cover
Contact Name
Lisnawaty
Contact Email
lisnawaty@uho.ac.id
Phone
+6285298996853
Journal Mail Official
gizidankesehatan@uho.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo, Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu JL. H.E.A. Mokodompit
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27975894     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jgki
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal yang dikelola oleh Progrm Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo Kendari sejak Januari2020. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia merupakan jurnal ilmiah yang terbit secara online e-ISSN : 2797-5894 berdasarkan SK Kepala Pusat nasional ISSN Nomor 0005.27975894/K.4/SK.ISSN/2021.06 Tanggal 11 Juni 2021 dan menerbitkan artikel atau karya ilmiah hasil penelitian dalam bidang ilmu gizi dan gizi kesehatan masyarakat. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia terbit secara berkala 4 edisi dalam satu volume setiap tahunnya Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Gizi dan Kesehatan Indnesia berasal dari penelitian dalam bidang Ilmu Gizi dan Kesehatan Masyarakat.
Articles 82 Documents
HUBUNGAN POLA MAKAN, PENDAPATAN KELUARGA, JUMLAH ANGGOTA KELUARGA DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIGI KABUPATEN MUNA TAHUN 2021 Sulfiyani Sulfiyani; Ruwiah Ruwiah; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v3i4.30139

Abstract

AbstrakStatus gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Konsumsi makanan (pola makan) berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi terbagi ‎dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal‎.Alasan penelitian ini memilih pola makan karena pola makan merupakan upaya yang mudah dilakukan dalam mengatasi masalah gizi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anatara pola makan, pendapatan keluarga, dan jumlah anggota keluarga dengan status gizi anak balita di Wilayah kerja Puskesmas Parigi Kabupaten Muna. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang dipilih 82 dengan melibatkan ibu yang memiliki anak usia 12-59 bulan di Puskesmas Parigi. Data diambil dengan menggunakan kuesioner, dengan tehnik wawancara dan observasi. Data dianalisis menggunakan uji chisquare dengan tingkat signifikan (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi anak balita dengan nilai (ρ=0,000 < 0,05), tidak terdapat hubungan antara pendapatan keluarga (ρ= 0.560 >0,05), dan jumlah anggota keluarga (ρ= 0.605 >0,05) dengan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Parigi Kabupaten Muna tahun 2021. Memperhatikan hasil penelitian ini, diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat melibatkan lebih banyak faktor untuk melihat konstribusi yang dominan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status gizi anak balita.Kata Kunci: Pola Makan, Pendapatan Keluarga, Jumlah Keluarga, Status Gizi      AbstractNutritional status is the state of the body as a result of food consumptionand use of nutrients. Consumption of food pattern affects a person's nutritionalstatus. Factors that affect nutritional status are divided into two, namely external factors and internal factors. The reason this study chose the diet is because eating patterns are an easy effort to do in overcoming nutritional problems. The purpose of this study was to determine the relationship between diet, family income, and the number of family members with the nutritional status of children under five in the work area of the Parigi Health Center, Muna Regency. The research design used is descriptive analytic research with a cross sectional approach. The number of samples selected was 82 involving mothers with children aged 12-59 months at the Parigi Health Center. Collecting data using a questionnaire, with interview and observation techniques. Data analysis used the chi-square test with a significant level (α = 0.05). The results showed that there was a significant relationshipbetween diet and nutritional status of children under five with a value (ρ = 0.000< 0.05), there was no relationship between family income (ρ = 0.560 > 0.05), and the number of family members (ρ = 0.605 > 0.05) with the nutritional status oftoddlers in the work area of the Parigi Health Center, Muna Regency in 2021. By paying attention to the results of this study, it is hoped that further researcherscan involve more factors to see the dominant contribution to determine the relationship between diet and nutritional status of toddlers.Keywords:Dietary habit, Family Income, Number of Family, Nutritional Status.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSAL SUAMI DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI ESKLUSIF PADA SUKU TOLAKI DI PUSKESMAS KEMARAYA KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Farming Farming; Fitriyanti Fitriyanti; Hartati Bahar
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v3i4.30144

Abstract

Abstrak Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bayi pada awal usia kehidupannya. Hal ini tidak hanya karena ASI mengandung cukup zat gizi tetapi juga karena ASI mengandung zat imunologik yang melindungi bayi dari infeksi.Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah  observasional  dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini akan dilakukan di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh suami dari ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan yang ber suku tolaki di Puskesmas Kemaraya yang berjumlah 85 orang terhitung pada bulan September sampai November tahun 2018. Teknik pengambilan sampel dalam penelitan ini dilakukan dengan cara purposive Sampling, dengan jumlah sampel 70 orang. Berdasarkan hasil yang di dapatkan dari penelitian ini, berdasarkan hasil Observasional dengan rancangan cross Sectional Study hasil  menggunakan analisis Chi Square  (X²) pada tingkat kemaknaan 95% menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Dukungan Informasional dengan perilaku pemberian ASI eksklusif Pada Suku Tolaki di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018 yang ditandai dengan nilai p = 0,000 < α = 0,05 dengan X2 hitung = 14,069.Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa    Ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial suami dengan perilaku pemberian ASI eksklusif Pada Suku Tolaki di Puskesmas Kemaraya Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2018. Kata kunci: ASI Eklusif, Dukungan Sosial, Suami, Suku Tolaki      Abstract  Mother's milk (ASI) is the best baby food at the beginning of life. This is not only because breast milk contains enough nutrients but also because breast milk contains immunologic substances that protect infants from infection. The type of research to be conducted is observational with a cross-sectional study design. This research will be conducted at the Kemaraya Community Health Center, Kendari City, Southeast Sulawesi Province. The population in this study were all husbands of mothers who had babies aged 6-12 months who were of the Tolaki ethnic group at the Kemaraya Health Center, totaling 85 people from September to November 2018. The sampling technique in this research was carried out by purposive sampling, with a total a sample of 70 people. Based on the results obtained from this study, based on observational results with a cross sectional study design the results using Chi Square analysis (X²) at a significance level of 95% indicate that there is a significant relationship between Informational Support and exclusive breastfeeding behavior in the Tolaki Tribe at the Kemaraya Health Center, Kendari City, Southeast Sulawesi Province in 2018 which was marked by a value of p = 0.000 <α = 0.05 with X2 count = 14.069. The conclusions from the study showed that there was a relationship between husband's social support and exclusive breastfeeding behavior in the Tolaki tribe at the Kemar aya Kota Health Center Kendari Province of Southeast Sulawesi in 2018.Articles begin with Article Title, Author Name, Author Affiliation, followed by abstracts written with 200-250 words. Especially for Abstracts, the text is written with the left margin of 35 mm and the right margin is 30 mm with a font size of 9 pt and the Book Antiqua font type and the distance between single space lines. Abstracts must be written in Indonesian and English that are good and correct. The Abstract section must contain the core problems and objectives to be achieved, methods, and scientific findings obtained as well as conclusions. Abstracts for each language can only be written in one paragraph in a single column format. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Social Support, Husband, Tolaki Tribe
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI TAHUN 2022 Nurhayati Nurhayati; Harleli Harleli; Irma Yunawati
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v3i4.30140

Abstract

Abstrak Status gizi adalah keadaan tubuh yang merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan penggunaannya. Pada tahun 2019 pada orang dewasa berusia 18 tahun keatas prevalensi underweight sebesar 11,17% laki-laki dan 11,5% wanita, prevalensi overweight sebesar 33,6% wanita   dan 27% laki-laki dan prevalensi obesitas 6,3% laki-laki dan 10,9% perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola makan dengan status gizi mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari than 2022. Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Besar sampel pada penelitian ini adalah 396 yang didapatkan  dengan menggunakan teknik pengambilan sampel Stratified Random Sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner pengetahuan gizi  Food Frequency Questionnaire (FFQ) serta pengukuran berat badan dan tinggi badan. Uji statistik menggunakan uji chi square  dengan hasil penelitian menunjukan  tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value=0,127) dan pola makan (p value=0,109) dengan status gizi mahasiswa Universitas Halu Oleo. Kesimpulan penelitian adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan dan pola makan dengan status gizi mahasiswa Universitas Halu Oleo. Peneliti berharap agar agar mahasiswa menambah wawasan terkait status gizi agar mahasiswa bisa lebih peduli dengan kesehatannya sendiri,penelit juga berharap agar institusi pendidikan melakukan sosialisasi mengenai gizi sehat dan seimbang kepada mahasiswa agar status gizi mereka normal, jika status gizi baik maka tingkat kesehatan mahasiswa pun akan baik.Kata Kunci: Status Gizi, Pengetahuan Pola Makan      Abstract  Nutritional status is the state of the body, resulting from a balance between nutrients that enter the body and their use. In 2019 in adults aged 18 years and over the prevalence of underweight was 11.17% for men and 11.5% for women, the prevalence of overweight was 33.6% for women and 27% for men and the prevalence of obesity was 6.3% for men. male and 10.9% female. This study aimed to determine the relationship between knowledge and food patterns with the nutritional status of students at Halu Oleo University Kendari in 2022. This study used an analytical observational research method with a Cross-Sectional Study approach. The sample size in this study was 396 which was obtained using the Stratified Random Sampling sampling technique. The instrument used is the Food Frequency Questionnaire (FFQ) nutrition knowledge questionnaire and the measurement of weight and height. Statistical tests using the chi-square test with the results showed that there was no significant relationship between knowledge (p-value = 0.127) and diet (p-value = 0.109) with the nutritional status of Halu Oleo University students. The study concludes that there is no relationship between knowledge and food patterns with the nutritional status of Halu Oleo University students. Researchers hope that students will add insight related to nutritional status so that students can be more concerned with their health, researchers also hope that educational institutions will disseminate information about healthy and balanced nutrition to students so that their nutritional status is normal. good.. Keywords: Nutritional Status, Knowledge, Food Pattern
AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL DAUN AWAR-AWAR (Ficus septica Burm. F) PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI GLUKOSA Henny Kasmawati; Ridho Fajriyah Jamri; Aswani Aswani; Alfian Alfian
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v3i4.30145

Abstract

AbstractDiabetes mellitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin,kerja insulin atau keduanya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi dan efektifitas ekstrak etanol daun awar-awar (Ficus septic Burm.F) sebagai antidiabetes pada tikus jantan galur wistar yang mengalami Diabetes Melitustipe II. Pemodelan hewan diabetes dilakukan dengan menginduksikan glukosa per oral dengan dosis 20 g/kgBB 3 kali sehari selama 21 hari serta diberi makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Kadar glukosa darah diukur setiap minggu hingga diperoleh kadar glukosa darah puasa tikus >135 mg/dL.Tikus kemudian dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal,kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, kelompok dosis I merupakan tikus diabetes yang diberi terapi ekstrak etanol daun awar-awar dengan dosis 100mg/kgBB, kelompok dosis II merupakan tikus diabetes yang diberi terapi ekstrak etanol daun awar-awar dengan dosis 200mg/kgBB, dan kelompok dosis III merupakan tikus diabetes yang diberi terapi ekstrak etanol daun awar-awar dengan dosis 400mg/kgBB. Pemberian terapi dilakukan selama 14 hari. Kadar glukosa darah puasa diukur menggunakan glukometer Autocheck. Data kadar glukosa darah dianalisis dengan metode analisis pre and post test menggunakan metode Anova One-Way. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun awar-awar pada dosis 100mg/kgBB, 200mg/kgBB dan 400mg/kgBB memiliki potensi dalam menurunkan kadar glukosa darah dan dosis 100mg/kgBB menunjukan efektivitas yang sebanding dengan glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah. Ekstrak etanol daun awar-awar memliki potensi dan efektivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah. Kata kunci: Ficus septica Burm. F; antidiabetes; kadar glukosa darah       AbstractDiabetes mellitus (DM) is a group of metabolic diseases with characteristics of hyperglycemia that occur due to abnormalities of insulin secretion, insulin action or both. This study was conducted to determine the potential and effectiveness of the ethanol extract of awar-awar leaves (Ficus septica Burm.F) as antidiabetic in wistar strain male rats with type II diabetes mellitus. Modeling diabetic animals is done by inducing glucose by oral at a dose of 20 g/kgBB 3 times a day for 21 days and given a diet high in carbohydrates and fats. Blood glucose levels were measured every week until fasting mouse blood glucose levels were obtained> 135 mg/dL. The rats were then divided into 6 groups, namely the normal group, the negative control group, the positive control group, the dose group I was diabetic rats given therapy of awar-awar leaf ethanol extract at a dose of 100 mg/kg, the dose group II was diabetic rats given ethanol extract therapy awar-awar leaves with a dose of 200mg/kgBB, and the dose III group were diabetic rats given therapy of awar-awar leaf ethanol extract at a dose of 400mg/kgBB. Giving therapy is carried out for 14 days. Fasting blood glucose levels were measured using Autocheck glucometer. Blood glucose level data were analyzed using the pre and post test analysis method using the One-Way Anova method. The results showed that the Awar-awar leaf ethanol extract at doses of 100 mg/kg, 200 mg/kg and 400 mg/kg had the potential to reduce blood glucose levels and a dose of 100 mg/kg showed effectiveness comparable to glibenclamide in reducing blood glucose levels. Awar-awar leafes of ethanol extract has the potential and effectiveness in reducing blood glucose levels. Keywords: Ficus septica Burm. F; antidiabetic; blood glucose levels
STUDI KEIKUTSERTAAN VAKSINASI COVID-19 PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEPO-LEPO KOTA KOTA KENDARI TAHUN 2022 Wa Ode Wulandari Eka; Yusuf Sabilu; Lisnawaty Lisnawaty
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v3i4.30141

Abstract

Abstrak Vaksin Covid-19 adalah vaksin yang diberikan untuk menanggulangi Covid-19. Vaksin Covid-19 merupakan satu diantara langkah pemerintah dalam memberikan kebijakan dalam mengatasi penyebaran Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui studi keikutsertaan vaksinasi Covid-19 pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan data primer dan sekunder untuk mengetahui keikutsertaan vaksinasi covid-19 pada masyarakat. teknik yang digunakan adalah indepth interview (wawancara mendalam). Hasil penelitian mengenai masyarakat yang mau melaksanakan vaksinasi Covid-19 mereka mengetahui manfaat dan efek samping vaksinasi dari pihak puskesmas yang melakukan sosialisasi, telah melaksanakan vaksinasi, mendapatkan informasi dari media sosial yang merupakan salah satu media edukasi terutama mengenai vaksinasi Covid-19, menerapkan 5M setelah mendapatkan vaksinasi. Kesimpulan penelitian ini adalah keikutsertaan masyarakat dalam program vaksin Covid-19 sudah berjalan dengan cukup baik. Pengetahuan masyarakat mengenai keikutsertaan vaksinasi Covid-19 bahwa mereka semua telah mengetahui apa itu vaksinasi Covid-19 dan mendapatkan informasi dari media sosial. Sikap atau tindakan masyarakat dalam menyikapi vaksinasi Covid-19, dapat dilihat bahwa mereka semua paham akan vaksinasi Covid-19 dengan manfaat dan efek samping. Media Sosial tentang vaksinasi Covid-19, informan terkait informasi (berita) mengenai vaksinasi Covid-19, dapat dilihat bahwa mereka semua mendapatkan informasi tentang vaksinasi Covid-19 dan manfaatnya. Keikutsertaan vaksinasi Covid-19 beberapa informan tetap mau melaksanakan vaksinasi Covid-19 sampai ke tahap ke 3 dengan menggunakan jenis vaksin moderna,sinovac, masyarakat umum sebagian besar berpengetahuan baik, bersikap mendukung sehingga semakin baik pula dalam keikutsertaan terhadap vaksinasi Covid-19. Kata Kunci:  keikutsertaan vaksinasi covid-19, pengetahuan, sikap, media sosial.      Abstract  The Covid-19 vaccine is a vaccine given to treat Covid-19. The Covid-19 vaccine is one of the government's steps in providing policies to overcome the spread of Covid-19. The purpose of this study was to determine the participation study of Covid-19 vaccination in the community in the working area of the Lepo-Lepo Public Health Center, Kendari City in 2022. This study was a qualitative study with a descriptive approach that used primary and secondary data to determine the participation of the community with Covid-19 vaccination. the technique used is in-depth interview (in-depth interview). The results of the research on people who want to carry out the Covid-19 vaccination, they know the benefits and side effects of vaccination from the puskesmas that have carried out socialization, have carried out vaccinations, received information from social media which is one of the educational media, especially regarding Covid-19 vaccination, implemented 5M after get vaccinated. The conclusion of this study is that community participation in the Covid-19 vaccine program has gone quite well. People's knowledge about participating in the Covid-19 vaccination that they all know what Covid-19 vaccination is and get information from social media. People's attitudes or actions in responding to the Covid-19 vaccination, it can be seen that they all understand the Covid-19 vaccination with its benefits and side effects. Social Media about Covid-19 vaccination, informants related to information (news) regarding Covid-19 vaccination, it can be seen that they all received information about Covid-19 vaccination and its benefits. Participation in the Covid-19 vaccination, several informants still want to carry out the Covid-19 vaccination up to the 3rd stage by using the moderna vaccine type, Sinovac, the general public is mostly well-informed, supportive, so that it will be even better to participate in the Covid-19 vaccination. Keywords: participation in covid-19 vaccination, knowledge, attitude, social media.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN DERMATITIS KONTAK PADA TEMPAT PENCUCIAN MOBIL DI KOTA KENDARI Sarlina Sarlina; Suhadi Suhadi; Arum Dian Pratiwi
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v3i4.30142

Abstract

AbstrakDermatitis merupakan penyakit yang dapat terjadi akibat adanya paparan pada kulit. Dermatitis merupakan peradangan kulit pada epidermis dandermis sebagai respon terhadap pengaruh faktor langsung dan tidak langsung menyebabkan kelainan klinis berupa efloresensi polimorfik. Indonesia pada tahun 2021 prevalensi dermatitis mencapai angka 6,78%. Prevalensi dermatitis kontak sangat bervariasi, sekitar 90% penyakit kulit akibat kerja merupakan dermatitis kontak, baik iritan maupun alergik. Pada pencucian kendaraan mobil karyawan akan terpapar dengan bahan iritan pada sabun colek dan detergent seperti Alkyl Benzene Sulfonate (ABS), Linear Alkylbenzene Sulfonate dan Sodium Alkylbenzene Sulfonate yang digunakan untuk mencuci kendaraan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan dermatitis kontak pada tempat pencucian mobil di Kota Kendari (Studi Kasus Pencucian Mobil Madani, Pencucian Mobil Car Wash D & A Dan Pencucian Mobil Al Cars Wash). Jenis penelitian yang digunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Study Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan pada tempat pencucian mobil Kota Kendari sebanyak 50 orang dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara masa kerja dengan nilai p-value (0,000<0,05), lama paparan dengan nilai p-value (0,000<0,05), APD dengan nilai p-value (0,003<0,05) dan personal higyene dengan nilai p-value (0,000<0,05) terhadap keluhan dermatitis kontak pada tempat pencucian mobil di Kota Kendari (Studi Kasus Pencucian Mobil Madani, Pencucian Mobil Car Wash D & A Dan Pencucian Mobil Al Cars Wash). Kata kunci: Masa Kerja, Lama Paparan, APD, Personal Higyene, Keluhan Dermatitis Kontak      AbstractDermatitis is a disease that can occur due to exposure to the skin. Dermatitis is an inflammation of the skin in the epidermis and dermis as a response to the influence of direct and indirect factors causing clinical abnormalities in the form of polymorphic fluorescence. Indonesia in 2021 the prevalence of dermatitis reaches 6.78%. The prevalence of contact dermatitis varies widely, about 90% of occupational skin diseases are contact dermatitis, both irritant and allergic. In car washing, employees will be exposed to irritants in soap and detergent such as Alkyl Benzene Sulfonate (ABS), Linear Alkylbenzene Sulfonate and Sodium Alkylbenzene Sulfonate which are used to wash the vehicle. This study aims to determine the factors associated with complaints of contact dermatitis at a car wash in Kendari City (Case Study of Madani Car Wash, Car Wash D & A Car Wash and Al Car Wash Car Wash). This type of research used quantitative methods using a Cross Sectional Study. The population and sample in this study were employees at a car wash in Kendari City as many as 50 people using total sampling. The results showed that there was a significant relationship between years of service and p-value (0.000<0.05), length of exposure with p-value (0.000<0.05), PPE with p-value (0.003<0.05). ) and personal hygiene with p-value (0.000<0.05) for complaints of contact dermatitis at a car wash in Kendari City (Case Study of Madani Car Wash, D & A Car Wash and Al Car Wash). Keywords: Period of Work, Duration of Exposure, APD, Personal Hygiene, Complaints of Contact Dermatitis
GAMBARAN KEBERHASILAN PROGRAM TABLET TAMBAH DARAH REMAJA PUTRI DI KOTA PEKANBARU TAHUN 2019 Fathia Maulida; Asih Setiarini; Syukra Alhamda
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i2.43114

Abstract

Abstrak Program pemberian tablet tambah darah (TTD) merupakan salah satu upaya penanggulangan anemia berdasarkan rekomendasi WHO yang salah satu sasarannya adalah remaja putri. Indikator keberhasilan program ini adalah menurunnya kejadian anemia pada remaja putri dan meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keberhasilan pelaksanaan program pemberian TTD kepada remaja putri tahun 2019 di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang kemudian disajikan dengan naratif deskriptif. Data yang diperoleh adalah data primer yang didapatkan dan dikumpulkan dengan wawancara mendalam terhadap informan dan data sekunder dengan telaah dokumen dan kemudian di analisis dengan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program TTD remaja putri di Kota Pekanbaru sudah berjalan, namun masih terdapat banyak kendala dalam pelaksanaannya sehingga cakupan keberhasilan dari program ini belum mencapai target nasional. Kendala dalam pelaksanaannya berupa masih kurangnya koordinasi kerjasama antar lintas sektor, perlu ditambahnya tenaga kesehatan dalam pelaksanaan, masih kurangnya penyediaan media KIE dalam sosialisasi dan masih rendahnya tingkat kepatuhan remaja putri dalam konsumsi TTD. Dibutuhkan penguatan koordinasi dan pengontrolan dalam pelaksanaan program TTD remaja putri di Kota Pekanbaru, perlu adanya inovasi yang baik sehingga pelaksanaan program dapat optimal dan remaja putri semakin termotivasi dalam mendukung program ini, perlu adanya peningkatan pengadaan media KIE untuk menunjang keberhasilan program ini dan perlu adanya peningkatan pemberian edukasi terhadap remaja putri dan bahkan orang tua atau wali terhadap pengetahuan mengenai pentingnya program tablet tambah darah ini. Kata kunci: tablet tambah darah, remaja putri, KIE Abstract The program for giving Fe tablets is one of the efforts to overcome anemia based on WHO recommendations, one of the targets is the adolescent girl. Indicators of the success of this program are decreasing the incidence of anemia in adolescent girls and increasing adherence to iron tablets consumption. This study aims to determine the implementation’s succesfull of the Fe tablets program for adolescent girls in 2019 in Pekanbaru City. This study uses a qualitative method which is then presented witt descriptive narrative. The primary data obtained and collected by in-depth interviews with informants and secondary data by document review and then analyzed by content analysis. The results showed that implementation of Fe tablets program for young women in Pekanbaru City has been running, but there are still many obstacles in its implementation so that the scope of success of this program has not reached the national target. Constraints in its implementation include the lack of coordination of cross-sectoral cooperation, the need for additional health workers in the implementation, the lack of provision of IEC media in socialization, and the low level of compliance of adolescent girls in consuming iron tablets. It is necessary to strengthen coordination and control in the implementation of the Fe tablets program for adolescent girls in Pekanbaru City, there is a need for good innovation so that program implementation can be optimal and adolescent girls are more motivated in supporting this program, it is necessary to increase the procurement of IEC media to support the success of this program and there is a need for improvement providing education to the adolescent girl and even parents or guardians on the knowledge about the importance of this Fe tablets program. Keywords: Fe tablets, adolescent girl, IEC
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAROBO KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA TAHUN 2022 Wa Ode Gita Asiyah; Sartiah Yusran; Lisnawaty Lisnawaty
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i2.43104

Abstract

Abstrak Anak yang kekurangan gizi, sering terinfeksi, dan tidak diberikan stimulus psikologis yang cukup akan mengalami stunting (suatu masalah tumbuh kembang). Stunting adalah kekurangan gizi jangka panjang, biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak mencukupi kebutuhan gizi. Infeksi, diet tambahan/pendamping yang buruk, keperawatan, dan variabel keluarga dan rumah tangga. Pada tahun 2022, Puskesmas Marobo akan melakukan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko stunting pada bayi usia 6 hingga 24 bulan. Analisis terukur adalah apa jenis penyelidikan ini adalah studi analitik. Analitik observasional yaitu penelitian dengan desain cross sectional study dengan menggunakan uji univariat dan uji bivariat. Semua bayi di wilayah operasi Pusat Kesehatan Marobo antara usia 6 dan 24 bulan menjadi demografi penelitian, dan 78 tanggapan menjadi sampel. strategi non-probability sampling dikombinasikan dengan teknik accidental sampling. Uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara frekuensi stunting pada bayi usia 6 sampai 24 bulan dengan prevalensi penyakit virus atau infeksi (p=0,004), MP-ASI (p=0,002), dan pendapatan atau kekayaan keluarga (p=0,009). Sebanyak 78 partisipan disurvei prevalensi stunting pada anak usia 6-24 bulan di wilayah pelayanan Puskesmas Marobo Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2022. Berdasarkan temuan tersebut, saya menyimpulkan bahwa penyakit menular, pola pemberian MP-ASI, dan pendapatan keluarga semuanya berperan dalam prevalensi stunting pada kelompok usia ini. Kata kunci: Stunting, Penyakit infeksi, pola pemberian MP-ASI, pendapatan keluarga Abstract Children who are malnourished, frequently infected, and not given enough psychological stimulus will experience stunting (a developmental problem). Stunting is long-term malnutrition, usually caused by the consumption of food that does not meet nutritional needs. Infection, bad diet, nursing, and family and household variables. In 2022, the Marobo Health Center will conduct this research to identify risk factors for stunting in infants aged 6 to 24 months. A measured analysis is what makes this type of inquiry an analytical study. Observational analytic, namely research with a cross-sectional study design using univariate tests and bivariate tests. All infants in the operating area of the Marobo Health Center between the ages of 6 and 24 months became the study demographic, and 78 responses were sampled. non-probability sampling strategy combined with accidental sampling technique The Chi-Square statistical test showed a relationship between the frequency of stunting in infants aged 6 to 24 months and the prevalence of viral or infectious diseases (p = 0.004), MP-ASI (p = 0.002), and family income or wealth (p = 0.009). A total of 78 participants were surveyed in 2022 about the prevalence of stunting in children aged 6–24 months in the service area of the Marobo Health Center, Muna District, Southeast Sulawesi Province. Based on these findings, I conclude that infectious diseases, patterns of complementary feeding, and family income all play a role in the prevalence of stunting in this age group. Keyword : stunting,infectious diseases, patterns of giving MP-ASI, family incom.
HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN MP-ASI DENGAN STATUS GIZI BADUTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KATOBU KABUPATEN MUNA TAHUN 2021 Sulastri Tahir; Devi Safitri Effendy; Fithria Fithria
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i1.43092

Abstract

Abstrak Makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi selain dari ASI. Hal ini dikarenakan ASI hanya mampu memenuhi dua pertiga kebutuhan bayi pada usia 6-9 bulan, dan pada 9-12 bulan memenuhi setengah dari kebutuhan bayi. Dalam pemberian MP-ASI, yang perlu diperhatikan adalah usia pemberian MP-ASI, jenis MP-ASI, frekuensi dalam pemberian MP-ASI, porsi pemberian MP-ASI dan cara pemberian MP-ASI pada tahap awal. Salah satu faktor pemenuhan gizi dari sisi ekonomi yang mempengaruhui kemampuan daya beli masyarakat terhadap pangan. Berdasarkan laporan Puskesmas Katobu bahwa jumlah baduta adalah sebanyak 1,17% orang, tercatat oleh petugas bahwa bayi yang mengkonsumsi MP-ASI usia dini semakin tinggi sebanyak 1,51% orang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei analitik dengan pendekatan “cross sectional study” yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemberian MP-ASI dengan status gizi baduta di wilayah kerja Puskesmas Katobu Kabupaten Muna pada tahun 2021. Populasi pada penelitian ini yaitu berjumlah 268 Baduta dengan besar sampel sebanyak 57 Baduta. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pemberian MP-ASI terhadap status gizi Baduta dengan nilai p-value= 0,325 >0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pemberian MP-ASI terhadap status gizi baduta di Wilayah Puskesmas Katobu Kabupaten Muna Tahun 2021. Kata kunci: Baduta; Pemberian MP-ASI; Status Gizi Abstract Complementary food for breast milk (MP-ASI) is food or drink that contains nutrients other than breast milk. This is because breast milk is only able to meet two thirds of a baby's needs at the age of 6-9 months, and at 9-12 months it fulfills half of the baby's needs. In giving MP-ASI, what needs to be considered is the age of giving MP-ASI, type of MP-ASI, frequency of giving MP-ASI, portion of giving MP-ASI and how to give MP-ASI at an early stage. One of the factors for fulfilling nutrition from an economic standpoint is affecting the purchasing power of people towards food. Based on the report from the Katobu Community Health Center, the Baduta was 1.17%, it was noted by officials that babies who consumed MP-ASI at an early age had a higher rate of 1.51%. The research method used was an analytic survey with a "cross-sectional study" approach which aimed to analyze the relationship between complementary feeding and the nutritional status of Baduta who were observed at the same time. The population in this study was 268 Baduta, the sample size was 57 Baduta. The results of this study indicate that there is no relationship between the provision of MP-ASI on the nutritional status of Baduta (p-value = 0.325 > 0.05). Suggestions from the results of this study are mothers who have Baduta aged 6-4 months in giving MP-ASI which must be given according to the needs and age of the child by seeking information through books or online media so that children do not experience malnutrition or obesity. Keywords : Baduta; Complementary Feeding; Nutritional Status
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WARSAMBIN KABUPATEN RAJA AMPAT PAPUA BARAT TAHUN 2023 Nur Vandila Kalapat; Ruwiah Ruwiah; Paridah Paridah
Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Program Studi Gizi FKM UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jgki.v4i2.43110

Abstract

Abstrak Stunting adalah ketidakmampuan anak di bawah usia lima tahun untuk berkembang akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan dan terus-menerus. Jika tinggi badan anak untuk usianya kurang dari minus dua standar deviasi dari median, mereka dianggap stunting. Angka kejadian stunting di Provinsi Papua Barat menempati urutan keenam dari 34 provinsi Indonesia dengan angka 30,0%, menurut data Studi Status Gizi Indonesia Tahun 2022. Sedangkan stunting menempati urutan kelima dari 13 kabupaten/kota di Kabupaten Raja Ampat pada tahun 2022 dengan tingkat prevalensi 31,1%. Wilayah kerja Puskesmas Warsambin akan memiliki prevalensi stunting tertinggi di dunia pada tahun 2021 sebesar 46,7%, menempati urutan pertama. Di wilayah kerja Puskesmas Warsambin Kabupaten Raja Ampat Papua Barat, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan prevalensi stunting pada balita. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional merupakan metode yang digunakan. Metode pengambilan sampel Proportional Random Sampling digunakan untuk memilih 132 balita sebagai sampel penelitian. Uji Univariat dan Bivariat digunakan untuk analisis data. Pengetahuan ibu (p value = 0,003), pola asuh (p value = 0,002), pola makan (p value = 0,000), dan pendapatan keluarga (p value = 0,005) semuanya berpengaruh signifikan terhadap angka stunting. Dengan demikian diharapkan Puskesmas Warsambin dapat meningkatkan informasi tentang stunting, pola asuh, dan pola makan melalui penyuluhan dan edukasi serta mendorong ibu untuk aktif menggunakan layanan kesehatan dalam rangka pelaksanaan program pencegahan stunting. Kata Kunci : Pengetahuan Ibu Tentang Stunting, Pola Asuh, Pola Makan,Pendapatan Keluarga Abstract Stunting is the inability of children under the age of five to thrive that results from prolonged and persistent malnutrition. If a child's height for their age is less than minus two standard deviations from the median, they are considered stunted. The incidence of stunting in West Papua Province ranks sixth out of 34 Indonesian provinces with a rate of 30.0%, according to data from the 2022 Indonesian Nutrition Status Study. Meanwhile, stunting ranks fifth out of 13 regencies/cities in Raja Ampat Regency in 2022, with a 31.1% prevalence rate. The Warsambin Health Center's working area will have the highest prevalence of stunting in the world in 2021, at 46.7%, placing it first. In the Warsambin Health Center's working area in the Raja Ampat Regency of West Papua, the purpose of this study is to determine what factors are associated with the prevalence of stunting in toddlers. Quantitative research with a cross-sectional study design is the method used. The Proportional Random Sampling sampling method was used to select 132 toddlers for the study's sample. The Univariate and Bivariate tests were used for the analysis of the data. Mother's knowledge (p value = 0.003), parenting style (p value = 0.002), eating pattern (p value = 0.000), and family income (p value = 0.005) all had a significant impact on the rate of stunting. As a result, it is hoped that the Warsambin Health Center will be able to increase information about stunting, parenting, and eating patterns through counseling and education and encourage mothers to actively use health services in order to implement stunting prevention programs. Keywords: Mother's Knowledge about Stunting, Parenting, Diet, Family Income