cover
Contact Name
riadini wahyu utami
Contact Email
jikakbidyo@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jikakbidyo@gmail.com
Editorial Address
Jalan Parangtritis Km. 6, Sewon, Bantul
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)
ISSN : 23382848     EISSN : 25799428     DOI : 10.36307
Core Subject : Health, Education,
Focus and Scope Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Pregnancy Labor Post Partum Pathology Midwifery community Family planning Reproduction health
Articles 274 Documents
PERSEPSI MAHASISWA TENTANG MEDIA PEMBELAJARAN E-LEARNING Henik Istikhomah; Indarto A.S; Dewi Tustika P.S
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 2, No 2: Agustus 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.793 KB) | DOI: 10.36307/jik.v2i2.59

Abstract

Latar belakang :Menurut survey pendahuluan pada bulan Januari 2014, mahasiswa DIV Kebidanan Pendidik me- nyatakan e-learning merupakan terobosan yang bagus dalam proses pembelajaran karena dapat memanfaatkan teknologi jarak jauh dan simple bisa belajar dimana saja maupunTujuan penelitian: Mengungkap persepsi mahasiswa tentang media pembelajaran e-learning pada mata kuliah teknologi pendidikan dan media pembelajaran di Jurusan Kebidanan Poltekkes Surakarta.Metode penelitian: Menggunakan rancangan kualitatif, teknik pengumpulan sampel secara purposive sampling, jenis sampling maximum variation sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik Diskusi Kelompok Terarah dan Wawancara Mendalam. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.Hasil penelitian: Informan mengetahui pengertian e-learning adalah sebagai sarana pembelajaran menggunakan internet. Pada mata kuliah teknologi pendidikan dan media pembelajaran e-learning sudah mulai digunakan. Pe- nerapan e-learning belum maksimal karena kurangnya minat dan teknis penggunaan media e-learning. Manfaat e- learning bagi mahasiswa, dosen dan institusi adalah untuk memudahkan dalam proses pembelajaran. Hambatan- hambatan e-learning terdiri dari hambatan internal dan hambatan eksternal. Kerugian penggunaan e-learning tidak ada interaksi antara dosen dan mahasiswa.Simpulan: E-learning adalah media pembelajaran yang memanfaatkan internet. Penerapan e-elearning pada mata kuliah teknlogi pendidikan dan media pembelajaran belum maksimal karena kurang adanya partisipasi dan motivasi mahasiswa. Manfaat e-learning memudahkan mahasiswa, menghemat biaya, waktu yang fleksible, meningkatkan reputasi kampus. Hambatan-hambatan e-learning adalah minat mahasiswa yang kurang, admin yang belum cepat, sosialisasi yang kurang.Kekurangan dari media e-learning adalah kurang adanya interaksi dosen dan mahasiswasehingga penilaian hanya bersifat obyektif.Background: According to preliminary survey in January 2014, students of DIV Midwifery Educator expressed e-learning is a great breakthrough in the learning process because it can use technology and we are able to learn everytime everywhere.Objective: Unconvering the student’s perceptions about media e-learning on educational technology adn instruc- tional media course in Obstetrics Department at Surakarta Health PlytechnicMethods: Using a qualitative design, sample collection techniques by purposive sampling, types of sampling maxi- mum variation sampling. Collecting data using techniques focus group discussions adn in-depth interviews. The validity of data using triangulation techniques.Result: Informans knowing e-learning is to use the internet as a learning tool. In the course of educational technol- ogy and e-learning media has begun to be used. The implementation of e-learning is not maximized due to lack of interest and technical use of the medium of e-learning. Benefits of e-learning for students, faculty and istitutions is to facilitate the learning process. Barriers to e-learning consists of interal barriers and external barriers. The disadvat- age of use e-learning is no interaction between faculty adn students.Conclusion: The implementation of the e-elearning in the course of education technology and instructional media is not maximized due to lack of participation and motivation of students. Benefits of e-learning if easier for students, save costs, time flexible, enhancing the reputation of the campus. Barriers to e-learning is the lack of interest of students, the admin is not competent yet, less socialization. Disadvantages of e-learning media is the lack of inter- action of faculty and students that are objective assessment only.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR Novita Lusiana; Miratu Megasari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 2, No 3: Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.532 KB) | DOI: 10.36307/jik.v2i3.64

Abstract

Latar belakang:Dampak dari bayi lahir dengan berat badan lahir rendah ini adalah pertumbuhannya akan lambat. Faktor – faktor risiko yang mempengaruhi terhadap kejadian BBLR antara lain adalah karakteristik sosial demografi ibu, risiko medis ibu sebelum hamil juga berperan terhadap kejadian BBLR, dan status pelayanan antenatal. Tujuan Penelitian adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Arifin Achmad Prov Riau tahun 2013-2014.Metode:Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kasus kontrol (Case Control Study). Kasus yaitu bayi yang lahir dengan BBLR di RSUD Arifin Achmad Prov Riau tahun 2013-2014 dan Kontrol yaitu bayi yang lahir dengan berat badan normal di RSUD Arifin Achmad Tahun 2013-2014.Analisis data untuk bivariat dengan uji Chi-Squre dan multivariate dengan uji Regresi Logistik Ganda.Hasil:Hasil penelitian ibu yang Hb < 11 gr% lebih beresiko melahirkan bayi dengan BBLR 14 kali dibandingkan ibu yang memiliki Hb > 11 gr% (OR = 13,895 (CI 95% 8,061-23,950), ibu yang memiliki jarak kelahiran < 2 tahun lebih beresiko melahirkan bayi dengan BBLR 15 kali dibandingkanibu yang memiliki jarak kelahiran ≥ 2 tahun (OR = 15,138 (95%CI: 9,024-25,392), ibu yang termasuk kategori umur beresiko (umur< 2tahun dan umur > 35 tahun)lebih beresiko melahirkan bayi dengan BBLR 5 kali dibandingkan ibu yang tidak termasuk kategori umur yang bere- siko (umur 20 tahun sampai dengan umur 35 tahun) (OR = 5,266 (95%CI: 3,423-8,100), ibu yang termasuk kategori paritas beresiko (paritas 0 dan paritas > 4) lebih beresiko melahirkan bayi dengan BBLR 8 kali dibandingkan ibu yang tidak termasuk kategori paritas yang beresiko (paritas 0 dan paritas >4), OR = 7,606 (95%CI: 4,847 – 11,936), ibu yang tidak sekolah, pendidikannya SD, SMP lebih beresiko melahirkan bayi dengan BBLR 7 kali dibandingkan ibu yang pendidikannya SMA dan PT, OR = 6,921 (95%CI: 4,426-10,823).Simpulan:Faktor ibu dengan HB<11gr%, pendidikan SD dan SMP, Jarak Kelahiran < 2 tahun, paritas 0 dan >4, danumur > 35 tahun lebih beresiko memiliki bayi dengan BBLR.Background: Impact of babies born with low birth weight is the growth rate will slow. Factors - risk factors that affect the incidence of LBW among other things is the social characteristics of maternal demographic, medical risk mo- thers before pregnancy also contribute to the incidence of LBW, and the status of antenatal care. The research goal is to know the factors associated with the incidence of LBW in Riau Prov Arifin Achmad Hospital in 2013-2014.Method: This type of study is a case-control study design (Case Control Study). Cases of infants born with LBW in Riau Prov Arifin Achmad Hospital in 2013-2014 and Control of babies born with normal weight at the Arifin Achmad Year 2013-2014.Result: The study maternal Hb <11 g% more at risk of having a baby with low birth weight 14 times compared to mothers who have a Hb> 11 gr% (OR = 13.895 (95% CI 8.061 to 23.950), mothers who have a spacing of <2 years are more at risk of giving birth low birthweight infant 15 times compared to mothers who have a spacing of ≥ 2 years(OR = 15.138 (95% CI: 9.024 to 25.392), including women who are at risk age category (age <2 years and age> 35 years) were more at risk of having a baby with LBW 5 times compared to mothers who did not include at-risk age category (age 20 to age 35 years) (OR = 5.266 (95% CI: 3.423 to 8.100), mothers classified as at risk parity (parity 0 and parity> 4) more at risk of having a baby with low birth weight 8 times compared to mothers who did not belong to the category of risky parity (parity 0 and parity> 4), OR = 7.606 (95% CI: 4.847 to 11.936), mothers who never attended school, elementary education, junior high is more risky gave birth to babies with low birth weight 7 times compared to women whose education high school and PT, OR = 6.921 (95% CI: 4.426 to 10.823).Conclusion: The study maternal Hb ,11gr%, mothers who never attended school elemenary education and junior high school, mothers who have a spacing op > 2 years, mothers classified as at risk parity 0 and parity 4, including woman age category>35 years old were more at risk of having a baby with LBW.
PENGARUH PENYULUHAN HIV/AIDS TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG HIV/AIDS Gusti Ayu Indraswari; Retno Heru Setyorini; Wahyu Widi Astuti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 1: Maret 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.575 KB) | DOI: 10.36307/jik.v3i1.69

Abstract

Latar Belakang: Data Statistik Indonesia tahun 2014 untuk kasus HIV/AIDS menunjukan peningkatan dengan me- laporkan jumlah penderita HIV/AIDS dari1Januari sampai dengan 30 September 2014 berjumlah 22.869 untuk pen- derita HIV dan1.876 untuk penderita AIDS. Jumlah kumulatif paling tinggi terdapat pada usia 20–29 tahun dan 9.796 penderita sudah mengalami kematian. Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini telah menempati urutan ke 14 sebagai Provinsi yang memiliki penderita HIV/AIDS terbesar di Indonesia. Jumlah komulatif pertanggal 1 April 1987 sampai dengan 30 September 2014 sebanyak 2.611 pada fase HIV dan 916 sudah masuk fase AIDS.Tujuan:Mengetahui pengaruh penyuluhan tentang HIV/AIDS terhadap peningkatan pengetahuan tentang HIV/ AIDS pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kretek, Bantul, Yogyakarta.Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah Pre-Eksperimental. Rancangan dalam penelitian ini adalah one group pre-test post-test. Tehnik penentuan sampel menggunakan proportional random sampling. Perhitungan be- sar sampel di peroleh sebesar 46 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini di ambil dari setiap kelas dengan nomor absen ganjil, 3 kelas di ambil 12 orang dan 1 kelas diambil 10 orang.Hasil Penelitian:Hasil pre-test tentang pengaruh penyuluhan HIV/AIDS terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kretek, Bantul Yogyakarta tentang HIV/AIDS, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan kurang yaitu 40 siswa (87 %). Hasil post-test setelah dilakukan penyuluhan tentang HIV/AIDS terhadap peningka- tan pengetahuan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kretek, Bantul Yogyakarta, sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup yaitu 34 siswa (73,9 %).Simpulan: Pengaruh penyuluhan tentang HIV/AIDS sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang HIV/ AIDS pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kretek, Bantul Yogyakarta. Dibuktikan dengan ada perbedaan yang sig- nifikan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan tentang HIV/AIDS pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kretek,Bantul Yogyakarta yaitu 0,000 < 0,05, nilai signifikansinya 0,000 (p<0,05).ABSTRACTBackground: Based on Statistics Indonesia in 2014 for HIV/AIDS cases showed an increase in the reported number of HIV/AIDS from January 1 to September 30, 2014 amounted to 22 869 people living with HIV and 1.876 for people with AIDS. The cumulative number is highest at age 20-29 years and 9796 patients already have death. Yogyakarta Special Region has now ranks 14th as a province that has people living with HIV/AIDS in Indonesia’s largest. Total cumulative from 1 April 1987 to 30 September 2014 as many as 2,611 in phase HIV dan 916 has entered the phase of AIDSObjective: To determine the effect of education on HIV/AIDS to increase knowledge about HIV/AIDS in class XI student of SMAN 1 Kretek, Bantul, Yogyakarta.Methods: This research method is Pre-Experimental. The design of this study is one group pre-test post-test. The sampling technique using proportional random sampling. Calculation of sample size was obtained by 46 respon- dents. The samples in this study was taken from each class with absent odd number, take 3 classes in a class of 12 people and one taken 10 people.Results: The results of pre-test counseling about the effects of HIV/AIDS to increase knowledge of students of class XI SMA Negeri 1 Kretek, Bantul, Yogyakarta on HIV/AIDS, most students have less knowledge of 40 students(87%). Results of the post-test after counseling on HIV/AIDS to increase the knowledge class XI SMA Negeri 1 Kretek, Bantul, Yogyakarta, most respondents have enough knowledge to 34 students (73.9%).Conclusion: The effect of counseling on HIV/AIDS is very effective for increasing knowledge about HIV/AIDS in class XI student of SMAN 1 Kretek, Bantul, Yogyakarta. Evidenced by no significant difference before and after counseling on HIV/AIDS in class XI student of SMAN 1 Kretek, Bantul, Yogyakarta, ie 0.000 <0.05 significance value of 0.000 (p <0.05).
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI PADA PENANGANAN DISMENOREA PRIMER DENGAN KOMPRES HANGAT Elvika Fit Ari Shanti; Leni Luvita Yanuarti
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 2: Agustus 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.965 KB) | DOI: 10.36307/jik.v3i2.74

Abstract

Latar Belakang Masalah: Di Indonesia 55 % perempuan produktif tersiksa oleh dismenorea, dengan prevalensi kejadian berkisar 45-95% di kalangan usia produktif. Wanita dengan dismenorea mempunyai lebih banyak hari libur kerja dan prestasinya kurang begitu baik di sekolah dari pada wanita yang tidak mengalami dismenorea. Peng- gunaan kompres hangat merupakan cara untuk menghilangkan atau menurunkan rasa nyeri tanpa memberikan efek samping.Tujuan Penelitian: Mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri pada penanganan dismenorea primer dengan kompres hangat secara khusus meliputi pengertian menstruasi, pengertian dismenorea, penyebab dismenorea, gejala dismenorea, dan penanganan dismenorea primer.Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 50 respon- den yaitu seluruh remaja putri Kelas XI IPA Di SMA N 1 Mlati Sleman. Teknik pengambilan sampel menggunakantotal sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah univariat yang digambarkan dalam bentuk presentase.Hasil Penelitian: Pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenorea primer dengan kompres hangat se- bagian besar adalah kategori baik (76%),yang meliputi tentang pengertian menstruasi dalam kategori baik (100%), pengertian dismenorea dalam kategori baik (70%), penyebab dismenorea sebagian besar adalah dalam kategori kurang (64%), gejala dismenorea dalam kategori kurang (60%), dan penanganan dismenorea primer dalam kate- gori baik (76%).Simpulan: Pengetahuan remaja putri pada penanganan dismenorea primer dengan kompres hangat Kelas XI IPA Di SMA N 1 Mlati SlemanYogyakarta adalah baik sebesar 76%.ABSTRACTBackground: 75% of Indonesian women have ever used femininity liquid cleaning soap that was In Indonesia, 55% of productive woman had tormented by dysmenorrhoea, with pravelence ranging from 45­95% in productive age (Proverawati and Misaroh, 2009). The womenhad dysmenorrhoea more bad in achievement than the women had not dysmenorrhoea. The usage of warm compresses were a way to eliminated or decreaced the pain without side effetcts.Objective: Knowing the knowledge of young women in the handling of primary dysmenorrhoea with warm com- presses in especially include menstruation comperhension, the cause of dysmenorrhoea, dysmenorrhoea indica- tion, and handling of primary dysmenorrhoea.Method: Descriptive as the kind of research with survey in approach. The research population amounted to 50 respondents was all young women in Class XI IPA of 1 Mlati Senior High School, Sleman,. The sampling technique of sample. The tool of collection used questionnaires. The data analysis used univariant and described in precent- age.Results: The young women knowledge about handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses were mostly good category (76%), that includes about menstruatuon comperhension were mostly good category (100%), dysmenorrhoea comperhension were mostly good category (70%), the cause of dysmenorrhoea were mostly less category (64%), dysmenorrhoea indication were nostly less category (60%), handling of primary dysmenorrhoea were mostly good category (76%).Conclusion: The young women knowledge about handling of primary dysmenorrhoea with warm compresses in Class XI IPA in 1 Mlati Senior High School, Sleman, Yogyakarta were good at 76%.
Pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi dengan status gizi remaja Hanik Malikhatin; Christina Pernatun Kismoyo; Masyi Wimmy Johandika
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 6, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.474 KB) | DOI: 10.36307/jik.v6i1.80

Abstract

Background: The age of adolescents is the most vulnerable age to experience reproductive health problems. Basic Health Research Results (2013) showed in DIY the prevalence of adolescents with malnutrition status was 2.4%, underweight nutrition at 4.9%, and obesity by 4.2%. The health status of today's adolescents will determine the picture of the health status of the adult population in the following decade, therefore adolescent health occupies an important position on a global scale.Objective: To find out the relationship between the knowledge of young women about reproductive health and nutritional status in SMA Negeri 1 Srandakan.Research Methods: Quantitative research, with analytic survey design, cross-sectional approach, population 148 and samples taken 66 using stratified random sampling techniques, data collection tools using questionnaires, univariate analysis with frequency distribution and bivariate analysis using Kendal-tau.Results: Knowledge of young women about reproductive health with a good category (53.1%) with normal nutritional status. Knowledge of good categories (34.7%) with underweight nutritional status and good level of adolescent knowledge (12.2%) with overweight nutritional status. There is no significant relationship between the level of knowledge of reproductive health with adolescent nutritional status p-value (0.313)> significant level (0.05).Conclusion: There is no relationship between the knowledge of young women about reproductive health and nutritional status in SMA Negeri 1 Srandakan  INTISARI Latar Belakang: Usia  remaja  merupakan  usia  paling  rawan  mengalami  masalah kesehatan reproduksi. Hasil Riset Kesehatan Dasar (2013) menunjukkan di DIY prevalensi remaja dengan status gizi kurang sebesar 2,4%, gizi kurus sebesar 4,9%, dan obesitas sebesar 4,2%. Status kesehatan remaja masa kini akan menentukan gambaran status kesehatan penduduk dewasa dalam dekade berikutnya, oleh sebab itu kesehatan remaja menempati posisi penting dalam skala global.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi dengan status gizi di SMA Negeri 1 Srandakan.Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif, dengan rancangan  survey  analitik,  pendekatan  cross-sectional, jumlah populasi 148 dan sampel yang diambil 66 menggunakan teknik stratified random sampling, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan Kendal-tau.Hasil : Pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi dengan kategori  baik (53,1%)  dengan status gizi normal. Pengetahuan kategori baik (34,7%) dengan  status gizi kurus dan tingkat pengetahuan remaja  baik  (12,2%)  dengan  status gizi  gemuk. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan status gizi remaja p-value (0,313) > taraf signifikan (0,05).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi dengan status gizi di SMA Negeri 1 Srandakan.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) IBU HAMIL Tri Maryani; Magdalena Vonni Lestari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 3, No 3: Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.72 KB) | DOI: 10.36307/jik.v3i3.3

Abstract

Latar Belakang: Kejadian anemia di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 21,7% sedangkan kejadian anemia di DIY pada tahun 2011 sebesar 18,90%. Kabupaten Bantul menempati urutan tertinggi yaitu sebesar 25,60%. Puskesmas Dlingo II merupakan puskesmas yang mengalami peningkatan kejadian anemia dari tahun 2012 se-banyak 56,46% menjadi 70,94% pada tahun 2013. Pendidikan masyarakat sebagian besar adalah SD sebanyak 3.716 orang (2,3%) dengan pendidikan SMP sebanyak 1.903 orang (1,2%) mengindikasikan kurangnya penge-tahuan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kadar hemoglobin di Puskes-mas Dlingo II Bantul tahun 2014. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Dlingo II Kabupaten Bantul. Subjek penelitian adalah seluruh ibu hamil yang datang ke Puskesmas Dlingo II Kabupaten Bantul yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel sebanyak 80 orang. Instrumen penelitian tingkat pengetahuan dengan kuesioner dan kadar Hb dengan Portabel Hemoglobin Digital Analyzer. Hasil: Hasil penelitian dari tingkat pengetahuan responden tentang anemia cukup baik (53,7%) dan kadar hemo-globin tidak anemia sebanyak 42,5%. Hasil uji Chi square didapatkan X2 yaitu 2,6711 dengan p-value 0,045 (< 0,05). Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil.
Efektivitas Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Kontrasepsi IUD pada Wanita Usia Subur Atik Ismiyati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 6, No 1: Maret 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.817 KB) | DOI: 10.36307/jik.v6i1.87

Abstract

Background: Family planning is a direct effort aimed at reducing birth rates. The majority of acceptors use injecting contraception, whereas IUD acceptors are in the umpteenth order, whereas in terms of the various things actually IUD contraceptive devices are much more profitable. There are many things that influence the acceptors in choosing contraceptives include the level of knowledge, the number of children, and the behavior of mother using contraception.Objective: To identify the level of knowledge about IUD contraception in women.Research Method: Quasi experiment with Non-Equivalent Control Group with “one group pretest-posttest design” design. The population of all women are married. Sampling technique using purposive sampling. Data collection using questionnaires with closed question types. The questionnaire was distributed to the respondents before the counseling and a month after the counseling.Result: Based on statistical test show p = 0,000; p-value <0.05 means that counseling can increase the level of knowledge about IUD contraception in women.Conclusion: Counseling about IUD contraception effectively improves knowledge of IUD contraceptives.Keywords: Knowledge, IUD Contraception INTISARILatar Belakang: Keluarga berencana merupakan usaha langsung yang bertujuan mengurangi tingkat kelahiran. Mayoritas akseptor menggunakan KB suntik, sedangkan akseptor IUD berada diurutan kesekian, padahal ditinjau dari berbagai hal sebenarnya alat kontrasepsi IUD jauh lebih menguntungkan. Banyak hal yang mempengaruhi akseptor dalam memilih alat kontrasepsi antara lain tingkat pengetahuan, jumlah anak yang dinginkan, dan perilaku ibu ber-KB.Tujuan: meningkatkan pengetahuan kontrasepsi IUD pada wanita usia subur (WUS) dengan memberikan penyuluhan.Metode: Eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan Non-Equivalent Control Group dengan rancangan “one group pretest-postest design”. Populasinya seluruh wanita usia subur yang menikah. Tehnik sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jenis pertanyaan tertutup. Kuesioner tersebut dibagikan kepada responden sebelum penyuluhan dan sebulan setelah penyuluhan.Hasil: Berdasarkan uji statistik menunjukkan p=0,000; yaitu p-value < 0,05 artinya pemberian penyuluhan dapat meningkatkan tingkat pengetahuan tentang kontrasepsi IUD pada wanita usia subur (WUS).Simpulan: Penyuluhan kontrasepsi IUD efektif meningkatkan pengetahuan tentang kontrasepsi IUD.Kata Kunci: Pengetahuan, Kontrasepsi IUD
PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR Ika Wahyu Mayangsari; Retno Heru Setyorini; Cahyaning Setyo Hutomo
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 3: Desember 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v1i3.9

Abstract

Latar Belakang: Banyak hal yang mempengaruhi akseptor dalam memilih alat kontrasepsi jangka pendek. Salah satu alasan adalah mengenai pengetahuan tentang KB, pengetahuan dapat dilihat dari tingkat pendidikan serta informasi dari petugas kesehatan. Alasan yang lain karena usia, efek samping, jumlah anak, alasan karena agama, alasan karena sosial ekonomi yaitu biayanya terlalu mahal. Sehingga banyak faktor yang menjadi alasan akseptor menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek. Tujuan: Untuk mengetahui penggunaan alat kontrasepsi pada Pasangan Usia Subur di Dusun Wonocatur Desa Banguntapan Bantul tahun 2013. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam peneli-tian ini adalah Pasangan Usia Subur di Dusun Wonocatur. Sampel yang digunakan sebanyak 105 responden. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian di Dusun Wonocatur yang menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang 45.7% dan jangka pendek 54.3%. Pasangan Usia Subur dengan tingkat pendidikan tinggi memilih menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang yaitu 11.4% sedangkan pendidikan dasar memilih menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek yaitu 25.7%. Pasangan Usia Subur dengan tingkat pendapatan tinggi memilih menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang yaitu 40% dan untuk pendapatan rendah menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek yaitu 33.3%. Pasangan Usia Subur dengan usia reproduksi sehat memilih menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek yaitu 21.9% dan usia reproduksi tidak sehat yang menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang sebesar 33.3%. Pasangan Usia Subur dengan jumlah anak lebih dari satu memilih menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek yaitu 44.8%. Kesimpulan: Pasangan Usia Subur di Dusun Wonocatur masih banyak menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek.
INDIKASI RELATIF PADA PERSALINAN DENGAN SECTIO CAESAREA Nur Lathifah; Topan Aditya Rahman; Yulia Safitri
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 6, No 2: Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.591 KB) | DOI: 10.36307/jik.v6i2.93

Abstract

ABSTRACTBackground: Sectio Caesarea is performed with absolute or relative indications. On the relative indication, vaginal delivery can be accomplished but delivery with cesarean section will be safer for the mother, baby or both. In the last three years, the number of cesarean delivery in Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin has increased.Purpose: To analyze the relative indications associated with caesarean section delivery.Method: The method of this research use analytical survey with case control approach. The Population of this research are all parturient at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital Banjarmasin as many as 4776 parturient on 2015. Total number of sample cases are 515 sample with total sampling technique and sample control 515 sample with systematic random sampling technique. Data was collected by documentation maternal registration book technique. Data was analyzed with Chi Square test use (α=0,05).Result: Based on the results, the history of caesarean section (p=0,000;OR=19,529), breech delivery (p=0,000;OR=2,717), macrosomia (p=0,000;OR=24,028) are associated with caesarean section delivery. However, severe preeclampsia (p=0,0260) is not associated with caesarean section delivery.Conclusion: There is a significant association between the history of caesarean section, breech delivery and macrosomia with caesarean section delivery. While severe preeclampsia is not association with caesarean section delivery.Keywords: The Relative Indications, Caesarean Section INTISARILatar Belakang: Persalinan dengan Sectio Caesarea dilakukan dengan indikasi absolut atau relatif. Pada indikasi relatif, kelahiran lewat vagina bisa terlaksana tetapi pada keadaan tertentu kelahiran lewat sectio caesarea akan lebih aman bagi ibu, anak ataupun keduanya. Pada tiga tahun terakhir angka persalinan sectio caesarea di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin mengalami peningkatan.Tujuan: Menganalisis Indikasi Relatif Yang Berhubungan Dengan Persalinan Sectio Caesarea.Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan case control. Populasi penelitian seluruh ibu bersalin di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin tahun 2015 sebanyak 4776. Jumlah sampel case 515 sampel dengan teknik sampling total sampling dan sampel control 515 sampel dengan teknik sampel systematic random sampling. Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi buku register persalinan. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square dengan (α=0,05).Hasil: Berdasarkan hasil penelitian didapatkan ada hubungan riwayat sectio caesarea sebelumnya (p=0,000) dengan (OR=19,529), letak sungsang (p=0,000) dengan (OR=2,717), makrosomia (p=0,000) dengan (OR=24,028), dan tidak ada hubungan preeklampsia berat (p=0,260) dengan persalinan sectio caesarea.Simpulan: Indikasi Relatif yang berhubungan dengan sectio caesarea adalah riwayat sectio caesarea, Letak sungsang dan makrosomia. Sedangkan preeklampsia berat tidak berhubungan dengan persalinan sectio caesarea.Kata Kunci:      Indikasi Relatif, Sectio Caesarea
PENILAIAN KINERJA BIDAN ALUMNI AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA DI KABUPATEN SORONG SELATAN Eka Nur Rahayu
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 1, No 3: Desember 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.707 KB) | DOI: 10.36307/jik.v1i3.15

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Sorong Selatan sebagai salah satu kabupaten yang ada di provinsi Papua Barat sangat membutuhkan tenaga kesehatan karena masih banyak kekurangan tenaga bidan. Akademi Kebidanan Yog­ yakarta telah menjalin kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Sorong Selatan dalam mulai tahun 2009 dengan mendidik mahasiswa sebanyak 38 dan pada tahun 2012 telah diwisuda sebanyak 25 bidan. Lulusan bidan tersebut telah ditempatkan di kabupaten Sorong Selatan sebagai bidan yang bekerja di rumah sakit umum daerah sebanyak 3 orang dan yang lain bekerja di puskesmas atau menjadi bidan desa. Tujuan: ingin mengetahui bagaimana kinerja lulusan bidan Akademi Kebidanan Yogyakarta dari kabupaten Sorong Selatan. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan surveymenggunakan kuesioner dan akan melakukan wawancara. Sampel penelitian ini diambil secara purposive yaitu alumni mewakili tempat kerja di puskesmas atau rumah sakit termasuk saat praktik mandiri Hasil: Bidan lulusan Akademi Kebidanan Yogyakarta bekerja di kabupaten Sorong Selatan sebanyak 27 bidan, sebanyak 89,9 % bekerja sebagai bidan desa dan bidan di puskesmas, sedangkan yang bekerja di rumah sakit 11,1%. Bidan yang bekerja di rumah sakit sudah cukup mendapatkan ilmu tentang asuhan kebidanan, yang perlu ditambahkan adalah pengenalan tentang alat yang lebih modern seperti USG. Kinerja bidan lulusan Akademi Kebi-danan Yogyakarta sudah cukup baik dalam melaksanakan asuhan kebidanan maupun profesionalisme. Simpulan: Kinerja bidan lulusan Akademi Kebidanan Yogyakarta yang bekerja di Sorong Selatan sudah baik. Kinerja­ bidan yang bekerja di puskesmas atau menjadi bidan desa perlu diberi materi diluar kompetensi karena ke­ terbatasan petugas yang ada di sana. Perlu pelatihan tambahan bagi lulusan bidan sesuai dengan penempatan.

Page 6 of 28 | Total Record : 274


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 3: Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 2: Agustus 2023 Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 11 No. 1: Maret 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 3: Desember 2022 Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 10, No 2: Agustus 2022 Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 10 No. 1: Maret 2022 Vol 10, No 1: April 2022 Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 9, No 3: Desember 2021 Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 9, No 2: Agustus 2021 Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 9, No 1: Maret 2021 Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 8, No 3: Desember 2020 Vol 6, No 2: Agustus 2018 Vol 6, No 1: Maret 2018 Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol 4, No 1: Maret 2016 Vol 3, No 3: Desember 2015 Vol 3, No 2: Agustus 2015 Vol 3, No 1: Maret 2015 Vol 2, No 3: Desember 2014 Vol 2, No 2: Agustus 2014 Vol 2, No 1: Maret 2014 Vol 1, No 3: Desember 2013 Vol 1, No 2: Agustus 2013 Vol 1, No 1: Maret 2013 Vol. 4 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 3 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 2 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 1 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science) More Issue