cover
Contact Name
Ade Yulita Hesti Lukas
Contact Email
ade.yulita@staf.undana.ac.id
Phone
+6281285951581
Journal Mail Official
jaqubdpundana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adisucipto Penfui Kupang NTT
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Aquatik
ISSN : 23015381     EISSN : 27460010     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Aquatik merupakan media desiminasi hasil-hasil penelitian kelautan dan perikanan. Jurnal Aquatik terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober. Minimal ada 20 Artikel baru yang diterbitkan setiap tahunnya. Selain terbitan berkala dimungkinkan juga ada terbitan khusus. Jurnal ini berisi tentang penelitian-penelitian yang berhubungan dengan Rekayasa lingkungan akuatik, reproduksi dan nutrisi organisme perairan, penyakit dan parasit organisme perairan, genetika, kualitas air dan semua penelitian yang berhubungan dengan teknologi budidaya perairan.
Articles 181 Documents
SISTEM PENYANGGA KEHIDUPAN DAN PEMELIHARAAN IKAN PADA KOLAM SENTUH AKUARIUM PUBLIK Prasetiawan, Nanda Radhitia; Kurniasih, Ratna Amalia; Mulyadi, Usep; Setiawan, Agus; Ma’muri, Ma’muri; Bramawanto, Rikha; Widyanto, Salasi Wasis; Kuncoro, Ari; Wisnugroho, Susilo; Yusharto, Tanki; Sudrajat, Rahayu
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8457

Abstract

Kolam sentuh air laut merupakan salah satu wahana yang umum ditemui pada akuarium publik. Fasilitas ini menjadi media yang memungkinkan adanya interaksi antara pengunjung dengan biota melalui sentuhan ataupun pemberikan pakan. Belum banyak laporan terkait manajmen kolam sentuh air laut pada akuarium publik di Indonesia. Makalah ini mendeskripsikan aspek desain sistem penyangga kehidupan, komunitas biota serta menajemen pemeliharaan ikan dari salah satu kolam sentuh air laut pada akuarium publik. Kolam sentuh bervolume 15.000 liter menggunakan sistem resirkulasi dengan bak filter terpisah, protein skimmer dan sand filter serta memanfaatkan pencahayaan buatan. Wavemaker digunakan untuk menghasilkan arus pada kolam. Suhu, salinitas, pH, DO air memenuhi kriteria untuk pemeliharaan biota air laut. 9 jenis ikan dan 1 jenis penyu dipelihara secara polikultur pada kolam sentuh. Rhina ancylostomus, Orectolobus sp. dan Chelonia mydas adalah daya tarik utama bagi pengunjung. Acanthuridae adalah famili ikan paling banyak ditemukan pada kolam sentuh. Rhina ancylostomus adalah koleksi dengan status konservasi IUCN Critically Endangered (CR) yang aktif bergerak mejelajah. Beberapa jenis ikan menunjukkan adanya perilaku yang lebih sering bersembunyi pada area yang ternaung. Ikan mengkonsumdi pakan degar dan buatan yang diberikan. Teridentifikasi 3 genus plankton pada kolam sentuh dimana Navicula mendominasi. Peramasalahan kesehatan yang tercatatat berupa infestasi Trichodina pada kulit L. cornuta dan Benedenia serta Cryptocaryon pada Diodon sp. serta exophthalmos pada L. cornuta. Optimasi sistem penyangga kehidupan dapat silakukan melalui penggunaan sump dengan filer biologis. Kata kunci: Ektoparasit, kolam sentuh, plankton, Rhina ancylostomus, sistem penyangga kehidupan
Mortalitas larva dan derajat pencapaian juvenil kerang darah (Anadara granosa) pada salinitas berbeda Lakarmata, Maria Yohana; Santoso, Priyo; Lukas, Ade Yulita Hesti
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8458

Abstract

Produksi kerang darah yang masih mengandalkan dari alam untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi karena konsumsi yang tinggi menyebabkan meningkatnya eksploitasi kerang darah. Usaha budidaya merupakan upaya yang dilakukan untuk pengembangan kerang darah, namun perubahan lingkungan sering menjadi kendala, misalnya perubahan salinitas. Penelitian tentang pemeliharaan larva kerang darah dilakukan pada bulan Oktober 2020, bertujuan mengetahui efek peningkatan dan penurunan salinitas terhadap mortalitas larva dan derajat pencapaian juvenil kerang darah. Metode yang digunakan adalah metode eksprimen dan analisis data menggunakan uji t-berpasangan untuk mengetahui apakah ada perbedaan efek peningkatan dan penurunan salinitas dari salinitas habitat pada budidaya larva kerang darah. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan mortalitas larva ketika salinitas dinaikan atau diturunkan, dengan mortalitas larva tertinggi terjadi saat salinitas diturunkan yaitu mencapai 47,05 % sedang pada saat salinitas dinaikan mortalitas larva lebih rendah yaitu 41,22 %. Derajat pencapaian juvenil menunjukan penurunan baik saat salinitas dinaikan atau diturunkan, dengan derajat pencapaian juvenil lebih tinggi saat salinitas dinaikan, mencapai 48,18 % sedang pada saat diturunkan hanya mencapai 39,8 %. Hasil analisa statistik dengan uji t-berpasangan (α 0,05) didapat nilai t yaitu 0,67<0,05 untuk mortalitas larva dan 1,40<0,05 untuk derajat pencapaian juvenil. Hal ini menunjukan bahwa peningkatan dan penurunan salinitas memiliki perbedaan yang signifikan terhadap mortalitas larva dan pencapaian juvenil kerang darah. Kata kunci: Kerang darah, larva, mortalitas, pemeliharaan, salinitas.
Teknik fertilisasi buatan pada pembenihan kerang darah (Anadara granosa) Abuk, Maria Yustina; Santoso, Priyo; Linggi, Yulianus
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8461

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui derajat penetasan pada kerang darah (Anadara granosa) dengan teknik fertilisasi buatan dan mengetahui presentase telur yang mencapai stadia juvenil dari hasil fertilisasi buatan. Penelitian dilakukan selama 1 bulan di UPT Lab Lapangan Terpadu Lahan Kering Kepulauan , Universitas Nusa Cendana. Kerang darah yang diambil dari pantai Tanah Merah, desa Tanah Merah, kecamatan Kupang Tengah, kabupaten Kupang. Kerang darah diaklimatisasi pada wadah penelitian selanjutnya cangkang kerang darah dibuka sedemikian rupa untuk melihat gonad kerang kerang jantan dan betina yang sudah matang gonad. Sperma dan telur kerang dikumpulkan pada cawan petrik dan diaduk hingga rata kemudian dimasukan kedalam akuarium secara merata yang sudah berisi air bersih. Derajat dari hasil fertilisasi telur terbuahi 124.000% telur, Menetas 85.000% sel, dan juvenil 70.000 % sel pada akuarium. presentasi jumlah larva yang mencapai stadia juvenil sebanyak 56,45% individu dan jumlah larva yang mengalami kematian sebanyak 43,8%. Kata kunci : Fertilisasi, kerang darah, pemijahan buatan
KAJIAN MUTU GARAM DI BEBERAPA SENTRA PRODUKSI DI KABUPATEN SUMBA TIMUR Amah, Yudelvina Ana; Meiyasa, Firat; Tega, Yatris Rambu
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8462

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil garam yang cukup besar. Garam merupakan salah satu pelengkap untuk pangan dan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas garam di beberapa sentra produksi garam di Kabupaten Sumba Timur. Sampel garam dikoleksi dari beberapa sentra produksi seperti di Temu, Kawangu, Watumbaka dan Kayuri. Sampel tersebut kemudian diuji kadar air di Laboratorium Terpadu, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, sedangkan kadar natrium klorida (NaCl), iodium, magnesium (Mg) dan kalsium (Ca) dilakukan pengujian di Laboratorium Aneka BBIA (Balai Besar Industri Agro) Bogor. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis data menggunakan aplikasi program Microsoft Excel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu garam dari keempat sentra produksi garam yang memenuhi standar adalah Kelurahan Kawangu dengan nilai kadar air sebesar 2.69%, NaCl sebesar 99.8%, iodium sebesar 8.13 mg/kg, magnesium sebesar 0.06%, dan kalsium sebesar 0.04%. Kata kunci: Iodium, Mutu Garam, Magnesium, Natrium Clorida
Penggunaan Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) Yang Difermentasi Sebagai Pakan Tambahan Dalam Budidaya Ikan Bandeng (Chanos chanos, Forsskal) Berek, Yanuaria Seuk; Salosso, Yuliana; Lukas, Ade Yulita Hesti
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8466

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengunaan daun mengkudu (Morinda citrifolia) yang difermentasi sebagai pakan tambahan terhadap pertumbuhan, kelulushidupan dan kondisi hematologi ikan bandeng dalam bubidaya ikan bandeng (Chanos chanos forsskal) dan mengetahui dosis yang optimal dari penggunaan daun mengkudu fermentasi. Pengumpulan data dilakukan dari bulan mei-agustus di UPT Oesapa, kecamatan kelapa lima. Daun mengkudu difermentasi menggunakan gula merah 45 g / 500 g hijauan dan 20 ml EM4 secara anaerob selama 4 hari. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah gelondongan ikan bandeng berukuran 10-12 cm g/ekor. perlakuan A= tanpa penambahan daun mengkudu fermentasi, B = daun mengkudu : pakan komesial = 3:1, C= daun mengkudu : pakan komersil = 2:2 dan D= daun mengkudu : pakan komersil =1:3. Hasil penelitian menunjukkan Pertumbuhan tertinggi bobot mutlak terdapat pada perlakuan B sebesar 44,66 gr , pertumbuhan spesifik tertinggi 1,20% pada perlakuan B dengan rasio konversi pakan terendah yaitu 3,98 gr. pada perlakuan B jumlah eritrosit yaitu 4,79 106 sel/mm3 dan leukosit 1,41 104 sel/mm3 dan kelulushidupan 100% pada semua perlakuan. Kualitas air selama penelitian dalam kisaram normal. Persentase dosis optimal dalam penelitian ini adalah perbandinga daun mengkudu 3:1 pakan komersial Kata kunci : Ikan Bandeng, Daun Mengkudu, Fermentasi, Pertumbuhan, Hematologi
Penggunaan Media Filter Yang Berbeda Sebagai Bioremediasi Pada Pemeliharaan Ikan Badut (Amphiprion percula) Pattiradja, Sulaiman Fadli; Lukas, Ade Yulita Hesti; Santoso, Priyo
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengunaan media filter yang berbeda terhadap laju pertumbuhan spesifik pada pemeliharaan ikan badut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Rancangan penelitian menggunakan media filter berupa sabut kelapa (A), arang batok kelapa (B), dan bioball (C). Parameter penelitian yang diukur adalah laju pertumbuhan spesifik (SGR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media filter yang berbeda berupa sabut kelapa, arang batok kelapa,dan bioball tidak berpengaruh nyata (P > 0,05 dan P > 0,01) terhadap laju pertumbuhan spesifik ikan badut. Pada penelitian ini perlakuan arang batok kelapa menunjukkan nilai tertinggi terhadap laju pertumbuhan spesifik. Kata kunci : Ikan badut, resirkulasi, sabut kelapa, arang batok kelapa, bioball.
Pengaruh ekstrak labu kuning (Cucurbita moschata Duch) dalam pakan terhadap kecerahan warna dan kelangsungan hidup ikan badut (Amphiprion percula) di akuarium Meni, Karolina Vivenci; Rebhung, Felix; Liufeto, Franchy Ch
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8468

Abstract

Ikan badut dalam akuarium dapat mengalami penurunan kualitas warna jika pakan yang diberikan tidak mendukung. Penelitian ini dilakukan di UPT Tambak Oesapa untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak labu kuning (Cucurbita moschata Duch) dalam pakan terhadap kecerahan warna dan kelangsungan hidup ikan badut (Amphiprion percula). Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diuji adalah perlakuan kontrol (tanpa ekstrak labu kuning), PA (pakan komersial + 200 ml ekstral labu kuning), PB (pakan komersial + 300 ml ekstrak labu kuning), dan PC (pakan komersial + 500 ml ekstrak labu kuning). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kualitas warna, kelangsungan hidup dan berat mutlak ikan badut. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan 500 ml ekstrak labu kuning dalam pakan menghasilkan kualitas warna terbaik dengan nilai rata - rata 7,6%, kelangsungan hidup 93% dan berat mutlak 2,2 gram. ANOVA menunjukan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata pada warna dan kelangsungan hidup, tetapi nyata pada berat mutak. Kata Kunci : Ekstrak labu kuning, ikan badut, kelangsungan hidup, kualitas warna.
Penambahan ekstrak buah pepaya pada pakan buatan terhadap peningkatan kecerahan warna ikan badut (Amphiprion ocellaris) Seran, Maria Florida Abuk; Sunadji, Sunadji; Tobuku, Ridwan
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8469

Abstract

Penelitian bertujuan Untuk mengetahui apakah ekstrak buah pepaya pada pakan buatan mampu meningkatkan warna pada ikan Badut (A. ocellaris) dan untuk mengetahui dosis ekstrak buah pepaya yang optimal untuk meningkatkan kecerahan warna pada ikan Badut (A. ocellaris). Pengumpulan data dari bulan mei-juli di UPT Oesapa, kecamatan kelapa lima. Rancangan yang di gunakan dalam penelitiaan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Terdiri dari perlakuan control (tanpa ekstrak buah pepaya ), perlakuan A (ekstrak buah pepaya 5 mg), perlakuan B (ekstrak buah papaya 10 mg), dan perlakuan C (ekstrak buah pepaya 15 mg). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak buah pepaya dengan dosis yang berbeda dalam dalam pakan dapat meningkatkan kecerahan warna ikan badut. Peningkatan tertinggi diperoleh pada perlakuan C yaitu penambahan 15 mg/g ekstrak buah pepaya dalam pakan komersial nilai kecerahan warna 4.1. Sedangkan berat mutlak dan kelulushidupan ikan badut tidak berbeda antar setiap perlakuan. Kata kunci : Ekstrak buah papaya, ikan badut, kecerahan, kelangsungan hidup
Fluktuasi konsentrasi NH3 dalam budidaya ikan patin sistem akuaponik terapung menggunakan tanaman kangkung Sanam, Resda G; Santoso, Priyo; Lukas, Ade Y.H
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8470

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jumlah tanaman kangkung yang berbeda terhadap konsentrasi NH3 pada budidaya ikan patin sistem akuaponik terapung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan, 3 kali ulangan. Rancangan penelitian sebagai berikut: Perlakuan A : penggunaan 24 batang kangkung, perlakuan B: penggunaan 40 batang kangkung, dan perlakuan C : penggunaan 56 batang kangkung. Parameter penelitian yang dihitung adalah analisis konsentrasi NH3. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh dari penggunaan tanaman kangkung terhadap konsentrasi NH3. Kata Kunci: Akuaponik, ikan patin, kangkung, NH3.
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS MANGROVE DI KAWASAN EKOWISATA MANGROVE DI DESA DUALAUS KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU Liubana, Debora V; Sabu, Angela Ratu R. M; Da Costa, Ana Gateria; Pereira, Agustina
Jurnal Aquatik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/aquatik.v5i2.8471

Abstract

Peran mangrove dalam menunjang keseimbangan ekosistem pesisir sangat penting karena mangrove berperan sebagai tempat tinggal biota laut dan penyumbang oksigen. Tumbuhan mangrove memiliki banyak jenis sehingga perlu dilakukan identifikasi tumbuhan mangrove di daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis mangrove yang terdapat di Kabupaten Belu tepatnya di kawasan ekowisata mangrove di Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, yaitu melakukan pengumpulan data dengan cara observasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 jenis mangrove di kawasan ekowisata mangrove di Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak, yaitu Avicennia lanata, Avicennia marina, Bruguiera cylindrica, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera parviflora, Ceriops sp, Lumnitcera racemosa, Rhizophor sp, Sonneratia alba, dan Xylocarpus granatum. Kata Kunci : Biota, ekowisata, identifikasi, mangrove, pesisir

Page 11 of 19 | Total Record : 181