cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6281353266933
Journal Mail Official
jurnalamarasidkvisidenpasar@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar Phone: +62-361-227316, Fax: +62-361-236100 Jalan Nusa Indah Denpasar Bali, 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Amarasi : Jurnal Desain Komunikasi Visual
ISSN : -     EISSN : 27220389     DOI : https://doi.org/10.59997/amarasi
Core Subject : Humanities, Art,
Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual menyediakan wadah bagi para ilmuwan, akademisi, dan peneliti untuk berbagi pemikiran tentang isu-isu terkini yang terkait dengan semua aspek penelitian dan pengembangan Desain Komunikasi Visual. Lingkup jurnal ini mencakup laporan tentang hasil perancangan atau penciptaan karya seni dalam bentuk karya ilmiah, studi tentang berbagai fenomena seni dan budaya, dengan lingkup studi dalam bidang periklanan, kampanye, desain grafis, multimedia digital, animasi, film, komik, kartun, fotografi, permainan, video, dan film.
Articles 91 Documents
Diaspora Dan Konflik Identitas Dalam Film Superman (2025) Wijaya, Wisnu; Soenyoto, Dhani; Kurniawan, Yosia Enggar; Rizkiantono, Raditya Eka
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 2 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i2.5711

Abstract

Film Superman (2025) karya James Gunn mewakili dinamika identitas diasporik dalam ranah pascahumanisme yang disampaikan melalui narasi asal keberadaan, kekuatan fisik, kesadaran dan distorsi informasi media. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi konsep diaspora dan konflik indentitas pada tokoh Superman (disebut juga Clark sebagai nama panggilan di bumi, Kal-El untuk panggilan di planet Kripto). Narasi dan visualisasi film dimanfaatkan untuk menyampaikan konflik identitas tokoh Superman sebagai ‘alien’ yang hidup di tengah masyarakat. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif berbasis interpretasi budaya, melalui analisis wacana visual dan naratif. Sampel data dikumpulkan secara purposif berdasarkan relevansi terhadap isu diaspora dan konflik identitas. Sampel dipetakan dalam 17 fragmen sesuai struktur drama tiga babak. Analisis difokuskan pada tiga elemen: (1) rekaman hologram orang tua Kal-El mengandung pesan ambivalen; (2) perubahan respon masyarakat dan media terkait persepsi identitas Superman; (3) dinamika internal Justice Corps setelah munculnya hologram akibat manipulasi yang dilakukan antagonis, Lex Luthor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Superman dapat direpresentasikan melalui 4 pola wacana: evolving incorporation, evolving inscription, devolving incorporation dan devolving inscription. Identitas Superman mengalami perubahan representasi antara citra positif sebagai harapan masyarakat, dengan citra negatif sebagai hasil manipulasi politik. Terdapat juga negosiasi eksistensi antara memori biologis dan arsip digital berupa hologram. Selain konsep kepahlawanan dengan pendekatan diaspora dan identitas, temuan penting lain di bidang desain komunikasi visual mencakup pada proses bagaimana elemen visual dan narasi bekerja, proses membangun character arc dan strategi komunikasi dalam dimensi psikologis dan kultural tokoh fiksi.
Revitalisasi Village Branding Desa Karangkuten sebagai Desa Kreatif Inovatif Peninggalan Kerajaan Majapahit Sa'diyah, Kamilah; Meisyasica, Dealis; Lutfyani, Vadya Friska; Rahma, Dhinda Adilia Zulia; Adinda, Dalila Rachma; Rachman, Muchammad Bintang Alif; Pramudita, Nadhea; Silitonga, Sahala; Putra, Sakha Nasta Mahendra
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 2 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i2.5824

Abstract

Desa Karangkuten di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi besar dalam bidang kreativitas dan warisan budaya Majapahit, namun belum dikenal luas. Kondisi aktual menunjukkan promosi desa masih terbatas dan belum memiliki strategi komunikasi serta identitas visual yang kuat. Kondisi ideal yang diharapkan adalah terbangunnya citra sebagai “Desa Kreatif Inovatif Peninggalan Kerajaan Majapahit” yang mampu mengangkat nilai sejarah menjadi kekuatan identitas dan ekonomi kreatif. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana merancang strategi komunikasi yang efektif dalam revitalisasi village branding Desa Karangkuten. Penelitian menggunakan teori komunikasi pemasaran AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) untuk merancang pesan dan visual yang menarik perhatian publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung oleh analisis SWOT untuk memetakan potensi dan tantangan desa. Hasil perancangan diwujudkan melalui visual branding berupa logo, tipografi, warna, dan panduan desain yang merepresentasikan semangat Majapahit. Strategi komunikasi diperkuat melalui media sosial dan kolaborasi dengan media online lokal guna meningkatkan visibilitas dan konsistensi citra desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori AIDA pada village branding mampu membangun kesadaran publik, memperkuat identitas lokal, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi kreatif. Revitalisasi ini menjadi langkah strategis menuju penguatan citra Mojokerto sebagai daerah berakar sejarah dan berorientasi inovasi.
KONTAK BUDAYA TIONGHOA-ISLAM DALAM ARSITEKTUR MASJID BABAH ALUN: VISUALISASI DAKWAH MULTIKULTURAL SEBAGAI INTERAKSI AWAL Putri Nabila Ramadhan; Saepullah, Saepullah
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 2 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i2.6029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana visualisasi dakwah di Masjid Babah Alun berperan sebagai bentuk interaksi budaya dalam masyarakat multikultural. Dengan menggunakan teori Race Relation Cycle, penelitian ini berfokus pada tahap “kontak” sebagai fase awal terjadinya perjumpaan antara kelompok berbeda budaya yang menciptakan ruang interaksi sosial dan spiritual. Masjid Babah Alun menjadi representasi menarik karena berada pada persilangan budaya Tionghoa dan Islam yang melebur dalam ekspresi visual dakwah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap pengelola masjid, guru, siswa, serta masyarakat sekitar. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menyoroti tiga unsur utama tahap kontak, yaitu kontak primer dan sekunder, konflik persaingan impersonal, serta ambisi kolektif. Hasil temuan memperlihatkan bahwa simbol-simbol visual pada arsitektur masjid, seperti ornamen Tionghoa, penggunaan warna merah, dan kaligrafi bergaya aksara Cina, tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetik, tetapi juga menjadi medium komunikasi lintas budaya. Meskipun sempat menimbulkan rasa asing di kalangan jamaah, unsur tersebut justru menghasilkan dialog sosial yang memperkuat toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Ambisi kolektif dari komunitas sekolah dan masyarakat sekitar mencerminkan kesadaran bersama untuk menjadikan masjid sebagai ruang dakwah inklusif, tempat perjumpaan budaya yang damai dan sinergis. Secara teoritis dan praktis, penelitian ini memperkaya khazanah studi komunikasi dakwah dan sosiologi budaya melalui pemahaman bahwa visualisasi dapat menjadi media dakwah nonverbal yang efektif, adaptif, serta menggambarkan nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
THE Menyelami Makna Materialitas Dan Kreatifitas: Representasi Dan Narasi Dalam Pameran Seni Art Sub 2025 Pada Tema “Material Ways: The Exploring the Meaning of Materiality and Creativity: Representation and Narrative in the Art Sub 2025 Art Exhibition on the Theme of "Material Ways" I Ketut Mahendra, i ketut mahendra; Waro'i, Muhammad Rosyid Husnul
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 2 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i2.6038

Abstract

Materialitas dalam seni kontemporer tidak lagi sekadar persoalan estetika, melainkan juga bahasa sosial yang merepresentasikan kritik terhadap realitas budaya, politik, dan ekologis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan pemahaman mengenai bagaimana material dalam konteks pameran seni di Indonesia berfungsi sebagai wacana kritis, bukan sekadar media visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap cara material dalam pameran Art Subs 2025 bertema Material Ways membentuk narasi sosial serta menelusuri relasi antara seniman, kurator, dan penonton melalui kerangka wacana. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis model Norman Fairclough yang melibatkan tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Data diperoleh dari katalog pameran, pidato kurator, serta observasi langsung, kemudian interpertasi secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level teks, material seperti tanah liat, limbah industri, dan bahan daur ulang berfungsi sebagai simbol transformasi sosial dan spiritual; pada level praktik wacana, seniman merekontekstualisasi material untuk mempertanyakan relasi antara seni dan konsumserisme; sedangkan pada level sosiokultural, karya mencerminkan ketegangan antara tradisi lokal dan modernitas global. Kesimpulannya, pameran ini menegaskan bahwa materialitas dalam seni kontemporer Indonesia merupakan medium kritik yang menghubungkan estetika, ideologi, dan kesadaran ekologis.
PENGENALAN DASAR PERTUMBUHAN BISNIS ORGANISASI NETWORKING MELALUI ANIMASI 2D FUNDAMENTAL FIVE Nasyrullah, Muchamad Fachrudin; Surya Patria, Asidigisianti
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6180

Abstract

Menyampaikan edukasi atau informasi dapat dilakukan melalui berbagai media, salah satunya adalah media animasi 2D. Animasi 2D dinilai mampu menyajikan informasi secara visual, menarik, dan mudah dipahami oleh audiens. Salah satu perangkat lunak yang umum digunakan dalam pembuatan animasi 2D adalah Adobe After Effects, yang memiliki fitur lengkap untuk mendukung pembuatan gerakan visual yang dinamis dan ekspresif. Organisasi networking bisnis membutuhkan media edukasi yang efektif untuk memperkenalkan lima aktivitas inti yang menjadi dasar pertumbuhan bisnis dalam organisasi tersebut, yang dikenal sebagai Fundamental Five. Belum banyak penelitian yang membahas perancangan animasi 2D sebagai media edukasi untuk organisasi networking bisnis dengan fokus pada analisis unsur visual, audio, dan kesesuaian gaya visual terhadap identitas organisasi melalui pendekatan Practice-Based Research. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang media edukasi berupa animasi 2D yang dapat memperkenalkan konsep Fundamental Five secara jelas dan komunikatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis konten visual dengan mengamati referensi gerakan animasi dan gerakan manusia yang dinamis, serta analisis semiotika untuk memahami makna gerakan tangan, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh yang digunakan dalam animasi. Selain itu, penelitian ini juga menerapkan metode Practice-Based Research, yaitu dengan menganalisis proses perancangan dan produksi animasi yang telah dilakukan untuk menentukan teknik dan alur kerja yang paling efektif dalam menghasilkan gerakan animasi 2D yang optimal. Pengamatan dilakukan melalui studi video referensi yang diperoleh dari internet maupun pengamatan langsung di dunia nyata. Hasil perancangan menunjukkan bahwa media video animasi 2D sangat efektif digunakan sebagai media edukasi , dengan catatan perlu memperhatikan aspek visual, gerakan, dan penyampaian pesan agar informasi dapat diterima secara maksimal oleh audiens.
ANALISIS STRATEGI BRANDING PRODUK FASHION LOKAL BERBASIS KEBERLANJUTAN DALAM MEMBANGUN CITRA GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN DI KALANGAN GENERASI Z. Nouvairha Herdianto, Rheinandha; Isnaini, Wiwi
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6649

Abstract

Kesadaran terhadap isu lingkungan sudah mendorong terjadinya trend fashion sustainable di indonesia, data dari SIPSN KLHK (2025) menunjukan limbah tekstil meningkat hingga 2,46% yang berarti adanya Value-Action Gap di kalangan konsumen. terjadinya fenomena ini didorong oleh fakta dari mayoritas usaha lokal (UKM) sebagai pondasi utama ekonomi yang terhambat oleh tingginya biaya operasional dan juga keterbatasan akses teknologi ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi branding terutama yang berkaitan dengan brand sense melalui media visual yang digunakan oleh merek fashion lokal berkelanjutan dalam membangun citra gaya hidup ramah lingkungan di kalangan Generasi Z. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus dan analisis visual. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi elemen visual seperti logo, warna, tipografi, serta tone komunikasi visual, disertai wawancara dengan konsumen Generasi Z untuk memahami persepsi mereka terhadap citra brand fashion berkelanjutan di media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi identitas visual, penggunaan narasi visual yang relevan, serta penyampaian pesan keberlanjutan secara komunikatif berperan penting dalam membangun asosiasi positif dan kedekatan emosional antara brand dan audiens muda. Penelitian ini diharapkan dapat mengidentifikasi elemen visual yang efektif dalam menyampaikan nilai keberlanjutan serta merumuskan strategi komunikasi visual yang sesuai dengan karakter Generasi Z. Temuan ini juga diharapkan menjadi dasar konseptual bagi pengembangan perancangan sustainable fashion brand dengan pendekatan upcycling sebagai penerapan nilai keberlanjutan melalui desain kreatif yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.
Analisis Karakter Kaoruko Waguri Dalam Anime Kaoru Hana Wa Rin To Saku: Studi Visual Narrative Sakila Dewi, Aprilia; Fathoni, Muhammad; Sinta Dewi, Ni Putu
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6188

Abstract

Anime merupakan salah satu bentuk budaya popular yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana ekpresi artistik dan komunikasi budaya yang kompleks melalui visual naratifnya. salah satu anime yang menarik untuk dianalisis adalah Kaoru Hana Wa Rin To saku khususnya pada karakter utamanya yakni Kaoruko Waguri. Karakter Kaoruko Waguri menjadi pusat perhatian utama dalam anime ini karena representasinya sebagai sosok perempuan Jepang modern yang ideal dan penuh makna simbolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakter Kaoruko Waguri menggunakan pendekatan visual narrative Trischa Goodnow, teori representasi Stuard Hall, dan teori mitos kecantikan Naomi Wolf. Kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode dan pengumpulan data berupa observasi terhadap 13 episode anime dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan terhadap visual dan narative karakter kaoruko waguri yang meliputi bentuk wajah, busana, framing, pencahayaan dan juga kebiasaan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Kaoruko Waguri di bangun berdasarkan pada estetika kawaii yang berfokus pada kesan kepolosan dan kelembutan. Kaoruko waguri juga representasi kecantikan alami wanita jepang melalui perilaku sopan dan rendah hati. Ditemukan juga mitos kecantikan pada karakter kaoruko waguri yang terkadang menentang dan kadang juga sesuai dengan mitos tersebut. Dengan demikian, karakter Kaoruko Waguri mereprsentasikan kecantikan wanita jepang ideal yang tidak hanya berpatokan pada standar fisik.
Estetika Visual Images The Little Prince: Perspektif H.Howard Gardner Handayani, Dwi Isma; Fathoni, Muhammad
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6200

Abstract

Animasi The Little Prince merupakan karya sinematik yang memadukan nilai estetika dan psikologis melalui pendekatan visual yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estetika visual dalam film tersebut melalui tiga perspektif teoretis, yaitu Significant Form dari Clive Bell, neuroestetika oleh Semir Zeki, dan kecerdasan spasial Howard Gardner. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis visual dan studi pustaka terhadap elemen bentuk, warna, ruang, tekstur, dan komposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual dalam The Little Prince tidak hanya berfungsi sebagai pendukung narasi, tetapi juga mampu menstimulasi respons kognitif dan emosional anak secara simultan melalui penggunaan warna pastel, bentuk organik sederhana, serta kontras antara animasi CGI dan stop-motion. Dalam perspektif neurosains, rangsangan visual diproses pada korteks visual, sementara penilaian keindahan dan respons emosional melibatkan orbitofrontal cortex dan sistem limbik, yang berperan dalam memperkuat keterlibatan afektif dan memori visual. Sementara itu, dari perspektif kecerdasan spasial, representasi visual seperti planet, mawar, dan rubah mendorong anak memahami relasi bentuk, ruang, dan simbol secara lebih abstrak melalui integrasi persepsi visual, emosi, dan imajinasi. Temuan ini menegaskan bahwa The Little Prince tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berfungsi sebagai media edukatif yang mendukung perkembangan respons otak dan kecerdasan spasial anak secara holistik.
Warna: Representasi Perubahan Employer Branding Digital pada Akun @sosrocareer Dzikrifani, Nabila
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6908

Abstract

Warna merupakan elemen komunikasi visual yang memiliki peran strategis dalam membangun image perusahaan, termasuk dalam konteks employer branding digital. Akun Instagram @sosrocareer PT Sinar Sosro Gunung Slamat menampilkan perubahan warna secara berkala sejak Februari 2024 hingga Oktober 2025, dari dominasi Merah-Oranye hingga berkembang menjadi empat warna utama: Merah, Oranye, Biru, dan Hijau. Penelitian ini bertujuan mengungkap dasar pemilihan warna, latar belakang perubahannya, image yang ingin disampaikan designer, serta image yang terbentuk di pemikiran audiens terhadap employer branding PT Sinar Sosro Gunung Slamat. Pendekatan kualitatif digunakan dengan wawancara mendalam terhadap enam informan melalui purposive sampling, terdiri dari tiga informan designer dan tiga informan audiens, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman (2002). Penelitian ini berlandaskan teori Design Thinking Tim Brown (2008), Brand Association Kevin Lane Keller (2008), dan Psikologi Warna sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh warna bersumber dari identitas visual produk-produk Sosro dan mengacu pada brand guideline resmi perusahaan, dengan warna Oranye sebagai elemen yang konsisten dipertahankan di setiap fase. Perubahan warna dilatarbelakangi oleh kebutuhan menghindari kesan monoton serta momentum pasca-merger PT Sinar Sosro dan PT Gunung Slamat. Image yang ingin disampaikan meliputi perusahaan yang bersemangat, terbuka, profesional, dan terus bertumbuh. Kesan umum tersebut berhasil tersampaikan kepada audiens, namun makna spesifik terkait identitas produk hanya terbaca oleh audiens dengan brand knowledge yang memadai.
Analisis Estetika Clive Bell Dalam Karakter Vtuber “Gawr Gura” chondro, Marcell; Fathoni, Muhammad; Dewi, Ni Putu Sinta
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6183

Abstract

Abstrak Latar belakang penelitian ini didasarkan pada berkembangnya fenomena Virtual YouTuber (VTuber) sebagai bentuk komunikasi visual dan budaya populer digital yang tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai objek estetika visual. Salah satu VTuber yang memiliki daya tarik visual kuat dan popularitas global adalah Gawr Gura dari agensi Hololive EN. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih terbatasnya kajian akademik yang membahas karakter VTuber sebagai objek seni visual dengan pendekatan estetika murni, khususnya yang menitikberatkan pada bentuk visual tanpa ketergantungan pada narasi atau muatan sentimental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain karakter Gawr Gura menggunakan teori estetika Clive Bell, terutama konsep significant form, dengan dukungan metode semiotika Charles Sanders Peirce pada kategori tanda ikon. Solusi yang ditawarkan adalah analisis visual yang berfokus pada tiga poin utama pembahasan Clive Bell, yaitu The Debt to Cézanne, Simplification and Design, dan The Pathetic Fallacy. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif interpretatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi visual dari kanal resmi Hololive dan sumber daring terkait. Tahapan analisis dilakukan melalui pengamatan struktur bentuk, komposisi warna, penyederhanaan desain, serta pembacaan elemen visual sebagai ikon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain karakter Gawr Gura merepresentasikan prinsip estetika modern melalui kesatuan bentuk visual, penyederhanaan elemen desain, serta penghindaran ekspresi emosional dramatik. Karakter ini mampu membangkitkan keterikatan emosional audiens melalui bentuk visual murni. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian estetika desain karakter digital serta memberikan kontribusi akademik dalam bidang desain komunikasi visual kontemporer.

Page 9 of 10 | Total Record : 91