cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2021)" : 20 Documents clear
The Miracle Tree: Manfaat Kelor Terhadap Kesehatan Masyarakat Riza Adrianoor Saputra; Untung Santoso; Tuti Heiriyani; Jumar Jumar; Rabiatul Wahdah; Nursyam Andi Syarifuddin; Komala Aminda Putri; Alda Navira; Noor Aisyah
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.88 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3959

Abstract

Moringa oleifera is a type of plant that has many benefits. Moringa leaves are very well consumed by humans with a variety of processed products. This Community Service aims to open people's insight, knowledge, and skills about the benefits of Moringa leaves for healts, as well as provide business opportunities for farming communities who are interested in cultivating Moringa plants to increase their income. The method used in community service is in the form of counseling. The results of this activity have provided knowledge to the community, especially farmers in the Landasan Ulin Barat Village about the benefits of Moringa leaves for health. This community service is expected to be carried out in a sustainable manner, so that the counseling that has been given can be put into practice in real terms, thus providing benefits for the people of the West Landasan Ulin Village.
Peningkatan Manajemen Usaha Pada Pembenihan Ikan ‘Kolam As Syifa’ Cindai Alus Emmy Sri Mahreda; Rina Mustika; Irma Febrianty; Lindawati Lindawati; Pajar Pardian
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1411.805 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4060

Abstract

AbstractThe purpose of the community partnership program activities: improving business management through bookkeeping and report training (logbooks, cash books, inventory, and balance sheets) and increase knowledge to assess business viability through profit analysis training,  Cost-Revenue Ratio, Payment Period, and Break-Even Point. The methods applied are 1. the stage of the situation and condition of the partners, 2. the stage of preparation of all materials and materials for training activities, 3. the stage of counseling and management training (training on preparing and presenting reports), analytical training according to final needs, and 4. the stage of evaluation. Community partnership program activities to improve business management for hatcheries at the As Syifa Pond Business provide increased understanding and skills of fish breeders about professional business management through increasing ability in compiling simple financial reports/bookkeeping and in analyzing business financially. This increase in understanding and skills is not only felt for current operations but also business development in the future.Keywords: management, business, bookkeeping, feasibility, As Syifa  Abstrak Tujuan kegiatan PKM adalah: perbaikan manajemen usaha melalui pelatihan penyusunan pembukuan dan laporan keuangan (log book, buku kas, buku persediaan dan neraca) dan meningkatkan pengetahuan untuk menilai kelayakan usaha melalui pelatihan menganalisis keuntungan, Revenue Cost Ratio, Payback Period dan Break Even Point. Metode kegiatan yang diterapkan adalah: 1. tahap analisis situasi dan kondisi mitra, 2.  tahap persiapan semua bahan dan materi untuk kegiatan pelatihan, 3. tahap penyuluhan dan pelatihan manajemen usaha (pelatihan pembuatan dan penyajian laporan keuangan), pelatihan menganalisis kelayakan usaha secara finasial, dan 4. tahap evaluasi PKM. Kegiatan PKM perbaikan manajemen usaha terhadap pembenih ikan pada Usaha Kolam As Syifa memberikan peningkatan pemahaman dan keterampilan pembenih ikan tentang manajemen usaha yang profesional  melalui peningkatan kemampuan dalam menyusun laporan keuangan/pembukuan sederhana dan dalam menganalisis kelayakan usaha secara finansial.  Peningkatan pemahaman dan keterampilan ini bukan hanya dirasakan untuk operasional saat ini, tetapi juga untuk pengembangan usaha di masa depan.Kata kunci: manajemen, usaha, pembukuan, kelayakan, As Syifa
Peningkatan Pengetahuan Pengawetan Makanan di Masa Pandemi dalam Membantu Ekonomi Masyarakat Syamsul Arifin; Husaini Husaini; Lenie Marlinae; Laily Khairiyati; Agung Waskito; Anugrah Nur Rahmat; Sherly Theana; Taufik Taufik; Noor Laila Afifah; Muhammad Gilmani; Winda Saukina Syarifatul Jannah; Ammara Ulfa Azizah; Raudatul Jinan; Fairuz Nur Fawaz
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.942 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3899

Abstract

COVID-19 terus menerus menyebar luas dan memperpanjang kecemasan masyarakat khususnya untuk memenuhi kebutuhan hidup, dapat dilihat dari sebagian besar masyarakat tidak lagi bekerja atau berdagang. Masyarakat pekerja informal yang pendapatannya harian dan tidak pasti mengalami penurunan pendapatan. Peristiwa ini mengakibatkan konsumsi di masyarakat pekerja informal juga menurun. Perlu upaya dalam mengatasi permasasalahan perubahan kondisi seperti saat ini. Salah satunya adalah dengan melakukan pembinaan dalam berwirausaha, terutama ibu-ibu rumah tangga untuk mengisi waktu luangnya dapat berwirausaha sesuai kemampuannya masing-masing. Metode yang digunakan meliputi tahap pendekatan kemasyarakatan ABG (Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Masyarakat), Survey lapangan, pelatihan dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pre test terdapat 23 responden (76,7%) yang tingkat pengetahuannya baik dan setelah pemberian materi dan pelatihan, berdasarkan hasil post test terdapat 30 responden (100%) yang tingkat pengetahunnya baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarkat terkait pengawetan makanan. Peningkatan pengetahuan tersebut sangat berguna untuk membantu ekonomi masyarakat dalam menghadapi covid-19. Kata kunci: pengawetan makanan, pandemic, ekonomi masyarakat
Peningkatan Produktivitas Usaha Budidaya Ikan Haruan Melalui Perbaikan Pengelolaan Kualitas Air Leila Ariyani Sofia; Muhammad Adnan Zain; Raihan Firdaus
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1404.662 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4110

Abstract

PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan pengelolaan kualitas air kepada kelompok mitra, serta mengukur kualitas air media ikan haruan. Metode kegiatan yang diterapkan terdiri dari (1) Penyuluhan dan diskusi materi teoritis, (2) Pelatihan dan pembimbingan, dan (3) Evaluasi kegiatan.  Hasil pelaksanaan PKM menunjukkan bahwa terjadi Perubahan pengetahuan yang tertinggi adalah pada pengetahuan akan tujuan pengelolaan kolam dan kualitas air (82,5%),  selanjutnya pengetahuan terhadap tahapan pengelolaan kolam di lahan rawa, tujuan pengeringan, cara pengeringan, dan cara pengisian air media/kolam pemeliharaan mengalami kenaikan dengan nilai berkisar 58%-66%.  Sementara, pengetahuan pengapuran, pengetahuan pemupukan, praktik pengapuran, praktik pengeringan, dan praktik pemupukan kolam mengalami kenaikan masih di bawah rata-rata yaitu berkisar 40%-52%.  Kualitas air kolam pemeliharaan ikan haruan di Pokdakan Ramania Besar masih dalam batas layak untuk budidaya ikan dengan pH air 5,0 dan kandungan ammonia 0,25 mg/l.  Namun perlu diwaspadai kadar nitrat (12,5 mg/l) yang melebihi ambang batas.  Karenanya diperlukan perlakuan terhadap kualitas air kolam pemeliharaan ikan haruan, antara lain penggunaan probiotik, penerapan biofilter ataupun pergantian air agar kualitas air tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan ikan haruan.
Penerapan Teknologi Alat Kristalisasi Dalam Upaya Pengolahan Produk Dalam Pangan Serbuk Herbal Instan di Kelurahan Kereng Bangkirai Elsa Trinovita; Fatmaria Fatmaria; francisca Diana Alexandra
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.127 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4036

Abstract

Abstract One of the ginger rhizome processing technologies is by making instant drink powder. Instant drinks food processed products in powder, practical in presenting and have long-saving power and easily dissolved in hot, cold and warm water. However, making ginger powder is done manually using human power in stirring ginger water until it becomes a powder for a long time, causing the moving process to be unstable. Therefore, the crystallizer tool is designed to help the manual stirring process increase the quality of instant ginger powder products. In Kereng Bangkirai Village, Palangka Raya City, the community service activities were carried out in lectures/socialization/counseling, demonstration tools, leaflet distribution, pre-test / post-test evaluations, and feedback. Through this, community service can convey scientific information for the community so that two-way communication is established between the source person and participants of the activity, especially mothers in Kereng Bangkirai Village, Palangka Raya City, to remain productive independent in increasing the economy of the family business. In addition, it can also be one of the business opportunities in individuals and groups involved in UMKM, which can later be packaged with attractive. Keywords: Ginger Powder, Crystallizer, Instant drink Abstrak Salah satu teknologi pengolahan rimpang jahe adalah dengan pembuatan serbuk minuman instan. Minuman instan produk olahan pangan yang berbentuk serbuk, praktis dalam penyajian dan memiliki daya simpan yang lama dan mudah larut dalam air panas, dingin maupun hangat. Namun, proses pembuatan serbuk jahe yang dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia dalam mengaduk air jahe sampai menjadi serbuk dalam waktu cukup lama sehingga menyebabkan proses pengadukan menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, dirancang alat kristalizer untuk membantu proses pengadukan manual sehingga kualitas produk serbuk jahe instan dapat meningkat.  Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya ini dalam bentuk ceramah/sosialisasi/penyuluhan, demontrasi alat, pembagian leaflet, evaluasi pre-test/pos-test dan umpan balik. Melalui kegiatan  pengabdian kepada masyarakat ini dapat sebagai sarana dalam menyampaikan informasi  secara ilmiah bagi masyarakat sehingga terjalin komunikasi dua arah antara narasumber dan peserta kegiatan, khususnya ibu-ibu di Kelurahan Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya untuk tetap produktif dan mandiri dalam meningkatkan perekonomian usaha keluarga. Selain itu, juga dapat sebagai salah satu peluang usaha dalam individu maupun kelompok yang terlibat dalam UMKM yang nantinya dapat dikemas dengan menarik.  Kata kunci: serbuk jahe, kristalizer, minuman instan
Pendampingan Pembuatan E-Marketplace dan Laporan Keuangan pada UP2K "Mulan" Khususnya Dasa Wisma "Mawar" Rahma Yuliani; Kasyful Anwar; Adisti Rahmatiasari
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1675.115 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4061

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat in partner with Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) “Mulan” which consists of Dasa Wisma “Mawar” in the Kelayan Dalam, Banjarmasin city. Mitra is a Dasa Wisma community that has members from women who have micro businesses. The home-based businesses that are carried out by the Dasa Wisma women are in the form of dry and wet food products, including Sago Tempe Chips, Rengginang, Banana Chips, Betel Nut, Porridge Bingka, Rolls, Cakes, Resoles And Pies. Product sales are still carried out conventionally, namely deposited at a souvenir center shop, sold directly in traditional markets or receiving orders from certain parties, there are no records or bookkeeping, the production process still uses simple tools. Based on the analysis of the situation, the problems faced by partners are the partner marketing aspect regarding the e-marketplace, the financial aspect related to financial reports, and the production aspect is still being done with household appliances.Thus, the solution offered to solve partner problems is to conduct e-commerce socialization & training along with the preparation of financial reports. The activity method begins with the preparation stage, then the implementation stage, and finally the mentoring and reporting stage which is planned to be completed within a period of 8 months. The results after implementing the program have been achieved, namely, business actors have increased understanding of the importance of e-commerce, especially online marketing and understanding finances. In addition, partners who previously did not have a Shopee and Tokopedia account after the training already have an account registered with Shopee and can be used in business activities. Next partners are given a cash book so they can record costs and sales.
Peningkatan Pengetahuan Pada Anak Terkait Pemakaian Masker melalui Cerita Animasi Husaini Husaini; Lenie Marlinae; Syamsul Arifin; Agung Biworo; Laily Khairiyati; Agung Waskito; Anugrah Nur Rahmat; Sherly Theana; Taufik Taufik; Noor Laila Afifah; Muhammad Gilmani; Winda Saukina Syarifatul Jannah; Ammara Ulfa Azizah; Raudatul Jinan; Fairuz Nur Fawaz
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.535 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3900

Abstract

Penyebaran Covid-19 di Kalimantan Selatan, pada tanggal 28 April 2021 update terbaru mengenai Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Provinsi terkonfirmasi 32,686 ribu kasus terkonfirmasi positif dengan meninggal 938 orang, 29.615 ribu sembuh dan sisanya masih dalam perawatan. Untuk Kabupaten Banjar jumlah yang terdampak Covid-19 yaitu sebesar 2.496 kasus. Anak-anak yang terdampak Covid-19 di Kalimantas Selatan yaitu sebesar 358 anak. Diperlukannya edukasi terhadap anak terkait cara penggunaan masker yang bersih dan sehat dengan menggunakan media cerita animasi agar pengetahuan anak terhadap cara mencegah Covid-19 dapat meningkat. Selain itu juga edukasi kepada orang tua diperlukan karena orang tua menjadi edukator kepada anaknya yang selalu mengingatkan dan memberi tahu anaknya dalam hal pencegahan Covid-19 khususnya dalam hal penggunaan masker yang bersih dan sehat. Metode yang digunakan meliputi tahap pendekatan kemasyarakatan ABG (Advokasi, Bina Suasana dan Gerakan Masyarakat), Survey lapangan, pelatihan dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pre test terdapat 24 responden (87,5%) yang tingkat pengetahuannya baik dan setelah pemberian materi dan pelatihan, berdasarkan hasil post test terdapat 24 responden (100%) yang tingkat pengetahunnya baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada masyarkat terkait pemakaian maske bersih dan sehat. Peningkatan pengetahuan tersebut sangat berguna untuk mencegah penyebaran covid-19 pada anak. Kata kunci: pemakaian masker, pandemic, covid-19
PKM Introduksi Sediaan Konsentrat Hijauan Rawa Sebagai Sumber Protein Itik Alabio Danang Biyatmoko; Untung Santoso; Tintin Rostini
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.071 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4114

Abstract

Abstract Duck feed ingredients are currently still expensive and less affordable for breeders, it is necessary to have alternative quality feed ingredients originating from potential superior swamp plants. The activity aims to provide concentrate preparations from swamp forage as feed ingredients for ducks to reduce feed prices, improve ration quality and income (IOFC) for laying ducks. The activity partner is the Keraton duck group in the Martapura sub-district, Banjar Regency. The activity lasts months. The results of this activity are identification of superior forage originating from swamps that have the potential to be used as feed for laying ducks including Kayapu (Azolla pinnata, aquatic algae (Azolla microphylla, duckweed (Lemna minor), water spinach (Ipomoea aquatica Forsk), water hyacinth (Eichhornia crassipes), water hyacinth (Eichhornia crassipes), taro leaves (Colocasia esculenta L.), genjer (Limnocharis flava), kiambang (Salvinia molesta ) and antanan (Centella asiatica (L.) Urban).There are only four forage concentrates that have a nutrient content of more than 20%, namely kayapu , aquatic algae (azolla microphylla), duckweed (Lemna minor) and water spinach (Ipomoea aquatica Forsk), until they are packaged as swamp forage concentrate products .Feeding trial application of alternative feed ingredients, 30% swamp forage concentrate in duck rations can improve the quality of the main duck ration protein (PK), which resulted in an increase in the number of egg production and the percentage of egg production from 67% to 69.3%, as well as a decrease in ration prices from the price before the activity is IDR 5,630/kg to IDR 4,035/kg after the activity. Feed conversion (FCR) was improved from FCR 6.0 improved to 4.6, egg yolk color increased from 8-9 to 10-11, and IOFC increased from Rp 5.8 million/month to Rp 6.3 million/month. The conclusion shows that the activity of making concentrate preparations is very helpful for farmers increase business profits. Keywords: egg production, forage concentrate, iofc, ration price, swamp forage   Abstrak Bahan pakan itik saat ini masih mahal dan kurang terjangkau peternak, perlu alternatif bahan pakan yang berkualitas asal tanaman potensial unggulan rawa. Kegiatan bertujuan untuk menyediaan sediaan konsentrat asal hijauan rawa sebagai bahan pakan itik untuk menurunkan harga pakan, memperbaiki kualitas ransum dan pendapatan (IOFC) usaha itik petelur. Mitra kegiatan adalah kelompok itik Keraton di kecamatan martapura Kabupaten Banjar. Kegiatan berlangsung dua bulan.  Hasil pelaksanaan kegiatan adalah Identifikasi hijauan unggulan asal rawa yang potensial sebagai pakan itik petelur ada sembilan meliputi kayapu (azolla pinnata, ganggang air (azolla microphylla, duckweed (Lemna minor), kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk), eceng gondok (Eichhornia crassipes), daun talas (Colocasia esculenta L.), genjer (Limnocharis flava), kiambang (Salvinia molesta ) dan antanan (Centella asiatica (L.) Urban). Pembuatan konsentrat hijauan hanya ada empat hijauan rawa yang memiliki kadar nutrisi di atas 20% yaitu kayapu, ganggang air (azolla microphylla), duckweed (Lemna minor) dan kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk), hingga dikemas sebagai produk konsentrat hijauan rawa.  Feeding trial penerapan bahan pakan alternatif konsentrat hijauan rawa 30% dalam ransum itik mampu memperbaiki kualitas ransum itik utamanya protein (PK), yang berdampak pada peningkatan jumlah produksi telur dan prosentase produksi telur dari 67% menjadi 69,3%, serta penurunan harga ransum dari harga sebelum kegiatan sebesar Rp 5.630/kg menjadi Rp 4.035/kg setelah kegiatan. Konversi pakan (FCR) diperbaiki dari FCR 6,0 membaik menjadi 4,6,  warna kuning telur meningkat dari 8-9 menjadi 10-11, dan IOFC naik dari Rp 5,8 juta/bln menjadi Rp 6,3 juta/bln.  Kesimpulan menunjukkan kegiatan pembuatan sediaan konsentrat sangat membantu peternak meningkatkan keuntungan usaha itik petelur. Kata kunci: harga ransum,  hijauan rawa, iofc, konsentrat hijauan, produksi telur
Slow Sand Filter untuk Pengolahan Air di Desa Pekauman Ulu, Kalimantan Selatan Nafisah Nafisah; Nafia Fitrawati; Risaldi Ridwan; Fathul Jannah; Puspita Jamilah Rahimah; Utami Irawati
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.162 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.4056

Abstract

Pekauman Ulu Village is one of the villages crossed by the Martapura river, where the water is used by  the people of this village for their daily activities. Pekauman Ulu Village is a densely populated area which is flooded every year. The water is very turbid with an unpleasant smell,  and consuming this water often makes some people get diarrhea. Thus, a simple technology is needed to treat this river water into clean water. This activity aims to build  Slow Sand Filter (SSF) units as a means of providing clean water for people in Pekauman Ulu Village. The activity is conducted in three parts: initial dissemination, training, and evaluation. Based on the survey done to the people joining the training, 95.25% of the people said that they were satisfied with the water being treated by SSF. As for the performance of the SSF itself, turbidity measurement of water samples showed that the turbidity of water filtered by the SSF unit reduced from an average of 41.7 NTU to 2.3 NTU.  It can be concluded that this community development program has successfully addressed the need for clean water for people in Pekauman Ulu Village. 
Cara Menanam Bawang Merah Dengan Mudah Dan Praktis Dalam Polibag Ismed Fachruzi Antar Sofyan
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2128.019 KB) | DOI: 10.20527/ilung.v1i2.3851

Abstract

Bawang Merah (Allium  cepa L.) adalah tanaman semusim, dan   sebagai bumbu memasak, hampir semua masakan memerlukannya. Nilai ekonominya Rp 25.000-95.000 per kilogram.. Ketika harganya mahal, saat inilah dikeluhkan oleh kebanyakan ibu rumah tangga.Pertanaman Bawang Merah dengan media tanam tanah berwadahkan kantong plastik (polibag), satu siung Bawang Merah yang ditanam dapat menghasilkan 10 kali lipat (sesiung menjadi 10 siung bahkan lebih).Desa Pantai Harapan Kecamatan Bumi Makmur Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan, adalah wilayah Lahan Basah Pasang Surut Tipe-A (langsung). Sebagai media tanam bawang merah diperlukan pengolahan, dengan menambah kapur dan bahan organik. Dosis kapur 10 ton/ha (35 g/10 kg tanah/polibag) dan pupuk kandang 30 ton/ha (100 g/10 kg/polibag), dan ditanam satu siung bawah per polibag.Penyuluhan ini dilakukan dengan metode tatap muka langsung dan tanya jawab pada tempat di mana masyarakat saat itu berkumpul. Setelah itu penyuluh berkeliling lokasi untuk jumpa masyarakat di ruang terbuka (di teras rumah, atau di warung, dsb).

Page 1 of 2 | Total Record : 20