cover
Contact Name
Ade Yulita Hesti Lukas
Contact Email
ade.yulita@staf.undana.ac.id
Phone
+6281285951581
Journal Mail Official
jaqubdpundana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adisucipto Penfui Kupang NTT
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Aquatik
ISSN : 23015381     EISSN : 27460010     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Aquatik merupakan media desiminasi hasil-hasil penelitian kelautan dan perikanan. Jurnal Aquatik terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober. Minimal ada 20 Artikel baru yang diterbitkan setiap tahunnya. Selain terbitan berkala dimungkinkan juga ada terbitan khusus. Jurnal ini berisi tentang penelitian-penelitian yang berhubungan dengan Rekayasa lingkungan akuatik, reproduksi dan nutrisi organisme perairan, penyakit dan parasit organisme perairan, genetika, kualitas air dan semua penelitian yang berhubungan dengan teknologi budidaya perairan.
Articles 181 Documents
Identifikasi Parasit dan Bakteri Vibrio pada Kerang Darah (Anadara granosa) di perairan Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah Yulita Hoar; Yuliana Salosso; Priyo Santoso
Jurnal Akuatik Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Aquatik Edisi Oktober 2020
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.574 KB)

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan selama bulan September – Oktober 2019 di Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang dan Laboraturium Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui jenis parasit apa yang menyerang kerang darah (Anadara granosa) diperairan Tanah Merah, untuk mengetahui bakteri vibrio Harveyi yang menyerang kerang darah diperairan Tanah Merah, untuk mengetahui berapa prevelensi parasit dan bakteri vibrio pada kerang darah (Anadara granosa) diperairan Tanah Merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis parasit yang menyerang kerang darah diperairan Tanah Merah yaitu Carchesium sp dan Trichodina sp; Bakteri yang menyerang kerang darah (Anadara granosa) yaitu bakteri Vibrio harveyi.; dan Prevalensi parasit Charchesium sp yang menyerang kerang darah diperairan Tanah Merah adalah 60% danprevalensi Trichodina spadalah 40% sedangkan prevalensi serangan bakteri Vibrio harveyi adalah 100%. Kata kunci: Bakteri vibrio, Kerang Darah (Anadara granosa), Parasit
IMUNOSTIMULAN Gracilaria verrucosa PADA BUDIDAYA IKAN LELE Clarias sp Yudiana Jasmanindar; Yuliana Salosso; Nicodemus Dahoklory
Jurnal Akuatik Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Aquatik Edisi Oktober 2020
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.447 KB)

Abstract

Ikan lele Clarias sp merupakan komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan karena memiliki beberapa keunggulan dibandingkan komoditas lainnya. Walaupun nilai jual belum semahal komoditas udang maupun biota budidaya lainnya. Selain itu teknologi budidaya ikan lele terbilang mudah diaplikasikan serta memiliki daya tahan terhadap serangan penyakit. Imunitas pada tubuh ikan merupakan hal yang penting dalam mengatasi serangan parasit maupun penyakit, terutama dalam tahap pendederan atau pemeliharaan benih ikan lele ukuran 3-5 cm. Respon imun pada ikan terdiri dari imunitas alami dan imunitas spesifik. Pengamatan dilapangan menunjukkan bahwa ikan lele ukuran benih rentan terhadap serangan parasit dan panyakit ikan sehingga kelangsungan hidupnya sangat rendah. Berbagai alternative pengendalian salah satunya dengan menggunakan imunostimulan sebagai bahan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan lele. Rumput laut Gracilaria verrucosa dapat dimanfaatkan sebagai bahan stimulasi diharapkan dapat meningkatkan imunitas ikan lele sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup. Benih lele rentan terhadap infeksi parasit dan penyakit terutama akibat serangan bakteri Aeromonas hydrophila. Kata kunci: Clarias, imunostimulan, rumput laut, verrucosa, imunitas
Pengaruh penambahan daun kelor (Moringa oleifera) terfermentasi Rhizopus oligosporus terhadap kandungan nutrisi pakan ikan Asriaty Djonu; Sry Andayani; Happy Nursyam
Jurnal Akuatik Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Aquatik Edisi Oktober 2020
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.034 KB)

Abstract

Pakan ikan merupakan sumber nutrisi utama untuk pertumbuhan dan kelangusungan hidup ikan dalam kegiatan budidaya. Pakan ikan untuk kegiatan budidaya khususnya pembesaran, optimalnya membutuhkan kandungan protein lebih dari 30% dan nutrisi lainnya seperti lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Pembuatan pakan komersil dan buatan sering dihadapkan dengan berbagai masalah berkaitan dengan ketersediaan bahan yang sulit diperoleh dan harganya yang tinggi. Penambahan daun kelor yang terfermentasi Rhizopus oligosporus pada pakan diharapkan dapat meningkatkan kandungan nutrisi pakan ikan. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menambahkan tepung daun kelor terfermentasi dengan konsentrasi berbeda yaitu 0,1,3,5 % pada pakan ikan dan menggunakan RAL sederhana dengan empat perlakuan dan tiga ulangan sebagai metode analisis data. Parameter yang diamati meliputi kadar air, protein, lemak, karbohidrat dan abu. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan 5% dengan kadar air 10%, kadar protein 36.75%, kadar lemak 9.61%, karbohidrat 34.74%, kadar abu 8.90%. Perlu penelitian lebih lanjut berkaitan dengan aplikasi pakan ini pada hewan uji untuk melihat reesponnya. Kata Kunci: Daun Kelor Terfermentasi, Nutisi, Pakan Ikan, Rhizopus oligosporus.
EKSPLORASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI MADU HUTAN ASAL PULAU TIMOR TERHADAP BAKTERI Vibrio algynoliticus SECARA IN VITRO Yolanda Veronika Yuventa da Cunha; Yuliana Salosso; Franchy Christian Liufeto
Jurnal Akuatik Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Aquatik Edisi Oktober 2020
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.747 KB)

Abstract

Madu bermanfaat bagi kesehatan, diantaranya sebagai zat antibakteri. Kandungan antibakteri yang terdapat dalam madu ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan ikan akibat bakteri. Kemampuan madu sebagai zat antibakteri ini dapat digunakan sebagai alternatif antibakteri yang ramah lingkungan untuk mengatasi masalah kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui madu hutan pulau Timor yang paling baik digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri V.algynoliticus, untuk mengetahui konsentrasi madu hutan terbaik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri V.alginolyticus dan untuk mengetahui kadar gula, kadar air serta pH dari madu hutan terbaik. Penelitian ini menggunakan 5 jenis madu hutan yang berasal dari Kefa, Soe, Naikliu, Amfoang dan Amfoang Selatan, yang kemudian di uji menggunakan uji cakram. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madu yang paling baik digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri V.algynoliticus adalah madu hutan kefa dengan konsentrasi terbaik 75%, pH sebesar 4,06, kadar gula sebanyak 72,60% dan kadar air sebanyak 26,65%.
Beberapa aspek reproduksi ikan nipi (Hemiramphus sp); suatu studi pendahuluan tentang berkurangnya populasi ikan nipi di Propinsi NTT Yulianus Linggi; Marcelien Dj Ratoe Oedjoe; Agnette Tjendanawangi
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.091 KB)

Abstract

Ikan nipi (Hemiramphus sp) adalah ikan yang tergolong cukup populer bagi masyarakat NTT karena harganya murah dan rasanya cukup gurih. Beberapa tahun belakangan kelimpahan ikan nipi di pasar-pasar tradisional di wilayah NTT mulai berkurang, namun belum ada laporan ilmiah mengenai penyebab berkurangnya populasi ikan nipi tersebut. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan tentang berkurangnya populasi ikan nipi yang tertangkap di perairan-perairan NTT. Penelitian diawali dengan studi aspek reproduksi karena ikan nipi merupakan ikan musiman yang diduga melakukan ruaya ke perairan dangkal untuk melakukan pemijahan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui beberapa aspek reproduksi yang berhubungan dengan terjadinya ruaya yang mempengaruhi musim penangkapan. Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan hasil tangkapan nelayan secara acak di beberapa lokasi kemudian mengamati morfometrik seperti panjang (mm), bobot (gram), TKG, kondisi gonad dan oosit. Hasil penelitian menunjukkan ukuran ikan nipi yang ditangkap di Perairan NTT yakni: panjang 148 – 220 mm dan berat 48,9 – 81,7 g. Individu terkecil yang sudah matang (tingkat IV) adalah 169 mm (berat 48,9 gram) dan, TKG terendah adalah tingkat II. Jumlah ikan nipi yang matang pada bulan Agustus rata-rata sebesar 58,08% dan terendah pada Bulan oktober yakni rata-rata 5,56 %. Pada bulan Juni jumlah ikan yang belum matang rata-rata pada tingkat II sebesar 35%, tingkat III sebesar 41,83% dan terus menurun hinggga pada bulan September tersisa 3,21 %. Sedang Jumlah ikan yang telah salin (tingkat V) mencapai puncak (52,71%) pada bulan September. Setelah pertengahan Oktober tidak ditemukan lagi ikan nipi di pasaran yang menandakan ikan nipi telah kembali ke habitat semula. Disimpulkan bahwa ikan nipi yang tertangkap di Perairan NTT sedang melakukan ruaya reproduksi yang memijah pada Bulan Agustus hingga September. Kata Kunci: Hemiramphus, musim-memijah, ruaya.
Uji coba pemberian ikan rucah sebagai pakan terhadap pertumbuhan ikan bandeng (Chanos chanos) Maria Graselita Bilin; Marcelien Dj Ratoe Oedjoe; Yulianus Linggi
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.723 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ikan bandeng yang diberikan ikan rucah sebagai pakan tambahan. Penelitian ini telah dilaksanakan selama dua bulan sejak Desember – Januari bertempat di BBIP Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, penelitian ini menggunakan rancanan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan yakni, perlakuan A hanya menggunakan pelet, perlakuan B hanya menggunakan pakan rucah dan perlakuan C menggunakan pelet dan pakan rucah, hasil menunjukkan bahwa berat mutlak tiap perlakuan yang tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan berat rata-rata 62,79 gr, kemudian diikuti oleh perlakuan B dengan berat mutlak rata-rata adalah 54,77gr dan bobot terendah terdapat pada perlakuan A dengan berat mutlak rata-rata 50,43, hasil sidik ragam ANOVA menunjukkan bahwa perlakuan pemberian rucah sebagai pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertumbuhan ikan bandeng. Kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT), menunjukan bahwa perlakuan C berbeda nyata terhadap semua perlakuan tetapi antara perlakuan A dengan B berbeda tidak nyata. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa dari ketiga perlakuan tersebut yang paling optimal adalah perlakuan C yakni perlakuan pemberian pakan rucah yang dikombinasikan dengan pelet komersil. Kata Kunci : Ikan Bandeng, Laju Pertumbuhan, Pakan Rucah
Pengaruh pemberian pakan berbasis lamun (Enhalus acoroides) terhadap daya tetas telur dan kelangsungan hidup larva bulu babi (Tripneustes gratilla) Yoseph Ch. I Meni; Agnette Tjendanawangi; Ridwan Tobuku
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.09 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan 2 bulan, di Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana, Kupang. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh persentase tepung lamun (Enhalus acoroides) terhadap daya tetas telur dan kelangsungan hidup larva bulu babi (Tripneustes gratilla) dan untuk mengetahui persentase penggunaan lamun yang optimal sehingga menghasilkan daya tetas telur dan kelangsungan hidup larva bulu babi (Tripneustes gratilla) yang tinggi. Lamun (Enhalus acoroides) mengandung karotenoid yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A yang dapat berperan sebagai anioksidan dan peningkatan immunostimulan sehingga melindungi embrio dari kematian jaringan agar embrio dapat berkembang dengan bai dan menghasilkan daya tetas telur dan kelangsungan hidup larva yang tinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dosis lamun (Enhalus acoroides) yang berbeda yaitu 10%, 20% dan 30%. Bulu babi dipelihara dengan kepadatan 10 ekor pada setiap aquarium dengan berat 50-60 gram, Setiap hari bulubabi diberi pakan dengan dosis 5% dari bobot tubuh sampai TKG IV. Hasil penelitian menunjukan dosis yang optimal yaitu 20% dengan hasil daya tetas telur sebanyak 9,47% dan kelangsungan hidup larva sebesar 47,06%. Hasil ANOVA menunjukkan perlakuan dosis lamun (Enhalus acoroides) yang berbeda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap derajat penetasan telur dan kelangsungan hidup larva. Kata kunci: Bulu babi (Tripneustes gratilla), Lamun (Enhalus acoroides), TKG IV.
Pemanfaatan tepung putak (Corypha utan) sebagai pakan pengganti tepung dedak (Oryza sativa) terhadap pertumbuhan ikan bandeng (Chanos chanos Forskal) Dionesia A Hanmima; Yulianus Linggi; Yudiana Jasmanindar
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.909 KB)

Abstract

This research aims to determine the growth of milkfish fed with putak flour formulation as a substitute for bran and to determine the optimal level of substitution for milkfish growth which was carried out for 2 months in the implant ponds of the Fisheries Service, Dualaus Village, KakulukMesak sub-district, Belu regency. This study used a completely randomized design (RAL, 5r, 3t). The treatments tested were treatment A (100% bran flour in feed), treatment B (25% putak flour, 75% bran flour in feed), C treatment (50% putak flour, 50% bran flour in feed), treatment D ( 75% putak flour, 25% bran flour in feed) and E treatment (100% putak flour in feed). The ANOVA shows that the treatment is significantly different on absolute growth, significantly different on specific growth and not significantly different on survival. The highest weight growth was found in treatment E (13.33g), followed by D (11.53 g), treatment A (10.5g), treatment B (9.53g) and treatment C (8.3g). The highest specific growth was treatment E (1.61g), followed by treatment D (1.59 g% / day), treatment A (1.07 g% / day), treatment B (0.99 g% / day) and treatment C (0.89 g% / day). day). The highest survival rate was found in treatment A (96.6%), followed by treatment E (93.3%), treatment B and D (90%), treatment C (0.89%). The results of this study provide the conclusion that the optimal level of putak flour substitution to bran flour by giving 100% putak flour in feed can increase the growth of milkfish. Key words: Growth, Milkfish, Sago Flour, Survival Rate.
Perbandingan penggunaan bibit F2 umur 15 hari dan 21 hari terhadap pertumbuhan rumput laut Eucheuma ottonii di Perairan Batubao, Teluk Kupang Asmiati Asmiati; Marcelien Dj Ratoe Oedjoe; Sunadji Sunadji
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.301 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, di Perairan Pantai Batubao, Desa Tesabela. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan rumput laut Euchema cottonii dengan menggunakan umur bibit yang berbeda. Bibit rumput laut Euchema cottonii diambil dari alam yang memiliki banyak tallus. Bibit rumput laut kemudian dipelihara selama 21 hari dan 15 hari untuk menghasilkan bibit F1. Kemudian rumput laut dipetik dan dipelihara lagi selama 21 hari dan 15 hari untuk menghasil bibit F2. Bibit F2 kemudian dipelihara selama 45 hari untuk mengetahui laju pertumbuhan dari bibit rumput laut yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan laju pertumbuhan bibit F2 umur 21 hari adalah 372,86 g dan laju pertumbuhan bibit umur 15 hari adalah 271,2 g. Bibit F2 umur 21 hari laju pertumbuhan rumput laut Eucheuma cottonii lebih tinggi dari bibit F2 umur 15 hari.
Pengaruh penggunaan ekstrak daun patikan kerbau (Euphorbia hirta) dalam pencegahan dan pengobatan bakteri Aeromonas hydrophilla pada ikan nila (Oreocromis niloticus) Godeliva Dawan; Yuliana Salosso; Yudiana Jasmanindar
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.453 KB)

Abstract

Ikan nila (Oreocromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudidaya. Dalam kegiatan budidaya terdapat begitu banyak kendala yang dihadapi, salah satunya penyakit. Biasanya penyakit yang sering menyerang adalah penyakit akibat infeksi bakteri Aeromonas hydrophilla. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi penyakit ini selain menggunakan bahan kimia, yang paling mudah dilakuakan adalah menggunakan bahan herbal seperti daun patikan kerbau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi efektif ekstrak daun patikan kerbau. Perlakuan yang diberikan yaitu perlakuan pencegahan dan perlakuan pengobatan. Pada perlakuan pencegahan ikan nila terlebih dahulu direndam dalam ekstrak patikan kerbau selama 3 hari, kemudian diinfeksi bakteri. Sedangkan pada perlakuan pengobatan, ikan nila diinfeksi bakteri terlebih dahulu, setelah menunjukan gejala klinisnya baru diobati dengan cara direndam dalam ekstrak daun patikan kerbau. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan yang efektif digunakan adalah perlakuan pencegahan dimana jumlah rata-rata sel darah merah 5,12x106 sel/mm3, sel darah putih berjumlah 13,3x104sel/mm3, dan hemoglobin berjumlah 6,4 g/dl. Selain itu didukung perubahan morfologi ikan selama penelitian dimana ikan pada perlakuan pencegahan ikan sudah mulai sembuh. Kata kunci: Bakteri Aeromonas hydrophilla, Daun Patika Kerbau, Hematologi, Ikan Nila.

Page 6 of 19 | Total Record : 181