pemberian insentif atau bonus. Penilaian kinerja berdasarkan KPI (Key Performance Indicator) dan Kompetensi (Behavior) dirancang untuk meningkatkan objektifitas penilaian kinerja, serta mengidentifikasi kelemahan karyawan dan merencanakan  program pengembangan kompetensi karyawan. Penelitian ini dalakukan secara kualitatif dengan interview dan Focus Group Activity (FGD), dengan melakukan simulasi di bagian produksi. Berdasarkan hasil survey terhadap karyawan, didapatkan bahwa 85% menyatakan lebih puas dengan system penilaian yang baru  dengan alasan lebih objektif dan transparan dan 15% menyatakan lebih suka dengan system yang lama. Hal ini karena dengan system yang baru, menuntut mereka harus menyiapkan data pendukung dalam penilaian karyawan

Page 1 of 2 | Total Record : 13