cover
Contact Name
Hadija
Contact Email
eboni@umma.ac.id
Phone
+628124247663
Journal Mail Official
eboni@umma.ac.id
Editorial Address
Jl.Dr.Ratulangi No.62 Maros
Location
Kab. maros,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal EBONI
ISSN : -     EISSN : 27156451     DOI : -
Jurnal EBONI Merupakan media publikasi karya ilmiah yang berisi tentang hasil-hasil penelitian tentang kehutanan dan lingkungan dalam ruang lingkup lokal dan nasional yang diterbitkan oleh program studi Kehutanan Fakultas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan, Universitas Muslim Maros.
Articles 80 Documents
PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN PANGAN DENGAN MELIBATKAN P4S DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Budi Darma Putra; Muhammad Sidiq
Jurnal Eboni Vol 4 No 2 (2022): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v4i2.1639

Abstract

The agricultural sector is important because it is a crucial food security sector during an economic crisis. It is hoped that through the Increase in Food Crop Production activities in South Sulawesi, it will be able to increase the knowledge and insight of participants through the process of providing material from the facilitator. The implementation of technical guidance is carried out in 8 (eight) districts in South Sulawesi using different materials because they adjust to the potential that exists in each area. Paddy technical guidance activities were carried out in four districts of South Sulawesi Province, P4S locations, which are food crop-producing areas, especially rice, with a total of 200 (two hundred) participants, consisting of farmers, millennial farmers, farmer groups, farmer women's groups, and P4S managers, while mentoring corn technical implementation was carried out at the P4S location in Maros, Takalar, Gowa, and Bantaeng Regencies, which are food crop-producing areas, especially corn, with a total of 200 (two hundred) participants, consisting of farmers, millennial farmers, farmer groups, women farmer groups, and P4S managers. From the results of the evaluation of the implementation of activities, there was an increase in knowledge of the material provided in rice technical guidance activities with an average value of 39.68 while in corn technical guidance activities there was an increase in knowledge with an average value of 31.65
Deteksi Laju Deforestasi Pulau-Pulau Kecil Menggunakan Aplikasi Global Forest Change Studi Kasus: Kota Ternate Provinsi Maluku Utara Sabaruddin B; Andy Kurniawan; Nurhikmah Nurhikmah
Jurnal Eboni Vol 5 No 1 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i1.1696

Abstract

The rate of deforestation is a decrease or condition of losing the area of a forest area. This is caused by the activity of converting the status of forest areas into settlements, agriculture, plantations, etc. where these activities focus on improving the standard of living of the community. This study aims to detect the rate of deforestation on small islands in North Maluku, especially Ternate Island by using the Global Forest Change application. The research method uses a spatial approach to spatial analysis. This study shows that the rate of deforestation in the city of Ternate from 2001 to 2021 indicates that over a period of ± 20 years there has been deforestation in the forest area of the city of Ternate. The area of the area is HPK, HL, HPHD and IUPHKM. The largest area of deforestation occurred in 2005 with an area of 8.9 ha, while the lowest occurred in 2021, namely 0.107 ha. Total total deforestation from 2001 – 2021 which is 94.65 Ha. Keywords : Deforestation, Small islands, Spatial Analysis, Ternate, North Maluku
Implementasi Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) di Kabupaten Mamuju Sarif Resha Perdamean; Kismartini Kismartini; Sardjijo Sardjijo; Andi Nurul Mukhlisa
Jurnal Eboni Vol 5 No 1 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i1.1780

Abstract

ABSTRAK Program KBR di Kabupaten Mamuju belum sepenuhnya tepat sasaran dalam melaksanakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Implementasi program KBR dan Mengidentifikasi Faktor Pendukung serta Faktor Penghambat Implementasi Program KBR di Kabupaten Mamuju. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan sumber data yang digunakan adalah data primer berupa hasil wawancara mendalam dan observasi, serta data sekunder berupa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Program KBR. Hasil penelitian menunjukkan Program KBR menerapkan mekanisme Bottom Up untuk mendorong terciptanya pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan penuh partisipasi masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Faktor pendukung implementasi Program KBR di Kabupaten Mamuju didorong oleh faktor sumberdaya manusia, wewenang, fasilitas sarana/prasarana, disposisi, struktur birokrasi dan isi kebijakan, sedangkan faktor penghambat dipengaruhi oleh faktor komunikasi, ketersediaan anggaran dan konteks/lingkungan kebijakan. Kata Kunci: Implementasi, Program KBR, Kabupaten Mamuju
Analisis Lingkungan Perancangan Pembangkit Listrik Siklus Organic Rankine pada Sumber Mata Air Panas Bumi di Limbong, Sulawesi Selatan Nurfadhilah Arif; Sihana Sihana; Rahmawan Budiarto; Andi Khairil A Samsu
Jurnal Eboni Vol 5 No 1 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i1.1846

Abstract

Pemanfaatan tidak langsung panas bumi di Indonesia banyak digunakan sebagai pembangkit listrik. Mata air panas juga merupakan salah satu petunjuk adanya sumber daya panas bumi di bawah permukaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kondisi lingkungan dari rancangan pembangkit listrik yang menggunakan Siklus Organic Rankine pada mata air panas dari sistem panas bumi di lokasi penelitian. Sistem panas bumi yang ada di lokasi penelitian merupakan sistem panas bumi dengan suhu rendah sehingga digunakan siklus ini yang sesuai untuk diaplikasikan di lokasi penelitian. Daerah penelitian terletak di Limbong, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Analisis lingkungan dilakukan dengan menghitung polusi panas dan emisi yang dihasilkan dari sistem ORC pada penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan polusi panas yang keluarkan oleh evaporator sebesar 57oC sedangkan di kondensor sebesar 10oC. Oleh karena itu, fluida yang dikeluarkan oleh evaporator masih melebihi ambang batas sehingga fluida panas tersebut perlu didinginkan terlebih dahulu sebelum diinjeksikan ke dalam bumi. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa Emisi CO2 dari mata air panas berasal dari adanya zat yang tidak terkondensasi (NCG) dalam uap air panas. Kandungan zat tersebut merupakan zat yang terbawa dari reservoir panas bumi dan/atau hasil alterasi batuan selama perjalanannya menuju permukaan bumi. Emisi yang dihasilkan dari hasil perhitungan sebesar 37750,69 kg/tahun dengan faktor emisi 0,2 kg/kWh. Nilai yang ditunjukkan oleh pembangkit listrik panas bumi sistem ORC dengan sumber panas dari mata air panas ini lebih ramah lingkungan setelah dibandingkan dengan emisi dari pembangkit listrik lainnya.
Persepsi Masyarakat Kth Buttu Puang Untuk Pengembangan Budidaya Trigona Sp. Di Desa Mirring Kabupaten Polman Daud Irundu; Fitri Indhasari Indhasari; Widyanti Utami; Sartika Sartika
Jurnal Eboni Vol 5 No 1 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i1.1854

Abstract

Perception is a source of basic information in efforts to develop Trigona sp. honey bee cultivation. This study aims to determine the perceptions of the KTH buttu Puang community in the effort to develop Trigona sp honey bee cultivation in Mirring Village, Binuang District, Polewali Mandar Regency, West Sulawesi Province. The method used is interviewing 30 people who are members of KTH Buttu Puang. The data obtained were analyzed descriptively to determine attitudes and levels of understanding. The results showed that in order to develop Trigona sp. beekeeping. most of the people have an attitude of strongly agree (69.80%) and strengthened by the attitude of agreeing as much as 28.57%. However, there were also those who answered that they did not agree at 1.63%. The level of understanding of the KTH Buttu Puang community based on high, medium and low levels of understanding respectively 56.7%; 25.0%; and 18.3%.
Efektitifits Beberapa Strain Azospirillium Terhadap Efisiensi Serapan N dan Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Tanah Pasca Tambang Alim, Nurmaranti; Kurniati, Kurniati; Muh Asdiq, Laode; Ramadan, Hamsin
Jurnal Eboni Vol 5 No 1 (2023): Juli
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i1.1867

Abstract

Jagung adalah tanaman yang sangat akrab dengan petani di Sulawesi Tenggara. Komoditas ini merupakan salah satu bahan pangan andalan masyarakat Sulawesi Tenggara. Pupuk hayati Azospirilium mampu meningkatkan hasil panen tanaman pada berbagai jenis tanah maupun wilayah iklim yang berbeda. Azospirilium mendorong pertumbuhan tanaman, terutama merangsang perkembangan akar yang menyebabkan bertambahnya sistem perakaran, yaitu memperbesar dan memperpanjang jumlah akar dan rambut-rambut akar. Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama adalah strain Azospirillium, faktor kedua adalah dosis pemupukan dengan 3 taraf sehingga total perlakuan sebanyak 36 pot perlakuan. Pemberian urea (0,75 g) dengan Azospirillium (12,5 ml) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman jagung, jumlah daun, berat segar, berat kering dan serapan N tanaman jagung dibandingkan dengan perlakuan pupuk Urea tanpa Azospirillium sp. Azospirillium (di inokulasii dari tanaman murbei) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, berat kering dan serapan N tanaman jagung, dibandingkan dengan Azospirillium dari strain lain
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KERAGAMAN BAKTERI PADA RHIZOSFER TANAMAN AREN (Arenga pinnata (Wurmb) Merr) DI DESA BONTO SOMBA KABUPATEN MAROS Islamiah, Nurhidayah; S, Hadija; N, Nirawati; Aisyah, Siti
Jurnal Eboni Vol 5 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i2.1493

Abstract

Tanah merupakan tempat hidup yang paling ideal bagi bakteri. Setiap elemen tanah memiliki jenis, populasi dan sifat genetik yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung jumlah bakteri dan keragaman bakteri pada rhizosfer aren di Desa Bontosomba Kabupaten Maros. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif eksploratif. Isolasi bakteri dilakukan pada bagian rhizosfer tanaman aren yang diuji karakteristiknya meliputi pengamatan makroskopik, mikroskopik, dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di Desa Bontosomba Kabupaten Maros. mengandung beberapa jenis bakteri tanah, diperoleh jumlah isolat tertinggi 532 cfu/g dan terendah ditemukan dengan jumlah isolat 423 cfu/g. diperoleh 12 isolat bakteri yang terdiri dari 6 genus termasuk bakteri rhizosfir yaitu Streptococcus, Monococus, Bacillus, Coccobacillus, Spirilium
IDENTIFIKASI BENTUK PARTISIPASI DAN UPAYA MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN irma, Ade; Nirawati, Nirawati; M, Muh Faisal; Imran, Andi Nur; Djafar, Muliana
Jurnal Eboni Vol 5 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i2.1986

Abstract

Partisipasi merupakan keikutsertaan atau keterlibatan masyarakat setempat dalam kegiatan pelestarian hutan mangrove guna menjaga sumber daya pesisir tersebut agar tetap lestari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove, untuk mengetahui upaya masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian ini dilaksanakan di 6 kecamatan 9 Desa/Kelurahan wilayah pesisir Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan panduan wawancara/kuesioner, dengan melibatkan responden sejumlah 58 masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Data yang diperoleh dianalisis deskriktif kuantitatif untuk mengetahui bentuk partisipasi dan upaya masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove yaitu sebanyak (93,10%) dikategorikan sudah baik, adapun bentuk partisipasinya yaitu menanam, membibit dan mengawasi hutan mangrove, Upaya masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove yaitu sebanyak (89,66%) dikategorikan sudah baik, adapun upaya masyarakat dalam melakukan penanaman yaitu melakukan penanaman kembali, pemasangan ajir/patok, menyiram bibit mangrove menggunakan pompa air dari laut dan pemasangan jaring.
TINGKAT KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MOLLUSCA DI KAWASAN HUTAN MANGROVE PESISIR TABONGO KABUPATEN BOALEMO Juramang, Risnayanti R; Faqih, Ahmad; Tomayahu, Tian
Jurnal Eboni Vol 5 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i2.2038

Abstract

Ekosistem mangrove mempunyai peran dan fungsi tertentu sebagai suatu ekosistem yang banyak dihidupi oleh fauna yang saling berasosiasi dengan ekosistem mangrove itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman dan kelimpahan fauna akuatik jenis mollusca. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey, dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. jenis mollusca yang ditemukan pada kawasan mangrove pesisir Langala yaitu terdiri dari delapan yang terbagi atas tujuh family dan tujuh genus yang terdiri dari delapan spesies yaitu, Hexaplex trunculus, Nerita artikulata, Terebralia sulcata, Terebralia palustris, Faunus ater, Elliptio complanata, Cerastoderma edule dan Anadara antiquate. Hasil perhitungan keanekaragaman fauna akuatik untuk jenis Mollusca nilai indeks keanekaragaman tertinggi pada stasiun I yaitu H’= 1,94, yang mendominasi pada jenis Mollusca ini adalah Faunus ater. Indeks kelimpahan tertinggi untuk jenis Mollusca yang tertinggi terdapat pada spesies Anadara antiquate dengan nilai kelimpahan 34,54% dan spesies yang terendah adalah Nerita artikulata nilai indeks kelimpahan 16,18%. Jenis Mollusca yang sudah berada dalam status konservasi yaitu Nerita artikulata, Faunus ater, Elliptio complanata dengan status konservasi Least Concern.
POTENSI PENGEMBANGAN BUDIDAYA KOPI DI WILAYAH KERJA KPHL UNIT XXII BATU ROOK KABUPATEN MAHAKAM ULU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Azis, Awaluddin; Hadi, Aris Pudji; Furkan, Muhammad; Anyeq, Belasius; Tala, Krista; Carolina, Veronica; Andiana, Ria; Limbong,, Yuliara Limbong,; Ma’wa, Nurjannatul; Safitri, Ainun Jariah
Jurnal Eboni Vol 5 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/eboni.v5i2.2080

Abstract

Data Outlook Kopi Indonesia 2020 menyebutkan periode 1980–2020 perkembangan kopi Indonesia mengalami peningkatan, dengan laju pertumbuhan rata- rata 2,62%. Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur 2021 menyebutkan bahwa luas areal tanaman kopi menurut kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Timur seluas 1.221 ha dan mengalami penurunan sebesar 51,72% dari tahun sebelumnya seluas 2.529 ha. Pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mahakam Ulu tahun 2021-2026 dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2017-2037 menyebutkan bahwa potensi pengembangan wilayah untuk tanaman perkebunan salah satunya adalah kopi. Berdasarkan hal tersebut, KPHL Unit XXII Batu Rook berencana untuk melakukan kegiatan ‘Pengembangan Kopi dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan Model Agroforestri pada wilayah Kelola KPHL Unit XXII Batu Rook’. Untuk mendukung rencana tersebut, penelitian potensi budidaya kopi di wilayah kerja KPHL Unit XXII Batu Rook, terutama di Kampung Noha Silat dan Long Kerioq, diperlukan. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dengan mengumpulkan data primer melalui Focus Group Discussion (FGD), pemetaan partisipatif, wawancara, dan juga memanfaatkan data sekunder dari dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Noha Silat didominasi oleh kopi Robusta yang diproduksi terutama untuk kebutuhan rumah tangga. Di sisi lain, di Kampung Long Kerioq, masyarakat mengolah kopi Robusta menjadi bubuk dan menjualnya di luar kabupaten Mahakam Ulu. Kedua kampung telah mengadopsi sistem agroforestri dalam pengembangan kopi, menunjukkan potensi yang besar untuk kegiatan pengembangan HHBK Kopi.