cover
Contact Name
RIZKI
Contact Email
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Phone
+6283822133725
Journal Mail Official
gemas@poltekkesjakarta1.ac.id
Editorial Address
Wijaya Kusuma Street number 47 South Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Gemakes: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 27984826     DOI : 10.36082/gemakes
Core Subject : Health,
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang berisikan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat serta pemberdayaan kesehatan masyarakat. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Juni dan bulan Desember. Jurnal ini menerima hasil pengabdian masyarakat yang dapat berupa penerapan bidang ilmu keperawatan gigi, kebinanan, keperawatan, orthotik prostetik dan semua bidang ilmu yang berhubungan dengan ilmu kesehatan yang belum pernah dipublikasi dimedia manapun. Bentuk kegiatan yang dipublikasi di jurnal ini dapat berupa hasil pemantauan, investigasi, skrinning, penerapan teknologi tepat guna, pelatihan, penyuluhan, pengembangan implementasi system program kesehatan, pemberdayaan kesehatan dan kegiatan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat di dalam rumpun ilmu kesehatan. Artikel yang masuk akan di-review secara double blind review.
Articles 233 Documents
PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) BAGI PALANG MERAH REMAJA: TRAINING BASIC LIFE SUPPORT (BLS) FOR YOUTH RED CROSS Najihah; Nur Ilah Padhila; Ernasari
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.893 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v1i2.412

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu kondisi yang yang termasuk kondisi kegawatdaruratan dan merupakan salah satu penyebab kematian tunggal. Salah satu upaya dalam meningkatkan harapan hidup penderita adalah melakukan Bantuan Hidup dasar (BHD). BHD merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat penderita mengalami keadaan yang mengancam nyawa dengan membebaskan jalan napas, membantu pernapasan dan mempertahankan sirkulasi darah tanpa menggunakan alat bantu. Tidak hanya petugas kesehatan saja, tetapi orang awam termasuk siswa SMA diharapkan untuk dilatih BHD. Metode yang digunakan yaitu pemberian pelatihan kepada siswa SMA khususnya yang menjadi anggota Palang Merah Remaja (PMR) terkait pelaksanaan BHD. Sebelum dilakukan kegiatan penyuluhan, dilakukan pretest untuk mengetahui pengetahuan peserta tentang BHD dan dilakukan posttest setelah kegiatan. Selain itu, untuk mengetahui keterampilan peserta maka dilakukan demonstrasi/simulasi kembali oleh peserta. Setelah dilakukan kegiatan, pengetahuan siswa anggota PMR tentang pelaksanaan BHD mengalami peningkatan khususnya tentang defenisi, indikasi dan cara pelaksanaan BHD dan dapat melakukan BHD sesuai prosedur khususnya pada tindakan RJP dan transportasi pasien. Oleh karena itu, perlu konsistensi dalam melakukan pelatihan serupa dan menjadikan pelatihan BHD sebagai bagian dalam pelatihan yang harus didapatkan oleh anggota PMR
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI KAWASAN WISATA PANTAI NIPAH, LOMBOK UTARA : COMMUNITY EMPOWERMENT IN PREVENTING THE SPREAD OF COVID-19 IN NIPAH BEACH TOURISM AREA, NORTH LOMBOK Yudha Anggit; Iswari Pauzi; Ida Bagus Rai Wiadnya
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.849 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i1.480

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya pandemi Covid-19 di Indonesia menimbulkan berbagai kecemasan dan keresahan. Masyarakat dihimbau untuk mematuhi protokol kesehatan agar tidak terpapar virus Covid-19 diantaranya menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, dan menjaga jarak. Sementara kawasan wisata menjadi daerah yang berpotensi terjadinya kerumunan, sehingga perlu pembinaan masyarakat sekitarnya agar patuh dan menfasilitasi sarana yang mendukung untuk menekan penyebaran covid-19. Metode: Pelaksanaan pengabdian meliputi: perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan refleksi (see). Langkah-langkah perencanaan yang dilakukan dalam proses kegiatan yaitu: diskusi dengan kepala dusun, mitigasi situasi, pengurusan izin, pembuatan brosur dan penyiapan peserta sasaran. Langkah implementasinya berupa sosialisasi penerapan protokol kesehatan dan pelatihan pembuatan hand sanitizer. Hasil: kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dan terjadi diskusi terkait topik yang diberikan. Kesimpulan: Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat khususnya para pemilik UKM di wilayah Nipah. Saran untuk kedepannya lebih banyak lagi tutorial/demonstrasi yang dapat diberikan kepada masyarakat, sehingga dapat menambah pengetahuan dan kepedulian terhadap masalah covid-19.
PENGUATAN TERHADAP PENCEGAHAN PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DI DESA WANGURER KECAMATAN LIKUPANG SELATAN: VILLAGE STRENGTHENING TO PREVENT THE SPREAD OF THE COVID-19 VIRUS IN WANGURER VILLAGE, LIKUPANG SELATAN DISTRICT Dwi Yogo budi Prabowo; Noifke Kaghoo
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.555 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i1.488

Abstract

WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global pada  tahun  2020 karena terjadinya peningkatan  kasus Covid-19 secara signifikan. Salah satu Desa di Provinsi Sulawesi Utara  yang terdapat kasus Covid-19  adalah Desa Wangurer Kecamatan Likupang Selatan. Pemerintah telah mewajibkan masyarakat untuk menjaga dan mematuhi  protokol kesehatan. Namun tingkat kepatuhan terkait penerapan protocol kesehatan di Desa Wangurer tergolong rendah. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Wangurer Kecamatan Likupang Selatan terhadap pencegahan penularan Covid-19 yaitu memberikan pelatihan kader dan memberikan penyuluhan kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat yaitu kader masyarakat yang mendapatkan pelatihan kader sejumlah 5 (100%) kader kesehatan memiliki pengetahuan baik. Sedangkan pengatahuan masyarakat setelah diberikan penyuluhan  paling banyak memiliki pengetahuan baik sebanyak 30 orang (60%). upaya terbaik yang dapat dilakukan guna mencegah penularan Covid-19 adalah dengan mendorong agar seluruh warga terlibat aktif dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 melalui perubahan perilaku.
MEWUJUDKAN REMAJA JALANAN SEHAT DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI PEMBINAAN KELOMPOK SWABANTU REMAJA DI KELURAHAN TENGAH KECAMATAN KRAMAT JATI JAKARTA TIMUR: CREATING HEALTHY STREET ADOLESCENT DURING THE COVID-19 PANDEMIC THROUGH THE DEVELOPMENT OF YOUTH SELF-HELPING GROUPS IN THE CENTRAL KELURAHAN KRAMAT JATI DISTRICT EAST JAKARTA Reni Chairani; Ani Nuraeni; Tri Riana Lestari; Ii Solihah
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.973 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i1.523

Abstract

Kelompok swabantu remaja jalanan adalah organisasi kecil dan sukarela yang terdiri dari kumpulan remaja jalanan yang mempunyai masalah yang sama terkait dengan kesehatan, sosial, atau masalah kehidupan sehari-hari terutama masa rentan di masa pandemi covid-19. Remaja jalanan termasuk kelompok rentan karena sebagian besar waktunya berada di jalanan. Keberadaan kelompok swabantu bagi remaja jalanan dapat dimanfaatkan untuk saling membantu dalam penyelesaian masalah, dan yang terpenting adanya proses pembelajaran antar anggota kelompok swabantu. Pembinaan kelompok swabantu berorientasi pada perubahan perilaku dan kognitif  dengan melibatkan peran aktif pendamping remaja. Hasil pembinaan setelah tujuh kali pertemuan terhadap 30 remaja jalanan yaitu ada peningkatan skor rerata perilaku (pengetahuan, sikap dan ketrampilan) remaja jalanan setelah mengikuti pembinaan kelompok swabantu, seluruh anggota kelompok swabantu dapat melakukan deteksi dini masalah kesehatan remaja antar anggota kelompok, dan terbentuk kelompok swabantu KOLANG KALING (Komunitas Lapangan dan Komunitas Lingkungan) yang telah bersedia menjadi kader kesehatan remaja jalanan.
DETEKSI DINI PERTUMBUHAN PERKEMBANGAN DAN PELATIHAN BAGI GURU PAUD DAN KADER PADA ANAK PRA SEKOLAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAGUNAN JAKARTA SELATAN: EARLY DETECTION OF GROWTH, DEVELOPMENT AND TRAINING FOR PAUD TEACHERS AND CADRES IN PRE-SCHOOL CHILDREN IN THE WORKING AREA OF RAGUNAN HEALTH CENTER, SOUTH JAKARTA B Suryati; Bara Miradwiyana; Amelia Arnis
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.497 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i1.524

Abstract

Anak adalah makhluk yang berada dalam rentang proses pertumbuhan dan perkembangan, mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik optimal kemampuannya. Kader di posyandu dan guru di Paud berperan penting dalam memberikan stimulasi tumbuh kembang pada anak di sekitar lingkungannya. Pengetahuan yang cukup tentang cara menstimulasi tumbuh kembang dapat juga digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan/ masalah tumbuh kembang pada anak. Deteksi dini dilakukan sebagai upaya untuk cepat antisipasi bila ditemukan masalah. Pengetahuan tentang deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan yang kurang di mengerti menyebabkan tidak dilakukannya kegiatan deteksi dini oleh Kader dan guru Paud. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan Guru PAUD dan  Kader Posyandu Puskesmas Kelurahan Ragunan Jakarta Selatan dalam peran dan tugas kader serta  meningkatkan ketrampilan ibu   dalam menangani warga dengan masalah anak dengan gangguan pertumbuhan dan perkembangan di rumah. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan kepada Guru PAUD dan Kader  tentang deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan. Hasil kegiatan ini dapat dilihat dari hasil evaluasi dimana pengetahuan Guru PAUD dan Kader  tentang deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan meningkat. Guru PAUD dan Kader  juga mampu mengaplikasikan pengetahuan ini pada lingkungan kerjanya.
INKORPORASI PEMBUATAN MODUL DAN PENDIDIKAN JARAK JAUH BAGI PENDAMPING/PENYULUH ORANG DENGAN HIV/AIDS: DISTANCE EDUCATION FOR ADVISOR / EXTENDERS FOR PEOPLE WITH HIV/AIDS Rikawarastuti Rikawarastuti; Kemal N. Siregar
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.907 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i1.525

Abstract

Saat ini, penderita HIV dan AIDS masih mengalami stigma, diskriminasi dan disinformasi. Pendidikan kepada para targeted stakeholders mengenai HIV dan AIDS dalam konteks hukum, kesehatan masyarakat, dan psikologi menjadi perlu dilakukan. Metode dalam kegiatan ini adalah inkorporasi antara pembuatan modul dan pendidikan jarak jauh yang memberikan kemudahan aksesdan bagi paralegal pendamping/penyuluh Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Tahap kegiatan yaitu: Membuat platform Pendidikan Jarak Jauh dalam bentuk online, Membuat rekaman mini lectures serta video audio-visual lainnya, Membuat modul mengenai Hukum, Kesehatan dan Komunitas, Melaksanakan Trial Session dan Focus Group Discussion dan Sosialisasi Program. Hasilnya adalah telah dilaksanakan pilot project pendidikan jarak jauh dengan menggunakan Google ClassRoom dilengkapi modul, materi pelatihan, video mini lecturer, studi kasus dan kuis, Pelatihan dilakukan selama 3 hari melibatkan klaster hukum, klaster kesehatan massyakarat, dan klaster psikologi. Peserta pelatihan sebanyak 27 orang paralegal dan mahasiswa fakultas hukum yang memiliki minat terhadap pendampingan ODHA. Pemahaman peserta pelatihan menjadi baik setelah mengikuti pelatihan. Disarankan agar kegiatan ini perlu disebarluaskan mencakup paralegal seluruh Indonesia.
EDUKASI TERPADU SEHAT BAGI SEMUA PADA PANTI ASUHAN YOS SUDARSO CILANDAK JAKARTA SELATAN: HEALTHY INTEGRATED EDUCATION FOR ALL AT YOS SUDARSO ORPHANAGE, CILANDAK, SOUTH JAKARTA Jusuf Kristianto; Nita Noviani; Eka Anggreni
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.137 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i1.526

Abstract

Upaya Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berbasis Riset , diketahui  masih tingginya tingkat karies gigi pada anak Panti Asuhan Yos Sudarso Cilandak dikarenakan kurangnya pengetahuan dan sikap maupun perilaku tentang kebersihan gigi dan mulut.  Tujuan PKM untuk meningkatkan kemampuan  anak Panti Asuhan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut secara menyeluruh.. Metode  PKM dimulai dengan pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut, kemudian dilakukan penyuluhan  teknik menggosok gigi yang baik dengan metode  demontrasi , yang diakhiri dengan sikat gigi bersama. Kemudian pada kunjungan berikutnya dilakukan penyuluhan serta melakukan lagi pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut dalam upaya melihat peningkatan/ kemampuan  anak panti asuhan untuk  menjaga kesehatan gigi dan mulut  Hasil Pengabdian Masyarakat sebelum dan sesudah penyuluhan terlihat penurunan OHIS dari 2,1 turun menjadi 1,162. Jumlah anak panti asuhan pada pengabmas ini sebanyak 30 siswa. Dari hasil PKM ini terbukti, telah terjadi penurunan OHI-S dengan rata rata sebesar 1,0, diharapkan dapat terwujudnya kebersihan gigi dan mulut anak-anak Panti Asuhan Yos Sudarso agar tercipta edukasi terpadu sehat bagi semua pada Panti Asuhan Yos Sudarso Cilandak Jakarta Selatan.
PEMERIKSAAN DAN EDUKASI KESEHATAN JARINGAN PERIODONTAL PADA PRAJURIT DIKJURTAKES ABIT DIKMATA TNI AD: THE CHECK UP AND EDUCATION PERIODONTAL HEALTH AMONG SOLDIER IN DIKJURTAKES ABIT DIKMATA TNI AD Baby Prabowo Setyawati; Melani Agis Marludia; Yuli Puspitawati; Syintias Nabilah Sari; Widi Nurwanti
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.061 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i1.532

Abstract

Jaringan periodontal adalah jaringan pendukung gigi yang terdiri dari jaringan lunak dan jaringan keras. Prevalensi penyakit periodontal merupakan prevalensi penyakit tertinggi dengan urutan kedua dalam masalah penyakit gigi dan mulut yaitu mencapai 96,58%. Seorang prajurit harus memiliki tingkat kesehatan yang tinggi agar selalu produktif dalam mengemban tugasnya. Pengetahuan diperlukan untuk mengimbangi perilaku yang dilakukan. Tujuan kegiatan : mengetahui hubungan antara pengetahuan jaringan periodontal dengan kesehatan jaringan periodontal prajurit. Metode pelaksanaan : observasional deskriptif dengan metode survey pada 51 prajurit. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner pertanyaan pilihan ganda dan pemeriksaan kesehatan jaringan periodontal dan indeks CPITN. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan uji korelsi rank spearman. Hasil uji korelasi antara tingkat pengetahuan responden dengan status kesehatan periodontal p: 0.000 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan positif. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi mulut dengan status kesehatan periodontal prajurit Dikjurtakes Abit Dikmata.
PENGGUNAAN KOMBINASI JUS BUAH DAN SUPLEMENTASI ZAT BESI UNTUK PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN PADA SISWA SDI AZMIA KECAMATAN BOJONGSARI KOTA DEPOK: USING COMBINATION OF FRUIT JUICE AND IRON SUPLEMENTATION TO INCREASE HAEMOGLOBIN LEVELS IN AZMIA ISLAMIC ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS, BOJONGSARI DISTRICT, DEPOK CITY Mumun Munigar; Isroni Astuti; Alice Leiwakabessy
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.286 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i1.536

Abstract

Anemia kekurangan zat besi dapat menimbulkan berbagai dampak pada remaja putri antara lain menurunkan daya tahan tubuh sehingga mudah terkena penyakit menurunnya aktivitas dan prestasi belajar. Di samping itu remaja putri yang menderita anemia kebugarannya juga akan menurun, sehingga menghambat prestasi olahraga dan produktivitasnya. Pemberian suplementasi besi dan vitamin C pada anak anemia akan memberikan hasil kenaikan kadar haemoglobin yang paling efektif dibandingkan pendidikan gizi saja atau suplementasi saja. SDI Azmia merupakan salah satu sekolah dasar swasta yang berada di Kecamatan Bojongsari Kota Depok Provinsi Jawa Barat. Adapun peserta kegiatan adalah siswa putri yang memiliki kadar haemoglobin rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menanggulangi defisiensi zat besi dan anemia melalui penggunaan kombinasi jus buah dan suplemen zat besi untuk peningkatan kadar haemoglobin. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pemeriksaan kadar hemoglobin, pemberian kombinasi jus buah dan suplementasi zat besi, pemeriksaan kadar haemoglobin setelah dilakukan intervensi dan pelaksanaan post test. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini pengetahuan siswa putri di SDI Azmia tentang anemia pada remaja meningkat, pemahaman siswa putri di SDI Azmia tentang pentingnya mengkonsumsi jus buah dan suplementasi zat besi dalam mencegah anemia. Setelah mengkonsumsi jus buah dan suplementasi zat besi kadar Haemoglobin siswa putri di SDI Azmia meningkat.
PELATIHAN KADER KESEHATAN GIGI BAGI GURU TK DALAM PROGRAM IMUNISASI GIGI PADA ANAK PRA SEKOLAH TAMAN KANAK-KANAK DI WILAYAH KECAMATAN MALALAYANG TAHUN 2021: TRAINING OF DENTAL HEALTH CAREERS FOR TEACHERS IN THE DENTAL IMMUNIZATION PROGRAM FOR PRESCHOOL CHILDREN IN THE REGION OF MALALAYANG DISTRICT IN 2021 I Ketut Harapan; Anneke A. Tahulending; Henry S. Imbar; Steven J. Soenjono; Riane R. Pagau; Ireine N. Dajoh
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.406 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v2i1.537

Abstract

Penyakit gigi dan mulut menduduki urutan pertama dari daftar sepuluh besar penyakit yang paling sering dikeluhan masyarakat Indonesia. Persepsi dan perilaku masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi dan mulut masih buruk. Angka karies gigi dan penyakit mulut di Indonesia yang cenderung meningkat. Data laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menyebutkan bahwa pravalensi rata-rata penduduk Indonesia usia 5-9 tahun bermasalah gigi dan mulut sebesar 28,9% dengan persentase tertinggi sebesar 30,5% pada usia 35-44 tahun. Persentase masalah gigi dan mulut pada usia 5-9 tahun sudah memasuki angka yang cukup tinggi.  Provinsi Sulawesi Utara indeks DMF-T diatas angka rata-rata secara nasional yaitu 5,4. Terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut pada penduduk, tidak terlepas dari cara memelihara kesehatan gigi dengan baik dan benar, yaitu dengan cara menyikat gigi. Data RISKESDAS Tahun 2013 menunjukkan persentasi penduduk menyikat gigi sebelum tidur malam 28,7% terjadi penurunan menjadi 27,3% pada Tahun 2018. Metode pelaksanaan: Pelatihan bagi guru pada 10 sekolah Taman Kanak-kanak dan edukasi dilakukan dengan metode  pre dan post test. Lokasi pelaksanakan di wilayah Kecamatan Malalayang Kota Manado pada tanggal 27-28 Mei 2021. Hasil kegiatan: Kegiatan dimulai dari penjajakan lokasi dengan berkoordinasi pihak puskesmas dan UPT kemendikbud  untuk pengumpulan data serta koordinasi dengan pihak Kecamatan untuk tempat pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan pre tes bahwa pengetahuan baik hanya 3 orang responden (20%), sedangkan setelah diberikan pelatihan dengan edukasi  terjadi peningkatan hasil post tes pengetahuan sebanyak 30 orang ( 100%). Kesimpulan:  Bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman kader serta sudah faham mengenai cara menjaga kesehatan gigi , mampu mengenal penyakit gigi, serta mampu mengaplikasikan pengolesan vitamin gigi pada anak pra sekolah. Peningkatan pengetahuan dari hasil pos test (100%).

Page 3 of 24 | Total Record : 233