cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
ISSN : 28094042     EISSN : 28094034     DOI : https://doi.org/10.51878/knowledge.v2i2
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh para guru, dosen, pakar, ilmuan praktisi dan umum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
DRILL DUMBBELL DAN RESISTANCE BAND MENINGKATKAN KECEPATAN PUKULAN MUAY THAI Muliamin, Restu; Syarifoeddin, Elya Wibawa; Permadi, Andi Gilang
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10974

Abstract

ABSTRACT Punch speed is an important component in Muay Thai because it is closely related to attack effectiveness, scoring opportunities, and the ability to pressure opponents during matches. This study aimed to analyze the effect of punch drill training using 1 kg dumbbells and resistance bands on improving punching speed among Raja Muay Thai Mataram athletes in 2023. The study employed an experimental method with a two-group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 active athletes who were divided into two groups using the ordinal pairing technique based on the pretest results. The first group received jab punch training using 1 kg dumbbells, while the second group used resistance bands. The training program was conducted for six weeks with a frequency of three sessions per week. Data were collected using a 30-second jab punch speed test and analyzed using a t-test at a 5% significance level. The results showed that both forms of training had a significant effect on improving the athletes’ punching speed. Training using dumbbells produced a slightly higher average improvement compared to resistance bands. The findings indicate that both training methods can be used as effective, practical, and specific alternatives for improving jab punch performance in Muay Thai athletes. ABSTRAK Kecepatan pukulan merupakan salah satu komponen penting dalam olahraga Muay Thai karena berhubungan dengan efektivitas serangan, peluang memperoleh poin, dan kemampuan menekan lawan selama pertandingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan drill pukulan menggunakan dumbbell 1 kg dan resistance band terhadap peningkatan kecepatan memukul atlet Raja Muay Thai Mataram tahun 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain two group pretest-posttest design. Sampel penelitian terdiri atas 20 atlet aktif yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing berdasarkan hasil pretest. Kelompok pertama diberikan latihan pukulan jab menggunakan dumbbell 1 kg, sedangkan kelompok kedua menggunakan resistance band. Program latihan dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Pengukuran dilakukan menggunakan tes kecepatan pukulan jab selama 30 detik dan data dianalisis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bentuk latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan memukul atlet. Latihan menggunakan dumbbell menghasilkan peningkatan rata-rata yang sedikit lebih tinggi dibandingkan resistance band. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan dapat digunakan sebagai alternatif latihan yang efektif, praktis, dan spesifik untuk meningkatkan performa pukulan jab pada atlet Muay Thai.
THROW-IN PASS SCORE DAN PASSING GO MENINGKATKAN PASSING STOPPING PEMAIN SEPAKBOLA KLUB PSKT Dessitaba, Rian Andi; Yusuf, P. Muhammad; Hulfian, Lalu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10975

Abstract

ABSTRACT The ability of passing and stopping is one of the fundamental skills that plays an important role in maintaining ball possession and supporting the effectiveness of soccer performance. Based on observations of PSKT Sumbawa Barat players in 2023, players still made errors in passing and ball control, causing the flow of the game to become less effective. This study aimed to determine the effect of throw-in pass and score and passing go training on the passing stopping ability of PSKT Sumbawa Barat players in 2023. The study employed a quantitative approach using an experimental method with a two group pretest-posttest design. The sample consisted of 22 players selected through a purposive sampling technique and divided into two treatment groups. The first group received throw-in pass and score training, while the second group received passing go training. The training program was conducted for six weeks with a frequency of three sessions per week. Data were collected using a 30-second passing stopping test, while data analysis was performed using a t-test at a 5% significance level. The results showed that both forms of training had a significant effect on improving the players’ passing stopping ability. Game-based and movement-oriented training proved effective in improving passing quality, ball control, movement coordination, and decision-making skills during game situations. ABSTRAK Kemampuan passing stopping merupakan salah satu keterampilan dasar yang berperan penting dalam menjaga penguasaan bola dan mendukung efektivitas permainan sepak bola. Berdasarkan hasil pengamatan pada pemain PSKT Sumbawa Barat tahun 2023, masih ditemukan kesalahan dalam melakukan passing dan mengontrol bola sehingga alur permainan kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan throw-in pass and score dan passing go terhadap kemampuan passing stopping pemain PSKT Sumbawa Barat tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain two group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 22 pemain yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Kelompok pertama diberikan latihan throw-in pass and score, sedangkan kelompok kedua diberikan latihan passing go. Program latihan dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Pengumpulan data menggunakan tes passing stopping selama 30 detik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bentuk latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan passing stopping pemain. Latihan berbasis permainan dan pergerakan terbukti membantu pemain meningkatkan kualitas passing, kontrol bola, koordinasi gerak, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi permainan.
SHORTPASS BERPASANGAN DAN TARGET GAWANG KECIL MENINGKATKAN PASSING STOPPING Hadiansah, Riko; Syah, Herman; Hulfian, Lalu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10976

Abstract

ABSTRACT Passing-stopping ability is one of the fundamental skills that plays an important role in maintaining ball possession and building attacks in football games. This study was motivated by the low passing-stopping ability of players from Persada Football Club, Mantang Batukilang Village, as indicated by inaccurate passing direction, weak ball control, and frequent loss of possession during play. This study aimed to analyze the effect of paired shortpass training and shortpass training with a small-goal target on improving players’ passing-stopping ability. The study employed a quasi-experimental method using a two group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players who were divided into two groups using the ordinal pairing technique. The first group received paired shortpass training, while the second group received shortpass training with a small-goal target for 12 training sessions. The research instrument used was a 30-second passing-stopping test, while data analysis was conducted using a t-test at a 5% significance level. The results showed that both forms of training had a significant effect on improving players’ passing-stopping ability. Paired shortpass training helped improve movement coordination and ball control, whereas shortpass training with a small-goal target was more effective in improving passing accuracy. These findings indicate that simple variations of technical training can be used as effective and practical alternative training programs in local football club development.   ABSTRAK Kemampuan passing-stopping merupakan salah satu keterampilan dasar yang berperan penting dalam menjaga penguasaan bola dan membangun serangan dalam permainan sepak bola. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan passing-stopping pemain sepak bola Klub Persada Desa Mantang Batukilang yang ditunjukkan melalui kurang tepatnya arah umpan, lemahnya kontrol bola, dan sering terjadinya kehilangan bola saat bermain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan shortpass berpasangan dan shortpass dengan target gawang kecil terhadap peningkatan kemampuan passing-stopping pemain. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain two group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing. Kelompok pertama memperoleh latihan shortpass berpasangan, sedangkan kelompok kedua memperoleh latihan shortpass dengan target gawang kecil selama 12 kali pertemuan. Instrumen penelitian menggunakan tes passing-stopping selama 30 detik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua bentuk latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan passing-stopping pemain. Latihan shortpass berpasangan membantu meningkatkan koordinasi gerak dan kontrol bola, sedangkan latihan shortpass dengan target gawang kecil lebih efektif dalam meningkatkan akurasi umpan. Temuan ini menunjukkan bahwa variasi latihan teknik sederhana dapat digunakan sebagai alternatif program latihan yang efektif dan mudah diterapkan pada pembinaan sepak bola tingkat klub lokal.
PERAN ATHLETICS SPRINT ACADEMY DALAM PEMBINAAN SPRINTER NTB Zaili, Rio; Yusuf, Rusdiana; Supriyatnak, Kokom
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10977

Abstract

ABSTRACT Sprint athlete development in regional areas requires a well-planned training system, support from competent coaches, and sustainable organizational management to produce high-achieving athletes. This study aimed to describe the role of the Athletics Sprint Academy (ASA) Club in developing sprinter athletes to improve sports achievement in West Nusa Tenggara Province in 2025. The study employed a descriptive qualitative approach using the Context, Input, Process, Product (CIPP) evaluation model. The research subjects consisted of club administrators, coaches, and outstanding athletes of ASA Club. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that ASA has a clear development orientation as a regional sprinter training center. In the input aspect, the club is supported by coaches holding World Athletics Level 1 and 2 licenses, although it still faces limitations in training facilities and funding. In the process aspect, athlete development is carried out through structured training programs based on individualization, overload, specificity, periodization, physical monitoring, and mental support. In the product aspect, ASA athletes achieved accomplishments at regional and national levels during 2022–2024. The findings indicate that a community-based sports club can serve as an effective sprint development model when supported by strong organizational management, scientific training programs, and a sustainable development environment. ABSTRAK Pembinaan atlet sprint di daerah memerlukan sistem latihan yang terencana, dukungan pelatih kompeten, serta pengelolaan organisasi yang berkelanjutan agar mampu menghasilkan atlet berprestasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Klub Athletics Sprint Academy (ASA) dalam pembinaan atlet sprinter untuk meningkatkan prestasi olahraga di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model evaluasi Context, Input, Process, Product (CIPP). Subjek penelitian terdiri atas pengurus, pelatih, dan atlet berprestasi Klub ASA. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASA memiliki arah pembinaan yang jelas sebagai wadah pengembangan sprinter daerah. Pada aspek input, klub didukung pelatih berlisensi World Athletics Level 1 dan 2, meskipun masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan dan pendanaan. Pada aspek process, pembinaan dilaksanakan melalui program latihan terstruktur berbasis individualisasi, overload, spesifikasi, periodisasi, pemantauan fisik, dan dukungan mental atlet. Pada aspek product, atlet ASA berhasil meraih prestasi pada tingkat daerah dan nasional selama 2022–2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa klub berbasis komunitas dapat menjadi model pembinaan sprint yang efektif apabila didukung manajemen organisasi, program latihan ilmiah, dan lingkungan pembinaan yang berkelanjutan.
LATIHAN LUNGES DAN BARRIER HOP MENINGKATKAN TENDANGAN JARAK JAUH SEPAK BOLA Sohimin, Muhamad; Syah, Herman; Muhsan, Muhsan
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10979

Abstract

ABSTRACT Long-distance kicking is an important football skill because it is used to switch play, deliver lofted passes, clear the ball, and initiate attacks from defensive areas. This study aimed to determine the effects of lunges and barrier hop training on the long-distance kicking ability of SSB Balga United football players in 2023. This research used an experimental method with a two-group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players divided into two groups: a lunges training group and a barrier hop training group, with 10 players in each group. The training program was conducted over 18 sessions with a frequency of three sessions per week. The research instrument was a lofted long-pass test measured in meters. The data were analyzed using descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, homogeneity test, paired sample t-test, and independent sample t-test on gain scores. The results showed that the lunges group improved from 35.51±4.69 m to 36.59±4.46 m, with an increase of 1.08 m or 3.04%, t(9)=5.35; p<0.001. The barrier hop group improved from 35.74±4.34 m to 36.92±4.09 m, with an increase of 1.18 m or 3.30%, t(9)=8.88; p<0.001. The between-group comparison of gain scores showed t(18)=0.41; p=0.684. Therefore, both lunges and barrier hop training effectively improved long-distance kicking ability, while barrier hop showed a greater descriptive improvement but was not statistically different. ABSTRAK Tendangan jarak jauh merupakan keterampilan penting dalam sepak bola karena digunakan untuk mengalihkan permainan, mengirim umpan lambung, melakukan clearance, dan membangun serangan dari area bertahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan lunges dan barrier hop terhadap kemampuan tendangan jarak jauh pemain sepak bola SSB Balga United Tahun 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain two-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 pemain yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok latihan lunges dan kelompok latihan barrier hop, masing-masing 10 pemain. Program latihan dilaksanakan selama 18 pertemuan dengan frekuensi tiga kali per minggu. Instrumen penelitian menggunakan tes tendangan lambung atau long pass dengan satuan meter. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test terhadap skor peningkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok lunges meningkat dari 35,51±4,69 m menjadi 36,59±4,46 m, dengan peningkatan 1,08 m atau 3,04% dan nilai t(9)=5,35; p<0,001. Kelompok barrier hop meningkat dari 35,74±4,34 m menjadi 36,92±4,09 m, dengan peningkatan 1,18 m atau 3,30% dan nilai t(9)=8,88; p<0,001. Uji beda peningkatan antarkelompok menunjukkan t(18)=0,41; p=0,684. Dengan demikian, latihan lunges dan barrier hop sama-sama efektif meningkatkan kemampuan tendangan jarak jauh, sedangkan barrier hop menunjukkan peningkatan lebih besar secara deskriptif tetapi tidak berbeda signifikan secara statistik.
BOLA JALAN DAN PASS BACK PASS MENINGKATKAN KETEPATAN SHOOTING Saputra, Tomi; Syah, Herman; Muhsan, Muhsan; Hulfian, Lalu
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10980

Abstract

ABSTRACT Shooting accuracy is an important skill in football because it plays a significant role in a team’s success in scoring goals. However, youth players still frequently experience inaccurate shots due to inadequate technical control and movement coordination when performing shooting. This study aimed to determine the effect of shooting training using the moving ball and pass back pass methods on the shooting accuracy of SSB PS Duo Pringgarata players aged 13–15 years and to identify the more effective training method. The study employed an experimental method using a two group pretest-posttest design. The sample consisted of 18 players aged 13–15 years selected through purposive sampling and divided into two groups using an ordinal pairing pattern. The first group received shooting training with the moving ball method, while the second group received pass back pass training for 16 sessions. Data were collected using the Bobby Charlton shooting test and analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test at a 5% significance level. The results showed that both training methods had a significant effect on improving players’ shooting accuracy. However, the moving ball training method produced greater improvement than the pass back pass method because players could better control ball position and shooting direction before taking the shot. This study indicates that technical training delivered progressively from simple situations to more complex game-like situations can help improve the shooting accuracy of youth players. The findings of this study can be used as a reference for coaches in designing more effective shooting training programs that are appropriate to the developmental stage of youth football players. ABSTRAK Ketepatan shooting merupakan salah satu keterampilan penting dalam sepak bola karena berperan dalam keberhasilan tim mencetak gol. Namun, pemain usia muda masih sering mengalami kesalahan arah tendangan akibat kurangnya kontrol teknik dan koordinasi gerak saat melakukan shooting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan shooting dengan bola jalan dan pass back pass terhadap ketepatan shooting pemain SSB PS Duo Pringgarata KU 13–15 tahun serta menentukan metode latihan yang lebih efektif. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain two group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 18 pemain usia 13–15 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok menggunakan pola ordinal pairing. Kelompok pertama diberikan latihan shooting dengan bola jalan, sedangkan kelompok kedua diberikan latihan pass back pass selama 16 kali pertemuan. Pengumpulan data menggunakan tes Bobby Charlton shooting test, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan paired sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan shooting pemain. Namun, latihan bola jalan memberikan peningkatan yang lebih besar dibandingkan latihan pass back pass karena pemain lebih mudah mengontrol posisi bola dan arah tendangan sebelum melakukan shooting. Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan teknik yang diberikan secara bertahap dari situasi sederhana menuju situasi permainan yang lebih kompleks dapat membantu meningkatkan akurasi shooting pemain usia muda. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pelatih dalam menyusun program latihan shooting yang lebih efektif dan sesuai dengan tahap perkembangan pemain sepak bola usia muda.
DRILLING SMASH DAN STROKE SMASH MENINGKATKAN KETEPATAN SMASH BULUTANGKIS Dewi, Triana; Syah, Herman; Supriadin, Supriadin
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10981

Abstract

ABSTRACT Smash accuracy is one of the important factors in men’s doubles badminton because it is closely related to attacking effectiveness and the opportunity to score points. Based on observations conducted at PB Gor Warna Agung Ampenan, several athletes were still unable to direct the shuttlecock consistently, causing the shots to frequently hit the net or land outside the court. This study aimed to analyze the effect of drilling smash and stroke smash training on improving smash accuracy among men’s doubles badminton athletes at PB Gor Warna Agung Ampenan in 2024. The study employed a quantitative approach using an experimental method with a two group pretest-posttest design. The sample consisted of 12 men’s doubles athletes divided into two groups using the ordinal pairing technique. The research instrument used a badminton smash accuracy test based on PB PBSI standards. The treatment was carried out through drilling smash and stroke smash training programs implemented progressively during the training period. Data were analyzed using descriptive statistics and the t-test at a 5% significance level. The results showed that both training methods had an effect on improving the athletes’ smash accuracy. Drilling smash training was more effective in improving shot direction consistency, while stroke smash training helped athletes adapt their shots to more dynamic game situations. Therefore, both training methods can be used as alternative programs for developing smash techniques in men’s doubles badminton athletes. ABSTRAK Ketepatan smash menjadi salah satu faktor penting dalam permainan bulutangkis ganda putra karena berkaitan dengan efektivitas serangan dan peluang memperoleh poin. Berdasarkan hasil observasi di PB Gor Warna Agung Ampenan, masih ditemukan atlet yang belum mampu mengarahkan shuttlecock secara konsisten sehingga pukulan sering menyangkut net atau keluar lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan drilling smash dan stroke smash terhadap peningkatan ketepatan smash atlet ganda putra bulutangkis PB Gor Warna Agung Ampenan tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain two group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 12 atlet ganda putra yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing. Instrumen penelitian menggunakan tes ketepatan smash bulutangkis mengacu pada standar PB PBSI. Perlakuan diberikan melalui program latihan drilling smash dan stroke smash yang dilakukan secara bertahap selama periode latihan. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan pengaruh terhadap peningkatan ketepatan smash atlet. Latihan drilling smash lebih efektif dalam meningkatkan konsistensi arah pukulan, sedangkan latihan stroke smash membantu atlet menyesuaikan pukulan dalam situasi permainan yang lebih dinamis. Dengan demikian, kedua metode latihan dapat digunakan sebagai alternatif program pembinaan teknik smash pada atlet ganda putra bulutangkis.
LATIHAN WING FAKE DAN PASS THROUGH MENINGKATKAN AKURASI PASSING SEPAK BOLA Hidayat, Wahyu; Hulfian, Lalu; Suriyatno, Adi
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v5i4.10986

Abstract

ABSTRACT Passing accuracy is one of the fundamental skills that plays an important role in football because it is closely related to ball possession, attack development, and teamwork among players. In youth player development, technical training needs to be designed through game situations so that players not only master basic movements but are also able to make decisions during play. This study aimed to analyze the effect of Wing Fake and Pass Through training on improving the passing accuracy of SSB Pakargen U12 players in 2024. The study employed a quasi-experimental method using a two groups pretest-posttest design. The sample consisted of 20 players who were divided into two treatment groups, namely the Wing Fake training group and the Pass Through training group. Data were collected using a target passing accuracy test, while data analysis employed descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, and t-tests. The results showed that both groups experienced improvements in passing accuracy after participating in the training program. The Wing Fake training demonstrated a higher descriptive improvement compared to Pass Through, although the difference between the two groups was not statistically significant. These findings indicate that game-based training involving space manipulation, movement, targets, and decision-making can serve as an effective alternative training model in youth football development. ABSTRAK Akurasi passing merupakan salah satu keterampilan dasar yang berperan penting dalam permainan sepak bola karena berkaitan dengan penguasaan bola, pembangunan serangan, dan kerja sama antarpemain. Pada pembinaan usia dini, latihan teknik perlu dikembangkan melalui situasi permainan agar pemain tidak hanya menguasai gerakan dasar, tetapi juga mampu mengambil keputusan dalam permainan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Wing Fake dan Pass Through terhadap peningkatan akurasi passing pemain SSB Pakargen U12 Tahun 2024. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan desain two groups pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok latihan Wing Fake dan kelompok latihan Pass Through. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes akurasi passing ke sasaran, sedangkan analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan kemampuan akurasi passing setelah mengikuti program latihan. Latihan Wing Fake menunjukkan peningkatan deskriptif yang lebih tinggi dibandingkan Pass Through, meskipun perbedaan peningkatan kedua kelompok tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan berbasis situasi permainan yang melibatkan manipulasi ruang, gerak, target, dan pengambilan keputusan dapat menjadi alternatif model latihan yang efektif dalam pembinaan sepak bola usia dini.