cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 285 Documents
ANALISA DESKRIPTIF TANTANGAN IMPLEMENTASI PROGRAM PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS (PKG) DI UPTD BLUD PUSKESMAS PRINGGARATA TAHUN 2026 Dessy Jumianita Adi Hasrani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11143

Abstract

ABSTRACT The transformation of healthcare services in Indonesia has emphasized promotive and preventive approaches through the implementation of the Free Health Check-Up Program (Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis/PKG). However, previous evaluations of health programs have predominantly focused on quantitative outcomes and have not comprehensively examined operational barriers contributing to low program achievement. This issue is important to investigate because implementation challenges at the primary healthcare level may affect the overall effectiveness of Integrated Primary Healthcare Services (Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer/ILP). This study aimed to analyze the implementation challenges of the Free Health Check-Up Program at UPTD BLUD Pringgarata Community Health Center and identify the root causes of low program performance. The study employed a qualitative descriptive approach using a case study design and Root Cause Analysis through Fishbone Analysis based on the 6M framework, consisting of Man, Money, Method, Machine, Material, and Mechanism. Data were collected from PKG achievement reports from January to April 2026 and observations of staff workflow processes. The findings revealed that adult participant registration only reached 1,441 individuals or 6.68% of the target population of 21,581. Major barriers were identified in the Method aspect, characterized by passive service approaches; the Machine aspect, related to limited laboratory equipment and Electronic Medical Record (EMR) support devices; and the Mechanism aspect, involving double administrative recording burdens. The study concludes that low PKG achievement is influenced by systemic operational management barriers, indicating the need to strengthen active case finding strategies, digitalize service recording systems, and optimize supporting infrastructure to improve program implementation effectiveness. Abstrak Transformasi pelayanan kesehatan di Indonesia menempatkan upaya promotif dan preventif sebagai prioritas melalui implementasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), namun evaluasi program kesehatan selama ini lebih banyak berfokus pada capaian kuantitatif dan belum mendalami hambatan operasional yang menyebabkan rendahnya pencapaian sasaran layanan. Kondisi tersebut penting dikaji karena kendala implementasi di tingkat puskesmas dapat memengaruhi efektivitas Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan implementasi Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di UPTD BLUD Puskesmas Pringgarata serta mengidentifikasi akar penyebab rendahnya capaian program. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus dan analisis Root Cause Analysis melalui Fishbone Analysis berbasis kerangka 6M, yaitu Man, Money, Method, Machine, Material, dan Mechanism. Data diperoleh dari laporan capaian PKG periode Januari–April 2026 dan telaah proses kerja petugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian pendaftar kelompok usia dewasa hanya mencapai 1.441 orang atau 6,68% dari target 21.581 sasaran. Hambatan utama ditemukan pada aspek Method berupa pendekatan pelayanan pasif, Machine terkait keterbatasan perangkat laboratorium dan pendukung Rekam Medis Elektronik (RME), serta Mechanism akibat beban administrasi pencatatan ganda. Penelitian menyimpulkan bahwa rendahnya capaian PKG dipengaruhi hambatan sistemik tata kelola operasional, sehingga diperlukan penguatan strategi active case finding, digitalisasi pencatatan layanan, dan optimalisasi sarana pendukung untuk meningkatkan efektivitas implementasi program.
PERAN STRATEGIS SATUAN PENGAWAS INTERNAL DALAM TATA KELOLA DAN AKUNTABILITAS SEBAGAI PENJAGA INTEGRITAS RUMAH SAKIT Isniati Setia Ningrum
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11146

Abstract

ABSTRACT The increasing complexity of hospital governance, the advancement of healthcare service digitalization, and the high risk of administrative irregularities, regulatory non-compliance, and fraudulent practices require stronger and more effective internal control systems. However, studies examining the strategic role of the Internal Supervisory Unit (Satuan Pengawas Internal/SPI) in maintaining organizational integrity and enhancing hospital accountability remain limited, particularly regarding its function as a strategic management partner. This study aims to analyze the strategic role of SPI in supporting good hospital governance, strengthening accountability, and maintaining the integrity of healthcare organizations. The study employed a qualitative descriptive approach through a literature review by examining various sources, including scientific journals, books, regulations, and documents related to hospital governance and internal supervision. Data were analyzed descriptively to identify the functions, challenges, and contributions of SPI within hospital management systems. The findings indicate that SPI serves not only as an internal supervisory body but also as an evaluator, consultant, and risk controller contributing to fraud prevention, improved regulatory compliance, strengthened internal control systems, and enhanced organizational transparency and efficiency. Nevertheless, the effectiveness of SPI still faces several challenges, including limitations in human resources, independence, auditor competencies, and the increasing complexity of healthcare service systems. Therefore, optimizing SPI functions, improving institutional capacity, and strengthening management support can position SPI as a guardian of organizational integrity capable of reinforcing accountability and increasing public trust in hospital services. ABSTRAK Meningkatnya kompleksitas tata kelola rumah sakit, perkembangan digitalisasi layanan kesehatan, serta tingginya risiko penyimpangan administrasi, ketidakpatuhan regulasi, dan praktik fraud menuntut penguatan sistem pengawasan internal yang efektif. Namun, kajian mengenai peran strategis Satuan Pengawas Internal (SPI) dalam menjaga integritas organisasi dan meningkatkan akuntabilitas rumah sakit masih terbatas, terutama pada fungsi SPI sebagai mitra strategis manajemen. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis SPI dalam mendukung tata kelola rumah sakit yang baik (good hospital governance), memperkuat akuntabilitas, serta menjaga integritas organisasi pelayanan kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber berupa jurnal ilmiah, buku, regulasi, dan dokumen yang berkaitan dengan tata kelola rumah sakit serta pengawasan internal. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi fungsi, tantangan, dan kontribusi SPI dalam sistem manajemen rumah sakit. Hasil kajian menunjukkan bahwa SPI tidak hanya berfungsi sebagai pengawas internal, tetapi juga sebagai evaluator, konsultan, dan pengendali risiko yang berperan dalam pencegahan fraud, peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, penguatan sistem pengendalian internal, serta peningkatan transparansi dan efisiensi organisasi. Di sisi lain, efektivitas SPI masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, independensi, kompetensi auditor, serta kompleksitas sistem pelayanan kesehatan. Dengan optimalisasi fungsi, peningkatan kapasitas, dan dukungan manajemen, SPI berpotensi menjadi penjaga integritas organisasi yang mampu memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.
PENERAPAN MODEL FLIPPED CLASSROOM BERBASIS PODCAST DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK : STUDI KOMPARATIF EFEKTIVITAS KOGNITIF DAN AFEKTIF Ilyas Rozak Hanafi; Muhamad Asror; Rofi'udin Rofi'udin; Muhamad Qomarudinul Huda; Ninik Muhajiroh
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11214

Abstract

ABSTRACT The research gap in Akidah Akhlak learning indicates that the learning process is still dominated by conventional methods focusing on knowledge transfer, which have not been optimal in developing students’ affective aspects. Studies on the Flipped Classroom generally emphasize cognitive outcomes, while the integration of podcast media in Akidah Akhlak learning and the simultaneous examination of its effectiveness on both cognitive and affective domains remain limited. This study aims to examine the effectiveness of a podcast-based Flipped Classroom model compared to conventional learning models in improving students’ cognitive and affective achievements in Akidah Akhlak subjects. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a Non-equivalent Control Group Design. The sample consisted of experimental and control classes selected through cluster random sampling. Data were collected through learning outcome tests for the cognitive domain and Likert scales for the affective domain, then analyzed using the Independent Sample t-test with SPSS 26.0. The results showed that the experimental class achieved a higher cognitive mean score (86.5) compared to the control class (74.2), along with an 18% increase in affective outcomes, with a significance value of 0.002 (<0.05). The findings conclude that the podcast-based Flipped Classroom model is more effective in improving students’ cognitive and affective learning outcomes. ABSTRAK Kesenjangan dalam penelitian pembelajaran Akidah Akhlak menunjukkan bahwa proses pembelajaran masih didominasi metode konvensional yang berfokus pada transfer pengetahuan sehingga belum optimal dalam mengembangkan aspek afektif siswa. Penelitian tentang Flipped Classroom umumnya hanya berfokus pada aspek kognitif, sementara integrasi media podcast dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta pengujian efektivitasnya secara simultan pada ranah kognitif dan afektif masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Flipped Classroom berbasis podcast dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan capaian kognitif dan afektif siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu tipe Non-equivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar untuk ranah kognitif dan skala Likert untuk ranah afektif, kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test berbantuan SPSS 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata kognitif 86,5 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol 74,2, serta peningkatan afektif sebesar 18%, dengan nilai signifikansi 0,002 (<0,05). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa model Flipped Classroom berbasis podcast lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif dan afektif siswa.
KETAHANAN NASONAL: MEMBANGUN KEKUATAN BANGSA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL Risna Multi; Nur Apriyani
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11282

Abstract

ABSTRACT National resilience is an important aspect of maintaining national stability amid increasingly complex global developments. However, the rise of non-military threats such as cybercrime, misinformation, social conflict, and declining nationalism values indicates that strengthening national resilience remains a major challenge. In addition, discussions on national resilience generally emphasize defense and security aspects rather than strengthening human resources and digital literacy. This study aims to analyze the importance of national resilience in building national strength to face global challenges and to identify strategies for its reinforcement. The research employed a qualitative approach using a literature study method through data collection from scientific journals, books, and relevant official documents. Data analysis was conducted descriptively through reviewing, interpreting, and drawing conclusions. The findings show that national resilience is influenced by the quality of human resources, strengthening the national economy, digital literacy, character education, and society’s ability to maintain unity and national identity. This study concludes that strengthening national resilience requires a multidimensional approach and the involvement of all societal elements to maintain national stability and improve Indonesia’s competitiveness in the globalization era. ABSTRAK Ketahanan nasional menjadi aspek penting dalam menjaga stabilitas kehidupan berbangsa di tengah perkembangan global yang semakin kompleks. Namun, meningkatnya ancaman nonmiliter seperti kejahatan siber, penyebaran hoaks, konflik sosial, dan menurunnya nilai nasionalisme menunjukkan bahwa penguatan ketahanan nasional masih menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, pembahasan ketahanan nasional umumnya lebih menekankan aspek pertahanan dan keamanan dibandingkan penguatan sumber daya manusia dan literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya ketahanan nasional dalam membangun kekuatan bangsa menghadapi tantangan global serta mengidentifikasi strategi penguatannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengumpulan data dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen resmi yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui proses pengkajian, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan nasional dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi nasional, literasi digital, pendidikan karakter, serta kemampuan masyarakat dalam menjaga persatuan dan identitas bangsa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan ketahanan nasional memerlukan pendekatan multidimensional dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar Indonesia mampu menjaga stabilitas nasional serta meningkatkan daya saing bangsa di era globalisasi.
PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN: IMPLEMENTASI KONSEP THAHARAH DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI ilman sarif hasibuan; Muhammad Rizki
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11419

Abstract

ABSTRACT Environmental cleanliness is an essential aspect of human life closely related to health, comfort, and quality of life. In Islam, the concept of thaharah (purification) is not limited to physical cleanliness and ritual worship but also embodies ecological values that promote environmental sustainability. However, studies examining thaharah as a foundation for Islamic environmental ethics relevant to contemporary ecological challenges remain limited. This article aims to analyze the implementation of the concept of thaharah as a basis for environmental ethics grounded in Islamic values. This study employs a literature review method with a descriptive-analytical approach by examining sources from the Qur’an, Hadith, and relevant scholarly articles using content analysis techniques. The findings reveal that thaharah possesses a strong ecological dimension, reflected in waste management practices, water conservation, pollution prevention, and the cultivation of clean and healthy lifestyles. The study further demonstrates that thaharah can serve as a framework for Islamic ecological ethics that integrates spiritual values with environmental responsibility in modern life. Therefore, the implementation of thaharah extends beyond ritual observance and contributes to fostering environmentally responsible behavior and supporting sustainable community development. ABSTRAK Kebersihan lingkungan merupakan aspek penting yang berkaitan dengan kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup manusia. Dalam Islam, konsep thaharah (bersuci) tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik dan ritual ibadah, tetapi juga mengandung nilai ekologis dalam menjaga kelestarian lingkungan. Namun, kajian yang mengkaji thaharah sebagai landasan etika lingkungan Islam yang relevan dengan tantangan ekologis modern masih terbatas. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi konsep thaharah sebagai dasar etika lingkungan berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui pengumpulan sumber dari Al-Qur’an, Hadis, dan artikel ilmiah relevan yang dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thaharah memiliki dimensi ekologis yang tercermin dalam pengelolaan sampah, konservasi air, pencegahan pencemaran, serta pembentukan budaya hidup bersih dan sehat. Temuan ini menegaskan bahwa thaharah dapat diposisikan sebagai kerangka etika ekologis Islam yang mengintegrasikan nilai spiritual dengan tanggung jawab lingkungan dalam kehidupan modern. Dengan demikian, implementasi thaharah tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga berperan dalam membangun perilaku peduli lingkungan dan mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat.