cover
Contact Name
Robby Irsan
Contact Email
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Phone
+6282149492595
Journal Mail Official
robbyirsan@teknik.untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H Jl. Profesor Dokter H. Hadari Nawawi, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
ISSN : -     EISSN : 26222884     DOI : https://doi.org/10.26418/jtllb
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full research article, short communication, and review article on aspects of environmental sciences. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah is registered on the ISSN starting from Vol. 6, No. 2, July 2018. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah accepts articles in Bahasa Indonesia or English by covering several topics of environmental studies including clean water supply, wastewater distribution, and treatment, drainage and treatment of liquid waste, solid waste treatment (solid waste), air pollution control, management of industrial and B3 discharges, environmental management (impact analysis), environmental conservation, water and soil pollution control, environmental health and sanitation, occupational safety and health, pollution control in wetlands. Since 2023, The journal periodically publishes four issues in a year in January, April, July, and October.
Articles 486 Documents
UJI TOKSISITAS LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP KUTU AIR TAWAR (DAPHNIA MAGNA) Annisa Wulandari0; Laili Fitria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v4i1.17760

Abstract

ABSTRAKLimbah cair industri tahu yang dibuang ke badan air penerima tanpa pengolahan merupakan salah satu sumber pencemar di perairan yang menyebabkan kematian biota akuatik sehingga perlu dilakukan uji toksisitas akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai LC50 limbah cair dari industri tahu yang terdapat di Kota Pontianak. Uji toksisitas akut dilakukan dengan metode statis dalam waktu 48 jam menggunakan hewan uji kutu air tawar (Daphnia magna). Konsentrasi           rata-rata parameter limbah cair dari industri tahu yang didapatkan yaitu BOD sebesar 532,46 mg/L, COD 1870,20 mg/L, TSS 747 mg/L, amonia 432,50 mg/L, pH 5,58 dan suhu 32 oC. Nilai parameter limbah cair tahu tersebut melewati baku mutu KEP/MENLH/ No.5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan Kedelai dan KEP/MENLH/ No.3 Tahun 2010 2010 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Kawasan Industri. Nilai LC50 rata-rata dari limbah cair tahu sebesar 3,56%. Peningkatan nilai BOD, COD, TSS, amonia dan pH akan menyebabkan peningkatan mortalitas hewan uji..Kata Kunci : LC50-48 jam, toksisitas, limbah cair tahu, kutu air tawar (Daphnia magna) 
UJI TANAMAN COONTAIL (CERATOPHYLLUM DEMERSUM) SEBAGAI AGEN FITOREMEDIASI LIMBAH CAIR KOPI Suryadi Isna Apriani Ulli Kadaria
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v5i1.18541

Abstract

ABSTRAK Limbah cair kopi dihasilkan dari pengolahan biji kopi cara basah yakni pada proses pengelupasan (pulping) dan pencucian (washing) biji kopi. Komponen utama dalam limbah cair kopi adalah berupa bahan organik yang dapat beresiko meningkatkan kadar pencemaran lingkungan dalam suatu perairan. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 tentang baku mutu limbah cair kopi yang diperbolehkan untuk dibuang adalah BOD sebesar 90 mg/L dan nilai rentang pH sebesar 6-9. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar efisiensi penurunan BOD dan peningkatan nilai pH limbah cair kopiserta untuk mengetahui waktu pemaparan optimum tanaman coontail(Ceratophyllum demersum) dalam menurunkan parameter BOD dan peningkatan nilai pH limbah cair kopi. Penelitian ini menggunakan fitoremediasi dengan sistem batch yang terdiri dari 3 unit reaktor kontrol (tanaman dan air bersih) dan 3 unit reaktor uji (tanaman dan limbah kopi) dengan variasi waktu pemaparan selama 12 hari, 15 hari, dan 18 hari yang dilakukan dengan dua kali pengulangan (duplo) yang kemudian dianalisis dengan menggunakan perhitungan rumus efisiensi dan dengan mengamati kondisi tanaman coontail. Hasil penelitian diperoleh data peningkatan nilai pH pada hari ke 12 sebesar 3,7 (dari 4,2 menjadi 7,9), pada hari ke 15 meningkat sebesar 4,1 (dari 4,2 menjadi 8,3), dan pada hari ke 18 meningkat mencapai 4,3 (dari 4,2 menjadi 8,5). Sedangkan nilai penurunan BOD pada hari ke 12 sebesar 45,5% (dari 466,06 mg/L menjadi 253,915 mg/L), pada hari ke 15 sebesar 52,86% (dari 466,06 mg/L menjadi 219,075 mg/L), dan pada hari ke 18 sebesar 66,94% (dari 466,06 mg/L menjadi 154,085 mg/L). Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui nilai efisiensi penurunan BOD dan peningkatan pH tertinggi pada hari ke 18. Kata kunci:Fitoremediasi coontail (Ceratophyllum demersum), BOD, pH, Limbah Cair Kopi
ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR WTP (WILLINGNESS TO PAY) DALAM UPAYA PENGELOLAAN OBYEK WISATA TAMAN ALUN KAPUAS PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT Fini Hasiani
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 1, No 1 (2013): Jurnal 2013
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v1i1.3518

Abstract

Berbagai fungsi yang terkait dengan sumber daya alam (fungsi ekologis, sosial, ekonomi, dan arsitektural) dannilai estetika yang dimilikinya (obyek dan lingkungan) dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan untukkelangsungan kehidupan perkotaan juga dapat menjadi nilai kebanggaan dan identitas kota. Sebagai obyekwisata alam, Taman Alunalun Kapuas belum tertata dengan baik, pelaksanaan upaya pengelolaan objek wisataTaman Alun Kapuas membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu diharapkan bagi pengunjung untukmembayar dalam pengelolaan Taman Alun Kapuas. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik dalammenganalisis faktor-faktor kesediaan pengunjung untuk membayar. Sedangkan metode CVM (ContingenValuation Method) digunakan untuk mengestimasi biaya yang akan dikeluarkan oleh pengunjung, dan metoderegresi berganda digunakan untuk menganalisis faktor-faktor apa yang mempengaruhi besar kesediaanmembayar pengunjung. Program yang dapat membantu dalam penelitian ini yaitu Microsoft Excel 2007 danMinitab For Windows Realise 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 84% responden bersediamembayar dalam upaya pengelolaan lingkungan obyek wisata Taman Alun Kapuas. Faktor-faktor yangmempengaruhi kesediaan membayar responden pengunjung dalam upaya pengelolaan lingkungan obyekwisata Taman Alun Kapuas antara lain pendapatan (PNDPTN3) dan pengetahuan (PNGTHUAN). Nilai rata-rataWTP responden pengunjung adalah sebesar Rp 3360,00/orang. Faktor yang mempengaruhi nilai WTPresponden yaitu usia (U).
EFEKTIVITAS VEGETASI SEBAGAI PENJERAP TOTAL SUSPENDED PARTICULATE (TSP) DI KAWASAN SD NEGERI 24 PONTIANAK UTARA Rurika Widya Ningrum Palureng Dian Rahayu Jati Sarma Siahaan
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 6, No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v6i1.24220

Abstract

ABSTRAKKondisi sekolah yang berada di tepi jalan mengakibatkan kemungkinan adanya kontaminasi udara dengan polutan yang berasal dari kendaraan bermotor. Apabila polusi udara terjadi di lingkungan sekolah, maka hal ini akan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap penyakit pernafasan pada anak. Salah satu pencemar udara adalah Total Suspended Particulate (TSP). Cara yang dapat dilakukan agar kualitas lingkungan udara menjadi lebih baik adalah dengan adanya vegetasi di lingkungan sekolah karena vegetasi dapat menjerap TSP yang ada di udara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas vegetasi yang ada di lingkungan SD Negeri 24 Pontianak Utara yaitu tanaman pucuk merah dan ketapang dalam menjerap TSP. Penelitian ini dilakukan dengan mengukur konsentrasi TSP dengan menggunakan High Volume Air Sampler (HVAS) serta dilakukan perhitungan volume kendaraan dan volume kerimbunan daun. Nilai konsentrasi tertinggi selama penelitian tergolong berada diatas baku mutu PP RI Nomor 41 Tahun 1999 yaitu sebesar 104,7644 µg/Nm3. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa tanaman ketapang memiliki efektivitas yang lebih besar dibandingkan dengan efektivitas pada tanaman pucuk merah. Efektivitas terbesar terjadi pada siang hari dimana tanaman ketapang memiliki efektivitas sebesar 53,37%, sedangkan tanaman pucuk merah hanya sebesar 22,41%. Tanaman ketapang memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menjerap TSP disebabkan karena volume kerimbunan daun yang dimiliki tanaman ketapang lebih besar yaitu 155,83 m3 dibandingkan dengan tanaman pucuk merah hanya 2,56 m3. Selain itu tanaman ketapang memiliki bentuk daun yang lebih lebar serta memiliki batang yang lebih besar bila dibandingkan dengan tanaman pucuk merah.Kata Kunci :    Pucuk Merah, Ketapang, Total Suspended Particulate (TSP), SD Negeri 24 Pontianak Utara
Dampak Kerusakan Terumbu Karang Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Di Desa Pulau Lemukutan Kabupaten Bengkayang Propinsi Kalimantan Barat Hira Malahayati
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.6625

Abstract

ABSTRAK Wilayah pesisir dan lautan merupakan kawasan yang menyimpan kekayaan sumber daya alam hayati laut yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Akibat aktifitas masyarakat yang semakin meningkat menyebabkan kerusakan terumbu karang yang semakin tahun semakin meningkat. Tujuan dari penelitian ini yaitu : menentukan tingkat kerusakan terumbu karang di Desa pulau Lemukutan; menganalisis dampak kerusakan terumbu karang terhadap hasil tangkapan ikan oleh nelayan secara tradisional di Desa pulau Lemukutan dan menghitung besarnya tingkat pendapatan nelayan di Desa Pulau Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang Propinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam pengamatan terumbu karang adalah dengan menggunakan metode manta taw dan metode regresi berganda digunakan untuk menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan nelayan desa pulau Lemukutan. Program yang dapat membantu dalam penelitian ini yaitu Microsoft Excel 2007 dan SPSS Ver. 16.0. Hasil dari penelitian ini yaitu persentase tutupan karang hidup di Desa pulau Lemukutan berdasarkan 4 titik pengamatan yang dilakukan pada tahun 2013 pada lokasi pantai Air Tiris (Lemukutan A) yaitu 56,5 % (Kategori bagus), pada lokasi pantai Teluk Melanau (Lemukutan B) yaitu 51 % (Kategori bagus), pada lokasi pantai Teluk Cina (Lemukutan C) yaitu 21 % (Kategori Rusak) dan pada lokasi pantai Teluk Surau (Lemukutan D) yaitu 47 % (Kategori sedang); Faktor – faktor yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan nelayan di Desa pulau Lemukutan ialah perubahan cuaca, frekuensi melaut, terumbu karang dan adanya pencemar. Terumbu karang merupakan faktor yang paling signifikan mempengaruhi hasil tangkapan ikan, apabila semakin baik kondisi tutupan terumbu karang maka hasil tangkapan ikan cenderung meningkat dengan nilai korelasi sebesar 0,917 dan rata - rata tingkat pendapatan nelayan Desa Lemukutan Rp 189.000,- persekali melaut. Dengan pendapatan terendah nelayan Desa pulau Lemukutan sebesar Rp 59.000,- dan pendapatan tertinggi nelayan Desa pulau Lemukutan sebesar Rp 480.000,-. Kata Kunci : Terumbu Karang, Penangkapan Ikan, Nelayan Tradisional
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PASIR KERANG SEBAGAI MEDIA PENGOLAHAN AIR GAMBUT MENJADI AIR BERSIH Suhendra Suhendra; Daud Perdana
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 7, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v7i1.32792

Abstract

Residents in Sambas Regency generally utilizing well water and river water to meet the needs of clean water. One of the materials that used in processing of clean water is sand clamshell. The Sand clamshell is used because the abundant availability and is often found along the coast, but its effectiveness has not been tested. The object of this research is to test the effectiveness of sand clamshell in reducing color levels and increasing the pH value of peat water. When the water coming out of the installation was varied into 9 treatments, namely 0, 5, 10, 20, 40, 60, 90, 180 and 360 minutes. Based on the test results, sand clamshell is effective used to treat peat water into clean water. The best test results for sand clamshell are obtained when the water first exits from water treatment plant (0 minutes) with the effectiveness of color absorption of 29.9%, from 1,420 Pt.Co to 995 Pt.Co, while pH increases from 4.23 to 7.38. The effectiveness of the sand clamshell has decreased with the length of time in the processing of peat water. Masyarakat di Kabupaten Sambas umumnya memanfaatkan air sumur dan air sungai untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Salah satu media yang digunakan dalam mengolah air bersih adalah pasir kerang. Pasir kerang digunakan karena ketersediannya yang melimpah dan banyak ditemui di sepanjang pesisir pantai, namun pengujian efektivitasnya masih belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pasir kerang dalam menurunkan kadar warna dan meningkatkan nilai pH air gambut. Waktu air keluar dari instalasi divariasikan menjadi 9 perlakuan yaitu 0, 5, 10, 20, 40, 60, 90, 180 dan 360 menit. Berdasarkan hasil pengujian, pasir kerang efektif digunakan untuk mengolah air gambut menjadi air bersih. Hasil pengujian terbaik untuk pasir kerang diperoleh pada saat air pertama kali keluar dari instalasi pengolah air (0 menit) dengan efektivitas penjerapan warna 29,9% yaitu dari 1.420 Pt.Co menjadi 995 Pt.Co, sedangkan pH mengalami peningkatan dari 4,23 menjadi 7,38. Efektivitas kerja pasir kerang mengalami penurunan seiring dengan lamanya penggunaan pasir kerang dalam pengolahan air gambut.
PENYISIHAN LOGAM PADA LINDI DENGAN SISTEM SUB-SURFACE CONSTRUCTED WETLAND Puja Dayanto Wibowo
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.7254

Abstract

ABSTRAK Salah satu hasil dari proses pengolahan sampah yang dilakukan di TPA adalah air lindi. Sebagian besar sampah yang diolah di TPA Batu Layang berasal dari limbah domestik, walaupun demikian, di dalam air lindi tersebut juga memiliki kandungan logam. Keberadaannya di lingkungan harus dihindari karena apabila logam berat masuk ke dalam rantai makanan dalam kadar tertentu dapat mengganggu kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar efisiensi penyisihan logam Cu, Zn, dan Fe pada lindi dengan menggunakan sistem Sub-surface Constructed Wetland menggunakan tanaman Cyperus papyrus dan Echinodorus palaefolius, membandingkan besar efisiensi antara tanaman Cyperus papyrus dan Echinodorus palaefolius dalam penyisihan logam pada lindi dan menentukan waktu detensi yang efektif untuk menurunkan kadar logam pada lindi. Setelah dilakukan penelitian, efisiensi penyisihan logam Cu, Fe dan Zn pada lindi dalam bak I dengan tanaman echinodorus paleofolius berdasarkan hasil analisis sampel awal lindi masing-masing sebesar 34.5%, 85.5% dan 94.2% dan pada bak II dengan tanaman cyperus papyrus masing-masing sebesar -3.4%, 76.4% dan 91.4%. Apabila berdasarkan hasil analisis effluent hari ke-0, maka efisiensi penyisihan logam pada bak I masing-masing sebesar 87.7%, 99.3% dan 95.5% sedangkan pada bak II masing-masing sebesar 75.9%, 98.8% dan 93.4%. Tanaman echinodorus paleofolius mampu menyerap logam Cu, Fe dan Zn dengan efisiensi penyerapan masing-masing sebesar 82.9%, 92.3% dan 90.5%, lebih banyak dibandingkan dengan tanaman cyperus papyrus yang memiliki efisiensi penyerapan masing-masing 71.5%, 90.8% dan 87.6%. Waktu detensi yang efektif dalam penurunan logam Cu, Fe dan Zn pada bak I dengan tanaman echinodorus paleofolius adalah 6 hari, sedangkan pada bak II dengan tanaman cyperus papyrus, waktu detensi untuk ketiga logam adalah 9 hari. Kata kunci: Lindi, Logam, Constructed Wetland
PENGARUH LAND APPLICATION TERHADAP KUALITAS AIR TANAH DAN AIR PERMUKAAN DI KAWASAN PT.MISP BENGKAYANG Lufika Virgianti
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 2, No 1 (2014): Jurnal 2014
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v2i1.8279

Abstract

ABSTRAK PT.MISP Bengkayang mengaplikasikan land application dengan menggunakan limbah cair hasil produksi kelapa sawit yang mengandung bahan organik sebagai pupuk cair di lahan perkebunannya sehingga mempunyai potensi mencemari air tanah dan air permukaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh land application terhadap kualitas air tanah dan air permukaan di kawasan perkebunan dan untuk mengetahui penyebaran kontaminan yang ada pada lahan aplikasi dan lahan non aplikasi PT.MISP Bengkayang. Metode penelitian dilakukan dengan pengukuran elevasi dan muka air tanah, pengukuran debit air permukaan dan pengambilan sampel air dengan metode grab sampling yang dilakukan di musim kering pada 1 titik di kolam terakhir IPAL, 2 titik pada sungai yang diambil di hulu dan hilir dan masing-masing 5 titik pada lahan aplikasi dan lahan non aplikasi kemudian dilakukan pengujian kualitas air terhadap parameter BOD, TSS, NH3, pH dan DO. Hasil yang didapat yaitu konsentrasi BOD, TSS, NH3 dan DO pada lahan aplikasi lebih besar dari nilai yang ada di lahan non aplikasi sebagai lahan kontrol, serta pada hulu dan hilir sungai. Namun konsentrasi TSS dan NH3 pada air permukaan dipengaruhi oleh faktor luar, sedangkan nilai pH masih berada dalam rentang normal. Dapat disimpulkan bahwa land application pada musim kering mempunyai pengaruh terhadap kualitas air tanah dan air permukaan pada kawasan tersebut. Penyebaran BOD pada lahan aplikasi dipengaruhi oleh kondisi lahan dan bentuk aliran air tanah, dan pada lahan non aplikasi dipengaruhi oleh vegetasi penutup lahan. Nilai TSS, NH3 dan DO berhubungan dengan BOD. Kata kunci : land application, kualitas air, air tanah, penyebaran kontaminan.
Peluang Penerapan Produksi Bersih pada Industri Rumahan Mie Ayam dan Kulit Pangsit (Studi Kasus di Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya) Shintya Murhaliza Fitri; Nur Astinning Tiyas; Lisa Astridni Putri; Dian Rahayu Jati; Isna Apriani
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v8i2.44210

Abstract

Abstract The application of clean production in the home industry of chicken noodles and dumpling skin in Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, can reduce waste that can have a negative impact on the environment. This study aims to provide opportunities for solid waste utilization to determine the factors that affect its management and provide information to formulate steps that can be used to improve and improve solutions to the waste treatment system in accordance with the applicable procedures. The method used in this research is qualitative approach. The data obtained from the field survey are collected and then processed and analyzed from the literature journal. The results of this study indicate that the application of clean production can minimize the adverse impacts that will be caused to the environment. The benefits of clean production that have been implemented are that it can prevent and overcome environmental pollution due to solid waste that is not properly managed by the industry. Keywords: clean production; noodle industry; waste Abstrak Penerapan produksi bersih pada industri rumahan mie ayam dan kulit pangsit di Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya dapat mengurangi limbah yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan memberi peluang pemanfaatan limbah padat, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaannya dan memberikan informasi untuk menyusun langkah-langkah yang dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatakan solusi pada sistem pengolahan limbah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitaif. Data-data yang didapatkan dari survey lapangan dikumpulkam kemudian diolah dan dianalisis dari literatur ilmiah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan produksi bersih dapat meminimalisir dampak buruk yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan. Manfaat produksi bersih yang sudah diterapkan yaitu dapat mencegah dan mengatasi pencemaran lingkungan akibat limbah padat yang tidak dikelola oleh industri dengan baik. Kata Kunci: industri rumahan mie; limbah; produksi bersih
ANALISIS DISPERSI GAS CO DAN SO2 DARI SUMBER TETAP (POINT SOURCE) MENGGUNAKAN MODEL METI-LIS Shandra Andina Rahsia
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 3, No 1 (2015): JURNAL 2015
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v3i1.12340

Abstract

ABSTRAK Mesin diesel pembangkit listirk adalah suatu mesin yang dapat menghasilkan gas-gas polutan, seperti gas karbon monoksida (CO) dan gas sulfur dioksida (SO2). Proses pembakaran menghasilkan emisi buangan yang dapat mencemari lingkungan, salah satunya mesin pembangkit tenaga diesel (PLTD) milik PLTD Sei Raya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat konsentrasi pencemar, memprediksi pola dispersi gas CO dan SO2 dari sumber tetap dan mengetahui validitas hasil pemodelan Meti-lis dengan pengukuran di lapangan serta memberikan cara untuk penanggulangannya. Penelitian menggunakan program Meti-lis untuk mengetahui pola persebaran gas CO dan SO2 di udara. Hasil nilai konsentrasi dari pemantauan kualitas udara ambien untuk gas CO dan SO2 tertinggi terletak pada titik 2 dengan konsentrasi CO sebesar 130,1 μg/Nm3 dan SO2 sebesar 110,4 μg/Nm3. Konsentrasi gas CO dan SO2 tertinggi hasil dari pemodelan berada pada titik 2 yaitu  konsentrasi gas CO sebesar 91,99 μg/Nm3 dan konsentrasi gas SO2 sebesar 77,57 μg/Nm3. Konsentrasi gas CO dan SO2 bila dibandingkan dengan baku mutu udara maka tingkat pencemaran masih dibawah standar baku mutu udara sesuai dengan PP No. 41 Tahun 1999. Nilai validasi antara konsentrasi hasil pemodelan dan konsentrasi hasil pengukuran langsung memenuhi kriteria dengan nilai RMSPE yang lebih kecil dari pada 10%, dimana hasil dari pemodelan memiliki tingkat validitasnya tinggi. Dalam upaya mempertahankan nilai konsentrasi gas CO dan SO2 agar tetap dibawah standar baku mutu dapat dilakukan dengan pengurangan penggunaan bahan bakar solar. Kata Kunci : point source, PLTD, pemodelan, validasi

Page 6 of 49 | Total Record : 486