cover
Contact Name
Jamal Adi Septian
Contact Email
ti.suryadarma@gmail.com
Phone
+6281286055912
Journal Mail Official
ti@unsurya.ac.id
Editorial Address
https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 23022205     EISSN : 28087321     DOI : https://doi.org/10.35968/jtin.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri Universitas Suryadarna dengan Scope meliputi : 1. Teknik Efisiensi Industri 2. Teknik Sistem dan Metode Kerja Industri 3. Teknik Pengukuran Kerja Industri 4. Teknik Produksi Industri 5. Industrial and Manufacturing Engineering 6. Engineering 7. Perancangan Dan Pengembangan Produk 8. Desain System Kerja Dan Ergonomic 9. Sistem Manufaktur 10. Perancangan Dan Pengendalian Produksi 11. Sistem Pengendalian Persediaan 12. Rekayasa Kualitas 13. Pemodelan Sistem Dan Simulasi 14. Optimisasi System 15. Sistem Pendukung Keputusan 16. Maintenance Dan Realibity 17. Supply Chain Manageman
Articles 138 Documents
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DENGAN METODE HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT CONTROL (HIRARC) PADA WEDDING VENUE RUMAH KAMPUNG DECORATION ROSULUDDIN, ADHE ALVIN; Bhirawa, Waspada Tedja; Moektiwibowo, Hari
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada industri jasa, sebuah prosedur K3 dibutuhkan agar setiap pekerja lapangan dapat aman dalam menjalankan pekerjaannya. Keamanan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia saat ini masih menjadi perhatian khusus untuk berbagai instansi terkait, terutama mengingat peningkatan jumlah kecelakaan kerja setiap tahunnya. Nyatanya masih terdapat pekerja yang tidak menerapkan prosedur K3 di lapangan. Oleh sebab itu maka perlunya dilakukan identifikasi potensi bahaya yang ada dan pengendalian risiko untuk meminimalkan kejadian kecelakaan kerja Venue Rumah Kampung Decoration. Penelitian ini menggunakan metode Hazard Identification and Risk Assessment (HIRARC) untuk mengidentifikasi bahaya, kemudian metode Job Safety Analysis yang untuk mencari solusi perbaikannya. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa terdapat 15 potensi bahaya yang teridentifikasi dan dikategorikan ke dalam 3 rating risiko yaitu 15 potensi bahaya yaitu extreme risk, high risk, dan moderate risk. Diketahui bahwa rating extreme risk sebanyak 4 (27%), rating high risk sebanyak 3 (20%), dan rating moderate risk sebanyak 8 (53%). Kemudian untuk tahap Job Safety Analysis diperoleh beberapa bentuk rekomendasi untuk pengendalian risiko guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja yang terjadi dengan mempertimbangkan hierarki pengendalian risiko seperti safety induction dan crosscheck sebelum melakukan pekerjaan, dan menyediakan worksheet penggunaan APD agar pekerja dapat bekerja dengan aman dan nyaman, serta adanya SOP keselamatan kerja bagi karyawanKata Kunci: HIRARC, K3, Bahaya, Pengendalian Risiko, Wedding Venue Decoration
OPTIMALISASI LAYANAN TOKO GAWAI DENGAN MEMPERHATIKAN JUMLAH PEMBELI YANG MENGANTRI PADA JAM SIBUK FRAHISTA, MUHAMAT FRANDIKA M.; ARIANTO, BASUKI; WIJAYANTO, ERWIN; SYAMSUNASIR, SYAMSUNASIR; YULIANTO, DARMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antrian adalah bagian penting dari manajemen operasi antrian,antrian terjadi di sektor manufaktur dan sektor jasa. Antrian adalah orang atau barang yang berada dalam satu barisan yang menunggu untuk dilayani dan kemudian meninggalkan barisan setelah dilayani.penelitian ini berlanjut untuk menganalisis sistem antrian yang diterapkan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan dengan menghitung jumlah rata rata jumlah kedatangan dan jumlah rata rata total waktu orang yang dilayani serta melakukan optimalisasi jumlah layanan yang beroperasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model antrian yang digunakan oleh toko Ssg adalah model antrian model Multi channel – Multi Phase dengan menerapkan disiplin antrian yaitu Firs Come – Firs Serve (FCFS). Laju kedatangan pelanggan pada hari sibuk dan jam sibuk adalah 20,69 pelanggan/jam. Model antrian yang sesuai pada loket pelayanan toko gawai adalah model antrian (M / M / 2): (GD//), akan tetapi pihak toko gawai harus mengubah jumlah pelayan pada tahap pengecekan HP yang semula dua orang pelayan menjadi tiga orang pelayan sehingga akan diperoleh rata-rata banyaknya pelanggan dalam antrian sebanyak 0,68 orang atau 1 orang dan rata-rata waktu yang diperlukan pelanggan berada dalam antrian selama 1,97 menit atau sekitar 2 menit. Kata Kunci : Layanan Toko, Sistem Antrian, FCFS, Toko Gawai
PENGENDALIAN PERSEDIAAN DAN PENJADWALAN PASOKAN BAHAN BAKU IMPOR DENGAN METODE ABC DI PT X PURBA, AXEL GRACETO; SIMANJUNTAK, MARIANA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventory control becomes a very important activity in a company because the cost of inventory can reach about 20% to 40% of the total annual value. Inventory is a capital or company asset consist of raw materials, work in process and finished product. Currently, the value of inventory at PT X Indonesia Savory Factory has exceeded the maximum target of the company but some raw materials have shortage or stock-out, meaning that the current inventory condition is inefficient because the company invests too much in inventory but the shortage of inventory for certain raw materials still occurs. This is the reason why it is necessary to improve inventory efficiency. Improvements were made by utilizing ABC inventory analysis method and arranging and scheduling raw material supply as needed, then making priority scale of raw material improvement on ABC inventory analysis based on class A, B and C. The research was continued by rescheduling the tracking delivery and counting time frozen horizon which is the amount of time it takes raw materials during the distribution process or delivery process, so the frozen horizon is smaller than lead time. By performing fixed order interval on class A and fixed order quantity raw materials for class B and C raw materials, the quantity of imported raw materials gradually adjust to the needs and the high value of the company’s inventory can be reduced gradually as well. The end result is the risk of shortage can be reduced as much as 26%, overstock can be reduced by 12% and in total overall value over value inventory can be decreased as much as 23%.Keywords: inventory, ABC inventory analysis, fixed order interval, fixed order quantity, frozen horizon PENDAHULUA
UJI VALIDITAS DAN UJI RELIABILITAS DALAM ANALISIS KUALITAS WEBSITE GOOGLE CLASSROOM SEBAGAI WADAH E-LEARNING BOOTCAMP BINAR ACADEMY DENGAN METODE WEBQUAL 4.0 SINAGA, GLADYS SILVANA; SIMANJUNTAK, MARIANA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran tradisional yang dilakukan melalui pertemuan langsung telah menjadi standar dalam menilai efektivitas pendidikan. Namun, dengan kemajuan teknologi, pendekatan pembelajaran berevolusi melalui penggunaan e-learning yang memungkinkan akses materi kapan saja dan di mana saja, serta memberikan fleksibilitas dan efektivitas yang lebih tinggi. Google Classroom, sebagai layanan e-learning berbasis internet, dirancang untuk membantu pengajar dalam pembuatan dan distribusi tugas secara digital. Dalam konteks ini, Binar Academy menggunakan Google Classroom sebagai sarana utama penyampaian materi dan interaksi antara pengajar dan peserta. Penelitian ini menggunakan metode Webqual 4.0 untuk mengevaluasi kualitas website Google Classroom berdasarkan persepsi pengguna di Binar Academy. Analisis dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan kualitas instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usability Quality, Information Quality, dan Service Interaction Quality memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Kesimpulannya, ketiga dimensi ini berkontribusi secara signifikan terhadap kepuasan pengguna Google Classroom dalam konteks e-learning di Binar Academy.Kata Kunci: Google Classroom, Metode Webqual 4.0, Binar Academy
UJI VALIDITAS DAN UJI RELIABILITAS DALAM ANALISIS KUALITAS WEBSITE LEARNING MANAGEMENT SYSTEM STUDI INDEPENDENT STECHOQ DENGAN METODE WEBQUAL 4.0 TRINITA, HERTATI; SIMANJUNTAK, MARIANA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas website Learning Management System (LMS) pada PT. Stechoq Robotika Indonesia menggunakan metode WebQual 4.0. WebQual 4.0 adalah teknik yang menilai kualitas website berdasarkan tiga dimensi utama: kegunaan (usability), kualitas informasi (information quality), dan kualitas interaksi layanan (service interaction quality). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dan kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa program Studi Independent MSIB yang menggunakan platform tersebut. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dimensi tersebut dinyatakan valid dan reliabel sehingga dapat dijadikan alat ukur dalam penelitian analisis kualitas website learning management system.Kata Kunci: Learning Management System, Metode WebQual 4.0, Information Quality
PERANCANGAN MEJA GAMBAR TEKNIK YANG ERGONOMIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE REBA DAN NORDIC BODY MAP DI LABORATORIUM. BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI; JANAMPA, MELINUS
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan zaman dari hari ke hari membuat tuntutan akan peningkatan dari setiap pekerjaan yang dilakukan manusia sehingga memerlukan alat bantu yang digunakan dalam melakukan pekerjaan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Meja gambar dapat membantu kegiatan belajar mengajar yakni proses praktikum menggambar teknik untuk mempermudah mahasiswa dalam menggambar objek atau benda yang merupakan tugas-tugas dari praktikum menggambar teknik untuk mendapatkan hasil yang optimal. Alat bantu yang menunjang setiap pekerjaan harus bersifat ergonomis sehingga dapat mempermudah pekerjaan yang dilakukan juga memberikan kenyamanan dan meraih hasil yang optimal.Prosedur penelitian diawali dengan membagikan kuisioner keluhan dan keinginan mahasiswa yang dibagikan secara acak, membagikan kuisioner Nordic Body Map, melakukan identifikasi meja gambar teknik, dan pengumpulan data antropometri, yang kemudian diinterpretasikan menjadi keluhan pengguna. Setelah itu, tahapan berikutnya mengenai pengelohan data anthropometri, konsep perancangan berdasarkan kebutuhan, ide, keputusan dan tindakan, pembuatan prototype, uji coba prototype, perhitungan Teknik, pemilihan material dan estimasi biaya.hasil penelitian didapatkan perancangan meja gambar teknik yang memiliki kelebihan lebih praktis, lebih ringan dan terurama lebih nyaman digunakan dengan lebar meja gambar 91,5 mm dengan menggunakan P5, panjang meja gambar 126,5 mm dengan menggunakan P5, tinggi meja gambar 30 mm, Total biaya biaya yang di butuhkan Rp. 1.650.000,- Perancangan meja gambar teknik dapat mengurangi keluhan pengguna dengan rancangan ergonomic.Kata Kunci : Ergonomi, Antropometri, Nordic Body Map, Meja Gambar Teknik.
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU IKAT PINGGANG PRODUKSI UMKM “BG” MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DAN QCC MOEKTIWIBOWO, HARI; SIAGIAN, APRIYANTI L.M; YULIANTO, DARMAWAN; WIJAYANTO, ERWIN; SANUSI, SUNGKONO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran signifikan dalam perekonomianIndonesia dengan kontribusi sebesar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun,UMKM sering menghadapi berbagai permasalahan, terutama dalam menjaga kualitas prosesproduksi. Permasalahan ini berdampak pada tingginya tingkat kecacatan produk yang dapatmenurunkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebabkecacatan produk pada UMKM menggunakan metode pengamatan langsung dan analisisSeven Tools. Melalui penerapan Quality Control Circle (QCC), diidentifikasi lima faktor utama penyebab cacat produk, yaitu faktor manusia, mesin, material, lingkungan, dan metode. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi dari kelima faktor tersebut saling berkaitan dan memengaruhi kualitas produk. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi UMKM dalam meningkatkan pengendalian mutu dan efisiensi proses produksi. Kata Kunci : UMKM, Kualitas Produksi, Quality Control Circle, Seven Tools
SCHEDULE MAINTENANCE PENGGANTIAN KOMPONEN HOUSING VALVE PROPELLER CONTROL PADA PESAWAT C 130 H/S HERCULES BERDASARKAN PERHITUNGAN RELIABILITY DUTA, ALFONSUS FATMA ASTANA; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai kerusakan komponen Housing Valve Propeller Control  yang dapat diminimalisir dengan melakukan perhitungan reliability pada komponen Housing Valve Propeller Control  yang terpasang pada pesawat C 130 HS Skadron Udara 31 sehingga dapat diketahui schedule maintenance penggantian komponen Housing Valve Propeller Control  dari hasil perhitungan nilai kehandalan dengan mempertimbangkan analisis biaya pemeliharaan.Metode yang dilakukan dalam peneltian ini melalui metode statistik, pengukuran reliability dengan cara tersebut suatu perusahaan penerbangan dapat memiliki gambaran terhadap kondisi pesawat yang dimiliki (pesawat, engine dan komponen lainnya) sehingga mampu memprediksi perlakuan terhadap pesawat, engine dan komponen lainnya. Reliability dapat dihitung menggunakan rata - rata banyaknya kegagalan dalam waktu tertentu (failure rate). Selain itu reliability dapat dinyatakan sebagai lamanya waktu rata - rata antar kegagalan atau disebut Mean Time Between Failure (MTBF).Hasil pengolahan data dan perhitungan reliability diperoleh kesimpulan bahwa nilai kehandalan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules dengan Mean Time Between Unschedule Maintenance (MTBUR) 6.000 jam memiliki nilai kehandalan yang sangat rendah. Sehingga frekuensi terjadinya kerusakan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules Pesawat   C-130 HS di Skadron Udara 31 sangatlah tinggi. Dengan sisa umur ekonomis diatas 60% yaitu pada kategori baik, serta dari hasil perhitungan nilai kehandalan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules dapat mencapai nilai di atas 60% pada perhitungan MTBUR 2000 jam hingga 2500 jam. Nilai kehandalan komponen Housing Valve Propeller Control C 130 Hercules dengan tingkat kehandalan di atas 60% terdapat pada penggantian 2000 dan 2500 jam. Kata Kunci : Housing Valve Propeller Control , Reliability, failure rate, Mean Time                       Between Failure
PENERAPAN INTEGRASI SISTEM ERP TERHADAP EFISIENSI PROSESPENGADAAN DENGAN PENDEKATAN TEKNIK INDUSTRI DI PT. GARUDA MAINTENANCE FACILTY AEROASIA TBK RANGGA, MUHAMAD; INDRAMAWAN, INDRAMAWAN; MUHDHOR, FAHMA DIANA; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the MRO industry, supply chain and inventory management are crucial aspects thataffect a company’s operational performance. An efficient procurement process ensures the availability of required spare parts and materials without causing overstock or stockout, which can disrupt operations. The integration of ERP systems at GMF AeroAsia allows the company to have better visibility into their supply chain, manage inventory in real-time, and optimize procurement processes more effectively. Thus, the implementation of ERP systems becomes a key strategy in supporting the company’s operational efficiency and competitiveness goals in the global market.An industrial engineering approach is applied to evaluate and improve the efficiency of the procurement process through the integration of ERP systems. Industrial engineering provides various analysis methods such as workflow analysis, time and motion study, and cost-benefit analysis to understand and improve business processes. At GMF AeroAsia, this approach helps identify bottlenecks in the procurement process, reduce cycle time, and optimize resource utilization. The results of this implementation not only improve operational efficiency but also reduce costs and increase customer satisfaction.This report aims to evaluate the impact of ERP system implementation on the efficiency of the procurement process at GMF AeroAsia. The expected outcome is a deeper understanding of the benefits of ERP system integration and identification of areas that require further improvement. This report will provide practical recommendations for GMF AeroAsia and other companies in the MRO industry considering similar implementations. Thus, this report is not only relevant to GMFAeroAsia but also to the development of the MRO industry as a whole, supporting increased efficiency and competitiveness in the digital era.Keywords : Enterprise Resource Planning, Supply Chain Management, Material Requirements Planning, GMF AeroAsia.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS PERTAMBANGAN BATU BARU MENGGUNAKAN METODE ARC DI PT GPA SIANIPAR, MALINITIN; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; ARIANTO, BASUKI; MOEKTIWIBOWO, HARI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. GPA merupakan Perusahaan yang bergerak dibidang Pertambangan batubara terletak di Beringin Makmur II, Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Pertambangan batubara merupakan hal yang sangat berpengaruh bagi ketersediaan energi pada saat ini, baik digunakan sebagai pembangkit listrik, industrri pembuatan semen, maupun peleburan bijih besi. Hal ini membuat banyak perusahaan tambang meningkatkan produksi batubaranya untuk memenuhi permintaan pasar batubara. Dalam mencapai target produksi, kelancaran suatu kegiatan penambangan menjadi faktor yang paling utama, yaitu dengan cara meminimalkan kendala-kendala yang dapat menghambat kegiatan penambangan. karena tata letaknya masih kurang tepat, dimana workshop untuk melakukan perbaikan unit dan Gudang penyimpanan terkait perbaikan, dimana jarak yang dibutuhkan cukup jauh sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Dengan adanya permasalahan yang ada tersebut, maka dilakukan peneltian dengan metode Activity Relation Chart (ARC) dengan harapan dapat meminimalkan panjang jarak Perpindahanan antara Workshop dan gudang yang secara tidak langsung dapat mempersingkat jarak Perpindahan dalam penanganan perbaikan pada unit. Hasil perancangan layout diperoleh panjang jarak pada kondisi awal sebesar 6-9 km, sedangkan pada panjang jarak Perpindahanan pada kondisi usulan sebesar 3-4 km. Hal ini berarti pada perancangan layout kondisi usulan dengan menggunakan metode Activity Relation Chart (ARC) dapat meminimumkan panjang jarak Perpindahanan sebesar 9 km, dari kondisi awal.Kata Kunci : Tata Letak Fasilitas, Activity Relation Chart (ARC), Pertambangan Batubara