cover
Contact Name
Hendra Firdaus
Contact Email
hendrafirdaus@gmail.com
Phone
+62265-776324
Journal Mail Official
teknikjmt@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Galuh Ciamis JL. RE. Martadinata No. 150 Ciamis Tlp. (0265) 776324
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Media Teknologi
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23565241     EISSN : 28293371     DOI : 10.25157/jmt
memuat artikel penelitian (research article) di bidang Teknik dan bidang lainnya yang relevan dengan ilmu teknik. Fokus publikasi jurnal ini dalam bidang ilmu keteknikan dan bidang lainnya dengan kajian yang relevan dengan engineering yang meliputi hasil penelitian dosen, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai lembaga pendidikan, lembaga penelitian, dan departemen
Articles 160 Documents
PENGARUH KINERJA LIMA PILAR IRIGASI TERHADAP INDEK KESIAPAN MODERNISASI IRIGASI (IKMI) PADA DAERAH IRIGASI SEUSEUPAN DI KABUPATEN CIREBON Sopiyan, Cecep
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5469

Abstract

Seuseupan Irrigation Area Cirebon Regency is still a conventional Irrigation Area,where there are influences on the performance of five irrigation pillars, among others theinfluence of irrigation water supply, tyhe influence of irrigation facilities and infrastructureimproments, the effect of improving irrigation management, the effect of improving irrigationmanagement systems, the influence of strengthening irrigation management institutions, andthe influence of resource emprowerment hhuman power ot irrigation managers to increasefrom conventional irrigation areas to modern irrigation areas.Towards modernization must go through several steps that must be carried out,among others by compiling an index or irrigation modernization readiness as in Indonesian isIndeks Kesiapan Modernisasi Irigasi or we call it IKMI, and researchers analyzing using pathanalysis to prove that there are influences or not the performance of five pillars on IKMI.The results of the preparation of IKMI based on primary data (Quantity) in theSeuseupan Irrigation District of Cirebon Regency are as follows : Water Source (X1) :14.15%, Infrastructure (X2) : 19,50%, Management (X3) : 12.18%, Institution (X4) : 16.29%,dan SDM (X5) : 14.38% So the value of IKMI (Y) 76.49% (predicate sufficient, modernizationis postponed, improvements are made according to the results of IKMI 1-2 years). Inconclusion, the Seuseupan Irrigation Area of Cirebon Regency is not yet ready to be madeinto a modern irrigation area. The order of influence is greater than the other variabels on thevalue of IKMI (Y).Level that have t test results between the five independent variables on the dependentvariable are (1) Infrastructure (X2) has a t count of 4997,820, (2) Human Resources (X5) tcount results of 4716,245, (3) Managing Institution (X4) results of t count of 4288,325, (4)Sourcea of water (X1) has a results of t count of 3889,125 and (5) Management (X3) of tcount of 2828,378.
STABILITASI LERENG DAN PENANGANAN LONGSORAN DENGAN BORE PILE (STUDY KASUS RUAS JALAN RAYA SIMPENAN STA. 163+850 – 163+887 KABUPATEN SUKABUMI) Niagara, Patria
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5483

Abstract

Indonesia merupakan negara yang geografisnya memiliki banyak gunung dan perbukitan. sehingga terdapat suatu ruas jalan yang melintasi perbukitan. Dari ruas jalan tersebut akan dijumpai situasi lahan berupa lereng dan tebing. Pada ruas jalan tersebut seringkali akibat sistem drainase yang kurang baik akan menyebabkan tanah menjadi tidak stabil dan sewaktu-waktu dapat terjadi longsor. Berdasarkan permasalahan geoteknik tersebut dapat diatasi dengan penanganan longsor setempat berupa analisis stabilitas lereng. Fenomena kerusakan-kerusakan lereng di Indonesia pada umumnya terjadi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Kerusakan-kerusakan ini biasanya disebabkan oleh derasnya aliran arus sungai yang sedikit demi sedikit mengikis tebing di kiri dan kanan sungai sehingga dapat menyebabkan terjadinya erosi pada awalnya dan apabila dibiarkan akan menyebabkan terjadinya keruntuhan lereng sungai tersebut. Diperlukan perkuatan lereng agar dapar meminimalisir terjadinya longsoran pada lereng, salah satunya dengan perkuatan tiang bor (bore pile). Sebelum dilakukannya perkuatan tiang bor (bore pile), perlu adanya analisis stabilitas lereng untuk mengetahui faktor aman dari lereng tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan (SF) lereng sebelum diberi perkuatan tiang bor (bore pile) dan lereng dengan perkuatan tiang bo (bore pile) menggunakan program Plaxis. Masing-masing analisis menggunakan dua variasi beban vertikal, dua variasi muka air tanah dan gabungan antara kedua variasi. Dari perencanaan lereng dengan perkuatan tiang bor (bore pile), faktor keamanan (SF) ≥ 1,25 yang berarti lereng stabil.
ANALISIS KONDISI TANAH DAN PERBAIKAN KELONGSORAN DI TPA BANJARANYAR SULASTRI, AAS; Afriade Siregar, Chandra; Sulaeman, Agus
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5492

Abstract

Tanah ekspansif dapat menyebabkan struktur bangunan terangkat atau retak, oleh karena itu perlu adanya analisis tanah melalui pengujian fisis dan mekanis tanah, sehingga dapat mengetahui sifat pengembangan tanah di TPA Banjaranyar. Selain itu, analisis lanjutan menggunakan sofware plaxis 2D untuk mengetahui deformasi, phase displacement dan safety factor yang terjadi pada as built drawing. Metode penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di laboratorium tanah dengan mengambil sampel tanah dan menganalisis menggunakan software metode elemen hingga (plaxis 2D). Hasil dari pengujian tanah menunjukan bahwa tanah tersebut termasuk dalam kategori sifat pengembangannya sedang. Untuk hasil analisis menggunakan sofware plaxis 2D pada as built drawing menunjukan kolam lindi tanpa pondasi mengalami deformasi sebesar 0,173 m jika diberi beban gempa sebesar 0,270 m, pada phase displacement sebesar 0,03521 m jika diberi beban gempa 1,093 m, safety factor sebesar 1,33 jika diberi beban gempa sebesar 1,03. Kolam lindi menggunakan pondasi footplate mengalami deformasi sebesar 0,146 m jika diberi beban gempa 0,172 m, pada phase displacement sebesar 0,03149 m jika diberi beban gempa sebesar 1,053 m, safety factor sebesar 1,43 jika diberi beban gempa sebesar 1,14. Sedangkan kolam lindi menggunakan pondasi footplate dan perkuatan lereng menggunakan borepile mengalami deformasi sebesar 0,017 m jika diberi beban gempa 0,0248, phase displacement sebesar 0,01990 m jika diberi beban gempa sebesar 0,04595 m, safety factor sebesar 1,63 jika diberi beban gempa sebesar 1,55 yang dimana safety factor tersebut sesuai dengan SNI 8460:2017
ANALISIS PENERIMAAN E-KATALOG v.6 SEBAGAI TEKNOLOGI DIGITAL PENJUALAN DENGAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) OLEH PT. XYZ Basuki Putri, Pandena Kicky
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan teknologi e-katalog v.6 sebagai teknologi manajemen penjualan digital dalam mendukung bisnis, peningkatan penjualan, dan fasilitas teknologi dalam proses penjualan Mesin yang dilakukan oleh PT. XYZ. Penjualan melalui pemanfaatan e-katalog v.6 diharapkan terjadi peningkatan bisnis perusahaan, penerimaan teknologi, serta penjualan produk yang sesuai dengan kebutuhan Perusahaan ini. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui sejauh mana e-katalog mampu menggantikan sistem konvensional penjualan yang masih manual, serta menilai dampaknya terhadap kecepatan penjualan dan peningkatan bisnis Perusahaan. Dengan menggunakan pendekatan model TAM, penelitian ini dapat memberikan hasil gambaran mengenai penerimaan teknologi, penjualan Mesin, serta peluang pengembangan bisnis Perusahaan dengan adanya e-katalog v.6 sebagai inovasi teknologi digital dalam sistem pengadaan modern yang difasilitasi oleh Pemerintah. Nilai koefisien regresi masing-masing sebesar 0,5342 untuk Perceived Ease of Use PEOU dan 0,5342 untuk Perceived Usefulness PU, dengan tingkat signifikansi p < 0,05 yang membuktikan bahwa kedua variabel tersebut memiliki pengaruh nyata terhadap niat penerimaan teknologi, sedangkan nilai R² sebesar 0,9748 juga menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 97,48% variasi niat penerimaan teknologi e-katalog v.6 yang berarti variabel-variabel dalam TAM sangat relevan dalam menjelaskan perilaku penerimaan teknologi ini dengan baik oleh Perusahaan ini.
ANALISIS PENGENDALIAN BANJIR DI PERSIMPANGAN JALAN SOEKARNO-HATTA GEDEBAGE KOTA BANDUNG DENGAN NORMALISASI SUNGAI DAN REVITALISASI DRAINASE Hendradinata, Aris; Chalid, Abdul; Kusdian , R. Didin
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5759

Abstract

Banjir adalah tanah yang tergenang akibat dari luapan sungai, yang disebabkan oleh hujan deras, pasang tinggi, gelombang tinggi yang tidak biasa, atau pendangkalan akibat sedimentasi. Salah satu fenomena banjir yang telah lama terjadi adalah Banjir di sekitar persimpangan Jalan Soekarno-Hatta (Bypass) dan Jalan Rumah Sakit Wilayah Gedebage Kota Bandung. Hal ini dikarenakan Intensitas hujan di daerah hulu (wilayah Ujungberung) yang cukup tinggi menyebabkan genangan banjir terjadi. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji rencana pengendalian banjir dengan normalisasi sungai di kawasan Gedebage Kota Bandung. Metode digunakan di dalam penelitian yaitu metode numerik dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran hidrologi dan hidraulika. Output penelitian berupa hasil simulasi banjir pada setiap kala ulang dengan 2 skenario yaitu eksisting dan normalisasi sungai. Hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh besaran debit banjir kala ulang 25 tahun pada setiap sungai di kawasan Gedebage yaitu di sungai Cisaranten sebesar 24.31 m3/detik, debit banjir di sungai Jajaway sebesar 3.58 m3/detik, debit banjir di sungai Cinambo sebesar 14.39 m3/detik, debit banjir di sungai Cipamulihan sebesar 7.19 m3/detik dan debit banjir di sungai Cilameta sebesar 6.69 m3/detik. Dari hasil simulasi dengan skenario eksisting yang telah dilakukan diperoleh peningkatan luas genangan dari kala ulang 5 tahun ke kala ulang 25 tahun yaitu meningkat dari 8,20 ha pada kala ulang 5 tahun meningkat menjadi 11,04 ha pada kala ulang 25 tahun. Untuk pengendalian banjir pada Kawasan Gedebage Kota Bandung adalah dengan melakukan normalisasi sungai khususnya pada Sungai Cinambo yang berperan penting pada limpasan banjir di Kawasan Gedebage. Dari hasil simulasi dengan skenario normalisasi sungai yaitu normalisasi Sungai Cinambo dan revitalisasi saluran drainase diperoleh penurunan luas genangan khususnya pada area perempatan yang menjadi tidak tergenang lagi. Dimana reduksi banjir dari hasil simulasi skenario normalisasi sungai dan revitalisasi saluran drainase adalah dapat mengurangi genangan sebesar 33%.
ANALISIS PERAWATAN MESIN CATERPILLAR 3508 DITA DI PT. TIGA MUSIM MAS JAYA DENGAN PENERAPAN METODE TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) Aditama Ersaq, Dita; Stighfarrinata, Rizky
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5760

Abstract

Perawatan mesin memiliki peranan penting dalam menjaga keandalan dan efisiensi operasional industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Total Productive Maintenance (TPM) dalam kegiatan perawatan mesin Caterpillar 3508 DITA yang digunakan di PT. Tiga Musim Mas Jaya serta mengevaluasi efektivitasnya terhadap peningkatan kinerja mesin. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara, serta analisis data perawatan mesin yang kemudian diolah menggunakan pendekatan Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai indikator kinerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan TPM mampu meningkatkan keandalan mesin dengan menurunkan downtime serta meningkatkan nilai availability, performance, dan quality. Nilai OEE yang diperoleh menunjukkan bahwa kinerja mesin berada pada kategori baik dan mendekati standar yang ditetapkan, meskipun masih terdapat potensi peningkatan melalui pengawasan dan inspeksi berkala yang lebih optimal. Dengan demikian, penerapan TPM terbukti efektif dalam mendukung peningkatan kinerja dan efisiensi operasional mesin Caterpillar 3508 DITA serta dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengelolaan sistem perawatan mesin di lingkungan industri.
PENDEKATAN LEAN HEALTHCARE DAN SIMULASI UNTUK MEMINIMASI WAKTU PELAYANAN PASIEN BPJS POLIKLINIK PENYAKIT DALAM Delfira, Bella; Akmal, Syarifah; Anshar, Khairul
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5770

Abstract

RSUD Tuanku Rao merupakan rumah sakit tipe D yang berlokasi di Kabupaten Pasaman, memainkan peran penting dalam memberikan layanan kesehatan, khususnya bagi pasien BPJS. Namun, waktu tunggu rata-rata di Poliklinik Penyakit Dalam masih tinggi, yaitu 1 jam 26 menit, melebihi standar layanan maksimal 60 menit. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas waste paling kritis dalam proses rawat jalan BPJS dan mengusulkan strategi perbaikan menggunakan pendekatan Lean Healthcare dan simulasi. Metode yang diterapkan meliputi Value Stream Mapping (VSM), dan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Data waktu layanan dikumpulkan melalui observasi langsung dan dianalisis menggunakan uji kecukupan dan independensi sebagai input untuk simulasi. Model Discrete-Event Simulation (DES) dikembangkan menggunakan perangkat lunak Arena untuk merepresentasikan sistem saat ini dan untuk mengevaluasi beberapa skenario perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waste paling kritis adalah “pasien menunggu dipanggil oleh perawat,” yang mencapai 7,17%. Waste signifikan lainnya termasuk “Petugas memasukkan data secara tidak benar,” “Pasien menunggu DPJP memeriksa pasien sebelumnya,” dan “Dokter mengubah resep karena tidak tersedia di apotek,” masing-masing sebesar 6,45%. Berdasarkan hasil simulasi, Skenario IV menggabungkan registrasi JKN Mobile dengan bridging system diidentifikasi sebagai pilihan terbaik, mengurangi waktu tunggu rata-rata menjadi 67,63 menit, atau penurunan 20,18% dibandingkan dengan kondisi simulasi awal sebesar 84,73 menit
REDESIGN KEMASAN SANJAI KHAS MINANGKABAU MENGGUNAKAN METODE DESIGN THINKING DENGAN PENDEKATAN VALUE ENGINEERING Sulistia Ningsih, Minel; Irwansyah, Defi; Akmal, Syarifah
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5773

Abstract

Pengemasan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk, terutama produk oleh-oleh yang dihasilkan oleh setiap daerah. SJM adalah salah satu UMKM yang mengolah keripik Sanjai yang menjadi oleh-oleh khas Minangkabau, Sumatera Barat. Namun SJM saat ini masih menggunakan kemasan yang sederhana, kurang informatif, serta tidak terlalu mencerminkan budaya khasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang kemasan keripik sanjai dengan menggunakan metode Design Thinking dengan pendekatan Value Engineering. Dengan metode Design Thinking, melalui tahapan empati, mendefinisikan, menghasilkan ide, membuat prototipe, dan menguji untuk lebih memahami kebutuhan pelanggan serta menciptakan berbagai pilihan kemasan. Selain itu, metode Value Engineering akan menentukan nilai fungsional dari setiap alternatif dan efisiensi biayanya. Hasil penelitian membuktikan bahwa Alternatif I memiliki desain kemasan terbaik dengan nilai fungsional 3,747 dengan biaya produksi yang lebih ekonomis dibandingkan dengan alternatif lainnya. Desain kemasan yang dipilih terdiri dari standing pouch full printing yang terbuat dari bahan metalize, berukuran 17 × 29 cm dengan kapasitas 250 gram. Hasil uji membuktikan bahwa desain kemasan baru ini dipersepsikan lebih menarik, informatif, dan praktis, serta juga meningkatkan identitas budaya Minangkabau. Oleh karena itu, perubahan desain kemasan saat ini berhasil meningkatkan nilai fungsional dan daya saing produk tanpa membebani biaya bagi produsen.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP KINERJA PEKERJA MABEL DI KECAMATAN DEWANTARA, ACEH UTARA Yorinda Rahmah, Nurfa; Bakhtiar, Bakhtiar; Fatimah, Fatimah
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5775

Abstract

Industri mebel umumnya ditandai oleh jenis pekerjaan yang dilakukan secara manual dan di luar ruangan, yang membuat pekerja menghadapi berbagai elemen fisik di tempat kerja seperti suhu, pencahayaan, dan tingkat kebisingan. Keadaan lingkungan kerja tersebut, seperti suhu tinggi, kurangnya pencahayaan yang tepat, serta kebisingan dari mesin, bisa berdampak pada fokus, akurasi, dan performa pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh dari aspek fisik tempat bekerja, yang meliputi suhu, pencahayaan, dan kebisingan terhadap produktivitas pekerja perabot di wilayah Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier ganda, menggunakan data utama yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada karyawan perabot sebagai obyek studi. Data dianalisis melalui pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta analisis regresi linier ganda menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kondisi fisik tempat kerja yang melibatkan variabel suhu, pencahayaan, dan kebisingan secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi sebesar 45,7%, sedangkan sisanya berasal dari faktor lain di luar penelitian ini. Secara individu, variabel pencahayaan adalah elemen yang paling berpengaruh pada kinerja pekerja dengan persentase sebesar 50,5%, diikuti oleh variabel suhu yang berkontribusi 40% dan variabel kebisingan yang berkontribusi 31,9%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan keadaan lingkungan kerja fisik, khususnya dalam aspek pencahayaan, sangat krusial untuk mendongkrak kinerja pekerja perabot di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara.
PENGARUH PENGHARGAAN DAN HUKUMAN TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PTPN IV REGIONAL I KEBUN RANTAUPRAPAT Tri Hastomo, Mhd. Dian; A. Gani, Subhan; Trisna, Trisna
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penghargaan dan hukuman terhadap disiplin kerja karyawan denganmempertimbangkan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan pada PTPN IV Regional I KebunRantauprapat dengan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 81 karyawan yang ditentukanmelalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisisdengan metode Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbantuan perangkat lunak SmartPLS4.1.6. Hasil analisis menunjukkan bahwa hukuman berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap disiplinkerja karyawan, sedangkan penghargaan tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Meskipun demikian,motivasi kerja berguna sebagai mediator penuh atas hubungan antara penghargaan dan disiplin kerja, serta sebagaimediator parsial atas hubungan antara hukuman dan disiplin kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitaskebijakan penghargaan dan hukuman dalam meningkatkan disiplin kerja akan lebih optimal apabila disertai denganpeningkatan motivasi kerja karyawan. Hasil pada penelitian ini berguna untuk memberikan kontribusi praktis untukmanajemen dalam perumusan kebijakan sumber daya manusia yang berfokus dalam pembentukan disiplin kerja secaraberkelanjutan.