cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru
ISSN : 28078837     EISSN : 28078667     DOI : https://doi.org/10.51878/teacher.v2i1
Core Subject : Education,
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seorang pendidik dan lain lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024)" : 5 Documents clear
PENERAPAN MODEL TGT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IIB SD NEGERI PAKEL KONITAH, NISAUN; PRABOWO, ANGGIT; RAMADHANI, DHIMAS SISTA ANHAR
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v4i2.3197

Abstract

This research is based on the low mathematics learning outcomes of class IIB students at SD Negeri Pakel. This issue arises because students still do not fully understand the material presented and the teaching methods used are insufficiently varied. This study aims to describe the learning process through the application of the Team Games Tournament (TGT) model and to analyze the learning outcomes of students after the implementation of this teaching model. This research is a Classroom Action Research (CAR), consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were 28 students from class IIB at SD Negeri Pakel, comprising 13 boys and 15 girls. The object of this research is the mathematics learning outcomes through the use of the TGT model. Data collection techniques in this study included observation, tests, and documentation. Data analysis techniques involved qualitative and quantitative data analysis. The results showed that in the initial pre-cycle condition, only 3 out of 28 students, or 11%, scored ?70. In the first cycle, this increased to 12 students, or 43%, and in the second cycle, it further increased to 26 students, or 93%, who achieved the minimum completeness criteria. Teacher and student activities also improved from the first to the second cycle. Teacher activity in the first cycle was 73% and increased to 92% in the second cycle. Meanwhile, student activity in the first cycle was 79% and increased to 91% in the second cycle. Thus, the implementation of the TGT learning model had a positive impact on students' mathematics learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini didasari oleh rendahnya hasil belajar Matematika siswa kelas IIB SD Negeri Pakel. Hal ini terjadi karena masih belum pahamnya siswa terhadap materi yang disampaikan dan model pembelajaran yang digunakan masih kurang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dengan penerapan model Team Games Tournament (TGT) serta menganalisis hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran tersebut. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IIB SD Negeri Pakel yang berjumlah 28 dengan rincian 13 laki-laki dan 15 perempuan. Sedangkan objek penelitian ini adalah hasil belajar matematika melalui penggunaan model TGT. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kondisi awal prasiklus hanya 3 dari 28 siswa atau 11% yang memperoleh nilai ?70. Pada siklus I meningkat menjadi 12 siswa atau 43% kemudian pada siklus II juga meningkat menjadi 26 siswa atau 93% yang telah tuntas dan mencapai KKTP. Aktivitas guru dan siswa juga mrningkat dari siklus I ke siklus II. Aktivias guru pada siklus I sebesar 73% dan pada siklus II meningkat menjadi 92%. Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 79% dan pada siklus II meningkat menjadi 91%. Dengan demikian penerapan model pembelajaran TGT memberikan dampak positif terhadap hasil belajar matematika siswa.
IMPLEMENTASI MODEL OUTDOOR LEARNING DALAM MENINGKATKAN PERILAKU MODERAT MAHASISWA PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI) UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA SUPRAPTI, SUPRAPTI; SUHARDI, MUHAMAD
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v4i2.3720

Abstract

The reasons for this research are threefold. First, mastery of pedagogy for MI Teacher Education students is absolutely essential to be mastered correctly. Outdoor Learning is a learning model that can be used to actualize the pedagogical knowledge that has been provided in classroom lectures. Second, moderation is an important focus that needs to be reactivated considering that there are many cases of intolerance in society. Third, apart from lectures being held in the classroom, lectures are being held in the community so that a more moderate attitude can be more easily actualized. The aim of this research is to describe the implementation of the outdoor learning model in improving the moderate behavior of Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) teacher education students at UIN Raden Mas Said Surakarta. This research uses a qualitative descriptive research type. The population of this study was 62 PGMI UIN Raden Mas Said 4th semester students. The results of this research describe that the outdoor learning model can relatively improve the moderate attitude of PGMI UIN RM Said Surakarta students. This means that students' learning activities are not limited by the lecture room so they can meet and communicate with many parties. From these learning activities, the habit of moderate rest has emerged and made students actualize a peaceful understanding of religion without significant conflict with society. Through a learning model like this, it can be developed by integration with various courses so that students are truly strengthened by a moderate attitude and use it as basic capital to build much closer socio-religious relations, both for religious purposes themselves and national goals more broadly. ABSTRAKAlasan penelitian ini ada tiga. Pertama, penguasaan terhadap pedagogik bagi siswa Pendidikan Guru MI adalah mutlak untuk dikuasai dengan benar. Outdoor Learning menjadi model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengaktualisasi keilmuan pedagogik yang telah diberikan dalam perkuliahan di kelas. Kedua, sikap moderat menjadi fokus penting yang perlu digiatkan kembali mengingat banyak terjadi kasus intoleransi di tengah masyarakat. Ketiga, selain perkuliahan dilakukan di dalam kelas, perkuliahan dilakukan di masyarakat sehingga sikap yang lebih moderat dapat lebih mudah diaktualisasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran outdoor dalam meningkatkan perilaku moderat siswa pendidika guru madrasah ibtidaiyah (PGMI) UIN Raden Mas Said Surakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa PGMI UIN Raden Mas Said semester 4 yang berjumlah 62 orang. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan model pembelajaran outdoor relatif dapat meningkatkan sikap moderat mahasiswa PGMI UIN RM Said Surakarta. Hal ini menyebabkan aktivitas belajar siswa tidak dibatasi oleh ruangan perkuliahan sehingga dapat bertemu dan berkomunikasi dengan banyak pihak. Dari aktivitas belajar itulah, pembiasaan beristirahat moderat telah muncul dan menjadikan siswa lebih mengaktualisasikan pemahaman beragama yang damai tanpa konflik yang berarti dengan masyarakat. Melalui model pembelajaran seperti ini dapat dikembangkan dengan integrasi dengan berbagai mata kuliah sehingga siswa benar-benar dibentengi sikap moderat dan menjadikannya sebagai modal dasar membangun hubungan sosial keagamaan yang jauh lebih erat, baik untuk tujuan keagamaan itu sendiri, maupun tujuan kebangsaan secara luas.
PERAN GURU PAI DALAM PENGUATAN MODERASI BERAGAMA STUDI DI SMA N 1 ANAK TUHA MU’AMALAH, HUSNUL; MAULIDIN, SYARIF; APRIAWAN , ANGGI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v4i2.4189

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in strengthening religious moderation at SMA N 1 Anak Tuha. The focus of this research is how PAI teachers integrate values of religious moderation into teaching, extracurricular activities, and school programs that support the creation of a tolerant and inclusive environment. The research employs a qualitative approach, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The results show that PAI teachers at SMA N 1 Anak Tuha play a significant role in instilling values of religious moderation, both inside the classroom through lesson materials and outside the classroom through the "Sekolah Damai" program and extracurricular activities like ROHIS. The "Sekolah Damai" program, supported by all school elements and external organizations, also contributes significantly to creating an atmosphere conducive to religious moderation. However, several obstacles were identified, such as the influence of a fanatical community environment and the limited time allocated for PAI lessons. Despite these challenges, the consistent efforts of PAI teachers and support from various parties can overcome these barriers. The conclusion of this study is that strengthening religious moderation at SMA N 1 Anak Tuha can be successfully achieved if supported by the collective commitment of the school, teachers, and the surrounding community. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam penguatan moderasi beragama di SMA N 1 Anak Tuha. Fokus penelitian ini adalah bagaimana guru PAI mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, serta program-program sekolah yang mendukung terciptanya lingkungan yang toleran dan inklusif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di SMA N 1 Anak Tuha memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, baik di dalam kelas melalui materi pembelajaran, maupun di luar kelas melalui program Sekolah Damai dan kegiatan ekstrakurikuler seperti ROHIS. Program Sekolah Damai yang didukung oleh seluruh elemen sekolah dan lembaga eksternal juga memberikan kontribusi besar dalam menciptakan atmosfer yang mendukung moderasi beragama. Namun, beberapa faktor penghambat ditemukan, seperti pengaruh lingkungan masyarakat yang fanatik dan terbatasnya waktu pembelajaran PAI. Meskipun demikian, upaya konsisten dari guru PAI dan dukungan berbagai pihak dapat mengatasi hambatan tersebut. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan moderasi beragama di SMA N 1 Anak Tuha dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh komitmen bersama dari sekolah, guru, dan masyarakat sekitar.
PENDIDIKAN KARAKTER REMAJA MENURUT SYAIKH MUSTHAFA AL-GHALAYAINI DALAM KITAB IZHATUN NASYI’IN NAWAWI, MUHAMMAD LATIF; FATONI, AHYAR; JAZULI, SYUKRON; MAULIDIN, SYARIF
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v4i2.4198

Abstract

Character education is an integral part of shaping the personality of adolescents with good morals and integrity. This article aims to analyze the values of character education in Izhatun Nasyi'in by Sheikh Musthafa al-Ghalayaini, focusing on concepts such as patience (sabr), sincerity (ikhlas), hope, courage, and nationalism, which are considered important in adolescent character formation. The research method used is a qualitative descriptive approach, with data collection through literature studies of the Izhatun Nasyi'in text and interviews with educational practitioners and experts in character education. The analysis was conducted using content analysis techniques to identify key themes in the text and in-depth interviews. The findings of this study show that values such as patience and sincerity have a strong relevance in shaping resilient, hopeful, and highly-integrated adolescents. Moreover, the concepts of hope and courage in this book teach the younger generation to face life's challenges with strong determination and always maintain noble aspirations for the nation’s development. Based on these findings, it is recommended that these values be more widely integrated into both formal and non-formal education, as well as in family education, to form a generation that is not only intellectually competent but also emotionally and spiritually mature. Thus, character education based on the values found in Izhatun Nasyi'in can serve as a solid foundation for producing a high-quality generation ready to face global challenges. ABSTRAKPendidikan karakter merupakan bagian integral dalam pembentukan kepribadian remaja yang berakhlak baik dan berintegritas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab Izhatun Nasyi'in karya Syaikh Musthafa al-Ghalayaini, dengan fokus pada konsep-konsep seperti sabar, ikhlas, harapan, keberanian, dan nasionalisme yang dianggap penting dalam pembentukan karakter remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui studi pustaka terhadap teks Izhatun Nasyi'in dan wawancara dengan praktisi pendidikan serta pakar di bidang pendidikan karakter. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema kunci dalam teks dan wawancara yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti sabar dan ikhlas memiliki relevansi yang sangat kuat dalam membentuk karakter remaja yang tangguh, penuh harapan, serta berintegritas tinggi. Selain itu, konsep harapan dan keberanian dalam kitab ini mengajarkan kepada generasi muda untuk tidak hanya menghadapi tantangan hidup dengan tekad yang kuat, tetapi juga untuk selalu memiliki cita-cita luhur dalam membangun bangsa. Berdasarkan hasil analisis, disarankan agar nilai-nilai ini diintegrasikan lebih luas dalam pendidikan formal dan non-formal, serta dalam pendidikan keluarga, untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Dengan demikian, pendidikan karakter yang berbasis pada nilai-nilai dalam Izhatun Nasyi'in dapat menjadi dasar yang kokoh dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan global.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK YATIM: STUDI DI YAYASAN AL-NIKMAH BARIKAH JANAH JAKARTA SELATAN NOVIAR, YOSEP; MAULIDIN, SYARIF; ARKANUDIN, ARI
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v4i2.4199

Abstract

This study aims to explore the role of teachers in enhancing the learning motivation of orphaned children at Yayasan Al-Nikmah Barikah Janah, South Jakarta. Orphaned children often face emotional and social challenges that affect their motivation to learn, making the role of teachers in providing emotional and motivational support crucial. The research method used includes direct observation, interviews with teachers and children, and analysis of related documentation on learning activities at the foundation. The findings reveal that teachers at Yayasan Al-Nikmah employ various approaches, such as providing encouraging words, sharing inspirational stories, and using interactive and enjoyable learning methods. Additionally, teachers adopt a personal approach to understand the individual needs and challenges of each child. However, the main challenges include the emotional condition of the children, influenced by the loss of parents and a less supportive social background. Therefore, collaboration between teachers, the foundation, and foster families is essential in creating an environment that supports both the academic and emotional development of the children. The conclusion of this study is that emotional support and personal approaches by teachers are effective in increasing the learning motivation of orphaned children, but there is a need for the development of a more comprehensive support system to ensure the sustainability and effectiveness of the learning process. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menggali peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar anak-anak yatim di Yayasan Al-Nikmah Barikah Janah, Jakarta Selatan. Anak-anak yatim seringkali menghadapi tantangan emosional dan sosial yang mempengaruhi motivasi mereka dalam belajar, sehingga peran guru dalam memberikan dukungan emosional dan motivasional sangat krusial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi langsung, wawancara dengan guru dan anak-anak yatim, serta analisis dokumentasi terkait kegiatan pembelajaran di yayasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di Yayasan Al-Nikmah memanfaatkan berbagai pendekatan, seperti memberikan kata-kata penyemangat, berbagi kisah inspiratif, serta menggunakan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Selain itu, guru juga melakukan pendekatan personal terhadap setiap anak untuk memahami kebutuhan dan tantangan mereka secara individu. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah kondisi emosional anak-anak yang dipengaruhi oleh kehilangan orang tua serta latar belakang sosial yang kurang mendukung. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, yayasan, dan keluarga asuh sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan akademik dan emosional anak-anak. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa dukungan emosional dan pendekatan personal oleh guru sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar anak-anak yatim, namun perlu adanya pengembangan sistem pendukung yang lebih komprehensif untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas proses belajar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5