cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 164 Documents
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR MELALUI MEDIA GEOBOARD PADA SISWA KELAS IV SD Harahap, Rizki Dwi Aprilia; Purba, Diva Egita; Siburian, Parasina Caroldion Br; Namira, R. Nazra Fitri
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i3.8217

Abstract

ABSTRACT Understanding plane geometry concepts is one of the basic competencies that must be mastered by elementary school students, particularly those in Grade III, who are at the concrete operational stage of cognitive development. However, in instructional practice, many students experience difficulties in distinguishing types of plane figures and understanding their properties because the material is abstract and teaching methods do not sufficiently involve manipulative activities. This condition indicates the need for concrete learning media that can help students build understanding through direct experience. This article aims to describe the effectiveness of using geoboard media in improving Grade III elementary school students’ understanding of plane geometry concepts. The method used in writing this article is a literature study combined with simple observations of the learning process involving the use of a geoboard. The study begins with problem identification, followed by the collection of relevant references, observation of learning activities, and descriptive analysis of changes in students’ understanding. The findings indicate that the use of a geoboard helps students understand shapes, sides, angles, and the characteristics of plane figures more concretely because students can directly see and construct the figures. This medium also increases learning motivation, student engagement, and spatial thinking ability. Geoboard is a concrete medium that is effective and appropriate for improving elementary school students’ understanding of plane geometry concepts. ABSTRAK Pemahaman konsep bangun datar merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa sekolah dasar, khususnya pada jenjang kelas III, yang berada pada tahap perkembangan berpikir konkret. Namun, dalam praktik pembelajaran, banyak siswa mengalami kesulitan dalam membedakan jenis bangun datar dan memahami sifat-sifatnya karena materi bersifat abstrak dan metode pembelajaran kurang melibatkan aktivitas manipulatif. Kondisi ini menunjukkan perlunya media pembelajaran konkret yang dapat membantu siswa membangun pemahaman melalui pengalaman langsung. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas penggunaan media geoboard dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa kelas III SD. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur serta pengamatan sederhana terhadap proses pembelajaran yang melibatkan penggunaan geoboard. Penelitian ini diawali dengan identifikasi masalah, dilanjutkan dengan pengumpulan referensi yang relevan, pengamatan aktivitas pembelajaran, serta analisis deskriptif terhadap perubahan pemahaman siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan geoboard membantu siswa memahami bentuk, sisi, sudut, dan karakteristik bangun datar secara lebih konkret karena siswa dapat melihat dan membentuk bangun datar secara langsung. Media ini juga meningkatkan motivasi belajar, keaktifan siswa, serta kemampuan berpikir spasial mereka. Geoboard merupakan media konkret yang efektif dan layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep bangun datar pada siswa sekolah dasar.
DIFUSI INOVASI DALAM TRANSFORMASI PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN: TANTANGAN DAN IMPLEMENTASI DI SMK Naufal, Naufal; Maksum, Hasan; Novaliendry, Doni
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.8985

Abstract

The transformation of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in Vocational High Schools (Sekolah Menengah Kejuruan/SMK) has become a strategic agenda in responding to changing workforce competency demands driven by digitalization, automation, and industrial dynamics. However, various vocational education innovations formulated through national policies are not always optimally implemented at the school level. This study aims to analyze the transformation of SMKs from a diffusion of innovations perspective by examining the types of innovations that have emerged, patterns of adoption within educational institutions, and factors influencing the success and constraints of their implementation. The study employs a qualitative approach through a targeted literature review and policy document analysis, which are thematically synthesized to identify general trends and dynamics in the adoption of vocational education innovations. The findings indicate that SMK transformation occurs in the form of innovation packages encompassing the strengthening of link and match, the implementation of teaching factory models, industry-based project learning, competency certification, and the digitalization of learning. Innovation adoption tends to be partial and gradual due to differences in human resource readiness, infrastructure availability, the quality of industry partnerships, and change management at the school level. Innovations are adopted more rapidly when their benefits are directly perceived, aligned with the practical culture of SMKs, trialable on a limited scale, and easily observable in their outcomes. This study concludes that accelerating TVET transformation in SMKs requires diffusion strategies oriented toward strengthening teacher capacity, systematic change management, and the development of sustainable school–industry networks. ABSTRAKTransformasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi agenda strategis dalam merespons perubahan kebutuhan kompetensi dunia kerja yang dipicu oleh digitalisasi, otomasi, dan dinamika industri. Namun, berbagai inovasi pendidikan vokasi yang dirancang melalui kebijakan nasional tidak selalu terimplementasi secara optimal di tingkat sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi SMK melalui perspektif difusi inovasi dengan menelaah bentuk inovasi yang berkembang, pola adopsi di satuan pendidikan, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan hambatan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur terarah dan analisis dokumen kebijakan, yang disintesis secara tematik untuk mengidentifikasi kecenderungan umum dan dinamika adopsi inovasi pendidikan vokasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi SMK berlangsung dalam bentuk paket inovasi yang mencakup penguatan link and match, penerapan teaching factory, pembelajaran berbasis proyek industri, sertifikasi kompetensi, serta digitalisasi pembelajaran. Pola adopsi inovasi cenderung bersifat parsial dan bertahap akibat perbedaan kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan infrastruktur, kualitas kemitraan industri, serta tata kelola perubahan di tingkat sekolah. Inovasi lebih cepat diadopsi ketika manfaatnya dirasakan secara langsung, selaras dengan kultur praktik SMK, dapat diuji coba dalam skala terbatas, dan hasilnya mudah diamati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa percepatan transformasi PTK di SMK memerlukan strategi difusi inovasi yang berorientasi pada penguatan kapasitas pendidik, pengelolaan perubahan yang sistematis, serta pengembangan jejaring sekolah–industri yang berkelanjutan.
PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN DIRI GURU ANAK USIA DINI Harianto, Jimi; Safitri, Amanda Ajeng; Alfadila, Eva
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v5i4.9017

Abstract

Early Childhood Education (ECE) teachers must continually adapt their roles to support children's character development and meet evolving educational needs. Beyond educating, teachers act as facilitators and innovators, which requires ongoing professional development. This study examines how technology supports early childhood teachers' self-development, identifies factors that influence its implementation, and analyzes its impact on professional growth. The research uses a library research method, collecting and analyzing relevant books, journal articles, and research reports. Findings show that Information and Communication Technology (ICT) is central to ECE teachers' professional development. Digital infrastructure, including internet access, hardware, software, and online platforms, allows teachers to access resources, collaborate, and design innovative lessons. Effective ICT use not only engages students with digital materials but also encourages teachers to innovate and adapt their methods to current educational demands. The success of ICT integration depends on available facilities, teachers' digital skills, and institutional support. ABSTRAKPeran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi pembentukan karakter anak dituntut untuk terus berkembang seiring kemajuan zaman. Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai fasilitator dan inovator dalam menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, yang memerlukan pengembangan kompetensi profesional secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penerapan teknologi dalam pengembangan diri guru PAUD, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapannya, serta menganalisis dampak teknologi terhadap peningkatan kemampuan profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui tinjauan dan analisis terhadap sumber-sumber tertulis seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan dengan fokus kajian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berperan sentral dalam pengembangan profesi guru PAUD. Infrastruktur digital seperti akses internet, perangkat keras, perangkat lunak, dan platform daring memungkinkan guru mengakses sumber belajar, berkolaborasi, dan mendesain pembelajaran inovatif. Penerapan TIK yang sistematis tidak hanya merangsang keaktifan peserta didik melalui eksplorasi materi digital, tetapi juga mendorong guru untuk berinovasi dan menyesuaikan metode pengajaran dengan tuntutan pendidikan kontemporer. Keberhasilan integrasi TIK sangat dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas, kompetensi digital guru, serta dukungan kelembagaan.
IMPLEMENTASI PROGAM TAHSIN ALQUR’AN SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ALQUR’AN SISWA MAN TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Fauzi, M.; Imamah, Rizkia Fifiqotul; Wijaya, Abdul Latif Akbar; Mufarikhah, Zumrotul
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i1.9652

Abstract

ABSTRACT Variations in Qur’anic reading proficiency among Madrasah Aliyah students, particularly in Grade X where some students have not yet mastered the hijaiyah letters and accurate articulation (makharijul huruf), indicate a gap between the expected graduate competency standards and the students’ actual level of Qur’anic literacy at school. This study focuses on examining how the Tilawati-based Tahsin Al-Qur’an program is integrated into the madrasah curriculum and how it contributes to improving students’ reading skills and learning motivation in the 2025/2026 academic year. The research employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and document analysis, and were analyzed using data reduction, data display, and interactive conclusion drawing. The findings reveal that the integration of the Tilawati method as a compulsory local content subject establishes a structured and consistent tiered learning system. The implementation of staged evaluations through daily assessments, semester examinations, and munaqosyah promotes progressive improvement in Qur’anic reading skills according to grade level and fosters a clear achievement orientation among students. In addition to enhancing pronunciation accuracy and the application of tajwid rules, the program also strengthens learning motivation through measurable competency standards and a transparent evaluation system. Therefore, the Tilawati-based Tahsin program functions not only as an intervention to improve reading skills but also as a strategic effort to cultivate sustained commitment to Qur’anic learning within the Madrasah Aliyah environment. ABSTRAK Variasi kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan peserta didik Madrasah Aliyah, khususnya pada siswa kelas X yang sebagian belum menguasai huruf hijaiyah dan ketepatan makharijul huruf, menunjukkan adanya kesenjangan antara standar kompetensi lulusan dan capaian faktual literasi Al-Qur’an di sekolah. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pelaksanaan program Tahsin Al-Qur’an berbasis metode Tilawati diintegrasikan ke dalam kurikulum madrasah serta bagaimana kontribusinya terhadap peningkatan kemampuan membaca dan motivasi belajar siswa Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi metode Tilawati sebagai muatan lokal wajib membentuk sistem pembelajaran berjenjang yang terstruktur dan konsisten. Penerapan evaluasi bertahap melalui penilaian harian, ujian semester, dan munaqosyah mendorong peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an secara progresif sesuai tingkat kelas serta membangun orientasi capaian yang jelas bagi siswa. Selain memperbaiki kualitas pelafalan dan ketepatan tajwid, program ini juga menumbuhkan motivasi belajar melalui standar kompetensi yang terukur dan sistem evaluasi yang transparan. Dengan demikian, program Tahsin berbasis Tilawati tidak hanya berfungsi sebagai intervensi peningkatan keterampilan membaca, tetapi juga sebagai strategi penguatan komitmen belajar Al-Qur’an yang berkelanjutan di lingkungan Madrasah Aliyah.
ANALISIS KELAYAKAN BAHASA BUKU TEKS PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V SD BAB 1 Diani, Rahmah Zabita
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i1.10168

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the linguistic feasibility and the representation of Pancasila values in the Grade V Pendidikan Pancasila Student Book, Chapter 1, “Pancasila dalam Kehidupanku.” This study is motivated by the important role of textbooks as primary learning resources that not only deliver content but also shape students’ character, while specific studies focusing on linguistic and visual aspects in Pancasila education textbooks remain limited. The research employs a qualitative approach using content analysis of texts, illustrations, and learning activities. Data were collected through document analysis and examined based on language feasibility indicators established by the National Education Standards Agency (BSNP), as well as the appropriateness of the presentation of Pancasila values. The analysis process involved stages of identification, classification, interpretation, and conclusion drawing. The results indicate that the language used in the book is communicative, simple, and appropriate to the cognitive development of elementary school students. The illustrations and learning activities are also relevant and help students understand concepts and relate them to their daily lives. Overall, the book meets the criteria of feasibility in terms of language and value presentation, making it suitable as a teaching material that supports contextual learning in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan bahasa serta representasi nilai-nilai Pancasila dalam Buku Siswa Pendidikan Pancasila kelas V Bab 1 “Pancasila dalam Kehidupanku”. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya buku teks sebagai sumber utama pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membentuk karakter peserta didik, sementara kajian spesifik terkait aspek kebahasaan dan visual dalam buku Pendidikan Pancasila masih terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap teks, ilustrasi, dan aktivitas pembelajaran. Data diperoleh melalui studi dokumentasi dan dianalisis berdasarkan indikator kelayakan bahasa menurut standar Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) serta kesesuaian penyajian nilai-nilai Pancasila. Proses analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam buku tergolong komunikatif, sederhana, dan sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa sekolah dasar. Ilustrasi dan aktivitas pembelajaran yang disajikan juga relevan serta mampu membantu siswa memahami konsep dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, buku tersebut memenuhi kriteria kelayakan dari aspek kebahasaan dan penyajian nilai, sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar yang mendukung pembelajaran kontekstual di sekolah dasar.
AMANAT AGUNG SEBAGAI FONDASI EPISTEMOLOGIS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: TELAAH TEOLOGIS ATAS MATIUS 28:19-20 Hura, Zurlin
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i1.9902

Abstract

ABSTRACT This study aims to explore the Great Commission as a foundation of knowledge for the development of Christian religious education. The focus of this study is to understand how the principles contained in the Great Commission can serve as a theoretical and practical basis in creating a learning model oriented towards discipleship and spiritual transformation. The main question in this study is how the Great Commission builds the epistemological foundation of Christian religious education and its impact on teaching practices. The methodology used in this study is a theological qualitative approach with a biblical text analysis approach in Matthew 28:19–20, supported by a literature review related to Christian religious education and theological epistemology. This approach allows for a systematic interpretation of the text in its appropriate context to discover relevant teaching values. The novelty of this study lies in the integration of theological and epistemological perspectives in the context of Christian religious education. The findings of this study indicate that the Great Commission places an emphasis on discipleship and teaching and offers a strong epistemological basis for planning a comprehensive, transformative, and contextually appropriate curriculum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Amanat Agung sebagai landasan pengetahuan untuk pengembangan pendidikan agama Kristen. Fokus dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip yang terdapat dalam Amanat Agung bisa menjadi dasar teoretis dan praktis dalam menciptakan model pembelajaran yang berorientasi pada pemuridan dan perubahan spiritual. Pertanyaan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana Amanat Agung membangun dasar epistemologis pendidikan agama Kristen dan dampaknya pada praktik pengajaran. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif teologis dengan pendekatan analisis teks Alkitab pada Matius 28:19–20, didukung oleh tinjauan pustaka yang berkaitan dengan pendidikan agama Kristen dan epistemologi teologis. Pendekatan ini memungkinkan untuk menafsirkan teks secara sistematis dan dalam konteks yang sesuai guna menemukan nilai-nilai pengajaran yang relevan. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengintegrasian sudut pandang teologis dan epistemologis dalam konteks pendidikan agama Kristen. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Amanat Agung memberikan penekanan pada pemuridan dan pengajaran serta menawarkan dasar epistemologis yang kuat untuk merencanakan kurikulum yang komprehensif, transformatif, dan sesuai dengan konteks.
PENDIDIKAN SEKS DI SMPN: MEMBANGUN KESADARAN DAN PEMAHAMAN REMAJA Yuliana, Rindi Astika; Waroka, Linda Ardiya
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i1.9990

Abstract

ABSTRACT Sex education in Indonesia remains a controversial issue, particularly at the junior high school level, resulting in limited adolescent understanding of reproductive health. This study aims to analyze how sex education at SMPN X Yogyakarta fosters adolescents’ awareness and understanding, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in its implementation. This research employs a qualitative approach with a case study design, involving one guidance counselor and four ninth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that prior to formal sex education, students had very limited knowledge and were largely influenced by inaccurate information from peers and social media. The implementation of sex education in schools has been shown to improve students’ understanding of reproductive health, correct misconceptions, and promote more responsible behavior, such as the ability to resist peer pressure and increased self-awareness. However, its implementation still faces several challenges, including social stigma, embarrassment, limited instructional time, and cultural as well as institutional constraints. Therefore, a more comprehensive and interactive approach, along with support from parents and educational policies, is needed to enhance the effectiveness of sex education in schools. ABSTRAK Pendidikan seks di Indonesia masih menjadi isu kontroversial, khususnya di tingkat sekolah menengah pertama, sehingga berdampak pada rendahnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendidikan seks di SMPN X Yogyakarta membangun kesadaran dan pemahaman remaja, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan satu guru BK dan empat siswa kelas IX yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mendapatkan pendidikan seks formal, siswa memiliki pengetahuan yang sangat terbatas dan cenderung dipengaruhi oleh informasi yang tidak akurat dari teman sebaya dan media sosial. Implementasi pendidikan seks di sekolah terbukti mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang kesehatan reproduksi, meluruskan miskonsepsi, serta membentuk perilaku yang lebih bertanggung jawab, seperti kemampuan menolak tekanan teman sebaya dan meningkatkan kesadaran diri. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan, seperti stigma sosial, rasa malu, keterbatasan waktu pembelajaran, serta pengaruh budaya dan kebijakan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, interaktif, serta dukungan dari orang tua dan kebijakan pendidikan untuk meningkatkan efektivitas pendidikan seks di sekolah.
INOVASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS GAME BASED LEARNING MELALUI INTEGRASI WORDWALL Rahmah, Ivana Maulia
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i1.10537

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology demands innovation in Islamic Religious Education (PAI) learning. However, the implementation of Game-Based Learning (GBL) in PAI remains limited, and studies specifically discussing the use of Wordwall as an interactive learning medium are still scarce. This study aims to explore the potential of Wordwall in PAI learning through a Game-Based Learning approach. The method used was library research with a qualitative approach through content analysis of literature obtained from Google Scholar and SINTA. The findings indicate that Wordwall provides various game templates relevant to PAI materials to support quizzes, memorization, classification, discussions, and learning evaluation activities. The use of Wordwall is also associated with increased student motivation, participation, and engagement in the learning process while assisting teachers in conducting evaluations through available analytical features. In addition, Wordwall is capable of creating a more enjoyable, interactive, and student-centered learning environment. However, its implementation still faces challenges related to internet connectivity and teachers’ readiness to integrate technology into learning. Therefore, Wordwall has the potential to become an innovative and relevant learning medium for PAI in the digital era when supported by adequate Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) competencies and technological facilities. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, penerapan Game-Based Learning (GBL) dalam pembelajaran PAI masih belum optimal dan kajian yang secara khusus membahas pemanfaatan platform Wordwall sebagai media pembelajaran interaktif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Wordwall dalam pembelajaran PAI melalui pendekatan Game-Based Learning. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis isi terhadap literatur yang diperoleh dari Google Scholar dan SINTA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wordwall menyediakan berbagai template permainan yang relevan dengan materi PAI untuk mendukung aktivitas kuis, hafalan, klasifikasi, diskusi, dan evaluasi pembelajaran. Penggunaan Wordwall juga berkaitan dengan meningkatnya motivasi, partisipasi, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta memudahkan guru dalam melakukan evaluasi melalui fitur analitik yang tersedia. Selain itu, Wordwall mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan berpusat pada siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa ketergantungan pada koneksi internet dan kesiapan guru dalam mengintegrasikan teknologi. Dengan demikian, Wordwall berpotensi menjadi inovasi pembelajaran PAI yang interaktif dan relevan di era digital apabila didukung oleh kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) serta sarana teknologi yang memadai.
DATA-DRIVEN LEARNING IN PRE-TERTIARY EFL EDUCATION: A CRITICAL REVIEW OF APPROACHES, OUTCOMES, AND UNRESOLVED ISSUES Muhammad Andrie Bagia; Dwita Laksmita Rachmawati
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.10856

Abstract

ABSTRACT English as a Foreign Language (EFL) learning in pre-tertiary education is still largely dominated by textbook-based and teacher-centered instruction, limiting learners’ exposure to authentic language use. As an alternative, Data-Driven Learning (DDL) offers a corpus-informed approach that enables learners to explore language patterns through authentic language data. This study employed a qualitative analytical literature review approach by conducting a systematic search and selection of articles through Google Scholar and related academic sources based on PRISMA principles. The data were analyzed through thematic synthesis to identify major patterns related to instructional approaches, learning outcomes, and implementation constraints. The findings reveal that DDL is commonly implemented through teacher-mediated and guided discovery approaches that balance learner autonomy with teacher scaffolding. DDL consistently supports vocabulary development, collocational awareness, and language noticing, although affective outcomes such as learner motivation remain inconsistent across contexts. Major implementation challenges include limited teacher corpus literacy, technological constraints, and difficulties integrating corpus-based activities into regular EFL instruction. Therefore, effective DDL implementation requires flexible and context-sensitive instructional strategies that are adaptable to local educational conditions. ABSTRAK Pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL) pada tingkat pra-perguruan tinggi masih didominasi oleh pendekatan berbasis buku teks dan pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga membatasi akses peserta didik terhadap penggunaan bahasa autentik. Sebagai alternatif, Data-Driven Learning (DDL) menawarkan pendekatan berbasis korpus yang memungkinkan peserta didik mengeksplorasi pola bahasa melalui data autentik. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis pendekatan pembelajaran DDL, mengidentifikasi hasil belajar yang dilaporkan, serta menganalisis tantangan implementasi DDL dalam konteks EFL pra-perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur analitis kualitatif dengan melakukan pencarian dan seleksi artikel secara sistematis melalui Google Scholar dan sumber akademik terkait berdasarkan prinsip PRISMA. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola utama terkait pendekatan pembelajaran, hasil belajar, dan kendala implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DDL umumnya diterapkan melalui pendekatan teacher-mediated dan guided discovery yang menyeimbangkan kemandirian belajar dengan scaffolding guru. DDL secara konsisten mendukung perkembangan kosakata, kesadaran kolokasi, dan language noticing, meskipun hasil afektif seperti motivasi belajar masih bervariasi antar konteks. Tantangan utama implementasi meliputi keterbatasan literasi korpus guru, infrastruktur teknologi, dan integrasi pembelajaran berbasis korpus dalam kelas EFL. Oleh karena itu, implementasi DDL memerlukan strategi pembelajaran yang kontekstual, fleksibel, dan sesuai dengan kondisi pendidikan lokal.
PERAN GURU DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS DATA Komara Nur Ikhsan; Mumuh Muhtarom
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i2.10902

Abstract

ABSTRACT Teachers have an important role in improving the quality of learning through the utilization of student evaluation data. This study aims to analyze the role of teachers in implementing data-driven learning in educational settings. The study employed a qualitative descriptive method using a literature review approach through the analysis of scientific journals, reference books, and relevant articles related to data-driven learning. The findings indicate that teachers play a significant role in collecting, analyzing, and utilizing evaluation data to determine learning strategies that align with students’ needs. The use of data helps teachers identify students’ abilities, learning difficulties, and academic progress, thereby making the learning process more effective, adaptive, and student-centered. In addition, data-driven learning supports the provision of more targeted teaching materials and learning support to create an inclusive learning environment. This study emphasizes that data-driven learning not only enhances the effectiveness of the learning process but also strengthens teachers’ pedagogical decision-making in a systematic and sustainable manner. The conclusion of this study shows that the role of teachers in data-driven learning is highly important in supporting the improvement of learning quality and optimizing students’ development. ABSTRAK Guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan data hasil evaluasi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis data di lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui kajian jurnal ilmiah, buku referensi, dan artikel relevan terkait pembelajaran berbasis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan dalam mengumpulkan, menganalisis, dan memanfaatkan data evaluasi untuk menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pemanfaatan data membantu guru mengidentifikasi kemampuan, hambatan belajar, dan perkembangan siswa sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, pembelajaran berbasis data mendukung penyediaan bahan ajar dan layanan pembelajaran yang lebih tepat sasaran guna menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis data tidak hanya meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, tetapi juga memperkuat pengambilan keputusan pedagogis guru secara sistematis dan berkelanjutan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam pembelajaran berbasis data sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan perkembangan peserta didik secara optimal.