cover
Contact Name
Jamal Adi Septian
Contact Email
ti.suryadarma@gmail.com
Phone
+6281286055912
Journal Mail Official
ti@unsurya.ac.id
Editorial Address
https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 23022205     EISSN : 28087321     DOI : https://doi.org/10.35968/jtin.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri Universitas Suryadarna dengan Scope meliputi : 1. Teknik Efisiensi Industri 2. Teknik Sistem dan Metode Kerja Industri 3. Teknik Pengukuran Kerja Industri 4. Teknik Produksi Industri 5. Industrial and Manufacturing Engineering 6. Engineering 7. Perancangan Dan Pengembangan Produk 8. Desain System Kerja Dan Ergonomic 9. Sistem Manufaktur 10. Perancangan Dan Pengendalian Produksi 11. Sistem Pengendalian Persediaan 12. Rekayasa Kualitas 13. Pemodelan Sistem Dan Simulasi 14. Optimisasi System 15. Sistem Pendukung Keputusan 16. Maintenance Dan Realibity 17. Supply Chain Manageman
Articles 138 Documents
PERANCANGAN RAK TEMPE YANG ERGONOMI DENGAN PENDEKATAN REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESMENT) Hamdi, Najmi; Bhirawa, Waspada Tedja; Arianto, Basuki; SUPRIYANTO, ERLIAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk merancang rak tempe dari rak tempe sebelumnya yang ada di pabrik tempe di UMKM. Rak tempe ini sering digunakan para karyawan untuk menyimpan tempe. Rak tempe yang diketauhi masih kurang ergonomis, sehingga para karyawan yang melakukan aktivitas tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi para pekerja yang mengharuskan untuk membungkukkan badan pada saat mengambil tempe didalam rak. Alat ini dirancang untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada karyawan saat mengambilataupun menyimpan tempe di rak. . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran postur kerja dengan menentukan penilaian level ketidaknyamanan postur tubuh. Gambaran postur kerja pada karyawan di UMKM pada saat sedang menyimpan tempe menggunakan REBA. Rak tempe juga menggunakan metode antropometri dimanadata yang dihasilkan dalam penelitian ini dilakukan dengan penggukuran dari 30sampel mahasiswa yang terdiri dari ukuran tinggi badan (tb), tinggi bahu berdiritegak (ttbt), tinggi siku berdiri tegak (tsbt), tinggi pinggul (tp), lentang tangan samping (lts), Panjang siku (ps). setelah pengumpulan sampel data kemudian diolah untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan anthropometri pengguna. Berdasarkan perhitungan data, persentil yang digunakan dalam perancangan raktempe yaitu P5, P50, P95. Hasil penelitian menunjukkan bahwa postur kerja tubuh karyawan pada saat mengambil dan menyimpan tempe berada pada postur kerja tidak ergonomis seperti jangkauantangan ke rak masih terlalu tinggi atau pendek sehingga posisibadan mengharuskan untuk membungkuk. Level ketidaknyamanan penilaian padasaat meletakkan tempe berada pada level ketidaknyamanan tinggi (high). Pengukuran data antropometri untuk penggunaan rak tempe dilakukan untuk membuat para karyawan pada saat melakukan aktivitas tersebut memiliki posisi yang nyaman.. Ukuran dimensi rak tempe yang di ukur sebagai berikut : Tinggi rak tempe rak pertama 166,77 cm, tinggi rak kedua 140,43 cm, tinggi rak ketiga 112,3 cm, Panjang rak 172,06 cm, lebar rak 50,2 cm. Kata Kunci : Perancangan, Rak Industri Tempe, Antropometri, REBA
PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING UNTUK MENINGKATKAN PENEMPATAN SUKU CADANG YANG EFEKTIF DAN EFISIEN PADA CENTRAL OF WAREHOUSE PT. XYZ KAPRI, MITTRA ABDI; Bhirawa, Waspada Tedja; suhanto, suhanto; Arianto, Basuki
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan tata letak pada area Gudang Utama (Central Of Warehouse). diharapkan dapat menyelesaikan masalah tempat peletakkan suku cadang dan jarak perpindahan komponen - komponen yang saat ini masih belum memadai. Mengingat posisi layout yang dirancang harus sangat diperhatikan caranya guna untuk membuat layout yang efisien dan efektif, maka diperlukannya metode untuk menerapkan cara bagaimana merancang tata letak, maka dari itu penulis ingin mencoba metode systematic layout planning agar dapat menyelesaikan masalah tata letak di area Gudang Utama (Central Of Warehouse). Systematic Layout Planning (SLP) banyak diaplikasikan untuk berbagai macam persoalan meliputi antara lain problem produksi, transportasi, pergudangan, suporting services dan aktifitasaktifitas yang dijumpai dalam perkantoran. Systematic layout planning merupakan salah satu cara untuk menghasilkan aliran barang yang efisien melalui perancangan produk. Metode ini mencoba merancang layout fasilitas dengan memperhatikan urutan proses serta derajat kedekatan antar unit pelayanan yang terdapat pada fasilitas yang akan dirancang. Perancangan tata letak area Gudang Utama (Central Of Warehouse) pada perusahaan PT.XYZ dengan menggunakan metode Systematic Layout Planning dapat merubah tata letak Gudang Utama menjadi lebih efektif dan efisien, hal ini dapat dibuktikan dengan jarak perpindahan suku cadang menjadi lebih pendek dan kapasitas rak untuk penempatan suku cadang menjadi lebih optimal. Jarak perpindahan suku cadang pada Gudang Utama (Center Of Warehouse) semakin pendek dengan memindahkan ruangan suku cadang yang bersifat fast moving ke ruangan yang dekat dengan pintu Input dan Output. Pada penelitian ini penulis mengasumsikan adanya material handling yang dapat digunakan, menambahkan Chain Hoist yang bergerak secara vertikal sesuai dengan keadaan Gudang Utama yang berlantai empat.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK FASILITAS MENGGUNAKAN METODE ARC DI TARZAN PHOTO ALBERT, ALBY; YULIANTO, DARMAWAN; SETIAWAN, DEDI; WIJAYANTO, ERWIN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarzan photo is a photography company operating in the photo studio on Jl.KH. Hasyim Ashari, Gambir Jakarta, the center of the problem with this photo company is the route that consumers take and less efficient service which causes chaos on the route and this photo company has not been able to meet demand optimally. the layout is still not quite right, where to transfer materialsbetween departments, the distance required is quite far so it takes quite a long time. Apart from that, this causes the flow of service to become irregular and the relationship between departmentsto be less effective, such as the location of the traffic room being too far from the sales room. Giventhese existing problems, research was carried out using the Activity Relation Chart (ARC) methodwith the hope of minimizing the length of the material and consumer paths, indirectly shortening the traffic distance in handling photo services and gaining customer satisfaction. The results of the layout design obtained that the distance length in the initial conditions was 166 m, while the length of the track distance in the proposed conditions was 119 m. This means that when designing the proposed layout conditions using the Activity Relation Chart (ARC) method, the length of the track distance can be minimized by 47 m, from the initial conditions.
PERANCANGAN ULANG TATA LETAK PABRIK PADA HOME INDUSTRY PEMBUATAN IKAT PINGGANG MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING (SLP) JOSHUA, EDUARDO; MANDAGIE, KAREL L.; UTOMO, BAGUS WAHYU; Indramawan, Indramawan
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 12 No 2 (2023): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan industri tidak hanya menyangkut seberapa besar investasi yang harus ditanam, sistem dan prosedur produksi, pemasaran hasil produksi dan lain lain, namun menyangkut pula dalam hal perencanaan fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses produksi ikat pinggang pada Boss Gesper dengan merancang ulang susunan tata letak pabrik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Layout Planning (SLP) untuk merancang ulang layout yang mengalami kendala pada proses produksi, disamping itu juga digunakan metode Workload Analysis (WLA) untuk menganalisis serta mengevaluasi beban kerja karyawan yang ada pada setiap stasiun kerja. Langkah-langkah perancangan ulang tata letak pabrik meliputi perhitungan serta penyesuaian beban kerja operator, analisis aliran proses, pemetaan jarak dan waktu antar stasiun kerja, serta penentuan letak optimal dari setiap stasiun kerja berdasarkan hasil analisis SLP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak pabrik yang ada memiliki beberapa kelemahan, seperti jarak dan waktu yang tidak efisien antar stasiun kerja, menyebabkan waktu produksi yang lebih lama dan tingkat produktivitas yang rendah. Dengan mengusulkan layout tata letak pabrik yang baru menggunakan metode SLP, terdapat peningkatan efisiensi pada total jarak perpindahan bahan yang semula memiliki jarak total 10 meter kini telah dioptimalkan menjadi 4,5 meter sehingga terjadi peningkatan sebesar 55%. Layout usulan juga menerapkan pola aliran bahan yang lebih tertata rapi serta memperhatikan adanya hubungan kerja antar departemen yang mempengaruhi kelancaran produksi tersebut. Kata Kunci: Tata Letak Pabrik, Beban Kerja, Work Load Analysis, Systematic Layout Planning
ANALISIS BIAYA PENGIRIMAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMENUHI PERMINTAAN PRODUK DI GUDANG STO CAWANG MENGGUNAKAN METODE TRANSPORTASI CHRISTOFEL, JHON KEVIN; SUMARTONO, BUDI; MOEKTIWIBOWO, HARI; BHIRAWA, WASPADA TEDJA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Telkom merupakan perusahaan publik yang bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Pada tahun 2021, penjualan produk di STO Cawang mengalami peningkatan sehingga menyebabkan kekurangan stok produk. Jika terjadi kekurangan barang, gudang akan meminta dukungan dalam pengadaan barang dari STO lain. Namun saat ini STO Cawang masih belum menggunakan metode khusus untuk memperkirakan efisiensi pengiriman, sehingga seringkali menyebabkan tertundanya produk sampai ke konsumen dan juga meningkatkan biaya pengiriman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan efisiensi transportasi, cara penerapan metode tersebut dan tingkat efisiensi yang akan dicapai setelah penggunaan. Metode yang digunakan untuk menentukam sampel adalh metode sampling acak. Terdapat dua metode yang digunakan yaitu yang pertama untuk menghitung solusi awal menggunakan North West Corner Method. Kemudian untuk menghitung solusi akhir menggunakan metode Stepping Stone. Dari perhitungan pada penyelesaian awal, ternyata biaya transportasi yang semula Rp 386. 700 dapat dikurangi menjadi Rp 310. 000, sehingga terjadi pengurangan biaya sebesar Rp 76. 400Dari analisis pada penyelesaian akhir, ditemukan bahwa biaya transportasi telah turun dari Rp 386. 700 menjadi Rp 289. 700, mengalami penurunan sebesar Rp 88. 000 atau sekitar 23%.Kata kunci : Transportasi, North West Corner, Stepping Stone, STO Cawang
MERANCANG GENERATOR HYDROGEN FULL CELL KAPASITOR UNTUK RENEWABLE ENERGI HANDOKO, YUDO DWI; KN, NURWIJAYANTI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi berperan sangat penting dalam kehidupan manusia. Misalnya untuk proses industri, penerangan, dan masih banyak peralatan yang memerlukan energi agar dapat bekerja. Sebagian besar produksi energi berasal dari sumber energi fosil berupa minyak bumi dan gas alam. Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), pada tahun 2018 produksi energi dunia adalah 14.421 Mtoe. Sebagian besar didorong oleh pembangkitan yang berasal dari bahan bakar fosil yaitu sebesar 370 Mtoe. Produksi energi yang berasal dari energi terbarukan dan nuklir juga meningkat, masing-masing sebesar 60 Mtoe dan 19 Mtoe. Bahan bakar fosil pada akhirnya menyumbang lebih dari 81% produksi energi pada tahun 2018. Berdasarkan hasil percobaan pada proses elektrolisis yang mempengaruhi jumlah produksi hydrogen adalah besaran voltase 18V pada proses electrolysis. Semakin besar tegangan elektrolisis maka semakin banyak gas hydrogen dan oksigen yang di hasilkan, hasil setiap pengujian yang dilakukan mulai dari percobaan pengujian menggunakan satu b dan menggunakan dua buah fuel cell serta perhitungan hasil gas hasil fuel cell generator selama 20 menit, perancangan alat hidrogen generator dan fuel cell memiliki sistem kerja yang cukup baik. Berdasarkan hasil percobaan pada satu fuel cell dalam waktu 50 menit menghasilkan tengangan maksimal sebesar 1,18V , sedangkan untuk percobaan kedua menggunakan dua buah fuel cell menghasilkan tegangan maksimal 2,39 V dalam waktu 50 menit.Maka dapat di simpulkan jumlah fuel cell ,gas hydrogen,dan oksigen mempengaruhi tegangan yang dapat di hasilkan. Kata Kunci : Fuel cell, Hydrogen, Oksigen, Renewable Energy, Elektrolisis.
ANALISIS EFEKTIVITAS FLIGHT OPERATION QUALITY ASSURANCE (FOQA) TERHADAP PENINGKATAN KESELAMATAN PENERBANGAN MARSA, JAYARDI MAULANA; SUNGKONO, SUNGKONO; WIDANA, IDK KERTA; SUSILO, TRI; ARDIANTO, YUNUS
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2008, the International Civil Aviation Organization (ICAO), an international aviation authority under the United Nations (UN), amended the aviation safety document. The substance of the amendment was to introduce Flight Operation Quality Assurance (FOQA) as a tool that is a development of the Safety Management System (SMS). The main purpose of FOQA is to collect and process technical data on a flight, measure risks, and estimate possibilities that could jeopardize the safety of a flight. In Indonesia, FOQA has begun to be applied to several flight operators, and one of them is PT XXX. The level of flight safety can be calculated using FOQA. There are a number of events that can be grouped as contributing events of an event and compared to the number of flights in a certain period. The implementation of FOQA can be said to be effective with a significant decrease in the ratio to total flight value from 2019 to 2022 by 45,56%.
REKAYASA ULANG SISTEM PEMELIHARAN LINI BODY SHOP GUNA MENINGKATKAN KEANDALAN (STUDI KASUS INDUSTRI MOBIL CHINA) ARIANTO, BASUKI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai seberapa dapat diandalkan peralatan atau fasilitas, jadwal pemeliharaan peralatan, serta tingkat ketersediaan peralatan fasilitas di lini body shop. Metode yang diterapkan dalam studi ini adalah Pemeliharaan Berbasis Keandalan. Welding gun manual memiliki tingkat keandalan terendah di fasilitas body shop dengan waktu operasi 300 jam sebesar 28,67%, sementara lifter material memiliki tingkat keandalan tertinggi sebesar 66,90%. Pengaturan jadwal pemeliharaan peralatan fasilitas di lini body shop dilaksanakan dengan mempertimbangkan tingkat keandalan minimal 60%. Pemeliharaan manual welding gun dilakukan setiap 100 jam, sementara pemeliharaan material lifter dilakukan setiap 300 jam. Ketersediaan peralatan di fasilitas lini body shop sangat tinggi, mencapai antara 99,46 hingga 99,85%.Kata kunci: Lini Body Shop, RCM, Reliability, Availability
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS RUANG PRODUKSI DENGAN METODE 5S PADA PT. SUMBER VAPOR ABADI NUR IMAN, DHAVA HAIQAL; MANDAGIE, KAREL L.; SARI, DEBBIE KEMALA; BHIRAWA, WASPADA TEDJA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Tata Letak Fasilitas Ruang Produksi dengan Metode 5S di PT Sumber Vapor Abadi” merupakan penelitian yang membahas mengenai Tata Letak Area Produksi. Tujuan awal dari penelitian ini berawal dari beberapa permasalahan yang terjadi pada ruang produksi juga kondisi tata letak yang merupakan titik dimana ruang produksi diharapkan menghindari kerugian di perusahaan dan meminimalisir biaya yang terjadi serta mempercepat operasional pada ruang produksi.Metode penelitian yang digunakan untuk pengaturan area produksi menggunakan pendekatan dasar konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Penelitian ini dilakukan dengan model observasi secara berkala dimana dilakukan pengukuran jarak lintasan material untuk mengetahui kondisi area produksi dalam PT Sumber Vapor Abadi. Melalui metode ini, area produksi akan berjalan lebih terorganisir dan terpelihara sehingga dapat mengurangi peluang terjadinya pemborosan pada area produksi. Metode ini juga dapat mengontrol dan mempertahankan agar area produksi tetap teratur.Hasil dari penelitian ini adalah meningkatnya efisiensi alur produksi pada area produksi dan terciptanya area kerja yang efektif. Target produksi yang dicapai dengan tata letak awal  memiliki total jarak lintas sepanjang 150 m dengan menggunakan metode 5S dan Activity Relationship Chart (ARC) dapat meminimumkan jarak lintasan menjadi sebesar 143 m sehingga menghemat  jarak  7 m.Kata Kunci : Metode 5S, Activity Relationship Chart, Sistem Produksi Vape.
ANALISIS PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN KERJA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN PENDEKATAN FAULT TREE ANALYSIS PADA GUDANG OCARGO NUGRAHA, I PUTU ODHI BAGUS; SUMARTONO, BUDI; WIJAYANTO, ERWIN; BHIRAWA, WASPADA TEDJA; INDRAMAWAN, INDRAMAWAN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 13 No 1 (2024): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gudang operasional memerlukan operator untuk proses bongkar muat barang pengiriman dimana memerlukan pemeliharaan dari setiap sudut baik dari sisi kebersihan, fasilitas dan fungsi-fungsi peralatan pendukungnya. Dalam proses loading unloading barang dan benda ini tak lepas dari potensi bahaya terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini akan mengidentifikasi bahaya kecelakaan kerja tersebut baik dari besarnya resiko, besarnya dampak yang ditimbulkan serta bagaimana langkah-langkah pencegahannya. Penelitian ini dilakukan dengan observasi selama 50 (Lima puluh) hari terhadap objek penelitian yaitu pada bagian bongkar muat barang di Gudang operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kecelakaan kerja yang terjadi sehingga dapat dilakukan pencegahannya. Dalam penelitian ini upaya untuk pencegahan terjadinya kecelakaan kerja akan dilakukan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control (HIRARC), dengan melakukan identifikasi bahaya (hazard identification) penilaian risiko (risk assessment) dan pengendalian risiko (risk control). Hasil penelitian ini menemukan fakta antara lain adalah terdapat risiko ekstrim pada aktifitas loading unloading. Nilai kemungkinannya (likelihood) adalah 4 dan nilai keparahannya (consequence) adalah 4 dengan skor 16 dapat mengakibatkan kaki terkena barang dan benda hingga retak atau memar pada area kaki dengan pengendaliannya adalah menggunakan safety shoes dekker yang sudah di rekayasa (engineering) layak dan sesuai standar agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan atau kecelakaan kerja.