cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 244 Documents
ANALISIS ASAM LEMAK BEBAS MINYAK JELANTAH DARI MINYAK BABI DAN MINYAK KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS SPEKTROMETRI MASSA (KGSM) R. Arizal Firmansyah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.139 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v9i2.2148

Abstract

Telah dilakukan penelitian asam-asam lemak bebas minyak jelantah yang berasal dari minyak babi dan sawit. Penelitian ini bertujuan menyediakan data asam-asam lemak bebas dalam minyak jelantah yang berasal dari minyak babi dan sawit. Data tersebut dapat digunakan sebagai pertimbangan apakah suatu pangan diduga menggunakan atau terkontaminasi oleh minyak babi dalam pengolahannya. Katalis yang digunakan dalam preparasi metil ester untuk analisis dengan KGSM adalah HCl pekat. Asam-asam lemak bebas minyak jelantah dari minyak babi terdiri dari Miristat, palmitoleat, oleat, Palmitat, Stearat, isostearat, linoleat, Pentadekanoat, heptadekanoat, 8-oktadekanoat, 9-oktadekanoat, 10-nonadekanoat, 11-oktadekanoat, 8,11-oktadekadienoat, 8,11,14-eikosatrienoat, 8,11,14-dekosatrienoat, heksadekadienoat, 6,9,12,15-dekosatetraenoat, 11-eikosenoat, 9,10-metilen heksadekanoat, cis-9-oktadekanoat, 14-metil pentadekanoat, eikosanoat, 7-oktadekenoat, 9,12- oktadekadienoat, 9,11-oktadekadienoat, 9-heksadekanoat, 10-oksooktadekadienoat, 15-metil heksadekanoat. Asam-asam lemak bebas minyak jelantah dari minyak sawit terdiri dari oktanoat, kaprat, dodekanoat, tridekanoat, tetradekanoat, heksadekanoat, 14-metil pentadekanoat, 9-oktadekanoat, 11-oktadekanoat, 9-cis-oktadekanoat, 8- oktadekanoat, 7-oktadekanoat, stearat, 16-metil heptadekanoat, 8,11-oktadekadienoat 9,12-oktadekadienoat, linoleat, 11-eikosenoat, 9,10-metilen heksadekanoat, oleat, palmitoleat, eikosanoat, tetracosanoat, 9- hidroksipentadekanoat, laurat, tridekanoat, miristat, palmitat, isostearat, 9,11-oktadekadienoat, 10- oksooktadekanoat, 8-oksoheptadekanoat, 9-ketostearat, oktanoat, linoleat, 6,9-oktadekadienoat, dan lignostearat. Kata Kunci: babi, sawit, minyak jelantah, asam lemak bebas 
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MAGNETIT (Fe3O4) SERTA APLIKASINYA SEBAGAI ADSORBEN METHYLENE BLUE Retno Agnestisia
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6090.582 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v11i2.4039

Abstract

Synthesis, characterization and adsorption study of magnetite have beenconducted. Magnetite was synthesized by coprecipitation method. The characterizations of magnetite were carried out with spectroscopy FTIR (Fourier Transform Infrared) and XRD (X-ray diffraction). The adsorption study was conducted using a batch system with the studied adsorption study including optimum pH, optimum contact time and adsorption equilibrium. The results showed that coprecipitation method has succeeded to form magnetite that has magnetism properties. Magnetite can adsorbed methylene blue from aqueous phase, with the maximum adsorption at pH 5 and contact time of 90 minutes. Adsorption of methylene blue by magnetite follows the adsorption pattern of the Langmuir isotherm with the adsorption energy of 25.59 kJ/mol and adsorption capacity of 43.86 mg/g. The results of magnetite synthesis can accelerate the process of separating the adsorbent particles in a methylene blue solution using an external magnetic field.Keywords : magnetite, coprecipitation, adsorption, and methylene blue.
PENGARUH EKSTRAK METANOL KULIT KAYU DURIAN (Durio zibethinus Murr) PADA STRUKTUR MIKROANATOMI OVARIUM DAN UTERUS MENCIT (Mus musculus L) BETINA Rusmiati Rusmiati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.335 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i2.2055

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan kepastian ilmiah khasiat antifertilitas ekstrak kulit kayu durian. 24 ekor mencit betina umur 3 bulan dengan berat seragam dikelompokkan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) berpola Faktorial 2 x 4 dengan n = 3. Konsentrasi ekstrak methanol kulit kayu durian yang digunakan adalah 10%,15% dan 20%. Masing-masing ekstrak diberikan pada mencit sebanyak 0.5 ml per hari setiap 25 – 30 mg bb selama 30 hari. Satu hari setelah pemberian ekstrak dihentikan diadakan pembedahan untuk melihat perubahan yang terjadi akibat pemberian ekstrak kulit kayu durian (pengamatan I). Sisa mencit yang lain tetap dipelihara tetapi pemberian ekstrak dihentikan selama 30 hari. Satu hari setelah itu diadakan pembedahan lagi untuk melihat daya pulih sel (pengamatan II). Parameter yang diamati adalah jumlah sel folikel di ovarium dan tebal miometrium dan endometrium di uterus. Ovarium dan uterus dibuat sediaan mikroanatomi dengan metode Parafin dan pewarnaan Hematoksilin - Eosin (HE). Data dianalisis dengan Anava, α = 0,05 dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test( DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit kayu durian berpotensi mengurangi jumlah sel folikel di ovarium dan tebal miometrium di uterus. Kata kunci : Antifertilitas, kulit kayu durian, ovarium, uterus 
REVIEW: PENGEMBANGAN MIXED MATRIX MEMBRANE UNTUK PEMISAHAN GAS CO2/CH4 Rendy Muhamad Iqbal; Sari Namarito Simarmata; Elfrida Roulina Simanjuntak; Wahyu Nugroho; Lilis Rosmainar Tambunan
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.86 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i2.8048

Abstract

Teknologi pemisahan gas telah banyak dilakukan menggunakan membran. Mixed matrix membran (MMMs) telah banyak dikembangkan dengan mengkombinasikan polimer organik dan filler anorganik. Pemisahan gas dengan mixed matrix membrane telah banyak dikembangkan dan menghasilkan kinerja yang sangat baik. Pada pemisahan gas CO 2 /CH 4, satu hal yang diutamakan dan diperhatikan adalah permeabilitas yang tinggi. Umumnya semakin tinggi permeabilitas suatu gas dalam membran, maka semakin rendah pula selektivitasnya dan begitu pula sebaliknya. Beberapa filler yang baik digunakan untuk mixed matrix membrane yaitu dengan filler material silika, nanopartikel NiO, grafena oksida dan metal organic frameworks (MOF).Kata Kunci: Mixed matrix membrane, pemisahan gas
ADSORPSI FOSFAT (PO43-) MENGGUNAKAN SELULOSA PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) TERMODIFIKASI HEKSADESILTRIMETILAMMONIUM BROMIDA (HDTMABr) Retno Agnestisia; Noer Komari; Sunardi Sunardi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.12 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i1.2107

Abstract

Kajian preparasi, modifikasi dan uji adsorpsi selulosa purun tikus (Eleocharis dulcis) asal Handel Bakti, Kalimantan Selatan terhadap senyawa anionik fosfat (PO43-) telah dilakukan. Modifikasi selulosa dilakukan dengan rekayasa permukaan menggunakan surfaktan kationik heksadesiltrimetilamonium bromida (HDTMABr). Selulosa hasil modifikasi dianalisis menggunakan spektroskopi FTIR (Fourier Transform Infrared) dan derajat substitusi (DS) ditentukan dengan metode titrasi. Parameter adsorpsi yang dipelajari meliputi penentuan pH optimum, waktu kontak dan kapasitas adsorpsi dari sampel selulosa terhadap fosfat (PO43-). Hasil penelitian menunjukan bahwa selulosa termodifikasi surfaktan kationik merupakan adsorben yang baik untuk mengadsorpsi fosfat (PO43-) dengan derajat substitusi sebesar 1,24. Adsorpsi optimum dicapai pada pH 3 dan waktu kontak 60 menit pada selulosa dan 15 menit pada selulosa termodifikasi. Adsorpsi fosfat (PO43-) mengikuti isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi (qm) untuk selulosa, Sel-HDTMA-1 dan sel-HDTMA-2 berturut-turut sebesar 2,36 mg/g, 16,95 mg/g dan 20,83 mg/g. Kata kunci : selulosa, HDTMABr, senyawa fosfat (PO43-), adsorpsi. 
OMPLEKS TEMBAGA(II) DARI 2-TIOFENAKARBONILHIDRAZON-3-(N-METIL)-5-BROMOISATIN: SINTESIS DAN UJI ANTIBAKTERI Arif Fadlan; Mardi Santoso; Ratna Ediati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.266 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v8i2.2139

Abstract

Kompleks tembaga(II) (4a,b) masing-masing telah berhasil disintesis dari reaksi antara 2- tiofenakarbonilhidrazon-3-(N-metil)isatin (3a) dan 2-tiofenakarbonilhidra-zon-3-(N-metil)-5-bromoisatin (3b) dengan tembaga(II) asetat monohidrat. Uji aktivitas terhadap bakteri Bacillus subtilis menunjukkan bahwa kompleks (4b) memiliki daya hambat yang lebih tinggi (MIC 250 μg/mL) dari pada kompleks (4a) (MIC 2000 μg/mL). Key-words:isatin, kompleks tembaga(II), antibakteri 
UJI HAYATI BSLT TERHADAP BATANG KASTURI (Mangifera casturi) Kholifatu Rosyidah; Kamilia Mustikasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.832 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v2i2.2021

Abstract

Kasturi merupakan tumbuhan khas daerah Kalimantan Selatan dan tersebar di daerah Banjarbaru, Martapura, Kandangan, dan Tanjung. Kasturi termasuk genus Mangifera. Telah dilakukan uji keaktifan senyawa yang terkandung pada batang tumbuhan kasturi dengan menggunakan uji hayati Brine Shrimp Letality Test (BSLT). Sampel serbuk kering batang kasturi diekstraksi dengan metanol. Ekstrak metanol kemudian dipartisi dengan pelarut n-heksana dan MTC (metilen klorida). Masing-masing fraksi diuji keaktifannya dengan menggunakan uji hayati BSLT dan nilai persen kematiannya dihitung. Fraksi n-heksana paling aktif dengan konsentrasi yang mampu menyebabkan 50% kematian kurang dari 1000 ppm, sedangkan fraksi metanol sisa dan fraksi MTC tidak aktif karena konsentrasi yang mampu menyebabkan 50% kematian lebih dari 1000 ppm dengan waktu pengamatan kematian selama 24 jam setelah perlakuan. Kata kunci : kasturi, Mangifera casturi, uji hayati 
ANALYSIS OF HYDROGEN ADSORPTION AND DIFFUSION ON Mg(0001) SURFACE: AN AB INITIO DFT STUDY I Wayan Sutapa; Ria Armunanto; Karna Wijaya
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.13 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i1.2046

Abstract

Ab initio density functional theory (DFT) calculations are performed to study the adsorption of H2 molecules on a Mg(0001) surface. First, the adsorption energy was investigated. In the calculation of the adsorption process of molecular hydrogen, observation showed a physical adsorption of molecular hydrogen rather than chemisorptions.The diffusion process of atomic hydrogen on Mg (0001) was also presented. Finally, we are comparing all of our calculation with results from previous experiments. Keyword: DFT, Adsorption, Diffusion, Mg(0001), H2 
Pemanfaatan Tanaman sebagai Inhibitor Organik untuk Penghambatan Laju Korosi Logam Seng (Zink) dalam Larutan HCl Aditia Ramadhan; Tegar Laxmi Pratiwi; Mardiah Mardiah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.066 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v14i1.6502

Abstract

Korosi merupakan masalah besar bagi bangunan dan peralatan yang menggunakan material dasar logam. Beberapa cara yang dapat memperlambat laju reaksi korosi antara lain, dengan cara penambahan zat (inhibitor). Bahan alam dapat digunakan sebagai inhibitor organik, seperti biji kopi dan daun teh. Metode pengukuran korosi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kehilangan berat (gravimetri). Dengan penambahan inhibitor biji kopi dan daun teh, mampu menghambat laju korosi pada logam seng dalam larutan HCl. Koefisien korelasi linear yang didapatkan untuk masing-masing inhibitor alami adalah untuk inhibitor biji kopi adalah 0,661 dan koefisien korelasi linear untuk inhibitor daun teh adalah 0,6392, berdasarkan teori Adsorpsi Isoterm Langmuir. Dari persamaan linear pada logam seng  diperoleh nilai regresi tanpa inhibitor yaitu 0,9579, regresi dengan penambahan inhibitor biji kopi yaitu 0,77 dan regresi dengan penambahan inhibitor daun teh yaitu 0,7547
PENENTUAN LIGNIN DAN KADAR GLUKOSA DALAM HIDROLISIS ORGANOSOLV DAN HIDROLISIS ASAM Lucy Arianie; Nora Idiawati
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.958 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i2.2098

Abstract

Hidrolisis tandan kosong sawit merupakan langkah awal untuk mendapatkan glukosa sebagai bahan baku pakan ikan, bioetanol dan produk-produk berbasis biomasa. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas hidrolisis organosolv dan hidrolisis asam sulfat pada bahan baku tandan kosong sawit. Hidrolisat yang dihasilkan dianalisis kadar glukosa menggunakan metode Nelson-Somogyi sedangkan lignin yang diperoleh dianalisis gugus fungsinya dengan Infra Red. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dalam hal jumlah perolehan glukosa, perlakuan hidrolisis asam menggunakan asam sulfat lebih efektif dibandingkan hidrolisis organosolv. Hidrolisis dengan asam sulfat 3% menghasilkan perolehan glukosa sebanyak 19,8 mg/L. Sedangkan hidrolisis dengan metode organosolv dengan pelarut etanol hanya menghasilkan glukosa sebanyak 3,67 mg/L. Dalam hal gugus fungsi dalam struktur lignin yang ditentukan dengan infra merah, lignin yang diperoleh melalui hidrolisis asam dan hidrolisis organosolv mempunyai kemiripan yang tinggi dengan lignin standar. Kata kunci: Lignin, Glukosa, Organosolv, Asam sulfat, Hidrolisis.