cover
Contact Name
Jamal Adi Septian
Contact Email
ti.suryadarma@gmail.com
Phone
+6281286055912
Journal Mail Official
ti@unsurya.ac.id
Editorial Address
https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 23022205     EISSN : 28087321     DOI : https://doi.org/10.35968/jtin.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri Universitas Suryadarna dengan Scope meliputi : 1. Teknik Efisiensi Industri 2. Teknik Sistem dan Metode Kerja Industri 3. Teknik Pengukuran Kerja Industri 4. Teknik Produksi Industri 5. Industrial and Manufacturing Engineering 6. Engineering 7. Perancangan Dan Pengembangan Produk 8. Desain System Kerja Dan Ergonomic 9. Sistem Manufaktur 10. Perancangan Dan Pengendalian Produksi 11. Sistem Pengendalian Persediaan 12. Rekayasa Kualitas 13. Pemodelan Sistem Dan Simulasi 14. Optimisasi System 15. Sistem Pendukung Keputusan 16. Maintenance Dan Realibity 17. Supply Chain Manageman
Articles 148 Documents
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING KUALITAS UDARA DI DALAM RUANGAN BERBASIS ARDUINO Abdillah, Junindo; Iswidodo; Natanael, Ryan
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 14 No 2 (2025): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v14i2.1798

Abstract

Air pollution on roads and indoors has a bad impact on human health, Since air pollution may lead to a number of illnesses, a device that is useful to track this quality of this air utilizing Arduino, MQ2 sensor, DHT11 sensor and MQ135 sensor as well as the Blynk program, a tool designed to facilitate our ability to see from our cell phones. This test used 3 experiments using lighter gas, perfume and burnt smoke with each value on the resulting gas sensor being different. For pre- trials on lighter gas and perfume when conducting experiments, these two experiments can activate the buzzer with an average value on the mq135 and mq2 sensors of 60-200 ppm. For smoke that is burned, the buzzer is not activated because the gas level received is below 10 ppm.
ANALISIS PENGENDALIAN DEFECT DEFORMASI PADA BRACKET SENSOR BLIND SPOT MONITORING (BSM) DENGAN METODE FMEA DAN SIKLUS PDCA DI PT XYZ Tahrim; Mukhlisin; Rudy Effendy Listyanto
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.1870

Abstract

PT XYZ is one of the automobile assembly manufacturers in Indonesia that bears a significant responsibility to ensure every vehicle produced complies with international quality standards. One of the major challenges in the assembly process is the occurrence of deformation-type defects on the Blind Spot Monitoring (BSM) sensor bracket. This deformation may aris due to various factors, such as improper installation processes or inappropriate component handling conditions along the production line. If not properly controlled, deformation of the bracket not only degrades the functionality of the BSM sensor but also leads to increased repair costs, production delays, and potential product recalls, which could result in substantial financial losses for the company. Based on trace-back defect analysis, the defect was identified to originate in the body production and inspection departments, specifically at the right-hand (RH) side member line. Furthermore, the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) indicated that the factors with the highest Risk Priority Number (RPN), and therefore the main improvement priorities, were related to man (human factors) and method (process-related factors). Following the implementation of improvement actions, the deformation defect was successfully reduced and completely eliminated, achieving a 100% defect reduction, from 0.0024 defects per unit (d/u) to 0 d/u throughout the observation period.
PENGARUH PENGURANGAN KARYAWAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. TELKOM (PERSERO) WITEL ACEH Hasyim Hasbi; Syarifah Akmal; Yohana Dian Putri
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.1915

Abstract

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Witel Aceh experienced a reduction in the number of employees due to organizational transformation and human resource restructuring. The number of permanent employees decreased from 51 in 2022 to 22 in 2025, representing a decline of 59%. This condition potentially increases workload and may affect employee performance. This study aims to analyze the effect of employee reduction and work motivation on employee performance at PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Witel Aceh. A quantitative approach was employed using a survey method with a census technique involving all 22 permanent employees. Data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS software. The results indicate that all measurement indicators meet validity and reliability criteria. The structural model shows an R-square value of 0.63, indicating that employee reduction and work motivation explain 63% of the variance in employee performance. Hypothesis testing reveals that both variables have a positive and significant effect on employee performance. This study concludes that effective management of employee reduction and enhancement of work motivation are important to maintain employee performance during organizational transformation
PERANCANGAN DASHBOARD MONITORING KINERJA OPERASIONAL BERBASIS SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE (SCOR) PADA KEDAI KOPI HALAMAN PERTAMA Yeremia Batistuta; Waspada Tedja Bhirawa; Indramawan Indramawan; Darmawan Yulianto
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.1986

Abstract

This study aims to design an operational efficiency monitoring dashboard based on the Supply Chain Operations Reference framework at Kedai Kopi Halaman Pertama. The research uses operational data from July to December 2025, which were processed and visualized using Power BI. The results show that the dashboard is able to present operational performance information in a structured manner and assist the business owner in monitoring cost efficiency and service time. The proposed dashboard can be utilized as a data-driven monitoring tool to support more systematic and measurable operational decision- making in small and medium enterprises.
Analisis Persediaan Bahan Oil Smoke Trail Untuk Pesawat Jupiter Aerobatic Team Di Lanud Adi Sucipto Dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Ripdho Utomo; Sungkono Sanusi; Waspada Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Erwin Wijayanto
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.1997

Abstract

Penelitian ini menganalisis manajemen persediaan bahan Oil Smoke Trail yang digunakan oleh Jupiter Aerobatic Team (JAT) di Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Oil Smoke Trail merupakan bahan habis pakai yang berperan penting dalam memperkuat manuver udara dan memperjelas formasi saat pertunjukan maupun latihan. Karena pola konsumsi yang fluktuatif, diperlukan pengelolaan persediaan yang efisien untuk menghindari kekurangan stok menjelang event penting maupun kelebihan stok yang meningkatkan biaya penyimpanan. Metode Economic Order Quantity (EOQ) digunakan untuk menghitung jumlah pemesanan optimal, frekuensi pengadaan, safety stock, dan titik pemesanan ulang (ROP). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa jumlah pemesanan optimal menghasilkan stok awal sebesar 559 unit (Q + S = 239 + 320), dengan frekuensi pemesanan dilakukan dua kali dalam setahun. Titik pemesanan ulang (Reorder Point) ditetapkan pada 283 unit, dengan mempertimbangkan kebutuhan harian, lead time selama 90 hari, serta safety stock sebesar 320 unit. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan EOQ dapat menekan total biaya persediaan dengan menyeimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan, sekaligus menjamin kesiapan operasional JAT. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar EOQ diterapkan secara konsisten, dilakukan monitoring kebutuhan secara berkala, serta dikembangkan sistem informasi logistik terintegrasi untuk mendukung pengelolaan stok yang efisien..
ANALISIS MANAJAMEN SAFETY PEMELIHARAAN TINGKAT SEDANG DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) DI SKADRON TEKNIK 021 Albinus Prima Indradi; Waspada Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Afrizal Hendra; Sipon Al Munir
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.2003

Abstract

Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama dalam kegiatan pemeliharaan pesawat karena setiap aktivitas memiliki potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan personel maupun keberlangsungan operasi. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko pada aktivitas pemeliharaan tingkat sedang di Skadron Teknik 021. Metode yang digunakan adalah Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan matriks risiko berdasarkan parameter Likelihood dan Severity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pemeriksaan avionik dan FOD pada engine intake memiliki tingkat risiko tinggi (R=12), sedangkan pengisian bahanbakar dan pekerjaan di ketinggian berada pada kategori High Risk (R=10–15). Risiko kategori Moderate ditemukan pada aktivitas pembersihan pesawat, ergonomi kerja, dan engine ground run (R=8–9). Pengendalian risiko direkomendasikan melalui engineering control, administrative control, serta penggunaan alat pelindung diri sesuai jenis pekerjaan. Penerapan pengendalian risiko secara konsisten diharapkan mampu menurunkan tingkat kecelakaan kerja, mendukung keselamatan terbang dan kerja (Lambangja), serta memperkuat budaya keselamatan (Safety Culture) di Skadron Teknik 021.
PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE DALAM EVALUASI KINERJA PERAWATAN ALAT BERAT EXCAVATOR MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS Miranti Putry; Toto Sudianto; Firyaliza Dwi Putri
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.2135

Abstract

In construction projects, productivity, operational continuity, and maintenance costs are significantly influenced by heavy equipment reliability. Since excavators are among the most frequently used machines, efficient maintenance management is crucial to reduce downtime and improve operational effectiveness. This study uses Total Productive Maintenance (TPM) techniques and Overall Equipment Effectiveness (OEE) evaluation to assess excavator maintenance performance and develop appropriate maintenance improvement solutions. Using operational and maintenance data collected from an excavator operated by a heavy equipment rental company over a four-month observation period, a quantitative case study was conducted. Three key indicators were used to assess maintenance performance: availability, performance, and quality. These indicators were combined to estimate the OEE value. Priorities for maintenance improvement were then determined using this analysis. The study found that equipment availability increased from 94.19% to 97.32%, indicating a decrease in downtime due to maintenance activities. However, the average Quality Ratio was approximately 87%, while equipment performance remained relatively stable at approximately 72%. Therefore, the OEE value was below the acceptable operational threshold, ranging from 58.06% to 61.44%. These results indicate that although OEE has been successfully increased through improvement efforts, operational efficiency and process quality still need to be significantly improved. To improve equipment reliability and operational efficiency, recommended strategies include autonomous maintenance, planned maintenance, quality maintenance, and operator training.
STUDI PEMANFAATAN SISTEM FPGA PADA BIDANG AVIONIK DI UNSURYA Nurwijayanti KN; Effendi Dodi Arisandi; Rachmat Ramdani; Tateng Sukendar; Agus Sugiharto
Jurnal Teknik Industri Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Vol. 15 No. 1 (2026): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v15i1.2236

Abstract

Industri penerbangan semakin mengadopsi sistem otonom untuk meningkatkan efisiensi operasional, keselamatan, dan keandalan. Namun, sistem tersebut memerlukan kemampuan pemrosesan waktu nyata (real-time), daya komputasi yang tinggi, serta efisiensi konsumsi daya yang optimal. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Field-Programmable Gate Array (FPGA) pada sistem otonom di bidang avionik dengan berfokus pada penyusunan kerangka implementasi yang sesuai untuk Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (UNSURYA). FPGA memiliki berbagai keunggulan, seperti kemampuan pemrosesan paralel, sehingga sangat sesuai untuk aplikasi avionik, antara lain navigasi otonom dan pemrosesan data sensor secara waktu nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggabungkan studi literatur dan analisis berbasis simulasi, dengan fokus pada pemanfaatan FPGA Xilinx. Perangkat lunak Xilinx Vivado dan MATLAB/Simulink digunakan untuk memodelkan serta mensimulasikan sistem berbasis FPGA. Hasil penelitian ini berupa rancangan konseptual sistem otonom berbasis FPGA yang disesuaikan dengan kebutuhan akademik dan penelitian di UNSURYA. Temuan penelitian menunjukkan bahwa FPGA memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan teknologi avionik di Indonesia serta memberikan langkah-langkah praktis untuk mengintegrasikan proyek berbasis FPGA ke dalam kurikulum dan pengembangan laboratorium di UNSURYA. Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan solusi avionik yang relevan dengan kebutuhan nasional serta mendorong inovasi di industri penerbangan Indonesia