cover
Contact Name
Fadil Abdullah
Contact Email
fadil@politeknikmeta.ac.id
Phone
+6281324123128
Journal Mail Official
lppm@politeknikmeta.ac.id
Editorial Address
Jln. Inti 1 Blok C1 no 7 Lippo Cikarang/Bekasi 1755
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Inkofar
ISSN : -     EISSN : 25812920     DOI : https://doi.org/10.46846/jurnalinkofar.v9i1
Inkofar adalah jurnal ilmiah multidisipliner yang memublikasikan hasil riset, tinjauan pustaka, studi kasus, dan komunikasi singkat pada ranah Teknik Industri, Ilmu Komputer/Teknologi Informasi, dan Ilmu Farmasi beserta irisan di antaranya
Articles 174 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN BALITA DENGAN DIAGNOSA ISPA BUKAN PNEUMONIA DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR sudrajat sugiharta
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.386 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.64

Abstract

Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) merupakan suatu masalah kesehatan utama di Indonesia karena masih tingginya angka kejadian ISPA terutama pada anak – anak dan balita. Salah satu penyakit ISPA adalah ISPA bukan pneumonia. Berdasarkan rekomendasi WHO (World Health Organization) penanganan ISPA bukan pneumonia pada balita cukup dengan pengobatan supportif dan tidak perlu pemberian antibiotik. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan pengawasan terhadap penggunaan antibiotik di tiap Puskesmas, dimana penggunaan antibiotik di tiap Puskesmas mempunyai indikator kesalahan dari peresepan antibiotik tersebut yaitu ≤ 20 %. Berdasakan hal tersebut, dilakukan penelitian mengenai evaluasi penggunaan antibiotik pasien balita dengan penyakit ISPA bukan pneumonia di Puskesmas Bogor Timur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian desktriptif non analitik terhadap data sekunder berupa rekam medis dan resep obat. Pengambilan data secara prospektif dan diperoleh 223 sampel data untuk analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ISPA bukan pneumonia banyak terjadi pada umur > 1 tahun  - ≤ 3 tahun yaitu 42,22 %, dengan jenis kelamin laki – laki terbanyak yaitu 54,26 %, tanda dan gejala yang dialami oleh pasien yaitu batuk dan pilek dengan data sebesar  49,33 %. Diagnosa dan jenis penyakit yang dialami pasien yaitu ISPA bukan pneumonia 81,33 %, faringitis 15,11 %, dan common cold 8,56 %. Persentase penggunaan antibiotik mencapai 18,83% meski persentase  mendekati angka indikator namun hal ini menunjukkan bahwa hasil penelitian masih memenuhi standar indikator kesalahan penggunaan antibiotik yaitu ≤ 20%.
Pengurangan Lead Time Analisa Kemasan Primer Flexy Bag dengan Metode Single Minute Exchange of Dies (SMED) di Industri Farmasi X Ayu Izzatin Haifa
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.464 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.157

Abstract

Pemborosan waktu pada proses analisa kemasan dapat menyebabkan keterlambatan dalam proses produksi. Kondisi ini mempengaruhi kecepatan dalam memenuhi permintaan konsumen. Perhitungan lead time analisa kemasan merupakan hal penting untuk dihitung agar pelulusan kemasan untuk produksi bisa tepat waktu. Dalam penelitian sebelumnya perbaikan yang dapat digunakan untuk meminimalisir waste adalah dengan mereduksi waktu set-up internal menjadi set-up eksternal menggunakan metode single minute exchange of dies (SMED). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan data hasil observasi terhadap paramater pengujian dalam analisa kemasan dari 1 nomor bats pada 32 vat. Berdasarkan data dari pengamatan yang telah dilakukan pada analisa kemasan primer flexy bag terdapat 23 aktivitas yang terdiri dari 18 aktivitas internal dan 5 aktivitas yang dapat dikonversikan ke eksternal. Hasil dari Penerapan metode SMED pada penelitian ini dapat penurunan waktu set-up sebasar 58,06% atau 13,18 jam. Sehingga didapatkan efisiensi waktu dengan meminimalkan aktivitas internal. 
PERANCANGAN PENILAIAN KINERJA BERDASARKAN KOMPETENSI DAN KPI (KEY PERFORMANCE INDICATOR) PADA PT. KMI Doto Doto Kholil
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.636 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.44

Abstract

Sistem penilaian kinerja  yang dilakukan oleh PT. KMI saat ini berdasarkan pada absensi dan ingatan atasan terhadap sikap karyawan tersebut. Sistem penilaian saat ini menimbulkan ketidakpuasan karyawan karena prestasi kerja karyawan tidak termasuk dalam sistem penilaian prestasi kerja. Padahal penilaian ini berdampak pada pemberian insentif atau bonus. Penilaian kinerja berdasarkan KPI (Key Performance Indicator) dan Kompetensi (Behavior) dirancang untuk meningkatkan objektifitas penilaian kinerja, serta mengidentifikasi kelemahan karyawan dan merencanakan  program pengembangan kompetensi karyawan. Penelitian ini dalakukan secara kualitatif dengan interview dan Focus Group Activity (FGD), dengan melakukan simulasi di bagian produksi. Berdasarkan hasil survey terhadap karyawan, didapatkan bahwa 85% menyatakan lebih puas dengan system penilaian yang baru  dengan alasan lebih objektif dan transparan dan 15% menyatakan lebih suka dengan system yang lama. Hal ini karena dengan system yang baru, menuntut mereka harus menyiapkan data pendukung dalam penilaian karyawan
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SARUNG TANGAN GOLF DENGAN METODE SIX SIGMA DALAM UPAYA MENGURANGI KECACATAN PRODUK (Studi Kasus di PT. Adi Satria Abadi, Yogyakarta) Hana Silvia Dwi Putri
Jurnal Inkofar Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.133 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i2.130

Abstract

PT Adi Satria Abadi adalah perusahaan yang memproduksi sarung tangan salah satunya adalah sarung tangan golf untuk tujuan ekspor. Dalam proses produksi masih terdapat banyak produk cacat. Oleh karena itu, perlu adanya upaya peningkatan perbaikan kualitas. Salah satu model perbaikan peningkatan kualitas untuk mengurangi produk cacat adalah program Six Sigma dengan metode DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control).Penelitian ini mengkaji data atribut dan data variabel berupa panjang keseluruhan jari dan lebar telapak tangan. Pada tahap define dilakukan identifikasi suatu permasalahan menggunakan diagram SIPOC dan Peta Aliran Proses. Tahap measure yaitu tahap pengukuran proses produksi dengan menentukan Critical To Quality (CTQ) dan menghitung nilai DPMO dan tingkat sigma. Tahap analyze yaitu menganalisis kapabilitas proses produksi, stabilitas proses dengan uji hipotesis chi kuadrat, dan keterkendalian proses dengan peta kendali p dan peta kendali rata-rata. Analisis cacat terbesar menggunakan diagram Pareto dan akar penyebab dikaji menggunakan diagram Fishbone. Tahap improve dilakukan dengan metode 5W dan 1H.Hasil menunjukkan bahwa kapabilitas proses produksi cukup baik akan tetapi kondisi proses belum stabil. Tingkat sigma yang dihasilkan sebesar 3,77 dengan DPMO sebanyak 11509,99. Berdasarkan diagram Pareto, cacat meleset merupakan cacat yang sering terjadi pada produk sarung tangan golf dan akar penyebabnya adalah faktor manusia yaitu lelah, metode yaitu SOP tidak dilakukan dengan baik dan lingkungan yaitu bising. Berdasarkan metode Six Sigma, usulan perbaikan bagi perusahaan untuk mengurangi kecacatan produk sarung tangan golf yaitu dengan melakukan pengkajian ulang mengenai penambahan jam kerja/waktu lembur yaitu sebaiknya jam kerja ditambah pada hari libur kerja sehingga waktu bekerja menjadi 6 hari kerja, perlu melakukan pengarahan dan pengawasan secara intensif terhadap karyawan terkait pelaksanaan SOP dan mengevaluasi tata letak ruang kerja terutama letak mesin dan perlu pengadaan peredam suara untuk meredam dan mengatasi kebisingan.
USULAN PERBAIKAN AREA GUDANG MATERIAL TERHADAP EFISISENSI JARAK DAN BIAYA HANDLING DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) DI INDUSTRI FLEXIBLE PACKAGING Hamdani Aris Sudrajat; Ervan Budi Santoso; Fransisca Debora
Jurnal Inkofar Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.908 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v5i2.205

Abstract

Tata letak fasilitas yang kurang tepat dapat menimbulkan pemborosan pada kegiatan material handling. Area penyimpanan industri flexible packaging di mana penelitian dilakukan, ditemukan adanya indikasi pemborosan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui jarak lintasan dan biaya material handling pada layout awal dan mendapatkan layout usulan yang dapat memangkas jarak dan biaya material handling. Metode yang digunakan adalah Systematic Layout Planning dengan cara membandingkan jarak perpindahan layout awal dan layout usulan menggunakan pengukuran rectilinear dan euclidean. Pada layout awal didapatkan jarak total lintasan material handling per bulan pada kuartal kedua tahun 2021 sebesar 101.093,94 meter dengan pengukuran rectilinear dan 80.830,52 meter dengan pengukuran euclidean. Total biaya per bulan Rp. 27.546.279,32,- . Setelah dilakukan penyusunan layout usulan didapatkan jarak total lintasan material handling per bulan pada kuartal kedua tahun 2021 sebesar 75.420,27 meter dengan pengukuran rectilinear dan 63.960,37 meter dengan pengukuran euclidean. Total biaya yang dikeluarkan per bulan Rp. 27.229.776,03,- dengan pengukuran rectilinear dan Rp. 27.286.168,12,- dengan pengukuran euclidean. Maka diperoleh efisiensi jarak sebesar 25.673,67 meter atau 25,39% untuk pengukuran rectilinear dan 16.870,15 meter atau 20,87% untuk pengukuran euclidean. Biaya yang dihemat sebesar Rp. 316.503,28,- atau 1,14%  untuk pengukuran rectilinear dan Rp. 260.111,20,- atau 0,94% untuk pengukuran euclidean. Berdasarkan hasil penelitian, layout usulan menghasilkan jarak lintasan dan biaya yang lebih kecil dibandingkan layout awal.
analisa efektifitas dan kepuasan penguna website kecamatan jonggol andi arfian
Jurnal Inkofar Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1841.86 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i2.13

Abstract

Dalam melaksanakan sistem informasi diperlukan perencanaan yang baik. Selanjutnya, untuk membuat perencanaan yang baik membutuhkan informasi dan data yang akurat dan aktual, baik untuk informasi umum maupun kualitatif. Aparat administratif desa membutuhkan fasilitas informasi yang luas. Dalam penelitian ini penulis mencoba menganalisis pemanfaatan informasi Berbasis Web yaitu website untuk masyarakat desa di kecamatan jonggol. Dalam menganalisis penulis menggunakan metode Delone dan McLean dalam menganalisis tingkat pemanfaatan dan kepuasan dengan menggunakan metode PLs sam. Dan dari hasil penelitian masih banyak kekurangan dan kebutuhan yang harus diperbaiki salah satunya masih terbayang informasi dari penduduk di kabupaten jonggol dan diharapkan kedepannya dapat menjadi dasar informasi dalam pengembangan informasi yang lebih interaktif dan bermanfaat untuk warga desa di kecamatan Jonggol kabupaten Bogor.
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PRODUKSI HOSE COME FUEL FEED PADA PT TOKAI RUBBER AUTO HOSE INDONESIA BEKASI asep dony suhendra; ratih dwi asworowati; windi wijaya
Jurnal Inkofar Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.505 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i1.81

Abstract

Pengembangan komunikasi dan teknologi di masa kini sudah melaju dengan sangat cepat. Selain didorong oleh tuntutan kemajuan dan gaya hidup, pola berfikir dalam pengembangan teknologipun harus turut serta memiliki revolusi untuk perbaikan dan pemenuhan kebutuhan termasuk dalam bidang bisnis. PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia yang saat ini masih dalam proses pengembangan dan mengandalkan hasil penjualan produk untuk bertahan dalam persaingan didunia industri tentu memerlukan adanya perkembangan dalam management informasi khususnya dilingkungan produksi. Dalam hal ini penulis mencoba membuat Tugas Akhir mengenai sistem informasi produksi hose come fuel feed pada PT. Tokai Rubber Auto Hose Indonesia yang sampai saat ini belum terkomputerisasi, sistem yang ada pada saat ini masih menggunakan pencatatan manual mulai dari pemesanan material yang menggunakan form kertas dan proses pelaporan hasil produksi yang hanya dilakukan di salah satu proses saja, hingga pelaporan produksi untuk suppervisor dilakukan secara manual yang selain sulit untuk dikontrol stock barangnya, juga pendataan yang masih menggunakan Ms.Excel tentu banyak memiliki potensi kesalahan dan kurang akurat dari segi pendataan serta membutuhkan waktu yang lebih lama dalam pembuatan laporan. Sistem yang terkomputerisasi akan lebih menguntungkan bagi perusahaan. Selain untuk efisiensi waktu, tingkat kesalahan pendataan hasil produksi juga dapat diminimalisir agar sistem lebih terkontrol dengan baik.
IMPLEMENTASI PERMENKES No 72 TAHUN 2016 TERHADAP PELAYANAN FARMASI KLINIS DI RS A Tisa Amalia; Tyantica Usdianty Putri
Jurnal Inkofar Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.81 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v5i1.188

Abstract

Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan Rumah Sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai yang bermutu dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat termasuk pelayanan farmasi klinik. Pelayanan farmasi klinik merupakan pelayanan langsung yang diberikan Apoteker kepada pasien dalam rangka meningkatkan outcome terapi dan meminimalkan risiko terjadinya efek samping karena Obat, untuk tujuan keselamatan pasien (patient safety) sehingga kualitas hidup pasien (quality of life) terjamin. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yang bersifat yuridis normatif, yaitu dengan mengkaji atau menganalisa data sekunder yang berupa bahan-bahan hukum terutama bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan memahami hukum sebagai seperangkat peraturan atau norma-norma positif di dalam sistem perundang-undangan yang mengatur mengenai kehidupan manusia dan didukung dengan kenyataan di lapangan. Hasil penelitian ini yaitu Pelayanan farmasi klinik di RS A belum semuanya dilaksanakan sesuai dengan Permenkes No 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Adapun pelayanan farmasi klinik yang belum dilaksanakan yaitu :Penelusuran riwayat penggunaan Obat; Visite; Evaluasi Penggunaan Obat (EPO); Pemantauan Terapi Ibat ; Pemantauan Kadar Obat dalam Darah (PKOD). Dari sepuluh aspek Standar Pelayanan Kefarmasian sesuai dengan Permenkes No 72 Tahun 2016 hanya enam aspek yang diterapkan.
PERANCANGAN APLIKASI PENJUALAN RETAIL BERBASIS DEKSTOP PADA CV. HAMBALI KOPERPU cepi cahyadi; Manase Sahat H Simarangkir
Jurnal Inkofar Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.037 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i2.65

Abstract

CV. Hambali Koperpu adalah merupakan usaha dibidang air minum, sistem penjualan yang ada masih dengan konvensional yaitu transaksi jual beli hingga pembuatan laporan-laporan transaksi dan data pelanggan masih menggunakan media buku yang dicatat disetiap transaksi penjulanannya selain itu juga sering menimbulkan beberapa masalah dikarenakan berkas–berkas yang hilang. Dengan penggunaan teknologi komputer yaitu menggunakan program khusus yang dibuat di CV. Hambali berupa aplikasi desktop Program Penjualan Retail Air Minum dan didesain dengan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0 dan database MySQL sebagai server data base, dengan adanya apliaksi ini memudahkan kegiatan usaha di CV. Hambali dan meminimalisir kesalahan yang mungkintimbul pada sistem konvensional. Proses transaksi hingga pembuatan laporan dan data pelanggan dapat diselesaikan dengan baik sehingga mengatasi permasalahan yang ada pada CV. Hambali Koperpu.
Kesesuaian Peresepan Obat Pasien Kronis BPJS Rawat Jalan Poliklinik Penyakit Dalam Terhadap Formularium Rumah Sakit Dengan Formularium Nasional Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK. 02.02/Menkes/254/2015 Di Rumah Sakit X Tisa Amalia
Jurnal Inkofar Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Meta Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.427 KB) | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v1i2.169

Abstract

Pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) resep yang diberikan terhadap pasien harus mengacu pada Formularium Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase kesesuaian peresepan obat pasien kronis BPJS poliklinik Penyakit Dalam dengan cara membandingkan Formularium Nasional dengan Formularium Rumah Sakit di Rumah Sakit X. Metode penelitian dilakukan secara Deskriptif non analitik dengan rancangan cross sectional dan pengambilan teknik secara Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah 168 pasien dengan jumlah sampel 63 pasien yang telah memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti. Pada tahap ini data yang diperoleh diolah untuk mendapatkan skor berupa persentase. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Formularium Nasional dengan jumlah 168 lembar resep jumlah yang sesuai Formularium Nasional yaitu 128 (86,96%) dan Formularium Rumah Sakit dengan jumlah 168 lembar resep jumlah yang sesuai Formularium Rumah Sakit yaitu 154 (96,22%). Belum mencapai target yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan sebesar (100%). Semakin tinggi persentase kesesuaian resep dengan Formularium Nasional dan Formularium Rumah Sakit di RS maka mutu pelayanan Instalasi Farmasi semakin baik

Page 7 of 18 | Total Record : 174