cover
Contact Name
Jamal Adi Septian
Contact Email
ti.suryadarma@gmail.com
Phone
+6281286055912
Journal Mail Official
ti@unsurya.ac.id
Editorial Address
https://journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jtin/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 23022205     EISSN : 28087321     DOI : https://doi.org/10.35968/jtin.v11i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Industri Universitas Suryadarna dengan Scope meliputi : 1. Teknik Efisiensi Industri 2. Teknik Sistem dan Metode Kerja Industri 3. Teknik Pengukuran Kerja Industri 4. Teknik Produksi Industri 5. Industrial and Manufacturing Engineering 6. Engineering 7. Perancangan Dan Pengembangan Produk 8. Desain System Kerja Dan Ergonomic 9. Sistem Manufaktur 10. Perancangan Dan Pengendalian Produksi 11. Sistem Pengendalian Persediaan 12. Rekayasa Kualitas 13. Pemodelan Sistem Dan Simulasi 14. Optimisasi System 15. Sistem Pendukung Keputusan 16. Maintenance Dan Realibity 17. Supply Chain Manageman
Articles 138 Documents
ANALSIS PENDEKATAN MITIGASI RISIKO PADA AKTIVITAS RANTAI PASOK DENGAN METODE PENDEKATAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE SERTA METODE HOR (HOUSE OF RISK) DI PT. BARENTZ MUHAMMAD RIDHO; KAREL MANDAGIE; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.078 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i2.646

Abstract

ABSTRAK Dalam proses rantai pasok ditemui berbagai risiko yang dapat mempengaruhi alur rantai pasok tidak dapat berjalan lancar. Untuk mengurangi dan mengatasi berbagai risiko yang terjadi tersebut diperlukan upaya perbaikan kinerja rantai pasok secara bertahap dan dilakukan terus-menerus (berkelanjutan). PT. Barentz merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan Bahan baku dengan produk berupa asam amino, protein, sereal dan lain-lain.Aktivitas bisnis terdapat risiko yang perlu dikelola agar aliran supply chain perusahaan dapat berjalan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko- risiko serta agen risiko yang dapat terjadi pada aliran supply chain perusahaan, dan merancang strategi penanganan yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak risiko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu House of Risk (HOR) Metode yang digunakan dalam identifikasi dan evaluasi merupakan pengembangan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Pada identifikasi risiko, digunakan metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) Hasil penelitian menunjukkan terdapat 29 potensi risiko dengan 28 agen risiko yang teridentifikasi. daengan diagram pareto di dapat 10 Risk agent menggunakan prinsip 60/40 Melalui peta matrix impact melalui skla likeart terdapat 4 agen risiko yang level dampak serta tingkat kemungkinan terjadinya tinggi. Kemudian pada HOR fase 2 dilakukan prioritas strategi penanganan Terdapat 18 strategi penanganan yang diusulkan untuk dapat mengurangi probabilitas timbulnya Agen risiko dalam supply chain perusahaan. Didapatkan 10 prioritas strategi penanganan dan melalui diagram paerto mengguakan peinsip 40/60 sehingga di dapat 4 prioritas strategi penanganan. dipilih untuk dilakukan perancangan strategi penanganan. Kata kunci : Risiko, Supply Chain Management, SCOR, House of Risk.
PERANCANGAN PEMASANGAN ALARM DETECTOR DAN SPRINKLER PADA GEDUNG SUDIRMAN DI KEMHAN RI AGUNG TRIWIBOWO; KAREL L. MANDAGIE; W.TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 7, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.831 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v7i1.814

Abstract

The complexity of the function of a building along with its existing activities demands a higher level of security, so that the complete fire protection system for the safety of users, managers and buildings is also increasingly needed. The ministry office has a fairly complex structure with supporting facilities that must be guaranteed safe and comfortable, so the building must be equipped with reliable fire safety facilities. Sudirman Building Ministry of Defense of the Republic of Indonesia is one of the buildings that must meet the criteria of safety and safety standards. By using Seven Tools and 5 W 1H, the biggest cause of danger is fire. But from the results of initial observation, it was found that the active protection tool as APAR, alarm, sprinkler in Sudirman Kemhan RI building has not meet in the regulatory standards, so it is probable a fire happened because the facility is not functioning optimally. Based on the standards of SNI 03-3985-2000 and SNI 03-3989-2000, the design of detector and sprinkler alarms in the Sudirman building of MoD of RI is designed to deal with fire hazards appropriately. With a building area of 120 m² and height of 10 m, the design of the detector alarm is placed on the wall and the sprinkler uses an orange color at 53° C with an emission density = 2.25 mm / min, the maximum distance between sprinkler spots 4.6 meters. Used pipe size ½ "with capacity (Q) = 80 liters / min. The design of detector alarms, sprinklers and optimum selection of suitable pipes for use are reviewed from a technical point of view through calculations that provide the right and optimal number and place along the path of the fire-fighting installation project. Based on the calculation of the width and position of Sudirman Kemhan RI building, it is determined to place the detector alarm at three wall points, sprinkler of 20 pieces to overcome the fire hazard with the amount of pipe material with 64 meter pipeline, and with the use of two pumps for water supply for 60 minutes = 42,000 liters. Therefore it is proposed the use of SOP on fire hazard in building Sudirman Kemhan RI as guidance in execution of duty during office hours and outside office hours.Keywords: Fire protection system, Alarm Detector, Sprinkler
REKAYASA PROSES LOGISTIK FREIGHT FORWARDING PELABUHAN BERDASARKAN ANALISIS SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR) MODEL DEBBIE KEMALA SARI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jtin.v5i2.208

Abstract

Era pasar bebas menuntut kesiapan setiap pelaku pasar untuk responsive, efektif dan efisien dalam memenuhi permintaan pasar. Proses ini memerlukan suatu sistem logistic yang dapat memenuhi dimensi waktu, biaya dan kualitas. Logistik adalah bagian dari supply chain yang menangani arus barang, arus informasi dan arus uang. Kegiatan logistic ini tidak dapat dipisahkan dari peran Freight Forwarder di pelabuhan, sehingga perlu dilakukan perbaikan pada proses logistic di pelabuhan. Metode rekayasa proses pada sistem logistic digunakan unruk mempersingkat waktu dengan terlebih dahulu melakukan penilaian kinerja terhadap proses yang terjadi saat ini sebagai dasar perbaikan proses. SCOR (Supply Chain Operation Reference) Model digunakan untuk melakukan penilaian kinerja supplu chain pada proses logistic. Selanjutnya digunakan metode Business Process Reengineering (BPR) dalam konteks supply chain untuk melakukan perbaikan pada As Is process dan To Be process yang menghasilkan waktu proses terlama 7 hari menjadi 1 hari berdasarkan hasil KPI analysis, problem/opportunity analysis, expectation/constraint analysis dan experiences/communication.Kata Kunci: Freight Forwarder, Logistik, Supply Chain, SCOR Model, Business Process Reengineering, As Is Process, To Be Process
ANALISIS PERENCANAAN BAHAN BAKU PERAKITAN LEMARI DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) PADA BENGKEL FURNITURE ASHABUL KAHFI; BUDI SUMARTONO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.213 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i1.486

Abstract

ABSTRAK CV Bengkel Furniture merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak padabidang furniture yaitu, produksi lemari, kitchen set, meja dan lain sebagainya. Permasalahanyang dihadapi adalah tidak adanya perencanaan persediaan bahan baku untuk mengurangilead time dalam produksi perakitan lemari serta pencatatan penyimpanan bahan baku yangberantakan sehingga membuat pemborosan dalam biaya penyimpanan.Penelitian dimulai dari studi lapangan untuk mendapatkan data dan melakukanobservasi, serta melakukan studi pustaka untuk mencari teori-teori yang dapat mendukungjalannya penelitian ini. Setelah melakukan studi kasus maka dilakukan identifikasi masalahkemudian permasalahan tersebut dirumuskan berdasarkan latar belakang masalah. Datayang dikumpulkan berupa data teknis yaitu Data Permintaan produk lemari dari bulanJanuari sampai dengan bulan Desember 2018. Pengolahan Data sekunder yakni IMF,BOMdan MPS untuk menyusun Material Requirement Planning (MRP) Serta menentukan metodeteknik Lot Sizing untuk membandingkan hasilnya sehingga diperoleh kombinasi pengadaanbahan baku yang optimum.Berdasarkan perhitungan menggunakan POM for QM diperoleh permintaanperakitan lemari untuk 6 bulan kedepannya sebanyak 61 produk. Berdasarkan hasil MRPdengan 4 macam teknik Lot Sizing, Teknik Period Order Quantity (POQ) paling optimumyakni sebesar Rp 724.278 digunakan untuk merencanakan kebutuhan bahan bakublockboard, triplek, rel laci dan engsel.Kata Kunci : Lemari Kayu , Material Requirement Planning (MRP), Lot Sizing
ANALISIS KALIBRASI PENGUKURAN DAN KETIDAKPASTIAN SOUND LEVEL METER CALVIN LEONARDO; SURAIDI SURAIDI; HARLIANTO TANUDJAYA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.171 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i1.805

Abstract

Dengan berkembanganya ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus merambat mempengaruhi dunia industri, semakin ketatnya persaingan mutu produk di pasar bebas telah menuntut sistem pengujian hasil produk industri tersebut lebih dapat dipertanggung jawabkan baik metode maupun ketelitiannya. Semua peralatan yang berkaitan dengan mutu diharuskan tertelusur ke standar nasional, maka dari itu diperlukan kegiatan kalibrasi agar tetap tertelusur ke standar nasional. Pengertian kalibrasi itu sendiri adalah serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antar nilai yang ditunjukan oleh suatu alat ukur atau sistem pengukuran, atau nilai yang diwakili oleh benda ukur, dan nilai yang telah diketahui yang berkaitan besaran yang diukur dalam kondisi tertentu. Dalam industri, pengukuran kebisingan suara pada lingkungan kerja sangat diperlukan untuk berjalannya industri tersebut, untuk pengukuran kebisingan suara digunakan Sound Level Meter. Sound Level Meter ialah suatu alat yang digunakan untuk mengukur kebisingan, suara yang tak dikehendaki, atau yang dapat menyebabkan rasa sakit di telinga. Untuk itu pengkalibrasian Sound Level Meter sangat penting dalam tingkat produktifitas kerja dalam suatu ruang lingkup kerja terutama pada mode A untuk manusia, mode C mesin, mode Z linier pada sebuah industri sehingga sangat menunjang untuk keselamatan kerja dan menunjang mutu hasil produksi industri tersebut menjadi semakin maksimal.Kata Kunci : Sound Level Meter, Kalibrasi.
ANALISIS PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS MESIN CHILLER DI GEDUNG MAL ARTHA GADING NURJAMAN NURJAMAN; W.TEDJA BHIRAWA; ERVINI MELADIYANI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 8, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.319 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v8i2.796

Abstract

Mal Artha Gading merupakan mal yang berada di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara dan dikelola oleh PT SWADAYA PANDHUARTHA yang menggunakan Chiller sebagai sistem pendingin. Permasalahan yang ada yaitu tidak optimalnya mesin chiller dalam beroperasi sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi penghuni maupun pengunjung yang datang. TPM adalah salah satu metode proses maintenance yang dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas di area kerja dengan mengurangi pemborosan. Alat ukur yang digunakan dalam menghitung efektivitas yaitu mencari nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sedangkan untuk mengetahui penyebab yang terjadi menggunakan perhitungan six big losses dan dianalisis menggunakan Diagram Sebab Akibat. Objek yang diteliti pada penelitian ini adalah 3 mesin chiller dengan kapasitas 2000 ton refrigerant di Department Engineering. Hasil yang diperoleh dalam perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) yaitu efektivitas mesin chiller masih dikategorikan dibawah standart kelas dunia menurut Japan Institute of Plant Maintenance (JIPM) sebesar 85%, sementara hasil yang diperoleh mesin chiller 1 sebesar 82.02%, chiller 2 sebesar 73.07%, chiller 3 sebesar 76.92%. faktor utama yang mempengaruhi rendahnya OEE pada masing-masing chiller terjadi pada faktor defect and process dengan persentase antara 45%-47% yang disebabkan tidak optimalnya produksi oleh manusia. Setelah usulan penerapan 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu,dan shitsuke) diterapkan oleh bagian operator diharapkan nilai Overall Equipment Effectiveness mengalami peningkatan melebihi atau mendekati standart JIPM yaitu 85%, Availability 96%, Performance Efficiency 97%, dan Rate of Quality 92%.Kata Kunci: Chiller, Total Productive Maintenance, 5S, Overall Equipment Effectiveness.
EVALUASI KINERJA MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PT. BANK XYZ DENGAN HUMAN RESOURCE SCORECARD SUMPENA SUMPENA; SAMSUL ARIF
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.681 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i1.828

Abstract

Bank XYZ merupakan salah satu bank yang berada di Provinsi Sumatera Utara yang terus melakukan evaluasi dalam meningkatkan kinerja dalam mencapai tujuan perusahaan, salah satunya kinerja sumber daya manusia. Penilaian kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) yang selama ini berjalan di PT. Bank XYZ hanya memperhatikan pencapaian target (indikator lagging) tanpa melihat usaha (indikator leading) yang dilakukan dalam mencapai target tersebut. Hasil penilaian tersebut hanya menggambarkan kuantitas dan tidak memandang kualitas seperti komunikasi, kerja sama dari usaha SDM itu sendiri, sehingga hasil penilaian terkesan berjalan sendiri-sendiri. Melalui Human Resource Scorecard evaluasi kinerja lebih terarah karena memperhitungkan usaha dan pencapaian target yang dilakukan oleh SDM. Evaluasi kinerja SDM dilakukan terhadap seluruh karyawan yang ada di perusahaaan sesuai dengan struktur organisasi. Hasil penilaian kinerja yang dilakukan terhadap 18 karyawan yang menempati 23 jabatan dapat diketahui bahwa 16.67% kinerja karyawan sangat baik, 44.44% kinerja karyawan baik dan 38.89% kinerja karyawan berada pada tingkat rata-rata. Oleh karena itu, perlu diusulkan perbaikan kinerja dengan mengevaluasi usaha seperti komunikasi dan kerja sama yang dilakukan oleh SDM itu sendiri disamping mengevaluasi pencapaian target dalam meningkatkan prestasi dan kualitas karyawan sesuai dengan tujuan perusahaan.Kata Kunci : Kinerja SDM, Human Resources Scorecard, indikator leading, indikator lagging
ANALISIS QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) GUNA MENINGKATKAN AFTER SALES SPARE PARTS &SERVICE LIFT TRUCK JUNGHEINRICH DIPT KOBEXINDO EQUIPMENT ERVINI MELADIYANI; NURWAWI NURWAWI; HARI MOEKTIWIBOWO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 6, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.044 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v6i2.222

Abstract

PT Kobexindo Equipment (KOBE) merupakan sebuah perusahaan yang menjalankan bidang usaha sebagai distributor resmi alat berat (Heavy Equipment) Lift Truck brand dari Eropa (Germany) dengan nama “Jungheinrich” harus mampu bersaing dengan brand-brand ternama dari Jepang, Amerika, Korea dan lain-lain. Penjualan spare part lift truck Jungheinrich dari tahun 2012 sampai 2016 hanya mencapai kurang 80% dari target yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan, sementara populasi unit dari tahun ke tahun semakin meningkat dan penerimaan service dari tahun 2012 sampai 2016 baik target maupun achievement revenue mengalami kenaikan selama periode 5 (lima) tahun, dengan prosentase penerimaannya diatas 85%.Kualitas merupakan keseluruhan ciri serta sifat dari suatu produk atau pelayanan yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Untuk mendapatkan gambaran apa yang harus diperbuat untuk diperbaiki keadaan digunakan diagram Kartesius dalam memetakan lima dimensi pokok yang berkaitan dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh indutri jasa. Dalam konteks pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan maka salah satu konsep yang digunakan untuk melakukan analisis terhadap kualitas pelayanan adalah Quality Function Deployment dengan matriks House of Quality (HOQ) level 1 – 3.Analisis Quality Function Deployment matriks House of Quality level 1 customer requirements to technical requirements dengan nilai tertinggi adalah program marketing service & spare parts (16,01%), matriks House of Quality level 2 technical requirements to process requirements dengan nilai tertinggi adalah peningkatan intensitas komunikasi ke konsumen (13,48%), dan matriks House of Quality level 3 process requirements to quality procedures dengan nilai tertinggi adalah atribut mekanik 100% basic, 75% advance training (11,39).Hasil kesimpulan analisis Quality Function Deployment matriks House of Quality level 1-3 adalah prosentase keunggulan kualitas pelayanan lebih besar dari pada kelemahannya, sehingga harapan penulis dapat diterapkan oleh perusahaan, dengan meningkatnya kualitas pelayanan maka penerimaan revenue dari penjualan spare part & service dapat tercapai sesuai target perusahaan.Kata kunci : Servqual, Quality Function Deployment, dan House of Quality.
ANALISIS SISTEM PEMELIHARAAN PADA MESIN MOUNTER CHIP MENGGUNAKAN PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DI PT. DHARMA ANUGERAH INDONESIA JAMAL ADI SEPTIAN; KAREL L MANDAGIE; W. TEDJA BHIRAWA
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.837 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v10i1.707

Abstract

Pemeliharan dan penanganan mesin yang tidak tidak tepat dapat menyebabkan menurunya tingkat dan efektivitas dan efisiensi mesin, PT. Dharma Anugerah Indonesia merupakan perusahaan bergerak di bidang pembuatan kamera digital mulai dari pembuatan Printed Circuit Board (PCB), mesin yang beroperasi secara terus menerus dituntuntutdapat memenuhi tarrget yang telah di tetapkan dengan tingkat efektifitas yang tinggi,permasalah yang terdapat pada PT,.Dharma Anugerah Indonesia banyak mengalami breakdown pada mesin mounter chip CM402L breakdown yang di alami paling tinggi ialah 19 kali selama 9 bulan di hitung hal ini mengakibatkan kurangnya hasil produksi,untuk meningkatkan produktivitas mesin digunakan Total productive maintenance(TPM) dengam menggunakan perhitungan Overall equipment Effektifiveness (OEE) berikut Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan selam penelitian rata-rata nilai avaibility 100%, Performance rate 92%, quality rate 29,77%, dan Overall Equipment Effectivenes 27,56%. Dari hasil tersebut di ketahui bahwa kinerja bagian maintenance dalam keadaan baik karena waktu breakdown yang cukup kecil bisa dilihat dari nilai avaibility yaitu 100% namun variabel performace rate dan quality rate masih kurang dari standar yang ada. Kemudian nilai Overall Equipment Effectiveness ini masih kurang dari standar dunia yaitu 85%, Meskipun avaibility cukup tinggi namun performance rate masih kurang sehingga nilai OEE rendah Losse terbesar yang menyebabkan rendahnya nilai OEE tersebut adalah reduced speed losses dan defect losses, reduced speed losses terbesar dari keseluruhan losses yang terjadi yaitu sebesar 11,31% dan di peringkat kedua iddiling minor stopages losses yaitu sebesar 10,21% hasil rekapitulasi itu kita simpulkan nilai OEE yang rendah mengakibatkan turunnya kapsitas produksi disebabkan operator yang tidak mau peduli ke pada mesin Kata kunci : OEE (overall equipment effectifiveness), TPM (total productive maintenance), breakdown mesin, Avaibility,performace rate
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB CACAT PENGELASAN PIPA API 5L Gr.B PADA PROYEK KONSTRUKSI PIPA HARI MOEKTIWIBOWO; GALUH SURYA WIJAYANTO; BASUKI ARIANTO
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.436 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i2.819

Abstract

This study aim to analyze the factors that occur any defects of weld and determine patterns and types of weld defects were found in the results of welding joint. in the construction of the pipeline API 5L Grade B along 70 Km from Gresik - Surabaya by PT. XYZ. In this study, the method that use is Seven Tools which is one of the tools in the processing of data for quality improvement, to be good communication on team work, and to decision making, and the results will be applied by the company, And the results of this observation the cause of welding defect is 4M1E, that is Man, Machine, Method, Material and Environment. And the welder does not carry out welding in accordance with WPS (Welding Procedure Specification).Keyword : Quality Control System

Page 7 of 14 | Total Record : 138