cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 144 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN MULTISENSORY DALAM PENGGUNAAN MEDIA ABADUS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROSES BELAJAR BACA SISWA KELAS 2 SDN 2 PRIYOSO ANDIKA ADINANDA SISWOYO; ARIS SETIAWAN; ASNI ASNI; KHOFIFATUN NABILAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1311

Abstract

Multisensory is an approach to learning that focuses on the five human senses, one of which is in the process of learning to read for elementary school students. This type of research is a classroom action research entitled Application of a Multisensory Approach in the Use of ABADUS media as an Effort to Improve the Reading Learning Process of Class 2 SDN 2 Priyoso Students. The research was conducted to see whether students' reading learning process while at school after the pandemic occurred, did they experience problems or vice versa. This study aims to determine how much understanding and ability of grade 2 students at SDN 2 Priyoso in the process of learning to read using the ABADUS media with the multisensory approach. The benefit of this research is to know the reading process ability of grade 2 students of SDN 2 Priyoso with the help of ABADUS media using a multisensory approach. As for the multisensory approach where grade 2 students/students can carry out activities that involve touching, hearing, writing and seeing in the application and use of ABADUS media. In the implementation of this study using two cycles, based on the results of the data obtained that cycle 1 students experienced a little difficulty and in cycle 2 students were able to improve the reading learning process with the help of multisensory ABADUS media. ABSTRAKMultisensory merupakan salah satu pendekatan pada pembelajaran yang berfokus pada panca indra manusia memiliki manfaat salah satunya dalam proses belajar membaca siswa SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berjudul Penerapan Pendekatan Multisensory dalam Penggunaan media ABADUS Sebagai Upaya Penigkatan Proses Belajar Baca Siswa Kelas 2 SDN 2 Priyoso. Penelitian dilakukan untuk melihat proses belajar membaca siswa saat di sekolah pasca adanya pandemi, apakah mengalami kendala atau sebaliknya. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa pemahaman dan kemampuan siswa kelas 2 di SDN 2 Priyoso dalam proses belajar membaca dengan menggunakan bantuan media ABADUS pada pendekatan multisensory. Manfaat dari penelitian ini mengetahui kemampuan proses membaca siswa kelas 2 SDN 2 Priyoso dengan bantuan media ABADUS yang menggunakan pendekatan Multisensory. Adapun dalam pendekatan multisensory dimana siswa/peserta didik  kelas 2 dapat melakukan kegiatan yang melibatkan perabaan, pendengaran, menulis dan melihat dalam penerapan dan penggunaan media ABADUS. Pada pelaksanaan penelitian ini menggunakan dua siklus, berdasarkan hasil data yang diperoleh bahwa siklus 1 siswa mengalami sedikit mengalami kesulitan dan pada siklus 2 siswa sudah mampu dalam peningkatan proses belajar membaca dengan bantuan media ABADUS secara multisensory.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXSTUAL TEACHING LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS 4 SDN SALAM ADIT SETYO BUDI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1312

Abstract

This study aims to determine the understanding of fourth grade students at SD Negeri Salam. This research is motivated by the existence of learning problems carried out by students during learning activities. Based on the results of direct observations in grade 4 SD Negeri Salam, the level of understanding of students' concepts is still very low. This is evidenced by the initial data of 15 students who scored above the KKM or about 70% of the total 21 students. Students in grade 4 SDN Salam tend to use memorization without being directly involved in learning so that students only memorize but cannot apply and lack knowledge widely. There are still some children who still have difficulty reading so it is difficult to understand the material presented by the teacher. This study uses a qualitative and quantitative approach with the subject of the fourth grade students of SD Negeri Salam. In collecting data, researchers used the methods of observation, interviews, documentation and tests. The data analysis technique used is data reduction, data display, and drawing conclusions. To test the validity of the data used credibility test with triangulation method. Based on the results of the study, it can be concluded that there is an increase in students' understanding in class IVSD Negeri Salam, namely by an increase from cycle 1 to cycle 2. the percentage increased from 30% to 100%. Several reasons that can improve student understanding are by using the CTL learning model that is carried out in learning. So that students can be more active and participate directly in the teaching and learning process. So that students experience an increase in students' understanding of concepts in grade IV SD Negeri Salam. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa Kelas IV di SD Negeri Salam. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan belajar yang dilakukan oleh siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran.Berdasarkan hasil pengamatan langsung di kelas 4 SD Negeri Salam, tingkat pemahaman konsep siswa masih sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan data awal peserta didik 15 siswa yang mendapatkan nilai di atas KKM atau sekitar 70% dari keseluruhan yang berjumlah 21 siswa. Siswa di kelas 4 SDN Salam cenderung menggunakan hafalan tanpa terlibat langsung dalam pembelajaran sehingga siswa hanya hafal saja tetapi tidak dapat mengaplikasikan dan kurangnya pengetahuan secara luas.Masih ada beberapa anak yang masih kesulitan membaca sehingga sulit untuk memahami materi yang disampaikan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengansubjek yaitu siswa kelas IV SD Negeri Salam. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data digunakan uji kredibilitas dengan triangulasi metode. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman siswa di kelas IVSD Negeri Salam yaitu dengan adanya peningkatan dari siklus 1 ke siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aspek kognitif yaitu pemahaman siswa dengan nilai rata-rata kelasnya 75 kemudian meningkat menjadi 82, serta presentasenya meningkat dari 30% menjadi 100%. Beberapa sebab yang dapat meningkatkan pemahaman siswa yaitu dengan menggunakan model pembelajaran CTL yang dilakukan pada pembelajaran. Sehingga siswa dapat lebih aktif dan ikut berpartisipasi langsung kedalam proses belajar mengajar. Sehingga siswa mengalami peningkatan pemahaman konsep siswa di kelas IV SD Negeri Salam.
IMPELEMENTASI MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN PATOLOGI MANUSIA DI PENDIDIKAN VOKASI KESEHATAN: STUDI PENDAHULUAN NURBAITI NURBAITI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1313

Abstract

The purpose of this study was to conduct a preliminary study in implementing mind maps for health vocational students at the Department of Radiodiagnostic Engineering and Radiotherapy at the Health Poltekkes, Ministry of Health, Jakarta II during the Covid-19 pandemic. The students were given a group task to make a mind map according to the theme. At the end of the semester they present their work. The assessment is carried out by the lecturer. The assessment was carried out on group presentations and mind map displays. The mind map display varies. The use of mind maps gave them a new experience in the learning process, but this was not able to assess the level of students understanding on these themes. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk melalukan studi pendahuluan dalam mengimplementasikan mind map pada mahasiswa pendidikan vokasi kesehatan di Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta II di masa pandemi Covid-19. Mahasiswa diberikan tugas kelompok membuat mind map sesuai tema yang telah ditentukan. Di akhir semester mereka mempresentasikan mind map tersebut. Penilaian dilakukan oleh dosen pengampu mata kuliah, dilihat dari penyajian tema saat presentasi kelompok dan tampilan mind map. Tampilan mind map bervariasi. Penggunaan mind map memberikan pengalaman baru dalam proses belajar, namun belum dapat menilai tingkat pemahaman mahasiswa pada tema tersebut.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI RANGKAIAN LISTRIK DI MTs ATTAQWA 03 BEKASI RENA SETYANINGSIH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1314

Abstract

Problem-based learning models can be used alternative learning models that are varied for students. This problem-based learning model is applied to the electrical circuit material in class IX MTs Attaqwa 03 Bekasi, with the aim of improving student understanding and learning outcomes. Problem-based learning approach is a learning model designed to solve problems faced scientifically so that students gain important knowledge. Students are invited to be directly involved in the learning process and solve problems authentically. Problem-based learning is used to stimulate higher-order thinking in problem-oriented situations, including learning how to learn. This learning model can be used as an alternative learning that provides a meaningful experience for students and teachers. The impact of learning is an understanding of how knowledge relates to the real world, and how to use knowledge in solving complex problems. The results showed that in the assessment of product skills, 1 group was worth enough, 3 groups were good, and 2 groups were very good. For the assessment of presentation skills, 2 groups have sufficient value, 2 groups are good, and 2 groups are very good. Meanwhile, in the assessment of knowledge on multiple choice tests, the individual got a percentage of 83.33% with 5 students out of 30 students scoring below the KKM, which is below 75 on the multiple choice test, and passing 100% on the oral test. The conclusion in this study is that the problem-based learning model can be applied to the electrical circuit material at MTs Attaqwa 03 Bekasi. ABSTRAKModel pembelajaran berbasis masalah dapat digunakan alternatif model pembelajaran yang variatif pada siswa. Model pembelajaran berbasis masalah ini diterapkan pada materi rangkaian listrik di kelas IX MTs Attaqwa 03 Bekasi, dengan tujuan pemahaman dan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan. Pendekatan pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu  model pembelajaran yang dirancang untuk menyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah agar siswa mendapat pengetahuan penting. Siswa diajak terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan memecahkan permasalahan secara autentik. Pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk merangsang berfikir tingkat tinggi dalam situasi berorientasi masalah, termasuk didalamnya belajar bagaimana belajar. Model pembelajaran ini bisa dijadikan salah satu alternatif belajar yang memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa dan guru. Dampak pembelajaran adalah pemahaman tentang kaitan pengetahuan dengan dunia nyata, dan bagaimana menggunakan pengetahuan dalam pemecahan masalah kompleks. Hasil penelitian menunjukkan pada penilaian keterampilan produk 1 kelompok bernilai cukup, 3 kelompok baik, dan 2 kelompok sangat baik. Untuk penilaian keterampilan presentasi 2 kelompok bernilai cukup, 2 kelompok baik, dan 2 kelompok sangat baik. Sedangkan pada penilaian pengetahuan tes pilihan ganda secara individu mendapat porsentase 83,33% dengan 5 siswa dari 30 siswa mendapat nilai dibawah KKM yaitu dibawah 75 pada tes pilihan ganda, dan lulus 100% pada tes lisan. Kesimpulan pada penelitian ini model pembelajaran berbasis masalah dapat diterapkan pada pada materi rangkaian listrik di MTs Attaqwa 03 Bekasi.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN MOBILE LEARNING VERSI ANDROID DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI GERAK PADA MANUSIA KELAS VIII AHMAD RAIHAN
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1335

Abstract

The purpose of this study was to determine the increase in student learning outcomes in using the android version of the mobile learning media on human motion material in class VIII.. This study used a pre-experimental design method with the type of one group pretest-posttest. The subjects of this study were students of class VIII SMPI Shirathu Al Rahman. The sample was determined purposively. The instrument used in the form of cognitive tests C1-C4 and non-test in the form of a questionnaire student responses. The results of improving learning outcomes are evidenced by the acquisition of Sig 0.000 <0.05 and the N-Gain value of students 0.6 (medium) so that it can be said that the android version of mobile learning media can improve student learning outcomes and help teachers achieve learning goals. The learning media used get a good response so that the mobile learning media makes students able to get information not only through books but also through their smartphone and can be opened anytime and anywhere. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dalam menggunakan media pembelajaran mobile learning versi android pada materi gerak manusia di kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dengan tipe one group pretest-posttest. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPI Shirathu Al Rahman. Sampel ditentukan secara purposive. Instrumen yang digunakan berupa tes kognitif C1-C4 dan nontes berupa kuesioner (angket) respon peserta didik. Hasil peningkatan hasil belajar dibuktikan dengan perolehan Sig 0,000 < 0,05 dan nilai N-Gain peserta didik 0,6 (sedang) sehingga dapat dikatakan media mobile learning versi android dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Media pembelajaran yang digunakan mendapatkan respon baik sehingga media mobile learning membuat peserta didik mampu mendapatkan informasi tidak hanya melalui buku tetapi juga dapat melalui smartphone yang ia miliki dan dapat dibuka kapan saja dan dimana saja.
PENERAPAN MEDIA MONOPOLI UNTUK MENINGKATKAN KELANCARAN BERBAHASA PADA SISWA KELAS 2 SDN PALESANGGAR 5 YUNITA TRI WIDIANTI; ISMANIYAH ISMANIYAH; ALBERTINA NOVIANA KEHI; HELLENIA YUYUN; ANDIKA ADINANDA SISWOYO
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1336

Abstract

This study aims to determine the application of monopoly media to improve language fluency in Grade 2 students of SDN Palesanggar 5. The type of research used is descriptive qualitative research with data collection using interviews,observation and dokumentation.This research involved 2nd grade students of SDN Palesanggar 5 Pamekasan. Language is a process carried out to practice communication skills. Language skills are needed from an early age to get the message that a writer wants to convey. Language skills are very useful for everyone, especially children in elementary school education. Language skills are very necessary to keep up with the times, because with language one will gain new knowledge and experience. Action research in two cycles and each cycle includes: planning stage, implementation stage of activities and research results. The results showed that in the first cycle who met the presentase > 70 were 2 students meanwhile, in cycle 2, 11 students met the presentase < 70. Therefore, it can be concluded that monopoly media has a significant influence in improfing launguage fluency. ABSTRAKPada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Media Monopoli Untuk Meningkatkan Kelancaran Berbahasa Pada Siswa Kelas 2 SDN Palesanggar 5. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan hasil belajar,wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan siswa kelas 2 SDN Palesanggar 5 Pamekasan. Berbahasa adalah proses yang dilakukan untuk melatih keterampilan dalam berkomunikasi. Keterampilan berbahasa sangat diperlukan sejak dini untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh seorang penulis. Kemampuan berbahasa sangat bermanfaat untuk semua orang khususnya anak pada pendidikan sekolah dasar. keterampilan berbahasa sangat diperlukan untuk mengikuti perkembangan zaman, karena dengan berbahasa seorang akan memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman yang baru. Penelitian tindakan dalam dua siklus dan masing-masing siklus meliputi: tahap perencanaan tahap pelaksanaan kegiatan dan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama yang memenuhi presentase > 70 adalah 2 siswa sedangkan pada siklus 2 yang memenuhi presentase < 70 adalah 10 siswa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa media monopoli memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kelancaran berbahasa.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ADAPTASI TUMBUHAN MELALUI PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MULIYANI OLVAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1398

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of class VI B MIN 8 Tabalong students on the concept of Plant Adaptation caused by the learning methods used by teachers still not attracting students' interest and causing boredom so that one solution used is to use interactive multimedia in the learning process. This study aims to determine the impact of using interactive multimedia on improving student learning outcomes. The research methodology used is the CAR model with 2 cycles where each cycle consists of 2 meetings. The object of the research is 19 people in class VI B MIN 8 Tabalong. The results showed an increase in learning outcomes in each cycle which was indicated by an increase in the percentage of students' mastery in cycle 1 by 45% to 76% in cycle 2 so that it could be concluded that there was an increase in student learning outcomes. In addition, there was also an increase in students' curiosity, enthusiasm, and involvement in the learning process. The increase in student activity makes students' interest in learning also increase, resulting in increased learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas VI B MIN 8 Tabalong pada konsep Adaptasi Tumbuhan yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang digunakan oleh guru masih belum menarik minat siswa dan menimbulkan kebosanan sehingga salah satu solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan multimedia interaktif dalam proses pembelajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan multimedia interaktif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Metodologi penelitian yang digunakan adalah model PTK dengan 2 siklus dimana masing-masing siklus terdiri atas 2 kali pertemuan. Objek penelitannya berjumlah 19 orang di kelas VI B MIN 8 Tabalong. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar di setiap siklusnya yang ditunjukkan oleh meningkatnya persentase ketuntasan siswa pada siklus 1 sebesar 45% menjadi sebesar 76% pada siklus 2 sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Selain itu juga terjadi peningkatan rasa ingin tahu, semangat, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Peningkatan aktifitas siswa tersebut menjadikan minat belajar siswa juga turut meningkat sehingga menghasilkan peningkatan hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARING DENGAN PENDEKATAN EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KOPANG LALU BURDA; HARNOLI HARNOLI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1635

Abstract

This study aims to improve the learning achievement of fifth grade students of SD Inpres Bangkala II in science subjects using a cooperative model with an experimental approach. The approach used is a qualitative approach with the type of classroom action research (CAR). The research was carried out in two cycles, each cycle consisting of 3 meetings. Each meeting uses a research procedure consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were the fifth grade students of SD Negeri 1 Kopang, totaling 32 students. The instruments used in this study were observation, evaluation tests, field notes and documentation, while the data collection techniques used observation techniques, test techniques and documentation. The data analysis used is descriptive analysis and qualitative data analysis. The results of student learning achievement through the learning outcomes of fifth graders at SD Negeri 1 Kopang In the first cycle, the criteria are Less (K) 31.25%, while in the second cycle, the criteria are Very good (SB) 84.37%, so it can be concluded that by using The cooperative model with the experimental approach can improve the learning achievement of fifth graders at SD Negeri 1 Kopang in science subjects. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SD Inpres Bangkala II pada mata pelajaran IPA menggunakan model Kooperatif dengan pendekatan Eksperimen. Pendektan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) Penelitian dilaksanakan selama dua siklus yang tiap siklusnya terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan menggunakan prosedur penelitian terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Kopang yang berjumlah 32 siswa. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes evaluasi, catatan lapangan dan dokumentasi sedangkan pada Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriftif dan analisis data kualitatif. Hasil Prestasi belajar siswa melalui hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Kopang Pada siklus I berada pada kriteria Kurang (K) 31,25% sedangkan pada siklus II berada pada kriteria Sangat baik (SB) 84,37% sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model Kooperatif dengan pendekatan Eksperimensn dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 1 Kopang pada mata pelajaran IPA.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BEWUDU MELALUI METODE DEMONSTRASI YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PESERTA DIDIK DI KELAS VII SMP NEGERI 21 PONTIANAK KHOMSATUN KHOMSATUN
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1636

Abstract

The purpose of the study was to determine the teacher's efforts to improve Bewudu Skills through the Demonstration Method combined with Audio Visual Media for Students in Class VII C of SMP Negeri 21 Pontianak. The technique used is qualitative description. Classroom Action Research (CAR) Procedures. The results showed that the results of taharah (ablution) learning in seventh grade students of SMP Negeri 21. The results showed that the use of audio-visual media by applying the demonstration method had a positive impact on improving students' ablution skills, which was marked by an increase in students' learning mastery in each cycle, namely the first cycle 73.52% and the second cycle 94.11%. The use of audio-visual media by applying the demonstration method can make students feel that they are getting attention and the opportunity to express opinions, ideas, ideas and questions. By learning to use audio-visual media by applying the demonstration method, learning Islamic Religious Education is more fun ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui upaya guru Meningkatkan Keterampilan Bewudu Melalui Metode Demonstrasi yang dikombinasikan dengan Media Audio Visual Pada Peserta Didik di Kelas VII C SMP Negeri 21 Pontianak. teknik yang digunakan deskripsi kualitatif. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian bahwa hasil pembelajaran thaharah (wudhu) pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 21. Hasil penelitian bahwa penggunaan media audio visual dengan menerapkan metode demonstrasi memiliki dampak positif dalam meningkatakan keterampilan wudhu peserta didik yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar peserta didik dalam setiap siklus yaitu siklus I 73,52 % dan siklus II 94,11 %. Penggunaan media audio visual dengan menerapkan metode demonstrasi dapat menjadikan peserta didik merasa dirinya mendapat perhatian dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, gagasan, ide dan pertanyaan. Dengan pembelajaran menggunakan media audio visual dengan menerapkan metode demonstrasi,pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam lebih menyenangkan
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERMUTASI DAN KOMBINASI BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA DI SMKN 1 PURWOASRI ABDUR ROCHIM
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1637

Abstract

This study aims to (1) analyze the errors of students with high math skills in solving permutations and combinations (2) analyze the errors of students with moderate math skills in solving permutations and combinations (3) analyze the errors of students with low math skills in solving permutations and combinations. This research is a qualitative descriptive study using the research subject of class XII SMK Negeri 1 Purwoasri totaling three students. Selection of research subjects based on mathematical ability. Data collection techniques in this study using test and interview techniques. The main instrument is the researcher himself, the supporting instruments are the permutation and combination test sheets and interview guidelines. The validity of the data used using time triangulation. Data analysis is done by data reduction, presentation and conclusion. Based on the results of data analysis and discussion, it was concluded that the subjects with high mathematical abilities did not make mistakes in solving permutations and combinations according to Newman's theory of errors. Students with high math skills have a high understanding of concepts so they tend to make little or no mistakes in solving permutation and combination problems. Meanwhile, subjects with moderate and low math abilities did not make mistakes in reading and understanding permutations and combinations. But make mistakes in transforming processes, processing skills and writing final answers. This is due to the lack of understanding of the concept of permutations and combinations, lack of understanding and interpretation of question sentences, lack of accuracy in calculations and lack of practice questions or the application of formulas. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kesalahan siswa berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal permutasi dan kombinasi (2) menganalisis kesalahan siswa berkemampuan matematika sedang dalam menyelesaikan soal permutasi dan kombinasi (3) menganalisis kesalahan siswa berkemampuan matematika rendah dalam menyelesaikan soal permutasi dan kombinasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan subjek penelitian kelas XII SMK Negeri 1 Purwoasri berjumlah tiga siswa. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan pada kemampuan matematika. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkan teknik tes dan wawancara. Instrumen utama adalah peneliti sendiri, instrumen pendukung adalah lembar tes permutasi dan kombinasi serta pedoman wawancara. Keabsahan data yang digunakan menggunakan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian dan dan simpulan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi tidak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal permutasi dan kombinasi menurut teori kesalahan Newman. Siswa berkemapuan matematika tinggi memiliki pemahamann konsep yang ringgi pula sehingga cenderung sedikit atau bahkan tidak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal permutasi dan kombinasi. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak melakukan kesalahan dalam membaca dan memahami soal permutasi dan kombinasi. Tetapi melakukan kesalahan dalan transformasi proses, ketrampilan proses dan menuliskan jawaban akhir. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman konsep permutasi dan kombinasi, kurangnya pemahaman dan interpretasi kalimat soal, kurangnya ketelitian dalam perhitungan dan kurangnya latihan soal atau penerapan rumus.

Page 6 of 15 | Total Record : 144