cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
ISSN : 28078829     EISSN : 28078659     DOI : https://doi.org/10.51878/educator.v2i1
Core Subject : Education,
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 144 Documents
DAMPAK FITUR APLIKASI SELULER TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA ANAK RENY RENY; CHADIJAH CHADIJAH; PURNAMAWATI PURNAMAWATI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.556 KB) | DOI: 10.51878/educator.v2i1.1096

Abstract

Touch screen-based mobile applications today, provide new opportunities for children to learn languages. This case study has been published since 2010 with trials on children aged 3 to 11 years testing 4 features of a mobile app, including built-in narration, conversation, reality fusion and internet-connected features. The built-in narrative feature has a very positive impact on story comprehension and word or sentence comprehension compared to independent learning. This research is a research that uses library research, where its activities include searching, reading, and reviewing research reports and library materials that contain theories relevant to the research to be carried out. The hope of this literature study is to be able to provide information visually and provide moving images so that children's understanding will be better. ABSTRAKAplikasi seluler berbasis layar sentuh saat ini, memberikan kesempatan baru untuk anak – anak belajar Bahasa. Penelitian pada kasus ini telah diterbitkan sejak 2010 dengan percobaan pada anak – anak berusia 3 tahun sampai 11 tahun menguji 4 fitur dari aplikasi seluler, termasuk narasi bawaan, percakapan, penggabungan realitas dan fitur yang terhubung pada internet. Fitur narasi bawaan memberi dampak yang sangat positif pada pemahaman cerita dan pemahan kata atau kalimat dibandingkan dengan pembelajaran yang bersifat mandiri. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian pustaka (library research), dimana kegiatannya meliputi mencari, membaca, dan menelaah laporan-laporan penelitian dan bahan pustaka yang memuat teori-teori yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Harapan dari study literatur ini adalah mampunmemberikan informasi secara visual dan memberikan gambar yang bergerak sehingga pemahaman pada anak menjadi lebih baik.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATERI FUNGSI KUADRAT DI SMA NEGERI 1 MALINAU CHRISTIANA ASIH HASTANTI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.208 KB) | DOI: 10.51878/educator.v2i1.1097

Abstract

This study aims to determine the increase in student learning outcomes through student worksheets on the quadratic function material at SMA Negeri 1 Malinau, with the Discovery Learning method, which is carried out in the learning process in class X in the odd semester of the 2020/2021 academic year, namely in the month of July-August 2021. Based on the research results obtained very good, where before the process of 32 students, there were 12 students (37.50%) who got a complete score and 20 students (62.50%) who got an incomplete score, while after In the learning process, 22 students (68.75) got a complete score and 10 students (31.25%) got an incomplete score, with a KKM score of 75. The conclusion that through Discovery Learning-based student worksheets can improve student learning outcomes in quadratic function material at SMA Negeri 1 Malinau, North Kalimantan. Likewise, students are more active, think critically and are able to solve existing problems. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik melalui lembar kerja peserta didik pada materi fungsi kuadrat di SMA Negeri 1 Malinau, dengan metode Discovery Learning, yang dilaksanakan dalam proses belajar di kelas X pada semester ganjil tahun pembelajaran 2020/2021, yaitu pada bulan Juli-Agustus 2021. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh yang sangat baik, dimana sebelum proses dari 32 siswa, ada 12 siswa (37,50 % ) yang mendapat nilai tuntas dan 20 siswa (62,50 %) yang mendapat nilai tidak tuntas, sedangkan setelah proses pembelajaran diperoleh 22 siswa (68,75) yang mendapat nilai tuntas dan 10 siswa (31,25 %) mendapat nilai tidak tuntas, dengan nilai KKM 75. Kesimpulan bahwa Melalui lembar kerja peserta didik berbasis Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi fungsi kuadrat di SMA Negeri 1 Malinau, Kalimantan Utara. Begitu juga peserta didik semakin aktif, berfikis kritis dan mampu menyelesaikan masalah yang ada.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MATERI BENTUK-BENTUK ENERGI DALAM PEMBELAJARAN DARING MELALUI MEDIA AUDIO-VISUAL PADA SISWA KELAS IV MIN 4 SUKOHARJO R.W. KUSUMASTUTI; E.C. FATMA; PRAPTININGSIH PRAPTININGSIH; M.J. NASHIR
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.244 KB) | DOI: 10.51878/educator.v2i1.1098

Abstract

This study examines efforts to improve learning outcomes in Natural Sciences (IPA) subjects on forms of energy in online learning through Audio-Visual media in grade IV students of MIN 4 Sukoharjo in the 2020/2021 academic year. In this study using qualitative descriptive analysis techniques. The source of the data for this research is the Natural Science Subject Teacher and all fourth grade students at MIN 4 Sukoharjo as many as 32 students. Data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation. Based on the results of classroom action research that has been carried out in three cycles, it can be seen that online learning through audio-visual media can improve science learning outcomes for class IV MIN 4 Sukoharjo. This is evidenced by the increase in learning outcomes in Pre-Cycle, where 14 students (43.8%) completed, and 18 students (56.2%) did not complete with an average score of 74.4, Cycle I was 24 students (75%) completed. , and 8 students (25%) did not complete with an average score of 81.3, Cycle II there were 27 students (84.4%) completed, and 5 students (15.6%) did not complete with an average score of 84, 1., and Cycle III were 29 students (90.6%) completed, and 3 students (9.4%) incomplete. The increase in learning mastery from Pre-Cycle to Cycle I was 31.2%, Cycle I to Cycle II was 9.4%, and Cycle II to Cycle III was 6.2%. This is based on the increase in learning outcomes in the Pre-Cycle 43.8%; Cycle I 75%,; Cycle II 84.4%; and Cycle III 90.6%. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang upaya peningkatan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi bentuk-bentuk energi dalam pembelajaran daring melalui media Audio-Visual pada siswa kelas IV MIN 4 Sukoharjo Tahun Pembelajaran 2020/2021. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan seluruh siswa kelas IV di MIN 4 Sukoharjo sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan dalam tiga siklus dapat diketahui bahwa pembelajaran daring melalui media audio-visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV MIN 4 Sukoharjo. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar Pra Siklus adalah 14 siswa (43,8%) tuntas, dan 18 siswa (56,2%) tidak tuntas dengan nilai rata-rata 74,4, Siklus I adalah 24 siswa (75%) tuntas, dan 8 siswa (25%) tidak tuntas dengan nilai rata-rata 81,3, Siklus II terdapat 27 siswa (84,4%) tuntas, dan 5 siswa (15,6%) tidak tuntas dengan nilai rata-rata 84,1., dan Siklus III adalah 29 siswa (90,6%) tuntas, dan 3 siswa (9,4%) tidak tuntas. Peningkatan ketuntasan belajar dari Pra Siklus ke Siklus I 31,2%, Siklus I ke Siklus II 9,4%, dan Siklus II ke Siklus III 6,2%. Hal ini berdasarkan peningkatan hasil belajar pada Pra Siklus 43,8%; Siklus I 75%,; Siklus II 84,4%; dan Siklus III 90,6%.
PEMANFAATAN E-LEARNING BERBASIS MOODLE SEBAGAI UPAYA INOVATIF UNTUK PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI SMK NEGERI 1 TAMPAKSIRING I GUSTI NGURAH BAGUS ARYOTEJO
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.248 KB) | DOI: 10.51878/educator.v2i1.1099

Abstract

The implementation of the Learning Management system at SMK Negeri 1 Tampaksiring previously used Schology for Blended Learning learning activities. Many obstacles were encountered while using LMS Schology, to anticipate obstacles that occurred and other considerations, be prepared to use LMS Moodle for Distance Learning (PJJ) activities at SMK Negeri 1 Tampaksiring. SMK Negeri 1 Tampaksiring currently organizes education with competence in Multimedia expertise, Skin and Hair Beauty, Hospitality Accommodation, Catering, Tourism Travel Business with the number of ROMBEL 42, with this large number of ROMBEL, school management with the Principal as the leader hopes that they can The LMS used later can be monitored for learning activities, the Moodle LMS has provided this feature, Mr. Principal as admin, can monitor every Course created in Moodle, after knowing this information, Mr. Principal is very supportive so that the Moodle LMS can be immediately used in SMK Negeri 1 Tampaksiring. The Learning Management System (LMS) at SMK Negeri 1 Tampaksriing can later be used by teachers and students, as teachers, can store subject matter and learning resources, assignments and evaluations which will later be according to the topics discussed in class, on the student side can get the material being discussed according to the topic Now discussed, they can collect assignments according to the teacher's instructions for understanding the material and can follow the evaluation given by the teacher on the subjects that students follow. ABSTRAKImplementasi Learning Management system di SMK Negeri 1 Tampaksiring sebelumnya menggunakan Schology untuk kegiatan belajar Blended Learning. Banyak kendala yang dihadapi selama menggunakan LMS Schology, untuk antispasi kendala yang terjadi dan pertimbangan lainnya, dipersipakan untuk menggunakan LMS Moodle untuk kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMK Negeri 1 Tampaksiring. SMK Negeri 1 Tampaksiring saat ini menyelenggarakan pendidikan dengan Kompetensi keahlian Multimedia, Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, Akomodasi Perhotelan, Tata Boga, Usaha Perjalanan Pariwisata dengan jumlah ROMBEL 42, dengan jumlah ROMBEL yang besar ini, management sekolah dengan Kepala Sekolah sebagai pimpinan berharap agar bisa LMS yang digunakan nantinya bisa dipantau aktivitas belajarnya, di LMS Moodle sudah disediakan feature tersebut, Bapak Kepala Sekolah sebagai admin, bisa memantau setiap Course yang dibuat di Moodle, setelah mengetahui informasi ini, Bapak Kepala Sekolah sangat mendukung agar LMS Moodle bisa segera digunakan di SMK Negeri 1 Tampaksiring.Learning Management System (LMS) di SMK Negeri 1 Tampaksriing nantinya bisa digunakan oleh Guru dan Siswa, sebagai Guru, bisa menyimpan materi pelajaran dan sumber belajar, Tugas serta Evaluasi yang nantinya sesuai topik yang dibahas di kelas, di sisi siswa dapat mendapatkan materi yang sedang dibahas sesuai dengan topik terkini yang dibahas, dapat mengumpulkan tugas sesuai instruksi guru untuk pemahaman materi dan bisa mengikuti Evaluasi yang diberikan Guru mata pelajaran yang dikuti siswa.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP YP PGRI 4 MAKASSAR SYAHRUNI KARIM
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1305

Abstract

This research is a classroom action research which aims to determine the effectiveness of the Role Playing learning model in improving student learning outcomes on the material of the human circulatory system. class VIII SMP YP PGRI 4 MAKASSAR. Collecting data through quantitative analysis techniques, namely data analysis techniques using direct observation of student activities and learning completeness in following lessons in two cycles, namely cycle I and cycle II. Based on the results of the study, it showed that the mastery of learning outcomes on the material of the human circulatory system in class VIII SMP YP PGRI 4 Makassar, namely there were 13 students who met the minimum completeness criteria in the first cycle or as much as 37% while in the second cycle there were 31 students or 88% of the total. overall students in using the Role Playing learning model. The results of direct observation of student activities also experienced an increase starting from the active aspect in discussion, active in question and answer and actively providing conclusions. Thus, it can be concluded that the application of the Role Playing learning model in the teaching and learning process in the classroom has an effective impact on improving student learning outcomes on system materials blood circulation in humans. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang memiliki tujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Role Playing dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem peredaran darah manusia. kelas VIII SMP YP PGRI 4 MAKASSAR. Pengumpulan data melalui teknik analisis kuantitatif yaitu teknik analisis data dengan menggunakan pengamatan langsung aktivitas siswa dan ketuntasan belajar dalam mengikuti pelajaran secara dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ketuntasan hasil belajar pada materi sistem peredaran manusia pada siswa kelas VIII SMP YP PGRI 4 Makassar yaitu terdapat 13 siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal pada siklus I atau sebanyak 37% sedangkan pada siklus II terdapat 31 siswa atau berjumlah 88% dari keseluruhan siswa dalam menggunakan model pembelajaran Role Playing. Hasil pengamatan langsung aktivitas siswa juga mengalami peningkatan mulai dari aspek aktif dalam diskusi, aktif dalam tanya jawab dan aktif memberikan kesimpulan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Role Playing dalam proses belajar mengajar di kelas memberikan dampak efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem peredaran darah pada manusia.
MANAJEMEN MUTU TERPADU DAN IMPLEMENTASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN ANA BINTARI; DAKIR DAKIR; MUSLIMAH MUSLIMAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1306

Abstract

The increasingly fierce competition that occurs among sellers of products and services requires each to be able to maintain and improve the quality of the products or services produced. The lack of understanding of an organization or company, whether owned by the government or private, on how to maintain public trust in the products it produces can be a crucial problem. The existence of management is very important for the sustainability of a company or organization, "Through good management, fostering cooperation becomes harmonious and harmonious as well as mutual respect and love between workers so that in the end the optimal goal will be achieved." The author uses the method of writing a literature study, with the primary data sources being literature books that discuss Total Quality Management (TQM) or Integrated Quality Management (MMT) to understand the concept of integrated quality management based on expert definitions, understand the basic principles of quality management integrated, and know the implementation of integrated quality management in educational institutions. Experts define Total Quality Management (TQM) or Integrated Quality Management (MMT) which can be concluded to refer to three basic things, namely focusing on customers, establishing good relationships with all parties and making continuous improvements. According to Cucu Supriyatna in his book Total Quality Management said that TQM programs do not always have to use TQM, in the context of education certain schools feel better by using the name The School Improvement Program. ABSTRAKSemakin ketatnya persaingan yang terjadi diantara para penjual produk dan jasa menuntut masing-masing untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk atau layanan jasa yang dihasilkan. Kurangnya pemahaman suatu organisasi atau perusahaan baik milik pemerintah atau swasta tentang bagaimana menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan dapat menjadi permasalahan yang krusial. Keberadaan manajemen sangat penting bagi keberlangsungan sebuah perusahaan atau organisasi, “Melalui manajemen yang baik, pembinaan kerja sama menjadi serasi dan harmonis serta saling menghormati dan mencintai antar pekerja sehingga pada akhirnya tujuan optimal akan tercapai.” Penulis menggunakan metode penulisan studi literatur, dengan sumber data primer adalah buku-buku literatur yang membahas tentang Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT) untuk memahami konsep manajemen mutu terpadu berdasarkan definisi para ahli, memahami prinsip-prinsip dasar manajemen mutu terpadu, dan mengetahui implementasi manajemen mutu terpadu di lembaga Pendidikan. Para ahli mendefinisikan Total Quality Management (TQM) atau Manajemen Mutu Terpadu (MMT) dapat disimpulkan mengacu kepada tiga hal dasar yakni berfokus kepada pelanggan, menjalin hubungan baik kepada semua pihak dan melakukan perbaikan berkesinambungan. Menurut Cucu Supriyatna dalam bukunya Total Quality Management mengatakan bahwa program-program TQM tidaklah harus selalu menggunakan TQM, dalam konteks Pendidikan sekolah tertentu merasa lebih baik dengan menggunakan nama The School Improvement Program.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN NOR LATIFAH
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1307

Abstract

A leader is a person who stands in front of every institution or organization he leads, a leader who is trustworthy, sincere, visionary and always makes changes for the better. The principal is a person who heads educators, education staff and students in a school. Within this scope the principal is a leader who is nurtured and imitated in every act and behavior. This study uses a literature study method that analyzes several journal references as a reference in determining a good school principal. The purpose of this research is to study and analyze previous findings related to the role of school principals in improving the quality of education. Based on the results of the reference analysis, it shows that a school principal who acts as a leader must be able to think ahead, be trustworthy in carrying out his duties, be wise in making every decision and be able to control the resources in the school as a means to advance his school to produce a generation of noble character. . A school principal must be able to analyze the needs of his school, both in terms of infrastructure facilities, strategies to improve quality so that he can compete with more advanced schools, able to negotiate to build cooperation with other parties, a visionary and able to read the future, so as to be able to make plans. Long term to answer the challenges ahead, motivate teachers to improve quality by attending training, seminars and training, giving rewards or awards to teachers who are innovative, active and creative will increase the morale and fighting spirit of teachers to move forward. ABSTRAKSeorang pemimpin adalah orang yang berdiri di depan di setiap lembaga atau organisasi yang dipimpinnya, pemimpin yang amanah, ikhlas, visioner dan selalu melakukan perubahan kearah yang lebih baik. Kepala sekolah adalah orang yang mengepalai pendidik, tenga kependidikan dan peserta didik di sebuah sekolah. Dalam lingkup tersebut kepala sekolah adalah pemimpin yang digugu dan ditiru setiap tindak tanduk dan tingkah lakunya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang menganalisis beberapa referensi jurnal sebagai acuan dalam menentukan kepala sekolah yang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari dan menganalisis hasil temuan sebelumnya terkait peran kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan hasil analisis referensi menunjukkan bahwa seorang kepala sekolah yang bertindak sebagai pemimpin harus mampu berpikir ke depan, bersifat amanah dalam menjalankan tugasnya, bijaksana dalam mengambil setiap keputusan dan mampu mengendalikan sumber daya yang ada di sekolah sebagai sarana untuk memajukan sekolahnya untuk menghasilkan generasi yang berakhlak mulia. Seorang kepala sekolah harus mampu menganalis kebutuhan sekolahnya, baik dalam kebutuhan sarana Prasarana, strategi dalam meningkatkan kualitas sehingga mampu bersaing dengan sekolah yang lebih maju, mampu bernegosiasi untuk membangun kerjasama dengan pihak lain, seorang yang visioner dan mampu membaca masa depan, sehingga mampu membuat perencanaan jangka Panjang untuk menjawab tantangan ke depan, memotivasi guru untuk meningkatkan kualitas dengan mengikuti pelatihan, seminar dan diklat, memberi reward atau penghargaan kepada guru yang inovatif, aktif dan kreatif akan meningkatkan semangat kerja dan semangat juang guru untuk maju.
PENERAPAN MODEL THINK PAIR AND SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PERKALIAN KELAS II SDN JUNGANYAR 3 ALDA FARADIBA; ANDIKA ADINANDA SISWOYO; IVANAH CAHYANI; MAKKI QOYYUMI; M. ALFIYAN MUBARIK
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1308

Abstract

This classroom action research is entitled Application of Think Pair And Share Model to Improve Learning Outcomes Multiplication as repeated addition on Mathematics content. This learning model is a cooperative learning model that allows students to think and discuss or cooperate with other people in heterogeneous pairs in solving a problem. The stage of this model has 3 stages of learning: the stage of thinking, the stage of discussing in pairs, and holding on to convey or share the results of the discussion. Based on data analysis, it was obtained that student learning outcomes increased from the first cycle with an average value of 68.84 to 84.5 in the second cycle and the presentation of learning completeness increased and exceeded the classical learning level, which was 85%. Observations of learning carried out by observers also improved the understanding and activities of students in learning very well with these results, it is hoped that this learning model can be used as a reference for learning models in the classroom. Therefore, it can be concluded that the Think Pair and Share model assisted by the Funnel Counting media is effectively used in teaching and learning activities. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini berjudul Penerapan Model Think Pair And Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Perkalian sebagai penjumlahan berulang pada muatan Matematika. Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan siswa untuk berpikir dan berdiskusi atau bekerja sama dengan orang lain secara berpasangan yang heterogen dalam memecahkan suatu permasalahan. Adapun tahap dari model ini memiliki 3 tahapan pembelajaran, yaitu tahap berpikir, tahap berdiskusi secara berpasangan, dan tahap menyampaikan atau membagikan hasil diskusi. Berdasarkan analisi data yang diperoleh bahwa hasil belajar siswa terjadi peningkatan dari siklus I dengan nilai rata-rata 68,84 menjadi 84,5 pada siklus II dan presentasi ketuntasan belajarpun mengalami peningkatan dan melebihi tingkat belajar klasikal, yaitu 85%. Observasi pembelajaran yang dilakukan oleh observer, pemahaman siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan yang sangat baik dengan hasil tersebut diharapkan model pembelajaran ini bisa dipakai sebagai referensi model pembelajaran di dalam kelas. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa model Think Pair and Share berbantuan media Corong Berhitung efektif digunakan dalam kegiatan proses belajar dan mengajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR KUSMIATI KUSMIATI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1309

Abstract

This research is motivated by the low creativity of science students in elementary schools. Education in the era of the industrial revolution 4.0 is expected for students to have high creative abilities to be able to solve problems in real life every day. To realize the achievement of these expectations, an innovative and creative learning model is needed, namely Project based Learning. This study aims to determine the effect of the project-based learning model on the creativity of elementary school students. This study uses a quantitative approach with the type of pre-experimental research using a one group pretest-posttest design. The research subjects were students of SD Negeri Kamal 1 Bangkalan, totaling 32 students. Data collection techniques using a questionnaire instrument. Judging from the average creativity of students before being given project-based learning was 24.59 and after being given project-based learning the average value was 34.81, meaning there was an increase of 11.22 so there was a difference before and after the application of the project-based learning model. While the data hypothesis test using the paired sample t test technique obtained a sig (2-tailed) value of 0.000 which is smaller than 0.05, it can be concluded that there is an effect of project-based learning on students' creativity. Project based learning is effective in increasing creativity skills in science lessons for fourth graders at the Kamal 1 Public Elementary School Bangkalan. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi rendahnya kreativitas siswa IPA disekolah dasar. Pendidikan di era revolusi industri 4.0 diharapkan peserta didik memiliki kemamampuan kreatifitas yang tinggi agar mampu memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan nyata se hari-hari. Untuk mewujudkan ketercapaian harapan tersebut maka diperlukan model pembelajaran yang inovatif dan kreatif yaitu pembelajaran Project based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap kreativitas siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre eksperimen dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Subyek penelitian siswa SD Negeri Kamal 1 Bangkalan yang berjumlah 32 siswa. Tehnik pengumpulan data menggunakan instrumen angket. Dilihat dari rata-rata kreativitas siswa sebelum diberi project based learning adalah 24,59 dan sesudah diberi project based learning rata nilainya 34.81 berarti ada kenaikan sebesar 11,22 jadi ada perbedaan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran project based learning. Sedangkan Uji hipotesis data dengan menggunkan teknik paired sampel t test diperoleh nilai sig (2-tailed) 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap kreativitas siswa. Pembelajaran project based learning efektif untuk meningkatkan kemampuan kreativitas dalam pelajaran IPA siswa kelas IV sekolah dasar negeri kamal 1 Bangkalan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DALAM MATERI K3LH KELAS X SMAN 10 PANDEGLANG DIAN NURKHUSUFISYAMSI
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v2i2.1310

Abstract

The low motivation and participation of students in learning by using the lecture method has an impact on the low learning outcomes, for class X.1 as research subjects only 43.24% achieved the KKM score, with an average class score of 58.03. improve learning outcomes in the form of increasing motivation, participatory and knowledge of students at Mulok ATPH, especially on K3LH material. This classroom action research was carried out with an allocation of 4 hours of lessons, 2 meetings and carried out in 2 cycles. In the first cycle has not shown the expected results, continued in the next cycle (cycle II) which is an improvement and refinement of the actions carried out in the first cycle. The results of the first cycle actions are as follows: Student activities are less relevant to learning by 15.54 %. Meanwhile, student activities relevant to learning are 59.01%. The results of the first cycle of learning evaluation were an average class of 66.81 with a completeness of 62.16%. In terms of the learning process, in Cycle I there are still shortcomings, namely the teacher does not give enough time to provoke student questions, and the teacher has not optimally utilized the available time. The research action was continued to cycle II, and the results showed significant improvements and improvements. Student activities that are less relevant to learning decreased by 67.50%. Meanwhile, activities related to learning increased by 55.18%. The results of the second cycle of learning evaluation also showed an increase in the average to 72.65 and learning completeness reached 72.97%. This figure is in line with expectations, namely 70% of students are able to reach the KKM. In terms of the learning process, there was an increase, based on the observations of the observers, the teacher was more effective in managing time. in cognitive, affective, and psychomotor. The learning process becomes fun, students become active and creative. ABSTRAKRendahnya motivasi dan partisipasi siswa dalam belajar dengan menggunakan metode ceramah berdampak terhadap rendahnya hasil belajar, untuk kelas X.1 sebagai subyek penelitian hanya 43,24% yang mencapai nilai KKM, dengan rata-rata nilai kelas sebesar 58,03.Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar berupa peningkatan motivasi, parsipatif maupun pengetahuan siswa pada Mulok ATPH khususnya pada materi K3LH. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan alokasi waktu 4 jam pelajaran, 2 kali pertemuan dan dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada siklus I belum memperlihatkan hasil sebagaimana yang diharapkan, dilanjutkan pada siklus berikutnya (siklus II) yang merupakan perbaikan dan penyempurnaan dari tindakan yang dilaksanakan pada siklus I. Hasil dari tindakan siklus I adalah sebagai berikut : Aktivitas siswa kurang relevan dengan pembelajaran sebesar 15,54%. Sedangkan aktivitas siswa relevan dengan pembelajaran sebesar 59,01% . Hasil evaluasi belajar siklus I adalah rata-rata kelas 66,81 dengan ketuntasan sebanyak 62,16%. Dari segi proses pembelajaran, pada Siklus I juga masih ada kekurangan, yaitu guru kurang memberikan waktu yang cukup untuk memancing pertanyaan siswa, dan guru belum optimal memanfaatkan waktu yang tersedia.Tindakan penelitian dilanjutkan ke siklus II, dan hasilnya terdapat perbaikan dan peningkatan yang signifikan. Aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran menurun sebesar 67,50%. Sedangkan aktivitas yang sesuai dengan pembelajaran naik 55,18%. Hasil evaluasi belajar siklus II juga menunjukkan kenaikan yaitu rata-rata menjadi 72,65 dan ketuntasan belajar mencapai 72,97%. Angka ini sesuai harapan yaitu 70% siswa mampu mencapai KKM. Dari segi proses pembelajaran terjadi peningkatan, berdasarkan pengamatan observer, guru semakin efektif dalam pengaturan waktu.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, jelaslah bahwa melalui make a match dan penggunaan media slide pada Mulok ATPH untuk materi K3LH siswa mengalami peningkatan pada hasil belajar, baik dalam kognitif, apektif, maupun psikomotorik. Proses pembelajaran menjadi menyenangkan, siswa menjadi aktif dan kreatif.

Page 5 of 15 | Total Record : 144