Articles
192 Documents
PENGEMBANGAN SISTEM PEMBAYARAN MAHASISWA DENGAN MOBILE PAYMENT BTN SYARIAH
Eko Purwanto;
Sopingi Sopingi
Jurnal Inkofar Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.992 KB)
|
DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i2.71
Pengembangan sistem informasi pembayaran mahasiswa pada Universitas Duta Bangsa Surakarta khususnya pada Fakultas Ilmu Komputer juga dilakukan dengan bekerjasama dengan Bank BTN Syariah dalam upaya peningkatan pelayanan kepada mahasiswa khususnya pelayanan pembayaran mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode prototype dalam pengembangan sistem. Pengembangan sistem meliputi Perancangan Infrastrutur dan Implementasi sistem pembayaran dengan mobile payment BTN Syariah. Hasil dalam penelitian ini yang didapatkan adalah dalam pengembangan sistem pembayaran mahasiswa dengan mobile payment BTN Syariah dengan cara menambahkan Server Cloud sebagai integrasi atau penghubung antara server local dengan BTN Syariah. Implementasi sistem mobile payment sudah dapat berjalan dengan baik.
PERANCANGAN FASILITAS ALAT BANTU KERJA DENGAN PRINSIP ERGONOMI PADA BAGIAN PENIMBANGAN DI PT. BPI
Yuri Delano Regent Montororing
Jurnal Inkofar Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Meta Industri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1188.412 KB)
|
DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i2.175
Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancangan alat bantu kerja pegawai bagian penimbangan secara ergonomis agar pekerja dapat bekerja dengan efisien, nyaman, aman, sehat dan efektif serta tidak mudah lelah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penimbangan bahan baku yang dilakukan pegawai bagian penimbangan dilakukan diatas panggung dengan tinggi 0,5 meter dengan dimensi 4m x 2,5m. Cara mengatasi keluhan kesehatan pegawai bagian penimbangan dilakukan dengan dua cara, yaitu memperbaiki metode pengangkatan dan peletakan bahan baku (beban) dan menambahkan alat bantu kerja yang ergonomis. Rancangan fasilitas kerja pegawai bagian penimbangan PT. BPI adalah dengan menambahkan alat bantu kerja yaitu Lift Table untuk membantu pekerja mengangkat bahan baku pembuatan biji plastik master batch colour. Ukuran rancangan Lift Table yang diperlukan dengan panjang 155 cm, lebar 74 cm, dan tinggi 84 cm.
Pengaruh K3 Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Cleaning Service PT X Di Jakarta
Alfa Omega Hutagalung
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (627.165 KB)
|
DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.58
Penelitian ini didorong oleh kesadaran akan pentingnya sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan berkualitas di industri jasa kesehatan. Sumber daya berperan penting dalam memenuhi harapan pelanggan yang menggunakan jasa penyedia layanan kesehatan. Rumah sakit mata XYZ adalah rumah sakit khusus mata swasta yang memfokuskan diri menyediakan layanan kesehatan mata. Manajemen rumah sakit mempekerjakan tenaga cleaning service outsource sebanyak 36 orang. Populasi tenaga cleaning service ini semuanya diambil sebagai responden untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja karyawan cleaning service PT X di Jakarta. Hasil uji t parsial menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja dan displin kerja secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Uji regresi simultan dengan uji F ini menunjukkan bahwa kesehatan dan keselamtan kerja dan disiplin kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Besarnya efek koefisien determinasi (R Square) menunjukkan variabel independen memberikan pengaruh sebesar 73,4 % terhadap variabel independen dan sisanya sebesar 26,6 % dipengaruhi oleh variabel - variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian iniKata kunci : Disiplin Kerja, K3 (keselamatan dan kesehatan kerja), Kinerja
PENERAPAN JOB SHEET BERBASIS ASSESMENT CHECKLIST PRAKTIKUM KERJA BANGKU MATA KULIAH PROSES MANUFAKTUR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI MAHASISWA TEKNIK INDUSTRI REGULER A ANGKATAN 2018
Agus Widodo
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Meta Industri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.788 KB)
|
DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.149
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi mahasiswa pada praktek kerja bangku mata kuliah Proses Manufaktur dengan menerapkan job sheet berbasis assesment checklist. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Teknik Industri Reguler A tahun 2018 dengan jumlah mahasiswa 12 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Proses untuk meningkatkan motivasi mahasiswa dengan menggunakan job sheet barbasis assesment checklis dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam praktek kerja bangku. Dalam hal ini mahasiswa dituntut dapat memiliki motivasi tersendiri untuk bisa mengerjakan praktek tersebut dari hasil yang diamati dari siklus 1 mahasiswa mengalami peningkatan sebelum melakukan praktek ada beberapa mahasiswa yang bertanya kepada dosen setelah dosen menjelaskan cara pengerjaannya, sebagian besar mahasiswa memperhatikan dosen menjelaskan dengan penerapan job sheet assesment checklist, mahasiswa lebih teliti dalam praktek kerja bangku. 2) Metode pembelajaran dengan menerapkan job sheet assesment checklist dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan mahasiswa serta mahasiswa lebih teliti dalam pengerjaan benda kerja selama proses pembelajaran praktik kerja bangku berlangsung meliputi: a) motivasi, b) tanggung jawab, c) hasil praktek kerja bangku. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menerapkan job sheet assesment checklist dapat meningkatkan motivasi keaktifan mahasiswa dalam praktek kerja bangku pada mata kuliah proses manufaktur .Kata kunci : jobsheet, assessment checklist, manufaktur, mahasiswa, praktik
Pengaruh reward dan punishment terhadap kinerja welder studi kasus di proyek pipeline spread 4 labuan maringgai - tanjung karang
Gunanto gunanto
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (401.819 KB)
|
DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.37
Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan sistem reward dan punishment terhadap kinerja Welder yang diterapkan dalam Proyek Pipeline Spread 4 Labuan Maringgai -Tanjung Karang untuk mengetahui implikasi terhadap pelaksaanaan proyek tersebut. Dalam penelitian ini diteliti hasil kinerja, reward dan punishment semua welder yang berjumlah 10 orang yang diolah dengan software SPSS. Hasil pengujian hipotesis diketahui Sig.F≤α (0,000≤ 0,05) menunjukkan ada pengaruh yang signifikan secara simultan dari variabel reward dan punishment terhadap (Y) kinerja Welder. Terdapat pengaruh yang signifikan dari (X1) reward terhadap kinerja welder yaitu sebesar 0,996 atau 99,6% dan (X2) punishment sebesar 0,501 atau 50,1%.
ANALISIS KADAR NATRIUM DAN KALIUM PADA SEDIAAN INFUS ELEKTROLIT MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM (SSA)
Sudrajat Sugiharta;
Jubaedah -
Jurnal Inkofar Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Meta Industri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (247.32 KB)
|
DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i2.133
Spesifikasi produk sediaan steril harus memenuhi diantaranya adalah nilai pH, penetapan kadar logam serta penampilan. Pengujian kadar logam natrium dan kalium diterima sebagai penanda jaminan kualitas produk sediaan infus dimana penetapannya menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom (SSA),Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kadar natrium dan kalium dalam sediaan infus elektrolit (Tutofusin OPS) telah memenuhi spesifikasi atau tidak sebagai bagian dari kualifikasi released produk, metode penelitian yang dilakukan secara eksperimental penentuan kadar logam natrium dan kalium, pemeriksaan pH, serta penampilan dari tiga nomor bets yang berbeda.Dari hasil pengukuran kadar natrium (mEq/L) didapatkan bets nomor X001 yaitu 96.1 ± 0.35 lebih rendah dari nomor bets X002 yaitu 96.72 ± 0.91, sedangkan nilai tertinggi yaitu pada nomor bets X003 sebesar 97.35 ± 0.32, ketiga nomor bets tersebut telah memenuhi spesifikasi yaitu 93.00 – 107.00 mEq/L. Kadar kalium (mEq/L) pada nomor bets X003 yaitu 17.23 ± 0.12 lebih rendah dari nomor bets X002 yaitu 17.90 ± 0.18, dan bets X001 17.82 ± 0.01, ketiga bets tersebut telah memenuhi spesifikasi yaitu 16.74– 9.26 mEq/L. Pada nilai pH dari tiap bets didapatkan hasil bets nomor X001 yaitu 6.63 lebih rendah dari nomor bets X002 yaitu 6.73, sedangkan nilai tertinggi pada nomor bets X003 sebesar 6.74. ketiga bets telah memenuhi spesifikasi yaitu 6.60 – 7.00. Sedangkan untuk hasil penampilan dari tiga bets yang berbeda didapatkan larutan jernih tidak berwarna serta bebas partikel.Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga parameter tersebut menunjukkan kadar natrium dan kalium, nilai pH serta penampilan pada sediaan infus elektrolit tersebut telah memenuhi spesifikasi.
STRATEGI MINIMALISASI NILAI PROVISI MATERIAL TERHADAP HEALTHY INVENTORY
Merdieco Rivandi
Jurnal Inkofar Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Meta Industri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.129 KB)
|
DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v5i2.201
Persediaan yang sehat (healthy inventory) adalah merupakan sebuah indikator dari kesejahteraan finansial perusahaan. Persediaan yang tidak seimbang akan menyebabkan kekacauan perusahaan dalam bentuk terlalu banyak persediaan, atau tidak cukup persediaan, yang keduanya dapat menghancurkan pendapatan dari sebuah perusahaan. Mengendalikan persediaan yang tepat bukan hal yang mudah. Apabila jumlah persediaan terlalu besar mengakibatkan timbulnya dana menganggur yang besar (yang tertanam dalam persediaan), meningkatnya biaya penyimpanan, dan risiko kerusakan barang yang lebih besar. Namun, jika persediaan terlalu sedikit mengakibatkan risiko terjadinya kekurangan persediaan (stockout) karena seringkali bahan/barang tidak dapat didatangkan secara mendadak dan sebesar yang dibutuhkan, yang menyebabkan terhentinya proses produksi, tertundanya penjualan, bahkan hilangnya pelanggan. Risiko persediaan yang berlebihan dan menumpuk akan berpotensi kadaluarsa, rusak, atau hilang akan masuk dalam provisi material. Provisi adalah biaya yang diperkirakan akan menjadi tanggungan perusahaan dikarenakan adanya kesalahan atau permasalahan yang mungkin akan timbul kelak yang berhubungan dengan keberadaan stock barang. Tidak ada satupun perusahaan yang menginginkan membayar provisi pada akhirnya. Karena setiap rupiah pembayaran atas provisi yang terjadi merupakan kerugian langsung yang akan memotong profit yang dihasilkan. Sehingga diperlukan strategi yang tepat yang harus dilakukan untuk meminalisasi provisi tersebut.
PENYUSUNAN ALAT UKUR POTENSI STRES KERJA PERAWAT DENGAN METOE FMEA (FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS)
kartika prasetya sari
Jurnal Inkofar Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Meta Industri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.885 KB)
|
DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i2.8
Perawat rumah sakit memiliki tuntutan yang tinggi untuk melayani pasien pada setiap waktu selama 24 jam agar pasien merasa selalu dilayani dengan baik. Tingginya tuntutan kerja, yang seringkali melebihi kemampuan perawat, menyebabkan banyaknya keluhan kesehatan pada perawat dan mengalami stres kerja tingkat tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan penyusunan suatu alat ukur yang dapat mengetahui potensi stres kerja pada perawat. sehingga faktor-faktor yang dapat menjadi potensi utama timbulnya stres kerja dapat dianalisis untuk meminimasi timbulnya stres kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi stres kerja pada perawat. dan menyusun alat ukur untuk mengetahui potensi stres kerja pada perawat dengan menggunakan metode FMEA. Faktor yang mempengaruhi stres kerja berhasil diidentifikasi yaitu beban kerja dan hubungan interpersonal dari faktor yang mempengaruhi stres kerja kemudian diidentifikasi dengan metode FMEA dan diperoleh alat ukur potensi stres kerja yang berisikan 12 pertanyaan dengan skala likert
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMBERIAN KREDIT KENDARAAN RODA DUA MENGGUNAKAN METODE TOPSIS (STUDI KASUS PT. CENTRAL SENTOSA FINANCE CIAMIS)
Herlan Sutisna
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Meta Industri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.932 KB)
|
DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.75
Pembayaran dengan cara kredit atau diangsur banyak dimanfaatkan oleh para pemodal untuk mejalankan usaha pada transaksi barang elektronik, kendaraan dan property yang nominal pembayarannya tergolong besar. Salah satu perusahaan yang memanfaatkan layanan kredit ini adalah PT CS Finance yang merupakan perusahaan pembiayaan roda dua. Dalam praktiknya pembayaran secara kredit ini sering mengalami berbagai kendala salah satunya yaitu kredit macet. Dalam upaya mengurangi terjadinya kredit macet yang menjadi ancaman terbesar bagi perusahaan penyedia layanan kredit dibutuhkan sebuah keputusan sebelum memutuskan untuk memberikan pinjaman kepada nasabah atau debitur. Prinsip kredit 5C Character, Capasitas, Condition, Capital dan Collateral adalah faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam memilih dan memilah calon nasabah debitur. Untuk mendukung proses pemberian keputusan memberikan kredit dengan mengutamakan 5C prinsip kredit dengan multiple kriteria dibutuhkan sebuah metode untuk memutuskan kelayakan diterima atau tidaknya pengajuan kredit calon nasabah. Metode TOPSIS sebagai penerapan pengambilan keputusan dengan multiple kriteria menjadi sebuah metode alternatif untuk membuat keputusan dari 5C prinsip kredit dengan tujuan mengambil keputusan dengan resiko kerugian paling minimal dengan menghitung bobot kriteria dari masing-masing nilai kriteria sehingga mengahasilkan keputusan yang paling menguntungkan bagi perusahaan dan calon konsumennya.
IDENTIFIKASI BAHAYA DENGAN METODE PRELIMINARY HAZARD ANALYSIS (PHA) PADA WORKSHOP POLITEKNIK SINAR MAS BERAU COAL KABUPATEN BERAU, KALIMANTAN TIMUR
Fahriza Fawwas Asrory;
Anthonius Dhinar Hasto Wisnugroho
Jurnal Inkofar Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Meta Industri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1326.08 KB)
|
DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v5i1.191
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama bagi suatu perusahaan ataupun suatu instansi termasuk pada dunia pendidikan untuk mereduksi kemungkinan munculnya sebuah risiko baik risiko yang berasal dari alam (natural Risk) namun juga dari dampak kehidupan manusia yang mengakibatkan kondisi tidak aman dan tindakan tidak aman. Politeknik Sinar Mas Berau Coal sebagai salah salah satu perguruan tinggi di Kabuaten Berau memiliki workshop atau bengkel dalam menunjang aktivitas akademik khususnya Prodi Perawatan Mesin Pertambangan tentu terdapat bahaya dan risiko potensial yang dapat menyebabkan kerugian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Preliminary Hazard Analysis (PHA) untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang dapat terjadi di Workshop Politeknik Sinar Mas Berau Coal. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 9 jumlah aktivitas dimana terdapat 31 jumlah bahaya dan risiko potensial dengan hasil rata-rata penilaian risiko adalah sebesar 60,98 masuk dalam status Priority 3 sehingga diperlukan pengawasan selama aktivitas yang dilakukan di area workshop. Kata Kunci : K3, keselamatan kerja, kesehatan kerja, PHA, Workshop