cover
Contact Name
Sukino
Contact Email
arfannurpascasarjana@gmail.com
Phone
+6285526302396
Journal Mail Official
arfannurpascasarjana@gmail.com
Editorial Address
Gedung Saifuddin Zuhri IAIN Pontianak Jl. Letjend. Suprapto No. 19 Pontianak 78122
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Arfannur: Journal of Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 27752429     DOI : https://doi.org/10.24260/arfannur.vXiX.XXXX
Core Subject : Education, Social,
ARFANNUR: Journal of Islamic Education Thought focuses on scientific articles resulting from a multidisciplinary approach in discussing issues of Islamic education in the archipelago and abroad. Scope: Islamic Education Thought of figures, Learning Curriculum, Education Management, Learning Strategy, Education Policy, Educational Technology, Manuscript of Islamic religious education, Tradition and Islamic education values
Articles 94 Documents
Karakteristik Kepemimpinan Pendidikan Islam Ideal di Era Digital Muhammad Amin; Imron Muttaqin
Arfannur Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.796 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v3i1.625

Abstract

The purpose of this article is to find out the characteristics of Islamic education leadership that are relevant to the times, namely the era of the industrial revolution 4.0 which is marked by the massive use of digital technology in almost all lines of life, especially the world of education. This writing uses a library research method with a descriptive exploratory literature approach, namely by conducting in-depth studies and collecting data on Islamic education leadership and the phenomenon of the digital era through relevant books, journals and scientific articles, and the internet. The characteristics of an ideal Islamic education leader in this digital era include: having intrinsic prophetic characteristics, namely Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah, Gana’ah, and Syaja’ah, having the ability to see opportunities, being a pioneer and motivator in designing and implementing education. digital-based, able to mobilize all elements of existing human resources, have a corporate mindset, have a good driver mentality, and always be open-minded and welcome to changes that continue to move quickly without hesitation in trying new things related to digital technology ABSTRAK Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui karakteristik kepemimpinan pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman yaitu era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan massifnya penggunaan teknologi digital hampir di semua lini kehidupan khususnya dunia pendidikan. Penulisan ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan descriptive exploratory literature yaitu dengan melakukan kajian mendalam serta mengumpulkan data tentang kepemimpinan pendidikan Islam dan fenomena era digital melalui buku-buku yang relevan, jurnal dan artikel ilmiah, dan internet. Karakteristik pemimpin pendidikan Islam yang ideal di era digital ini antara lain : memiliki karakteristik intrinsik kenabian, yaitu shiddiq, amanah, tabligh, fathanah, qana’ah, dan syaja’ah, memiliki kemampuan melihat peluang, menjadi pelopor dan motivator dalam mendesain dan melaksanakan pendidikan berbasis digital, bisa menggerakkan seluruh elemen sumber daya manusia yang ada, memiliki corparate mindset¸ bermental good drivers, serta selalu open minded dan bersikap welcome terhadap perubahan yang terus bergerak cepat dengan tidak ragu dalam mencoba hal-hal yang baru berkaitan dengan teknologi digital. Kata kunci: Karakteristik, Kepemimpinan Pendidikan Islam, Era Digital
Urgensi Kompetensi Leadership Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Kedisiplinan Peserta Didik Satariyah Satariyah; Nandar Nandar
Arfannur Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.065 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v3i1.632

Abstract

The Urgency of Leadership Competence of Islamic Education Teacher in Improving Student’s Discipline. The teacher’s role is not merely as a teacher but as well as an educator. The presence of the teacher is very influential in the students’ character building. One of the characteristics that need to be applied is discipline. Since discipline is one of the requirements in developing students’ character to become the next generation that will be able to compete globally. This study aimed to determine how urgent the leadership competence skill of Islamic Education teachers is in improving students’ discipline. The research method used in this study is qualitative. Whereas the type of research used library research. The results of this study were leadership competencies that the Islamic Education teacher has to possess in improving the students’ discipline. Including the ability to organize the school’s potential, and abilities as an innovator, facilitator, mentor, and counselor. In addition to the ability to maintain, control, and direct religious teachings culture in the school community. ABSTRAKGuru berperan selain sebagai seorang pengajar juga sebagai seorang pendidik. Keberadaan guru sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter peserta didik. Salah satu karakter yang perlu ditanamkan adalah kedisiplinan. Karena kedisiplinan menjadi syarat dalam mengembangkan peserta didik menjadi generasi penerus bangsa yang mampu bersaing dalam dunia global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa urgen kompetensi leadership guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan kedisiplinan peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kajian pustaka (Library Research). Hasil penelitian ini adalah kompetensi leadership yang harus dimiliki guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan kedisiplinan peserta didik mencakup kemampuan dalam mengorganisasikan potensi sekolah, kemampuan sebagai inovator, fasilitator, pembimbing dan konselor, serta kemampuan dalam menjaga, mengendalikan, dan mengarahkan pembudayaan pengamalan ajaran agama pada komunitas sekolah. Kata kunci: Kompetensi, leadership, kedisiplinan
Urgensi Kepemimpinan Demokratis dalam Membangun Integritas di Lingkungan Madrasah Eka Mardiani
Arfannur Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.446 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v2i3.640

Abstract

This study aims to provide information regarding the importance of democratic leadership in building integrity in Madrasah Tsanawiyah which is an Islamic education Institution. The type of research used is library research, with the following results (1) The leader is the main mover of the organization, and the authority of the organization is in the hands of the leader. Leaders are also the key to the success of an organization. Likewise, Organizational failure also depends on how the leaders carry out the leadership process. (2) the provision of excellent service to the Islamic education environment can be carried out optimally if the leadership system is managed democratically under the control of the leader as needed, (3) With democratic leadership, it is hoped that the values of integrity will be more easily realized, to create conditions in which educational institutions Islam continues to exist to provide quality work so that it is useful for all aspects of the life of the nation and state. Based on the three findings above, it can be concluded that democratic leadership is an undeniable important part of building integrity in Islamic educational institutions, especially at madrasah tsanawiyah. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait pentingnya kepemimpinan demokratis dalam membangun integritas di madrasah Tsanawiyah yang merupakan lembaga pendidikan Islam. Jenis penelitian yang digunakan ialah library research, dengan hasil sebagai berikut: (1) Pemimpin merupakan penggerak utama organisasi, otoritas organisasi berada di tangan pemimpin. Pemimpin juga menjadi kunci keberhasilan dari suatu organisasi. Begitu juga kegagalan organisasi juga tergantung bagaimana pemimpin melakukan proses kepemimpinanya. (2) Pemberian layanan prima kepada lingkungan pendidikan Islam dapat dilakukan secara optimal jika sistem kepemimpinan dikelola secara demokratis atas kendali pemimpin sesuai kebutuhan, (3) Dengan adanya kepemimpinan demokratis, diharapkan nilai-nilai integritas akan lebih mudah terwujud, guna menciptakan kondisi dimana lembaga pedidikan islam terus eksistensi memberikan sebuah karya yang berkualtias sehingga berguna bagi seleruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Berdasarkan tiga temuan di atas maka dapat disimpulkan, kepemimpinan demokratis menjadi bagian penting tak terbantahkan dalam rangka membangun integritas di lembaga pendidikan Islam terutama pada Madrasah Tsanawiyah. Kata kunci: Kepemimpinan Demokratis, Membangun Integritas
Jilbab Perspektif Quraish Shihab (Studi Komparatif Tafsir Tulis dan Lisan) Ani Amalia; Hilma Azmi Utami; Munawir Munawir; Ahmad Fahrur Rozi
Arfannur Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.743 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v3i2.663

Abstract

This study will discuss the comparison between Written and Oral interpretations Of the Quraish shihab’s hijab (jilbab) perspective. The Quraish Shihab’s interpretation of the verses about the hijab caused a lot of controversy among commentators and scholars. He said that the veil was a must And He Also Said That It Was Not permissible because it cannot be said to be shari’ah without a clear text. In this research, the writer uses the method of over-the-top and long-winded orality and literacy. This feature keeps the listener focused and on the path of the story. It also aims to reveal the differences in the written intbn/ rpretation (Tafsir Al-Misbah) and the oral Quraish shihab. Through this method, the writer assumes that within a boundary there is a difference in meaning between written and oral interpretation. First, in Q.S Al-Ahzab verse 59 his written commentary Quraish Shihab only mentions the word genitalia once, but in his oral interpretation Quraish Shihab mentions the word genitalia repeatedly and ramblingly “aurat must still be covered, genitalia.” Second, in Q.S An-Nur Verse 31 of his commentary Quraish shihab he only mentions the word “show” once. While in his oral interpretation, he mentions the word repeatedly or exaggerating. Third, in Q.S Al-A’raf verse 26 the word clothing has a meaning that is repeated, so that the quote contains exaggeration, length and rambling. ABSTRAKPenelitian akan membahas persandingan antara tafsir tulis dan lisan tentang jilbab perspektif Quraish Shihab. Penelitian ini berangkat dari pro kontra Penafsiran Quraish Shihab terhadap ayat-ayat tentang jilbab. Ia mengatakan bahwa berjilbab itu bukanlah sebuah kewajiban dan juga ia mengatakan bahwa jilbab bukanlah anjuran agama, karena tidak bisa mengatakan Syari’at jika tanpa ada nash yang jelas. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kelisanan dan keaksaraan ciri berlebih-lebihan dan Panjang lebar. Yang mana ciri ini guna menjaga pendengar agar tetap memfokuskan perhatian dan tetap berada pada jalur cerita. Juga bertujuan untuk mengungkap perbedaan penafsiran dalam tafsir tulis (Tafsir Al-Misbah) dan lisannya Quraish Shihab. Melalui metode tersebut penulis berasumsi, bahwa dalam sebuah penafsiran terdapat perbedaan makna antara tafsir tulis dan lisan.Pertama, dalam Q.S Al-Ahzab ayat 59 tafsir tulisannya Quraish Shihab hanya menyebutkan kata aurat satu kali, akan tetapi dalam tafsir lisannya Quraish shihab menyebutkan kata aurat berulang kali dan bertele-tele “aurat tetep harus ditutup, aurat.”Kedua, Dalam Q.S An-Nur Ayat 31 tafsir tulisannya Qubn/ aish shihab ia hanya menyebutkan kata menampakan satu kali. Sedangakan dalam tafsir lisannya, ia menyebutkan kata nampak berulang kali atau berlebih-lebihan. Ketiga, dalam Q.S al-A’raf: 26 kata pakaian memiliki makna yang diulang-ulang, sehingga perkataan tersebut mengandung unsur berlebih-lebihan dan panjang lebar. Kata Kunci: Jilbab, Quraish Shihab, Tafsir Tulis, Tafsir Lisan
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Materi Kalimat Toyyibah dan Asmaul Husna Melalui Penerapan Strategi Index Card Match Yuli Evawani
Arfannur Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.81 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v3i1.711

Abstract

This paper is based on the importance of measuring affective aspects in each lesson. In the Aqidah Morals subject, the assessment prioritizes attitude and behavior compared to cognitive abilities. This paper raises the issue of efforts to improve learning outcomes of affective aspects of Aqidah Akhlak subjects in Toyibah and Asmaul Husna sentences using the Index Card Match strategy. The Index Card Match strategy allows learning to be more active and fun and encourages students to learn more constructively. Based on the results of classroom action research, it can be concluded that student learning outcomes in the Aqidah Ahlak subject matter of toyyibah and asmaul husna sentences after the Index CardMatch strategy was applied in class V Madrasah Ibtidaiyah Negeri Singkawang increased, in cycle 1 there was an increase in results, namely 21 students or 91% with good grades and 2 students or 9% with sufficient grades, the average grade is 69.8 with good qualifications. In the second cycle, the use of the Index Card match strategy can improve student learning outcomes in Aqidah Akhlak subjects, especially the toyyibah and Asmaul Husna sentences (Al-Muhyi, Al-Mumit, and Al-Baqi’), there are 12 students or 52, 2% with good grades and 11 students or 47.8% with very good grades, the average grade of 78.3 with good qualifications. ABSTRAK Tulisan ini didasarkan pada pentingnya pengukuran aspek afektif pada setiap pembelajaran. Pada mata pelajaran Aqidah Akhlak penilaian lebih mengutamakan siakp dan perilaku dibanndingkan dengan kemampuan kognitifnya. Tulisan ini mengangkat masalah upaya meningkatkan hasil belajar aspek afeketif pada mata pelajaran Aqidah Akhlak materi Kalimat Toyibah dan Asmaul Husna dengan menggunakan startegi Index Card Match Strategi Index Card Match memungkinkan pembelajaran lebih aktif dan menyenagkan serta mendorong siswa belajar lebih konstruktif. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Ahlak materi kalimat toyyibah dan asmaul husna setelah diterapkan strategi Index CardMatch di kelas V Madrasah Ibtidaiyah Negeri Singkawang meningkat, pada siklus 1 sudah ada peningkatan hasil yaitu 21 orang siswa atau 91% dengan nilai baik dan 2 orang siswa atau 9% dengan nilai cukup, nilai rata-tata kelas 69,8 dengan kualifikasi baik. Pada siklus ke dua, penggunaan strategi Index Card match dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak khususnya materi kalimat toyyibah dan Asmaul Husna (Al-Muhyi, Al-Mumit, dan Al-Baqi’), terdapat 12 orang siswa atau 52,2% dengan nilai baik dan 11 orang siswa atau 47,8% dengan nilai sangat baik, nilai rata-rata kelas 78,3 dengan kualifikasi baik. Kata Kunci: Meningkatkan hasil belajar, aqidah akhlak index card match
Strategi Kesantunan Bahasa Verbal Santri dan Ustadz dalam Akhlak Berkomunikasi di Pesantren Salaf Al-Quran Sholahul Huda ­­­­­ Al-Mujahidin Malang Aries Musnandar; Bahrudin Nur Aziz Zakaria; Muhammad Nur Fakih; Sutomo Sutomo
Arfannur Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.876 KB) | DOI: 10.24260/arfannur.v3i1.727

Abstract

This study on politeness and akhlak learning strategies used in the interaction between santri and kyai/ustdaz in Pesantren Salaf Al-Qur’an Sholahul Huda Al-Mujahidin. This study was conducted to examine the types of politeness strategies employed by both santri and kyai/ustadz in their daily interaction and the factors underlay them to use such strategies. Further, a case study qualitative approach by doing observation and interview was employed as the method of the study. To figure out the phenomenon, Brown and Levinson’s theory of politeness strategies was applied in analyzing the data which are bald on record, positive politeness, negative politeness and off record. From the analysis, it was figured out that all types of politeness strategies were realized in kyai/ustadz utterances. In contrast, only three politeness strategies were performed by santri. It was identified that the some social factors of power and social distance triggered the santri and kyai/ustadz to perform such strategies. However, another influential factor that was found to encourage the participants to employ those strategies was that Pesantren Sholahul Huda Al-Mujahidin’s culture of akhlak that encompasses several values which are based upon the Islamic values declared in Al Quran and Al Hadith. By maintaining and nurturing this Akhlak and morality, it is believed to be the basis of the realization of peace. Abstrak Studi ini adalah berkaitan dengan strategi pembelajaran akhlak dan kesopanan yang digunakan dalam interaksi antara santri dan Kyai/ustdaz pada Pondok Pesantren Salaf Al-Qur’an Sholahul Huda Al-Mujahidin. Penelitian ini dilakukan untuk memeriksa jenis strategi kesopanan yang digunakan oleh santri dan Kyai/Ustadz dalam interaksi merkea sehari-hari dan faktor-faktor yang mendasari mereka untuk menggunakan strategi tersebut. Selanjutnya, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dengan melakukan observasi dan wawancara sebagai metode penelitian. Untuk mengetahui dan menganalisis fenomena tersebut, penulis menerapkam teori yang diusulkan oleh Brown dan Levinson tentang strategi kesopanan. Dari analisis, diketahui bahwa semua jenis str ategi kesopanan dilakukan oleh Kyai/Ustadz. Sebaliknya, hanya tiga strategi kesopanan yang dilakukan oleh santri. Lebih jauh, teridentifikasi bahwa beberapa faktor sosial seperti kekuatan dan jarak sosial telah memicu para santri dan Kyai/Ustadz untuk melakukan strategi tersebut. Namun, ada faktor lain yang berpengaruh yang mendorong peserta untuk menggunakan strategi itu yaitu budaya Pesantren Sholahul Huda Al-Mujahidin yang mencakup beberapa nilai akhlak yang didasarkan pada nilai-nilai Islam yang dinyatakan dalam Al Quran dan Al Hadits. Dengan menjaga dan memelihara akhlak inilah yang nantinya diyakini menjadi dasar dari terciptanya perdamaian. Kata Kunci: Strategi Kesantunan, Bahasa Verbal, Komunikasi dan Pesantren
Kepemimpinan HJ. Ruminah dalam Pengelolaan Pendidikan Agama Islam di Panti Asuhan Tunas Harapan ‘Aisyiyah Kota Pontianak Dini Arini
Arfannur Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/arfannur.v3i1.601

Abstract

The ‘Aisyiyah Tunas Harapan Orphanage in Pontianak City was established as a social welfare institution that is responsible for caring for children in the interior of West Kalimantan who do not have parents or guardians who are unable to provide them with the right to education, clothing, food, and housing. The reason for the establishment of the ‘Aisyiyah Tunas Harapan Orphanage in Pontianak City was that it started from a great social sense and empathy from a female character named Hj. Ruminah. He felt compassion and concern for the condition of the children in the interior of West Borneo at that time, which was around the 1970s. Out of compassion and concern, he helped the children by inviting them to be cared for by him. Not only was he raised, he also taught them, such as adab, Islamic religious education, non-formal education, and informal education. This study uses a qualitative approach with the type of character study research. This study resulted in the finding that the leadership of Hj. Ruminah greatly influences the management of Islamic Religious Education at the ‘Aisyiyah Tunas Harapan Orphanage, Pontianak City. Abstrak:Panti Asuhan ‘Aisyiyah Tunas Harapan Kota Pontianak didirikan sebagai lembaga kesejahteraan sosial yang bertanggung jawab dalam mengasuh anak-anak pedalaman Kalimantan Barat yang tidak memiliki orang tua atau walinya tidak mampu memberikan hak kepada mereka berupa pendidikan, sandang, pangan dan papan. Alasan berdirinya Panti Asuhan ‘Aisyiyah Tunas Harapan Kota Pontianak ialah berawal dari rasa sosial dan empati yang besar dari seorang tokoh perempuan yang bernama Hj.Ruminah. Beliau merasakan iba dan prihatin dengan keadaan anak-anak pedalaman Kalimantan Barat pada saat itu, yakni sekitar tahun 1970-an. Dari rasa iba dan keprihatinannya, beliau membantu anak-anak tersebut dengan mengajak mereka untuk diasuh oleh beliau. Bukan hanya diasuh semata saja, beliau juga mengajarkan mereka, seperti adab, Pendidikan Agama Islam, pendidikan non-formal, dan pendidikan informal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi tokoh. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa kepemimpinan Hj. Ruminah sangat mempengaruhi pengelolaan Pendidikan Agama Islam di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Tunas Harapan Kota Pontianak.
Kepemimpinan Kepala Madrasah Perempuan di Kabupaten Bengkayang Uyung Yuliza; Romawati Romawati; Ajat Sudarajat; Marlina Marlina
Arfannur Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/arfannur.v3i2.615

Abstract

The purpose of this study is to describe the election and appointment of madrasa heads, acceptance of the leadership of female madrasa heads, and the leadership of female madrasa heads in Benkayang Regency. The research locations were four private madrasas led by a woman. This study uses a qualitative approach with a multisite constant comparison method. Data collection through interviews, observation and documentation and surveys. The research was conducted from 2 to 5 February 2022. The data sources for this research were madrasa supervisors, madrasa heads, madrasa teachers and administrative staff where the madrasa head was the key informant. Data analysis shows that female madrasa heads are welcomed because their appointments are in accordance with applicable regulations and their ability to lead madrasas is not inferior to the leadership of male madrasa heads and female madrasa heads in Bengkayang Regency are quite efficient although slow in responding to information and innovating. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemilihan dan pengangkatan kepala madrasah, penerimaan terhadap kepemimpinan kepala madrasah perempuan, dan kepemimpinan kepala madrasah perempuan di Kabupaten Benkayang. Lokasi penelitian adalah empat madrasah swasta yang dipimpin oleh seorang perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode perbandingan konstanta multisite. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dan survei. Penelitian dilakukan pada tanggal 2 hingga 5 Februari 2022. Sumber data penelitian ini adalah pengawas madrasah, kepala madrasah, guru madrasah dan tenaga administrasi yang mana kepala madrasah merupakan informan kunci. Analisis data menunjukkan bahwa kepala madrasah perempuan disambut baik karena pengangkatannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kemampuannya dalam memimpin madrasah tidak kalah dengan kepemimpinan kepala madrasah laki-laki dan kepala madrasah perempuan di Kabupaten Bengkayangcukup efisien meskipun lambat dalam merespon informasi dan melakukan inovasi. Kata kunci: Kepemimpinan, Kepala madrasah perempuan
Bentuk Kepemimpinan Kharismatik Guru: Belajar dari SD Islam Mu’tashim Billah Pontianak Selatan Joni Iskandar; Imron Muttaqin
Arfannur Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/arfannur.v3i2.624

Abstract

Forms of Teacher Charismatic Leadership: Learning from Mu’tashim Billah Islamic Elementary School, South Pontianak. In the current leadership development, teachers must have innovation and creativity in creating ideal leadership. The rapid development of the times, especially in the field of education, must be adjusted to the ability of a person to replace the figure of a teacher. So learning with a charismatic figure is a solution for teachers in creating good learning. Charismatic leadership is all the qualities that become the authority of a person who is embedded in him so that he has bright ideas and has a good vision. One of them is the teacher’s charismatic leadership in educational institutions to contribute to creating maximum learning outcomes. This paper is at least to know about the concept of charismatic leadership, as well as the forms of charismatic leadership at SD Islam Mu’tashim Billah, South Pontianak. This study uses the field research method, which is to collect good writings from books, articles, and others that contain the theme of charismatic leadership in educational institutions. After looking at various data and information, the concept of charismatic leadership has been embedded in the human soul outwardly which needs to be explored and developed. 1. The teacher has a vision in terms of leading, 2. Has responsibility and is strong about the risks he will experience to provide the best for his school, 3. Is sensitive to his environment at school, 4. Ready to meet the needs of his students at school in providing service, 5. Have good role models, such as discipline, honesty, diligence, and showing extraordinary behavior. ABSTRAK Bentuk Kepemimpinan Kharismatik Guru: Belajar Dari Sd Islam Mu’tashim Billah Pontianak Selatan. Dalam perkembangan kepemimpinan saat ini menuntut guru harus memiliki inovasi dan kreasi dalam menciptakan kepemimpinan yang ideal. Pesatnya zaman terutama di bidang pendidikan harus lah diimbangi dengan kemampuan kepemimpinan seseorang sosok guru. Maka pembelajaran dengan sosok yang kharismatik menjadi solusi bagi guru dalam menciptkan belajar yang baik. Kepemimpinan kharismatik merupakan segala sifat yang menjadi kewibawaan seorang yang tertanam pada dirinya sehingga dia memiliki ide-ide yang cemerlang dan memiliki visi yang baik. Salah satunya adalah kharismatik guru dalam memipin di lembaga pendidikannya untuk memberikan kontribusi dalam menciptakan hasil belajar yang maksimal. Tulisan ini setidaknya untuk mengetahui tentang konsep kepemimpinan kharismatik, serta bentuk kempemimpinan kharismatik di SD Islam Mu’tashim Billah Pontianak Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan atau field research yakni mengumpulkan hasil wawancara dan dokumentasi berupa tulisan-tulisan baik berupa buku, artikel, dan lain-lain yang serempun dengan tema tentang kepemimpinan kharismatik di lembaga pendidikan. Setelah melihat berbagai data dan informasi maka konsep kepemimpinan kharismatik ini sudah tertanam dalam jiwa manusia secara lahiriah yang mana perlunya di gali dan kembangkan. 1. Guru memiliki visi dalam hal memimpin, 2. Memiliki tanggungjawab dan kuat akan resiko yang akan dialaminya untuk memberikan hal terbaik bagi sekolahnya, 3. Peka akan terhadap lingkungannya di sekolah, 4. Siap memenuhi kebutuhan-kebutuhan bagi siswa nya di sekolah dalam memberikan pelayanan, 5. Memiliki sikap teladan yang baik seperti, disiplin, jujur, rajin, serta menunjukkan siap prilaku yang luar biasa. Kata Kunci: Guru, Kepemimpinan, Kharismatik
Penguatan Moderasi Beragama dan Sikap Demokrasi pada Santri Pondok Pesantren Edi Mancoro Desa Gedangan Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang Nurlaila Syahri Syarifah; Guntur Cahyono
Arfannur Vol 3 No 2 (2022)
Publisher : The Magister of Islamic Education Study Program of Postgraduate IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/arfannur.v3i2.745

Abstract

This study discusses the Strengthening of Religious Moderation and Attitudes of Democracy in Santri Pondok Pesantren Edi Mancoro. The purpose of this research is to find out (1) how description for religious moderation and democratic attitude? (2) how to strengthen religious moderation and democratic attitudes to students at the Edi Mancoro Islamic Boarding School? (3) what are the obstacles and support for strengthening religious moderation and democratic attitudes to students at the Edi Mancoro Islamic Boarding School? This study uses field research using a qualitative descriptive approach. Data collection is done by observation, interviews and documentation. Meanwhile, data analysis used three activities, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that religious moderation is the attitude of wasath (middle) in religion. The attitude of democracy is a response attitude in implementing democracy in life, how to respect and respect different opinions in a deliberation. Strengthening religious moderation and democratic attitudes in the students of the Edi Mancoro Islamic boarding school with activities inside the boarding school, namely interfaith discussions, multicultural seminars, seloso kliwon, internal students and the election of the head of the boarding school. The existing obstacle is that the students are still passive in activities at the pesantren. Technological developments that can affect students who cannot filter information. Then for the strengthening support, the majority of the students are students who have an open mind in addressing the existing problems. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang Penguatan Moderasi Beragama dan Sikap Demokrasi di Pondok Pesantren Santri Edi Mancoro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) bagaimana gambaran moderasi beragama dan sikap demokratis? (2) bagaimana penguatan sikap moderat beragama dan demokratis pada santri di Pondok Pesantren Edi Mancoro? (3) apa saja kendala dan dukungan penguatan moderasi beragama dan sikap demokratis pada santri di Pondok Pesantren Edi Mancoro? Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan tiga kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama merupakan sikap wasath (tengah) dalam beragama. Sikap demokrasi merupakan sikap respon dalam melaksanakan demokrasi dalam kehidupan, bagaimana cara menghormati dan menghargai perbedaan pendapat dalam suatu musyawarah. Penguatan moderasi beragama dan sikap demokratis pada santri pondok pesantren Edi Mancoro dengan kegiatan di lingkungan pesantren yaitu diskusi lintas agama, seminar multikultural, seloso kliwon, internal santri dan pemilihan ketua pondok. Kendala yang ada adalah santri masih pasif dalam beraktivitas di pesantren. Perkembangan teknologi yang dapat mempengaruhi siswa yang tidak dapat menyaring informasi. Kemudian untuk dukungan penguatan, mayoritas mahasiswa adalah mahasiswa yang berpikiran terbuka dalam menyikapi permasalahan yang ada. Kata Kunci: Moderasi Beragama; Sikap; Demokrasi

Page 3 of 10 | Total Record : 94