cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 328 Documents
PERAN PENYULUH PENDAMPING TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA BRIGADE PANGAN DI PROVINSI LAMPUNG Septiana Septiana; Danny Alfandy
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.13761

Abstract

ABSTRACT Food security is a key pillar of national agricultural development. Although the Indonesian government has established the Food Brigade (Brigade Pangan/BP) as a strategy to accelerate food self-sufficiency through technology-based agricultural modernization, empirical evidence regarding the influence of agricultural extension officers on the effectiveness of Food Brigade performance remains limited. This study aimed to analyze the role of agricultural extension facilitators in improving the effectiveness of Food Brigade performance in Lampung Province. A quantitative survey with a correlational design was employed. The respondents consisted of 38 Food Brigade extension facilitators in 2024 from four regencies in Lampung Province: Tulang Bawang, East Lampung, Central Lampung, and Mesuji. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through descriptive statistics and Spearman's Rank Correlation using SPSS version 24.0. The findings revealed a strong and statistically significant positive relationship between the role of agricultural extension officers and the effectiveness of Food Brigade performance (r = 0.647; p < 0.05). The results indicate that the more effectively extension officers perform their roles as facilitators, motivators, educators, and innovators, the higher the effectiveness of Food Brigade performance. These findings provide empirical evidence that strengthening the capacity of agricultural extension facilitators is a strategic factor in enhancing Food Brigade performance and offers practical input for improving Food Brigade institutional development and agricultural extension policies to support the achievement of national food self-sufficiency. ABSTRAK Ketahanan pangan merupakan pilar utama pembangunan pertanian nasional. Meskipun Brigade Pangan (BP) telah dibentuk sebagai strategi percepatan swasembada pangan melalui modernisasi pertanian berbasis teknologi, bukti empiris mengenai pengaruh peran penyuluh pendamping terhadap efektivitas kinerja Brigade Pangan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Penyuluh Pendamping terhadap efektivitas kinerja Brigade Pangan di Provinsi Lampung. Penelitian menggunakan desain survei kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Responden berjumlah 38 Penyuluh Pendamping Brigade Pangan Tahun 2024 yang tersebar di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Mesuji. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif serta uji korelasi Rank Spearman menggunakan SPSS 24.0. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara peran penyuluh pertanian dan efektivitas kinerja Brigade Pangan (r = 0,647; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin optimal peran penyuluh sebagai fasilitator, motivator, edukator, dan inovator, semakin tinggi efektivitas kinerja Brigade Pangan. Hasil penelitian memberikan bukti empiris bahwa penguatan kapasitas penyuluh pendamping merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kinerja Brigade Pangan serta menjadi dasar bagi pengembangan kelembagaan Brigade Pangan dan kebijakan penyuluhan pertanian untuk mendukung pencapaian swasembada pangan.
ANALISIS KUALITAS UDARA PM2.5 DAN CO2 DI KAWASAN JALAN SUMPAH PEMUDA MOJOSONGO SURAKARTA JAWA TENGAH Ramdana Wisnu; Agerippa Yunaranda Krismani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.14135

Abstract

ABSTRACT A National roads play a vital role in supporting mobility and goods distribution; however, high traffic volumes may reduce air quality in surrounding residential areas. This study aimed to analyze the relationship between traffic density and PM2.5 and CO₂ concentrations, examine the influence of residential environmental characteristics on air quality, and evaluate community environmental comfort along Sumpah Pemuda Road, Mojosongo, Surakarta. A field survey was conducted by measuring PM2.5, CO₂, and traffic volume during morning, afternoon, and evening periods at several observation points, complemented by interviews with 30 respondents. Data were analyzed using descriptive comparative analysis. The results showed that peak traffic density reached approximately 10,000 vehicles/hour on weekdays and decreased to 2,724 vehicles/hour on weekends. CO₂ concentrations were predominantly classified as high to hazardous, while PM2.5 levels ranged from good to hazardous. Residential areas located within ≤10 meters of the roadside experienced higher pollutant exposure, and most respondents reported that poor air quality reduced environmental comfort. The novelty of this study lies in integrating air quality measurements, residential spatial characteristics, and community perceptions to support air pollution mitigation strategies along national road corridors. The study concludes that increasing traffic density is associated with higher PM2.5 and CO₂ concentrations, highlighting the need for green belts, additional roadside vegetation, and integrated traffic management to improve air quality. ABSTRAK Jalan nasional berperan penting dalam mendukung mobilitas dan distribusi barang, namun tingginya lalu lintas berpotensi menurunkan kualitas udara di kawasan permukiman. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepadatan lalu lintas dengan konsentrasi PM2.5 dan CO₂, pengaruh karakteristik permukiman terhadap kualitas udara, serta tingkat kenyamanan masyarakat di sepanjang Jalan Sumpah Pemuda, Mojosongo, Surakarta. Penelitian menggunakan survei lapangan melalui pengukuran PM2.5, CO₂, dan volume kendaraan pada pagi, siang, dan sore hari di beberapa titik pengamatan serta wawancara terhadap 30 responden. Data dianalisis secara deskriptif komparatif. Hasil menunjukkan kepadatan lalu lintas tertinggi mencapai sekitar 10.000 kendaraan/jam pada hari kerja dan terendah 2.724 kendaraan/jam pada akhir pekan. Konsentrasi CO₂ didominasi kategori tinggi hingga berbahaya, sedangkan PM2.5 berkisar dari kategori baik hingga berbahaya. Permukiman berjarak ≤10 meter dari tepi jalan mengalami paparan polutan lebih tinggi dan mayoritas responden menyatakan kualitas udara menurunkan kenyamanan lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pengukuran kualitas udara, karakteristik spasial permukiman, dan persepsi masyarakat sebagai dasar mitigasi pencemaran udara di koridor jalan nasional. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan kepadatan lalu lintas berkaitan dengan naiknya konsentrasi PM2.5 dan CO₂, sehingga diperlukan penguatan jalur hijau, penambahan vegetasi, dan penataan lalu lintas terpadu.
ANALISIS DETERMINAN KEPUTUSAN WANITA BEKERJA PADA SEKTOR INFORMAL DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2023 Baiq Suci Indra Dewi; Gusti Ayu Arini; Tuti Handayani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.14407

Abstract

ABSTRACT Women's participation in the labor market has continued to increase; however, a substantial proportion of women remain employed in the informal sector, which is generally characterized by lower income, limited labor protection, and greater employment vulnerability than the formal sector. Previous studies have examined the determinants of women's employment in the informal sector, yet most have focused on specific regions, have not utilized the latest National Labor Force Survey (SAKERNAS) microdata, and have rarely estimated the probability of informal employment using binary logistic regression combined with marginal effects analysis. This study aims to analyze the effects of age, marital status, education, and income on the probability of women working in the informal sector rather than the formal sector in Central Lombok Regency in 2023. This research employed a quantitative explanatory approach using secondary data from the August 2023 SAKERNAS microdata. The data were analyzed using binary logistic regression and marginal effects estimation with Stata 17. The results indicate that age has a positive and statistically significant effect on the probability of women working in the informal sector, whereas education and income have significant negative effects. Marital status shows a positive but statistically insignificant relationship. The Pseudo R² indicates that the model demonstrates a good level of fit in distinguishing women employed in the informal and formal sectors. These findings highlight the importance of improving educational attainment, strengthening human capital, and expanding access to formal employment opportunities to reduce the dominance of women's employment in the informal sector in Central Lombok Regency. ABSTRAK Partisipasi perempuan dalam pasar kerja terus meningkat, namun sebagian besar masih bekerja pada sektor informal yang umumnya memiliki pendapatan rendah, perlindungan kerja terbatas, dan tingkat kerentanan yang lebih tinggi dibandingkan sektor formal. Penelitian mengenai determinan perempuan bekerja pada sektor informal telah banyak dilakukan, tetapi masih terbatas pada wilayah tertentu, belum memanfaatkan data mikro SAKERNAS terbaru, serta belum banyak mengkaji perubahan probabilitas bekerja pada sektor informal melalui pendekatan regresi logistik dan marginal effects. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh umur, status perkawinan, pendidikan, dan pendapatan terhadap probabilitas perempuan bekerja pada sektor informal dibandingkan sektor formal di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder berupa mikrodata SAKERNAS Agustus 2023 yang dianalisis menggunakan regresi logistik biner dan analisis marginal effects melalui perangkat lunak Stata 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur berpengaruh positif dan signifikan terhadap probabilitas perempuan bekerja pada sektor informal, sedangkan pendidikan dan pendapatan berpengaruh negatif dan signifikan. Status perkawinan memiliki arah hubungan positif, namun tidak signifikan secara statistik. Nilai Pseudo R² menunjukkan bahwa model memiliki tingkat kecocokan yang baik dalam membedakan perempuan yang bekerja pada sektor informal dan formal. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pendidikan, kualitas sumber daya manusia, dan akses terhadap pekerjaan formal berpotensi mengurangi dominasi perempuan pada sektor informal di Kabupaten Lombok Tengah.
ANALISIS PENERAPAN MEDIA SMART BOX DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS III SD Sulis Nurul Nur Aisyah; Sita Isna Malyuna; Iis Daniati Fatimah
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.14838

Abstract

ABSTRACT Learning in elementary schools still faces challenges in creating interactive and engaging learning experiences due to the limited use of instructional media that accommodate students’ learning characteristics. This condition has resulted in suboptimal student engagement and understanding of learning materials. Based on these issues, this study aimed to analyse the use of Smart Box media in improving the quality of learning among third-grade elementary school students. This study employed a descriptive qualitative approach involving third-grade teachers and students at an elementary school as the research subjects. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and were analysed using the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that Smart Box media created a more interactive, engaging, and enjoyable learning environment, thereby increasing students’ active participation during classroom activities. Students demonstrated higher learning enthusiasm, improved understanding of the learning materials, and greater confidence in participating and interacting during the learning process compared with the period before the implementation of the media. The study also identified several limitations, including the relatively small size of the media and the limited visual components, indicating the need for further development to optimise its use. In conclusion, Smart Box has the potential to serve as an effective instructional medium for enhancing the quality of learning in elementary schools by increasing students’ engagement, motivation, and understanding of the learning materials. ABSTRAK Pembelajaran di sekolah dasar masih menghadapi kendala dalam menciptakan proses belajar yang interaktif dan menarik karena keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang mampu mengakomodasi karakteristik peserta didik. Kondisi tersebut menyebabkan keterlibatan siswa dan pemahaman terhadap materi pembelajaran belum optimal. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media Smart Box dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas III di salah satu sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Smart Box mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan menyenangkan sehingga meningkatkan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran. Siswa menunjukkan antusiasme yang lebih tinggi, lebih mudah memahami materi yang dipelajari, serta lebih berani berinteraksi dan mengikuti kegiatan pembelajaran dibandingkan sebelum penggunaan media tersebut. Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, yaitu media masih memiliki ukuran yang relatif kecil dan keterbatasan komponen visual sehingga memerlukan pengembangan lebih lanjut agar penggunaannya semakin optimal. Dengan demikian, media Smart Box berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses belajar di sekolah dasar melalui peningkatan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
TEKNIK KULTUR THALASSIOSIRA SP. SKALA LABORATORIUM DI PT. SURI TANI PEMUKA REMBANG, JAWA TENGAH Mohamad Nabil Saputra; Catur Pramono; DH. Guntur Prabowo; Aripudin Aripudin; Tasya Leza Fauziah; Muhamad Maulana Yusup
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15073

Abstract

ABSTRAK Thalassiosira sp. culture supports the provision of natural feed for whiteleg shrimp larvae; however, information on cell growth and density patterns during laboratory-scale culture stages under hatchery conditions remains limited. This study is important for providing technical information on culture procedures and the relationship between culture age and cell density as a basis for inoculum management. This study aimed to describe the stages of laboratory-scale Thalassiosira sp. culture, identify environmental conditions supporting culture growth, and analyze the effect of day of culture (DOC) and its relationship with cell density across three culture media at PT Suri Tani Pemuka Rembang, Central Java. The study was conducted from February 9 to May 15, 2026, using a descriptive observational method. Data were collected through direct observation, cell density measurements using a haemocytometer, interviews, and documentation, followed by two-way ANOVA, linear regression, and correlation analyses. The culture was conducted sequentially from agar media, 100, 250, and 500 mL Erlenmeyer flasks, 8-L seed containers, to 10-L production containers over 25 days. Culture conditions included a temperature of 18–20°C, pH around 8.0, salinity of 30 ppt, and maximum light intensity of 10,000 lux. The results showed that DOC significantly affected cell density, whereas no significant differences were observed among culture media. DOC showed very strong positive relationships with cell density across all three media. These findings support monitoring DOC and cell density to maintain consistent hatchery inoculum quality. ABSTRACT Kultur Thalassiosira sp. mendukung penyediaan pakan bagi larva udang vaname, tetapi informasi mengenai pola pertumbuhan dan kepadatan sel selama tahapan kultur pada hatchery masih terbatas. Penelitian ini penting untuk menyediakan informasi teknik kultur dan hubungan umur kultur dengan kepadatan sel sebagai dasar pengelolaan inokulum. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tahapan kultur Thalassiosira sp. skala laboratorium, mengidentifikasi kondisi lingkungan kultur, serta menganalisis pengaruh day of culture (DOC) dan hubungan DOC dengan kepadatan sel pada tiga media kultur di PT Suri Tani Pemuka Rembang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada 9 Februari–15 Mei 2026 menggunakan metode observasional deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, pengukuran kepadatan sel menggunakan haemocytometer, wawancara, dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dua arah, regresi linier, dan korelasi. Kultur dilakukan bertahap dari media agar, Erlenmeyer 100, 250, dan 500 mL, plastik bibit 8 L, hingga produksi 10 L selama 25 hari. Kondisi kultur meliputi suhu 18–20°C, pH sekitar 8,0, salinitas 30 ppt, dan intensitas cahaya maksimum 10.000 lux. Hasil menunjukkan DOC berpengaruh signifikan terhadap kepadatan sel, sedangkan media tidak berbeda signifikan. Hubungan DOC dengan kepadatan sangat kuat pada ketiga media. Temuan ini mendukung pemantauan DOC dan kepadatan sel untuk menjaga konsistensi inokulum hatchery.
DEKONSTRUKSI PATOLOGI KEKUASAAN DAN RELEVANSI FILOSOFIS MODAL SOSIAL SERTA KESEJAHTERAAN PUBLIK Yudhi Hertanto
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15485

Abstract

ABSTRACT Democratic backsliding, concentration of power, and the capture of public interests demonstrate that power pathologies affect not only political institutions but also social trust, collective memory, and citizens’ capacity for collective action. However, studies of Gabriel García Márquez have predominantly examined magical realism through historical, political, and postcolonial perspectives, while the relationship between literary representation, social capital erosion, collective memory manipulation, and power capture has received limited conceptual attention. This study aims to analyze the representation of social capital erosion, collective memory manipulation, and power capture in One Hundred Years of Solitude and The Autumn of the Patriarch, and to formulate their philosophical implications for civic life and public interests. The study employs a qualitative approach with Gadamerian philosophical hermeneutics through textual analysis of both novels, supported by literature on social capital, collective memory, power, oligarchy, commons, and public goods. The findings show that soledad represents social capital erosion, the erasure of memory represents collective memory manipulation, while the Patriarch represents power concentration and the subordination of public interests. The study concludes that these three dimensions are interconnected and generate a conceptual framework of bottom-up social capital emphasizing collective memory restoration, civic network strengthening, and public interest protection. ABSTRAK Kemunduran demokrasi, konsentrasi kekuasaan, dan pembajakan kepentingan publik menunjukkan bahwa patologi kekuasaan tidak hanya berdampak pada institusi politik, tetapi juga pada kepercayaan sosial, memori kolektif, dan kapasitas masyarakat untuk bertindak secara kolektif. Namun, kajian mengenai Gabriel García Márquez selama ini lebih banyak menempatkan realisme magis dalam kerangka sejarah, politik, dan pengalaman pascakolonial, sementara keterkaitan antara representasi sastra, erosi modal sosial, manipulasi memori kolektif, dan pembajakan kekuasaan belum banyak dirumuskan sebagai hubungan konseptual yang terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi erosi modal sosial, manipulasi memori kolektif, dan pembajakan kekuasaan dalam Cien Años de Soledad dan El Otoño del Patriarca, serta merumuskan implikasi filosofisnya bagi kehidupan kewargaan dan kepentingan publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain hermeneutik-filosofis Gadamer melalui analisis tekstual terhadap kedua novel, didukung kajian literatur mengenai modal sosial, memori kolektif, kekuasaan, oligarki, commons, dan public goods. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soledad merepresentasikan erosi modal sosial, penghapusan ingatan merepresentasikan manipulasi memori kolektif, sedangkan figur Patriark merepresentasikan konsentrasi kekuasaan dan subordinasi kepentingan publik. Penelitian menyimpulkan bahwa ketiga persoalan tersebut saling berkaitan dan menghasilkan kerangka konseptual bottom-up social capital yang menekankan pemulihan memori kolektif, penguatan jaringan kewargaan, dan perlindungan kepentingan publik.
PELATIHAN MENGAJAR BAGI MAHASISWA PPG PRAJABATAN SESUAI KEBUTUHAN BELAJAR MURID SEBAGAI CALON GURU PROFESIONAL Alfian Nur Muzaki; Muhammad Fadlillah; Matwani Matwani; Aliya Rohmah; Dwi Nur Ngaini; Helga Agung Wirani; Lukman Fadholi; Octavia Mega Lidiawati
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15455

Abstract

ABSTRACT PPG students are required to implement teaching strategies that address students’ learning needs; however, low student engagement, limited feedback, and difficulties in responding to learning challenges remain evident in practice. This study aims to describe the implementation of lesson study in improving PPG students’ teaching abilities in accordance with students’ learning needs. This qualitative study employed the lesson study stages of planning, implementation, reflection, and follow-up. Data were obtained from learning implementation reports and observer observations and were analyzed descriptively based on findings from each cycle. In Cycle I, observations indicated challenges in selecting appropriate learning models, managing the classroom, and responding to students’ learning difficulties. Observation data showed that effective learning implementation reached 30%, while 40% of students were able to promote active learning. Based on the reflection results from Cycle I, Cycle II involved improving the learning strategy through the implementation of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) model and a differentiated Culturally Responsive Teaching (CRT) approach. Observation results indicated improvement, with 80% of PPG students able to identify the causes of students’ learning difficulties and promote active learning, while effective and meaningful learning implementation reached 90%. These findings indicate that lesson study contributes to improving PPG students’ teaching abilities in responding to students’ learning needs. ABSTRAK Mahasiswa PPG dituntut mampu menerapkan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan belajar murid, namun masih ditemukan rendahnya keterlibatan murid, keterbatasan umpan balik, dan kesulitan mahasiswa dalam merespons tantangan belajar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan lesson study dalam meningkatkan kemampuan mengajar mahasiswa PPG sesuai kebutuhan belajar murid. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui tahapan lesson study yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, refleksi, dan tindak lanjut. Data diperoleh dari laporan pelaksanaan pembelajaran dan observasi observer serta dianalisis secara deskriptif berdasarkan temuan setiap siklus. Pada siklus I, observasi menunjukkan kendala dalam pemilihan model pembelajaran, pengelolaan kelas, dan respons terhadap tantangan belajar. Data observasi menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran efektif sebesar 30% dan mahasiswa yang mampu mendorong keaktifan murid sebesar 40%. Berdasarkan refleksi siklus I, siklus II dilakukan perbaikan melalui model Student Teams Achievement Divisions (STAD) dan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) yang terdiferensiasi. Hasil observasi menunjukkan peningkatan, yaitu 80% mahasiswa mampu mengidentifikasi penyebab kesulitan belajar dan mendorong keaktifan murid, sedangkan keterlaksanaan pembelajaran efektif dan bermakna mencapai 90%. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa lesson study berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan mengajar mahasiswa PPG dalam merespons kebutuhan belajar murid.
KONSTRUKSI IDENTITAS DIRI LANANG BUJANA SEBAGAI VOKALIS GRUP MUSIK SEMAYA KOPLO Ni Nengah Wilastri; I Gusti Ngurah Aan Darmawan; I Gede Teguh Heriawan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15595

Abstract

ABSTRACT Vocalist identity develops not merely from musical ability but through the intersection of personal experience, social surroundings, and performance situations. This study examines the formation of Lanang Bujana’s identity as the vocalist of Semaya Koplo, focusing on the factors shaping his identity, the process through which it is constructed, and the ways in which it is represented before audiences. A qualitative descriptive approach was employed in Seraya Village, Karangasem, Bali, with Lanang serving as the primary informant and the group manager, band members, close associates, and audience members serving as supporting informants selected purposively. Data were gathered through observation, interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman interactive model through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that musical experience provides the initial foundation, while audience interaction, recognition from the musical group, and the use of verbal and nonverbal symbols shape Lanang’s identity as a communicative vocalist who maintains close relationships with audiences. This construction develops through externalization, objectivation, and internalization, while its representation is negotiated through appearance, musical style, and stage communication. Differences between everyday behavior and stage performance reveal adjustments between the front stage and backstage without eliminating his personal character. Vocalist identity in this context is therefore a dynamic, performative social process rooted in the local cultural context. ABSTRAK Identitas vokalis berkembang bukan semata dari kemampuan musikal, tetapi dari pertemuan pengalaman pribadi dengan lingkungan sosial dan situasi pertunjukan. Penelitian ini menelaah pembentukan identitas Lanang Bujana sebagai vokalis Grup Musik Semaya Koplo dengan memusatkan perhatian pada faktor pembentuk, proses konstruksi, dan cara identitas tersebut direpresentasikan di hadapan penonton. Kajian dilakukan secara deskriptif kualitatif di Desa Seraya, Karangasem, Bali, dengan Lanang sebagai informan utama serta manajer, personel grup, orang terdekat, dan penonton sebagai informan pendukung yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu diolah menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan memperlihatkan bahwa pengalaman bermusik menjadi pijakan awal, sedangkan interaksi dengan penonton, pengakuan lingkungan grup, serta penggunaan simbol verbal dan nonverbal membentuk karakter Lanang sebagai vokalis yang komunikatif dan dekat dengan audiens. Konstruksi tersebut berkembang melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, sementara representasinya dinegosiasikan melalui penampilan, gaya bermusik, dan komunikasi panggung. Perbedaan perilaku antara ruang keseharian dan panggung memperlihatkan adanya penyesuaian front stage dan backstage tanpa menghilangkan karakter personal. Identitas vokalis dalam konteks ini merupakan proses sosial yang dinamis, performatif, dan berakar pada konteks budaya lokal.
ANALISIS KOMUNIKASI PERSUASIF PENDAMPING PUSAT LAYANAN USAHA TERPADU (PLUT) PADA PELAKU USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DI KABUPATEN BULELENG Ni Kadek Nindi Ayu Dinda; Gusti Ayu Putu Diah Permata Sari; I Gede Teguh Heriawan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15606

Abstract

ABSTRACT The development of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Buleleng Regency continues to face challenges in adopting business innovations, particularly digital technologies and new knowledge, highlighting the need for effective persuasive communication in the mentoring process. This study aims to analyze the persuasive communication strategies implemented by mentors at the Integrated Business Service Center (PLUT) for Cooperatives and MSMEs (KUMKM) in Buleleng Regency, identify the communication barriers encountered, and analyze their implications for MSME development. Using a descriptive narrative qualitative approach, data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentation studies involving assisted MSME owners and PLUT mentors in Buleleng Regency. The findings indicate that persuasive communication strategies are implemented through strengthening motivation and self-efficacy, establishing equal interpersonal approaches, utilizing group dynamics, simplifying technical terminology, using contextual examples, and providing direct practical guidance. Communication barriers include the complexity of digital application use, limited frequency of face-to-face mentoring, limited time availability among MSME owners, as well as differences in age, educational background, and conventional business practices. Based on Rogers' Diffusion of Innovations Theory, the innovation adoption process can be observed through the stages of knowledge, persuasion, decision, implementation, and confirmation. The most evident outcomes include increased knowledge of business legality, improvements in management and product packaging, greater utilization of digital technology and artificial intelligence, and increased openness to business development. Therefore, persuasive communication by PLUT mentors plays an important role in encouraging the innovation adoption process and supporting the capacity building and development of MSMEs in Buleleng Regency. ABSTRAK Perkembangan UMKM di Kabupaten Buleleng masih menghadapi kendala dalam mengadopsi inovasi usaha, khususnya teknologi digital dan pengetahuan baru, sehingga diperlukan komunikasi persuasif yang efektif dalam proses pendampingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi persuasif yang diterapkan oleh pendamping Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Kabupaten Buleleng, mengidentifikasi hambatan komunikasi yang dihadapi, serta menganalisis implikasinya terhadap perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif naratif, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pelaku UMKM binaan serta pendamping PLUT Kabupaten Buleleng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi persuasif dilakukan melalui penguatan motivasi dan efikasi diri, pendekatan interpersonal yang setara, pemanfaatan dinamika kelompok, penyederhanaan istilah teknis, penggunaan contoh kontekstual, dan bimbingan praktik secara langsung. Hambatan komunikasi meliputi kompleksitas penggunaan aplikasi digital, keterbatasan frekuensi pendampingan tatap muka, keterbatasan waktu pelaku UMKM, serta perbedaan usia, pendidikan, dan kebiasaan bisnis konvensional. Berdasarkan Teori Difusi Inovasi Rogers, proses adopsi inovasi terlihat pada tahap knowledge, persuasion, decision, implementation, dan confirmation, dengan temuan yang paling terlihat pada peningkatan pengetahuan tentang legalitas usaha, perbaikan manajemen dan kemasan, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan, serta meningkatnya keterbukaan terhadap pengembangan usaha. Dengan demikian, komunikasi persuasif pendamping PLUT berperan dalam mendorong proses adopsi inovasi dan mendukung peningkatan kapasitas serta perkembangan UMKM di Kabupaten Buleleng.
POLA KOMUNIKASI PERSUASIF PROMOSI KESEHATAN DINAS KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN KARANGASEM I Ketut Adi Wiraguna; I Gusti Agung Ngurah A.Yudha Pramiswara; I Kadek Edi Palguna
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i3.15621

Abstract

ABSTRACT Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) cases in Karangasem Regency, particularly in Karangasem Subdistrict, continue to increase, reaching 518 cases in 2025. Although Health Promotion (Promkes) activities have been implemented, a gap remains between the delivery of health messages and preventive actions in the community. This descriptive qualitative study aims to analyze the persuasive communication patterns of the Health Promotion (Promkes) unit of the Karangasem Regency Health Office in DHF prevention, the factors influencing them, and their implications for the community. Informants were selected through purposive sampling, and data were collected through observation, semi-structured interviews, and document analysis, and subsequently analyzed using the Elaboration Likelihood Model (ELM), Stimulus-Organism-Response (SOR) Theory, and Behaviorism. The results show that persuasive communication is conducted through interpersonal, group, and mass communication by combining the central route, involving facts, data, and discussions, with the peripheral route, involving visual media, educational videos, local language, and emotional appeals. The effectiveness of communication is influenced by message content and delivery, environmental conditions, the community's level of education, limited human resources and funding, as well as the persistence of the community and Health Promotion (Promkes) officers. Persuasive communication contributes to increased awareness and knowledge and encourages changes in DHF preventive behavior through the implementation of the 3M Movement and routine environmental cleaning. Thus, adaptive, contextual, and consistent persuasive communication is an important strategy for strengthening community preventive actions against DHF. ABSTRAK Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karangasem, khususnya Kecamatan Karangasem, terus meningkat hingga mencapai 518 kasus pada tahun 2025. Meskipun Promosi Kesehatan (Promkes) telah dilaksanakan, masih terdapat kesenjangan antara penyampaian pesan kesehatan dan tindakan pencegahan di masyarakat. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis pola komunikasi persuasif Promkes Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem dalam pencegahan DBD, faktor yang memengaruhinya, serta implikasinya terhadap masyarakat. Informan dipilih secara purposive sampling dan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, serta studi dokumen, kemudian dianalisis dengan pendekatan Elaboration Likelihood Model (ELM), Stimulus-Organism-Response (SOR), dan Behaviorisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dilakukan melalui komunikasi interpersonal, kelompok, dan massa dengan memadukan rute sentral berupa fakta, data, dan diskusi serta rute periferal berupa media visual, video edukasi, bahasa daerah, dan pendekatan emosional. Efektivitas komunikasi dipengaruhi oleh isi dan cara penyampaian pesan, kondisi lingkungan, tingkat pendidikan masyarakat, keterbatasan SDM dan dana, serta ketekunan masyarakat dan petugas Promkes. Komunikasi persuasif berkontribusi terhadap peningkatan kesadaran dan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku pencegahan DBD melalui penerapan Gerakan 3M dan pembersihan lingkungan secara rutin. Dengan demikian, komunikasi persuasif yang adaptif, kontekstual, dan konsisten menjadi strategi penting dalam memperkuat tindakan preventif masyarakat terhadap DBD.