cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 312 Documents
STRATEGI PEMASARAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI KECAMATAN PUUWATU Rusdiyana Tugy; Ramly Ramly; Nanik Hindariyatiningsih; Murni Nia; La Ode Safarudin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i1.8516

Abstract

This study aims to analyze the marketing strategies implemented by MSMEs in Puuwatu District and the factors influencing them. This research uses a qualitative approach with a field study design. Data was collected through interviews, observations, and documentation from informants, including officials from the Department of Industry and Trade (Disperindag), the Department of Manpower and Cooperatives (Disnakerperinkop), and MSME actors. The findings indicate that most MSMEs in Puuwatu District utilize social media as a primary marketing strategy. Platforms used include Facebook, Instagram, WhatsApp, and Telegram, as well as joining online business platforms such as GrabFood and Tokoku. Digital marketing has become an effective way to increase the market reach of MSMEs, which previously relied on traditional methods. The study found that 75% of MSME actors have successfully increased their business visibility through the use of social media and online platforms. In addition, the study identifies several factors affecting MSME marketing. Inhibiting factors include limited capital, low human resource capacity (HR), weak business networks, and limited facilities and infrastructure. Meanwhile, supporting factors for MSME marketing in Puuwatu District include digital transformation that expands market access, strengthening MSME institutions that support business sustainability, increasing MSME actors' capacity through training and mentoring, and improving accessibility to financing. These findings provide insight into the importance of utilizing technology in MSME marketing strategies to enhance competitiveness and business sustainability in the digital era. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh UMKM di Kecamatan Puuwatu serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dari informan yang terdiri dari pejabat Disperindag, Disnakerperinkop, serta pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM di Kecamatan Puuwatu memanfaatkan media sosial sebagai strategi pemasaran utama. Platform yang digunakan meliputi Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Telegram, serta bergabung dengan platform usaha online seperti GrabFood dan Tokoku. Pemasaran digital menjadi cara efektif untuk meningkatkan jangkauan pasar UMKM, yang sebelumnya bergantung pada metode tradisional. Penelitian ini menemukan bahwa 75% pelaku UMKM telah berhasil meningkatkan visibilitas usaha mereka melalui penggunaan media sosial dan platform online. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi pemasaran UMKM. Faktor penghambat meliputi keterbatasan modal, rendahnya kapasitas sumber daya manusia (SDM), lemahnya jaringan usaha, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Sementara itu, faktor pendukung pemasaran UMKM di Kecamatan Puuwatu antara lain transformasi digital yang memperluas akses pasar, penguatan kelembagaan UMKM yang mendukung keberlanjutan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan, serta aksesibilitas UMKM terhadap pembiayaan. Temuan ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi dalam strategi pemasaran UMKM untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha di era digital.
PENGARUH BUDAYA PATRIARKI TERHADAP PERAN GENDER DALAM TUGAS RUMAH TANGGA DI SUMBERSARI JEMBER Muhammad Nurul Fahmi; Musyafi Usman; Fathan Jihadul Islam; Abdul Rahman Ramadhan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i1.8517

Abstract

Patriarchy is a social system that places men in positions of power in both the public and domestic spheres, while women are positioned as subordinates. This system reinforces the unequal division of gender roles, with men as heads of households and women oriented towards domestic tasks. This study aims to analyze the influence of patriarchal culture on gender roles in the division of household tasks in the Sumbersari community, Jember, which is dominated by the Javanese and Madurese ethnic groups. The research uses a quantitative approach, with data collected through interviews and questionnaires. Data analysis is conducted using simple regression. The results of the study indicate that patriarchal culture does not have a significant influence on the division of gender roles in household tasks (significance value = 0.315). The implications of these findings suggest that other factors, such as education level and social changes, may have a greater impact on the division of gender roles. ABSTRAK Patriarki adalah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai penguasa dalam ranah publik dan domestik, sementara perempuan diposisikan subordinat. Sistem ini memperkuat pembagian peran gender yang tidak setara, dengan laki-laki sebagai kepala keluarga dan perempuan berfokus pada tugas domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya patriarki terhadap pembagian tugas rumah tangga di masyarakat Sumbersari, Jember, yang didominasi oleh suku Jawa dan Madura. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi sederhana, yaitu suatu metode statistik untuk mengukur hubungan antara dua variabel yang saling mempengaruhi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pembagian peran gender dalam tugas rumah tangga (nilai signifikansi = 0,315). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain, seperti tingkat pendidikan dan perubahan sosial, memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan pembagian tugas rumah tangga, sehingga perubahan sosial lebih mendominasi dinamika pembagian peran gender.
ANALISIS KOMPARATIF PANDANGAN MADZHAB SYAFI'I DAN HUKUM POSITIF INDONESIA TERHADAP BATASAN USIA PERNIKAHAN Muhammad Amin Syauqi; Ahyat Habibi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i1.8518

Abstract

This study provides a comparative analysis of marriage age restrictions according to the Shafi’i school of thought and Indonesian positive law. Using a qualitative-normative approach, the study explores the philosophical, sociological, and juridical dimensions of both legal systems. The findings show that the Shafi’i school employs parameters of biological maturity (baligh) and intellectual maturity (rusyd) without setting a fixed age limit, while Indonesian positive law establishes a minimum marriage age of 19 years through Law No. 16/2019. Although both aim for public welfare, the main difference lies in the flexibility of implementation and legal methodology. Harmonization between the two systems can be achieved through the marriage dispensation mechanism and the adaptation of Islamic values within the Indonesian legal framework, while still considering child protection, reproductive health, and gender equality. This study recommends enhancing public education on the importance of marriage age restrictions and the continuous harmonization of laws. ABSTRACT Penelitian ini menganalisis batasan usia pernikahan menurut Madzhab Syafi'i dan hukum positif Indonesia secara komparatif. Menggunakan pendekatan kualitatif-normatif, penelitian ini mengeksplorasi dimensi filosofis, sosiologis, dan yuridis kedua sistem hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Madzhab Syafi'i menggunakan parameter kematangan biologis (baligh) dan intelektual (rusyd), tanpa menetapkan batas usia yang pasti, sementara hukum positif Indonesia menetapkan usia minimal 19 tahun melalui UU No. 16/2019. Meskipun keduanya bertujuan untuk kemaslahatan publik, perbedaan utama terletak pada fleksibilitas implementasi dan metodologi hukum. Harmonisasi antara kedua sistem ini dapat dicapai melalui mekanisme dispensasi nikah dan penyesuaian nilai-nilai Islam dalam kerangka hukum Indonesia, dengan tetap memperhatikan perlindungan anak, kesehatan reproduksi, dan kesetaraan gender. Penelitian ini menyarankan peningkatan edukasi masyarakat mengenai pentingnya batasan usia pernikahan dan upaya harmonisasi hukum yang berkelanjutan.
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH PEDESAAN BERDASARKAN POTENSI PEMUSATAN EKONOMI (Studi Terhadap Data Podes 2024) Sulistiawati R. Kambayang; Syarwani Canon; Boby Rantow Payu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.8612

Abstract

This study aims to analyze the potential for rural regional development in Gorontalo Province based on the level of economic activity concentration using Village Potential (Podes) data for 2024. The analysis focuses on identifying the distribution of village-level economic concentration and examining the relationships between various village potentials, including transportation access, telecommunications, leading products, institutional capacity, access to financing, economic facilities, inter-village cooperation, governance quality, and coastal characteristics. The research employs a quantitative approach using descriptive statistical analysis and cross-tabulation supported by Chi-Square testing. The results from 732 villages reveal that the majority of villages (97.1%) remain in the low economic activity concentration category. The Chi-Square tests indicate no statistically significant relationship between the examined village potential variables and the level of economic activity concentration. These findings suggest that the availability of infrastructure and physical village potentials alone does not automatically lead to the agglomeration of economic activities. Therefore, rural economic development requires a more integrated approach through strengthening institutional capacity, improving human resource quality, enhancing market integration, and optimizing the management of local potentials so that villages can evolve into sustainable centers of economic growth. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengembangan wilayah pedesaan di Provinsi Gorontalo berdasarkan tingkat konsentrasi kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan data Potensi Desa (Podes) tahun 2024. Fokus kajian diarahkan pada identifikasi distribusi konsentrasi aktivitas ekonomi desa serta pengujian hubungan antara berbagai potensi desa, meliputi akses transportasi, telekomunikasi, produk unggulan, kelembagaan, akses pembiayaan, fasilitas ekonomi, kerja sama antar desa, kualitas pemerintahan, dan karakteristik wilayah pesisir. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan tabulasi silang yang dilengkapi uji Chi-Square. Hasil analisis terhadap 732 desa menunjukkan bahwa mayoritas desa (97,1%) masih berada pada kategori konsentrasi kegiatan ekonomi rendah. Uji Chi-Square mengindikasikan tidak adanya hubungan yang signifikan antara seluruh variabel potensi desa dengan tingkat konsentrasi kegiatan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur dan potensi fisik desa belum secara otomatis mendorong pemusatan aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, pengembangan ekonomi pedesaan memerlukan pendekatan yang lebih terintegrasi melalui penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, integrasi pasar, serta optimalisasi pengelolaan potensi lokal agar desa mampu berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
DARI PENOLAKAN KE PENERIMAAN STRATEGI EDUKASI TERPADU DALAM PROGRAM KB IMPLANT DAN IUD Indra Wijaya
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i1.8643

Abstract

ABSTRACT The low level of community acceptance of Long-Acting Reversible Contraceptive Methods (LARCs), particularly contraceptive implants and intrauterine devices (IUDs), remains a challenge in the implementation of the Family Planning Program due to the persistence of myths, medical misconceptions, and religiously based doubts. This study aims to analyze the process of attitude change from rejection to acceptance of contraceptive implants and IUDs through the implementation of an integrated educational strategy. The study employed a qualitative approach with a reflective case study design conducted in family planning program target areas in Banjarmasin City, involving couples of reproductive age, prospective and current contraceptive users, religious leaders, and healthcare providers selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and were analyzed thematically with triangulation to ensure data credibility. The findings indicate that the integration of medical education and religious clarification effectively reduces myths, enhances understanding, and builds community trust in contraceptive implants and IUDs. Changes in attitudes were reflected in increased openness and willingness to use LARCs, as indicated by the achievement of new LARC user ratios exceeding program targets. The study concludes that acceptance of LARCs is strongly influenced by the alignment of educational approaches with the social and religious context of the community, suggesting that integrated educational strategies have the potential to serve as a contextual and sustainable alternative model for the implementation of family planning programs. ABSTRAK Rendahnya penerimaan masyarakat terhadap Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), khususnya KB implant dan intrauterine device (IUD), masih menjadi tantangan dalam Program Keluarga Berencana (KB) akibat kuatnya mitos, miskonsepsi medis, dan keraguan berbasis pemahaman keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sikap masyarakat dari penolakan menuju penerimaan KB implant dan IUD melalui penerapan strategi edukasi terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus reflektif di wilayah binaan program KB Kota Banjarmasin, melibatkan pasangan usia subur, calon dan akseptor KB, tokoh agama, serta tenaga kesehatan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi edukasi medis dan klarifikasi keagamaan mampu mengurangi mitos, meningkatkan pemahaman, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap KB implant dan IUD. Perubahan sikap tercermin dari meningkatnya keterbukaan dan kesediaan menggunakan MKJP yang ditunjukkan oleh capaian rasio peserta KB baru yang melampaui target. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penerimaan MKJP sangat dipengaruhi oleh kesesuaian pendekatan edukasi dengan konteks sosial dan religius, sehingga strategi edukasi terpadu berpotensi menjadi model alternatif yang kontekstual dan berkelanjutan dalam pelaksanaan program KB.
ANALISIS KESESUAIAN JENIS PENGELASAN DENGAN KUAT ARUS LISTRIK TERHADAP KEKUATAN MATERIAL Muh Darwis
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.8695

Abstract

The welding process plays a strategic role in supporting advances in engineering and construction technology, as it determines the quality and reliability of material joints. This study aims to analyze the suitability of Metal Inert Gas (MIG/MIC) and Shielded Metal Arc Welding (SMAW) processes with variations in welding current on the tensile strength of low carbon steel ST 37. The research employed a laboratory experimental method by preparing V-groove specimens, followed by MIG and SMAW welding at current levels of 80 A and 120 A. All specimens were subsequently subjected to tensile testing in accordance with the ASTM E8 standard. The test results indicate that in MIG welding, increasing the current from 80 A to 120 A improved the tensile strength from 146.3 N/mm² to 168.5 N/mm². In contrast, SMAW welding achieved the highest tensile strength at 80 A, reaching 373.3 N/mm², while increasing the current to 120 A slightly reduced the tensile strength to 371.7 N/mm². Visual observations after tensile testing revealed that fracture generally occurred in the base metal or the heat-affected zone (HAZ), rather than in the weld metal, indicating that the weld joints were properly formed. These findings demonstrate that each welding method has a distinct optimum current range and cannot be uniformly applied. Therefore, selecting an appropriate welding process and current level is a critical factor in achieving optimal mechanical performance of welded joints. ABSTRAKProses pengelasan memiliki peran strategis dalam menunjang kemajuan teknologi rekayasa dan konstruksi karena menentukan kualitas dan keandalan sambungan material. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian jenis pengelasan Metal Inert Gas (MIG/MIC) dan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan variasi kuat arus listrik terhadap kekuatan tarik baja karbon rendah ST 37. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan menyiapkan spesimen berkampuh V, kemudian dilakukan pengelasan MIG dan SMAW pada variasi arus 80 A dan 120 A. Seluruh spesimen selanjutnya diuji menggunakan uji tarik mengacu pada standar ASTM E8. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada pengelasan MIG, peningkatan arus dari 80 A ke 120 A meningkatkan kekuatan tarik dari 146,3 N/mm² menjadi 168,5 N/mm². Sebaliknya, pada pengelasan SMAW, arus 80 A menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 373,3 N/mm², sedangkan peningkatan arus menjadi 120 A justru menurunkan kekuatan tarik menjadi 371,7 N/mm². Hasil pengamatan visual setelah uji tarik menunjukkan bahwa kegagalan spesimen umumnya terjadi pada daerah logam dasar atau heat affected zone (HAZ), bukan pada logam las, yang mengindikasikan bahwa sambungan las terbentuk dengan baik. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap metode pengelasan memiliki rentang arus optimum yang berbeda dan tidak dapat disamaratakan. Oleh karena itu, pemilihan jenis pengelasan dan kuat arus yang tepat menjadi faktor kunci dalam memperoleh kekuatan mekanik sambungan las yang optimal.
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI DENGAN TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN BENTO KOPI SEMARANG Ficki Hadi Pratama; Fitri Awan Arif Firmansyah
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i1.8825

Abstract

ABSTRACT The high rate of employee turnover at Bento Kopi Semarang has become a concern that negatively affects service quality, particularly because newly hired employees require an adjustment period to adequately master their job responsibilities. This situation indicates potential issues related to job satisfaction and organizational commitment, which may contribute to increased employee turnover intention. This study aims to examine the relationship between job satisfaction and organizational commitment with turnover intention among employees of Bento Kopi Semarang. The research adopts a quantitative approach with a correlational design, involving 30 employees from the waiter, barista, and kitchen divisions selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using Pearson Product Moment correlation analysis. The findings reveal that job satisfaction and organizational commitment have a negative and significant relationship with turnover intention, both partially and simultaneously. These results indicate that higher levels of job satisfaction and organizational commitment are associated with a lower tendency for employees to intend to leave the organization. Therefore, enhancing job satisfaction and strengthening organizational commitment are strategic factors that should be considered by management in efforts to reduce turnover intention and improve employee retention. ABSTRAK Tingginya tingkat turnover karyawan di Bento Kopi Semarang menjadi persoalan yang berdampak pada penurunan kualitas pelayanan, terutama karena karyawan baru membutuhkan waktu adaptasi untuk menguasai pekerjaan. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya permasalahan pada aspek kepuasan kerja dan komitmen organisasi yang berpotensi meningkatkan turnover intention karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi dengan turnover intention pada karyawan Bento Kopi Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 30 karyawan dari divisi waiter, barista, dan kitchen yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan komitmen organisasi memiliki hubungan negatif dan signifikan dengan turnover intention, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan kerja dan komitmen organisasi, semakin rendah kecenderungan karyawan untuk memiliki niat keluar dari organisasi. Oleh karena itu, peningkatan kepuasan kerja dan penguatan komitmen organisasi menjadi faktor strategis yang perlu diperhatikan manajemen dalam upaya menekan turnover intention dan meningkatkan retensi karyawan.
PERANCANGAN MEDIA BELAJAR MANDIRI BERBASIS CANVA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK SISWA TINGKATAN SMA Sulham Efendi Hasibuan; Nur Zannah Nasution; Cahaya Daulay
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i1.9122

Abstract

This study is motivated by the suboptimal use of instructional media in supporting the learning process of Islamic Religious Education (IRE) at the senior high school level. Based on the results of observations and interviews with teachers and students, learning activities are still dominated by lecture methods and the use of textbooks, resulting in limited student engagement and low learning independence. This study aims to design and examine the feasibility of a Canva-based self-learning media for Islamic Religious Education subjects at the senior high school level. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the Hannafin and Peck development model, which consists of needs analysis, design, and development and implementation stages. The developed media were evaluated in terms of validity, practicality, and effectiveness. The effectiveness test results showed a G-Score value of 0.73, which falls into the high category, indicating that the learning media are effective for use in the learning process. Therefore, the Canva-based self-learning media can serve as an innovative alternative to enhance students’ motivation, engagement, and learning independence in Islamic Religious Education at the senior high school level. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam mendukung proses belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat SMA. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru serta siswa, diketahui bahwa pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan penggunaan buku paket, sehingga siswa kurang aktif dan belum terbiasa belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji kelayakan media belajar mandiri berbasis Canva pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Hannafin dan Peck yang meliputi tahap analisis kebutuhan, desain, serta pengembangan dan implementasi. Media yang dikembangkan kemudian diuji dari aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Hasil uji efektivitas menunjukkan nilai G-Score sebesar 0,73 yang termasuk dalam kategori tinggi, sehingga media pembelajaran dinyatakan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media belajar mandiri berbasis Canva ini dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di tingkat SMA.
MODELLING OF ISLAMIC SPIRITUALITY (MUROQOBAH) AND PRO-ENVIRONMENTAL BEHAVIOR: A FACTOR ANALYSIS APPROACH. Ernawati Ernawati; Dinda Minkhatul Maula
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i1.9245

Abstract

Environmental degradation is not only an ecological issue but also a moral and spiritual challenge, highlighting the need to examine internal psychological factors that support sustainable behavior. This study aimed to validate muraqabah as an Islamic spirituality-based self-regulation construct and to test its effect on pro-environmental behavior (PEB) among Muslim university students. Using a quantitative design, the study employed item discrimination analysis, Exploratory Factor Analysis (EFA), Confirmatory Factor Analysis (CFA), and Structural Equation Modeling (SEM). Data were collected from two independent samples, comprising 105 participants in the exploratory phase and 200 participants in the confirmatory and structural phases. The findings supported the multidimensional structure of the Muraqabah Scale and showed that muraqabah had a significant positive effect on PEB (β = 0.605, p < .001). These results indicate that muraqabah strengthens moral responsibility, self-regulation, and intrinsic motivation for environmentally responsible behavior. This study offers both a psychometric contribution, by validating muraqabah as a measurable construct, and a substantive contribution, by demonstrating its role as a spiritual predictor of PEB in an Islamic higher education context. The study is limited by its cross-sectional design, self-report measures, and restricted institutional sample; future research should therefore involve more diverse populations and longitudinal designs. ABSTRAK Kerusakan lingkungan bukan hanya merupakan persoalan ekologis, tetapi juga tantangan moral dan spiritual, sehingga penting untuk mengkaji faktor-faktor psikologis internal yang mendukung perilaku berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi muraqabah sebagai konstruk regulasi diri berbasis spiritualitas Islam serta menguji pengaruhnya terhadap perilaku pro-lingkungan (pro-environmental behavior/PEB) pada mahasiswa Muslim. Dengan menggunakan desain kuantitatif, penelitian ini menerapkan analisis daya beda item, Exploratory Factor Analysis (EFA), Confirmatory Factor Analysis (CFA), dan Structural Equation Modeling (SEM). Data dikumpulkan dari dua sampel independen, yaitu 105 partisipan pada tahap eksploratori dan 200 partisipan pada tahap konfirmatori serta struktural. Hasil penelitian mendukung struktur multidimensi Skala Muraqabah dan menunjukkan bahwa muraqabah berpengaruh positif signifikan terhadap PEB (β = 0,605; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa muraqabah memperkuat tanggung jawab moral, regulasi diri, dan motivasi intrinsik untuk berperilaku ramah lingkungan. Penelitian ini memberikan kontribusi psikometrik melalui validasi muraqabah sebagai konstruk yang dapat diukur, sekaligus kontribusi substantif dengan menunjukkan perannya sebagai prediktor spiritual perilaku pro-lingkungan dalam konteks pendidikan tinggi Islam. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada desain potong lintang, penggunaan instrumen laporan diri, dan cakupan sampel yang terbatas pada institusi tertentu; oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu melibatkan populasi yang lebih beragam dan menggunakan desain longitudinal.
PENGARUH RETURN ON ASSET DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM PT WIJAYA KARYA TBK PERIODE 2014-2024 Faisal Faisal; Ahmad Maulana Irfanudin; Muhammad Yuda Alhabsyi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i1.9887

Abstract

This study is motivated by the fluctuation in the stock price of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk during 2014–2024, which reflects the importance of analyzing corporate fundamental factors in assessing market response. Although previous studies have examined the effect of profitability and firm size on stock prices, the findings remain inconsistent, thereby requiring further investigation in the context of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. This study aims to analyze the effect of Return on Assets (ROA) and firm size on the company’s stock price. The study employed a quantitative approach using secondary data in the form of annual financial statements and year-end closing stock prices of PT Wijaya Karya (Persero) Tbk for the period 2014–2024, which were analyzed using multiple linear regression, supported by classical assumption tests, t-test, F-test, coefficient of determination (R²), and adjusted R². The results show that ROA has a positive and significant effect on stock price, while firm size has a negative and significant effect on stock price. Simultaneously, ROA and firm size have a significant effect on stock price. The R² value of 0.806 indicates that 80.6% of the variation in stock price can be explained by the two independent variables, while the adjusted R² value of 0.758 indicates that the model still has strong explanatory power after adjustment for the number of variables and sample size. These findings indicate that investors not only consider the company’s ability to generate profits, but also evaluate how efficiently the company’s scale is managed in influencing market perceptions of stock price. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi harga saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk selama periode 2014–2024 yang mencerminkan pentingnya analisis faktor fundamental perusahaan dalam menilai respons pasar. Meskipun penelitian sebelumnya telah menguji pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap harga saham, hasilnya masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten, sehingga perlu pengujian lebih lanjut pada konteks PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA) dan ukuran perusahaan terhadap harga saham perusahaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan harga penutupan saham akhir tahun PT Wijaya Karya (Persero) Tbk periode 2014–2024, yang dianalisis menggunakan regresi linier berganda serta didukung oleh uji asumsi klasik, uji t, uji F, koefisien determinasi (R²), dan adjusted R². Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Secara simultan, ROA dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Nilai R² sebesar 0,806 menunjukkan bahwa 80,6% variasi harga saham dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen, sedangkan adjusted R² sebesar 0,758 menunjukkan bahwa model tetap memiliki daya jelaskan yang kuat setelah disesuaikan dengan jumlah variabel dan ukuran sampel. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor tidak hanya mempertimbangkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba, tetapi juga menilai bagaimana skala perusahaan dikelola secara efisien dalam memengaruhi persepsi pasar terhadap harga saham.