cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 140 Documents
PENERAPAN METODE BLENDED LEARNING UNTUK MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA EVA PURWANTI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1638

Abstract

This study aims to: 1). Growing Students' Interest in Learning through the Application of Blended Learning Methods in Indonesian Language Subjects in class IX of SMP Negeri 3 Singkawang. 2). The strategy carried out by the teacher in Fostering Student Interest in Learning through the Application of the Blended Learning Method in Indonesian Language Subjects in Class IX of SMP Negeri 3 Singkawang. The stages (phases) of learning with the Blended Learning Method are: 1). Determine teaching materials, 2) Determine the design of the blended learning used, and 3). Set the online learning format. and 4). Carry out a test of the design made. After the application of the Blended Learning Method to Grow Student Interest in Indonesian Language Subjects in class IX SMP Negeri 3 Singkawang was used in the classroom learning process, it was found that there was a change in the increase in student learning outcomes in the cognitive domain. When the evaluation was carried out, the results were much improved when compared to the learning outcomes in the speech text material in the previous Indonesian language subject with the lecture method alone. Of the 28 students, almost all 26 students or equivalent to 92.85% achieved the minimum learning mastery set for learning Indonesian while 2 students or equivalent to 7.14% obtained learning outcomes below the KKM, which is 70. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: 1). Menumbuhkan Minat Belajar Siswa melalui Penerapan Metode Blended Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IX SMP Negeri 3 Singkawang. 2). Strategi yang dilakukan oleh guru dalam Menumbuhkan Minat Belajar Siswa melalui Penerapan Metode Blended Learning Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IX SMP Negeri 3 Singkawang. Adapun Tahapan-tahapan (Fase) pembelajaran dengan Metode Blended Learning yaitu: 1). Menetapkan materi ajar, 2) Menetapkan rancangan dari blended learning yang digunakan, dan 3). Menetapkan format pembelajaran online. Dan 4). Melakukan uji dari rancangan yang dibuat. Setelah Penerapan Metode Blended Learning untuk Menumbuhkan Minat Belajar siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IX SMP Negeri 3 Singkawang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas, diketahui terjadi perubahan dalam peningkatan pemerolehan hasil belajar siswa pada ranah kognitif. Ketika dilakukan evaluasi diperoleh hasil yang jauh meningkat jika dibandingkan dengan hasil belajar pada materi Teks pidato pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sebelumnya dengan metode ceramah saja. Dari 28 siswa hampir seluruh siswa 26 orang atau setara dengan 92,85% mencapai ketuntasan belajar minimum yang ditetapkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia sedangkan 2 orang atau setara dengan 7,14% memperoleh hasil belajar di bawah KKM yaitu 70.
PENERAPAN PEMBELAJARANNUMBERED HEADS TOGETHER(NHT) PADA MATERI IKATAN KIMIA SITI ZULFIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1639

Abstract

The purpose of this article is to describe the application of Numbered Heads Together (NHT) learning, in order to be able to improve student learning outcomes. The research was conducted by giving pre-tests to students to determine students' initial abilities before learning, then subjected to the treatment of the Numbered Heads Together (NHT) learning model. on the subject of Chemical Bonds for 6 hours of lessons with 2 meetings. After finishing the lesson, a post-test was given to determine the improvement of student learning outcomes. The results of observations showed that the activity of researchers in the first cycle of action reached a score of 90% and the results of observing student activities reached 83.75%. While the final test of the second cycle of action obtained students who did not achieve the minimum completeness criteria (KKM) totaled 3 people (10.72%) while students who achieved the completeness criteria scores were 25 people (89.28%), the results of observations on the activities of researchers at The second cycle of action obtained a score of 94.2% and the results of observing student activities reached 93.75%. Thus, it can be concluded that the Numbered Heads Together (NHT) learning model can improve student learning outcomes in the Chemical Bond material. ABSTRAKTujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan Penerapan Pembelajaran Numbered Heads Together (NHT),agar mampumeningkatkan hasil belajar siswa.Penelitian dilakukan dengan cara memberikan pre-test pada siswa untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum pembelajaran, selanjutnya dikenakan perlakuan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) pada materi Ikatan Kimia selama 6 jam pelajaran dengan 2 kali pertemuan. Setelah selesai pembelajaran, diberikan post-test untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Hasil observasi terdapat aktivitas peneliti pada tindakan siklus I mencapai skor 90% dan hasil observasi aktivitas siswa mencapai 83,75%. Sedangkan tes akhir tindakan siklus II diperoleh siswa yang tidak mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) berjumlah 3 orang (10,72%) sedangkan siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan berjumlah 25 orang (89,28%), hasil observasi terhadap aktivitas peneliti pada tindakan siklus II memperoleh skor 94,2% dan hasil observasi aktivitas siswa mencapai 93,75%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Ikatan Kimia.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERBASIS MASALAH DI KELAS IX.3 SMP NEGERI 2 WATANSOPPENG NORMAWATI NORMAWATI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1640

Abstract

This research is motivated by the uneven distribution of learning activities in class IX.3 SMP Negeri 2 Watansoppeng. The learning outcomes of Class IX .3 students of SMP Negeri 2 Watansoppeng in Indonesian subjects still need to be improved, because there are still as many as 18 students (51%) whose learning outcomes are below the KKM, so they must participate in remedial activities. The purpose of this study was to determine the increase in activity and learning outcomes of Indonesian subjects through the application of the problem-based snowball throwing learning model. With the implementation of the problem-based snowball throwing learning model, students become more active through problem-making activities in the form of questions that are shaped like balls and then thrown to other students, each of which students answer questions from the balls obtained orally. An increase in learning activities which in the initial conditions averaged 69% (Poor) to an average of 79% (Enough) in Cycle I and an average of 92% (Very Good) in Cycle II. The increase in learning activities has the effect of increasing learning outcomes as evidenced by the increase in the average value of the initial conditions from 76.17 to 80.91 in Cycle I and 84.11 in Cycle II, and followed by an increase in student learning mastery, which in the initial condition was 19 people (54%) rose to 26 people (74%) in Cycle I and 33 people (94%) in Cycle II, or only 2 people (6%) had remedies. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi belum meratanya aktivitas belajar di kelas IX.3 SMP Negeri 2 Watansoppeng. Hasil belajar siswa Kelas IX .3 SMP Negeri 2 Watansoppengpada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia masih perlu ditingkatkan, karena masih ada sebanyak 18 siswa (51%) hasil belajarnya dibawah KKM, sehingga harus mengikuti kegiatan remidi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui penerapan model pembelajaran snowball throwing berbasis masalah. Dengan diterapkannya model pembelajaran snowball throwing berbasis masalah membuat siswa menjadi lebih aktif melalui kegiatan membuat masalah berupa pertanyaan yang dibentuk seperti bola kemudian dilempar ke peserta didik lain yang masing-masing siswa menjawab pertanyaan dari bola yang diperoleh secara lisan. Peningkatan aktivitas belajar yang pada kondisi awal rata-rata 69% (Kurang) menjadi rata-rata 79% (Cukup) di Siklus I dan rata-rata 92% (Sangat Baik) di Siklus II. Peningkatan aktivitas belajar membawa pengaruh peningkatan hasil belajar yang dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata–rata kondisi awal 76.17 menjadi 80.91 pada SiklusI dan 84.11 pada Siklus II, serta diikuti dengan peningkatan ketuntasan belajars iswa, yang padak ondisi awal adalah 19 orang (54%) naik menjadi 26 orang (74%) pada SiklusI dan 33 orang (94%) pada Siklus II ,atau hanya 2 orang (6%) yang remedi.
PENGARUH PRESTASI BELAJAR DENGAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAIH SUKSES PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 7 DEPOK RUMINTANG MARBUN
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1641

Abstract

This study aims to determine the effect of student learning achievement with family support in achieving success in class XI IPS at SMA Negeri 7 Depok. This research is included in the type of correlational quantitative descriptive research. The population of this study were all students of class XI Social Sciences at SMA Negeri 7 Depok in the 2019/2020 academic year as many as 255 students divided into 7 classes. Samples were taken by random sampling as many as 80 students. There are two variables studied, namely family relationships as the independent variable and student learning outcomes as the dependent variable. Data were taken by questionnaire and psychological scale. The data obtained were analyzed using product moment correlation analysis. The results of the descriptive analysis of percentages show that the family relationship of class XI IPS students at SMA Negeri 7 Depok is in the medium criteria with a percentage of 67.34% while student learning outcomes are included in the medium criteria with a percentage of 67.96%. The results of the correlation analysis obtained a correlation coefficient of 0.459. At = 5% with N = 80 obtained tcount = 0.220. Because ttable = 0.459 > ??tcount = 0.220, which means there is a relationship between family relationships and learning outcomes of class XI students at SMA N 7 Depok. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prestrasi belajar siswa dengan dukungan keluarga dalam meraih sukses kelas XI IPS SMA Negeri 7 Depok. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Depok Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 255 siswa yang terbagi dalam 7 kelas . Sampel diambil secara random sampling sebanyak 80 siswa. Variabel yang diteliti ada dua yaitu hubungan keluarga sebagai variabel bebas dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat. Data diambil dengan angket dan skala psikologis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil analisis deskriptif persentase menunjukkan bahwa hubungan keluarga siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Depok adalah dalam kriteria sedang dengan persentase 67,34% sedangkan hasil belajar siswa termasuk kriteria sedang yaitu dengan persentase 67,96%. Hasil analisis korelasi memperoleh koefisien korelasi 0,459. Pada ? = 5% dengan N = 80 diperoleh thitung = 0,220. Karena ttabel = 0,459 > thitung = 0,220, yang berarti ada hubungan antara hubungan keluarga dan hasil belajar siswa kelas XI di SMA N 7 Depok.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA PESERTA DIDIK MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF KELAS V SD NEGERI BILE TENGAK ARIPI ARIPI; ROHANI ROHANI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1642

Abstract

The purpose of this study was to determine the extent to which the communicative approach was able to give the right influence on the speaking skills of elementary school students. The method used in this study was action research. This research was conducted at SD Negeri Bile Tengak, the research subjects were 24 students of class V-A consisting of 11 male students and 13 female students. The participants involved in this research are the researchers themselves who act as teachers who teach in class V-A and class V-B teachers as collaborators. The instrument used in this study is an observation sheet. There is a significant difference in speaking skills through a communicative approach in fifth grade students with the theme “Objects in the Surrounding Environment,” sub-theme “Humans and the Environment”. In the first cycle, 13 students (54.17%) completed, and 11 students (45.83%) had not completed. Meanwhile, in the second cycle of the second theme "Events in Life", the sub-theme "Various Events in Life", 18 students (75%) completed, and 6 students (25%) did not complete with an average score of 80. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pendekatan komunikatif mampu memberikan pengaruh yang tepat pada keterampilan berbicara siswa Sekolah Dasar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Bile Tengak, subyek penelitian siswa kelas V-A sejumlah 24 siswa yang terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Partisipan yang terlibat di dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang berperan sebagai guru yang mengajar di kelas V-A dan guru kelas V-B sebagai kolaborator.Instrumen yang digunakan dalam penelitian iniadalah lembar observasi.Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, maka kesimpulan dari hasil penelitian ini adalahTerdapat peningkatan yan signifikan keterampilan berbicara melalui pendekatan komunikatif pada siswa kelas V dengan tema satu “Benda-benda di Lingkungan Sekitar,” subtema “Manusia dan Lingkungan”. Pada siklus I sebanyak 13 siswa (54,17%) tuntas, dan 11 siswa (45,83%) belum tuntas. Sedangkan pada siklus II tema dua, Peristiwa dalam Kehidupan”, subtema “Macam-macam Peristiwa dalam Kehidupan”, sebanyak 18 siswa (75 %) tuntas, dan 6 siswa (25%) belum tuntas dengan nilai rata-rata 80.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PERSAMAAN KUADRAT MELALUI METODE EXPLICIT INSTRUCTION BAGI PESERTA DIDIK KELAS IX PRAMUDJI ENI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1643

Abstract

This study aims to improve mathematics learning outcomes for the Quadratic Equation material in class IXA students of SMP Negeri 1 Piyungan semester 1 for the 2022/2023 academic year through the application of the explicit instruction method. The type of action taken is learning by applying the explicit instruction method, which is carried out in two cycles and each cycle consists of two meetings. Data collection techniques used are observation and test learning outcomes. Observation techniques were used to record data about the interaction activities of students in groups, classroom management and teacher teaching. Learning outcomes test is used to measure the success rate of student learning outcomes on the subject matter. The implementation technique, the teacher presents the material step by step, in groups the students discuss completing the LKPD (initial training), then individually do the independent test (advanced training). Data on student learning outcomes were analyzed using quantitative descriptive techniques. The results showed that from the average value of 66.29 with a completeness of 25.58% in the initial conditions, after the first cycle of action the average value increased to 75.81 with a completeness of 70.97%, and in the first cycle II the average score increased to 85.81 with a completeness of 87.10%. The conclusion of the researcher is that the results of learning Mathematics for students in class IXA of SMP Negeri 1 Piyungan, Bantul Regency increased after the implementation of the explicit instruction method in learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika materi Persamaan Kuadrat pada Peserta Didik kelas IXA SMP Negeri 1 Piyungan semester 1 Tahun Pelajaran 2022/2023 melalui penerapan metode explicit instruction. Jenis tindakan yang dilakukan adalah pembelajaran dengan penerapan metode explicit instruction, yang dilaksanakan sebanyak dua siklus dan setiap siklus terdiri dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes hasil belajar. Teknik observasi digunakan untuk merekam data tentang aktivitas interaksi Peserta Didik dalam kelompok, pengelolaan kelas dan guru mengajar. Tes hasil belajar digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan hasil belajar peserta didik terhadap materi pelajaran. Teknik pelaksanaan, guru menyajikan materi tahap demi tahap, secara berkelompok peserta didk berdiskusi menyelesaikan LKPD (pelatihan awal), kemudian secara individu mengerjakan tes mandiri (pelatihan lanjutan). Data hasil belajar peserta didik dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari rata-rata nilai yakni sebesar 66,29 dengan ketuntasan sebesar 25,58% pada kondisi awal, setelah dilakukan tindakan siklus I rata-rata nilai meningkat menjadi 75,81 dengan ketuntasan sebesar 70,97%, dan pada siklus II rata-rata nilai meningkat menjadi 85,81 dengan ketuntasan sebesar 87,10%. Simpulan peneliti adalah hasil belajar Matematika materi Persamaan Kuadrat peserta didik kelas IXA SMP Negeri 1 Piyungan Kabupaten Bantul meningkat setelah diterapkannya metode explicit instruction dalam pembelajaran.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING MELALUI MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 2B SD PUJOKUSUMAN 1 YOGYAKARTA SULFIATI SULFIATI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1644

Abstract

This study aims to improve the process of learning to read aloud through the media of illustrated stories in class IIB students of SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta and the ability to read aloud through the media of illustrated stories in class 2B students of SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta. This type of research is classroom action research. The subjects of this study were students of class IIB SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta for the academic year 2021/2022, totaling 28 students. This research design refers to the classroom action research design according to Kemmis and Mc Taggart. This research took place in two cycles. Data collection methods used in this study were tests, observations, and documentation. Quantitative data was analyzed by descriptive statistics by looking for the mean value, while qualitative data was analyzed from observation notes. The results of this study indicate that the use of illustrated story media can improve the process of learning to read aloud. This is indicated by the process of learning to read aloud for grade 2B students of SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta in the 2021/2022 academic year using illustrated story media. This is indicated by an increase in each meeting presenting different media for picture stories and more interesting picture story texts. This causes the students' ability to read aloud to increase. The increase in the ability to read aloud through the media of illustrated stories in the first cycle of the first meeting was 6 values ??from the initial condition of 66 increasing to 72. In the second cycle it increased by 12, the initial condition of 66 increased to 78. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses pembelajaran membaca nyaring melalui media cerita bergambar pada siswa kelas IIB SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta dan kemampuan membaca nyaring melalui media cerita bergambar pada siswa kelas 2B SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIB SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 28 siswa. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas menurut Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis dengan statistik deskriptif dengan mencari nilai rerata, sedangkan data kualitatif dianalisis dari catatan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media cerita bergambar dapat meningkatkan proses pembelajaran membaca nyaring. Hal ini ditunjukkan dengan adanya proses pembelajaran membaca nyaring siswa kelas 2B SD Negeri Pujokusuman 1, Yogyakarta tahun ajaran 2021/2022 menggunakan media cerita bergambar mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada setiap pertemuan menyajikan media cerita bergambar yang berbeda dan teks cerita bergambar yang lebih menarik. Hal ini menyebabkan kemampuan membaca nyaring siswa meningkat. Peningkatan kemampuan membaca nyaring melalui media cerita bergambar pada siklus I pertemuan pertama sebesar 6 nilai dari kondisi awal 66 meningkat menjadi 72. Pada siklus II meningkat sebesar 12, kondisi awal 66 meningkat menjadi 78.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS VI SDI NGEDUMEE MARIA SARVIOLA SALE
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1645

Abstract

The purpose of this study was to determine student learning outcomes in science learning about electrical circuits. Learning electric circuits is considered a difficult task. Students tend to be silent and do not have the courage to express their ideas and opinions clearly so that in practice, the acquisition of learning outcomes is still low and has not r1eached minimum completeness. The research was carried out on conventional learning before the implementation of the jigsaw type cooperative learning model.The purpose of this study was to determine the effectiveness of the jigsaw cooperative learning model in learning about electrical circuits after the Jigsaw cooperative learning model was applied in cycle I and cycle II.The research method used is Classroom Action Research which consists of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were 20 grade VI students of SDI Ngedume’e. Data collection techniques used are observation, and tests. Overall the data obtained were analyzed through the following stages: data reduction, data presentation, and conclusions. Based on the results of the research obtained, it can be concluded that the results of pre-action in electrical assembly skills are still lacking. After the action was carried out with the application of the jigsaw type cooperative learning model in improving the learning of electrical circuit skills and could show an increase in the moderate to good category. The final results of this study indicate that the jigsaw type of cooperative learning model is used in electric circuit learning and can improve students' competence in electrical assembly skills. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA tentang rangkaian listrik.Pembelajaran rangkaian listrik dianggap sebagai suatu yang sulit. Siswa cenderung diam dan tidak punya keberanian untuk mengungkapkan ide serta pendapatnya yang jelas sehingga dalam pelaksanaannya,perolehan hasil belajar yang masih rendah dan belum mencapai ketuntasan minimal. Penelitian dilaksanakan pada pembelajaran secara konvensional sebelum diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran tentang rangkaian listrik setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siklus I dan siklus II.Metode penelitian yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas VI SDI Ngedumee. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan tes. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis melalui tahap-tahap: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa hasil pra tindakan dalam keterampilan merangkai listrik tergolong masih kurang. Setelah tindakan dilakukan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan pembelajaran keterampilan rangkaian listrik serta dapat menunjukkan adanya peningkatan sedang hingga berkategori baik. Hasil akhir penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw digunakan dalam pembelajaran rangkaian listrik serta dapat meningkatkan kompotensi siswa dalam keterampilan merangkai listrik
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR (LKS) BERBASIS GUIDED INQUIRY PADA MATERI KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (KSP) UNTUK KELAS XI SMA/MA YOSI FITRI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1646

Abstract

One of learning materials that can be used to develop students' comprehension of solubility product constant (Ksp) is guided inquiry based worksheet. This worksheet was constructed by using guided inquiry cycle consisting of orientation, exploration, concept formation, application, and closure. This research aimed to produce a learning material in the form of worksheets that has been valid, practice and effective so it can be used as learning materials for students at the second grade of senior high school. Type of this research is Research and Development (R&D), a research that produces a specific product and tests its effectiveness. Development model used in this research is ADDIE (analysis, design, develop, implement and evaluation). This worksheet was validated by 3 validators and was given practicality questioner to 5 chemistry theacher and then was used by 32 student at the second grade of SMAN 8 Padang in academic year 2015/2016. Validity result analysis showed that momen kappa is 0,81 which can be categorized as very high. Practicality result analysis based on theacher and student response showed that practicality value is 0,73 and 0,93, which can be categorized as high and very high. From effectiveness test, the majority of students 97% completed scoring above the KKM so showed that there was a significance result before and after used this worksheet with mean score 60,94 and 83,13. By using this worksheet may give positive effect and decrease the negative activities. Based on the data, it can be concluded that guided inquiry based worksheet on solubility product constant (Ksp) that has been produced are valid, practical and effective. ABSTRAKSalah satu bahan ajar yang dapat digunakan untuk mengembangkan pemahaman siswa tentang konstanta hasil kali kelarutan (Ksp) adalah LKS berbasis inkuiri terbimbing. Lembar kerja ini disusun dengan menggunakan siklus inkuiri terbimbing yang terdiri dari orientasi, eksplorasi, pembentukan konsep, aplikasi, dan penutupan. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar berupa LKS yang telah valid, praktis dan efektif sehingga dapat digunakan sebagai bahan ajar siswa kelas II SMA. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D), yaitu penelitian yang menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifannya. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi). LKS ini divalidasi oleh 3 validator dan diberikan angket praktik kepada 5 guru kimia kemudian digunakan oleh 32 siswa kelas II SMAN 8 Padang tahun pelajaran 2015/2016. Hasil analisis validitas menunjukkan bahwa momen kappa adalah 0,81 yang dapat dikategorikan sangat tinggi. Analisis hasil kepraktisan berdasarkan respon guru dan siswa menunjukkan bahwa nilai kepraktisan adalah 0,73 dan 0,93 yang dapat dikategorikan tinggi dan sangat tinggi. Dari uji keefektifan, sebagian besar siswa 97% menyelesaikan skor di atas KKM sehingga menunjukkan bahwa ada hasil yang signifikan sebelum dan sesudah menggunakan LKS ini dengan skor rata-rata 60,94 dan 83,13. Dengan menggunakan lembar kerja ini dapat memberikan efek positif dan mengurangi kegiatan negatif. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis inkuiri terbimbing pada konstanta hasil kali kelarutan (Ksp) yang telah dihasilkan adalah valid, praktis dan efektif.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN STRUKTUR TEKS CERITA SEJARAH MENGGUNAKAN GENIUS LEARNING PADA SISWA XII MAN 1 KOTA BANDUNG IIS SUHARTI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i3.1709

Abstract

The purpose of this research is to improve the skills of compiling historical story structures for students XII IPA-D MAN 1 Bandung City Semester 1 for the 2022/2023 school year by applying a genius learning strategy. This type of research is classroom action research. The results showed that the average score resulting from this initial activity only reached 64.53. This average shows that the skills of compiling historical story structures for students XII IPA-D Semester 1 MAN 1 Bandung City when pre-action is carried out are low. In the implementation of the cycle I actions, this was not entirely successful. In general, the results of students' historical story writing were quite good, but there is still something to be improved. In terms of process, student attention, and student activity in the learning process must be further improved. The implementation stage of the second cycle of historical stories experienced a significant increase from the first cycle. The percentage of learning situations increased from the action by 75%. 70% of students' attention to lessons and 69% of students' activeness in teaching and learning. These three aspects are classified as sufficient qualifications. Meanwhile, the atmosphere of the learning process in class is 85%, including the assessment of good qualifications. In cycle I to cycle II has increased. Based on the results and discussion in this study, it can then be concluded that the following actions in this research are considered successful if in the implementation of the actions students have attention to learning, enthusiasm for learning, and actively ask and answer. There is an increase in every aspect of the assessment from pre-action to cycle II. Students can benefit from using genius learning strategies in practicing compiling historical story structures. Teachers find it easier to impart knowledge and develop the potential for compiling historical story structures. ABSTRAKTujuan penelitian ini, adalah meningkatkan keterampilan menyusun struktur cerita sejarah siswa XII IPA-D MAN 1 Kota Bandung Semester 1 tahun pelajaran 2022/2023 dengan menerapkan strategi genius learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor yang dihasilkan dari kegiatan awal ini hanya mencapai 64,53. Rata-rata tersebut menunjukkan bahwa keterampilan menyusun struktur cerita sejarah siswa XII IPA-D Semester 1 MAN 1 Kota Bandung saat dilakukan pratindakan termasuk rendah. Pada pelaksanaan tindakan siklus I ini belum sepenuhnya berhasil, hasil tulisan cerita sejarah siswa secara garis besar memang sudah cukup bagus, namun masih ada yang harus ditingkatkan. Dari segi proses, perhatian siswa, dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran harus lebih ditingkatkan. Tahap pelaksanaan tindakan siklus II cerita sejarah mengalami peningkatan yang signifikan dari pada siklus pertama. Persentase situasi belajar naik dari pada tindakan sebesar 75 %. Perhatian siswa tehadap pelajaran sebesar 70 % dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar sebesar 69 %. Ketiga aspek tersebut tergolong dalam kualifikasi cukup. Sedangkan, suasana proses pembelajaran di kelas sebesar 85 %, termasuk penilaian kualifikasi baik. Pada siklus I sampai pada siklus II telah mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam Penelitian ini, maka kemudian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut tindakan dalam penelitian ini dianggap berhasil apabila dalam pelaksanaan tindakan siswa memiliki perhatian terhadap pembelajaran, semangat belajar, dan aktif bertanya jawab. Adanya peningkatan setiap aspek penilaian dari pratindakan sampai siklus II.Siswa dapat merasakan manfaat penggunaan strategi genius learning dalam melakukan praktik menyusun struktur cerita sejarah Guru merasa lebih mudah dalam memberikan ilmu serta mengembangkan potensi menyusun struktur cerita sejarah.

Page 7 of 14 | Total Record : 140