cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
jurnal.ilung@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend H. Hasan Basry, Kayu Tangi Banjarmasin , Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2024)" : 24 Documents clear
Pengembangan Produksi dan Pemasaran Roti Tawar Kukus Beku Berbasiskan Labu Kuning Varitas Juai di Kota Banjarbaru Rini Hustiany; Dessy Maulidya Maharani; Suci Latifah Noor Fahmi; Fhadila Salsabila; Tiara Florinda Amandita Amandita; Ahmad Maulana
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.10472

Abstract

Roti tawar kukus adalah sejenis roti yang terbuat dari bahan dasar tepung dan ragi, tidak memiliki isi dan memiliki tekstur yang padat. Subtitusi tepung terigu dengan puree labu kuning juai dapat menjadi inovasi dari segi rasa dan kandungan gizi pada roti tawar kukus. Selain itu, produk roti tawar kukus juga mendukung terjadinya diversifikasi pangan lokal Kalimantan Selatan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melatih mitra untuk dapat mengolah roti kukus tawar berbasiskan puree labu kuning juai dan memotivasi ketertarikan mitra menjadi pemasok roti kukus tawar berbasiskan puree labu kuning juai untuk jangka panjangnya. Pengembangan produk roti tawar kukus ini dilaksanakan di KWT Beruntung Barokah, Desa Beruntung Jaya, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Ibu-ibu yang ada di KWT tersebut sangat antusias mengikuti pelatihan dan demo pembuatan roti kukus tawar berbasiskan puree labu kuning juai. Ibu-ibu berpendapat bahwa mudah memahami materi, sesuai dengan kebutuhan, produk mempunyai daya tarik, dan berkualitas. Akan tetapi ibu-ibu masih ragu terhadap nilai jual produk ini dan pembuatan roti kukus tawar agak sedikit sulit. Selain itu pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan memberikan sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. Berdasarkan hal ini, ibu-ibu puas terhadap pelatihan ini dan menjadi pemicu kegiatan usaha masyarakat.
Upaya Peningkatan Pendapatan Ibu-Ibu Di Wilayah Sungai Andai Melalui Pembuatan Kerajinan Tas Purun Hias Fifi Swandari; Laila Refiana Said; Gusti Rina Fariany; Listi Armea; Ditta Rahmatika
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11706

Abstract

Ibu rumah tangga terkadang menjadi tokoh sentral dalam mengatasi kurangnya pendapatan keluarga. Sebagian ibu di Sungai Andai Banjarmasin menambah penghasilan dengan menjadi pengrajin tas purun hias dan membentuk perkumpulan. Perkumpulan tersebut dinamai “Purun Cantiq”. Perkumpulan tersebut terbentuk dari hasil kegiatan pengabdian tahun 2022. Tas purun hias yang diproduksi Purun Cantiq telah mencapai ratusan unit. Namun demikian, produknya masih dianggap tidak mampu memenuhi selera segmen pasar kelas menengah atas. Permasalahan yang ditemukan adalah kurangnya daya saing terkait desain, motif, bahan baku dan kurangnya SDM.  Tujuan pengabdian tahun 2023 ini  adalah meningkatkan pendapatan ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Usaha Purun Cantiq. Solusi atas masalah tersebut ada beberapa hal: (1) ceramah tentang keinginan segmen pasar kelas menengah dalam hal ini Business Model Canvas (BMC), (2) pelatihan membuat tas purun yang lebih berkualitas dengan sulam pita dan benang rajut dan (3) mencari sumber bahan setengah jadi baru dan (4) merekrut anggota baru. Narasumber yang dihadirkan adalah narasumber yang kompeten. Berbagai kegiatan yang direncanakan telah dilaksanakan dengan baik. Tujuan utama kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan pendapatan ibu-ibu anggota Purun Cantiq relatih telah tercapai. Hal penting lainnya, kegiatan ini juga mampu meningkatkan daya saing seperti yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini terlihat dari semakin bagusnya produk yang dibuat dan semakin banyak diminati pelanggan.
Pelatihan Pengolahan Jamu Instan Bubuk Kunyit Asem Rempah bagi Anggota Wedang Sewu Omah Sasi Gendro Sari; Susi Susi; Wan Nisriani Luthfy; Ahya Nabila
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11423

Abstract

Industri obat tradisional berupa jamu didominasi oleh usaha kecil dan menengah khususnya di wilayah Kota Banjarbaru dan sekitarnya. Jamu yang sering dikonsumsi adalah jamu cair “ready to drink”, akan tetapi jamu jenis ini memiliki kelemahan segera diminum dan tidak dapat bertahan lama. Oleh karena itu, diperlukan cara untuk meningkatkan lama penyimpanan dan dapat dijual bebas dalam bentuk kemasan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mitra pengabdian yaitu “Wedang Sewu Omah” dalam membuat jamu instan kunyit asem rempah. Kegiatan ini berlangsung di rumah ketua mitra Wedang Sewu Omah dan dihadiri oleh anggota yang semuanya bermata pencaharian sebagai pembuat jamu gendong. Hasil didapat bahwa dalam satu kali pembuatan dengan menggunakan 1 kg gula pasir dan kunyit sebanyak 2 kg didapatkan hasil sebanyak 500 g. Setiap peserta sangat senang karena mendapatkan keterampilan baru dalam mengolah jamu bubuk instan sehingga dapat dijual bebas tanpa khawatir cepat bau. Harga jual per botol dengan berat bersih 60 g adalah Rp. 25.000,-. Keuntungan yang diperoleh adalah 2 modal. Jumlah keuntungan tersebut mampu meningkatkan omset pedagang jamu gendong.
Pembuatan Pupuk Organik Cair Dari Limbah Organik Rumah Tangga Di Desa Kiram Kabupaten Banjar Suyanto Suyanto; Yusanto Nugroho; Mochamad Arief Soendjoto
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i3.11139

Abstract

Lahan di Desa Kiram merupakan  tanah kering kurang subur, sehingga pertumbuhan tanamannya lambat. Masalah yang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan pupuk kimia, karena harganya relatif mahal. Banyaknya limbah organik dari rumah tangga yang belum dimanfaatkan. Sebenarnya limbah tersebut dapat dikonversi menjadi Pupuk Organik Cair (POC) sebagai pengganti pupuk kimia. Pengabdian ini adalah melibatkan kelompok tani Harapan Maju, mata pencaharian mereka sebagai petani Karet, buah – buahan dan tanaman semusim. Hasil pertanian umumnya  untuk konsumsi sendiri, selebihnya dijual. Tujuan pengabdian adalah memperoleh pupuk POC dari limbah rumah tangga seperti: bahan sayuran, buah – buahan dan organik lainnya. Metode yang digunakan adalah praktek langsung. Prinsip pembuatan POC adalah berbasis fermentasi,  yaitu prosesnya berlangsung pada kondisi sedikit atau tanpa oksigen, dengan memanfaatkan mikro organisme. Kelebihan jenis pupuk ini adalah tidak merusak tanah dan tanaman, meskipun digunakan sesering  mungkin. Unsur hara yang terdapat dalam POC lebih mudah diserap oleh akar  tanaman. Hasil pengabdian menunjukkan pupuk POC dapat dipanen pada hari ke-21 proses fermentai. Ember anaerob berkapasitas 20 liter dihasilkan ampas 5,5 liter dan pupuk POC 14,5 liter. Pupuk VOC dapat disimpan untuk digunakan sewaktu – waktu. POC perlu diencerkan dengan perbandingan 1 POC dengan 5-10 air pengencer. Simpulannya adalah peserta antusias  dan mereka merasa  terinspiratif, bahwasanya pengganti pupuk kimia sebenarnya mudah diperoleh dari bahan organik di sekitar tempat tinggalnya.

Page 3 of 3 | Total Record : 24