cover
Contact Name
Lisnawaty
Contact Email
lisnawaty@uho.ac.id
Phone
+6285298996853
Journal Mail Official
gizidankesehatan@uho.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu JL. H.E.A. Mokodompit
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27975894     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jgki
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Progrm Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak Januari2020. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara online e-ISSN : 2797-5894 berdasarkan SK Kepala Pusat nasional ISSN Nomor 0005.27975894/K.4/SK.ISSN/2021.06 Tanggal 11 Juni 2021 dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang ilmu gizi dan gizi kesehatan masyarakat. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Gizi dan Kesehatan Indnesia berasal dari penelitian dalam bidang Ilmu Gizi dan Kesehatan Masyarakat.
Articles 82 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WUA-WUA KECAMATAN WUA-WUA KOTA KENDARI Hartati Bahar
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i1.43097

Abstract

Abstrak Status Kesehatan bayi merupakan salah satu indikator kesehatan masyarakat. Bayi harus terkontrol pertumbuhan dan perkembangannya utamanya enam bulan pertama kehidupannya. Air Susu Ibu (ASI) mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan bayi untuk memenuhi kebutuhan gizi di 6 bulan pertamanya. Faktor-faktor yang mempengaruhi cakupan bayi mendapat asi ekslusif antara lain: rendahnya pendidikan, kurangnya pengetahuan, pengaruh budaya, pekerjaan, kurangnya peran tenaha kesehatan, sikap. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan dukungan keluarga pada ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Wua-Wua Kecamatan Wua-Wua Kota Kendari. Metode Penelitian ini survei deskriptif dengan sampel 30 orang ibu menyusui, tehnik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan cukup yaitu 25 responden (83,25%), kurang sebanyak 5 responden (16,65%). Berdasarkan dukungan keluarga terdapat 14 responden memiliki dukungan keluarga baik (46,62%) dan terdapat 16 responden memiliki dukungan keluarga yang buruk (53,28%). Disarankan agar dilakukan upaya promotif dan preventif Kesehatan Ibu dan Anak untuk meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga pada ibu yang memberi ASI Ekslusif. Kata Kunci : Air Susu Ibu, pengetahuan, dukungan keluarga Abstract The health of infants is a sign of general health. Babies' development and growth must be documented, especially during the first six months of life. Mother's Milk (ASI) contains all the nutrients and fluids a baby needs to meet the nutritional needs of its first 6 months. Low levels of education, a lack of awareness, cultural effects, employment, a lack of the role of health professionals, and attitudes are some of the variables which have an impact on the coverage of infants who are exclusively breastfed. The purpose of this study was to describe knowledge and family support for breastfeeding mothers in the working area of the Wua-Wua Health Center, Wua-Wua District, Kendari City. This research method is a descriptive survey with a sample of 30 breastfeeding mothers, the sampling technique was carried out by simple random sampling. The results showed that respondents had sufficient knowledge, namely 25 respondents (83.25%), less than 5 respondents (16.65%). Based on family support, there were 14 respondents who had good family support (46.62%) and there were 16 respondents who had poor family support (53.28%). It is advised that child and maternal health promotion and prevention activities be carried out to promote family awareness of and support for moms who provide exclusive breastfeeding. Keywords : Mother’s Milk, knowledge, family support
HUBUNGAN PENGETAHUAN, POLA MAKAN, DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI DI MADRASAH ALIYAH (MA) AL-BARKAH KECAMATAN LALEMBUU KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2023 Fidya Ramadhani; Ruslan Majid; Ruwiah Ruwiah
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i1.43113

Abstract

Abstrak Anemia adalah kondisi tubuh dimana kadar Hemoglobin (Hb) dalam darah menunjukkan nilai
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 6-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENU-BENUA, KECAMATAN KENDARI BARAT, KOTA KENDARI TAHUN 2022 Herawahyuni Herawahyuni; Asnia Zainuddin; Yasnani Yasnani
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i1.43103

Abstract

Abstrak Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021 menunjukkan bahwa prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebesar 24,4 %. Provinsi dengan persentase balita stunting terendah adalah Bali yaitu sebesar 10,9%, dan Nusa Tenggara Timur adalah provinsi dengan prevalensi balita stunting tertinggi yaitu sebesar 37,8%. Sulawesi tenggara berada diposisi ke lima dengan prevalensi balita stunting sebesar 30,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari Tahun 2022. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah anak balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Benu-Benua. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan proporsional random sampling. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 94 sampel. Variabel yang diteliti meliputi tingkat pengetahuan ibu tentang gizi, pola asuh orang tua, pemberian ASI eksklusif dan riwayat penyakit infeksi. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji Chi-Squre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan kejadian stunting (p value = 0,00 < 0,05) dan ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting (p value = 0,00 < 0,05). Kata kunci: Stunting, pengetahuan ibu tentang gizi, ASI eksklusif Abstract Stunting is a chronic malnutrition problem caused by a lack of nutritional intake over a long period of time causing growth disturbances in children, namely the child's height is lower than the standard age. The results of the 2021 Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) show that prevalence experienced toddler stunting in Indonesia by 24.4%. Province with percentage toddler stunting Lowest is Bali ie of 10.9%, and East Nusa Tenggara is province with prevalence toddler highest stunting that is by 37.8%. southeast Sulawesi is at position fifth with prevalence toddler stunting by 30.2%. Study This aim For know the influencing factors incident stunting in toddlers aged 6 -59 months in the working area of the Benu-Benua Health Center, West Kendari District , Kendari City in 2022 . Deep method study This use design study observational analytic with approach cross sectional . Sample in research This is child toddlers in the work area Benu- Benua Health Center . Retrieval technique sample in research This use proportional random sampling . Amount sample in research as many as 94 samples . The variables studied covers level knowledge Mother about nutrition , patterns parenting , exclusive breastfeeding and history disease infection . Statistical tests used in research This namely the Chi- Squre test . Research results show that There is connection between knowledge Mother about nutrition with incident stunting ( p value = 0.00
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU, POLA MAKAN DAN POLA ASUH TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAMBO TAHUN 2022 Melisa Melisa; Fifi Nirmala G; Harleli Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i2.43109

Abstract

Abstrak Stunting (kerdil) adalah suatu kondisi yang terjadi dimana balita terlihat lebih pendek untuk usianya. Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang dialami balita akibat gizi yang kurang dalam waktu lama karena gizi yang dibutuhkan tidak sesuai dengan makanan yang diberikan. Di masa depan, anak-anak yang mengalami stunting akan sulit dalam hal pencapaian tumbuh kembang yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pegetahuan ibu, pola makan, dan pola asuh terhadap kejadian stuntung pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo tahun 2022. Kualitatif adalah jenis yang digunakan dalam penelitian ini dengan metode analitik observasional dan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Dalam pengambilan sampel teknik yang digunakan, yaitu proportional random sampling dengan total responden sebanyak 88. Hasil uji fisher exact test menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu (p value= 0,013) dan pola makan (p value=0,018) dengan kejadian stunting pada balita, serta tidak ada hubungan antara pola asuh (p value=1,000) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan pada penelitian ini, yaitu terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan pola makan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo Tahun 2022 dan tidak terdapat hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Nambo Tahun 2022. Kata kunci : Kejadian Stunting, Tingkat Pengetahuan, Pola Makan dan Pola Asuh Abstract Stunting (dwarf) is a condition where a toddler looks shorter for his age. Stunting is a chronic nutritional problem experienced by toddlers due to not being good at fulfilling nutrition for quite a long time because the nutrition needed is not in accordance with the food given. In the future, stunted children will find it difficult to promote optimal growth and development. This study aims to determine the relationship between the level of mother's knowledge, diet, and parenting style on the incidence of stunting in toddlers in the working area of the Nambo Health Center in 2022. Qualitative is a type of research using an analytic observational method and the research design applied is cross sectional. The sampling technique used was proportional random sampling and a total of 88 respondents. The results of the Fisher's exact test showed that there was a relationship between the mother's level of knowledge (p value=0.013) and eating patterns (p value=0.018) with the incidence of stunting in toddlers. , and there is no relationship between parenting style (p value=1,000) and the incidence of stunting in toddlers. The conclusion in this study is that there is a relationship between the level of mother's knowledge and eating patterns with the incidence of stunting in toddlers in the Nambo Health Center work area in 2022 and there is no relationship between parenting style and the incidence of stunting in toddlers in the Nambo Health Center work area in 2022. Keywords : Stunting Incident; Level of Knowledge, Dietary Habita and Parenting Style
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TOSIBA KECAMATAN SAMATURU KABUPATEN KOLAKA Agjriana Tri Cahyani Gunawan; Yusuf Sabilu; Farit Rezal
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i1.43098

Abstract

Abstrak Di Negara Indonesia permasalahan gizi kurang merupakan suatu persoalan kesehatan yang belum selesai dan memiliki kontribusi yang cukup banyak terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika seorang balita menderita gizi kurang, dampaknya adalah rendahnya kualitas sumber daya manusia, sehingga persoalan tersebut jika tidak diatasi segera akan mengakibatkan lost generation. Adapun akibat dari kekurangan gizi diantaranya adalah gagalnya pertumbuhan serta perkembangan balita dan tingginya angka kesakitan dan angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian gizi kurang pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan cross-sectional sebagai pendekatan. Penelitian ini diujikan pada 130 sampel. Hasil penelitian yaitu pengetahuan ibu (p-value = 0,000), pola asuh makan ibu (p-value = 0,000), dan penghasilan (p-value = 0,000) memiliki hubungan yang erat terhadap status gizi seseorang. Sementara itu, personal hygiene ibu (p-value = 0,312) tidak ada hubungannya dengan kejadian gizi kurang pada balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka. Sebaiknya masyarakat selalu membawa anaknya ke posyandu yang kurang lebih dilaksanakan 1 buan sekali, agar ibu dapat mengetahui informasi penting mengenai perkembangan gizi anaknya. Tujuannya agar seorang ibu lrebih memperhatikan kebutuhan anaknya sesuai dengan rentan usianya. Selin itu, hendaknya pihak puskesmas atau kesehatan rutin melakukan penyuluhan disetiap kegiatan posyandu kepada masyarakat/ibu selalu memantau apa saja yang menyebabkan turunnya status gizi balita. Kata kunci: Gizi Kurang, Balita, Pengetahuan, Pola Asuh Makan, Personal Hygiene, Pendapatan Keluarga Abstract In Indonesia, the problem of malnutrition is an unfinished health problem and has contributed quite a lot to the low quality of human resources (HR). If a toddler suffers from malnutrition, the impact is the low quality of human resources, so that the problem if not addressed immediately will result in a lost generation. The consequences of malnutrition include the failure of growth and development of toddlers and the high rate of morbidity and mortality. This study aims to determine the factors that can influence the incidence of malnutrition in toddlers in the Tosiba Health Center Working Area, Samaturu District, Kolaka Regency. The type of research used is analytical observational with cross-sectional as an approach. The study was tested on 130 samples. The results of the study, namely maternal knowledge (p-value = 0.000), maternal parenting (p-value = 0.000), and income (p-value = 0.000) have a close relationship to a person's nutritional status. Meanwhile, maternal personal hygiene (p-value = 0.312) has nothing to do with the incidence of malnutrition in toddlers in the Tosiba Health Center Working Area, Samaturu District, Kolaka Regency. People should always take their children to the posyandu which is more or less carried out once every 1, so that mothers can find out important information about the nutritional development of their children. The goal is for a mother to pay attention to the needs of her child according to her vulnerable age. In addition, the puskesmas or health center should routinely conduct counseling in every posyandu activity to the community / mothers always monitor what causes the decline in the nutritional status of toddlers. Keywords: Undernutrition, Toddlers, Knowledge, Dietary Parenting, Personal Hygiene, Family Income
GAMBARAN POLA KONSUMSI DAN STATUS GIZI PADA SISWI DI SEKOLAH MTSN 1 KENDARI Bahar, Hartati
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47112

Abstract

Abstrak Menurut Riskesdas Nasional (2018), prevalensi status gizi (BMI/U Z-score) pada remaja usia 16 hingga 18 tahun di Indonesia adalah: 1,4 sangat kurus, 6,7% kurus, 78,3% normal, 9,5% obesitas, dan tingkat obesitas 4,0. Pada kelompok usia 13-15 tahun di Indonesia, 1,9% mengalami gizi buruk, 6,8% kekurangan berat badan, 75,3% normal, 11,2% kelebihan berat badan, dan 4,8% mengalami obesitas. Sedangkan prevalensi status gizi pada kelompok umur 5 sampai 12 tahun sebesar 6,8% pada kelompok kurus dan 10,8% pada kelompok kelebihan berat badan. Berdasarkan data tersebut, kelompok usia 13-15 tahun memiliki prevalensi gizi buruk yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia remaja lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pola konsumsi Kendari dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada siswa MTSN 1 Kendari. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan Populasi sebanyak 34 orang siswa yang bersedia jadi sampel dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara total sampling. Hasil penelitian ini menggambarkan pola konsumsi siswi MTSN 1 Kendari dalam seminggu lebih sering mengonsumsi untuk lauk hewani lebih banyak dikonsumsi adalah daging ayam dan paling sedikit hati ayam. Untuk lauk nabati yang paling sering di konsumsi adalah tempe dan paling sedikit di konsumsi dalam seminggu adalah kacang-kacangan. Untuk sayur-sayuran yang paling banyak di konsumsi adalah kentang dan paling sedikit di konsumsi adalah waluh. Untuk buah-buahan yang paling banyak di konsumsi adalah manga dan yang paling sedikit adalah jambu biji dan untuk minuman yang paling banyak di konsumsi adalah teh dan paling sedikit adalah kopi. Kata kunci: Gizi, Remaja, Pola Konsumsi, Zat Besi, Pencegahan Abstract According to the National Riskesdas (2018), the prevalence of nutritional status (BMI/U Z-score) in adolescents aged 16 to 18 years in Indonesia is: 1.4 very thin, 6.7% thin, 78.3% normal, 9.5% are obese, and the obesity rate is 4.0. In the 13-15 year age group in Indonesia, 1.9% are malnourished, 6.8% are underweight, 75.3% are normal, 11.2% are overweight, and 4.8% are obese. Meanwhile, the prevalence of nutritional status in the 5 to 12 year age group was 6.8% in the underweight group and 10.8% in the overweight group. Based on this data, the 13-15 year age group has a higher prevalence of malnutrition than other adolescent age groups. Objective: To find out an overview of Kendari consumption patterns with Body Mass Index (BMI) on the MTSN 1 Kendari system. Method: This type of research is descriptive with a population of 34 students who are willing to be samples and sampling is carried out by total sampling. Results: description of the consumption patterns of MTSN 1 Kendari female students in a week who consume more often animal side dishes, chicken meat and the least chicken liver. The most frequently consumed vegetable side dish is tempeh and the least consumed in a week is nuts. The most consumed vegetables are potatoes and the least consumed are pumpkins. The fruit that is most consumed is manga and the least is guava and the drink that is most consumed is tea and the least is coffee. Keywords: Nutrition, Adolescents, Consumption Patterns, Zat Besi, Prevention
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAROBO KECAMATAN MAROBO KABUPATEN MUNA TAHUN 2023 Fitriyani, Fitriyani; Ruwiah, Ruwiah; Fithria, Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i3.46262

Abstract

Abstrak Status gizi merupakan status kesehatan dari suatu individu yang diperlukan dipengaruhi oleh asupan makanan dan penggunaan zat gizi dalam tubuh. Penilaian status gizi secara antropometri pada ibu hamil dilakukan melalui pengukuran lingkar lengan atas. Ambang batas ukuran LILA yang direkomendasikan adalah ≥23,5 cm. Ketika ibu hamil memiliki ukuran LILA
GAMBARAN STATUS GIZI IBU HAMIL PADA KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD DR.H.L.M. BAHARUDDDIN, M.KES Citra, Nikra Astriyanti; Muchtar, Febriana; Salsabila, Syefira
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47108

Abstract

Abstrak Menurut WHO, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) —yang didefinisikan sebagai bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram—memiliki tingkat kematian 20 kali lebih besar daripada bayi yang lahir dengan berat lebih dari 2.500 gram. Angka kematian bayi (AKB) di seluruh dunia masih relatif tinggi, yaitu 54 per 1000 kelahiran hidup, menurut WHO. BBLR (38,94%), hipoksia neonatorum (27,97%), infeksi seperti sepsis pada bayi baru lahir (5,68%), pneumonia (5,68%), dan kelainan bawaan (4,04%) adalah penyebab utama kematian. Ditemukan 30 kasus bayi baru lahir dengan BBLR, berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari surveilans awal kejadian BBLR di RSUD Kabupaten Muna. Informasi tersebut dikumpulkan antara bulan Januari dan Desember 2022. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi gizi ibu hamil di RSUD Kabupaten Muna pada tahun 2023 yang memiliki kejadian BBLR. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan metodologi penelitian deskriptif kuantitatif. Semua ibu yang memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) dari bulan Februari hingga Desember 2022, sebanyak 30 orang, merupakan sampel penelitian. Kelompok ini dipilih dengan menggunakan metodologi total sampling. Dari 30 responden, hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 orang (63,3%) pernah mengalami anemia selama kehamilan, sedangkan hanya 11 orang (36,7%) yang tidak memiliki riwayat anemia. Kemudian, ada 17 orang (57,7%) dengan riwayat kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil, dan ada 13 orang (43,3%) ibu yang tidak memiliki riwayat tersebut. Kata kunci: Anemia; Kekurangan Energi Kronis; BBLR Abstract According to the WHO, infants with low birth weights (LBW)—defined as those who are born weighing less than 2,500 grams—have a death rate that is 20 times greater than that of infants who are born weighing more than 2,500 grams. The infant mortality rate (IMR) worldwide is still relatively high, at 54 per 1000 live births, according to the WHO. LBW (38.94%), hypoxia neonatorum (27.97%), infections such as newborn sepsis (5.68%), pneumonia (5.68%), and congenital abnormalities (4.04%) were the main causes of mortality. 30 instances of LBW newborns were discovered, according to information gathered from early surveillance of LBW incidents at the Muna District Hospital. The information was gathered between January and December of 2022. The purpose of this research is to describe the nutritional condition of expectant mothers at the Muna District Hospital in 2023 who have an LBW incidence. This study uses a cross-sectional design and a quantitative descriptive research methodology. All moms who had infants with low birth weight (LBW) from February to December 2022, up to 30 persons, comprised the study's sample. This group was selected using the total sampling methodology. Out of 30 respondents, the findings revealed that 19 (63.3%) had experienced anemia during pregnancy, whereas only 11 (36.7%) had no such history. Then, there were 17 persons (57.7%) with a history of chronic energy deficiency (CED) in pregnant women, and there were 13 people (43.3%) with moms who had no such history. Keywords: Anemia; Chronic Energy Deficiency; Low Birth Weight
HUBUNGAN KEBIASAAN JAJAN DAN PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN 7 LAWA KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 2023 Eli, Etin Rahmaniar; Yuniar, Nani; Meliahsari, Renni
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i3.46251

Abstract

Abstrak Status gizi merupakan salah satu komponen penting dari perkembangan kesehatan yang dapat berhubungan dengan perkembangan anak. Masalah gizi pada anak usia sekolah dasar masih sangat besar hingga saat ini. Persentase status gizi anak 5-12 tahun berdasarkan IMT/U menurut Riskesdas tahun 2018 di wilayah Muna Barat, masih cukup tinggi. Kategori kurus berjumlah 8,2% yang terdiri dari 2,9% sangat kurus dan 5,4% kurus. Kategori gemuk 10,1% yang terdiri dari 6,4% gemuk dan obesitas berjumlah 3,7%. Tujuan dari penelitian ini adalah guna meninjau hubungan antara kebiasaan jajan dan pendapatan orang tua terhadap statu gizi anak usia sekolah di SDN 7 Lawa Kabupaten Muna Barat tahun 2023. Penelitian ini berupa penelitian Cross Sectional Study dengan mengaplikasikan teknik Total Sampling dan uji chi-square. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu FFQ dan kuesioner pendapatan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan p value=0,118 (p>0,05) artinya tidak ada hubungan antara kebiasaan jajan terhadap status gizi gizi anak. Menurut hasil uji bivariat nilai p value=0,000 (p 0.05) meaning that there is no relationship between snacking habits and children's nutritional status. Based on the results of the bivariate test, the p value = 0.000 (p
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI, JUMLAH UANG SAKU DAN KEBIASAAN KONSUMSI FAST FOOD DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HALU OLEO TAHUN 2023 Hasanah S, Nur; Suhadi, Suhadi; Harleli, Harleli
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 4 (2024):
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i4.47116

Abstract

Abstrak Gaya hidup diperkotaan yang serba praktis memungkinkan seseorang lebih memilih mengonsumsi fast food dengan alasan menghemat waktu. Pengetahuan gizi seseorang sangat berpengaruh pada sikap dan perilaku dalam pemilihan makanan. Konsumsi makanan juga dipengaruhi oleh uang saku yang diterima dari orang tua. Pada mahasiswa yang memiliki uang saku yang cukup besar cenderung memilih mengonsumsi makanan cepat saji atau fast food. Sehingga, mempengaruhi terhadap kebiasaan konsumsi makan seseorang yang lebih memilih fast food tanpa memperhatikan kandungan gizi yang diperoleh dari makanan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi, jumlah uang saku dan kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel 90 orang yang dipilih secara stratified Random Sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square dengan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan gizi dengan status gizi (P Value = 0,003), ada hubungan antara jumlah uang saku dengan status gizi (P Value = 0,042) dan ada hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi (P Value = 0,053). Diharapkan agar mahasiswa menambah wawasan terkait status gizi mahasiswa agar mahasiswa lebih peduli dengan kesehatannya sendiri. Karena hal tersebut yang bisa membuat status gizi mahasiswa jadi lebih baik. Dan diharapkan untuk menjaga pola hidup sehat dan baik dengan cara mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang untuk menjaga agar status gizi tetap normal. Kata kunci: Status Gizi, Pengetahuan Gizi, Jumlah Uang Saku, Fast Food Abstract The practical urban lifestyle allows people to prefer eating fast food for the reason of saving time. A person's nutritional knowledge is very influential on attitudes and behavior in food selection. Food consumption is also influenced by the pocket money received from parents. For college students who have a large enough allowance, they tend to choose to eat fast food or fast food. So, it affects the eating habits of someone who prefers fast food without paying attention to the nutritional content obtained from these foods. The purpose of the study was to determine the relationship between nutritional knowledge, pocket money and fast food consumption habits with nutritional status in students of the Faculty of Economics and Business, Halu Oleo University in 2023. This type of research is analytic observational with a cross sectional approach. The total sample size is 90 people selected by stratified random sampling technique. The statistical test used was the Chi Square statistical test with the results of the study showed that there is relationship between nutritional knowledge and nutritional status (P Value = 0.003), there is relationship between the amount of pocket money with nutritional status (P Value = 0.042) and there is a relationship between fast food consumption habits with nutritional status (P Value = 0.053). It is hoped that the university students will add insights related to the nutritional status of university students so that they are more concerned with their own health. Because this can make the nutritional status of college students better. And it is expected to maintain a healthy and good lifestyle by eating a nutritionally balanced diet to keep the nutritional status is normal. Keywords: Nutritional Status, Nutrition Knowledge, Pocket Money, Fast Food