cover
Contact Name
riadini wahyu utami
Contact Email
jikakbidyo@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jikakbidyo@gmail.com
Editorial Address
Jalan Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)
ISSN : 23382848     EISSN : 25799428     DOI : 10.36307
Core Subject : Health, Education,
Focus and Scope Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Pregnancy Labor Post Partum Pathology Midwifery community Family planning Reproduction health
Articles 274 Documents
PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN DENGAN NIAT UNTUK MENIKAH PADA USIA MUDA Anita Puji Lestari; Nining Tunggal Sri Sunarti; Kurniasari Pratiwi
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 2, No 3: Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.546 KB) | DOI: 10.36307/jik.v2i3.61

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan pada usia muda berdampak pada peningkatan angka kematian ibu melahirkan, ke- hamilan yang tidak diinginkan, aborsi, jumlah anak terlantar, angka pengangguran dan perceraian. Upaya menga- tasi masalah tersebut pemerintah membuat sebuah program keluarga berencana yang bertujuan menekan angka pertumbuhan penduduk salah satunya adalah dengan pendewasaan usia perkawinan (PUP).Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan dengan niat untuk menikah pada usia muda di SMP Muhammadiyah Piyungan.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam pe- nelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Piyungan tahun pelajaran 2013-2014 sebanyak 71 siswa. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling.Hasil: Remaja yang memiliki pengetahuan baik tentang PUP 28 (39,4%) responden dan yang berpengetahuan cukup 35 (49,3%). Remaja yang sangat tidak berniat menikah muda 33 (46,5%) dan yang tidak berniat 37 (52,1%)responden. Hasil uji statistik menggunakan Kendal Tau (ττ) diperoleh signifikansi sebesar 0,017.Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan remaja tentang pendewasaan usia perkawinan dengan niatmenikah pada usia muda.ABSTRACTBackground: Marriage at a young age have an impact on improving maternal mortality, unwanted pregnancy, abor- tion, the number of abandoned children, unemployment and divorce. In an effort to overcome these problems the government makes a family planning program aimed suppress the population growth rate is one of the maturation age of marriage.Objective: To determine the relationship of adolescent knowledge about the maturation age of marriage with the intention to marry at a young age in Junior High School Muhammadiyah PiyunganMethods: This research used quantitative methods with cross sectional approach. The population in this study is the eighth grade students of junior high school Muhammadiyah Piyungan 2013-2014 school year as many as 71 students. Sampling with a total sampling technique.Results: Adolescents who have a good knowledge of the maturation age of marriage 28 (39.4%) of respondents, knowledgeable enough 35 (49.3%) of respondents. Teenagers who do not intend to get married very young 33 (46.5%) of respondents, had no intention of 37 (52.1%) of respondents. The results of statistical tests using Kendal Tau (τ) obtained a significance of 0.017.Conclusion: There is a relationship between adolescent knowledge about the maturation age of marriage with the intention of getting married at a young age.
EFEKTIFITAS REFLECTIVE LEARNING PADA SIKAP PROFESIONAL MAHASISWA KEBIDANAN Andina Vita Sutanto; Mohammad Hakimi; Mubasysyir Hasanbasri
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 1: Maret 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.545 KB) | DOI: 10.36307/jik.v3i1.66

Abstract

Latar Belakang: Institusi pendidikan kebidanan memiliki peranan yang penting dalam mencetak tenaga bidan yang profesional dan berkualitas. Untuk dapat menghasilkan tenaga bidan yang profesional sesuai dengan yang diharapkan, maka dibutuhkan model pembelajaran yang efektif dan inovatif. Salah satu model pembelajaran yang telah banyak diteliti efektif dalam meningkatkan kompetensi idividu mahasiswa maupun profesi termasuk profesi kebidanan adalah reflective learning. Pembelajaran menggunakan model reflective learning dinilai efektif.Tujuan: Untuk mengetahui kegiatan reflective learning pada mahasiswa Akademi Kebidanan Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian dilaksanakan di Akademi Kebidanan Yogyakarta. Sampel penelitian mahasiswa tingkat I, II, dan III. Pengambilan sampel meng- gunakan minimal sample size. Variabel penelitian yaitu: variabel independen adalah reflective learning. Variabel dependen adalah sikap profesional mahasiswa kebidanan.Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik (p<0.05) antara variabel bebas (reflective learning) de- ngan variabel terikat (sikap profesional) dengan perbandingan prevalensi 2,13 95% CI (1,62-2,78)Simpulan: Mahasiswa yang melakukan reflective learning secara baik akan berpeluang untuk melakukan sikapprofesional yang baik dibandingkan dengan mahasiswa yng melakukan reflective learning yang tidak baik.ABSTRACTBackground: Midwifery educational institutions have an important role in the scoring power of professional and qualified midwives. To be able to produce a professional midwife as expected, then it takes a model of effective and innovative learning.Objective: To know the effectiveess of reflective learning on Student Academy Midwifery Yogyakarta.Method: This type of research survey with descriptive study. The research at Academy of Midwifery in Yogyakarta. Sample student research level I, II, and III. Sampling using a minimum sample size. Variable independent vari- able research, namely is the reflective learning. The dependent variable is the attitude of professional midwifery students.Result: The result showed statistical significance (P <0.05) between the independent variable (reflective learning)with the dependent variable (professional attitude) with a prevalence ratio 2.13 95% CI (1.62 to 2.78).Conclusion: Students who did reflective learning finely will have a chance to do a good professional attitude.
SIKAP IBU HAMIL DENGAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PERTAMA (K1) A.A. Putri Pratiwi Suandewi; Christina Pernatun Kismoyo; Suharni Suharni
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 1: Maret 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v3i1.71

Abstract

Latar Belakang: Pentingnya pelayanan ANC karena setiap kehamilan dapat berkembang menjadi masalah atau komplikasi setiap saat. Di Puskesmas Sewon II kunjungan pertama (KI) sudah 95%, yaitu sudah mencapai target yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan. Namun masih ada ibu hamil yang belum melakukan kunjungan pertama (KI).Tujuan: untuk mengetahui adanya hubungan sikap ibu hamil dengan kepatuhan KI.Metodologi: Penelitian ini deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel independen dalam penelitian ini adalah sikap ibu hamil. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah kepatuhan kunjungan. Sampel yang digunakan ibu hamil sebanyak 90 responden, pengambilan sampel menggunakan accidental sampling di Puskesmas Sewon II.Hasil Penelitian : Hasil analisis data cross sectional dapat diperoleh sebesar 95,6% ibu hamil yang melakukan pe- meriksaan di Puskesmas Sewon II memiliki sikap setuju yaitu ibu hamil peduli dengan kehamilannya. Kemudian ke- patuhan ibu hamil sebesar 97,8%, ibu hamil patuh melakukan kunjungan antenatal care pertama (KI). Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji chi square di dapatkan hasil x2 hitung = 9.995 dan x2 tabel = 3,841 (x2 hitung>x2tabel) dengan nilai signiftikan P value 0,002. Berdasarkan nilai x2 hitung > x2 tabel dan P value <0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti bahwa ada hubungan antara sikap ibu hamil dengan kepatuhan kunjunganantenatal care pertama (KI) di Puskesmas Sewon II.Simpulan: Ibu yang telah memahami kehamilannya berpotensi memiliki sikap yang baik dalam memeriksakan kehamilannya.ABSTRACTBackground: Antenatal Care (ANC) is very important in every pregnancy, in order to early detection in the develop- ment of future pregnancies. Community health centers Sewon II at the first ANC has been 95%, has reached the target set by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, but there are still 5% of pregnant women who have their first ANC.Objective: To determine the relationship attitude of pregnant women with antenatal care visits in the first compli- ance.Methodology: descriptive analytic research using cross sectional approach. The independent variables in this study is the attitude of pregnant women. The dependent variable in this study is a compliance visit. Sample used in pregnant women as much as 90 respondents, sampling accidental sampling in Community health centers Sewon II.Results: cross sectional data analysis can be obtained pregnant women who carry out checks on Community health centers Sewon II with a positive attitude or agree 95.6%. Mothers who are obedient and do antenatal care 97.8%. Based on the results of statistical analysis using chi square test showed statistical analysts using chi square test in getting the results count = 9,995 X2 and X 2 table = 3.841 (X 2 count> X 2 tables) with values signiftikan P value of 0.002. Due to the value of X 2 count> X 2 tables and a P value <0.05 then Ho is rejected and Ha accepted. There is a relationship between the attitude of pregnant women with antenatal care visits in the first compliance in Community health centers Sewon II.Conclusion: Women who have agreed attitude towards antenatal care tend to do antenatal care obediently in Community health centers Sewon II.
PAPARAN MEDIA TERHADAP PERILAKU BERISIKO REMAJA Agustin Rahmawati; Siti Istiana; Erna Kusumawati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 2: Agustus 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.972 KB) | DOI: 10.36307/jik.v3i2.76

Abstract

Latar Belakang:Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya. Kenakalan remaja terjadi bila kebutuhan sosiologis dan psikologisnya tidak terpenuhi dengan baik, sehingga akan memunculkan berbagai bentuk pola perilaku agresif dan cenderung ke arah negatif. Masalah perilaku agresif dan cenderung negatif itu tidak lepas dari persoalan mental, sehingga psikologisnya begitu domi- nan dalam perjalanan remaja yang masih labil. Pengaruh yang datang dari luar seringkali membawa dampak yang membawa mereka kepada perilaku beresiko seperti merokok, seksual bebas, dan napza. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mencari pengaruh paparan media terhadap perilaku beresiko remaja.MetodePenelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi siswa kelas XI SMK Sudirman Semarang dari bulan Juni s/d Juli 2015 yang berjumlah 39 siswi. Tenik sampling adalah sampling jenuh.Hasil dan Pembahasan: Data diperoleh mayoritas siswa kelas XI SMK Sudirman Semarang yang mempunyai perilaku berisiko tinggi sebanyak 53,8%. Paparan media sebagian besar memberikan paparan positif 61,5%. Hasil dengan korelasi Chi Square didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Pengaruh informasi yang tidak benar dapat mem- berikan dampak buruk bila tidak diimbangi dengan informasi yang tepat dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan.Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara paparan media dengan perilaku berisiko remajaABSTRACTBackground: Adolescent life is a life that is crucial for the future of the rest of their lives. Adolescent delinquence can happen when sociological and psychological needs are not well, so that will bring various pattern of aggres- sive behavior and tend toward the negative. Aggressive behavior problems tend to be negative and it cannot be separated from mental problems, and the psychological journey dominant in adolescents is still unstable. Influences coming from the outside often have an impact that brings them to risky behaviors such as smoking, free sex, and drugs. Therefore, this study aims to find the effect of media exposure on adolescent risk behavior.Method: The type of research used in this research is a survey research of cross sectional approach. The sample in this research is a part of the population of the students of class XI SMK Sudirman Semarang from June until July 2015 which amounted to 39 students. The sampling techniques used are a sampling of saturated.Result: Data obtained by the majority of adolescent who have high­risk behavior as much as 53.8%. Media expo- sure mostly give positive exposure to 61.5%. Results of the correlation of Chi Square p value = 0.000 (p <0.05). The influence of the incorrect information may negatively impact if not matched with the right information from sources that can be accounted for.Conclusion: There are any significant correlation media exposure with the risky behavior of adolescent.
Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan Non PIK-R Dewi Puspita Sari; Eny Retna Ambarwati; Reni Tri Lestari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 6, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.815 KB) | DOI: 10.36307/jik.v6i1.84

Abstract

ABSTRACTBackground: Adolescents are the future of a nation and ensuring their high capacity is crucial for country development. However, the phenomenon of early marriage is common and is one of the major adolescents’ concerns in Indonesia. Youth Information and Counselling Centre (PIK-R) is a container-managed preparation of family life program activitiesof, by and for youth to provide information and counseling about PKBR (Preparation of Family Life For Adolescents) and other support activities. From the results of a preliminary study in the Purwomartani village still many marriages at a young age and the high divorce rate that occurred in the region.Objective: To determine differences in the level of adolescents knowledge about preparation of family life for adolescents at PIK-R and no PIK-R.Methode: This research uses study comparative design with cross sectional approach models. Respondents in this research is adolescents aged 18-21 years of the total 78 respondents. There is 39 from PIK-R and 39 from no PIK-R. The instrument used in this research is the questionnaire. Bivariate analysis using Man Whitney test.Results: The level of adolescents knowledge about PKBR at PIK-R in good categories were 21 (55.26%), while at no PIK-R in good categories as much as 9 (23.68%). Man Whitney analysis with p-value 0.000 (<0.05).Conclution: There are significant differences in the level of adolescents knowledge about preparation of family life for adolescents (PKBR) at PIK-R and no PIK-R.Key Words: Knowledge, adolecents, PKBR, PIK-R INTISARILatar Belakang: Remaja adalah modal bagi pembangunan bangsa di masa depan yang mempersiapkan dirinya mencapai cita-cita termasuk merencanakan kehidupan berkeluarganya. Fenomena remaja yang menikah atau kawin muda terjadi dan mendapat perhatian yang cukup besar di Indonesia. Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) adalah suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang PKBR serta kegiatan penunjang lainnya. Hasil studi pendahuluan di Desa Purwomartani masih banyak pernikahan diusia muda dan angka perceraian masih tinggi.Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan non PIK-R.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif, dengan model pendekatan secara cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah remaja usia 18-21 tahun sebanyak 78 orang, terdiri dari 39 remaja PIK-R dan 39 remaja non PIK-R. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis bivariat menggunakan uji Man Whitney.Hasil: Tingkat pengetahuan remaja tentang PKBR pada PIK-R dalam kategori baik sebanyak 21 (55,26%), sedangkan pada non PIK-R dalam kategori baik sebanyak 10 (25.6%). Dengan hasil uji statistik Mann Whitney p-value 0.000 (<0.05).Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) pada PIK-R dan non PIK-R di Desa Purwomartani.Kata kunci: Pengetahuan, remaja, PKBR, PIK-R 
Optimisme dan Efikasi Diri Pengambilan Keputusan Karir pada Mahasiswa Program Diploma III Kebidanan Farhanita Riziq; Sugiarti Musabiq
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 3: Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.451 KB) | DOI: 10.36307/jik.v3i3.5

Abstract

Abstrak: tingginya angka kematian Ibu serta angka kesakitan dan kematian bayi di Indonesia membuat Menteri Kesehatan Indonesia, dalam putusannya, menetapkan bahwa bidan merupakan lini utama untuk mengurangi AKI dan AKB. Sayangnya, dalam usaha menjadi bidan, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi seperti sulitnya mendapatkan STR dan adanya fenomena menganggur. Kondisi-kondisi tersebut pada akhirnya mempengaruhi optimism mahasiswa kebidanan dalam menentukan pilihan karirnya di masa depan. Tujuan: untuk melihat apakah terdapat hubungan antara optimism dan efikasi diri pengambilan keputusan karir pada mahasiswa program Diploma III Kebidanan di Indonesia. Metode: partisipan dalam penelitian ini merupakan mahasiswa program Diploma III Kebidanan tingkat 2 dan 3 yang berjumlah 571 orang dari akademi kebidanan yang terakreditasi A dan B di Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain penelitian korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara optimisme dan efikasi diri pengambilan keputusan karir (r=+.203, n=571, p
PENGARUH PEMBERIAN TINDAKAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KEBERHASILAN PROSES MENYUSUI PADA IBU NIFAS Desy Syswianti; Tri Wahyuni; Dina Mardiana
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 6, No 2: Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.503 KB) | DOI: 10.36307/jik.v6i2.90

Abstract

ABSTRAKBackground: Eighty percent of maternal breastfeeding at Dina Clinik not successful during the process of breastfeeding that resulted in the low (55%-60%) coverage of exclusive breastfeeding. Giving massage oxytosin can increase success of the process of breastfeeding because psychologically enhance attachment and bounding and physiological hormone oxytosin increase releasing`.Research method: Pre-Experiment with the static group comparison design. Research location taken at Dina Mardiana Clinik. Subject of research are postpartum mothers and newborns treated at Dina Clinik. Two hours postpartum mother childbed was given massage oxytosin by a husband with cheklist guidelines on the treatment group. The success of breastfeeding observed on the control and treatment groups with observation instrument MBA Tool. Results: Giving massage oxytosin in the treatment group increased breastfeeding success with an average of 6800. There are massage oxytosin effect to the success of breastfeeding on maternal childbed at Dina Clinik in 2017 with a significant of p = .004.Conclusion: This Study concludes that there are effect of the influence of massage oxytosin against to success of the process of breastfeeding on maternal childbed. Keywords: Oxitosin Massage, Success of Breastfeeding process, Postpartum Mother INTISARILatar Belakang:  Delapan puluh persen ibu menyusui di Klinik Dina tidak berhasil selama proses menyusui yang mengakibatkan rendahnya (55%-60%) cakupan ASI Ekslusif. Tindakan pijat oksitosin dapat meningkatkan keberhasilan proses menyusui karena secara psikologis meningkatkan bounding and attachment dan secara fisiologis meningkatkan pengeluaran hormon oksitosin.Metode penelitian: Pre-Eksperimen dengan desain  static group comparison. Lokasi penelitian diambil di Klinik Dina Mardiana. Subyek penelitian adalah ibu nifas dan bayi yang dirawat di Klinik Dina Mardiana. Dua jam postpartum ibu nifas dilakukan tindakan pijat oksitosin oleh suami dengan panduan Cheklist pada kelompok perlakuan. Keberhasilan proses menyusui diobservasi pada kelompok kontrol dan perlakuan dengan alat observasi MBA Tool.Hasil: Pemberian tindakan pijat oksitosin pada kelompok perlakuan meningkatkan keberhasilan proses menyusui dengan rata-rata 6.800. Ada pengaruh pemberian tindakan pijat oksitosin terhadap keberhasilan proses menyusui pada ibu nifas di Klinik Dina Mardiana tahun 2017 dengan signifikansi p= 0.004.Simpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh pemberian tindakan pijat oksitosin berpengaruh terhadap keberhasilan proses menyusui pada ibu nifas. Kata kunci : Tindakan Pijat Oksitosin, Keberhasilan Proses Menyusui, Ibu Nifas.
KETERATURAN SENAM HAMIL TERHADAP LAMA PERSALINAN KALA 2 PADA IBU BERSALIN Dewi Susilowati; Rini Tri Hastuti; Tri Setyoningsih
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 3: Desember 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v1i3.11

Abstract

Latar belakang: Penyebab kematian maternal dan perinatal terbesar dinegara berkembang adalah akibat lamanya persalinan. Persalinan yang berlangsung terlalu lama pada kala II akan menimbulkan gejala seperti dehidrasi, infeksi, kelelahan pada ibu serta asfiksia dan kematian janin dalam kandungan/ Intra Uteri Fetal Death .Lama persalinan dipengaruhi oleh 5 faktor yaitu tenaga, jalan lahir, janin, psikologis respon dan penolong.senam hamil merupakan suatu program latihan bagi ibu seha untuk mempersiapkan kondisi fisik ibu dengan menjaga kondisi otot-otot dan persendian yang berperan dalam proses persalinan, serta mempersiapkan kondisi psikis ibu,terutama menumbuhkan kepercayaan diri dalam menghadapi persalinan. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan keteraturan senam hamil terhadap lama persalinan kala II pada ibu ber-salin di BPM Wilayah Puskesmas Klaten Tengah. Metode Penelitian: Deskriptif analitik adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk mem-buat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, dimana variabel bebas dan variabel terikat diukur dalam waktu yang sama. Tehnik pengambilan sampel dengan total sampling yaitu tehnik pengambilan sampel berdasarkan kriteria inklusi. Hasil Penelitian: berdasarkan hasil penelitian ada hubungan antara keteraturan senam hamil dengan lama per-salinan kala II, dimana ibu yang teratur mengikuti senam hamil secara teratur sebanyak 55 ibu,lama persalinan kala II nya berlangsung normal. Ditunjukan dengan uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan antara keteraturan senam hamil dengan lama persalinan kala II(p value = 0,000). Kesimpulan: Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang teratur mengikuti senam hamil ≥ 12 kali lama persalinan kala II nya berjalan normal.
Pengaruh Pelatihan dengan Metode PBL Terhadap Keterampilan Kader dalam SDIDTK Galuh Tunggal Prastiti; Siti Maimunah; Siswanto Pabidang
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 10, No 1: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v10i1.135

Abstract

ABSTRACTBackground: Detection and Intervention Program (SDIDTK) is a revision of the Early Detection of Growth and Development (DDTK) program which has been carried out since 1988 and is one of the main programs of the Puskesmas. Based on a report from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, the coverage of Toddler health services in early detection of toddler growth and development is 78.11% 10. Monitoring and detection of early childhood growth and development is part of the duties of posyandu cadres in their respective working areas. The task of cadres is very important and complex because the problem of child growth and development is not only directed at physical growth and development, but also the psychological development of children under five. Harisman, stated that the lack of training and coaching to improve adequate skills for cadres caused a lack of understanding of cadres' duties. Early detection education efforts must be increased and one way is through training. Method: With pre-experimental design with non-standardized control group pretest design on 80 trainees. Results: skill changes in the treatment group MD = -13.07, and control group MD = -9.71. The effect of training on skills F = 12,867 sig 0.001 means there is influence. Conclusion: Training with problem-based learning methods is significantly more effective than conventional groups to improve the skills of posyandu cadres in SDIDTK. Keywords: Skills, SDIDTK, PBL
Hubungan Status Gizi dengan Lama Menstruasi pada Remaja Putri di Kota Yogyakarta Bima Suryantara; Gunarmi Gunarmi; Eka Vicky Yulivantina
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 10, No 1: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v10i1.136

Abstract

ABSTRACTDuring adolescence, nutritional needs need special attention because during adolescence there is a physiological growth and development of organs. Growth in adolescence affects the needs, absorption, and use of nutrients, this is accompanied by rapid enlargement of organs and body tissues. Hormonal changes during adolescence also cause many physiological changes that affect nutritional needs in adolescents. Nutritional status affects menstruation mainly through the provision of materials to make the endometrial lining again and its effect on female hormone levels. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and duration of menstruation in adolescent girls. This study uses a quantitative correlation method with a cross sectional time approach. Sampling with total sampling technique with a sample of 62 young women. The results of the analysis using the chi square test showed that there was no relationship between nutritional status and the length of menstruation in adolescent girls in the city of Yogyakarta, which was indicated by the p value = 0.831.Keywords: nutritional status, duration of menstruation.

Page 10 of 28 | Total Record : 274


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 3: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 2: Agustus 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 1: Maret 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 3: Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 10, No 2: Agustus 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 10, No 1: April 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1: Maret 2022 Vol 9, No 3: Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 9, No 2: Agustus 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 9, No 1: Maret 2021 Vol 8, No 3: Desember 2020 Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 6, No 2: Agustus 2018 Vol 6, No 1: Maret 2018 Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 4, No 1: Maret 2016 Vol 3, No 3: Desember 2015 Vol 3, No 2: Agustus 2015 Vol 3, No 1: Maret 2015 Vol 2, No 3: Desember 2014 Vol 2, No 2: Agustus 2014 Vol 2, No 1: Maret 2014 Vol 1, No 3: Desember 2013 Vol 1, No 2: Agustus 2013 Vol 1, No 1: Maret 2013 Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 1 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) More Issue