cover
Contact Name
Lisnawaty
Contact Email
lisnawaty@uho.ac.id
Phone
+6285298996853
Journal Mail Official
gizidankesehatan@uho.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu JL. H.E.A. Mokodompit
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27975894     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jgki
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Progrm Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak Januari2020. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara online e-ISSN : 2797-5894 berdasarkan SK Kepala Pusat nasional ISSN Nomor 0005.27975894/K.4/SK.ISSN/2021.06 Tanggal 11 Juni 2021 dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang ilmu gizi dan gizi kesehatan masyarakat. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Gizi dan Kesehatan Indnesia berasal dari penelitian dalam bidang Ilmu Gizi dan Kesehatan Masyarakat.
Articles 82 Documents
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WA’ARA KABUPATEN MUNA TAHUN 2022 Martikal, Sitti; Zainuddin, Asnia; Lisnawaty, Lisnawaty
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i3.46263

Abstract

Abstrak Peningkatan kadar asam urat dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia seperti perasaan nyeri di daerah persendian dan sering disertai timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat bagi penderitanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap kadar asam urat pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Wa’ara Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini yaitu menggunakan pre eksperimental design, dengan metode rancangan penelitian one group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu lansia dengan kadar asam urat yang tinggi di wilayah kerja Puskesmas Wa’ara. Peneliti mengambil sampel pada penderita asam urat sebanyak 10 orang lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat pada lansia sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun salam mengalami penurunan kadar asam urat dari tidak normal (100%) menjadi normal (100%) dengan rata-rata tingkat penurunan sebesar 5,15 mg/dl dan Analisis kadar asam urat sebelum dan sesudah pemberian air rebusan daun salam berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar asam urat dengan nilai sig. p value 0,000 < 0,05. Kesimpulan yaitu ada pengaruh pemberian air rebusan daun salam terhadap penurunan kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Wa’ara. Saran Bagi instansi petugas kesehatan Puskesmas Wa’ara hasil penelitian ini dapat diterapkan pada lansia untuk menurunkan kadar asam urat dan diharapkan petugas kesehatan untuk menjelaskan pentingnya menjaga kadar asam urat tetap normal. Kata kunci: asam urat, puskesmas, rebusan daun salam Abstract An increase in uric acid levels can result in disturbances in the human body such as feelings of pain in the area joints and is often accompanied by excruciating pain to the sufferer . The research objective was to determine the effect of giving bay leaf boiled water on uric acid levels in the elderly in the working area of the Wa'ara Public Health Center, Muna Regency . This type of research is using a pre-experimental design , with the one group pre- test and posttest design method . The population in this study were the elderly with high uric acid levels in the working area of the Wa'ara Public Health Center. Researchers took samples of gout sufferers as many as 10 elderly people. Results The study showed that uric acid levels in the elderly before and after administration of bay leaf boiled water decreased from abnormal (100%) to normal (100%) with an average reduction rate of 5.15 mg/dl and analysis of levels Uric acid before and after administration of bay leaf boiled water has a significant effect on reducing uric acid levels with a sig value. p value 0.000 < 0.05 . The conclusion is that there is an effect of giving bay leaf boiled water on decreasing uric acid levels in the elderly at the Wa'ara Health Center . Suggestions for health workers at the Wa'ara Community Health Center, the results are that this research can be applied on elderly For lower rate uric acid and it is expected that health workers will explain its importance to maintain uric acid levels normal. Keywords: acid urate , health center, decoction salam leaves
IDENTIFIKASI POLA HIDUP SEHAT PADA KELOMPOK LANJUT USIA (LANSIA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOKOAU KOTA KENDARI aziza, yftinan; Effendy, Devi Savitri; Muchtar, Febriana
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47109

Abstract

Abstrak Pola hidup sehat adalah cara menjalani kehidupan yang dapat meminimalisir resiko terkena penyakit serius atau kematian dini. Lanjut usia (lansia) merupakan tahap akhir dari perkembangan hidup manusia. Pola hidup sehat ditandai dengan melakukan beberapa kebiasan baik diantaranya melakukan aktivitas fisik yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan tubuh, menjaga pola makan dan jenis makana bergizi dan seimbang yang disesuai dengan kebutuhan tubuh, menghindariv kebiasan buruk seperti kebiasaan merokok dan kebiasaan buruk lainnya yang dapat menurunkan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola hidup sehat di wilayah kerja Puskesmas Mokoau Kota Kendari tahun 2023. Metode penelitian bersifat penelitian deskriptif dengan menggunakan desain observasional melalui pendekatan cross sectional teknik random slamping. Hasil pola hidup sehat berdasarkan pola makan menyatakan 65,0% yang memilki pola makan baik sedangkan 35,0 memilki pola makan buruk. Hasil pola hidup sehat berdasarkan aktivitas fisik menyatakan 71,0%memiliki aktivitas ringan dan 28,8% memiliki aktivitas berat. Hasil pola hidup sehat berdasarkan kebiasaan merokok menyatakan 95,0% tidak memiliki kebiasan merokok dan 5,0% memiliki kebiasaan merokok. Dapat disimpulkan bahwa gamabara pola hidupmemiliki tingkat kesehatan yang baik berrdasarkan hasil dari status gizi, pola makan, aktivitas fisik dan kebiasan merokok di wilayah kerja Puskesmas Mokoau Kota Kendari tahun 2023 Kata kunci: pola makan; aktivitas fisik dan kebiasaan merokok; pola hidup sehat Abstract A healthy lifestyle is a way of living that minimises the risk of serious illness or premature death. Elderly is the final stage of human development. A healthy lifestyle is characterised by doing some good habits including doing enough physical activity and according to the needs of the body, maintaining a nutritious and balanced diet and type of food that is adjusted to the needs of the body, avoiding bad habits such as smoking and other bad habits that can reduce health. This study aims to determine the description of a healthy lifestyle in the working area of the Mokoau Health Centre, Kendari City in 2023. The research method is descriptive research using observational design through cross sectional approach random slamping technique. The results of a healthy lifestyle based on diet stated 65.0% who had a good diet while 35.0 had a bad diet. The results of a healthy lifestyle based on physical activity stated 71.1% had light activity and 28.8% had heavy activity. The results of a healthy lifestyle based on smoking habits stated 95.0% did not have a smoking habit and 5.0% had a smoking habit. It can be concluded that the lifestyle has a good level of health based on the results of nutritional status, diet, physical activity and smoking habits in the working area of Puskesmas Mokoau Kendari City in 2023. Keywords: diet; physical activity and smoking habits; healthy lifestyle
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI PEKERJA DI PT LAMARIO CELEBES PERKASA KABUPATEN KOLAKA TAHUN 2023 Fadillah Gafar, Besse Nurul; Lisnawaty, Lisnawaty; Salsabila, Syefira
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i3.46253

Abstract

Abstrak Status Gizi merupakan sebuah ukuran terkait kondisi tubuh seorang individu yang dapat ditinjau melalui makanan yang dikonsumsi dan penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh yang diukur berdasarkan Indeks Massa Tubuh orang dewasa. Pemberian asupan energi dan status gizi pada para karyawan atau tenaga kerja yang dinilai penting dalam sebuah perusahaan/institusi. Penyelenggaraan makanan pada sebuah industri dikelola oleh institusi makanan dengan pengolahan makanan yang disesuaikan pada ketentuan standar yang ada. Standar makanan menjadi regulasi atas aspek menu, kecukupan gizi, dan sanitasi. Tujuan diberikannya hidangan yang berkualitas yakni guna meningkatkan serta menjaga asupan dan status gizi karyawan. Penyelenggaraan makanan wajib memperhatikan kecukupan energi, jumlah makanan serta variasi makanan yang disediakan. Tujuan Penelitian ini yaitu guna meninjau hubungan asupan energi dengan status gizi pekerja. Jenis penelitian ini berupa observational dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilangsungkan di PT. Lamario Celebes Perkasa pada bulan Maret tahun 2023, Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja dengan jumlah 90 pekerja. Hasil penelitian menunjukkan p-value = 0,707 > α = 0,05, menandakan tidak ada hubungan antara kepuasan pelayanan makanan dengan status gizi pekerja. Berdasarkan hasil uji bivariat nilai p-value = 0,033 < α = 0,05, menandakan adanya hubungan antara asupan energi dengan status gizi pekerja. Perusahaan dapat lebih memperhatikan pihak penyelenggaraan makanan perusahaan untuk lebih meningkatkan kualitas makanan, khususnya Variasi menu dan makanan selingan bagi pekerja agar asupan energi lebih tercukupi. Kata kunci: asupan energi, kepuasan pelayanan makanan, status gizi Abstract Nutrition is a measure of the condition of a person's body, which can be seen from the food consumed and the utilization of nutrients in the body, as measured by adult body mass index—provision of energy intake and nutrition to employees or workers considered necessary in a company/institution. Food administration in an industry is regulated by a food institution, where food processing conforms to predetermined standards. The existing food standards are related to aspects of the menu, nutrition adequacy and hygiene. Providing quality food aims to increase and maintain employees' nutrition intake and nutrition. Food organizations should pay attention to energy adequacy, food variety, and the amount of food provided. This study aimed to determine the relationship between energy intake and workers' nutrition. This type of research is observational with a cross-sectional approach. This research was conducted at PT—Lamario Celebes Perkasa in March 2023. The sample for this study comprises all workers, totalling 90 workers. The results showed that p-value = 0.707 > α = 0.05, which means there is no relationship between food service satisfaction and workers' nutrition. According to the results of the bivariate test, the p-value = 0.033 < α = 0.05, which means that there is a relationship between the energy intake and the workers' nutrition. Companies can pay more attention to company food management to improve food quality, especially menu variations and snacks for workers, so that energy intake is more adequate. Keywords: energy intake, food service satisfavtion, nutrition
GAMBARAN TATA LAKSANA GIZI BURUK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS POASIA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Ningsih, Rosnah; Muchtar, Febriana; Meliahsari, Renni
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47118

Abstract

Abstrak Gizi buruk adalah kondisi kekurangan zat gizi karena rendahnya asupan energi dan protein, yang ditandai dengan pertumbuhan badan yang tidak sesuai umur. Di Indonesia, prevalensi stunting atau gizi buruk mencapai 24,4 persen, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sebesar 14 persen. Oleh karena itu, melakukan upaya untuk menangani setiap kejadian gizi buruk yang terdeteksi merupakan salah satu strategi untuk memerangi masalah gizi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana penanggulangan gizi buruk pada tahun 2023 di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia baik untuk rawat jalan maupun rawat inap. Metodologi penelitian deskriptif kualitatif digunakan. Purposive sampling adalah metode yang digunakan untuk memilih informan, dan informan dipilih secara sadar berdasarkan seperangkat kriteria dan faktor. Ada lima informan penting: direktur puskesmas, dokter, perawat, petugas gizi, dan programmer yang menangani gizi. Dua orang yang dapat memberikan informasi dengan jelas, terutama ibu dari bayi kurang gizi yang anaknya telah menerima perawatan rawat jalan atau rumah sakit, memenuhi persyaratan sebagai informan yang sering ditemui. Menurut temuan penelitian, SOP Puskesmas Poasia untuk menangani malnutrisi diikuti dengan baik saat memberikan perawatan rawat jalan. Sambil menunggu stabilisasi, perawatan anak dengan gizi buruk di layanan rawat inap berjalan efektif dan sesuai dengan SOP penanganan gizi buruk. SOP tersebut juga telah dimodifikasi untuk memperhitungkan pedoman dan kebutuhan diet. rehabilitasi dan transisi. Menurut temuan studi, tatalaksana malnutrisi di Puskesmas Poasia untuk layanan rawat jalan dan rawat inap sudah sesuai dengan pedoman kerangka kerja manajemen malnutrisi tahun 2020. Kata kunci: Balita; Layanan Rawat Jalan; Layanan Rawat Inap; Tata Laksana Gizi Buruk Abstract Malnutrition is a condition characterized by a lack of essential nutrients due to inadequate intake of energy and protein, resulting in improper growth relative to age. In Indonesia, the prevalence of stunting or malnutrition reaches 24.4%, exceeding the target set in the National Medium-Term Development Plan of 14%. Therefore, addressing every case of malnutrition is a crucial strategy to combat this issue. The aim of this research is to further understand how malnutrition is managed in 2023 at the Poasia Health Center's working area, both on outpatient and inpatient care. A qualitative descriptive research methodology was employed, and purposive sampling was used to select informants. Five key informants were identified: the health center director, doctors, nurses, nutrition officers, and program officers responsible for nutrition. Two individuals who could provide clear information, especially mothers of malnourished children who had received outpatient or hospital care, met the criteria as frequently encountered informants. According to the research findings, the Poasia Health Center's standard operating procedure (SOP) for malnutrition management is effectively followed during outpatient care. Inpatient care for malnourished children is also efficiently conducted, following the SOP for malnutrition management while waiting for stabilization. The SOP has been modified to incorporate guidelines and dietary rehabilitation and transition needs. According to the study findings, malnutrition management at the Poasia Health Center for both outpatient and inpatient services aligns with the 2020 malnutrition management framework guidelines.. Keywords: Toddlers; Outpatient Services; Inpatient Services; Management of Malnutrition
HUBUNGAN POLA MAKAN, STATUS GIZI DAN KONSUMSI MAKANAN ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MAHASISWA PEREMPUAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALU OLEO ANGKATAN 2021 Muthmainnah S Saad, Wiwik; Jafriati, Jafriati; Yasnani, Yasnani
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i3.46265

Abstract

Abstrak Anemia adalah pengurangan dalam jumlah, warna atau ukuran dari sel-sel darah merah. Anemia gizi disebabkan karena beberapa hal yaitu menu makanan sehari-hari kurang mengandung zat besi, penyerapan zat besi di dalam usus kurang baik atau terganggu, infeksi parasit/ infeksi lain, kemampuan menampung zat besi menurun atau kebutuhan zat besi meningkat. Mahasiswi angkatan 2021 masih dianggap sebagai kelompok remaja yang rentan terhadap anemia. Melemahnya daya tahan tubuh membuat lebih mudah terkena penyakit, mengalami kemunduran kondisi, dan mengganggu perkembangan motorik, mental, dan intelektual. Pada akhirnya, ini berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, status gizi dan konsumsi makanan zat besi dengan kejadian anemia pada mahasiswa perempuan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo angkatan 2021. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan pendekatan desain Cross Sectional. Jumlah sampel adalah 78 orang mahasiswa perempuan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis yang digunakan yakni analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian terdapat hubungan antara pola makan (p value=0,03) dan konsumsi makanan zat besi (p value=0,002) dengan kejadian anemia, namun tidak terdapat hubungan antara status gizi (p value=0,09) dengan kejadian anemia. Sebaiknya kepada bagi mahasiswa terutama pada mahasiswa perempuan lebih memperhatikan pola makan terutama konsumsi makanan zat besi untuk menghindari terjadinya anemia. Kata kunci: Kejadian Anemia, Pola Makan, Status Gizi, Konsumsi Makanan Zat Besi Abstract Anemia is a reduction in the number, color, or size of red blood cells. Nutritional anemia is caused by several things, namely, the daily diet does not contain enough iron, the absorption of iron in the intestine is poor or disturbed, parasitic infections/other infections, the ability to accommodate iron decreases, or the need for iron increases. Female students from the class of 2021 are still considered a group of teenagers who are vulnerable to anemia. Weakening of the body's immune system makes it more susceptible to disease, conditions deteriorate, and interferes with motor, mental, and intellectual development. Ultimately, this has an impact on the quality of human resources. This research aims to determine the relationship between diet, nutritional status, and consumption of iron foods with the incidence of anemia in female students at the Faculty of Public Health, Halu Oleo University, class of 2021. This type of research is analytical using a cross-sectional design approach. The total sample was 78 female students using purposive sampling techniques. The analysis used is a bivariate analysis using the Chi-Square test. The results of the study showed a relationship between diet (p value=0.03) and consumption of iron foods (p value=0.002) with the incidence of anemia. Still, there was no relationship between nutritional status (p value=0.09) and the incidence of anemia. It is better for students, especially female students, to pay more attention to their diet, especially consuming iron foods to avoid anemia. Keywords: Incidence of Anemia, Diet, Nutritional Status, Iron Food Consumption
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA BLUD UPTD PUSKESMAS BENU-BENUA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Fadilah, Zahra; Lisnawaty, Lisnawaty; Salsabila, Syefira
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47110

Abstract

Abstrak Indonesia saat ini menghadapi masalah triple burden malnutrition, dimana selain harus menangani masalah overnutrition, undernutrition dan juga defisiensi mikronutrien. Fokus utama saat ini adalah mengatasi masalah undernutrition yang mana salah satunya adalah stunting. Sesuai dengan PERPRES Nomor 72 Tahun 2021 dalam rangka pencapaian target nasional prevalensi Stunting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 21 ditetapkan target antara yang harus dicapai sebesar l4% (empat belas persen) pada tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor Risiko Kejadian Stunting di BLUD UPTD Puskesmas Benu- Benua Kota Kendari tahun 2023, ditinjau dari pola pemberian makan, riwayat pemberian ASI, dan sanitasi lingkungan. Jenis Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain penelitian case-control. Populasi pada penelitian ini adalah balita 4-60 bulan di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-benua Kota Kendari yang berjumlah 1.585, untuk jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 64 balita dengan rincian 32 balita kasus dan 32 balita kontrol. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pola pemberian makan merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang signifikan (OR=6,120; CI95%:1,880-19,919; p=0,03), riwayat pemberian ASI merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang tidak signifikan (OR=2,164; CI95%:0,790-5,923; p=0,133) dan sanitasi lingkungan merupakan faktor risiko kejadian stunting dengan pengaruh yang tidak signifikan (OR=2,778; CI95%:0,497-15,517; p=0,244) nilai p>0,05 . Kata kunci: stunting, balita, pola pemberian makan. riwayat pemberian ASI, dan sanitasi lingkungan Abstract Indonesia is currently facing the triple burden of malnutrition, which besides having to deal with overnutrition, undernutrition and also micronutrient deficiencies. The main focus at the moment is overcoming the problem of undernutrition, one of which is stunting. In accordance with PERPRES Number 72 of 2021 in the context of achieving the national target for the prevalence of stunting as referred to in Article 4 paragraph 21, the intermediate target is set at 14% (fourteen percent) in 2024. The purpose of this study is to determine the risk factors for stunting in BLUD UPTD Benu-Benua Health Center, Kendari City in 2023, in terms of feeding patterns, history of breastfeeding, and environmental sanitation. This type of research uses an analytic observational method with a case-control research design. The population in this study were toddlers aged 4-60 months in the working area of the BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua, Kendari City, totaling 1,585. The number of samples in this study were 64 toddlers with details of 32 toddlers cases and 32 toddlers controls. The results showed that feeding pattern was a risk factor for stunting with a significant effect (OR=6.120; CI95%: 1.880-19.919; p=0.03), history of breastfeeding was a risk factor for stunting with an insignificant effect (OR =2.164; CI95%: 0.790-5.923; p=0.133) and environmental sanitation is a risk factor for stunting with an insignificant effect (OR=2.778; CI95%: 0.497-15.517; p=0.244) value p>0.05 . Keywords: Stunting, Toddlers, Feeding Patterns, History of Breastfeeding, Environmental Sanitation
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, RIWAYAT BBLR DAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-36 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMBU-TUMBU JAYA KECAMATAN KOLONO TIMUR KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2023 Linda, Nofhy Hasma; Lestari, Hariati; Rabbani Karimuna, Siti
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i3.46254

Abstract

Abstrak Stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis akibat kekurangan makanan sebelumnya dan kondisi gagal mencapai pertumbuhan optimal, terutama tinggi badan, menurut standar yang ditetapkan oleh WHO. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dan studi kasus kontrol yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif, riwayat BBLR, dan asupan protein dengan keterlambatan tumbuh kembang anak usia 12-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan pada tahun 2023. Populasi penelitian ini pada tahun 2023 terdiri dari anak usia 12 sampai 36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolono Timur Kabupaten Konawe Selatan. Total sampel termasuk 104 sampel (52 kasus dan 52 kontrol) dan berhubungan dengan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif (p=0.000, OR=35.357, CI 95%=11.814; 105.851) dengan BBLR sebelumnya (p=0.000, OR=29.600, CI 95%=9.065) . ; 96.653) dan asupan protein (p=0.000, OR=9.450, Cl 95%=3.816; 23.403) dan retardasi pertumbuhan pada anak usia 12-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya Kecamatan Kolon Timur, Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2023 Berdasarkan hasil penelitian diharapkan tenaga kesehatan di Puskesmas Tumbu-Tumbu Jaya dapat memberikan penyuluhan kepada orang tua yang memiliki anak balita tentang penyebab dan akibat stunting. Kata Kunci : Stunting, Pemberian ASI Eksklusif, Riwayat BBLR, Asupan Protein Abstract Stunting is a chronic malnutrition problem due to previous malnutrition and conditions that do not produce optimal growth, especially height according to WHO standards. This research is an analytic observation research with a case control study approach, which is used to determine the relationship between the independent variables and the dependent variable. The purpose of this study was to determine the relationship between exclusive breastfeeding, history of LBW, and protein intake with a decrease in the age of children 12 to 36 months in the working area of the Tumbu-Tumbu Jaya Health Center, East Kolono District, South Konawe Regency 2023. The population of this study is children aged 12 years and over. -36 months in the working area of the Tumbu-Tumbu Jaya Health Center, East Kolon District, South Konawe Regency in 2023 with a total sample of 104 (52 cases and 52 controls) and pooled sampling with simple random sampling. The results of this study indicated that there was a significant relationship between exclusive breastfeeding (p=0.000, OR=35.357, 95% CI=11.814; 105.851) with previous low birth weight babies (p=0.000, OR=29.600, 95% CI=9.065). ; 96.653) and protein intake (p=0.000, OR=9.450, Cl 95%=3.816; 23.403) and growth retardation in children aged 12-36 months in the working area of the Tumbu-Tumbu Jaya Health Center, East Kolonossa District, Konawe Selatan Regency in 2023. Therefore, from the results of this study it is hoped that health workers at the Tumbu-Tumbu Jaya Health Center can provide guidance to parents of toddlers about the causes and consequences of stunting. Keywords : Stunting, Excklusive Breastfeeding, BBLR History, Protein Intake
HUBUNGAN ASUPAN ASAM FOLAT DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 8 KONAWE SELATAN KECAMATAN RANOMEETO TAHUN 2023 Sarfa, Sarfa; Salma, Wa Ode; Salsabila, Syefira
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47122

Abstract

Abstrak Anemia Gizi adalah gangguan gizi yang paling umum di dunia. Ini masalah kesehatan masyarakat global yang mempengaruhi baik Negara maju maupun Negara berkembang. Berdasarkan World Health Organization tahun 2023, secara global diperkirakan sebanyak 40% dari semua anak usia 6-59 bulan, 37% wanita hamil dan 30 % wanita usia 15-49 tahun terkena anemia , dan Indonesia berada pada urutan ke lima dengan kejadian anemia sebanyak 22%. Anemia pada remaja putri berdampak negatif pada imunitas, konsentrasi, prestasi akademik, kesehatan remaja, juga dapat menyebapkan penurunan produktivitas, selain itu anemia menyebabkan berkurangnya kapasitas fisik dan mental, namun demikian sering tidak terdeteksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan asam folat dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 8 konawe selatan. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data menggunakan kuesioner semi quantitative food frequency, kuesioner terstruktur, dan hemoglobinmeter digital. Jumlah sampel sebanyak 80 orang yang dipilih menggunakan teknik Random Sampling. Uji hubungan yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruah antara asupan asam folat dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 8 Konawe Selatan dengan nilai p-value 0,001 (
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI IBU, PENDAPATAN KELUARGA DAN ASUPAN ENERGI PROTEIN DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA 1-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU- BENUA KOTA KENDARI TAHUN 2023 Anggraeni, Dwi Apri; Ruwiah, Ruwiah; Octaviani Kohali, Rizki Eka Sakti
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i3.46267

Abstract

Abstrak Status gizi adalah keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Balita usia 1- 5 tahun dalam tahap perkembangan yang pesat, apabila jika tidak didukung gizi yang seimbang Balita jatuh pada kondisi gizi kurang, kekurangan gizi pada masa Balita terkait dengan perkembangan otak sehingga dapat mempengaruhi kecerdasan dan berdampak pada pembentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Kebutuhan gizi Balita pada awal masa kehidupannya merupakan hal yang sangat penting, karena dapat memberikan konsekuensi buruk yang tidak bisa dihindari, dimana manifestasi terburuk dapat menyebabkan kematian. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga dan asupan energi protein dengan status gizi anak balita 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Benu- Benua Kota Kendari tahun 2023. Metode dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Proportional Random Sampling yang berjumlah 116 responden, serta menggunakan analisis statistik uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi ibu dengan status gizi balita usia 1-5 tahun (p = 0,459), namun ada hubungan antara pendapatan keluarga (p = 0,005), asupan energi (p = 0,04), asupan protein (p = 0,042) dengan status gizi balita usia 1-5 tahun. Peneliti berharap ibu yang memiliki balita di wilayah kerja puskesmas Benu-Benu agar lebih memperhatikan makanan untuk Balitanya sebisa mungkin di berikan makanan yang bervariasi yang mengandung gizi agar balitanya kebutuhan gizinya terpenuhi. Kata Kunci: Status Gizi Balita,Pengetahuan Ibu, Pendapatan Orang Tua, Asupan Energi, Asupan Protein Abstract Nutritional status is a condition caused by the balance between the intake of nutrients from food and the need for nutrients needed to metabolize the body. Toddlers aged 1-5 years are in a stage of rapid development, if not supported by balanced nutrition, toddlers fall into malnutrition, malnutrition in the toddler period is related to brain development so that it can affect intelligence and have an impact on the formation of the quality of human resources in the future. The nutritional needs of toddlers at the beginning of their life are very important, because it can have bad consequences that cannot be avoided, where the worst manifestations can cause death. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal nutritional knowledge, family income and protein energy intake with the nutritional status of children under five years of age in the Benu-Benua Health Center Working Area of Kendari City in 2023. The method in this study is quantitative research, namely with a cross sectional approach using Proportional Random Sampling technique totaling 116 respondents, and using statistical analysis of the Chi-Square test. The results showed that there was no relationship between maternal nutrition knowledge and the nutritional status of toddlers aged 1-5 years (p = 0.459), but there was a relationship between family income (p = 0.005), energy intake (p = 0.04), protein intake (p = 0.042) with the nutritional status of toddlers aged 1-5 years.Researchers hope that mothers who have toddlers in the Benu-Benu health center work area will pay more attention to food for their toddlers as much as possible to provide varied foods that contain nutrients so that their nutritional needs are met. Keywords: Nutritional Status of Toddlers, Mother's Knowledge, Parent's Income, Energy Intake, Protein Intake
GAMBARAN PERILAKU IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU-BENUA KECAMATAN KENDARI BARAT KOTA KENDARI TAHUN 2023 Alnur, Putriana; Yasnani, Yasnani; Pratiwi, Arum Dian
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47111

Abstract

Abstrak Stunting atau balita dengan postur pendek ialah suatu kondisi kurang gizi kronik pada balita yang terjadi pada masa pertumbuhan dan perkembangan pada fase kehidupan awal. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kendari dengan melihat data dari 15 Puskesmas di Kota Kendari untuk angka kejadian stunting pada Balita di Puskesmas Benu Benua dalam 2 tahun terakhir, dimana pada tahun 2021 jumlah kasus stunting pada Balita sebanyak 53 kasus, dan pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebanyak 75 kasus. Prevalensi stunting pada Balita di Kota Kendari mengalami penurunan yang cukup signifikan namun kondisi tersebut tidak di ikuti oleh Puskesmas Benu-Benua yang masih cukup tinggi kasus stunting dimana Puskesmas Benu-Benua terdapat pada nomor urut ke dua balita stunting terbanyak di Kota Kendari dan merupakan Puskesmas dengan jumlah kasus stunting yang cukup tinggi pada Balita. Tujuan penelitian ini yaitu gambaran perilaku ibu terhadap kejadian stunting pada balita di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Benu-Benua kecamatan kendari barat kota kendari tahun 2023. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif. Hasil penelitian ini menunjukkan gambaran pengetahuan ibu yakni pengetahuan kurang baik yakni 53 orang atau 70,7%, pengetahuan baik 22 orang atau 29,3%. Untuk gambaran sikap ibu yakni kurang baik 23 orang atau 30,7% dan sikap baik 52 orang atau 69.3. gambaran tindakan ibu yakni kurang baik 65 orang atau 86,7% dan tindakan baik 10 orang atau 13.3% Kata kunci: Stunting, Balita, Prilaku Ibu Abstract Stunting or toddlers with short posture is a condition of chronic malnutrition in toddlers that occurs during growth and development in the early life phase. Based on data from the Kendari City Health Office by looking at data from 15 Puskesmas in Kendari City for the incidence of stunting in toddlers at the Benu Continent Health Center in the last 2 years, where in 2021 the number of stunting cases in toddlers was 53 cases, and in 2022 there was an increase of 75 cases. The prevalence of stunting in toddlers in Kendari City has decreased significantly, but this condition is not followed by the Benu-Continent Health Center which is still quite high in stunting cases where the Benu-Continent Health Center is located in the second most stunting toddlers in Kendari City and is a Puskesmas with a fairly high number of stunting cases in toddlers Objective: Description of maternal behavior towards the incidence of stunting in toddlers in the work area of BLUD UPTD Puskesmas Benu-Continent, West Kendari District, Kendari City in 2023 Method: This study uses quantitative research with a descriptive research design, which is a research method carried out with the main aim of making an objective picture of a situation. Results: Showing the picture of maternal knowledge, namely poor knowledge of 53 people or 70.7%, good knowledge of 22 people or 29.3%. For the description of the mother's attitude, it is less good 23 people or 30.7% and good attitude 52 people or 69.3. The picture of mother's actions is less good 65 people or 86.7% and good actions 10 people or 13.3%. Keywords: Stunting, Toddlers, Maternal Behavior