cover
Contact Name
Ade Yulita Hesti Lukas
Contact Email
ade.yulita@staf.undana.ac.id
Phone
+6281285951581
Journal Mail Official
jaqubdpundana@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adisucipto Penfui Kupang NTT
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Aquatik
ISSN : 23015381     EISSN : 27460010     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Aquatik merupakan media desiminasi hasil-hasil penelitian kelautan dan perikanan. Jurnal Aquatik terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober. Minimal ada 20 Artikel baru yang diterbitkan setiap tahunnya. Selain terbitan berkala dimungkinkan juga ada terbitan khusus. Jurnal ini berisi tentang penelitian-penelitian yang berhubungan dengan Rekayasa lingkungan akuatik, reproduksi dan nutrisi organisme perairan, penyakit dan parasit organisme perairan, genetika, kualitas air dan semua penelitian yang berhubungan dengan teknologi budidaya perairan.
Articles 181 Documents
Pengaruh jarak tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut Caulerpa racemossa Oktovianus Bistolen; Agnette Tjendanawangi; Yuliana Salosso
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.008 KB)

Abstract

Salah satu spesies rumput laut yang potensial untuk dikembangkan adalah Caulerpa racemosa. Caulerpa racemosa mengandung vitamin A, B1, C, antioksidan, dan asam folik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan jarak tanam yang tepat terhadap pertumbuhan C. racemosa yang dibudidaya dengan metode long line menggunakan kantong jaring dan penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan, mulai dari bulan November hingga bulan Desember tahun 2018 yang bertempat di Perairan Semau Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu A ( Jarak Tanam 20 cm), B ( Jarak Tanam 40 cm); dan perlakuan C ( Jarak Tanam 60 cm). Parameter yang diukur adalah laju pertumbuhan harian dan pertumbuhan mutlak. Hasil penelitian mendapatkan laju pertumbuhan harian dan pertumbuhan mutlak tertinggi ( 1, 74 g% / hari dan 67, 15 g ) dihasilkan pada perlakuan jarak tanam 60 cm, sedangkan terendah ( 1, 24 g% / hari dan 41, 72 g ) dihasilkan pada perlakuan jarak tanam 20 cm. Hasil ANOVA menunjukan jarak tanam 20, 40, dan 60 cm memberikan pengaruh yang sangat nyata P > 0,05 terhadap laju pertumbuhan harian dan pertumbuhan mutlak Caulerpa racemossa. Kata Kunci : Caulerpa racemossa, Jarak Tanam, Pertumbuhan
Pertumbuhan rumput laut Sargasum sp yang dibudidayakan dengan bobot awal yang berbeda pada metode long line di perairan Semau Ambrosius Erwin Billa; Nicodemus Dahoklory; Franchy Ch Liufeto
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.908 KB)

Abstract

Sargasum merupakan salah satu jenis makroalga yang potensial dibudidayakan di NTT karena mengandung alginat yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut Sargassum sp yang dibudidaya dengan bobot awal yang berbeda dengan metode long line. Penelitian telah dilaksanakan di Perairan Hansisi Semau, menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok [RAK] yang terdiri dari 4 perlakuan dengan bobot awal yang berbeda, yaitu (A) 30 g, (B) 45 g, (C) 60 g, dan (D) 75 g, setiap perlakuan diulang 3 kali. Parameter yang diamati yaitu laju pertumbuhan mingguan. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan mutlak tertinggi dihasilkan pada perlakuan A sebesar 30 gram, dan laju pertumbuhan spesifik mingguan pada perlakuan A sebesar 3,68g/hari. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh perlakuan bobot awal yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut Sargassum sp. Kata Kunci : Bobot awal, Pertumbuhan Mutlak, Sargassum sp.
Identifikasi Jenis dan Persentase Tutupan Lamun Pada Lokasi Budidaya Rumput Laut Di Perairan Akle Semau Selatan Kiik Gretty Sine; Ade Yulita Hesti Lukas
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.498 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan, di Perairan Akle Kecamatan Semau Selatan Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis lamun dan persentase tutupan lamun yang berada pada lokasi budidaya rumput laut pada perairan Akle. Pengambilan data dilakukan secara vertikal pada jarak 100 m dari pasang terendah dan pemasangan transek sebanyak 4 buah dilakukan secara horizontal dengan jarak tiap transek yaitu 25 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis lamun yang mendominasi sekitar lokasi budidaya rumput laut di perairan Akle yaitu Syringodium isoetifolium, Enhalus acoroidez, Thalassia hemprichii dengan persentase tutupan berturut-turut adalah 36,25%; 81,25% dan 70%.
Review : Bahan lokal dalam pakan sebagai alternatif terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan bandeng (Chanos chanos) Asriati Djonu; Wesly Pasaribu
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.583 KB)

Abstract

Pertumbuhan dan kelulushidupan ikan sangat bergantung pada pakan. Kandungan nutrisi dalam pakan merupakan faktor utama yang menentukan kualitas pakan. Tujuan dari studi review literatur ini adalah untuk mengulas penggunaan bahan lokal baik subtitusi maupun penambahan dalam pakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelulushidupan ikan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan melakukan penelusuran studi review literatur. Data sekunder adalah jenis data yang digunakan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh akan dilakukan analisa dan review. Studi review literatur menggunakan jurnal hasil penelitian terdahulu dan dilakukan dengan mengelompokan hasil penelitian pada satu topik yaitu penggunaan bahan lokal dalam pakan sebagai alternatif dan mengulas hasilnya terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan ikan.
A Mizoroki-Heck Coupling attempt with Pd(OAc)2 as catalyst and amine as base in the absence of Ligand Welem L Turupadang
Jurnal Akuatik Vol 4 No 1 (2021): Maret
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.113 KB)

Abstract

An attempt to stepwise synthesis Mizoroki-Heck Coupling (E)-1,2-diphenylethene has been done in an inert atmosphere from olefin (styrene) and bromobenzene. The experiment involved palladium acetate as the catalyst and triethylamine as a base along with DMF as solvent
Pengaruh kejut suhu terhadap proses pemijahan bulubabi Tripneustes gratilla pada media terkontrol Kornelis K Jemu; Agnette Tjendanawangi; Nicodemus Dahoklory
Jurnal Akuatik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.339 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v4i2.5356

Abstract

Perubahan lingkungan suhu perairan dapat menyebabkan stress pada biota perairan yang dapat mempengaruhi proses pemijahan, perkembangan dan pertumbuhan bulubabi T. gratilla, bahkan dapat menyebabkan kematian apabila perubahan yang terjadi melewati batas toleransi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai Agustus 2020, di Laboratorium Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Nusa Cendana, Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu yang efektif untuk merangsang pemijahan dan pengaruh kejut suhu terhadap persentase pemijahan bulubabi T. gratilla. Penelitian ini mengunakan kejut suhu selama 5 menit dengan empat perlakuan dan tiga ulangan dengan menaikan dan menurunkan suhu dari suhu pemeliharaan 27 0C untuk merangsang pemijahan pada induk bulubabi T. gratilla. Kejut suhu yang digunakan yaitu menaikan suhu 3 0C dan 6 0C menggunakan heater dan menurunkan suhu 6 0C dan 3 0C mengunakan es batu. Bulubabi yang digunakan diambil dari perairan Bolok dengan diameter 50-60 mm dan dipelihara dalam akuarim dengan kepadatan 5 ekor / akuarium, selama pemeliharaan bulubabi diberi pakan berbasis Enhalus 10% yang diberikan secara adlibitum hingga matang gonad. Hasil penelitian menunjukan suhu yang efektif yaitu penurunan suhu 3 0C dari suhu 27 0C menjadi 24 0C dengan persentase pemijahan 86,6% dan persentase telur terbuahi yaitu 35,57%. Hasil anova menunjukan kejut suhu berpengaruh signifikan terhadap pemijahan bulubabi T. gratilla (P < 0.05). Metode kejut suhu dapat digunakan untuk merangsang pemijahan pada bulubabi T. gratilla. Kata kunci: bulubabi T. gratilla, kejut suhu, pemijahan.
Pengobatan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus-lanceolatus) Yang Terinfeksi Bakteri Vibrio alginolyticus Menggunakan Ekstrak Air Daun Ketapang (Terminalia catappa) Maria Hildegardis Seuk; Yuliana Salosso; Yudiana Jasmanindar
Jurnal Akuatik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.015 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v4i2.5358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa) yang paling baik untuk mengobati ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus-lanceolatus) yang terinfeksi bakteri Vibrio alginolyticus. Dosis perlakuan yang digunakan untuk mengobati ikan kerapu cantang adalah 5%, 10%, 15% serta ditambah 2 unit kontrol yaitu kontrol negatif (disuntik bakteri tanpa pengobatan) dan kontrol positif (tidak disuntik bakteri dan tidak diberi pengobatan). Bakteri yang digunakan adalah Vibrio alginolyticus hasil aktivasi menggunakan pepton 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 5% mampu menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio alginolyticus dan mengobati ikan kerapu cantang yang terinfeksi bakteri Vibrio alginolitycus dengan meningkatkan kembali hematologi ikan kerapu cantang. Eritrosit pada akhir pengamatan mengalami peningkatan dari jumlah 2,04 x 106 sel/mm3 menjadi 3,68 x 106 sel/mm3, jumlah leukosit menurun dari 2,93 x 104 sel/mm3 menjadi 1,5 x 104 sel/mm3 dan hemoglobin meningkat dari jumlah 3,5 g% menjadi 6,36 g%. Selain itu morfologi ikan kerapu cantang (E. fuscoguttatus-lanceolatus) menunjukkan perubahan setelah perendaman menggunakan ekstrak daun ketapang.
Kondisi bioekologi dan pengembangan budidaya teripang pada Perairan Desa Hansisi dan Uiasa, Pulau Semau Elisa Muskananfola; Nicodemus Dahoklory; Sunadji Sunadji
Jurnal Akuatik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.878 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v4i2.5359

Abstract

Keberadaan teripang di Perairan desa Hansisi dan Uiasa Pulau Semau, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana kondisi biologi dan ekologi yang mendukung keberadaan dan pengembangan budidaya teripang pada perairan desa Hansisi dan Uiasa, Pulau Semau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadran transek. Hasil pengamatan kondisi biologi ditemukan jenis teripang pasir H. scabra dan juga ditemukan jenis lain H. edulis, H. atra, H. conusalba, H. pardalis, dan Stichopus variegatus memiliki ukuran yang beragam, jenis lamun Cymodocea rotundata pada perairan desa Hansisi dan jenis lamun Halodule uninervis pada perairan desa Uiasa diduga makanan dari teripang. Hasil pengamatan kondisi ekologi jenis substrat pasir berlumpur pada perairan desa Hansisi dan substrat pasir bercampur pecahan karang pada perairan desa Uiasa. Dengan kisaran suhu 31,7-32,7oC, salinitas 34-41 ppt, pH 7,6-7,7, kekeruhan 0,5-3,0 NTU, dan kadar oksigen terlarut 7,1-7,9 ppm. Kesimpulan, pengamatan berjalan efektif dengan hasil kondisi biologi dan ekologi menunjang keberadaan dan keberhasilan budidaya teripang. Saran, perlu adanya penelitian lanjutan yang spesifik tentang jenis dan karakteristik makanan teripang di perairan Hansisi dan Uiasa, Pulau Semau. Kata Kunci: Biologi, Ekologi, Teripang
Pengobatan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Terinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophyla dengan menggunakan madu dengan frekuensi yang berbeda Hidayat Un; Yuliana Salosso; Yudiana Jasmanindar
Jurnal Akuatik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.131 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v4i2.5360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi pemberian madu lebah apis dorsata terhadap tingkat kesembuhan ikan nila yang terinfeksi bakteri aeromonas hydrophila. Penelitian ini dilaksanakan 1 bulan dan menggunakan pola rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan dengan frekuensi yang digunakan yaitu A (1 kali), B (3 kali) C (5 kali) dan D sebagai data perbandingan ikan sehat dan ikan sakit. kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNT. Pengamatan dilakukan melalui hematologi ikan, gejala klinis dan kualitas air. Hasil hematologi yang didapat pada saat penelitian yaitu tidak berbeda nyata. Rata-rata nilai eritrosit terbaik pada perlakuan C yaitu 4.66 x 106, leukosit terbaik pada perlakuan C yaitu 3.13 x104 sedangkan Hb tertinggi pada perlakuan C yaitu 7.67. Selain itu didukung perubahan morfologi ikan yang lebih. Kata kunci: ikan nila, bakteri Aeromonas hydrophila, frekuensi, pengobatan, madu, Hematologi.
PENGARUH PERBEDAAN DIAMETER TALI NILON SEBAGAI BAHAN KOLEKTOR TERHADAP JUMLAH PENEMPELAN SPAT, KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN TIRAM MUTIARA (Pinctada maxima) Party A.T Langkameng; Sunadji Sunadji; Agnette Tjendanawangi
Jurnal Akuatik Vol 4 No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.247 KB) | DOI: 10.1007/aquatik.v4i2.5361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan diameter tali nilon sebagai bahan kolektor terhadap jumlah penempelan spat tirammutiara dan diameter tali nilon yang optimal menghasilkan jumlah penempelan spat tirammutiara. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan dan bertempat di laboratorium PT. Timor Otsuki Mutiara (TOM), Kabupaten/Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu : Perlakuan A (kolektor dengan diameter 3 mm); Perlakuan B (kolektor dengan diameter 9 mm); Perlakuan C (kolektor dengan diameter 12mm); dan Kontrol (kolektor dengan diameter 6 mm). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu perlakuan C (12 mm) memiliki kelimpahan spat tertinggi sebesar 24800 Ind/m2 dan kelimpahan spat terendah terdapat pada perlakuan A (2511,1113 ind/m2) yang lebih besar dari kontrol (2625,926 ind/m2). Pertumbuhan panjang spat yang paling tinggi pada perlakuan C (1585 µ) dan paling rendah terdapat pada perlakuan A (1180 µ). Kelangsungan hidup pada perlakuan B (86,28 %) lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan A (9,37 %), perlakuan C (69,32 %) dan Kontrol (39,26 %). Hasil anova menunjukkan perbedaan tali nilon memberikan pengaruh yang nyata (P > 0,05) terhadap jumlah spat yang menempel, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup tiram mutiara (Pinctada maxima). Jika menggunakan tali nilon sebagai kolektor, sebaiknya menggunakan tali dengan ukuran 9 mm dan dengan menggunakan jenis tali yang berbeda sebagai kolektor. Kata kunci: Tiram mutiara (Pinctada maxima), diameter tali nilon

Page 7 of 19 | Total Record : 181