cover
Contact Name
Nurliana
Contact Email
nurliana@diniyah.ac.id
Phone
+6285271315660
Journal Mail Official
kreatifitas@diniyah.ac.id
Editorial Address
Jl. Kuau No.001/ Jl. KH. Ahmad Dahlan No.100, Pekanbaru, Riau, Indonesia, 28121
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
ISSN : 24609870     EISSN : 28071883     DOI : 10.46781
Core Subject : Religion, Education,
Kreatifitas jurnal ilmiah Pendidikan Islam diterbitkan dua kali dalam setiap tahun. Kajian dalam jurnal ini ialah kajian ilmiah hal-hal yang berkaitan tentang pendidikan islam, hasil penelitian seputar pendidikan islam, pengabdian pendidikan islam; seperti pengetahuan ilmiah seputar keislaman, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, manajemen kelas, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan islam baik ilmiah maupun hasil penelitian ataupun pengabdian. Tulisan dalam jurnal ini terbuka untuk akademisi, peneliti, dan praktisi yang berkaitan tentang pendidikan Islam.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 86 Documents
Pengaruh Media Sosial terhadap Pembentukan Akhlak Remaja dalam Perspektif Pendidikan Islam Rahimah Rahimah; Jasiah Jasiah
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v15i1.2294

Abstract

Media sosial merupakan salah satu bentuk perkembangan teknologi digital yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan remaja, khususnya dalam pembentukan akhlak dan perilaku sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial terhadap pembentukan akhlak remaja dalam perspektif pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah, jurnal, dan literatur yang berkaitan dengan media sosial, akhlak remaja, dan pendidikan Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa media sosial memiliki dampak positif dan negatif terhadap kehidupan remaja. Dampak positif media sosial meliputi kemudahan komunikasi, perluasan wawasan, sarana pembelajaran, serta media dakwah dan edukasi. Namun, penggunaan media sosial yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti menurunnya sopan santun, kecanduan media sosial, berkurangnya interaksi sosial secara langsung, serta munculnya perilaku yang kurang sesuai dengan nilai-nilai moral dan ajaran Islam. Dalam perspektif pendidikan Islam, penggunaan media sosial harus disertai dengan penguatan akhlak, etika komunikasi, sikap tabayyun, serta kontrol diri agar remaja mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Selain itu, peran orang tua dan guru sangat penting dalam memberikan pengawasan, bimbingan, dan pendidikan akhlak kepada remaja agar pengaruh negatif media sosial dapat diminimalkan. Dengan demikian, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi, pembelajaran, dan pengembangan karakter yang positif apabila digunakan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam.
Pendidikan Islam Multikultural Dalam Menghadapi Fenomena Perundungan Di Sekolah: Sebuah Kritik Edukatif Hilmy Alwy Abdillah
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v15i1.2339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis peran pendidikan Islam multikultural dalam menghadapi fenomena perundungan di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Sumber data diperoleh dari literatur primer dan sekunder berupa buku ilmiah, artikel jurnal, serta dokumen akademik yang relevan dengan pendidikan Islam, pendidikan multikultural, dan isu perundungan. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola pemikiran, nilai, serta kritik terhadap praktik pendidikan Islam dalam merespons perundungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan merupakan persoalan relasional yang berkaitan dengan ketimpangan relasi sosial dan lemahnya pengelolaan keberagaman di sekolah. Pendidikan Islam yang masih bersifat normatif cenderung kurang efektif dalam menjangkau realitas sosial peserta didik. Pendidikan Islam multikultural memiliki potensi nilai berupa penghargaan terhadap perbedaan, empati, keadilan, dan dialog yang relevan untuk mencegah perundungan, namun implementasinya masih menghadapi berbagai keterbatasan edukatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam multikultural perlu dikembangkan secara lebih reflektif dan kontekstual agar mampu membentuk relasi sosial yang inklusif dan berkontribusi dalam pencegahan perundungan di sekolah.
Pemikiran Tokoh Islam Tentang Pola Pendidikan Islam: Imam Zarkasyi Dan Mahmud Yunus Eti Sapitri; Djeprin E. Hulawa
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v15i1.2353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran Imam Zarkasyi dan Mahmud Yunus tentang pola pendidikan Islam serta kontribusinya terhadap perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Zarkasyi menekankan pendidikan yang holistik melalui integrasi ilmu agama dan ilmu umum, pembentukan karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta kepemimpinan dalam sistem pesantren modern. Sementara itu, Mahmud Yunus menitikberatkan pada pembaruan kurikulum, penggunaan metode pembelajaran yang sistematis dan efektif, serta modernisasi kelembagaan pendidikan Islam. Kedua tokoh memiliki kontribusi penting dalam pembaruan pendidikan Islam dengan pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi. Penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Imam Zarkasyi dan Mahmud Yunus masih relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam masa kini, terutama dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Konsep Pendidikan Islam Yang Ideal Tafsiruddin Tafsiruddin
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v15i1.866

Abstract

Untuk Mempermudah Segenap Para Pembaca Maka Dalam Jurnal Yang Sederhana Ini Perlu Penulis Jelaskan Inti Pokoh Bahasannya, Jurnal Ini Berjudul “Konsep Pendidikan Islam Yg Ideal” Yang Memuat Beberapa Materi Pokoh Bahasan, Diantaranya Konsep Dasar Pembelajaran, Komponen Yang Mempengaruhi Kualitas Pembelajaran, Mekanisme Membangun Konsep Manajemen Pendidikan Islam, Ideologi Konsep Sebuah Pendidikan, Manejemen Kurikulum Pendidikan Islam, Tujuan Ideal Pendidikan Islam Dan Fungsi Pendidikan Agama Islam, Sup Pokok Bahasan Tersebut Memberikan Informasi Pengetahuan Bagi Pembaca Husus Segenap Pendidik Hal Ini Sebagai Penunjang Kompetensi Guru Dalam Rangka Mewujudkan Peserta Didik Yg Berkualitas Serta Mempu Bersaing Secara Nasional. Dengan Demikian Isi Jurnal Ini Perlu Ditelaah Secara Baik, Sehingga Segenap Para Pendidik Mampu Mengaplikasikan Dalam Aktifitas Pengajaran Sehari-Hari. Konsep Dasar Pendidikan Islam Yang Edeal”
Aktualisasi Tripusat Pendidikan dalam Pembentukan Karakter Remaja Perspektif Pendidikan Islam Ahmad Zaim Muchlisi A'la; Lukman Lukman
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v15i1.2412

Abstract

Era disrupsi digital dan globalisasi kontemporer memicu krisis degradasi moral serta patologi psikososial yang masif pada fase perkembangan jiwa remaja (al-muraqabah). Fenomena krisis karakter ini diperparah oleh adanya disonansi nilai dan ketidakselarasan arah kependidikan di lapangan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dekonstruksi teoretis dan formulasi strategi aktualisasi Tripusat Pendidikan dalam membentuk karakter Islami remaja dari perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Data sekunder berupa teks otoritatif, artikel jurnal bereputasi, dan buku relevan dikumpulkan melalui metode dokumentasi literatur digital, untuk kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) yang dipadukan dengan analisis komparatif-sintetis melalui pisau analisis epistemologi Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penanganan krisis moral remaja tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan menuntut integrasi ekologis-sistemik Tripusat Pendidikan yang non dikotomis, interdependen, dan transendental. Pola aktualisasi ini memosisikan keluarga sebagai basis primer penanam tauhid lewat prophetic parenting, sekolah sebagai penguat nilai melalui penataan religious school culture tanpa dikotomi sains-agama, dan masyarakat sebagai laboratorium sosial penegak amar ma'ruf nahi munkar serta literasi digital akhlak. Sinergitas total ketiga pilar pendidikan yang berorientasi pada kesadaran muraqabah dan keselamatan fiddunya wal akhirah menjadi kunci utama transformasi gejolak masa muda menjadi kesalehan sosial. Implikasi penelitian ini menuntut hilangnya ego sektoral institusi pendidikan dan perlunya perumusan kebijakan makro-mikro yang mengikat antara orang tua, guru, serta komunitas publik demi mencetak generasi insan kamil.
IMPLEMENTASI Implementasi Kurikulum Merdeka Dalam Meningkatkan Pemahaman Moderasi Beragama Di Man 1 Rokan Hulu Raja Lottung Siregar; Sisi Suhaini
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v15i1.2155

Abstract

Kurikulum Merdeka dalam dunia pendidikan suatu keniscayaan bagi guru, peserta didik, maupun instansi pendidikan. Dalam kurikulum merdeka perlu adanya pemahaman moderasi beragama bagi guru maupun siswa agar tercipta toleransi dan keseimbangan di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan pemahaman moderasi beragama di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Rokan Hulu, apakah faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan pemahaman moderasi beragama di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Rokan Hulu. Metode penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Aliyah Negeri 1 Rokan Hulu berjalan secara bertahap melalui integrasi nilai-nilai moderasi beragama ke dalam pembelajaran, pada mata pelajaran Akidah Akhlak, Fiqih, Al-Quran Hadits, Sejarah Kebudayaan Islam. Nilai-nilai toleransi seperti: keadilan, anti-kekerasan, mulai diinternalisasikan dalam kegiatan pembelajaran dan aktivitas kesiswaan. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep moderasi beragama dan kurangnya pelatihan teknis terkait integrasi nilai-nilai tersebut dalam kurikulum. Meskipun demikian, implementasi Kurikulum Merdeka berkontribusi positif dalam menumbuhkan pemahaman moderasi beragama peserta didik.