cover
Contact Name
Helda Risman
Contact Email
jsps-ridu@idu.ac.id
Phone
+6221-29618754
Journal Mail Official
jsps-ridu@idu.ac.id
Editorial Address
Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) Kompleks IPSC Sentul, Sukahati, Kec. Citeureup, Kab. Bogor, Jawa Barat 16810 (Kampus Pusat) Telp. (021) 29618754 Fax. (021) 29618773 Website : www.idu.ac.id Email : jurnal.unhan@idu.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
STRATEGI PERANG SEMESTA
ISSN : 28302869     EISSN : 28302877     DOI : -
Strategi Perang Semesta (Total War Strategy) is a journal published by the Faculty of Defense Strategy, the Republic of Indonesia Defense University. Strategi Perang Semesta is an interdisciplinary journal which is mainly concerned with the field of defense and war theory and analysis. Whilst attempting to be scholastic, Strategi Perang Semesta is designed for exchange of ideas, methodological approaces in defense studies, and supporting academic development as well as involved in the analysis of war, defense and military strategy. Strategi Perang Semesta is a journal focused on strategic studies promoting the fresh thinking among scholars and practitioners alike. The specifying feature of Strategi Perang Semesta is it dedicates to interdisciplinary spheres to the study of defense and war. It is designed to be a forum for exchanging perspectives, ideas, and concepts among scholars and practitioners. It is open for articles discussing and analyzing a wide range of modern warfare, defense policy and modern strategy. The editors welcome contributions to Strategi Perang Semesta that fall within the following subject categories: 1. Warfare and Strategy 2. Defense politics, policy, and intelligence 3. transformation of war and contemporary security issues 4. territorial defense, homeland security, and low-intensity operations 5. historical patterns, social and legal aspect of war, defense and armed forces
Articles 73 Documents
KESEMESTAAN DALAM MEMPERKUAT KARAKTER BANGSA: IMPLEMENTASI PERANG SEMESTA DALAM PERANG GENERASI KE-V Kurniawan Firmuzi Syarifuddin; Lukman Yudho Prakoso; Helda Risman
Strategi Perang Semesta Vol 7, No 2 (2021): Jurnal Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.375 KB)

Abstract

Terjadinya perang pendapat antar kelompok di berbagai platform media sosial saat ini telah berada pada titik mengkhawatirkan, ketika menjadi pemicu tumbuhnya bibit perpecahan bangsa. Suatu hal yang juga menjadi tujuan utama dari penyelenggaraan Perang Opini, yang merupakan salah satu model dari perang generasi ke-5, dalam rangka melemahkan kekuatan nasional suatu bangsa agar dapat dikuasai oleh negara lain tanpa perlu berperang. Karakter Bangsa yang merupakan salah satu elemen kekuatan nasional, merupakan sasaran utama dari perang Opini agar dapat menurunkan keinginan bangsa dalam mempertahankan kedaulatan negaranya. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui seberapa jauh perang Opini dapat mempengaruhi kekuatan nasional, serta bagaimana upaya yang dapat dilkukan untuk menangkal ancaman yang ditimbulkannya. Pendekatan empiris dan observasi melalui studi pustaka diharapkan dapat menjawab berbagai permasalahan yang timbul, terutama dalam mengetahui bahwa Strategi Perang Semesta Indonesia dapat diimplementasikan dalam menghadapi  salah satu bentuk perang Generasi ke-5.
Kebijakan Strategis Pemberdayaan Diaspora Indonesia Untuk Pertahanan Negara Helda Risman; Gede Sumertha KY; Pujo Widodo
Strategi Perang Semesta Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.207 KB)

Abstract

Abstrak -- Konseptualitas pertahanan negara Indonesia dikonstruksikan dalam sistem pertahanan secara semesta dengan mengerahkan seluruh warga negara di seluruh wilayah NKRI. Diaspora Indonesia adalah WNI yang menetap dan beraktivitas di luar negeri. Dengan jumlah sekitar 8 juta, tersebar di berbagai negara, diversitas profesi, komunitas transnasional, Diaspora Indonesia memiliki potensi untuk diberdayakan untuk pertahanan negara. Di sisi lain, tantangan dan ancaman yang dihadapi saat ini dipengaruhi kompleksitas dinamika influensial perkembangan lingkungan strategis. Eksistensi Diaspora Indonesia selama ini berkembang secara sporadis, bebas dan kurang mendapatkan pembinaan dalam entitas nasionalistik yang baik. Mengingat kekhasan karakteristiknya, pemberdayaan Diaspora Indonesia untuk pertahanan negara perlu dirancang dalam kebijakan strategis yang terpadu. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kebijakan strategis pemberdayaan Diaspora Indonesia untuk pertahanan negara. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pendekatan phenomenology. Pejabat di Kemenhan dan Kemenlu terkait kebijakan pemberdayaan Diaspora Indonesia dijadikan subjek penelitian sesuai purposive sampling. Realita yang diperoleh dalam penelitian bahwa perkembangan Diaspora Indonesia belum tercatat secara akurat dan sistematis. Renstra Kemenlu 2015-2019 dan Jakgarhanneg Kemenhan 2015-2019 belum dijabarkan dalam kebijakan pemberdayaan Diaspora Indonesia secara spesifik. Kausalitas yang mengemuka bahwa Pejabat Kemenlu belum memahami konsep pertahanan negara, sementara Pejabat Kemehan masih berorientasi pada teritori NKRI dalam pemberdayaan masyarakat, selain belum adanya kesepemahaman dan pencatatan yang akurat atas Diaspora Indonesia. Kedua Kementerian pun belum dapat bersinergi. Berdasarkan perspektif struktural-fungsional, substantif pemberdayaan, dan tujuan-strategi, menghasilkan konklusi bahwa kebijakan strategis pemberdayaan Diaspora Indonesia untuk pertahanan negara belum ada. Kata Kunci: Diaspora, Pemberdayaan, Kebijakan, Sinergitas, Pertahanan AbstractIndonesia national defense (ND) concept is constructed in a universal defense system by mobilizing all citizens throughout Indonesian territory. Indonesian Diaspora (ID) are Indonesian Citizens who reside and pursuit their live abroad. With about 8 million, spread abroad, professional diversity, and transnational communities, ID is potential assets to be empowered for ND. On the other hand, the challenges and threats emerged today are influenced by the complexities of the dynamics of the strategic environment development. ID’s existence so far has been intensifying sporadically, freely and lacks handling in a good nationalistic entity. By looking at its characteristics, the empowerment of the ID for ND needs to be designed in an integrated strategic policy. The inquiry research adopted is how strategic policy of empowering ID for ND. This study using qualitative method, with a phenomenology approach. The Officials at the Ministry of Defense (MOD) and the Ministry of Foreign Affairs (MOFA) related to the empowerment policy of ID are put as research subjects based on purposive sampling. The MOFA Strategic Plans 2015-2019 and the MOD Jakgarhanneg 2015-2019 haven’t been elaborated into specific policy on empowering ID. MOFA Officials don’t understand the ND concept, while MOD Officials remain their perspective based on territory orientation, besides differ about and no details in ID. On the other side, the both Ministries are not in synergy as well. The conclusion here, based on structure-functional, empowerment substantive, and objective-strategy, as of today, the strategic policy on ID empowerment for ND doesn’t exist yet.Keywords : diaspora, empowerment, policy, synergy, defense
STRATEGI PROGRAM PENINGKATAN KEMAMPUAN PETEMBAK PELURU KENDALI ROBOT BOFORS SYSTEM-70 (RBS-70) GUNA MENDUKUNG PENCAPAIAN TUGAS POKOK BATALYON ARHANUD 2/2 KOSTRAD Pramono Pramono; Tri Legionosuko; Priyanto Suharto
Strategi Perang Semesta Vol 5 No 2 Jurnal Strategi Perang Semesta (Agustus 2019)
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.258 KB)

Abstract

Abstrak -- Batalyon Arhanud 2/2 Kostrad merupakan salah satu batalyon yang berada di bawah jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad. Batalyon ini memiliki tugas membantu, mendukung dan menyelenggarakan pertahanan udara aktif untuk melindungi obyek vital Divisi Infanteri 2 Kostrad. Dihadapkan dengan tugas pokok, keberadaan Sista Rudal RBS-70 sangat tepat untuk membantu melindungi satuan manuver dan satuan perkuatan yang berada di medan operasi dibawah naungan Divisi Infanteri 2 Kostrad. Strategi program dalam meningkatkan kemampuan petembak RBS-70 di Batalyon Arhanud 2/2 Kostrad merupakan hal yang dikaji dalam penelitian ini. Tujuannya untuk menganalisis kemampuan awak petembak RBS-70, strategi Batalyon Arhanud 2/2 Kostrad serta faktor pendukung dan penghambat kemampuan petembak RBS-70 di satuan Batalyon Arhanud 2/2 Kostrad. Desain penelitian menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, display data dan kesimpulan data. Lokasi penelitian di Batalyon Arhanud 2/2 Kostrad, Malang, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kemampuan awak petembak RBS-70 belum dapat terukur dengan pasti; Strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan awak petembak RBS-70 adalah dengan menggunakan strategi program. Strategi tersebut meliputi kaderisasi petembak, melaksanakan program latihan simulator dan pendampingan terus-menerus oleh Para Perwira, Batih, Baton, dan Danru; Faktor-faktor yang berpengaruh dalam peningkatan kemampuan petembak RBS-70 meliputi masalah simulator RBS-70, logistik, kondisi Satbak RBS-70, jumlah personel dan jumlah Alutista, proses kaderisasi, pembinaan awak petembak, waktu dan latihan.Kata kunci: strategi, kemampuan, kaderisasi, petembak rbs-70 Abstract -- 2nd Battalion of Air Defense Artilery is one of the battalions under the ranks 2nd Infantry Division of Kostrad. This Battalion has the task of helping, supporting and organizing active air defense to protect vital objects of the 2nd Infantry Division of Kostrad. Faced with the main task, the existence of the Sista Missile RBS-70 was very appropriate to help protect the maneuver unit and reinforcement units that were in the field of operations under the auspices of the 2nd Infantry Division of Kostrad. Program strategies to improve the ability of RBS-70 gunners in the 2nd Air Defense Artilery Battalion of Kostrad are thing to examine in this study. The purpose of this study was to analyze the ability of RBS-70 firing crew, 2nd Air Defense Artilery Battalion of Kostrad strategy and supporting factors and obstacles to the ability of RBS-70 shooters in 2nd Air Defense Artilery Battalion. This study uses a qualitative method. Data is obtained through observation, interviews and literature studies. Data analysis techniques used data reduction, data display and data conclusions. Research location at 2nd Air Defense Artilery Battalion, Malang, East Java. The results showed that: The ability of the RBS-70 firing crew could not be measured with certainty; The strategies undertaken to improve the ability of the RBS-70 firing crew is use program strategy. This strategy included regeneration, training program using simulators and continuous mentoring by Officers, Trainers, Platoon NCO, and Team NCO; The factors related to improve the ability of RBS-70 shooters included RBS-70 simulator, logistics, RBS-70 condition, number of personnel and number of RBS-70, regeneration process, formation of firing crew, time and training.Keywords: strategy, ability, regeneration, rbs-70 gunners
STRATEGI SISTEM DISTRIBUSI PADA PENGIRIMAN LOGISTIK BEKAL KELAS V TNI ANGKATAN LAUT KE WILAYAH KERJA KOMANDO ARMADA I Hery Sudaryanto; Suhirwan Suhirwan
Strategi Perang Semesta Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.55 KB)

Abstract

Amunisi merupakan salah satu bagian dari bekal kelas V sistem persenjataan TNI Angkatan Laut, sehingga perlu dipersiapkan seoptimal mungkin guna pencapaian tingkat kecepatan yang tepat waktu dalam penyediaan bekal  kelas V dan efektifitas operasional. Kendala yang  dihadapi  dalam  pengelolaan bekal  kelas V antara lain adalah pelaksanaan penyediaan dan dukungan bekal  kelas V kepada unsur atau satuan-satuan pemakai TNI Angkatan laut, dihadapkan pada  menyebarnya dislokasi satuan-satuan pemakai TNI Angkatan Laut di  seluruh wilayah Indonesia, khususnya di wilayah kerja Koarmada I. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berbentuk informasi dari narasumber yang didapat dari wawancara atau telaahan dokumen dengan pertimbangan bahwa metode ini dapat menjelaskan fenomena dengan lebih mendalam. Analisis data penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan pendistribusian logistik Bekal  Kelas V untuk pemenuhan bekal  ulang bekal  kelas V di wilayah kerja Koarmada I, diakibatkan tidak adanya kapal/KRI dan terlalu jauhnya jarak gudang pusat Arsenal batuporon Madura di Surabaya dengan gudang satuan pemakai yang ada di wilayah kerja Koarmada I. Untuk mengatasi kendala tersebut perlu dilaksanakan strategi dan upaya-upaya untuk memenangkan atau kejayaan sebuah perang (winning atau victory of war), yaitu terdiri dari tujuan (ends), sarana atau sumber daya (means), dan cara untuk mencapainya (ways).
Evaluasi Program Nusantarasehat Sebagai Bagian dari Prosperity Approach dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan Sri Sadono Mulyanto
Strategi Perang Semesta Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.113 KB)

Abstract

Abstrak -- Sebagai negara berbentuk kepulauan, permasalahan yang mendasar dalam upaya pemerataan hasil pembangunan adalah ketersediaan sarana akses penghubung. Kendala ini menyebabkan beberapa daerah yang sulit diakses mengalami ketrtinggalan dari daerah lain. Kendala akses ini umumnya dialami oleh daerah terpencil, daerah perbatasan dan daerah kepulauan. Dampak yang ditimbulkan akibat permasalahan akses tersebut antara lain daerah menjadi tertinggal, masyarakat sulit bersaing dengan para pendatang. Bagi daerah yang berada di perbatasan juga rentan provokasi dari luar, dengan isu pemerintah tidak memberikan perhatian, sementara negara tetangga lebih menjanjikan. Hal ini berdampak pada lunturnya rasa nasionalisme. Agar daerah tertinggal perbatasan dan kepulauan (DTPK) tersebut tetap kondusif, maka kebutuhan dasar mereka selain pangan dan sandang harus terpenuhi, yaitu dengan layanan pendidikan dan kesehatan. Kementerian kesehatan memandang pentingnya pemerataan dan penguatan pelayanan kesehatan dasar di daerah (DTPK) dengan meluncurkan Program Nusantara Sehat (PNS). Program ini telah berjalan sejak tajun 2015. Untuk menilai apakah program ini telah terencana dan terlaksana dengan baik, maka untuk itulah dilakukan penelitian evaluasi ini. PNS bukan semata pemenuhan pelayanan kesehatan dasar, namun meruoakan suatu pendekatan kesejahteraan dalam kontribusi menjaga stabilitas kemanan suatu wilayah. Jika masyarakat sejahtera, kondusivitas akan lebih terjaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi CIPP, dengan mengevaluasi latar belakang yang mendasari program ini (context), input yang mempengaruhi keberhasilan program, pelaksanaan dan hasil program juga dievaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Program Nusantara Sehat telah terlaksana dengan baik. Namun demikian, beberapa hal menjadi perhatian agar program ini lebih optimal kedepan.Kata Kunci: Nusantara Sehat, Pendekatan Kesejahteraan, Daerah Tertinggal, Pemerataan Layanan Kesehatan Abstract -- A fundamental problem as an archipelago state is about connecting island to islands, especially outer island and boundary region. This situation creates serious problem for them to develop equally with other region. Underdeveloped region usually are border area and outer islands. People in that region lack of service from government, even a basic service, education and health for example. They fell government isnot paying attention to themand  on the other hand, they respond by disobeying the government, and they are more sensitive obout anything. This situation will affect to the security condition on that region and around. They are more easily affected from outers. The worst acces, they start a disintegration movement. So, to keep the situation in good condition, not only military approach applied, but also prosperity approach. One of that prosperity approach is basic health service for every one. Indonesiaon ministery of health, launch a program to enhance basic health service on remote areas. This program called Nusantara Sehat or Healthy Archipelago. To comfirm that this program are running well, an comprehensive evaluation should be done, that’s the goal of this research evaluation. The evaluation will be done in comprehensively, therefore using CIPP evaluation model, to evaluate context, input, process, and product of this program. The conclution at the end of research evaluation, this program is running well, but some point need some attention to make this programmore optimal in the future. Some recommendation are send to the government and stake holder for their input to improve this programKeywords: Healthy Archipelago, Prosperity Approach, Underdeveloped Region, Health Services
Strategi Pembangunan Infrastruktur Fisik Pada RPJMN 2015-2019 Dalam Mendukung Sistem Pertahanan Negara Ongky Harja Winata; Syaiful Anwar; Harangan Sitorus
Strategi Perang Semesta Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429 KB)

Abstract

Abstrak -- Pemerintah saat ini sedang melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur fisik diberbagai daerah. Kegiatan pemerintah ini sesuai dengan apa yang telah direncakan melalui program prioritas pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, yang merupakan periode ketiga dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2004-2025. Pembangunan infrastruktur saat ini menjadi program prioritas dan memakan cukup banyak anggaran APBN diharapkan mampu memberikan multiplier effect termasuk sektor pertahanan militer maupun nir-militer. Namun, pada proses pelaksanaan pembangunan infrastruktur fisik ini belum melibatkan Kementerian/Lembaga bidang pertahanan secara optimal. Sehingga, pembangunan yang dilaksanakan hanya bertujuan pada penyelesaian program kerja pada pemerintahan. Tujuan penelitian ini, yaitu untuk menganalisis strategi dan dampak pembangunan infrastruktur terhadap sektor pertahanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang diperoleh dari informan yang sudah dipilih secara langsung berupa wawancara dan studi dokumentasi selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pembangunan infrastruktur fisik belum mendukung sektor pertahanan. Sehingga dampak dari strategi pembangunan itu hanya terasa sebagian pada sektor pertahanan. Upaya yang perlu dilakukan dalam penyusunan dan pelaksanaan strategi pembanguan infrastruktur fisik adalah dengan melibatkan Kementerian/Lembaga bidang Pertahanan secara atif untuk memberikan kajian teknis terhadap pembangunan infrastruktur fisik yang mendukung sistem pertahanan negara secara militer dan nir-militer. Kesimpulan bahwa strategi pembangunan infrastruktur fisik berpengaruh terhadap upaya memberikan dukungan kekuatan pada sistem pertahanan negara.Kata Kunci: strategi, pembangunan, infrastruktur, dan pertahanan negara Abstract -- The government is currently carrying out accelerated development of physical infrastructure in various regions. This government activity is in accordance with what has been planned through priority programs in the National Medium Term Development Plan (RPJMN) for 2015-2019, which is the third period in the National Long Term Development Plan (RPJPN) for 2004-2025. Infrastructure development is currently a priority program and consuming a considerable amount of the APBN budget is expected to be able to provide a multiplier effect including both the military and non-military defense sectors. However, in the process of implementing physical infrastructure development, the defense sector Ministries / Institutions have not yet optimally involved. Thus, the development carried out only aims at the completion of work programs for the government. The purpose of this research is to analyze the strategy and the impact of infrastructure development on the defense sector. This study uses a qualitative method. Data obtained from informants who have been directly selected in the form of interviews and documentation studies are then analyzed by qualitative analysis techniques. The results of the study show that the physical infrastructure development strategy does not support the defense sector. So that the impact of the development strategy is only felt in part in the defense sector. Efforts that need to be made in the formulation and implementation of the strategy for developing physical infrastructure are involving the Ministry / Defense Agency in an effective manner to provide technical studies of the construction of physical infrastructure that supports the military and non-military defense systems. The conclusion that the strategy for developing physical infrastructure has an effect on efforts to provide strength support to the national defense system.Keywords: strategy, development, infrastructure, and national defense
PERANG SEMESTA MELALUI OPTIMALISASI PENERAPAN NILAI PANCASILA PERSATUAN INDONESIA DALAM MENDUKUNG PERTAHANAN NEGARA La Ode M. Hasyim; Lukman Yudho Prakoso; Helda Risman
Strategi Perang Semesta Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.116 KB)

Abstract

In supporting state defense, a capable strategy is needed. The total war strategy is a strategy that uses all national resources in an effort to achieve the goal, namely maintaining national security. Human resources are one of the important components in the resources used to achieve these goals, but the problem of the lack of values within Indonesian people makes the strategy imperfect. So this research was conducted to find out how the total war strategy through optimizing the value of the Five Principles The Unity of Indonesia. The research used qualitative methods and descriptive approaches. It can be said that the optimization of the value of the Five Principles The Unity of Indonesia greatly influences the success of the total war strategy. With a society that has high values of unity and integrity, the level of loyalty towards the state is also getting higher, so that the strategy that is carried out will work well because policy makers and society have one common goal, namely to support state defense and maintain national security.
Pemahaman, Sikap dan Perilaku Bela Negara Karyawan Bank Artha Graha Internasional, Kantor Pusat Jakarta dalam Mendukung Pertahanan Negara Primasari Primasari
Strategi Perang Semesta Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.011 KB)

Abstract

Abstrak - Ancaman terhadap nasionalisme melalui bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, terorisme, korupsi, sebagaimana fenomena yang terjadi di era globalisasi saat ini menjadi perhatian penting yang perlu segera ditindak lanjuti. Pemahaman, sikap dan perilaku  bela negara oleh seluruh komponen bangsa menjadi suatu pendorong dalam menjaga pertahanan negara. Kekuatan sumber daya manusia pada sebuah perusahaan yang menjalankan tugas dan fungsi untuk mencapai tujuan. Tesis ini berupaya menjawab permasalahan pemahaman, sikap dan perilaku Bela Negara karyawan Bank Artha Graha Internasional, Kantor Pusat Jakarta serta faktor-faktor yang memengaruhinya dalam memperkuat pertahanan negara. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif yang didukung oleh data primer dan sekunder. Hasil penelitian, menunjukkan masih belum optimal pemahaman, sikap dan perilaku bela negara karyawan Bank Artha Graha Internasional, Kantor Pusat Jakarta yang diimplementasikan dalam bentuk pelibatan seluruh karyawan dalam program-program Lima Pilar Artha Graha Peduli. Faktor utama sebagai  penyebab karena belum adanya sinergitas antara pimpinan, hubungan profesional internal perusahaan dan sosialisasi kepada karyawan melalui pengiriman karyawan untuk pendidikan dan pelatihan karakter guna meningkatkan Sumber Daya Manusia pertahanan dalam mengimplementasikan Bela Negara seperti yang diinginkan pendiri Bank Artha Graha. Melalui sarana pendidikan di Pusdiklat SGA Cibogo diharapkan sinergitas antara pimpinan dan profesional internal perusahaan Artha Graha dalam memahami kesadaran bela negara, dapat terlaksana dalam sikap dan perilaku karyawan Bank Artha Graha Internasional dalam melaksanakan tujuan perusahaan untuk mendukung pertahanan negara.Kata kunci:  Pemahaman, Bela Negara, Karyawan Bank Artha Graha Internasional, Pertahanan Negara Abstract - Threats to nationalism through ideological, political, economic, social, cultural, technology, public safety and legislation as a phenomenon that occurs in the current era of globalization is an important concern that needs to be followed up. Understanding, attitudes and behaviors to defend the country by all components of the nation became a driving force in maintaining the state capital. The strength of the human resources of a company that performs and functions to achieve the goal. This thesis seeks to answer the question of understanding, attitudes and behavior of employees of the State Defense Bank Artha Graha International, Head Office Jakarta and the factors that influence it in strengthening the country's defense. This research was conducted qualitatively supported by primary and secondary data. The results of the study, showed still not maximal understanding, attitudes and behaviors to defend the state employees of Bank Artha Graha International, Head Office Jakarta which is implemented in the form of the involvement of all employees in the programs of the Five Pillars Artha Graha Peduli. The main factors as the cause for the lack of synergy between the leadership, the company's internal professional relationships and socialization to employees through delivery of education and training of employees to improve the character of the defense of Human Resources in implementing the State Defense as desired founder of Bank Artha Graha. Through educational facilities in Pusdiklat SGA Cibogo expected synergy between the leadership and the internal company professionals Artha Graha in memamami awareness to defend the country, can be accomplished in the attitudes and behavior of employees of Bank Artha Graha Internasional in carrying out the objectives of the company to support the country's defense.Key words:  Understanding of nationalism, Employees of International Bank, National defense
KEPEMIMPINAN STRATEGIS JENDERAL SUDIRMAN DALAM PENGABDIANNYA SEBAGAI PRAJURIT TENTARA NASIONAL INDONESIA Juli Suspurwanto
Strategi Perang Semesta Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.63 KB)

Abstract

Pasca Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada tanggal 17 Agustus 1945, situasi negara mulai tidak aman karena datangnya pasukan sekutu ke Indonesia yang diboncengi oleh NICA (Nederlands Indies Civil Administration), yaitu organisasi semi militer yang bertugas mengembalikan pemerintahan sipil dan hukum pemerintah kolonial Hindia Belanda pasca kekalahan pasukan Jepang di wilayah Hindia Belanda (Indonesia) seusai Perang Dunia II. Sebagai bentuk antisipasi, pada tanggal 5 Oktober 1945 Pemerintah RI membentuk Tentara Keselamatan Rakyat (TKR). Kemudian disempurnakan menjadi Tentara Rakyat Indonesia (TRI). Selanjutnya Jenderal Sudirman ditetapkan oleh Presiden Sukarno sebagai Panglima TRI. Pada masa revolusi fisik, di kalangan masyarakat juga terbentuk badan-badan perjuangan bersenjata. Diantara kekuatan bersenjata yang ada, tidak jarang terjadi bentrok secara fisik, sehingga dikhawatirkan bisa terjadi perpecahan di kalangan bangsa Indonesia yang dapat melemahkan kekuatan pertahanan Negara. Kepemimpinan Sudirman dalam menyelesaikan permasalahan tersebut membuahkan hasil yang sangat berarti, yakni terintegrasikannya seluruh kekuatan bersenjata menjadi organisasi TNI. Selain itu, kepemimpinan Sudirman dalam mengatur strategi perang melawan tentara sekutu-Belanda juga membuat pasukan musuh terdesak dan mengalami kekalahan. Penelitian ini untuk menganalisis kepemimpinan Jenderal Sudirman dalam masa pengabdiannya sebagai prajurit, khususnya saat perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan RI yang penuh dengan dinamika ancaman. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian telah membuktikan bahwa Jenderal Sudirman telah melaksanakan kepemimpinan strategis dalam mengintegrasikan seluruh kekuatan bersenjata yang ada, serta memiliki strategi maupun taktik yang sangat lihai dalam perang melawan, yaitu “perang gerilya” dengan taktik serangan “supit urang” yang membuat pihak musuh mengalami kesulitan dalam menghadapinya, sehingga akhirnya membawa negara RI mendapatkan pengakuan dari dunia internasional.Kata Kunci: Kepemimpinan Strategis, Pengabdian, Prajurit Tentara Nasional Indonesia
Evaluasi Kebijakan Dukungan High Speed Diesel (HSD) untuk Operasi KRI di Wilayah Kerja Lantamal III Jakarta Tahun 2013-2015 Sumardi Sumardi
Strategi Perang Semesta Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Prodi Strategi Perang Semesta
Publisher : Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.695 KB)

Abstract

Absatrak--TNI  Angkatan  Laut  bertugas untuk melaksanakan tugas TNI matra laut di bidang pertahanan, menegakkan hukum,dan menjaga keamanan di wilayah laut yurisdiksi Nasional sesuai dengan ketentuan hukum Nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi. Lantamal III sebagai pendukung operasi pengamanan wilayah yuridiksi Nasional diwilayahnya membutuhkan alutsista KRI handal yang siap tempur. Kebutuhan yang sangat mendasar bagi operasionalisasi KRI adalah ketersediaan bahan bakar minyak jenis HSD. Selama ini, dukungan HSD sangat kurang hingga berdampak terhadap operasional KRI. Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif dengan pedekatan kualitatif. Untuk evaluasi kebijakan digunakan Teori Evaluasi Kebijakan menurut Badjuri dan Yuwono (2002) yang meliputi pencapaian tujuan dan akuntabilitas kebijakan yang telah diimplementasikan, serta memberikan masukan terhadap kebijakan publik yang akan datang. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencapaian tujuan kebijakan dukungan HSD masih bersifat terbatas, akuntabilitas dalam proses perencanaan masih belum sesuai, serta kondisi yang ada belum dijadikan bahan masukan untuk penentuan kebijakan selanjutnya. Di sisi lain,akibat dari kurangnya dukungan HSD dalam operasi KRI di wilayah kerja Lantamal III telah mengakibatkan reaksi dari setiap instansi untuk mengeluarkan kebijakan masing-masing sesuai kepentingannya.Guna mengoptimalkan kebijakan dukungan HSD, maka perencanaan dalam merumuskan dukungan anggaran untuk HSD KRI agar dimaksimalkan. Dukungan dalam bentuk bentuk kuantum sehingga sasaran gelar operasional KRI yang direncanakan dapat dilaksanakan. Selain itu diperlukan peningkatkan pengawasan terhadap akuntabilitas sehingga kebijakan dapat diterapkan secara optimal.Kata kunci:  evaluasi kebijakan, dukungan HSD KRI, Lantamal III Abstract--- Indonesian Navy as a part of Indonesian Armed forces has main tasks as follow, to conductsea defense, law enforcement, and security at the sea jurisdiction of the Republic of Indonesia. It is based on national and international laws. Readiness and mainstay of weapon-system is required for supporting the security of national sea jurisdictions. The basic need of Indonesian warship for sea operation activity is a fuel and its type is high speed diesel (HSD). Therefore, if we lack of HSD, it will has implications for warships operation.Qualitative method has used in this research for analyzing the policy of HSD supply for warships operation. This research uses Policy Evaluation Theory from Badjuri and Yuwono (2002) which is composed of the achievement of goals, accountability, and giving inputs for the next policy. The ways to collect data are interviews, observations and literature study. The result of this research has prevail about the achievement of goals are limited and the planning section is unaccountability. It does not appropriate with the capability, and they did not use the policy evaluation as inputs of the next policies. In the meantime, insufficient of HSD to operate Indonesian warships in areas of the 3th Navy Main Base has caused reactions from every institutions to generate their own policies. To maximize the policy of HSD supply is needed the good formulation of planning and should use quantum as a requirement form. In the end, increasing controls and accountability could make optimum of the policy.Keywords: Policy Evaluation, Indonesian warship fuel supply, Naval Base